MSPP Batch II di Buka Kembali

Di tahun 2017 ini, Muhammadiyah Scholarship Preparation Program (MSPP) kembali diselenggarakan untuk Batch II yang merupakan program kerjasama antara Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang), Majelis Pendidikan Kader (MPK) PP Muhammadiyah dan LazisMu. Tak jauh berbeda dengan Batch I, nantinya akan terpilih 25 kader Muhammadiyah untuk mengikuti program Pelatihan Bahasa Inggris di Pare, Kediri (Jawa Timur) selama 3 bulan. Selain Pelatihan Bahasa Inggris, para peserta terpilih juga akan mendapatkan pembinaan untuk mempersiapkan studi lanjutan baik di jenjang S2 maupun S3. Selama mengikuti program ini, peserta akan mendapat sejumlah fasilitas, yaitu Pelatihan Bahasa, Tes IELTS, Sertifikat,  Biaya Hidup dan Akomodasi.

Terdapat 2 tahapan seleksi, yaitu Administrasi dan Wawancara. Untuk seleksi Administrasi, pendaftaran dibuka hingga 23 Desember 2017 mendatang. Bagi Anda yang ingin mendaftar bisa mengunduh Booklet MSPP Batch II 2017/2018 disini (klik). Sementara untuk seleksi Wawancara akan diinfokan lebih lanjut. Jika terdapat pertanyaan bisa menghubungi CP melalui WA/SMS: 085868634866 (Syifa) atau 089696936462 (Majelis Diktilitbang)

Dongkrak Penelitian Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Adakan Workshop

Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengadakan Workshop Peningkatan Kinerja Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) untuk Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) dan Perguruan Tinggi ‘Aisyiyah (PTA)  pada tanggal 28 hingga 30 September 2017 di Hotel Tjokro Style Yogyakarta.

Sebagai informasi, peserta yang hadir dalam workshop ini adalah 108 orang dari 55 PTMA yang belum masuk klaster.

Khudzaifah Dimyati, anggota Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah mengatakan bahwa saat ini dari 175 PTMA, yang sudah memiliki klaster yakni 84 PTMA.

“Oleh karena itu, dengan adanya workshop ini diharapkan bisa memberi pengetahuan kepada PTMA di daerah-daerah agar bisa mendorong PTMA untuk minimal bisa masuk klaster binaan,” ucap Dimyati ketika ditemui pada pembukaan workshop Kamis (28/9).

Kemudian Chairil Anwar, Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah mengatakan bahwa agenda ini juga didasari oleh nilai Catur Dharma PTMA yakni penelitian dan pengabdian.

Menurutnya, saat ini pihak pemerintah melalui Kemenristekdikti mulai fokus pada LPPM.

“Saat ini PTMA yang sudah mampu menjalankan LPPM dengan baik yakni UM Malang, UM Magelang, UM Metro, UM Surakarta dan Universitas Ahmad Dahlan, semoga PTMA yang lain bisa segera menyusul,” ujarnya.

Lebih lanjut Chairil mengungkapkan bahwa usaha untuk meningkatkan penelitian ini juga akan mendorong peningkatan nilai publikasi Indonesia. Saat ini di wilayah Asia Tenggara, Indonesia menduduki peringkat ke-empat. Sehingga melalui workshop ini diharapkan dapat menjadi awal pengetahuan untuk bisa turut serta melakukan penelitian untuk kemudian bisa dipublikasi.

“Setiap prodi dapat mengembangkan penelitian dan penelitian bisa dibuat sebuah karya tulis untuk kemudian dijadikan publikasi. Sehingga para tenaga pendidik di PTMA diharapkan bisa melakukan penelitian,” pungkas Chairil. (nisa)

 

Lokakarya AIK Pascasarjana

Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) merupakan muatan lokal yang bersifat wajib bagi Perguruan Tinggi Muhammadiyah/’Aisyiah (PTMA). Dalam Visi Pengembangan PTM 2015-2020 disebutkan bahwa “berkembangnya fungsi Pendidikan Tinggi Muhammadiyah yang berbasis al-Islam dan Kemuhammadiyahan, holistik-integratif, bertatakelola baik, serta berdaya saing dan berkeunggulan.” Sedangkan dalam Pasal 1 ayat (4) Pedoman PTM disebutkan dua fungsi PTM, yaitu sebagai centre of excellence dan driving force kegiatan dakwah dan tajdid Muhammadiyah.

