STKIP Muhammadiyah Bulukumba Menanti Transisi Menjadi Universitas

Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Bulukumba tengah mempersiapkan diri untuk proses visitasi perubahan status dari Sekolah Tinggi menjadi universitas. Sehingga praktis perguruan tinggi yang terletak di Sulawesi ini akan berubah nama menjadi Universitas Muhammadiyah Bulukumba.

Beralihnya status tersebut turut menambah program studi, terutama pada porsi eksakta sebanyak 7 prodi. Teknik PWK, Peternakan, Since Aktuaria, Kimia, Agribisnis, Agroteknologi, dan Biologi, yang merupakan rekomendasi dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti).

“Harapan kami Insya Allah setelah divisitasi dalam waktu yang tidak lama, Surat Keputusan perubahan dapat diterbitkan sehingga tahun ini dapat menerima mahasiswa baru untuk tahun akademik 2019-2020, semoga Allah SWT,” ujar Jumare Basra, Ketua STKIP Muhammadiyah Bulukumba, dalam pesan singkat Whatsapp. (Wira Prakasa Nurdia)

UM Purwokerto Kirim Staf dan Mahasiswa Sekaligus Jalin MoU dengan Tianjin Politecnic University

Universitas Muhammadiyah (UM) Purwokerto melalui Kantor Urusan Internasional (KUI) mengirimkan stafnya Hanifah Al Shofianthi, S.S dan mahasiswa Fakultas Kedokteran Rizka Mutiarasari dalam rangka studi banding aktivitas winter camp di Tianjin Polytechnic University (TJPU) China untuk pengembangan aktivitas winter camp di UM Purwokerto.

“Kita kirimkan Rizka Mutiarasari sebagai delegasi dari UM Purwokerto untuk mengikuti winter camp program dengan harapan dapat mengikuti acara winter camp dengan baik untuk mengembangkan wawasan internasional serta mendapatkan jejaring internasional yang semakin luas,” ungkap Hanifah, sebagaimana dilansir dari laman UM Purwokerto.

Ditambahkan, bahwa dalam program tersebut juga dilakukan penandatangan MoU antara UM Purwokerto dan Tianjin Politecnic University China yang dilakukan oleh Dr. Jebul Suroso S.Kp, Ns, MKep. selaku Wakil Rektor 4 Bidang Kerjasama dan AIK. (Wira Prakasa Nurdia)

UMM-Aisyiyah Bekali Para Guru Menulis Buku Cerita untuk Bangun Karakter Anak

Bercerita merupakan bagian dari materi pembelajaran di tingkat Taman Kanak-kanak (TK) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Adanya Kurikulum ini sebagai sarana membangun karakter anak. Untuk menunjang hal ini, para guru tak cukup bermodalkan pandai bercerita saja, tapi keterampilan menulis cerita anak.

Untuk meningkatkan kompetensi guru tersebut, Lembaga Pengkajian dan Pemberdayaan Perempuan dan Anak (LP3A) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar workshop menulis cerita anak bekerja sama dengan Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Jawa Timur di Ruang Sidang Senat UMM, Selasa (19/2/19).

“Dari cerita kita dapat meningkatkan imajinasi anak. Dapat juga membangun karakter anak didik kita. Baik sosial maupun individual. Kita tanamkan dalam buku cerita anak saat ini nilai-nilai karakter yang islami,” tutur Dra. Thathit Manon Andini, M.Hum, Ketua LP3A.

Selain itu, peserta juga diajak untuk berpraktik langsung menulis cerita anak. Latihan ini dimentori langsung oleh Watiek Idoe. Hasil dari workshop ini akan dikemass berupa kumpulan buku cerita anak yang akan di dilaunching pada perhelatan pengajian Ramadhan PW Muhammadiyah Jawa Timur Mei mendatang. (Wira Prakasa Nurdia)

Cheaaaco UM Purwokerto Kembangkan Program Karya Anak Bangsa

Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia Universitas Muhammadiyah (UM) Purwokerto mengembangkan karya anak bangsa dengan menyelenggarakan kegiatan Gelar Chemical Engineering Annual Competition(Cheaco) untuk siswa Sekolah Mahasiswa Atas (SMA) sederajat dan mahasiswa tingkat Nasional di Aula Teknik lantai lima UM Purwokerto, Sabtu (16/2/19).

