UMSB Tuan Rumah RM-WapCR IV se-Sumatera

Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Agung Danarto membuka resmi Regional Meeting dan Workshop Pemetaan Cabang dan Ranting (RM-WapCR) IV se-Sumatera di Convention Hall UMSB, Jumat, (21/02).

Acara diikuti utusan PWM, PDM, PCM, PRM Se Sumatera 350 peserta. Hadir juga ribuan warga Muhammadiyah bersama Gubernur Prof Irwan Prayitno dan LPCR Pusat serta undangan lainnya. Acara berlanjut dan ditutup dengan mengunjungi Cabang Terbaik di Cangkeh dan Tanjung Sabar.

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumbar, Dr Shofwan Karim berharap terpilihnya UMSB sebagai lokasi regional meeting bisa memicu semangat Cabang dan Ranting Muhammadiyah di seluruh Sumbar untuk lebih giat dalam menyemarakkan geliat dakwah Persyarikatan.

Dr. Riki Saputra, MA selaku Rektor UMSB mengatakan UMSB di tahun ini punya banyak rencana kolaborasi antara Universitas dengan Cabang Ranting. Antara lain pendirian Pusat Studi Cabang Ranting dan KKN mahasiswa di CR Muhammadiyah. “Kita inginnya 4000 mahasiswa UMSB. Bila KKN, KKNnya harus kembali ke Muhammadiyah. Untuk memperkuat persyarikatan” tegas rektor termuda se Indonesia ini.

Hadapi Kampus Merdeka, STIKES Muh Palembang Tingkatkan Kualitas

STIKES Muhammadiyah Palembang siap menghadapi kampus merdeka. Ini dilakukan dengan memperbaiki diri di segala bidang, termasuk membuat semua prodi dan institusi menjadi Unggul.

“Ini sekarang kami juga sedang sibuk menyiapkan diri untuk dievaluasi oleh asesor Prodi S1 Keperawatan target kita juga dapat A” ujar Heri Shatriadi CP, M.Kes Ketua Stikes Muh Palembang saat berdiskusi dengan Waket Majelis Diktilitbang PPM Prof Edy Suandi Hamid, Jumat (21/2) di ruang Sidang Stikesmuh Palembang.

Kegiatan dihadiri segenap dosen dan pimpinan kampus tersebut. Dikemukakan, saat ini sudah tiga dari enam prodi yang ada memperoleh akreditasi A, semuanya program D3, yaitu Kesehatan Lingkungan, Keperawatan, dan Kebidanan.

Sementara Prof Edy menegaskan, program kampus merdeka menuntut perubahan mendasar dalam banyak hal yang harus dilakukan. “Kurikulum misalnya, harus segera dimodifikasi mengantisipasi keleluasaan mahasiswa mengambil di prodi dan perguruan tinggi lain,” ujarnya.
Makna kemerdekaan, bisa bermakna liberalisasi. “Ini jelas akan menguntungkan PT besar yang kuat, dan ini banyak pada PTN. Oleh karena PTM harus melakukan penguatan supaya bisa bersaing dan tidak terseleksi secara alamiah,” tutup Prof Edy Suandi Hamid. []RED

KMP Petita FH UMY Juarai National Moot Court Competition

Komunitas Peradilan Semu Petita Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Yogyakarta meraih juara 1 dalam National Moot Court Competition bidang Tata Usaha Negara. Kompetisi yang diadakan oleh Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) ini digelar sejak tanggal 7 hingga 9 Februari 2020 di Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Tidak hanya meraih juara 1, Petita juga berhasil mendapat kategori peran terbaik untuk penggugat terbaik, tergugat terbaik, Majelis Hakim terbaik, panitera terbaik, dan saksi/ahli terbaik.

