Melalui Program MSPP, Diktilitbang Terus Berupaya Munculkan Kader Intelektual

Muhammadiyah melalui Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah tengah melakukan pembibitan kader melalui program Muhammadiyah Scholarship Preparation Program (MSPP). MSPP merupakan program kerjasama antara Diktilitbang dengan Majelis Pendidikan Kader (MPK) dan Lazismu.

Dijelaskan Muhammad Sayuti, Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah bahwa MSPP ini merupakan proses pembibitan kader Muhammadiyah yang diproyeksikan untuk masa yang akan datang. Program MSPP selain fokus pada peningkatan kualitas bahasa Inggris kader, juga fokus dalam pembinaan karakter dan wawasan kebangsaan, yang meliputi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, rencana studi, dan tips mendapatkan beasiswa studi lanjut.

“MSPP merupakan program untuk menyiapkan intelektual Muhammadiyah masa depan, ini adalah pilot project bagaimana Muhammadiyah merancang program untuk keberlanjutan majunya Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) kedepan,” terang Sayuti Ahad (7/5) dalam acara Penutupan MSPP di Gedung Pusbang Kaliurang.

Sementara itu, Sjafri Sairin, Anggota Diktilitbang PP Muhammadiyah menyampaikan bahwa Muhammadiyah sangat cinta dengan kemajuan, salah satu kemajuan yang menjadi target Muhammadiyah  yaitu meningkatkan kualitas dan kuantitas Sumber Daya Manusia (SDM) dalam bidang pendidikan.

“MSPP digarap agar dapat memacu kemajuan-kemajuan yang dicanangkan oleh Muhammadiyah,” tutur Sjafri.

Sebelumnya melalui program MSPP ini telah dipilih 26 peserta dari 150 lebih peserta yang mendaftar. Ke 26 peserta tersebut telah mengikuti program kursus Bahasa Inggris di Pare Kediri selama 3 bulan.

Hasil yang cukup memuaskan telah berhasil diperoleh dalam program MSPP yang pertama ini, diantaranya yaitu 3 dari 26 peserta MSPP tersebut sudah memperoleh scholarship untuk studi di Luar Negeri. Diantaranya yaitu Ulfatul Muflihah diterima di Master Program Nursing di Songkhla University Thailand, Heidy Diana Master Nursing Program di Taiwan National Medical University, dan Desfa Yusmaliana diterima dalam AMINEF exchange Program di USA. Selain itu, 13 peserta MSPP tersebut juga telah terdaftar beasiswa Australia tahun 2017.

Turut hadir dalam penutupan tersebut diantaranya Ketua Badan Pengurus Lazismu Hilman Latief, dan Ketua MPK Ari Ansori. (adam)

 