“Kebetulan tahun ini memang agak beda, kalau biasanya tiap tahun kita menyelenggarakan hanya untuk siswa pelajar SMA sederajat tetapi tahun ini kami menyelenggarakan dengan mahasiswa juga sebagai perbedaan dengan tahun sebelumnya,” ujar Kepala Prodi Teknik Kimia, Haryanto, Ph.d, sebagaimana dilansir dari situs UM Purwokerto.

Upaya inovasi ini menghadirkan juri juri berkompeten agar dapat memperoleh hasil penilaian yang terbaik, yaitu juri dari Universitas Gajah Mada, Universitas Diponegoro, dan universitas Muhammadiyah (UM) Surakarta. (Wira Prakasa Nurdia)

UM Surakarta Kembangkan Prodi Bahasa Indonesia di Universitas Al-Azhar Kairo Bersama UGM dan UIN Malang

Universitas Muhammadiyah (UM) Surakarta melakukan kerja sama dengan Universitas Al Azhar Kairo, Mesir guna membuka Program Studi Bahasa Indonesia di universitas paling terkemuka di Mesir tersebut.

Dalam kerja sama itu disebutkan bahwa Mata Kuliah Bahasa Indonesia akan dijadikan satu mata kuliah pilihan di semua fakultas yang berada di Universitas Al Azhar. Kerjasama ini melibatkan tiga perguran tinggi di tanah air yakni UMS, UGM (Unversitas Gajah Mada) dan UIN (Universitas Islam Negeri) Malang. Ketiga universitas ini tergabung dalam konsorsium bersama.

“Insya Allah mulai September 2019 nanti Mata Kuliah Bahasa Indonesia dijadikan sebagai satu mata kuliah pilihan di semua Fakultas di Al Azhar. UM Surakarta bersama UGM dan UIN Malang dipercaya oleh Universitas Al-Azhar untuk membuka Prodi Bahasa Indonesia di Fakultas Bahasa dan Tarjamah di Al-Azhar Kairo,” ungkap Rektor UM Surakarta, Dr. Sofyan Anif M.Si, sebagaimana dilansir dari situs UM Surakarta.

Dalam kerja sama ini, Prodi Bahasa Indonesia UM Surakarta juga akan menawarkan program Exchange Student serta Joint Research bersama Universitas Al-Azhar Kairo. Sehingga dari kerja sama ini selain meningkatkan kualitas mahasiswa di prodi yang bersangkutan, dapat pula meningkatkan kualitas penelitian dalam penelitian dan publikasi ilmiah. (Wira Prakasa Nurdia)

Tri Handika, Salah Satu Potret Mahasiswa UM Purwokerto

Tri Handika, mahasiswa Program Studi (Prodi) Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah (UM) Purwokerto berhasil lulus dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) mengagumkan, 3,94.

Dengan modal motivasi yang kuat untuk mendapatkan beasiswa, ketekunannya diuji.

“Karena tahun 2012, UM Purwokerto sudah terkenal memberikan banyak beasiswa. Awalnya saya masuk prodi Matematika FKIP,” ujarnya sebagaimana dilansir situs UM Purwokerto.

Selain menerima predikat sebagai salah satu mahasiswa terbaik, Tri Handika ternyata juga cakap berbisnis. Ia memiliki usaha di bidang konveksi dengan nama Pandhawa Clothing dan sekarang sudah memiliki brand yaitu Enjoy. Produknya sudah dipasarkan di beberapa offline store dan melalui online. Ia mengaku sangat yakin akan potensinya dan keseriusannya pindah program studi akan membawa dampak positif untuk kemajuan dirinya dan usahanya. (Wira Prakasa Nurdia)

STIK Muhammadiyah Pontianak Hadiri Workshop KUI PTMA

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Muhammadiyah Pontianak menghadiri Workshop pengembangan Kantor Urusan Internasional (KUI) Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) Se-Indonesia, di Hotel Xtraa Bengkulu, Kamis (14/2/19).