Tim Petita terdiri dari 16 anggota delegasi, 2 orang offical, 1 dosen pembimbing yaitu Dr. Danang Wahyu, S.H., M.H. Dijelaskan oleh Ainun Jiwanti, selaku Ketua Umum Komunitas Peradilan Semu Petita FH UMY, kompetisi ini terdiri dari beberapa babak. Babak pertama adalah babak eleminasi, delegasi yang mendaftar diminta membuat dan mengirim berkas gugatan untuk selanjutnya diseleksi oleh juri penilai berkas. Dari 35 delegasi yang mendaftar hanya 12 delegasi yang lolos masuk ke babak  berikutnya yakni babak penyisihan. Di babak penyisihan, 12 delegasi menyelesaikan pemberkasan hingga berkas putusan. Lalu pada bulan Febuari, kedua belas delegasi ini bertanding di Pengadilan Negeri Jakarta Barat menampilkan simulasi sidang. Dari babak penyisihan tersebut diperoleh 3 delegasi yang lolos ke babak final, yakni tim dari FH UMY, FH UNNES, dan FH UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. “Kemudian dari babak final tersebut yang menjadi juara pertama ialah tim FH UMY, juara 2 tim FH UNNES, dan juara 3 oleh tim FH UIN SUKA,” ujar Ainun.

Persiapan kompetisi ini membutuhkan sekitar lima bulan sejak pengiriman berkas gugatan pada bulan Oktober dilanjutkan pembuatan berkas yang lain dan latihan praktik simulasi sidang hingga awal Febuari. Diakui bahwa untuk mencapai kemenangan ini ada beberapa halangan seperti kesulitan menemukan narasumber. “Hal ini dikarenakan sengketa dalam kompetisi ini merupakan sengketa pembatalan sertifikat Hak Guna Usaha (HGU), sedangkan di Yogyakarta sendiri tidak ada HGU. Kami juga terhalang oleh keterbatasan waktu karena dibenturkan dengan jadwal dan tugas kuliah,” tambah Ainun.

Lebih lanjut, Ainun mengatakan bahwa prestasi yang telah diraih ini tidak lantas menjadikan komunitasnya terlena dan berpuas diri. “Semoga ke depannya tim dan mahasiswa-mahasiswa FH UMY yang lain bisa lebih semangat menimba ilmu dan menggali potensi. Pihak fakultas serta universitas juga bisa terus mendukung prestasi-prestasi mahasiswa. Sebab tanpa dukungan dari fakultas dan universitas, kami tidak akan mungkin bisa memberikan prestasi yang membanggakan seperti ini,” pungkasnya.

 

Sambut Muktamar UMSU adakan Pra Seminar

Dalam rangka menyambut Muktmar 2020, UMSU turut berkontribusi menyelenggarakan Seminar Pra Muktamar Muhammadiyah di kampus utama UMSU. Bertajuk “Jalan Baru Gerakan Kemanusiaan” seminar menghadirkan Drs H Marpuji Ali MSi selaku Wakil Bendahara PPM sebagai keynote speaker. Bekerja sama dengan Pimpinan Pusat Muhammadiyah kegiatan ini akan diadakan pada Sabtu (22/02). “Seminar ini bertujuan untuk memberikan masukan ide dan gagasan untuk pelaksanaan Muktamar Muhammadiyah pada Juli mendatang,” papar Dr Agussani selaku Rektor UMSU.

Mengundang peserta sebanyak 100-150, seminar juga akan diisi oleh beberapa narasumber diantaranya Prof Dr Syamsul Anwar, Nurhadi Phd, Dr M Qorib, Bahrul Fuad, dr Tresia Mahaputeri MARS MPM dan narasumber ternama lainnya.

“Kehadiran para tokoh lintas agama, Ormas dan aktifis ini diharapkan akan menghasilkan ide dan gagasan  dari berbagai perspektif untuk kemajuan gerakan dakwah Muhammadiyah ke depan,” tutupnya.

ITB AD Gelar International Seminar And Conference On Halal Industry

Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan Jakarta (ITB-AD) menggelar Internasional Seminar and Conference on Halal Industry (ICONHADY) 2020 bertajuk “Halal Pharmacy and Comestic in International Perspective” di Auditorium Syafruddin Prawiranegara, ITB-AD Kampus Ciputat dibuka pada Selasa (18/2) dan akan berakhir Rabu (19/2).

Dr Mukhaer Pakkana menyebutkan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran  umat muslim terhadap mengkonsumsi produk dan jasa yang sesuai dengan syariah. Ia melanjutkan, selain industri makanan dan pariwisata, label halal juga telah disematkan pada industri farmasi. “Obat-obatan halal ini diproduksi dengan mematuhi hukum Syariah, bahkan terdapat kejelasan dari bahan bakunya yang tidak mengandung sesuatu yang diharamkan,” paparnya yang juga sebagai Ketua Rektor ITB AD.

