Pengumuman Seleksi Administrasi MSPP Batch III

Berdasarkan hasil penilaian dan seleksi administrasi oleh tim yang dibentuk oleh Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, maka kami beritahukan bahwa nama-nama terlampir dinyatakan:

L U L U S  S E L E K S I  A D M I N I S T R A S I

Peserta yang dinyatakan lulus akan diwawancarai melalui telepon antara tanggal 15-21 November 2019. Hal-hal terkait dengan pelaksanaan seleksi wawancara, akan diberitahukan melalui Whatsapp ke nomor handphone peserta yang lulus seleksi berkas administrasi.

Yogyakarta, 11 November 2019

Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah

 

Muhammad Sayuti, M.Pd., M.Ed., Ph.D.

NBM : 763796

Lampiran:

surat bisa didownlod di sini

PTMA Tingkatkan Mutu Akreditasi Unggul

PTM merasa sangat beruntung memiliki Majelis Diktilitbang. Ini tidak dimiliki PTS lain. Ini sangat membantu, karena Majelis bukan hanya memotivasi, melainkan membimbing dan membina PTM-PTM yang ada.
“Oleh karena itu, keberadaan Majelis perlu dimanfaatkan seoptimal mungkin,” demikian dikemukakan WR 1 Unismuh Makassar Dr. Ir. H. Abdul Rahim Nanda, MT dalam sambutan pada forum ceramah diadakan di Pusdiklat Unismuh, Bollangi, Senin (12/11). Ceramah yang diikuti PTM se-Sulsel dan Pimpinan Unismuh menghadirkan Prof Edy Suandi Hamid sebagai pembicara.
Salah satu contoh yang dikemukakan Dr Rahim adalah tentang akreditasi, yang sangat mendapatkan perhatian dari Majelis. Berbagai pelatihan dan pendampingan dilakukan agar memperoleh akreditasi Unggul.
“Sekarang kami di Unismuh, bergerak cepat. Hari ini pengumuman terakreditasi B, besok team mulai kerja lagi untuk menyiapkan reakreditasi supaya A,” ungkap WR 1 Unismuh ini.
Dalam kaitan persiapan APT Menuju A bagi Unismuh dikatakan, saat ini sudah 9 APS yang A. “Kita menargetkan paling lambat 2022 kita sudah reakreditasi, dan memperoleh akreditasi Unggul,” pungkas Dr Rahim Nanda. []RED

Peningkatan Mutu Adalah Akuntabilitas pada Umat

“Kata kunci SPMI adalah mutu atau kualitas, ketika kita berbicara mutu yang pertama adalah disiplin, termasuk dalam pengajuan APT dan APS, jangan sampai kita terlambat,” papar Prof Edy Suandi Hamid memberikan sambutan pada penutupan Sosialisasi SPMI di Hotel Sahid Raya, Kamis (7/11).

Ia melanjutkan, sebagai simbol mutu, PTMA harus menerapkan kedisiplinan dan tepat waktu. Prinsipnya, PTMA harus dengan serius dalam menyiapkan APT dan APS. Untuk mendapatkan hasil yang paling baik tidak bekerja asal selesai tapi bekerja optimal sesuai dengan daya dukung yang dimiliki. “Kalau kita sudah berdarah darah dan semaksimal mungkin, tapi hasilnya C selanjutnya tawakal to Allah.”

Meningkatkan mutu merupakan bagian dari akuntabilitas PTMA pada umat, yaitu pada masyarakat yang menitipkan anak-anaknya bersekolah di PTMA. Ia berpesan, PTMA harus berjuang keras untuk dapat berikan yang terbaik dengan cara meningkatkan akreditasi. “Jantung kita adalah akreditasi institusi dan program studi. Itu artinya kita berpikir, so what care we do? Apa yang harus kita kerjakan. Semoga kedepannya kita dapat bergerak untuk menuju perguruan tinggi yang unggul,” tutupnya.

Selain sosialisasi SPMI, kegiatan ini juga memfasilitasi PTMA untuk menkonsultasikan LKPT & LED yang disusun telah sesuai dengan Panduan Penyusunan LKPT dan LED IAPT 3.0 di Klinik Pendampingan APT PTMA.