Seleksi Mahasiswa Asal Thailand Masuk Perguruan Tinggi Muhammadiyah

Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM): Terus Ekspansi di ASEAN Sebanyak 110 calon mahasiswa asal Thailand mengikuti seleksi masuk perguruan Tinggi Muhammadiyah. Seleksi dilakukan melalui wawancara langsung terhadap mereka yang sudah lulus test administratif yang dilakukan SBPAC (Southern Border Province Administration Center (SBPAC) Thailand. “Ini sudah yang sembilan kali kita lakukan. Semula hanya melibatkan 13 PTM (Perguruan Tinggi Muhammadiyah). Sekarang sudah 18 PTM. Total sudah ratusan mahasiswa Thailand yang dididik di perguruan tinggi Muhammadiyah. Sebagian sudah lulus,” kata Ketua Kantor Urusan Internasional PTM Ida Puspita, yang juga dosen pada Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta. Seleksi diadakan di kantor SBPAC Yala. Ekspansi Saat seleksi hadir juga Direktur Kerjasama SBPAC Teeruth Supawiboonpol dan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof Edy Suandi Hamid Prof Edy menyampaikan, adanya kerja sama ASEAN dalam MEA (Masyarakat Ekonomi Eropa) akan semakin terbukanya pasar intra ASEAN dalam bidang pendidikan tinggi ini. Selama ini kita lebih banyak pasar bagi negara lain. “Nah Muhammadiyah yang sejak awal berdirinya sudah berkhikmat di bidang pendidikan, melakukan ekspansi juga ke mancanegara. Beberapa tahun terakhir ini kita secara khusus ke Thailand. Ke depan akan banyak negara yang kita garap,” ujarnya. Ditambahkan, selama ini sdh menyebar di PTM mahasiswa asing dari berbagai negara Asia, Australia, Amerika. Namun jumlahnya masih terbatas, dan ini mereka datang secara individual, belum didesain aecara khusus seperti yang di Thailand. “Kita juga aktif mengikuti pameran-pameran pendidikan di luar negeri. Agustus nanti kita ikut pameran pendidikan yang diadakan di Songkhla, Thailand Selatan ini,” kata mantan Rektor UII tersebut. Untuk masuk lebih jauh pasar ASEAN, bahkan Muhammadiyah sudah punya gagasan untuk mengakuisisi perguruan tinggi di wilayah ASEAN. “Tapi itu masih dilakukan kajian mendalam,” kata Prof Edy Suandi Hamid yang menjabat sebagai Wakil Ketua Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan PP Muhammadiyah tersebut. Perluas MoU Dalam kunjungan tersebut dibahas rencana perluasan kerjasama dgn mengubah MoU yang sudah ditandatangani sejak sembilan tahun lalu. Pembahasan dilakukan dengan Deputi Sekjen SBPAC Somkeart Ponorayoon. Direncanakan kemungkinan memperluas cakupan provinsi yang semula hanya 5 provinsi menjadi 14 provinsi. Mahasiswa yang diterima juga tak hanya yang beragama Islam tetapi juga yang beragama lain, seperti Budha yang merupakan agama mayoritas di Thailand. “Kita tunjukkan bahwa Perguruan Muhammadiyah bersifat inklusif dan mendidik siapapun yang ingin belajar, apapun keyakinannya. Di Papua dan NTT, lebih 80 persen mahasiswa PTM adalah nonmuslim,” kata Prof Edy.

Tingkatkan Kualitas PTM, Diktilitbang Sosialisasikan SAPTO

Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang)  Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah terus berupaya meningkatkan kualitas Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) dalam berbagai aspek, diantaranya yaitu dalam peningkatan akreditasi, dan juga peningkatan Sistem Penjamin Mutu Internal (SPMI) melalui program Audit Mutu Internal (AMI).

Diakhir bulan Mei tahun 2017 ini Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) akan melakukan perubahan sistem akreditasi, yang sebelumnya dilakuan secara manual, berubah menjadi sistem online atau disebut dengan Sistem Akreditasi Perguruan Tinggi Online (SAPTO).

Guna mengikuti seluruh aturan yang dibuat oleh pemerintah, khususnya oleh BAN PT, Diktilitbang PP Muhammadiyah mengadakan Workshop Nasional SAPTO dan Pelatihan Auditor AMI Bagi PTM. “Dikti menjemput bola, meskipun sistem akreditasi ini belum dilakukan, namun Dikti telah mengambil langkah untuk melakukan sosialisasi SAPTO kepada PTM-PTM,” ucap Lincolin Arsyad, Ketua Diktilitbang PP Muhammadiyah saat membuka Workshop pada Senin (24/4) bertempat di Hotel Horison Yogyakarta.

Dalam worksop dan sosialisasi tersebut Diktilitbang PP Muhammadiyah turut mengajak kerjasama BAN PT.

Lincolin berharap kepada peserta setelah kembali ke PTMnya masing-masing dapat mempersiapkan reakreditasi berikutnya dengan memahami sitem SAPTO tersebut. “Sekarang dalam sistem manual terdapat 7 borang atau kriteria, sedangkan dalam SAPTO tersebut akan ada 10 borang atau kriteria, tantangannya akan semakin berat, sehingga diharapkan masing-masing PTM dapat mempersiapkannya dengan baik,” harapnya.