Kegiatan ini diadakan oleh ITB-AD bekerjasama Lembaga Pemeriksa Halal dan Kajian Halal (LPHKH) PP Muhammadiyah. Selain seminar dan konferensi, akan dilaksanakan pula workshop penulisan artikel ilmiah serta call for paper dari hasil riset berbagai peneliti dan universitas, baik dalam negeri dan luar negeri.

Ia berharap melalui kegiatan ini literasi dan kesadaran terhadap produk halal semakin tinggi. Serta, political will dari pemerintah harus kuat. “Saat ini, Indonesia tidak berada dalam radar produk halal global. Justru negara-negara yang tidak mayoritas muslim yang menjadi pelopor produk dan Industri halal. Seperti, Singapura, Thailand, Jepang, Singapura, Korea Selatan, Brasil, dan lain-lain. Indonesia hanya sebagai konsumen produk halal global. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran kolektif dari masyarakat. ITB-AD dan Muhammadiyah ingin menjadi pelopor,” tutupnya.

Peduli Anak Autism Spectrum Disordes

Berawal dari hasil penelitian tentang kebutuhan kemandirian Toilet Training  Buang Air Kecil (BAK) bagi anak Autism Spectrum Disordes (ASD). Dosen Keperawatan Anak STIK Muhammadiyah Pontianak, Ns. Lilis Lestari, M.Kep lakukan kegiatan pelatihan bagi orang tua yang memiliki anak ASD usia dini, Senin (17/02).

Bersama rekannya, Lilis Lestari rutin bekerja sama dengan Sekolah Autis Kalbar. Lilis mengungkapkan pentingnya memandirikan anak ASD dalam toilet training karena hal ini merupakan kebutuhan dasar manusia yang harus terpenuhi guna meningkatkan kualitas hidup anak dimasa yang akan datang. Lebih lanjut Lilis mengungkapkan intervensi dini terkait latihan buang air kecil dapat berdampak positif terhadap kemandirian anak dimasa yang akan datang.

“Selama ini, kita mungkin terbiasa menganggap anak ASD tidak mampu mandiri, padahal yang dibutuhkan anak ASD adalah rasa yakin dan optimis yang ditunjukan pengasuh utama, bisa orang tua, terapis atau guru dalam melatih anak untuk lebih mandiri,” tegasnya.

Najmuddin selaku Kepala Sekolah Autis Kalbar mengharapkan kegiatan ini rutin untuk diadakan khususnya penyuluhan kesehatan bagi anak berkebutuhan khusus (Autisme). “Kegiatan ini juga sebagai bentuk support atau dukungan kita bagi orang tua yang memiliki anak Autisme, kita mengabdi untuk negeri melalui kegiatan seperti ini” tutupnya.

 

 

Mahasiswa UM Metro Jadi Relawan Pajak

Drs H Jazim Ahmad MPd melepas 20 mahasiswa untuk bergabung menjadi relawan pajak, Jumat (14/2). Dua puluh mahasiwa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Metro ini bergabung bersama 142 mahasiswa dari perguruan tinggi di wilayah Lampung untuk dikukuhkan oleh Kepala Kanwil DJP Bengkulu dan Lampung, Eddi Wahyudi.

Dalam sambutannya Drs Jazim mengungkapkan bahwa ini merupakan angkatan kedua yang mengikuti program relawan pajak. “Semoga dengan bergabungnya mahasiswa UM Metro dapat membantu memberikan pelayanan bagi masyarakat akan pentingnya membayar pajak,” ujar Drs Jazim.

Lebih lanjut, Drs Jazim berharap para mahasiswa pilihan hasil seleksi dari Tax Center UM Metro ini dapat mengambil banyak manfaat dari program tersebut sekaligus memberikan manfaat untuk banyak orang.

