KKN UMY Kembangkan Potensi Desa Muntuk

Selasa (7/1), Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) resmi menerjunkan mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Muntuk, Dlingo, Bantul. Lebih dari seratus mahasiswa yang terbagi ke dalam 12 tim KKN diterjunkan langsung oleh koordinator desa Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Muntuk, Dr. Dewi Nurul Musjtari SH, M. Hum. Tim KKN ini diterjunkan untuk melakukan pengabdian di beberapa dusun, yaitu Tangkil, Karangasem, Seropan 1, Banjarharjo 1, Banjarharjo 2, Sanggrahan 1, dan Sanggrahan 2.

“Kegiatan KKN ini merupakan bagian dari catur darma UMY sebagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah,” jelas Dewi. Dewi menambahkan bahwa dalam kegiatan KKN di Muntuk, ada beberapa program pengabdian utama yang difokuskan pada pemberdayaan masyarakat di antaranya di bidang ekonomi masyarakat, pertanian, pariwisata, dan mitigasi bencana. “Program ini dirancang sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang diperoleh melalui observasi pra-KKN yang melibatkan mahasiswa dan DPL sehingga diharapkan program kerja yang dijalankan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat,” tambah Dewi.

Dosen pembimbing lapangan di Dusun Banjarharjo 2, Dr. Fajar Junaedi, menyatakan bahwa Desa Muntuk memiliki potensi dalam pengembangan ekonomi dan pariwisata. Di bidang ekonomi di antaranya adalah kerajinan bambu dan kayu yang banyak ditekuni oleh warga desa. “Potensi ekonomi ini juga bisa dikembangkan menjadi potensi wisata,” terang Fajar. Dengan letak geografisnya yang berada di perbukitan, Desa Muntuk memiliki potensi wisata, seperti Puncak Becici dan Pintu Langit Dahromo yang telah banyak dikenal publik. Untuk menambah destinasi wisata, ada beberapa potensi wisata lain yang dikembangkan melalui KKN UMY di Muntuk, seperti potensi air terjun Banyunibo dan beberapa potensi wisata lainnya.

Banjir di Lebak, Tim SARMMI Evakuasi Warga dan Dirikan Dapur Umum

Hujan deras dengan intensitas tinggi berhari-hari yang nyaris tanpa henti di Lebak Banten menyebabkan air sungai Ciberang meluap dan menggenangi beberapa desa di sepanjang alirannya, termasuk kampung Sinday Kec Sajira, Lebak, Banten.

Banjir ini membuat Kampung Sinday yang berada di wilayah Desa Pajagan terisolir. Genangan air mengakibatkan aliran listrik dan jaringan komunikasi terputus. Beberapa bagian jalan rusak sehingga sukar dilalui kendaraan.

“Saat kami tiba di kampung Sinday dua hari lalu, kondisinya sangat mengenaskan. Semua rumah warga digenangi air bercampur lumpur tebal. Sebagian rumah warga rusak parah. Warga kelaparan karena bahan pangan mereka rusak semua. Air layak konsumsi juga tak ada,” kata ketua tim rescue SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia (SARMMI) Edy Riansyah, Sabtu (4/1).

Diterangkan pula oleh Edi, mereka menyasar kampung Sinday setelah mendapat informasi dari posko induk di kec. Sajira. Edi bersama tiga personil Mapala Geompala Sekolah Tinggi Teknologi Mutu Muhammadiyah (STTM) Tangerang, serta dua personil masing-masing dari Mapelba Banten dan Palapa Latansa, lantas bergegas ke kampung Sinday. Mereka adalah relawan pertama yang berhasil menembus kampung Sinday.

“Sampai di kampung Sinday, kami langsung mendirikan dapur umum, melakukan evakuasi warga korban banjir, serta membuat camp pengungsian di ruang SD yang tak terpakai,” lanjut Edi yang juga anggota Mapala Geompala STTM.

Selain itu, mereka juga membantu warga membersihkan rumah dan sarana ibadah, menyingkirkan puing-puing yang berserakan, dan mendistribusikan bantuan. “Sekarang kondisi kampung Sinday relatif kondusif. Kebutuhan pangan mulai ada. Meski begitu, kami tetap berpesan ke warga agar mereka tetap waspada. Cuaca yang belum bersahabat, sangat mungkin menurunkan hujan deras lagi,” pungkas Edi.