Selain itu, Lincolin juga berharap PTM jangan hanya menjadi pelengkap penderita. “Dikti tidak hanya ingin PTM hanya sebagai pelengkap saja, namun PTM harus menjadi contoh dan memiliki high impact,” tegas Lincolin.

Selain memahami SAPTO, dalam workshop yang dilakukan pada tanggal 24 hingga 26 April 2017 tersebut masing-masing PTM juga diberikan pemahaman mengenai SPMI. “Tidak semua PTM memiliki asesor, sehingga diharapkan PTM-PTM yang kecil tersebut dapat melakukan audit yang dapat dibantu oleh asesor eksternal,” ujar Lincolin.

PTM juga diharap dapat memahami perubahan regulasi yang dilakukan oleh pemerintah dalam upaya mewujudkan PTM yang kuat, berdaya saing, dan berkemajuan. “SPMI akan terus dikembangkan Dikti kepada PTM-PTM, jika masing-masing PTM telah memiliki SPMI yang bagus maka sistem akreditasi apa pun dapat dilakukan dengan baik,” pungkas Lincolin.

Diktilitbang PP Muhammadiyah mengadakan Workshop dan Sosialisasi tersebut dengan membagi PTM atas tiga wilayah regional. Regional satu terdiri dari wilayah DIY dan Jawa Tengah, regional dua terdiri dari wilayah Sumatera, Kalimantan, DKI Jakarta, dan Jawa Barat, sedangkan regional tiga yaitu Wilayah Indonesia Timur. (adam)

https://goo.gl/b4qDts

Diktilitbang PP Muhammadiyah Adakan Pelatihan Audit Mutu Internal Bagi PTMA

Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengadakan Workshop Nasional Penyusunan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Pelatihan Auditor Mutu Internal (AMI) bagi Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) dan Perguruan Tinggi ‘Aisyiyah (PTA). Acara tersebut dimulai sejak tanggal 17 hingga 19 April 2017 bertempat di Hotel Horison Yogyakarta. Dibuka langsung oleh Edy Suandi Hamid, Wakil Ketua Diktilitbang PP Muhammadiyah.

Disampaikan Munawar Khalil tim asistensi Diktilitbang PP Muhammadiyah tujuan diadakannya pelatihan SPMI dan AMI tersebut agar masing-masing PTM dan PTA dapat melakukan audit mutu internal sesuai dengan pedoman yang telah ditetapkan.

“Audit internal selain sebagai keharusan konstitusi, juga sebagai acuan dari sistem manajemen PTM dan PTA,” terang Munawar, Selasa (18/4).

Selain itu, melalui kegiatan tersebut peserta diharapkan dapat memahami bagaimana manajemen audit dan metode audit. “Peserta diharapkan juga dapat membuat rubrikasi audit dan daftar pertanyaan audit,” ucap Munawar.

Munawar berharap, karena audit internal merupakan keharusan konstitusi, maka harapannya setelah pelatihan ini peserta sudah dapat mencantumkan audit mutu internal dalam kalender akademiknya.

“Jika dilihat sudah ada PTM yang melakukan AMI, namun masih ada juga  PTM yang belum melakukan AMI. Tapi jika dilihat progresnya, kedepan akan ada komitmen dari peserta untuk komitmen dalam melakukan AMI,” pungkas Munawar.

Kegiatan Pelatihan AMI tersebut terbagi atas tiga regional, regional 1 terdiri dari wilayah DIY dan Jawa Tengah, regional 2 terdiri dari wilayah Sumatera, Kalimantan, DKI Jakarta, dan Jawa Barat, sedangkan regional 3 yaitu Wilayah Indonesia Timur. (adam)

Rektor UMY Gunawan Budiyanto Melantik Lima Wakil Rektor UM Yogyakarta

Bertempat di gedung AR Fachruddin UMY dilaksanakan pelantikan lima Wakil Rektor 2017 – 2021 oleh Dr Gunawan Budiyanto Rektor UMY masing-masing Dr Sukamta,  Dr Nano Prawoto,  Dr Suryo Pratolo,  Helman Latief Ph.D dan Dr Achmad Nurmandi. Dalam sambutannya Rektor berpesan  “untuk dapat bekerjasama membesarkan UMY menuju akreditasi internasional”.

