UMY Produksi Face Shield untuk Tenaga Medis

Meningkatnya jumlah pasien positif Covid-19 berdampak pada kelangkaan Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis di Indonesia. Hal ini mendorong dosen Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) memproduksi face shield bagi tenaga medis. Diungkapkan oleh Kepala Program Studi Teknik Mesin UMY, Berli Paripurna Kamiel, PhD, kebutuhan face shield bagi tenaga medis di atas 300 ribu. Namun hingga saat ini terjadi kelangkaan bahkan tidak ada ketersediaan alat tersebut sebagai pelindung diri tenaga medis. “Oleh karena itu dosen Teknik Mesin UMY, di bawah koordinasi Ketua Laboratorium Teknologi Plastik Cahyo Budiyantoro, MSc berinisiasi untuk memproduksi alat tersebut. Beberapa mahasiswa juga akan dilibatkan sebagai relawan dalam tahap produksi massal,” terang Berli.

Bahan yang digunakan untuk produksi face shield ialah bahan frame dari plastik polypropylene, bahan yang tahan terhadap larutan kimia dan dapat disterilkan dengan panas. Sedangkan untuk bahan shield dari acryclic dengan harga murah dan sifatnya yang disposable. “Frame dibuat dengan mesin injection molding yang ada di laboratorium teknologi plastik UMY, sedangkan shield dibeli dalam bentuk lembaran. Pada saat ini masih dalam tahap pembuatan cetakan di laboratorium fabrikasi UMY. Inshaallah minggu depan sudah mulai cetak produksi massal,” jelasnya,

Diperkirakan kemampuan produksi mencapai 600 alat. Target produksi awal 14000 produk. Nantinya APD akan dibagikan secara gratis untuk tenaga media di rumah sakit khussnya jaringan RS PKU Muhammadiyah.

Unmuha Perpanjang Masa Pembelajaran Daring

Melalui Surat Edaran Rektor No. 264/UM.M/EDR/2020, Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) memutuskan untuk memperpanjang masa pembelajaran daring hingga 1 Juni 2020. Keputusan ini diambil berdasar pada beberapa pertimbangan, di antaranya adalah keputusan Kepala BNPB No. 13A Tahun 2020 tentang Perpanjangan Status Keadaan Tertentu Darurat Bencana Wabah Penyakit Akibat Virus Corona di Indonesia, Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 3 Tahun 2020 tentang Pencegahan Covid-19 pada Satuan Pendidikan, dan Surat Edaran Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor : 02/MLM/I.0/H/2020 tentang Wabah Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

Beberapa aplikasi seperti e-learning Unmuha, aplikasi video conference, e-mail, dan media sosial lain diberdayakan selama pembelajaran daring. Tak terkecuali dengan ujian tengah semester, praktikum, dan proses pembimbingan tugas akhir/thesis. Sementara itu, pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan pengumpulan data dan aktivitas bersama masyarakat ditunda hingga keadaan sudah membaik.

Pada Surat Edaran tersebut, diputuskan juga untuk menunda pelaksanaan wisuda Semester Ganjil Tahun Akademik 2019/2020 yang semula direncanakan pada 11 April 2020 diundur menjadi 13 Juni 2020. “Melalui keputusan ini, kita berharap agar terbangun kesadaran bersama bahwa wabah ini akan segera berlalu jika setiap kita peduli dan patuh dengan protokol yang telah ditetapkan dalam penanganan virus yang mematikan ini,” ujar Rektor Unmuha, Dr H Aslam Nur, MA.

Mahasiswa UMSIDA Raih Juara Jujitsu

Maretha Linda Michellia, mahasiswa Program Studi Psikologi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) kembali menyabet juara dalam kompetisi jujitsu tingkat nasional, Sabtu-Minggu (14-15/3) di Gedung Expotorium UM Ponorogo. Pada kompetisi tersebut, Maretha meraih juara 1 pada kelas fighting senior.

Kemenangan ini bukan kemenangan pertama bagi Maretha. Selama menempuh pendidikan di UMSIDA, setidaknya ia telah mengantongi 6 gelar juara dari berbagai pertandingan yang diikutinya.”Untuk persiapan kompetisi ini kurang lebih dibutuhkan 1 bulan karena harus membagi waktu dengan KKN,” ujar Maretha ketika ditanyai mengenai persiapan.