“Karena memberikan peluang kerja sama yang nyata, baik dalam menjalin kerja sama secara institusi ke institusi, juga secara substantif dalam pengembangan mutu institusi,” ujar Parliani, Dosen STIK Muhammadiyah, sebagaimana dilansir dari Tribun Pontianak.

Dalam materi tersebut ditawarkan aplikasi Memorandum of Understanding (MoU) atau kerja sama, baik MoU untuk melanjutkan studi untuk dosen, transfer kredit untuk mahasiswa, dan program kelas khusus dalam pengembangan bahasa Inggris di Taiwan.

Acara yang diselenggarakan Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini, bertujuan untuk meningkatan kantor urusan internasional. Dalam menjalin kerja sama dengan kampus-kampus di luar Negeri. Ada 21 perwakilan PTMA Se-Indonesia, acara dibuka oleh Prof. Dr. Edy Suhandi Hamid M.eC, dan dilanjutkan dengan penandatanganan MoU dengan ASiA University Taiwan oleh Prof. Jefry J. P. Tsai. (Wira Prakasa Nurdia)

Mendikbud Beri Kuliah Umum di UM Purwokerto

Menteri Pendidikan dan Kebudayan (Mendikbud) Republik Indonesia Prof Muhadjir Effendy memberikan kuliah umum kepada mahasiswa Universitas Muhammadiyah (UM) Purwokerto. Kuliah Umum bertema Masa Depan Pendidikan Indonesia di Era Revolusi Industri 4.0 diselenggarakan di Aula AK Anshori Gedung Rektorat Lt.3 UM Purwokerto, Sabtu (9/2/19).

Muhajir datang dengan menggunakan helikopter mendarat di lapangan UM Purwokerto. Adapun yang hadir mendampingi, Sekretaris Mendikbud, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah Drs H Tafsir M Ag, Wakil Rektor I Dr. Anjar Nugroho, Wakil Rektor II Drs Joko Purwanto MSi, Wakil Rektor III Ir Aman Suyadi MP dan Wakil Rektor IV Dr Jebul Suroso.

“Ini benar surprise karena UM Purwokerto perkembangannya begitu sangat pesat. Dan dari acara ini yang paling berkesan dengan lomba karya ilmiah tingkat nasional ini. Saya berpesan agar aktivitas ini berkembang terus, karena ini adalah ruhnya dari pendidikan, yakni dengan penelitian,” kata Mendikbud Prof Muhadjir, sebagaimana dilansir dari situs UM Purwokerto.

Sementara itu, Rektor UM Purwokerto mengatakan dalam sambutannya mahasiswa yang terkumpul hari ini adalah mahasiswa teknik sains dan prodi kimia yang diharapkan betul-betul untuk menekuni perkembangan bangsa Indonesia.

“Kami laporkan kepada bapak mentri, bahwa UM Purwokerto sampai saat ini telah memiliki 12 fakultas. Yang terakhir fakultas kedokteran yang sebentar lagi akan kita luluskan, dan prodi-prodi baru mulai dikembangkan,” pungkasnya. (Wira Prakasa Nurdia)

Unisa Gelar Workshop Kelembagaan Menuju APT

Universitas `Aisyiyah Yogyakarta mengadakan Workshop kelembagaan menuju Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) Unggul pada Kamis (7/2/19) di Meeting Room 1, Unisa, Yogyakarta.

Hadir dalam seminar tersebut Dr. Totok Prasetyo, B.Eng., M.T selaku Direktur Pembinaan Kelembagaan Perguruan Tinggi Kemenristekdikti, Totok menjelaskan mengenai klaster dan jenis klaster di perguruan tinggi, serta aspek- aspek yang berpengaruh pada penilaian skor dalam akreditasi beserta arah kebijakan pengembangan kedepanya yang akan dilakukan oleh perguruan tinggi.

“Kualitas SDM yang baik dan adanya prestasi yang telah diraih, serta banyaknya penelitian yang dilakukan oleh dosen akan mendongkrak peringkat perguruan tinggi,” ujar Totok, sebagaimana dilansir dari laman resmi Universitas Aisyiyah.