Kedua dokumen ini menunjukkan bahwa bidang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan adalah basis seluruh kegiatan akademik dan non-akademik di kampus PTMA. Di samping memikul tanggung jawab ideologis dan dakwah, pengelolaan AIK harus dilakukan secara professional, programatis, dan sesuai prinsip-prinsip good university governance, sehingga diharapkan akan dapat menghasilkan lulusan yang cerdas dan berakhlak mulia, mampu mengembangkan dan menerapkan Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Seni (IPTEKS) sesuai dengan ajaran Islam dan bermanfaat untuk umat Islam, keindonesiaan dan kemanusiaan.

Untuk itu didakannya lokakarya AIK Pascasarjana. Acara ini dihardiri 32 peserta dari 18 PTMA se Indonesia dan dilaksanakan selama dua hari 23-24 Agustus di Hotel Santika Jakarta yang menjadi Tuan Rumah adalah UHAMKA. Dari 18 PTMA tersebut yang hadir Rektor, Direktur pascasarajana dan Dosen AIK.

Dari setiap kampus masing-masing bercerita tentang AIK pasca bagi yang sudah memberlakukan sebelumnya antara lain dari UMS, ataupun UHAMKA. Harapannya setelah adanya lokakarya ini dapat terusmuskan irama, metode dan keselarasan AIK di Prodi Pascasarjana untuk kedepan.

AIK sudah diterapkan di Prodi D3 ataupun S1 namun belum diberlakukan di Prodi Pasca. Nantinya akan diberlakukan di semua prodi mengingat AIK termaktub dalam catur darma PTMA. Irama, konsep dan goalnya juga akan berbeda dari AIK yang diberlakukan di D3 ataupun S1. Untuk jumlah sksnya juga baru di godok dalam lokakarya AIK Pascasarjana, Pungkas Sayuti Sekjend Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah.

 

Pendampingan Peningkatan Akreditasi PTMA

Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah menyelenggarakan kegiatan Pendampingan Persiapan Visitasi Akreditasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) di Hotel Arjuna Yogyakarta pada 4-6 Agustus 2017.

Dijelaskan Edy Suandi Hamid, Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah kegiatan ini dikhususkan untuk persiapan visitasi akreditasi AIPT agar kualitas pendidikan di Perguruan Tinggi Muhammadiyah semakin baik.

“Kita memiliki kredo unggul, berdaya saing dan berkemajuan. Tentu butuh upaya yang luar biasa untuk mewujudkannya, kita harus bersinergi anatara Pimpinan Pusat dan PTMA,” ujar Edy dalam pidato pembukaan acara.

Sebagai informasi, acara yang dihadiri oleh perwakilan-perwakilan PTMA ini terdiri dari 54 orang, baik dari sekolah tinggi, akademik, politeknik dan universitas Muhammadiyah.

Lebih lanjut Edy mengatakan bahwa peserta pada acara ini adalah perguruan-perguruan tinggi yang sudah mengajukan penilaian akreditasi kepada Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT), sehingga diharapkan persiapan yang dilakukan oleh PTMA dapat berjalan maksimal.

“Kita di sini melakukan persiapan bersama-sama, di akhir juga akan ada simulasi visitasi agar PTMA memiliki gambaran yang jelas untuk visitasi dari BAN PT,” tambahnya.

Edy berharap dari kegiatan ini Muhammadiyah akan semakin maju dalam menyerukan dakwah bidang pendidikan serta terus membaktikan diri untuk negeri melalui jalur pendidikan. (nisa)

Diktilitbang PP Muhammadiyah Adakan Pelatihan Audit Mutu Internal Bagi PTMA

Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengadakan Workshop Nasional Penyusunan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Pelatihan Auditor Mutu Internal (AMI) bagi Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) dan Perguruan Tinggi ‘Aisyiyah (PTA). Acara tersebut dimulai sejak tanggal 17 hingga 19 April 2017 bertempat di Hotel Horison Yogyakarta. Dibuka langsung oleh Edy Suandi Hamid, Wakil Ketua Diktilitbang PP Muhammadiyah.

Disampaikan Munawar Khalil tim asistensi Diktilitbang PP Muhammadiyah tujuan diadakannya pelatihan SPMI dan AMI tersebut agar masing-masing PTM dan PTA dapat melakukan audit mutu internal sesuai dengan pedoman yang telah ditetapkan.

“Audit internal selain sebagai keharusan konstitusi, juga sebagai acuan dari sistem manajemen PTM dan PTA,” terang Munawar, Selasa (18/4).

Selain itu, melalui kegiatan tersebut peserta diharapkan dapat memahami bagaimana manajemen audit dan metode audit. “Peserta diharapkan juga dapat membuat rubrikasi audit dan daftar pertanyaan audit,” ucap Munawar.