Diakuinya bahwa perkenalan dengan dunia jujitsu dimulai dengan mengikuti ekstrakurikuler di SMA. Ia pun lalu melanjutkan di UKM jujitsu UMSIDA meskipun pada awalnya tak menyangka bahwa UMSIDA memiliki UKM tersebut. Maretha juga menceritakan bahwa pada awalnya mamanya sempat tidak memberi restu. “Jujitsu latihannya kan keras, takut kenapa-napa. Tapi kalau Papa mengijinkan supaya aku bisa jaga diri. Pas akhirnya aku berhasil meraih prestasi, akhirnya mama mengizinkan aku ikut jujitsu sampai sekarang,” terangnya.

RekanMu Sorong dan MDMC Sorong Lakukan Penyemprotan di Zona Merah.

Rabu (1/4), Muhammadiyah Disaster Management Centre (MDMC) Kota Sorong bekerja sama dengan Relawan Kemanusiaan Universitas Muhammadiyah Sorong (ReKanMu Sorong)  melakukan penyemprotan disinfektan di zona merah Kota Sorong. Di wilayah tersebut satu korban positif Corona dan satu PDP Corona telah meninggal dunia beberapa hari yang lalu. Sebanyak lima relawan diturunkan pada kegiatan ini.

Tindakan ini merupakan respon atas keluhan warga lokasi tersebut melalui media sosial. Selain itu juga merupakan wujud kepedulian MDMC Kota Sorong dan Universitas Muhammadiyah Sorong terhadap masyarakat dalam menekan potensi penyebaran virus Corona. Apresiasi dan ucapan terima kasih pun disampaikan oleh Ketua RT setempat, Muzdalifa.

“Semata-mata untuk memberi ketenangan kepada warga dan juga mencegah penyebaran virus,” ujar tim MDMC Sorong. Sebagai tambahan informasi, seluruh disinfektan diproduksi oleh tim produksi disinfektan ReKanMu Sorong. Hingga saat ini telah dilakukan penyemprotan di 50 lokasi.

Mahasiswa FKIK UMY Terjun Jadi Relawan Penanganan Covid-19

Sebanyak 24 mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (FKIK UMY) mengikuti program relawan yang digagas oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Program relawan ini menawarkan beberapa bidang yang dapat dipilih, yaitu Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE), tracking, screening, dan penanganan pasien. Bersama 15 ribu mahasiswa lainnnya, mereka akan mmembantu pemerintah dalam menangani situasi darurat nasional Covid-19.

Wakil Dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) dr Muhammad Kurniawan MSc mengakui pihak fakultas mendorong mahasiswa untuk mengikuti program relawan tersebut. “Mahasiswa melakukukan pendaftaran sendiri melalui borang  dan kita dari fakultas proaktif melakukan pendampingan dan pendataan,” ujar Kurniawan. Dijelaskan bahwa program ini terbagi menjadi dua bagian. Mahasiswa Strata-1 (S-1) bertugas untuk melakukan KIE. Sedangkan mahasiswa yang menempuh pendidikan profesi akan membantu tenaga medis di fasilitas kesehatan.

Sebelum diterjunkan, para mahasiswa harus menjalani pelatihan dan pendampingan yang diberikan oleh Dirjen Dikti, Kementerian Kesehatan, World Helath Organization (WHO), Perhimpuna Dokter Paru Indonesia, dan narasumber lainnya. Tak hanya itu, relawan juga dijamin akan APD yang sesuai standar, pemenuhan nutrisi, insentif dari Kemendikbud, sertifikat pengabdian kepada masyarakat, serta penyetaraan pembelajaran sebagai bagian dari satuan kredit semester (SKS).

Pencegahan Virus Corona di ITS PKU

Setelah diberlakukan KLB virus Corona di kota Solo sejak 13 Maret 2020, ITS PKU melaksanakan beberapa kebijakan dalam pencegahan di lingkungan kampus.