Penyusunan SRAD Penanggulangan HIV/AIDS Libatkan Dosen UM Pontianak

Abrori, MKes, Dosen Kesehatan Masyarakat UM Pontianak terlibat dalam penyusunan Strategi dan Rencana Aksi Daerah (SRAD) Penanggulangan HIV dan AIDS Kota Pontianak tahun 2020-2025. Penyusunan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat ini dilakukan di Inti Kafe Jalan DA. Hadi No 1A Pontianak. Dihadiri oleh Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Pontianak, Dinas Pendidikan, LSM, Lembaga Donor, akademisi, jurnalis, dan aktivis, kegiatan ini diharapkan dapat menyatukan ide pencegahan HIV di Kota Pontianak.

Dijelaskan oleh Sekretaris KPA Kota Pontianak, Lusi Nuryanti, ST, bahwa sebagai dokumen perencanaan upaya penanggulangan HIV dan AIDs, SRAD diharapkan menjadi acuan semua pihak baik langsung maupun tidak langsung. Sementara itu aktivis PMI memaparkan bahwa SRAD akan memberikan efek baik bagi koordinasi perencanaan, pelaksanaan, monitoring, serta evaluasi. “Ada beberapa masalah yang fokus dibicarakan terkait penanggulangan HIV dikarenakan beberapa dinas merasa tidak terlibat dalam penanggulangan HIV dan AIDS di kota Pontianak. Itulah pentingnya SRAD guna melibatkan semua dinas,” lanjut Abrori,

Beberapa kesepakatan yang dihasilkan dari kegiatan tersebut antara lain pencegahan pada anak Sekolah Menengah Atas, Mahasiswa, komunitas pekerja formal maupun non formal.

Fakultas Kehutanan UMSB Bentuk Hutan Pendidikan

Fakultas Kehutanan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barata (UMSB) kini memili hutan pendidikan di INS Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, Sumbar. Hal ini tidak lepas dari dukungan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPEDAS) Hutan Lindung Agam Kuantan, dan SMA INS Kayu Tanam sehingga Fakultas Kehutanan UMSB dapat memanfaatkan lahan losong SMA INS Kayutanam.

Dr. H. Firman Hidayat MT selaku Dekan Fakultas Kehutanan memaparkan hutan pendidikan ini sangat dibutuhkan oleh mahasiswa dan kurikulum Fakultas Kehutanan UMSB sebagai lokasi praktik yang memadai. “Semoga pembentukan Hutan Pendidikan ini bermanfaat bagi semua orang, terutama para pelajar dan mahasiswa serta dapat menambah jumlah tegakan pohon di Bumi,” ujar Dr. Firman.

Endri Bustami, mahasiswa Fakultas Kehutanan UMSB semester 5, menjelaskan launching awal dan penanaman dilakukan pada 9 Februari 2020. Kegiatan ini akan dilakukan oleh civitas akademika Fakultas Kehutanan, siswa SMA INS, dan para tamu undangan. Dijelaskan olehnya bahwa sebelumya Fakultas Kehutanan UMSB telah membentuk hutan Pendidikan di Kepulauan Mentawai pada tahun 2014-2015.

KKA UM Kendari Targetkan Pemberdayaan Masjid

Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK) kembali menyelenggarakan Kuliah Kerja Amaliah (KKA) periode XI tahun 2020. Sebanyak 198 mahasiswa dari 12 program studi akan melaksanakan KKA di 20 desa di Kecamatan Wawonii Utara, Kabupaten Konawe Kepulauan. Pada periode ini, KKA mengusung tema “Pemberdayaan Desa Berbasis Masjid dan Peningkatan Kualitas Lingkungan Masyarakat”. Kegiatan mahasiswa dipusatkan pada masjid-masjid di setiap desa.

Pembekalan mahasiswa dilakukan di Aula Gedung Baru UMK latai 4, Jumat-Sabtu (14-15/2). Dibuka oleh Wakil Rektor 1 UMK, Dr Ahmad Muhlis Nuryadi SPi, MSi berharap para mahasiswa dapat berkolaborasi dengan para pengurus masjid di desa.

“Jalinlah kerja sama dengan para pengurus masjid di daerah yang kalian tempati. Identifikasi dan selesaikan hambatan-hambatan yang terjadi pada daerah utamanya masjid,” pungkas  Dr Ahmad Nuryadi.