Unmuha Gelar Pelatihan Pemandu Wisata

Rektor Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha), Dr. Aslam Nur, M.A, membuka acara Pelatihan Pemandu Wisata di Ruang Aula Gedung New Zealand Kampus Unmuha, Senin (21/9). Sejumlah 25 orang berlatar belakang pendidikan SMA menjadi peserta dalam kegiatan ini. Acara pelatihan terselenggara atas kerja sama antara Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud dengan Fakultas Vokasi Unmuha.

Dekan Fakultas Vokasi Unmuha, Dr. H. Aliamin, S.E., M.Si.Ak, CA mengatakan bahwa Pelatihan Pemandu Wisata bertujuan untuk melatih pemuda/i Aceh menjadi pemandu wisata handal yang menguasai tentang lokasi wisata, budaya, cinderamata dan kuliner Aceh. Aliamin menambahkan, “Peserta juga dilatih untuk mampu dan memahami beberapa bahasa wisatawan Asia Tenggara, serta mampu mengatur jadwal perjalanan wisata.”

Pelatihan berlangsung selama 14 hari (21 September s.d 10 Oktober 2020). Setelah pelatihan selesai, peserta akan mengikuti magang di beberapa Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) Aceh yang bergerak di bidang pemandu wisata selama 1 (satu) bulan. Selepas magang, para peserta diharapkan mendapatkan kontrak kerja di DUDI tersebut.

UM Gresik Ikuti Program Permata-SAKTI Kemdikbud

Sebanyak 26 mahasiswa UM Gresik mengikuti Program Pertukaran Mahasiswa Tanah Air Nusantara-Sistem Alih Kredit dengan Teknologi Informasi (Permata-SAKTI) Kemdikbud 2020. Program ini merupakan salah satu upaya mendukung Kampus Merdeka khususnya hak untuk belajar di luar program studi dan perguruan tinggi. Nantinya, 26 mahasiswa ini akan mengikuti perkuliahan daring di 18 perguruan tinggi Indonesia selama satu semeseter dengan sistem transfer kredit.

Prof. Dr. Ir. Setyo Budi, M.S., selaku Rektor UM Gresik menyampaikan apresiasi dan harapannya terhadap program ini.  “Saya berharap seluruh mahasiswa yang mengikuti program Permata-SAKTI ini mampu bersungguh-sungguh mengikuti setiap pembelajaran, memanfaatkan, dan mendalami ilmu yang ada, serta dapat memperluas wawasan serta jaringan,” jelasnya.

Sementara itu UM Gresik menerima 24 mahasiswa inbound. Mahasiswa ini berasal dari Universitas Muhammadiyah Sorong (6 mahasiswa), Universitas Almuslim Aceh (5 mahasiswa), Universitas Muhammadiyah Kendari (1 mahasiswa), Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon (4 mahasiswa), dan Universitas Bina Insani Bekasi (8 mahasiswa).

UM Pontianak dan KADIN Kalbar Gelar Penyuluhan dan Pelatihan

Dalam rangka mengimplementasikan MoU di program pemberdayaan masyarakat umum, UM Pontianak dan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Kalimantan Barat (Kalbar) menggelar penyuluhan dan pelatihan bertemakan “Aplikasi Teknologi Pascapanen Perikanan Menggunakan Lemari Pengasap Ikan Portable Sebagai Peluang Alternatif Usaha Pengurus PCM Pontianak Tenggara dan Kelompok Masyarakat UMKM Lainnya terdampak Covid-19”, Minggu (20/9). Penyuluhan dan pelatihan ini merupakan kegiatan PKM Dosen atas nama Eka Indah Raharjo dan Dedi Hariyanto yang mendapatkan hibah pengabdian internal LPPM UM Pontianak berbasis Muhammadiyah (MPM PWM Kalbar). Sebanyak 32 peserta dari empat kelompok masyarakat mengikuti kegiatan yang digelar di UM Pontianak ini.