Disampaikan Weni Hastuti selaku Rektor ITS PKU, ”ITS PKU mengambil kebijakan mulai 19 Maret hingga 13 April 2020 kegiatan belajar mengajar digantikan dengan sistem daring atau kuliah online. Tenaga pendidik dan kependidikan diberlakukan kebijakan work from home, dengan beberapa staf tetap ke kampus untuk melayani pendaftaran mahasiswa baru, akan tetapi tetap harus menerapkan social distancing secara ketat.”

Dalam edaran yang dikeluarkan menyikapi status KLB Covid-19 ini, rektor menghimbau kepada segenap civitas akademika untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan meningkatkan amalan-amalan yang diwajibkan maupun yang disunahkan, selain mematuhi protokol pencegahan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah secara umum.

Weni Hastuti menjelaskan, “Guna pencegahan penyebaran virus corona  agar tidak semakin meluas di lingkungan kampus ITS PKU Muhammadiyah Surakarta, kami melakukan penyemprotan disinfectant bekerja sama dengan Muhammadiyah Covid-19 Comand Center (MCCC) PDM Kota Surakarta dan dilanjutkan secara mandiri.” Lebih lanjut Weni Hastuti menambahkan, “Kami juga mewajibkan kepada staf yang bertugas piket di kampus untuk melayani pendaftaran mahasiswa baru agar selalu menggunakan masker dan rajin cuci tangan sebagai bentuk penjagaan diri.” Melalui tim humas kampus, ITS PKU Muhammadiyah Surakarta juga aktif membuat media edukasi seputar Covid-19 yang disebarluaskan ke masyarakat melalui media sosial.

Selain menempuh usaha-usaha pencegahan secara pengetahuan medis, ITS PKU Muhammadiyah Surakarta juga menggalakkan ikhtiar pencegahan bencana berdasarkan pengetahuan Agama Islam yang selama ini menjadi bagian dari Visi ITS PKU Muhammadiyah Surakarta yang berkarakter Islam Berkemajuan. Berdasarkan keyakinan bahwa dengan sedekah dapat menghindarkan dari musibah, maka Rektor membuat kebijakan untuk membagikan paket sembako pada seluruh karyawan untuk keperluan selama pemberlakuan status KLB Covid-19 berlangsung, guna meringankan beban mereka. Weni Hastuti menerangkan, “Melalui Unit Laboratorium Bio Medik, kami juga membuat dan memproduksi hand sanitizer yang kami gunakan untuk lingkungan kampus, keluarga besar ITS PKU Muhammadiyah Surakarta, dan didistribusikan ke beberapa masjid sekitar kampus.”

Di samping itu, melalui Organisasi Kemahasiswaan KSR, telah dilakukan penghimpunan dana melalui Open Donasi yang nantinya dana yang terkumpul akan disalurkan kepada pihak-pihak yang membutuhkan, seperti untuk pengadaan Alat Pelindung Diri bagi petugas kesehatan yang saat ini tergolong mulai menipis. (Humas/Teguh)

UMM Ciptakan Safety Chamber untuk Penanganan Corona

Bertambahnya pasien positif dari kalangan tenaga medis mendorong Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk melakukan inovasi di bidang kesehatan. Melibatkan mahasiswa, sivitas akademika UMM membuat alat safety chamber atau bilik keselamatan untuk menunjang kerja dokter agar tetap aman saat terpapar dengan virus Corona.

Thontowi Djauhari, M.Kes., Koordinator Tim Tanggap Covid-19 RSU UMM, mengungkapkan alat berbentuk kotak transparan ini digadang mampu meminimalisir penularan dengan memberikan pemisah ketika dokter menyentuh dan mendiagnosa pasien terduga Covid-19. Lebih lanjut Thontowi menjelaskan cara penggunaan bilik keselamatan, yakni dengan memasukkan pasien ke pelindung yang terbuat dari bahan mika tersebut. Tenaga medis lalu mulai memeriksa untuk diketahui gejala yang dirasakan pasien. Penggunaan alat ini tetap harus ditunjang dengan alat perlindungan diri (APD) sesuai dengan standar keselamatan.