Sementara itu Prof Edy Suandi Hamid sebagai Wakil Ketua  Majelis Diktilitbang mengucapkan selamat atas dilantiknya para Wakil Rektor dan selamat bekerja. “Namun tugas Saudara sangat berat, karena bukan saja harus menjaga kinerja baik UMY selama ini, tetapi harus meningkatkannya,” ujar Prof Edy yang menyampaikan ia ikut mengajar pada masa awal berdirinya UMY tahun 1990an.

Dikemukakannya, team work yang baru ini sudah sangat baik dari sisi kompetensi, namun sebagai unsur pimpinan juga harus memberikan keteladanan, dan memberikan komitmen yang lebih tinggi untuk menjalankan amanah yang diberikan.

Hal ini penting karena posisi UMY sudah masuk kluster perguruan tinggi utama di Indonesia. Ini bukan sekedar dipertahankan, tetapi harus ditingkatkan.

“Akreditasi, misalnya, UMY harus sudah mulai dikareditasi pada level internasional. Kalau hanya dapat A lagi akreditasi institusi itu sudah dicapai UMY. Jadi bukan hal yang istimewa,”ujar Prof Edy Suandi Hamid.

Ditambahkannya, sekarang ini UMY sudah cukup lumayan peringkatnya dalam QS, Webometrics, dan 4ICU. “Bahkan mendapat lima bintang dari QS untuk aspek fasilitas, tanggung jawab sosial dan inklusivisme,” ujarnya.

Pengumuman

Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan kepada seluruh dosen Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah bahwa Hibah Penelitian tentang Muhammadiyah Gelombang kedua dibuka sampai tanggal 30 April 2017. Proposal bisa dikirim langsung melalui email hibahpenelitian@muhammadiyah.id

Adapun panduan pengiriman proposal adalah sebagai berikut:

  1. Subject pada email ditulis Nama Dosen dan Perguruan Tinggi (Contoh: Lukman Hakim-Universitas Muhammadiyah Aceh)
  2. Proposal, Halaman Pengesahan, Rekapitulasi Anggaran, Ringkasan, dan CV Dosen dibentuk dalam satu file dengan format PDF,  ukuran file maksimal 4 Megabyte.
  3. File proposal diberi nama dosen dan perguruan tinggi  Contoh: Lukman Hakim-Universitas Muhammadiyah Aceh)
  4. Dalam mengirim file proposal, setiap dosen sebaiknya menggunakan alamat email institusi atau menggunakan alamat email yang jelas.
  5. Setiap dosen sebaiknya memiliki nomor kontak yang jelas, terutama yang terhubung dengan aplikasi Whatsapp, agar memudahkan dalam penyampaian informasi lebih lanjut.
  6. Pedoman Hibah Penelitian tentang Muhammadiyah periode kedua dapat download di www.diktilitbangmuhamadiyah.org/hibah-penelitian atau dengan cara mengirimkan email ke sekretariat Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah (WA : 089696936462)

 

Bagi yang telah mengirim file proposal sampai batas waktu tersebut, akan diundang untuk mengikuti BIMBINGAN TEKNIS PENULISAN PROPOSAL yang dijadwalkan di awal bulan Mei 2017

Demikian pemberitahuan ini kami sampaikan untuk dapat dimaklumi bersama.

Yogyakarta 27 Maret 2017,

Tim Hibah Penelitian tentang Muhammadiyah

Berkas surat pengumuman download disini

Tingkatkan Akreditasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah dari B ke A, Majelis Diktilitbang Kembali Gelar Workshop di Surabaya

Setelah Palembang dan Jakarta, Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah kembali menggelar Workshop Nasional Persiapan dan Pembekalan AIPT dari B ke A yang digelar Rabu-Kamis (8-9/3) di Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMS), di Kota Surabaya.