Ketua Tim Dosen Pengabdi, Eka Indah Raharjo mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan kelompok masyarakat dan memberi peluang usaha bagi masyarakat untuk menghadapi pandemi yang tengah terjadi. Pada kesempatan yang sama, Eka yang juga Wakil Ketua Umum Bidang Kelautan dan Industri Perikanan KADIN Kalbar memberikan alat ciptaannya yang pernah mendapat juara dalam lomba Cipta Karya Inovasi Teknologi Kota Pontianak dan telah terdaftarkan di HAKI/PATEN melalui KemenristekBRIN RI. “Semoga transfer teknologi tepat guna dan praktis ke kelompok masyarakat dapat diadopsi dengan baik dan berkelanjutan guna meningkatkan ekonomi di masa new normal,” harap Eka.

Kegiatan ini juga dihadiri Rektor Universitas Muhammadiyah Pontianak Dr. Doddy Irawan, ST.,M.Eng, Zainul Arifin yang mewakili Ketua umum KADIN Kalbar, Joni Isnaini,Sekretaris PDM Kota Pontianak, Rikza Tamrin SAg, dan Eddy S mewakili Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Pontianak.

Mahasiswa UM Purwokerto Jadi Duta Wisata Cilacap

Sya’bana Putra Pamungkas, Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) dinobatkan sebagai Mas Duta Wisata Cilacap 2020 (DWC2020). Pemilihan duta wisata kali ini cukup berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya pandemi Covid-19 masih belum reda sehingga jalannya proses penobatan harus berstandar protokol kesehatan Covid-19 yang ketat.

Bana mengakui dirinya memang sudah aktif berorganisasi sejak SMP. Kegiatan kepemimpinan merupakan hobi yang paling digemari. “Mulai dari Pramuka, OSIS, IPM, Hizbul Wathan, hingga Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) saya ikuti. Saya juga dipercaya sebagai ketua IPM/OSIS di sekolah selama 1 periode. Dan berbagai perlombaan seperti karya ilmiah remaja pun diikuti dengan beberapa penghargaan diraih,” paparnya.

Disadari Bana, penobatan dirinya sebagai DWC akan membawa tanggung jawab yang lebih besar dalam memajukan pariwisata di Cilacap. Selain itu pandemi Covid-19 juga menjadikan pariwisata sebagai sektor paling terdampak. Oleh karenanya, ia melihat di era 4.0 ini teknologi seharusnya dapat dimaksimalkan dalam mengembangkan pariwisata daerah. “Dengan menggunakan berbagai media bisa memperkenalkan pariwisata kepada masyarakat luas dan ini merupakan tanggung jawab dan target utama saya di mana setelah pandemi ini usai, pariwisata yang ada di Cilacap harus bangkit kembali,” ujar Bana.

LPB dan SAR UMSi Turunkan Tim untuk Korban Puncak Gunung Bawakaraeng

Sabtu (19/9), Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB) dan SAR Universitas Muhammadiyah Sinjai (UMSi) menurunkan tim evakuasi untuk korban yang jatuh di Pos 13 Puncak Gunung Bawakaraeng. Tim ini akan dipimpin langsung oleh Muhlis Hajar Adiputra, S. Sos., M. Si selaku Ketua LPB dan SAR UMS

Pada pelepasan LPB dan SAR UMSi, Dr. Umar Congge, S. Sos., M. Si selaku Rektor UMSi, berharap tim evakuasi dapat menjalankan amanah dengan baik sehingga berhasil menyelamatkan korban. “Tentunya dengan tetap memperhatikan aspek-aspek keamanan diri pribadi,” tegas Dr. Umar.

Pelepasan juga dihadiri oleh Wakil Rektor 1 UMSi, Dr. Asriadi AR S.I.P., S.Pd., M.Pd.

STKIP Muh Barru Jalin Kerja Sama dengan UM Sinjai

Jumat (18/9), Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah (Muh) Barru menandatangani perjanjian kerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Sinjai. Kerja sama disepakati di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan Al-Islam Kemuhammadiyahan.