Diakui oleh Thontowi bilik keselamatan ini masih dalam tahap penyempurnaan. Alat ini akan dilengkapi dengan sejumlah fitur, seperti alat penambahan bernapas untuk kenyamanan pasien dan meminimalisir penggunaan lem agar terhindar dari kebocoran. Rencananya, safety chamber akan diproduksi massal untuk membantu RS rujukan Covid-19 dan para tenaga medis. Dalam pengembangannya UMM akan bekerja sama dengan Radar Malang dan Forum Komunikasi Warga Tionghoa Malang Raya (FKWTMR). “Perawatannya mudah, tinggal dibersihkan dengan alkohol atau cukup menggunakan sabun deterjen karena deterjen lebih efektif membersihkan,” ujar Thonthowi.

UMK Tarik Peserta KKA Lebih Awal

Sebanyak 128 mahasiswa dari berbagai program studi UM Kendari ditarik lebih awal dari pelaksanaan Kuliah Kerja Amaliah (KKA), Kamis (19/3). Penarikan peserta KKA ini merupakan bagian dari antisipasi penyebaran virus Corona. Hal ini sesuai dengan Surat Edaran Rektor Nomor : 02//EDR/III.3.AU/D/2020, poin tiga menjelaskan mengenai penarikan mahasiswa yang sedang melaksanakan PKL dan KKA paling lambat pada tanggal 19 Maret 2020.

Rektor UM Kendari Amir Mahmud, S.Pi. MP., menjelaskan penarikan ini juga sesuai dengan surat edaran pemerintah. “Karena harus menyesuaikan, sehingga kami tarik lebih cepat. Program di lapangan telah dilaksanakan 90 persen, jadi mahasiswa tinggal melakukan persiapan perbaikan laporan KKA,” ujar Amir.

Sementara itu Dr.Ahmad Muhlis Nuryadi,S.Pi.,M.Si selaku WR I UM Kendari mengungkapkan rasa bahagia atas diterimanya dengan baik mahasiswa UM Kendari oleh masyarakat selama pelaksanaan KKA. Namun dikarenakan beberapa hal terkait penyebaran virus Corona yang semakin meluas, penarikan ini harus dilakukan. UM Kendari sendiri telah melakukan rapat pimpinan hingga berujung pada putusan menarik segera mahasiswa KKA lebih cepat demi kebaikan dan keselamatan mereka. “Untuk pelaporan kegiatan KKA, nantinya kami menerima via online,” tambahnya.

STKIP Muh Kuningan Siap Laksanakan UTS Online

STKIP Muh Kuningan siap melaksanakan Ujian Tengah Semester (UTS) online pada 6-11 April 2020. Keputusan ini diberlakukan mengingat penanganan Covid-19 di Jawa Barat sudah memasuki status siaga 1. Dalam pelaksanaannya, kampus memfasilitasi tes Computer Based Test (CBT) melalui akses https://platformkuliah.upmk.ac.id. Mahasiswa lalu dapat login menggunakan akun SIAMik mengggunakan PC, laptop, ataupun smartphone.

Dijelaskan oleh Ketua STKIP Muh Kuningan, Nanan Abdul Manan, M.Pd, kampus sudah mengantisipasi hal ini sejak diterbitkannya Maklumat Ketua STKIP Muhammadiyah Kuningan. “Sehingga materi UTS pun sudah disipakan oleh para dosen dan dikirim ke website STKIP Muh Kuningan semenjak dua pekan lalu,” ujar Nanan. Diungkapkan oleh Nana Sutarna, M.Pd, selaku Kepala Bagian Akademik, UTS dan perkuliahan online bukanlah hal yang baru bagi STKIP Muh Kuningan. “Karena sudah sering digunakan dalam kuliah yang menggunakan e-learning untuk pengumpulan tugas, yang berbeda adalah skalanya yang lebih besar,” jelas Nana.

Sementara itu Sofhian Fazrin Nasrullah, M.Eng, selaku Kepala Sumber Daya Informasi (SDI) menyampaikan terdapat dua bentuk soal yang diberikan oleh dosen, yaitu pilihan ganda atau esai. Jika pilihan ganda maka jawaban diisi langsung di CBT, sedangkan jika esai maka jawaban diisi di dokumen Ms. Word lalu dikirim ke CBT. Sofhian juga menambahkan bahwa sistem UTS ini dikerjakan secara Asynchronous, yang berarti tidak terjadwal per mata kuliah. Mahasiswa dapat menjawab soal-soal tersebut selama rentang 6-11 April 2020.