Rektor Unisa Yogya Warsiti, S.Kp., M.Kep., Sp.Mat dalam sambutanya di depan para pimpinan fakultas dan ketua prodi yang diundang dalam acara workshop, mengatakan bahwa dengan turut mengundang direktur pembinaan kelembagaan kemenristekdikti sebagai narasumber bisa menjadi motivasi untuk meraih nilai akreditasi perguruan tinggi unggul.

“Kita akan banyak mendapatkan informasi mengenai kelembagaan dari pemaparan yang disampaikan nanti, harapanya segera bisa kita aplikasikan dan tambahkan apa yang masih kurang dari persiapan kita disini,” tutup Warsiti. (Wira Prakasa Nurdia).

Kantor Majelis Diktilitbang Muhammadiyah Raih ISO 9001:2015

Pimpinan dan para jajaran staf Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Muhammadiyah menghela napas beberapa saat menjelang pengumuman auditor dari Tuv Rheinland— sebuah lembaga yang memiliki kewenangan menerbitkan sertifikasi International Organization for Standardization (ISO) 9001:2015, di Aula Lantai 2 Gedung Muhammadiyah, Rabu (14/2/19).

Hasil audit kemudian menyatakan bahwa Kantor Majelis Diktilitbang telah memenuhi persyaratan SNI ISO 9001:2015, tentang pemeliharaan sistem manajemen mutu. Meski begitu, penerbitan sertifikat tersebut meninggalkan beberapa catatan minor, yang artinya akan dievaluasi kembali setelah beberapa saran dari auditor tersebut terpenuhi secara optimal. Pengumuman tersebut disambut seketika riuh rendah tepuk tangan seisi ruangan.

Sekretaris Jenderal Diktilitbang Muhammadiyah, Muhammad Sayuti, Ph.D mengatakan bahwa proses audit kantor tak ubahnya muhasabah diri. Dia menganalogikan audit ibarat cermin yang direfleksikan kepada diri sendiri, muhasabah sangat penting agar dapat objektif melihat sekaligus menilai celah-celah kekurangan dari diri pribadi.

“Kita sebagai majelis yang menaungi ratusan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) selalu memberikan masukan, kritik, sekaligus saran untuk terus meningkatkan kualitas PTMA, tapi hari ini giliran cermin tersebut yang diarahkan kepada kita, semoga ke depan kita lebih baik lagi terutama dari segi administrasi dan kualitas pelayanan,” ujarnya dengan senyum yang mengembang.

Sayuti melanjutkan bahwa sebagai majelis pertama di Muhammadiyah yang berhasil mendapatkan Sertifikasi ISO, dia berharap spirit tersebut menular di lingkungan Muhammadiyah dan khususnya PTMA, karena sebagai organisasi kemasyarakatan yang sudah berusia lebih dari satu abad, peningkatan kualitas mutlak dilakukan.
Kepala Kantor Diktilitbang Muhammadiyah, Sunaryo MD menilai terbitnya sertifikat ini bukan sebagai ajang untuk menepuk dada, melainkan sebuah wujud apresiasi untuk terus meningkatkan pelayanan secara prima.

“Meskipun ukuran kantor majelis relatif kecil dengan tanggung jawab yang tidak main-main, melayani 171 PTMA, spirit peningkatan yang terukur dan terstandar mesti diberlakukan dan hari ini Alhamdulillah apa yang dikerjakan lumayan berhasil, semoga terus konsisten dan semakin berkualitas,” Tukasnya.

Skema audit sertifikasi dilakukan dua kali selama dua hari, yakni pada 12-13 Februari 2019. Hari pertama kantor majelis diaudit oleh satu auditor dengan audit plan mencakup Management Process, quality management process, sarana-prasarana, dan ketenagaan. Hari kedua, audit dilaksanakan oleh dua auditor dengan unit audit keuangan, proses persuratan, proses penerbitan SK-statuta, dan proses layanan kantor. Semua proses pelaksanaan audit dilakukan dengan metode interviu. (Wira Prakasa Nurdia)