Munawar berharap, karena audit internal merupakan keharusan konstitusi, maka harapannya setelah pelatihan ini peserta sudah dapat mencantumkan audit mutu internal dalam kalender akademiknya.

“Jika dilihat sudah ada PTM yang melakukan AMI, namun masih ada juga  PTM yang belum melakukan AMI. Tapi jika dilihat progresnya, kedepan akan ada komitmen dari peserta untuk komitmen dalam melakukan AMI,” pungkas Munawar.

Kegiatan Pelatihan AMI tersebut terbagi atas tiga regional, regional 1 terdiri dari wilayah DIY dan Jawa Tengah, regional 2 terdiri dari wilayah Sumatera, Kalimantan, DKI Jakarta, dan Jawa Barat, sedangkan regional 3 yaitu Wilayah Indonesia Timur. (adam)

Tingkatkan Akreditasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah dari B ke A, Majelis Diktilitbang Kembali Gelar Workshop di Surabaya

Setelah Palembang dan Jakarta, Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah kembali menggelar Workshop Nasional Persiapan dan Pembekalan AIPT dari B ke A yang digelar Rabu-Kamis (8-9/3) di Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMS), di Kota Surabaya.

Workshop ini diikuti oleh 23 peserta dari 9 Perguruan Tinggi Muhammadiyah, diantaranya UM surabaya, UM Jember, UM Gresik,UM Makassar, UM Parepare, UM Ponorogo, UM Pontianak, UM Sidoarjo. Bertindak sebagai pembicara dalam pelatihan tersebut Prof Edy Suandi Hamid, Daniel Fernadez, dan Budi Akbar.

Dalam sambutanya Rektor UM Surabaya, Sukadiono mengatakan terima kasih sudah mendapat kepercayaan sebagai tuan rumah, UM Surabaya siap mendukung untuk melaksanakan AIPT B ke A pada tahun 2020 sesuai dengan renstra UM Surabaya.

“Beberapa program akselerasi AIPT telah kami siapkan baik SDM maupun Infrastruktur, dalam SDM tahun ini akan mengirimkan dosen untuk studi lanjut ke S3 minimal 2 orang per-prodi, selain prasarana sudah disiapkan mulai dari kelengkapan laboratorium, perpustakaan dan unit penunjang lainya dengan dibangunnya gedung At Tauhid Tower 13 lantai”, kata Sukadiono.

Dalam kesempatan yang sama Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Muhammad Sayuti, mengatakan perkembangan PTM saat ini cukup menggembirakan, semua PTM telah melakukan transformasi menjadi PTM yang unggul.

“Peran Diktilitbang saat ini sangat dibutuhkan dan terus mengawal dan melakukan pendampingan menuju AIPT A,” ujarnya. (dzar)

Tingkatkan AIPT Bagi PTM, Diktilitbang PP Muhammadiyah Gelar Workshop

Guna meningkatkan Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) bagi Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM), Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar Workshop Nasional Pembekalan AIPT dari B ke A yang diselenggarakan sejak tanggal 1 hingga 2 Maret 2017 di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ).

Disampaikan Edy Suandi Hamid, Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, bahwa Diktilitbang sebelumnya telah mengadakan acara serupa di UM Palembang. “UMJ yang kedua dengan peserta 10 PTM dan PTA, dan yang terakhir untuk PTM di Jawa Timur dan Indonesia Timur akan dilaksanakan pada 8-9 Maret 2017 di UM Surabaya dengan 10 PTM yang terakreditasi B ke A,” jelas Edy, Rabu (1/3).

Sementara itu, Rektor UM Jakarta Syaiful Bakhri mengapresiasi atas kegiatan tersebut. “Dengan harapan kesepuluh PTM yang hadir dapat meningkatkan akreditasi B menjadi A dan tetap mendapatkan pendampingan dari Diktilitbang,” imbuhnya.

Senada dengan Syaiful, Ketua BPH UM Jakarta, Husni Thoyar turut memotivasi PTM agar berkemajuan. “ Dalam artian dapat meningkatkan akreditasi Prodi yang dimiliki untuk meraih akreditasi AIPT yang maksimal,  jangan asal ada borang (bohong dan ngarang), harus disiapkan data yang akurat,” ucapnya.

Acara tersebut diikuti oleh 28 orang dari perwakilan PTM dan PTA dari Jawa Tengah,  DIY, DKI dan juga Banten. (adam)   

Kaderisasi Muhammadiyah Melalui Program MSPP

Kaderisasi merupakan bagian penting dalam persyarikatan Muhammadiyah. Upaya ini harus dilakukan untuk menciptakan para mujahid yang berkualitas di Muhammadiyah. Banyak cara yang dapat dilakukan dalam pengkaderan, misalnya melalui pendekatan ranah pendidikan.