Tips Agar Virus Corona Tidak Mempengaruhi Kesehatan Mental

Himpsi (Himpunan Psikologi Indonesia) telah mengeluarkan beberapa panduan terkait wabah Covid-19. Dalam himbauan yang dikeluarkan, dijelaskan hal penting bahwa keadaan mental akan mempengaruhi kondisi fisik. Salah satunya adalah kecemasan yang dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh/imunitas.

Meskipun terdapat mekanisme psikoneuroimunologi yang kompleks dalam menjelaskan keterkaitan antara kondisi emosi dengan kekebalan tubuh, bagaimana kondisi emosi dapat mempengaruhi kondisi fisik dapat dijelaskan dengan beberapa contoh sederhana. Contoh nyata sederhana ialah, ketika dalam kondisi emosi yang berlebihan, cemas misalnya, nafsu makan akan berkurang sehingga mempengaruhi pola makan normal sehari-hari. Kecemasan yang berlebihan juga akan mengganggu pola tidur sehingga berkemungkinan mengalami kesulitan untuk tidur dengan cukup. Asupan makanan dan pola tidur yang baik, merupakan salah satu hal yang membantu tubuh anda untuk membangun sistem kekebalan tubuh. Ketika asupan makanan dan pola tidur menjadi tidak teratur, kemungkinan sistem kekebalan tubuh anda akan terpengaruh.

Ada banyak hal yang dapat memicu kecemasan di saat wabah Covid-19 seperti ini. Agar kecemasan dalam diri  dapat dimanajemen dengan baik, maka harus bisa mencegah hal-hal yang membuat cemas memasuki pikiran. Wabah Covid-19 memang hal yang serius, layak mendapatkan kewaspadaan dari kita. Namun, perhatian dan kewaspadaan yang berlebihan dapat menjadi over waspada dan mengarah pada kecemasan yang berlebihan.

Informasi mengenai wabah Covid-19 dapat membantu untuk waspada dan merespon wabah Covid-19 dengan benar. Di era keterbukaan informasi saat ini, informasi mengenai Covid 19 bisa didapatkan dari berbagai sumber. Informasi tidak hanya didapat dari berita di tv, koran, atau media masa terkenal, namun informasi bisa juga didapatkan dari berbagai platform media sosial. Sayangnya informasi yang dibagikan pada platform media sosial masih banyak yang mengandung informasi bohong atau berita hoax. Informasi konstan mengenai peringatan wabah Covid-19 yang menjejali pikiran, lama-kelamaan tentunya akan mempengaruhi kesehatan mental. Anda menjadi over waspada dan cenderung akan mengalami kecemasan serta panik berlebihan.

Kabar baiknya, terdapat tips agar dapat meminimalisir terpengaruhnya kesehatan mental dari wabah Covid-19. Tips ini penulis kutip dari Lynn Bufka, salah satu direktur American Psychological Associaton (APA). Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan dalam mengontrol informasi yang masuk:

1.  Cari satu sumber informasi yang dapat dipercaya dan tetap mendapatkan informasi hanya dari sumber tersebut

Saat ini pemerintah Indonesia telah menetapkan gugus tugas yang khusus merespon wabah Covid-19. Beberapa ormas, seperti Muhammadiyah juga telah membuat tim khusus untuk merespon wabah Covid-19. Update informasi bisa didapatkan dari sumber pemerintah atau ormas yang terpercaya.

2. Batasi frekuensi update informasi mengenai wabah Covid-19

Informasi mengenai wabah Covid-19 mungkin dapat berganti secara cepat, tetapi hal tersebut tidak mengharuskan Anda untuk selalu update informasi setiap saat. Sebagai contoh, jika informasi cuaca buruk atau banjir mengenai daerah Anda, Anda harus update informasi mengenai hal tersebut agar Anda dapat mengungsi. Informasi mengenai Covid-19 tidak sama dengan hal tersebut, jika Covid-19 telah menyambangi daerah Anda, yang Anda lakukan pun tetap sama. Anda harus berdiam di rumah dan mempraktikan pola hidup sehat. Seberapa cepat informasi mengenai Covid-19 berubah, respon yang Anda perlukan juga tetap sama. Update mengenai Covid-19 mungkin hanya membuat Anda menjadi lebih cemas.