Ridwan Kamil Tutup Muswil XVII Pemuda Muhammadiyah Tingkat Jabar

Musyawarah Wilayah (Muswil) XVII Pemuda Muhammadiyah Tingkat Jawa Barat resmi ditutup oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, di Aula Graha Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (Umtas), Minggu (29/12).

Dalam sambutannya, Ridwan Kamil, menyampaikan pandangannya kepada keluarga besar Muhammadiyah yang banyak memberikan sumbangsih dalam kemajuan Indonesia. Menurutnya ke depan tantangan untuk mewujudkan bangsa yang lebih maju dan berkembang akan semakin beragam dan komplek. Dibutuhkan SDM pemuda-pemudi yang siap untuk bisa menghadapi era 4.0. Pemuda berkemajuan yang dapat mencipatkan perubahan. “Pemuda-pemuda yang dapat mengembangkan potensi demi kesejahteraan,” papar Ridwan.

Ridwan juga meminta kepada Pemuda Muhammadiyah untuk berkolaborasi dalam berperan dan berkaya nyata mewujudkan program pembangunan. “Saya berharap Pemuda Muhammadiyah Jawa Barat dapat bersinergi dengan pemerintah dalam mewujudkan Jawa Barat juara lahir batin,” tegas Emil.

Muswil XVII Pemuda Muhammadiyah Tingkat Jawa Barat (Jabar) kali ini diselenggarakan di Umtas. Mengusung tema “Praksis Gerakan untuk Pemuda Muhammadiyah Jabar yang Mandiri, Disegani, dan Berkemajuan”. Kegiatan Muswil XVII Pemuda Muhammadiyah Jabar dilaksanakan selama 3 hari, Jumat-Minggu (27-29/12).

PLPKIK Unismuh Makassar Adakan Kelas Karir

Dalam rangka menghadapi tes Calon Aparatur Sipil Negara (CASN), Pusat Layanan Pengembangan Karir dan Informasi Kerja (PLPKIK) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menyelenggarakan kelas karir. Kelas karir persiapan tes CASN dilaksanakan di Unismuh Bussines Center dengan diikuti 35 peserta.

Pada kegiatan ini materi yang disampaikan adalah Tes Karakteristik Pribadi diampuh oleh Nirwana Dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Inggris di UIN Alauddin, Tes Intelegensia Umum oleh Zul Jalali Wal Ikram Guru Matematika di SMA Athira 1 Makassar, dan Tes Wawasan Kebangsaan oleh Muhammad Nur Dosen Ilmu Pengetahuan Sosial di Universitas Negeri Makassar (UNM).

Kelas karir sendiri merupakan agenda rutin bulanan PLPKIK yang berisikan pelatihan dan bimbingan bagi mahasiswa dan alumni. Target dari program ialah menyiapkan mahasiswa dan alumni agar memiliki kemampuan dan kesiapan masuk ke dunia kerja.

Mahasiswa Kredit Transfer Umsida Jadi Guest Lecture

Tiga mahasiswa kredit transfer asal Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA) di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) mengisi kuliah tamu, Rabu (2/1). Kegiatan yang dilaksanakan di Pondok Pesantren An-Nur Sidoarjo mengusung tajuk “Semangat Belajar Kunci Sukses Masa Depan.” Ketiga mahasiswa tersebut ialah, Zaiyad Nur Fitri bin Zakaria, Muhammad Imaamuddin bin Abdul Aiz, dan Muhammad Luqman bin Salam.

Acara tersebut dikemas dalam bentuk pengembangan motivasi dan talkshow. Beberapa materi yang dibawakan oleh mahasiswa kredit tramsfer itu seperti pentingnya menuntut ilmu dan kiat-kiat mendapatkan ilmu yang berkah.

