Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah

CSpR Dekontruksi CSR dengan Teologi Al-Ma’Un

Dalam melakukan penelitian, minimal ada tiga motivasi agar penelitian dapat berjalan dengan baik, yaitu kesadaran diri, Gairah Islamisasi Pengetahuan, dan Pengalaman Penelitian. Demikian paparan Dr Rismawati Sudirman saat menjelaskan hasil penelitiannya yang berjudul “Konsep Coorporate Spiritual Responsibility: Sebuah Dekonstruksi atas Konsep Coorporate Social Responsibility dengan Teologi Al-Ma’un” di Gedung PP Muhammadiyah Cik Ditiro, Rabu (23/01).

Berbeda dengan konsep CSR lainnya, Dr Rismawati berani melahirkan konsep baru dengan nuansa spirutual. “Adanya nilai kapitalistik dalam CSR ini menjadi salah satu tujuan saya untuk memperdalam penelitian ini.” Baginya, CSR saat ini hanya menjadi voluntary sehingga nilai kapitalis ini membelokan arah CSR sebagai tanggung jawab sosial menjadi upaya iklan dalam mem-branding perusahaan atau institusi yang berkaitan.

Ketertarikannya terhadap ruh yang dibawa Muhammadiyah yaitu surah Al-Ma’un, Dr Rismawati memulai penelitiannya dengan satu pertanyaan Bagaimana Konsep CSR berbasis Teologi Al-Ma’un?. “Informan saya ambil dari tiga amal usaha Muhamamdiyah, yaitu Panti Asuhan Muhammadiyah (sosial base), Rumah Sakit ‘Aisyiyah Klojen Malang (Sosial Profit Base), dan PT Tiga Cahaya Utama (Profit Oriented).”

Tujuan dari penelitian ini yaitu menjadikan Al-Ma’un sebagai bahan baku untuk membangun satu konsep yang baru dengan alat ulil albab yang membangun Corporate Spiritual Responsibility. “Konsep Al-Ma’un ini akan melahirkan keseimbangan antara ibadah ritual dan ibadah sosial, karena orang yang hanya melakukan ibadah ritual saja itu juga dianggap sebagai pendusta agama,” pungkas dosen Universitas Muhammadiyah Palopo ini.

Konsep CSR berbasis Teologi Al Ma’un ini kemudian disebut dengan Konsep Corporate Spiritual Responsibility (CSpR). “Penelitian ini memformulasikan konsep CSpR sebagai tanggung jawab perusahaan untuk hidup dan menghidupi dirinya, manusia dan alam semesta dalam aktivitas bisnis yang berakhlakul karimah sebagai jalan kembali kepada Allah SWT dan wujud conta kepadaNya”.

Diakhir, Dr Rismawati ingin kembali menyadarkan bahwa konsep CSpR ini menjadi panduan dalam menjalani kehidupan yang diridhoi Allah. “Al Quran memberikan inspirasi dan panduan dalam berkehidupan, tentang diri, tentang tuhan, kenabian, kerasulan, kebijakan, kejahatan serta hal lain seputar kehidupan manusia”.

Turut hadir, Prof Lincolin Arsyad selaku ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Nurhadi S.Sos MSi PhD selaku penanggap dari Wakil Dekan Fisipol UGM, dan Ahmad Ma’ruf SE MSi selaku Moderator sebagai Wakil Ketua MPM PP Muhamamdiyah serta 20 peserta diskusi.

Mahasiswa UMMI Jadi Legislator Senayan Sehari

Senin (20/1), mahasiswa Prodi Ilmu Adminisreasi Publik Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) belajar menjadi legislator senayan di Gedung Senayan DPR RI, Jakarta. Ratusan mahasiawa ini mengikuti simulasi persidangan yang dipimpin oleh anggota DPR RI Komisi XI, Heri Gunawan. Tak hanya itu, mereka juga melakukan room tour di ruang komisi XI, museum DPR, dan ruang pelantikan.

Dian Purwati selaku Ketua Prodi Ilmu Administrasi Publik UMMI menerangkan bahwa kegiatan ini merupakan wujud dari praktikum simulasi kunjungan. Melibatkan 195 mahasiswa, diharapkan para mahasiswa dapat lebih memahami peran dan fungsi lembaga legislatif utamanya dalam menentukan sebuah kebijakan publik.