Sebagai upaya kaderisasi, persiapan sosok terpilih untuk persyarikatan dan meningkatkan sumber daya yang lebih baik lagi, maka Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, berkoordinasi dengan Majelis Pendidikan Kader (MPK) dan LazisMu PP Muhammadiyah menyelenggarakan sebuah kegiatan yakni Pembekalan Kader Muhammadiyah Scholarship Preparation Program (MSPP) pada tanggal 4-8 Februari 2017 di Gedung Pusbang Muhammadiyah Kaliurang.

“Ini merupakan kegiatan lanjutan dari diluncurkannya MSPP pada 9 November 2016 silam, setelah melewati beberapa tahap seleksi, saat ini peserta MSPP berjumlah 26 orang dari 129 orang total pendaftar,” kata Lincolin Arsyad, Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah pada kegiatan pembukaan Pembekalan Kader MSPP.

Lebih lanjut Lincolin menjelaskan bahwa kegiatan ini bekerja sama dengan tiga pihak dengan menyesuaikan kebutuhan masing-masing. Majelis Diktilitbang sebagai penyelenggara MSPP, Majelis Pendidikan Kader sebagai pihak yang membekali pengkaderan dan LazisMu sebagai pemasok dana untuk kegiatan MSPP ini.

“MSPP ini bentuk peduli terhadap para kader Muhammadiyah yang ingin melanjutkan studi di luar negeri, kami memfasilitasi tahap persiapan, mulai dari pembekalan hingga pemberangkatan ke Kampung Inggris Pare,” tambah Lincolin.

Para peserta MSPP ini, diseleksi secara ketat oleh pihak Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, dengan mempertimbangkan beberapa aspek seperti kemampuan, asal daerah dan motivasi para peserta itu sendiri.

“Dengan adanya MSPP ini, diharapkan dapat mendukung persiapan para peserta untuk meraih mimpi mereka melanjutkan studi di luar negeri,” tutup Lincolin. (nisa p)

Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah Bentuk 48 Asosiasi Prodi

Selama tiga hari Majelis Pendidikan Tinggi dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah bekerjasa sama dengan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyelenggarakan “Pembentukan Asosiasi Program Studi (Prodi) Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) dan Aisyiyah (PTA)”. Acara ini diikuti oleh 180 PTM dan 6 PTA se Indonesia. Dalam acara ini ditargetkan terbentuk 48 Asosiasi Prodi.

Prof. Dr. H. Edy Suandi Hamid, M.Ec. Selaku wakil Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah dalam sambutannya menyampaikan upaya pembentukan Asosiasi ini merupakan respon Peraturan Menteri (Permen) no. 44 tahun 2016 Kemenristek Dikti tentang Standart Nasional Pendidikan Tinggi (SNPT).

Edy Suandi menekankan target dari Majelis Diktilitbang tidak hanya memenuhi standart, Edy berharap PTM dan PTA juga mampu melampaui visi tersebut, Sesuai visi yang ditargetkan Majelis Diktilitbang periode 2015-2020 “yakni setiap penelitian reakreditasi perguruan tinggi harus meningkat. Pada periode ini diharakan tidak ada lagi yang terakreditasi “C”.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor UMM Fauzan berharap dengan terselenggarakannya acara ini terlahir asosiasi yang berbeda dari asosiasi lain. Pembentukan asosiasi ini bukan untuk mencari keseragaman , tetapi kami berharap dengan terbentuknya asosiasi ini prodi mampu berimprovisasi.

 

 

Pelatihan Penyusunan Rencana Induk Pengembangan Perguruan Tinggi Muhammadiyah

Dokumen Rencana Induk Pengembangan (RIP) merupakan unsur penting bagi tata kelola dan tata pamong perguruan tinggi, serta mencerminkan cita-cita jangka panjang setiap institusi. Sejauh observasi Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, masih banyak PTM yang belum memiliki dokumen RIP. Sementara bagi PTM yang sudah memiliki dokumen RIP, masih banyak juga yang belum disusun dengan mengikuti kaidah penyusunan yang standar. Oleh karena itu Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah menyelenggarakan pelatihan bagi pimpinan PTM serta tim penyusun RIP .

Peserta pelatihan adalah perwakilan dari setiap PTM yang bertanggung jawab dalam penyusunan RIP. Acara ini dilakukan selama tiga hari yakni 19 – 21 Januari 2017 di Hotel Sargede Yogyakarta.