Dekan Fakultas Agama Islam Umsida, Dr Istiqomah MAg, menyatakan rasa bangga terhadap mahasiswa kredit transfer ini. Menurutnya dengan adanya para mahasiswa kredit transfer ini bisa memberikan energi positif bagi mahasiswa Umsida. “Kehadiran mereka memotivasit mahasiswa untuk memiliki pengalaman yang sama sebagai mahasiswa kredit transfer di negara. Semoga ke depan program FAI ini dapat terus dilanjutkan karena memberikan dampak positif yang nyata,” ujar Dr Istiqomah.

Delapan Alumni D-3 Keperawatan Unimus ke Jepang

Senin (30/12), Rektor Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) Prof Dr Masrukhi MPd melepas delapan lulusan D-3 Keperawatan untuk bekerja di Jepang. Kedelapan alumni tersebut ialah Aulia Prastika Dewi, Fina Tri Romdonah Titian Wulandari, Asri Apriliyaningtyas, Retno Setianingrum, Janita Dwi Prawitasari, Radian Aditya Dewangga, dan Tema Daru Yanuar. Mereka akan bekerja menjadi perawat caregiver lansia selama 3 tahun di tiga rumah sakit, yaitu RS Iryo Houjin Seiwaikai Kyoritsu Byouin, Ise Kanko Ansen Kabukighaisa Gurupuhomu Himwari, dan Kaigo Roujin Hoken Shisetsu Fureai.

Diungkapkan lulusan D-3 Keperawatan ini telah lolos melewati seleksi ketat dan mengikuti training selama 1 tahun di PT Magdi Indonesia. “Para user penerima alumni juga telah berkunjung ke laboratorium keperawatan Unimus untuk memerikasa kesiapan dan kompetensi alumni,” ujar Ns Chanif, MNS Ketua Prodi D-3 Keperawatan.

Rektor Unimus menyatakan apresiasi tersebut. Prof Dr Masrukhi MPd berpesan penting bagi para alumni untuk menjaga soft skill dengan baik. Menurutnya di era globalisasi sekarang persaingan bekerja dengan kompetitor dari berbagai negara adalah suatu keniscayaan. “Ke depannya semoga para lulusan dari program studi lain di Unimus dapat bekerja di Jepang,” tuturnya.

Wisuda STIT Muh Kendal ke-16

Sabtu (28/12), Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Muhammadiyah Kendal menyelenggarakan wisuda ke-16 di kampus setempat. Wisuda kali ini diikuti oleh 36 mahasiswa dengan 3 mahasiswa menjadi lulusan terbaik.

Ketua STIT Muhammadiyah Kendal, Prof. Dr. HM Daelamy, SP, menyampaikan, bahwa wisuda sarjana bukanlah akhir dari pembelajaran. Masih ada pembelajaran-pembelajaran selanjutnya, seperti mengamakan ilmu yang didapat selama kuliah untuk menyelesaikan permasalahn di masyarakat. Selain itu mengajak masyarakat untuk ke arah kemajuan baik lahiriyah ataupun batiniah. “Mulailah berfikir, bagaimana setelah sukses dari sebuah perguruan tinggi, sukses pula berkiprah di masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, anggota Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof. Dr. H. Sutrisno, M.Ag, mengatakan untuk mengembangkan STIT Muhammadiyah perlu bersinergi dengan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) Pendidikan, dan AUM lainnya. Menurutnya menghadapi era globalisasi harus disikapi dengan optimis dan langkah-langakh strategis sinergis antara satu dengan yang lainnya. “Semakin ditingkatkan sinerginya akan semakin tinggi tingkat keberhasilannya” ujar Sutrisno.

Jajaki Kerja Sama, LIPI Kunjungi UM Sorong

Jumat (27/12), Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Sorong diampingi Ketua LPM, Ketua Program Studi Sosiologi, Ketua Prodi Informatika dan Ketua Prodi Agroteknologi menerima kunjungan Kepala Bidang Pengelolaan Penelitian, Pusat Penelitian Kependudukan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Sanusi, M.S di ruang rapat LPPM Lantai 3.

Kehadiran pihak LIPI ke Sorong untuk menjajaki lanjutan rencana penelitian terkait kependudukan yang selama ini sudah dilakukan di wilayah Papua Barat. Lanjutan penelitian ini akan menggandeng pihak UM Sorong.