Ketua STKIP Muh Barru, Dr. A. Fiptar Abdi Alam, SE, M.Si, menegaskan STKIP Muh Barru akan terus melakukan inovasi dan kegiatan yang bermuara pada peningkatan kualitas dosen dan mahasiswa. “Sebelumnya, kami sudah menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi dalam dan luar negeri,” tambah Andi Fiftar.

Pada hari yang sama, dilakukan bimbingan teknis untuk sejumlah dosen kedua perguruan tinggi tersebut. Prof. Dr. Ahmad Nurmandi, M.Sc, Guru Besar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, hadir sebagai narasumber menjelaskan sejumlah program yang membuat sebuah institusi secara mandiri dapat mempersiapkan berbagai hal diperlukan dalam pengembangan menuju universitas. Diharapkan melalui bimbing teknis ini para dosen bisa mengaplikasikan ilmu yang didapatkan untuk mengembangkan mutu dan kualitas kampus masing-masing, khususnya STKIP Muhammadiyah Barru yang tengah berproses menuju universitas.

Kepanduan Hizbul Wathan Berikan Warna Baru UMKU

Hizbul Wathan Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) menyelenggarakan sosialisasi kepanduan Hizbul Wathan di Ruang Serbaguna UMKU, Kamis (17/9). Mengusung tema “Mewujudkan Hizbul Wathan Sebagai Rumah Generasi Penerus yang Mandiri dan Berakhlak Mulia di Dalam Amal Usaha Muhammadiyah Berkemajuan”, kegiatan dilakukan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Terdapat empat materi yang dibahas dalam sosialisasi ini. Materi pertama yaitu perkenalan anggota, materi kedua tentang sejarah berdirinya Hizbul Wathan hingga perkembangannya, materi ketiga tentang ciri-ciri seragam Hizbul Wathan, dan materi keempat tentang pembuatan program kerja Hizbul Wathan untuk ke depannya.

Anny Rosiana Masithoh, S.Kep., Ns., M.Kep.Sp.Kep.J selaku Wakil Rektor 3 bidang Kemahasiswaan mengapresiasi kegiatan ini. Anny juga melihat kehadiran kepanduan Hizbul Wathan dapat memberikan warna dan dinamika baru bagi UMKU.

Ketua panitia acara sosialisasi, Leonardho Indra Yulfianto menyampaikan harapannya kepada semua yang terlibat dalam kepanduan Hizbul Wathan di UMKU. “Kami yang akan menjadi pimpinan HW pertama di UMKU mohon bimbingan dan arahannya,” ungkapnya. Turut hadir dalam acara, tim kemahasiswaan yaitu Noor Azizah, S.iT.,M.Kes , Sri Karyati,M.Kep.,Ns. Sp. Kep. Mat, dan Janu Arlin Wibowo, S.Pd., M.Pd.

UMPP Selenggarakan Invitasi Petanque UMPP Cup 2020

Sabtu-Minggu (19-20/9), Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) menyelenggarakan Invitasi Petanque UMPP Cup 2020. Penyelenggaraan kegiatan ini telah direkomendasikan oleh Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Pekalongan dan dengan protokol kesehatan ketat.

Mega Widya Putri, M. Or. AIFO-FIT selaku inisiator sekaligus Ketua Pelaksana kegiatan melaporkan event ini diikuti tujuh Kontingen. “Empat kontingen dari Karisedanan Pekalongan yaitu Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan, Kabupaten Batang, dan Kabupaten Tegal. Sementara kontingen dari luar Jawa Tengah yaitu Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat dan UMKT Kalimantan Timur,”  jelas Mega.

Hadir pada kegiatan ini seluruh Pimpinan Rektorat UMPP , BPH UMPP, Ketua KONI Kab. Pekalongan, dan Bupati Pekalongan. Pertandingan juga terselenggara atas kerja sama dengan KONI Kab Pekalongan dan FOPI Kabupaten Pekalongan.