Workshop ini diikuti oleh 23 peserta dari 9 Perguruan Tinggi Muhammadiyah, diantaranya UM surabaya, UM Jember, UM Gresik,UM Makassar, UM Parepare, UM Ponorogo, UM Pontianak, UM Sidoarjo. Bertindak sebagai pembicara dalam pelatihan tersebut Prof Edy Suandi Hamid, Daniel Fernadez, dan Budi Akbar.

Dalam sambutanya Rektor UM Surabaya, Sukadiono mengatakan terima kasih sudah mendapat kepercayaan sebagai tuan rumah, UM Surabaya siap mendukung untuk melaksanakan AIPT B ke A pada tahun 2020 sesuai dengan renstra UM Surabaya.

“Beberapa program akselerasi AIPT telah kami siapkan baik SDM maupun Infrastruktur, dalam SDM tahun ini akan mengirimkan dosen untuk studi lanjut ke S3 minimal 2 orang per-prodi, selain prasarana sudah disiapkan mulai dari kelengkapan laboratorium, perpustakaan dan unit penunjang lainya dengan dibangunnya gedung At Tauhid Tower 13 lantai”, kata Sukadiono.

Dalam kesempatan yang sama Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Muhammad Sayuti, mengatakan perkembangan PTM saat ini cukup menggembirakan, semua PTM telah melakukan transformasi menjadi PTM yang unggul.

“Peran Diktilitbang saat ini sangat dibutuhkan dan terus mengawal dan melakukan pendampingan menuju AIPT A,” ujarnya. (dzar)

Forum Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Muhammadiyah Berubah Menjadi Asosiasi FEB PTM

Setelah sekitar 10 tahun berkiprah, Forum Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Perguruan Tinggi Muhammadiyah berubah menjadi Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Muhammadiyah. Hal Ini diputuskan dalam pertemuan Workshop Nasional Pembahasan Kepemimpinan Publik Forum Dekan FEB PTM Menuju Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis PTM di kampus UM Surabaya, Rabu, (9/3).

Dalam sambutannya pada forum tersebut Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Edy Suandi Hamid menyampaikan agar sebagai asosiasi agar tidak hanya berkutat pada persoalan internal akademik saja. “Itu jangan ditinggalkan namun juga harus ikut terlibat dalam memikirkan masalah bangsa ini,” ujarnya.

Ia meminta asosiasi ini jangan hanya berada di menara gading. “Kita akan ikuti itu, dan nanti akan berorientasi keluar juga. Tak hanya inward looking,” kata Mukhaer Pakpana yang memimpin asosiasi tersebut. Kami, ujarnya, akan menginduk dan bekerja sama dengan Majelis Diktilitbang dan juga Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan.

Sebelumnya, Sebanyak 85 dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Perguruan Tinggi Muhammadiyah se-Indonesia berhimpun sejak 5-8 Desember 2016 di Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) yang berkedudukan di Banda Aceh.

Berbagai kegiatan dilaksanakan Fordek  PTM Se-Indonesia di Banda Aceh. Di antaranya adalah pemilihan Koordinator Forum Dekan FEB Perguruan Tinggi Muhammadiyah untuk periode berikutnya. (dzar)

Tingkatkan AIPT Bagi PTM, Diktilitbang PP Muhammadiyah Gelar Workshop

Guna meningkatkan Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) bagi Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM), Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar Workshop Nasional Pembekalan AIPT dari B ke A yang diselenggarakan sejak tanggal 1 hingga 2 Maret 2017 di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ).

Disampaikan Edy Suandi Hamid, Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, bahwa Diktilitbang sebelumnya telah mengadakan acara serupa di UM Palembang. “UMJ yang kedua dengan peserta 10 PTM dan PTA, dan yang terakhir untuk PTM di Jawa Timur dan Indonesia Timur akan dilaksanakan pada 8-9 Maret 2017 di UM Surabaya dengan 10 PTM yang terakreditasi B ke A,” jelas Edy, Rabu (1/3).