Pelatihan Instruktur PTMA Wujudkan Kader Muhammadiyah Mumpuni

Kamis (7/11), Prof Lincolin Arsyad selaku Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah membuka rangkaian kegiatan Pelatihan Instruktur Perguruan Tinggi Muhammadiyah-’Aisyiyah (PI PTMA) angkatan V di Pusbang Muhammadiyah, Kaliurang. Bekerja sama dengan Majelis Pendidikan Kader PP Muhammadiyah, kegiatan ini akan berlangsung dari tanggal 7-10 November 2019.

Tujuan kegiatan ini ialah memperkuat ideologi kader Muhammadiyah sebagai penggerak dan inspirasi perkaderan di PTM masing-masing; meningkatkan kompetensi kader sebagai instruktur dalam mengelola dan melaksanakan perkaderan sesuai bentuk dan jenjangnya dalam Sistem Perkaderan Muhammadiyah; serta menyiapkan tim instruktur untuk mengelola dan melaksanakan perkaderan di PTM masing-masing.

Prof Lincolin dalam amanatnya menyampaikan bahwa salah satu latar belakang terselenggaranya kegiatan PI PTMA ialah adanya keresahan akan perkembangan kader Muhammadiyah. “Sekarang terjadi kelambatan perkembangan jumlah kader kita. Kita jangan bangga dengan jumlah PTMA yang banyak, jangan bangga jumlah sekolah yang banyak, tapi kita harus prihatin memikirkan siapa nanti yang akan menjalankan Perguruan Tinggi atau sekolah-sekolah tersebut dan termasuk di tingkat nasional. Ini merupakan keprihatinan kita bersama.”

Prof Lincolin lalu mengajak untuk bangkit bersama dalam menghadapi fenomena ini. Salah satunya ialah dengan memberdayagunakan asrama PTMA. Saat ini sekitar 40 PTMA telah memiliki asrama. Menurutnya, asrama tidak seharusnya hanya menjadi tempat tidur bagi para mahasiswa. Asrama merupakan tempat yang ideal untuk pengkaderan dan juga melatih kepemimpinan. Untuk itu dibentuklah asosiasi pengurus resmi yang disebut dengan ASLAMA (Asosiasi Pengurus Asrama). “Bahkan saya minta untuk di bawah wakil rektor. Agar bisa dikembangkan sungguh-sungguh,” tambahnya.

Di akhir, Prof Lincolin berharap melalui pelatihan ini bisa terlahir instruktur yang dapat mengelola perkaderan di Persyarikatan masing-masing kampus. Instruktur yang menghasilkan kader-kader yang mumpuni. Kader yang memiliki ideologi Muhammadiyah yang kuat tapi sekaligus memiliki kompetensi keilmuan, kader yang dapat menjadi pemimpin Indonesia di masa yang akan datang.

UMP Juara Umum Invitasi Olahraga

Minggu (3/11), Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menjadi Juara Umum Invitasi Olahraga oleh Kopertis Wilayah VI Jawa Tengah 2019. Bertempat di Universitas Muhammadiyah Semarang sebagai tuan rumah, kegiatan ini diikuti oleh dosen dan tenaga kependidikan di perguruan tinggi swasta se Jawa Tengah.

Cabang olahraga yang diikuti yaitu bulutangkis, tenis meja, dan tenis lapangan. Adapun pemain tenis lapangan yakni, Prof Sisunandar, Pambudi, Agung Miftahuddin, Suwarsito, Heri dan Tofi. Sementara pemain tenis meja yaitu, A. Darmawan, Suwarsito, Heri, Yoko, Pamujo, dan Endiyono.

Sambutan hangat diberikan oleh civitas akademika UMP atas keberhasilan ini. Anjar Nugroho selaku Rektor UMP mengucapkan selamat dan sukses. Anjar pun mengakui kemampuan hebat para pemainnya. Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan dan Al Islam Kemuhammadiyahan, Akhmad Darmawan MSI, mengungkapn rasa bangganya. “Alhamdulillah kerja keras para pemain dalam berlatih selama ini terbayar dengan meraih Juara Umum, selain itu keberadaan atlet-atlet terbaik UMP juga menjadi salah satu kunci sukses keberhasilan ini,” pungkas Akhmad.