3. Tahu kapan harus mengabaikan informasi mengenai wabah Covid-19

Cobalah membiasakan diri untuk tidak berusaha tahu hal-hal detail mengenai wabah Covid-19 dan berusaha beradaptasi dengan ketidakpastian. Matikan telepon atau minimal batasi frekuensi membaca share berita di media sosial mengenai wabah Covid-19. Bercengkerama dengan keluarga akan lebih baik bagi mental, dibandingkan harus mengecek kabar berita di media sosial.

4. Praktikan displin memanajemen penggunaan media sosial

Tidak mudah membatasi diri untuk bersinggungan dengan media sosial. Tetapi harus dingat bahwa kemungkinan mendapatkan informasi mengenai Covid-19 di media sosial akan jauh lebih banyak dibandingkan informasi update aktual dari lembaga terpercaya. Mungkin Anda bisa mencoba cara yang paling ekstrem, dengan meng-uninstall media sosial yang dimiliki.

Selain beberapa tips di atas, Anda harus mengenali apa yang Anda takutkan dari wabah Covid-19. Sumber ketakutan utama dari wabah Covid-19 biasanya adalah : Anda merasa akan terkena virus tersebut dan menyebabkan Anda mati, atau Anda takut virus tersebut mengenai orang yang Anda kasihi dan menyebabkan kematian. Ketakutan-ketakutan terhadap apa yang akan terjadi nanti (padahal belum tentu akan terjadi), meningkatkan perasaan keputusasaan. Seseorang yang cemas cenderung secara berlebihan menilai situasi yang terjadi (overestimate) dan cenderung meremehkan kapasitas pribadi (underestimate). Sebenarnya mampu, namun keputusasaan menyebabkan tidak dapat melihat potensi yang dimilikinya dalam menghadapi kondisi lingkungan yang mengancam.

Ketika sudah mengetahui sumber ketakutan yang dimiliki, Anda mulai bisa berfikir lebih rasional untuk menepis ketakutan-ketakutan yang membayangi. Lihatlah data-data dari sumber resmi terkait proporsi penyebaran virus Corona. Berapa persen Anda atau orang yang Anda kasihi berkemungkinan terjangkit virus ini. Ketika Anda telah melakukan anjuran pemerintah mengenai pola hidup sehat dan bersih serta mengatur jarak sosial (social distancing), bahkan berdiam diri di rumah bersama keluarga, Anda telah melakukan upaya maksimal dalam melindungi diri Anda dan orang yang Anda kasihi.

Setelah melakukan upaya maksimal dalam melindungi diri dan orang yang dikasihi, Anda mulai dapat banyak berdoa dan menyerahkan kondisi pada yang kuasa. Pendekatan religious dapat mengimbangi kecemasan – kecemasan yang mungkin menghantui. Anda bisa mulai membuat kesadaran diri, bahwa ada hal-hal abstrak (virus) yang mungkin akan mencelakakan anda, namun ada juga Tuhan yang Maha Kuasa (yang tidak anda lihat) yang melindungi Anda dan orang yang dikasihi. Perbanyaklah ibadah atau mendekatkan diri pada yang kuasa agar dapat merasa lebih tenang dalam menghadapi situasi yang tidak pasti. Anda juga dapat mencari dukungan sosial dari orang di sekitar agar anda lebih tenang. Anda dapat berdiskusi dengan orang-orang yang lebih bijak dalam menyikapi wabah Covid-19. Atau dapat juga menghubungi psikolog, psikiater, dan konselor untuk membantu Anda untuk tidak cemas.

Penulis: Dr. Satrio Budi Wibowo., S.Psi., M.A (Dosen Psikologi UM Metro & Ketua divisi Psikososial MDMC Kota Metro)