Sementara itu Heri Gunawan melihat kegiatan ini akan sangat bermanfaat bagi mahasiswa. “Seperti yang kita tahu terkadang apa yang didapat dari belajar di perkuliahan berbeda dengan yang di lapangan. Ada proses dinamika antara dunia pendidikan dan dunia praktik,” ujar Heri.

ITB Ahmad Dahlan Bersama MUI Gelar Seminar Ekonomi Pra Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) ke-VII 2020

Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan (ITB-AD) bekerjasama dengan Majelis Ulama Indonesia menyelenggarakan Seminar Ekonomi Pra Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) ke-VII tahun 2020. Bertemakan Arus Baru Ekonomi Indonesia : Problematika, Cita-Cita, dan Strategi Ekonomi Dalam Penguatan Arus Baru Ekonomi Umat Islam di Era Revolusi Industri 4.0. Kegiatan tersebut bertempat di Ruang Syahrir Nurut, ITB-AD Kampus Ciputat pada Senin (20/01).

Dalam pidatonya Dr. H. Anwar Abbas mengatakan, “Hubungan umat Islam dan negara selalu ada masalah, hal ini terjadi karena masih ada ketidakadilan. Umat Islam harus maju, sejahtera, dan kaya. Persoalan hari ini adalah mental, mentality umat Islam harus berubah, umat Islam harus hijrah, jangan bermental karyawan, harus berpikir bagamaina mampu membuka lapangan pekerjaan dengan menjadi entrepreneur, hijrah umat Islam bukan sekedar hijrah dari mekkah ke madinah, bukan secara geografis tapi secara mental. Kenapa umat Islam terbelakang? Karena umat Islam meninggalkan agamanya. Untuk menjadi negara yang maju dan beradab maka umat Islam harus kembali kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah tidak boleh meninggalkan agama dalam setiap aktivitasnya.”

Dalam pemaparannya, Dr. Hendri Saparini mengatakan bahwa Indonesia memiliki permasalahan nasional yang harus segera diselesaikan terlebih lagi soal kesejahteraan dan itu harus menjadi agenda bersama. “Harus ada keberpihakan pemerintah, apa yang selama ini telah dilakukan pemerintah, perlu ada kebijakan-kebijakan keberlanjutan untuk bisa menyelesaikan permasalahan kesejahteraan bagi masyarakat,” terangnya.

Dr. Arif Budimanta menjelaskan bahwa ekonomi Indonesia harus bertransformasi untuk mewujudkan cita-cita tahun 2045, satu abad Indonesia merdeka. “Saat ini Indonesia telah menjadi negara maju, memiliki pendapatan mencapai Rp. 320 Jt per kapita per tahun, produk domestic bruto (PDB) Indonesia mencapai US$ 7 Triliun dan masuk 5 besar ekonomi dunia dengan kemiskinan mendekati nol persen. Momentum kemajuan ekonomi Indonesia sudah ada dan akan terus diupayakan,” tuturnya.

Lebih lanjut, Arif mengatakan, “Setidaknya ada 5 pilar utama kebijakan transformasi ekonomi yang harus dilakukan. Pertama, optimalisasi pembangunan infrastruktur kedua, minimalisasi ketergantungan terhadap modal asing jangka pendek ketiga, konfigurasi investasi untuk mendukung pertumbuhan. Keempat, penguatan implementasi kebijakan pemerataan ekonomi dan yang terakhir efisiensi pasar tenaga kerja dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).”

Dr. Mukhaer Pakkanna menyampaikan bahwa terjadinya intoleransi dan ketidakadilan karena urusan kesejahteran. Oleh karena itu fakta-fakta ketidakadilan dan intoleransi ekonomi harus diamputasi.

“Sikap intoleran, lazimnya terjadi karena kebijakan yang diproduksi oleh aparatur negara telah bersikap tidak adil bagi bangsanya sendiri. Arus  baru ekonomi Indonesia sesungguhnya mengembalikan rel ekonomi ke habitatnya ekonomi tanpa diskriminasi, tanpa segregasi, tanpa stereotype, tanpa stigma, tanpa favoritisme yaitu ekonomi pancasila,” ujar Mukhaer.