Mahasiswa UM Bulukumba Raih Juara II LKTIN

Tim LKTIN Universitas Muhammadiyah Bulukumba meraih juara II Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional (LKTIN) di UIN Makassar, Senin-Rabu (28-30/10). Tim yang diketuai Sadri ini mengusung permasalahan mengenai agraria tanah Ulayat di Kecamatan Kajang beserta solusinya. Tim UM Bulukumba berhasil menyisihkan berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta dan masuk final bersama dengan lima tim lain.

Rektor UM Bulukumba menyatakan apresiasinya terhadap prestasi mahasiswa UM Bulukumba. Menurutnya kemenangan ini dapat membawa nama baik civitas akademika di kancah nasional. Selain itu, torehan ini juga dapat menjadi modal untuk menuju kegiatan yang lebih bergengsi seperti Program Kreativitas Mahasiswa.

Sebagai informasi, UM Bulukumba merupakan bentuk perubahan status dari Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Bulukumba. Perubahan status menjadi universitas resmi pada tanggal 21 Mei 2019.

Sosialisasi SPMI Terapkan Budaya Mutu Berkelanjutan

Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah mengadakan Sosialisasi Standar Penjaminan Mutu Internal (SPMI) 4.0 & Klinik Pendampingan Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) di Hotel Sahid Jaya Yogyakarta, Selasa (05/11). Dibuka langsung oleh Ketua Majelis Diktilitbang PPM Prof Lincolin Arsyad, kegiatan ini diikuti 100 peserta dari PTMA seluruh Indonesia.

Diadakan selama tiga hari, kegiatan ini bertujuan untuk mewujudkan PTMA yang unggul dengan menerapkan budaya mutu secara continuous improvement. Dalam sambutannya Prof Lincolin Arsyad memaparkan semangat penerapan SPMI ini perlu ditingkatkan. “Masalah teknis itu bisa dipelajari, namun spirit dan semangat untuk maju itu harus ditingkatkan untuk meningkatkan budaya akademik kita pula.”

Prof Lincolin Arsyad mengibaratkan, SPMI berjalan secara bersamaan dengan peningkatan akreditasi. Akreditasi bukan hanya tanggung jawab dari perseorangan atau jabatan tertentu saja. “Tanggung jawab akreditasi melibatkan seluruh sivitas akademika, dan semangatnya harus dijaga.” Ia melanjutkan, tiga kantor yang harus dipantau oleh rektor PTMA, yaitu kantor admisi yang berhubungan dengan naik dan turun jumlah pendaftar. Kedua, kantor penjaminan mutu, memantau mutu dan kualitas PTMA, dan ketiga yaitu Kantor Urusan Internasional (KUI) terkait kerja sama dan kegiatan yang berhubungan dengan internasional.

Prof Edy Suandi Hamid memaparkan, penerapan SPMI membutuhkan adanya pemimpin yang peduli yaitu pemimpin yang berkomitmen dan mempunyai intergritas. “Leader itu harus berikan contoh, punya akademik dan pendidikan yang bagus, harus memberikan uswatun hasanah,” tegasnya. Ia juga melanjutkan, penguatan SPMI merupakan kesadaran pada publik. “PTMA tidak hanya sekedar banyak mahasiswa yang mendaftar atau lulus. Namun PTMA juga harus mencerahkan dan dibutuhkan oleh publik,” lanjutnya.

Prof Lincolin Arsyad berpesan penerapan SPMI harus dibangun dengan kesadaran bersama untuk meningkatkan budaya akademik melalui penerapan SPMI dengan sebaik-baiknya. “Jika SPMI dapat berjalan dengan baik, insyaAllah SPME juga menjadi mudah,”tutupnya.

UM Purworejo Juara 1 Lomba Essay Nasional

Minggu (3/11), Universitas Muhammadiyah (UM) Purworejo memenangkan Lomba Essay Mahasiswa Pekan Ilmiah Fisika XXX tingkat nasional tahun 2019 di Universitas Negeri Semarang. Mengusung judul “EFI-Genset (Eco Friendly Generator Set) Teknologi Terbarukan Genset Ramah Lingkungan Sebagai Solusi Kelangkaan Bahan Bakar Fosil bagi Perahu Nelayan”, tim dari Program Studi Fisika UM Purworejo meraih juara 1.

