Karyawan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Ikuti Pelatihan ISO

Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menjalani program pelatihan International Organization for Standardization (ISO), yang dibawakan oleh Dr. Suliswiyadi, M.Ag, bertempat di Kantor Majelis Diktilitbang, Kamis (17/1/19).

“Karyawan itu harus di-upgrade kompetensinya. Misalnya pegawai harus Strata 1, menguasasi bahasa Inggris, dan komunikatif. Nanti bisa dibuat tabel kompetensinya,” ujarnya saat mengawali pelatihan ISO.

Sunaryo MD, Kepala Kantor Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah mengatakan bahwa kegiatan ini penting untuk meningkatkan kinerja dan kompetensi para karyawan. Dia berharap dengan diselenggarakannya setelah ini karyawan menjadi maksimal dan profesional dalam bekerja.

“Kegiatan ini bermanfaat untuk kesekretariatan, selain kompetensi yang harus ditingkatkan, motivasi dalam bekerja juga mesti di-upgrade agar produktif.” (Wira Prakasa Nurdia)

Lincolin Arsyad Tegaskan PTMA Harus Kreatif di Era Revolusi Industri 4.0

“Di era revolusi 4.0, tata kelola perguruan tinggi tidak bisa lagi mengandalkan cara-cara konvensional. Era keterbukaan juga membuat persaingan dalam bidang perguruan tinggi semakin ketat,” ujar Prof. H. Lincolin Arsyad, M.Sc., Ph.D., Ketua Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, saat membuka kegiatan Leadership Training (LT) Pimpinan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) Angkatan Ke-3 di Ruang Jatayu, Hotel Jatayu, Senin (14/1/18).

Lyncolin mengutip pesan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, bahwa para pimpinan harus menjadi teladan dalam laku cinta ilmu. “Pimpinan Perguruan Tinggi harus senang membaca, senang berdialog, senang ilmu. Jangan pernah berhenti belajar. Perguruan Tinggi adalah pencipta peradaban. Maka bagaimana bisa mencipta peradaban jika pimpinannya tidak cinta ilmu,” lanjutnya, sebagaimana dilansir dari Suara Muhammadiyah.

Inovasi-inovasi teknologi di bidang pendidikan seperti Massive Open Online Course (MOOC) dan Artificial Intelligence (AI) telah mampu menjadikan pendidikan semakin terbuka dan dapat diakses dengan sangat mudah. Keberadaan pengajar dan kelas secara fisik semakin tidak relevan. Jika tidak berbenah, maka akan tersingkir. (Wira Prakasa Nurdia)

Ali Maksum, Ph.D: Demokrasi Bagian dari Grand Design Negara Pemenang Perang Dingin

“Pascaperang Dingin, negara-negara dunia ketiga terutama kawasan Asia Tenggara cenderung menerapkan demokrasi yang menempatkan presiden pada posisi yang absolut. Kondisi ini berlangsung dalam waktu yang lama, alasannya jelas karena pembangunan memerlukan stabilitas, baik ekonomi, politik, dan pembangunan itu sendiri.” Ujar Ali Maksum, Ph.D, saat mengawali diskusi yang bertajuk Potret Demokrasi di Asia Tenggara Pascaperang Dingin di Sekretariat Komunitas Belajar Menulis, Poncowolo, Yogyakarta pada Kamis (27/12/18).

Dosen Program Studi (Prodi) Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) ini menambahkan bahwa pemaknaan terhadap sistem demokrasi mustahil tunggal, justru sebaliknya, ia beragam dan fleksibel, menyesuaikan dengan kondisi dan situasi negara tersebut. Ia mencontohkan bahwa sistem pemerintahan demokrasi di Singapura dan Malaysia memiliki perbedaan dengan Indonesia.

“Coba Anda tengok bagaimana sistem pemerintahan di Singapura, negara besar dengan sistem demokrasi tetapi pada dasarnya praktik oligarki justru terjadi.” Ujarnya.

Dosen kelahiran Ponorogo ini mengatakan bahwa sistem yang masyhur dengan frasa dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat ini tidak ujuk-ujuk turun dari langit, tetapi bagian dari grand design negara-negara adikuasa, pemenang Perang Dingin.

“Negara-negara third world seperti di Afrika sana jika menerapkan sistem ini maka akan kolaps karena situasi dan kondisinya belum memadai.” Terangnya mengakhiri diskusi.