Hasilkan Puluhan Artikel Jurnal, 19 Mahasiswa UMM Bebas Skripsi

Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) meluluskan 19 mahasiswa tanpa melewati proses skripsi di pertengahan tahun 2020. Hal ini dikarenakan mahasiswa tersebut telah menghasilkan 66 artikel jurnal yang terakreditasi SINTA 2-6. Program ekuivalensi yang  dilaksanakan Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia menjadi salah satu terobosan yang dilakukan untuk menindaklanjuti Keputusan Rektor Tahun 2017 mengenai ekuivalensi mata kuliah dan skripsi. SK Rektor tersebut kemudian diderivasi dan diadaptasi oleh Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia dalam 5 bentuk, yaitu (1) menulis artikel ilmiah di jurnal terakreditasi SINTA dan terindeks Scopus/WOS/Thompson Reuters, (2) menulis opini di media massa cetak skala nasional sebanyak 2 artikel, (3) menulis karya sastra dalam bentuk novel dan kumpulan cerita pendek sebanyak 150 halaman, (4) menulis naskah drama dan mementaskannya, dan (5) lolos PIMNAS.

Ketua Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia Dr. Sugiarti, M.Si menyatakan jumlah ini menjadikan Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia sebagai prodi yang terbanyak dalam meluluskan mahasiswa tanpa melewati proses skripsi. “Apalagi mahasiswa tersebut masih berada di akhir semester 6, sehingga ini dianggap sebagai sejarah baru dalam dunia akademik,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Rektor 1 Bidang Akademik dan Kemuhammadiyahan, Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si., mengapresiasi program ekuivalensi skripsi yang telah dilakukan oleh Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia. Menurutnya ini merupakan langkah cerdas dalam memacu Kelulusan Tepat Waktu (KTW) serta menjadikan kuliah semakin menyenangkan tanpa ada beban skripsi.  “Langkah Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM ini harus dicontoh oleh prodi yang lain di UMM, sehingga mempercepat KTW serta kuliah tidak lagi berlama-lama dengan skripsi,” ungkap Syamsul.
.

Ilmu Hukum UM Palembang PTS Sumsel Pertama Raih Akreditasi A

Kamis (15/9), berdasarkan Surat Keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) No.5603/SK/BAN-PT/Akred/S/IX/2020, Program studi Ilmu Hukum UM Palembang meraih akreditasi A. Capaian ini membuat UM Palembang menjadi PTS pertama di Sumatera Selatan yang mendapatkan akreditasi A.

Prof Dr Indawan Syahri MPd, Wakil Rektor 1 Bidang Akademik UM Palembang, memaparkan bahwa persiapan akreditasi Prodi Ilmu Hukum sudah dilakukan sejak dua tahun. Berbagai persyaratan sudah disiapkan sejak awal, seperti kurikulum, SDM dan infrastruktur, kelengkapan belajar mengajar, laboratorium, ruang belajar, dan sebagainya. “Tantangannya memang perlu kerja ekstra menyusun borang yang memenuhi 7 standar yang ditetapkan oleh BAN-PT. Standar ini harus real sesuai dengan yang ada di lapangan karena BAN-PT melakukan asesmen lapangan. Alhamdulillah Prodi Ilmu Hukum telah dilakukan validasi dan sudah layak akreditasi A,” ungkapnya.

Rektor UM Palembang, Dr Abid Djazuli SE MM, mengungkapakan sebelumnya UM Palembang juga telah meraih akreditasi A di tiga prodi, yaitu Prodi Pendidikan Sejarah, Prodi Manajemen, dan Prodi Administrasi Pendidikan. UM Palembang mempunyai target untuk meningkatkan akreditasi institusi menjadi akreditasi A. “Namun sebelumnya menyiapkan diri dulu dengan menargetkan lebih banyak lagi prodi yang terakreditasi A. Target di TA 2020/2021 ini setidaknya dari 33 prodi yang ada sekitar 35 persennya atau 12 prodi harus akreditasi A,” imbuhnya.