Beranggotakan Muhammad Masyuruhan, Putri Wira Anjani, dan Singgih Priyanto, tim ini sudah berkompetisi sejak tanggal 2 November melawan tim-tim dari perguruan tinggi lain di Indonesia.

Diungkapkan oleh dosen pembimbing, Umi Pratiwi, SSi, MSc, bahwa sebenarnya ada dua tim dari Prodi Fisika UM Purworejo yang lolos hinga tahap presentasi. Satu dari dua tim tersebut berhasil keluar menjadi juara 1.

Dr Abid Djazuli: Ditunggu Karya Inovatif Alumni UMP

Bertempat di OPI Convention Center, sebanyak 1241 mahasiswa, D3, S1, dan S2 UM Palembang diwisuda, Kamis (31/10). Wisuda dilakukan oleh Rektor UMP Dr Abid Djazuli, dan dihadiri Waket Majelis Diktilitbang Prof Edy Suandi Hamid, Wagub Sumsel Ir Mawardi Yahya, Ketua L2Dikti wil 2 Prof Slamet Widodo, serta unsur dari PWM, BPH, dan Senat UMP.
Dalam sambutannya Dr Abid mengharapkan agar para lulusan UMP tetap menjaga nama baik UMP yang beberapa tahun terakhir mengalami perkembangan yang pesat. Berbagai pembangunan fisik dilakukan, dan secara akademik juga terus meningkat dengan berbagai perolehan akreditasi prodi dengan nilai Unggul. Ini akan menjadi modal menuju APT Unggul, yang diharapkan mewujud beberapa tahun ke depan.

“Kepada saudara–saudara yang hari ini diwisuda, saya ingin mengingatkan bahwa bangsa Indonesia telah menunggu karya-karya inovatif saudara, sebagai alumni UMPalembang saudara harus mampu bersaing dalam tatanan global. Untuk itu anda harus tetap belajar dan mengembangkan ilmu pengetahuan yang telah di dapat selama menempuh pendidikan dikampus UMPalembang” ujar Abid Djazuli.

Sementara itu Prof Edy Suandi Hamid, mengucapkan selamat dan sukses kepada lulusan alumni Universitas Muhammadiyah Palembang yang telah diwisuda hari ini.  “Tantangan saudara yang diwisuda semakin berat, revolusi industri 4.0 menjadikan saudara harus meningkatkan kemampuan mengakses teknologi. Karena semua akses dunia pekerjaan melalui teknologi” jelasnya.

Wagub Sumsel Ir Mawardi juga memberikan motivasi kepada para alumni agar selalu kerja keras dan tidak tergantung lagi dari keluarga. “Saudara sudah sarjana. Harus berani menghentikan segala bantuan dari keluarga. Saudara sudah nemiliki modal ilmu pengetahuan, dan harus berani hidup mandiri,” kata Wagub Sumsel ini. []RED

Peresmian BI Corner di UM Purworejo

Peresmian Bank Indonesia (BI) Corner di Perpustakaan UM Purworejo dilakukan langsung oleh Deputi Gubernur BI, Dr Sugeng, Kamis (31/10). BI Corner merupakan pojok baca yang menyediakan buku dan referensi seputar BI, buku-buku ekonomi, binis, ataupun perbankan. Pojok baca ini merupakan bantuan dari BI dan telah tersebar di perpustakaan Indonesia.

Dr Sugeng berpesan kepada UM Purworejo agar BI Corner dapat dijaga keberadaanya. “Diharapkan BI Corner bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memperluas pengetahuan,” tambah Dr Sugeng.

Ucapan terima kasih disampaikan oleh Dr Rofiq Nurhadi MAg selaku rektor UM Purworejo atas bantuan perpustakaan yang telah diberikan. “Semoga ke depan UM Purworejo dapat mewujudkan kerja sama yang baik dengan Bank Indonesia melalui berbagai program yang sejalan dengan visi misi universitas,” ujar Dr Rofiq.