Sementara itu, Rektor UM Jakarta Syaiful Bakhri mengapresiasi atas kegiatan tersebut. “Dengan harapan kesepuluh PTM yang hadir dapat meningkatkan akreditasi B menjadi A dan tetap mendapatkan pendampingan dari Diktilitbang,” imbuhnya.

Senada dengan Syaiful, Ketua BPH UM Jakarta, Husni Thoyar turut memotivasi PTM agar berkemajuan. “ Dalam artian dapat meningkatkan akreditasi Prodi yang dimiliki untuk meraih akreditasi AIPT yang maksimal,  jangan asal ada borang (bohong dan ngarang), harus disiapkan data yang akurat,” ucapnya.

Acara tersebut diikuti oleh 28 orang dari perwakilan PTM dan PTA dari Jawa Tengah,  DIY, DKI dan juga Banten. (adam)   

Ingin Capai Akreditasi A, Edy Suandi Hamid: PTM Harus Ubah Mindset Berpikir

PALEMBANG – Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) menurut Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah harus berupaya mengubah mindset berpikir agar mencapai akreditasi perguruan tinggi A.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Majelis Dikti PP Muhammadiyah Prof Dr Edy Suandi Hamid saat memberikan arahan kepada seluruh PTM se Sumatera di Universitas Muhammadiyah Palembang, Jumat (10/2).

Edy kembali menegaskan, PTM harus mengubah mindset dalam pencapaian target. “Jangan ada lagi PTM yang memiliki akreditasi C. Semua harus bisa mencapai akreditasi A,” katanya.

Hal itu, kata dia, bukan mimpi, dan bisa dicapai. “Frame berpikir sudah harus diubah. Perguruan tinggi apa yang bisa bertahan saat ini”, tegasnya.

Menurut mantan Rektor UII Yogyakarta ini hal yang bisa bertahan tentu yang kompetitif, baik daya saing lembaga, maupun lulusan. Juga yang bisa unggul, atau leading. Hal Ini dilakukan dengan riset, serta ada satu atau beberapa prodi unggulan. Yang bermutu akan bisa eksis dan dibutuhkan.

Keunggulan itu, tambah Edy adalah SDM yang berkualitas, seperti jumlah guru besar, jenjang pendidikan akademik dosen, karya penelitian, dan publikasi bermutu.

Lalu, sarana dan prasarana pendidikan yang baik, serta proses belajar mengajar yang terstruktur, baik, disiplin, sehingga melahirkan lulusan yang unggul.

Edy menegaskan PTM harus siap dalam persaingan terbuka. Jangan sampai PTM hanya jago di kandang sendiri. “Perguruan tingi jadi komoditas persaingan,” katanya.

Rektor UM Palembang Abid Djazuli mengatakan, UM Palembang diharapkan dapat berkembang menjadi PTM akreditasi A. Strategi yang dilakukan, sebutnya, seperti SDM.

Dalam dua tahun kedepan tambah Abid, ditargetkan jumlah doktor di UMP bisa mencapai 75 orang merata di prodi, dan guru besar 10 orang. “Karena syarat di prodi minimal 30 persen akreditasi A. Jadi perlu dinilai dulu melalui masing masing prodi,” ujarnya.

Foto: Rektor UM Palembang, Dr. Abid Djazuli, SE MM

Dalam acara tersebut UM Palembang sebagai tuan rumah persiapan dan pembekalan AIPT B menuju A. Acara ini diikuti beberapa PTM se Sumatera diantaranya, UM Sumatera Utara,  UM Bengkulu,  UM Tapanuli selatan,  UM Riau,  UM Metro Lampung, STIKES Muhammadiyah Palembang dan STIKES Muhammadiyah Pringsewu, Lampung. (dzar)