LIPI telah beberapa kali mengadakan kegiatan atau kerja sama dengan UMSorong. Beberapa di antaranya seperti, seminar nasional, keterlibatan Dosen dan Mahasiswa dalam Ekspedisi NKRI LIPI dan Kopassus, serta selalu mengundang pakar dari UM Sorong di beberapa FGD yang diadakan LIPI di Sorong.

FKIP UM Sorong Gelar Workshop KKNI

Bertempat di Ruang Rapat 2 Rektorat Universitas Muhammadiyah Sorong, Sabtu- Minggu (21-22/12), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UM Sorong melaksanakan Kegiatan Workshop Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dalam rangka peninjauan kurikulum di Lingkungan FKIP. Workshop menghadirkan Tenaga Ahli Dr. Khaeruddin, M.Pd., Ketua Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Aktivitas Intruksional (LP2AI) Unismuh Makassar. Kehadiran Dr. Khaeruddin sebagai tenaga ahli untuk memberikan masukan terkait kurikulum yang saat ini ada di FKIP UM Sorong.

Dekan FKIP UM Sorong, Zakiyah Anwar, M.Pd mengatakan kegiatan peninjauan kurikulum adalah rutinitas wajib institusi secara periodik. Melalui peninjauan kurikulum, proses pembelajaran akan semakin mendekati kebutuhan kekinian bagi mahasiswa dan stakeholder. “Apalagi kurikulum di lembaga pendidikan dasar menengah juga dinamis,” tutur Zakiyah.

Dr.Khaeruddin sebagai tenaga ahli sangat memberi apresiasi pada kegiatan ini. “Tidak banyak institusi yang untuk peninjauan kurikulumnya sampai mengundang koleganya dari luar. Ini komitmen untuk memberikan yang terbaik bagi stakeholder-nya,” ujar Dr. Khaeruddin.

FKIP UM Sorong memiliki dua prodi, Pendidikan Bahasa Inggris dan Pendidikan Matematika. Sebanyak 28 dosen berkualifikasi S-2 menunjukkan kesiapan untuk memberikan yang terbaik bagi mahasiswa dan stakeholder. Memiliki jumlah dosen yang sangat memenuhi rasio kelayakan pembelajaran, FKIP selalu menghasilkan prestasi yang luar biasa terutama pada Olimpiade MIPA dan NUDC (National University Debating Championship) yang setiap tahun selalu menjadi wakil Papua dan Papua Barat sampai tingkat Nasional.

UM Sorong Studi Banding ke UMY

Senin (23/12), Rektor UM Sorong dan rombongan Pejabat Struktural berkunjung ke Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Rombongan UM Sorong diterima Langsung oleh Rektor UMY Dr. Ir. Gunawan Budiyanto, M.P. didampingi Wakil Rektor 4 Prof.Dr.Achmad Nurmandi, M.Sc., Sekretaris Universitas Ir .Navi Ananda Utama, MS, dan Kepala Bagian Perencanaan dan Pengembangan Slamet Riyadi, ST.,  MT.,Ph.D. di ruang Rapat Rektor UMY.

Rektor UM Sorong dalam sambutan awalnya berterima kasih telah diterima dengan sangat luar biasa dan menyatakan maksud kedatangan untuk meminta penjelasan pengalaman UMY mengembangkan sumber daya dan penjaminan mutu. Sementara Rektor UMY dalam penjelasannya menyampaikan kiat sukses mereka adalah membangun sistem. Sistem yang menjadi patron aktifitas untuk semua jenjang kepemimpinan. Rektor dan jajarannya harus kuat bekerja dengan sistem. “Membangun itu tidak mudah sangat butuh kerja keras, tidak usah peduli dengan suara sumbang di luar, niat baik akan memberikan hasil yang baik, karena jabatan itu amanah,” ujar Dr. Ir. Gunawan Budiyanto.

Kegiatan dilanjutkan dengan penjelasan secara bergiliran oleh Prof. Ahmad Nurmandi, Ir. Navi dan Dr.Slamet serta diskusi terkait kiat dan strategi pengembangan universitas. Ke depannya UM Sorong akan berusaha lebih baik lagi dengan mengejar target yang lebih tinggi.