Tema diskusi sendiri diambil dari buku yang ditulis oleh Ali Maksum dan diterbitkan oleh Phinisi Press pada November 2018. Diskusi berjalan intens, masing-masing peserta antusias menyimak dan memberikan pertanyaan. Adapun unsur peserta dihadiri mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi seperti Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Universitas Islam Sunan Kalijaga (UIN), dan UMY. Diskusi ditutup dengan pembacaan puisi oleh Mahmud.(Wira Prakasa Nurdia)

Setahun Walikota Batu, Sosiologi UMM Gelar Dialog dengan Masyarakat

Menyikapi satu tahun masa jabatan Walikota Batu, Dewanti Rumpoko, Program Studi (Prodi) Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar dialog di Balai Desa Junrejo, Kota Batu, Selasa, (25/12/18).

“Pembangunan pariwisata sekarang semakin tidak terkontrol. Ini bakalan berdampak ke depannya. Jangan hanya karena investasi, nilai-nilai ekologis dikesampingkan oleh pemerintah,” ujar Aris, warga Batu, sebagaimana dilansir dari situs UMM.

Dari forum ini menelurkan 3 rekomendasi. Yakni masyarakat perlu berpartisipasi dan mendorong pemerintah untuk mengedepankan masyarakat kecil, memberi perhatian lebih pada UMKM, serta bantuan dana desa. (Wira Prakasa Nurdia)

Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UMM Raih Akreditasi A

Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil mendapatkan Akreditasi A setelah resmi diumumkan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada Kamis (20/12/18) lalu. Sebelumnya, Prodi ini sudah pernah mendapatkan akreditasi A pada periode 2008-2013 lalu, dan sempat turun menjadi B. Namun kini akredtitasi A tersebut berhasil didapatkan kembali.

“Yakni visi misi, tata kelola dan pamong, kemahasiswaan, Sumber daya manusia, Kurikulum, Sarana dan Prasarana, Penelitian pengabdian dan kerja sama,” ujar Puji Sumarsono, S.Pd., M.Pd., Sekretaris Prodi Bahasa Inggris, sebagaimana dilansir dari situs UMM.

Menurut Puji, kedepannya Prodi Bahasa Inggris UMM akan terus melakukan perkembangan-perkembangan agar mereka bisa mempertahankan akreditasi yang mereka dapatkan ini. (Wira Prakasa Nurdia)

Mahasiswa Bahasa Inggris Saling Pamer Media Pembelajaran di ELMO 2018

Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar English Language and Education Department Media Expo (ELMO) 2018 di lantai 3,5 GKB I, Rabu (26/12/18). Pameran media pembelajaran ini merupakan rangkaian akhir dari mata kuliah Media dan Sumber Belajar. Mata kuliah ini diampu Laila Hikmah Nurbatra, MA., M. EdLead. Dan Eka Listianing Rahayu, M. AppLing.

“Yang terpenting, selain harus menarik juga harus dapat menunjang proses belajar mengajar di kelas nantinya. Laila mengaku terkejut dengan media pembelajaran yang dipamerkan,” Ujar salah satu dosen pengampu mata kuliah, Laila, sebagaimana dilansir dari situs UMM.

Salah satu peserta, Faiza mengungkapkan, mengaku sangat senang dengan ikut berpartisipasi dalam ELMO 2018. Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat bagus untuk melatih kreatifitas mahasiswa. (Wira Prakasa Nurdia)

Stikes Muhammadiyah Manado Gelar Wisuda XIV dan Pelantikan Ners V

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Muhammadiyah Manado gelar Wisuda XIV dan Pelantikan Ners V, kegiatan itu digelar di gedung Grand Kawanua Convention Center (GKCC) Novotel Manado (8/12/18). Dari jumlah peserta wisuda 243 lulusan, di antaranya 87 lulusan Program Studi S1 Keperawatan, 82 D3 Kebidanan, 30 Prodi D3 Farmasi dan 44 Program Studi Profesi Ners. Prosesi wisuda yang dipimpin oleh Ketua Senat Stikes Muhammadiyah Manado Bapak Agust A. Laya,SKM., Wisuda tahun ini diisi dengan orasi ilmiah dari Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

“Tahun ini, ada 1 dosen kami lulus program S3 dari Universitas Muhammadiyah Jakarta yakni Ns. Faradila Miftah Suranata, S.Kep., M.Kep ” ujar Ketua STIKES Muhammadiyah Manado, sebagaimana dilansir dari situsnya.

Lebih lanjut Agust menambahkan, sebelum mengikuti wisuda, para lulusan sudah mendapatkan pembekalan sebelum terjun ke dunia kerja. Mulai dengan digelar job fair, baitul arqam purna studi dan kegawadaruratan bagi para lulusan dan berbagai pelatihan bagi calon wisudawan yang bertujuan untuk menyiapkan lulusan menghadapi dunia kerja. (Wira Prakasa Nurdia)

UMY Raih Posisi 11 Nasional untuk Universitas Terhijau Versi UI Green Metric

Penerapan teknologi berkelanjutan dalam mendukung keseimbangan ekologis jangka panjang sudah menjadi kewajiban bersama untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik di masa depan. Hal tersebut telah menjadi perhatian Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) sejak tahun 2011 lalu, dan hingga kini terus dijalankan dengan menerapkan berbagai bentuk teknologi. Untuk memperluas jaringan kerjasama dengan institusi yang mempunyai perhatian serupa dan meningkatkan pengetahuan dalam teknologi berkelanjutan UMY turut mengikuti UI Green Metric World University Ranking. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada (19/12/18) di mana UMY berhasil meraih peringkat 11 dalam kategori Most Sustainable University di tingkat nasional pada kesempatan pertamanya tersebut.

“Ada 6 aspek yang menjadi kategori penilaian dalam kompetisi ini; Setting and Infrastructure; Energy and Climate Change; Waste management; Water management; Transportation; dan Education & Research mengenai isu keberlanjutan. Berdasarkan penilaian tersebut UMY berhasil meraih poin yang cukup baik dalam partisipasi perdana ini, yaitu 5650. Namun demikian kita menyadari masih ada beberapa aspek yang harus tetap kita tingkatkan.” Ujar Faaris Mujaahid, M.Sc, Sekprodi Teknik Elektro selaku koordinator tim pemeringkatan UMY, sebagaimana dilansir dari situs UMY.

Selain ajang kompetisi, kegiatan tersebut juga menjadi wadah untuk memperluas jaringan kerjasama dalam isu teknologi berkelanjutan. (Wira Prakasa Nurdia)

Mahasiswa Belanda Selesaikan Penelitiannya di UMY

Alice Consolaro dan Mariana Tapia yang merupakan mahasiswi pascasarjana Eindhoven University of Technology (TU/e) telah selesai melakukan program internship di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Pelepasan tersebut berlangsung pada Kamis (29/11/18). Program internship ini sendiri merupakan kerja sama lanjutan yang sudah terjalin antara UMY dan TU/e mengenai Capacity Building di bidang energi. Proyek yang sudah berjalan selama enam tahun antara UMY dan TU/e tersebut memiliki tujuan untuk membangun dan memperkuat kapasitas kelembagaan dan manusia dalam perumusan kebijakan energi. Alice yang berasal dari Italia dan Mariana dari Meksiko telah meneliti dampak dari proyek tersebut, dan hasil dari penelitian yang mereka lakukan itu akan dijadikan data akhir studi mereka di TU/e.

“Setelah ini kami akan mengerjakan laporan dari proyek yang sudah kami teliti. Laporan hasil penelitian itu akan segera kami kumpulkan di TU/e,” tutur Alice yang ditemui dalam acara farewell di Warung Pohon, sebagaimana dilansir dari situs UMY.

Kedua mahasiswi asal Universitas Eindhoven (TU/e) itu akan kembali ke Belanda pada Minggu (2/12). Alice dan Maria dilepas pada acara pelepasan di Warung Pohon, yang dihadiri oleh Sri Atmaja P. Rosyidi, ST., MSc.Eng., Ph.D., PE dan Ir. Tony Khristanto Hariadi, MT selaku dosen pembimbing dan pengelola Pusat Studi Energi UMY. “Saya berterima kasih kepada pascasarjana yang sudah menyambut kami dengan baik, dan banyak membantu kami. Semoga kerja sama ini bisa bermanfaat bagi kami dan UMY juga,” tutup Alice dan Maria. (Wira Prakasa Nurdia)

FKIP UMGO Selenggarakan Kuliah Pakar

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO) selenggarakan kuliah pakar, di Gedung LP2M Universitas Muhammadiyah Gorontalo Selasa (18/12/18). Sebagai narasumber Ketua Umum Pimpinan Pusat Forum Pimpinan Muhammadiyah H. Pahri, S.Ag.,MM, dengan mengusung tema “Guru Muhammadiyah Yang Berkarakter Dalam Mewujudkan Generasi Berkemajuan Universitas Muhammadiyah Gorontalo”.

“Kami selalu mengundang tamu-tamu dari luar kampus, untuk bisa memberikan sharing, berbagi ilmu, memberikan informasi, dan pencerahan ini tidaklain untuk meningkatkan mutu dari UMGO.” Ujar Dr. dr. H. Muhammad Isman Yusuf, Rektor UMGO, sebagaimana dilansir dari situsnya.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Forum Pimpinan Muhammadiyah H. Pahri, juga menitip pesan kepada Mahasiswa PGSD, untuk menjadi guru yang baik, ada dual hal yang harus diperhatikan yakni Performance atau penampilan dan Kedisplinan. (Wira Prakasa Nurdia)