Sementara itu, Azrul Tanjung berharap kegiatan Seminar Ekonomi Pra Kongres Umat Islam Indonesia Ke VII tahun 2020 ini dapat menghasilkan sebuah ide gagasan yang bisa dibawa dalam kongres. Sehingga Kongres Umat Islam Indonesia dapat memberikan masukan kepada pemerintah khususnya presiden. Termasuk mengusung sebuah konsep perekonomian nasional, supaya ekonomi Indonesia tidak lari dari cita-cita Undang-Undang Dasar 1945 khususnya Pasal 33.

Pembekalan Praktik Kebidanan Komunitas UM Banjarmasin

Dalam rangka program Praktik Klinik Kebidanan Komunitas TA 2019/2020, 33 mahasiswa Prodi D-3 Kebidanan Fakultas Keperawatan dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Muhammadiyah Banjarmasin mengikuti pembekalan Praktik Kebidanan Komunitas, Jumat (17/1). Kegiatan yang diikuti oleh mahasiswa semester 5 ini akan dilaksanakan di Desa Biih, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar.

Muhsinin Ns MKep Sp Anak selaku Wakil Dekan 1 Bidang Akademik FKIK memaparkan tujuan dari pembekalan ini ialah pemantapan persiapan bagi para mahasiswa. Beberapa aspek yang harus diperhatikan sebelum terjun ke masyarakat seperti aspek pengetahuan, keterampilan, atau pun sikap harus dipersiapkan sebaik mungkin.

Tak lupa Muhsinin menyampaikan kepada para mahasiswa untuk selalu menjaga nama baik universitas. “Akhlakul karimah yang telah dibekalkan di mata kuliah AIK untuk dilaksanakan. Jadikan juga kesempatan ini sebagai ladang dakwah,” pungkas Muhsinin.

Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah

STKIP MBB Layak jadi Universitas

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah II Profesor Slamet Widodo memberikan bimbingan teknis kepada dosen di Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Muhammadiyah Bangka Belitung, Jumat (17/01). Profesor Slamet Widodo dalam kesempatan itu memberikan motivasi kepada pada dosen agar terus meningkatkan kinerjanya sebagai dosen.

Profesor Slamet berpesan agar dosen terus meningkatkan jumlah penelitiannya, pengabdian kepada masyarakatnya dan luaran yang dihasilkan dari penelitiannya. Beliau juga menantang dosen-dosen untuk segera melanjutkan jenjang pendidikannya ke tingkat doctor. “Jadi dosen itu harus professional, harus punya jenjang akademik dan tingkatkan selalu penelitiannya,”tegasnya.

Dalam kesempatan itu ia juga berharap agar STKIP Muhammadiyah Bangka Belitung bisa segera berubah menjadi universitas. “Saya akan dorong terus agar kampus ini segera menjadi universitas, nanti buka program-program yang memang diminati oleh masyarakat seperti PAUD, Pendidikan Profesi bahkan kedokteran, saya ingin ada fakultas kedokteran di Pangkalpinang ini yang dibuka oleh kampus swasta,”paparnya.

Sebelum memberikan arahan Profesor Slamet sempat mengelilingi kampus STKIP MBB untuk melihat kesiapan menjadi universitas. “Setelah saya keliling-keliling tadi saya lihat kampus ini sudah layak menjadi universitas, kampusnya sudah bagus dan layak,”tandanya.

Dalam kesempatan tersebut Ketua STKIP MBB Dr Asyraf Suryadin menyatakan sangat berharap kampus ini segera berubah menjadi universitas. Kegiatan ini dihadiri oleh Pimpinan Pengurus Wilayah Harian STKIP MBB, Hasan Rumata dan Warsangka, jajaran pimpinan dan Kaprodi, para kepala lembaga dan juga dosen dari STKIP MBB.

STKIP Muh Babel, Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah

Guru Harus Siap Hadapi Perubahan Era Disrupsi

Guru Besar Psikologi yang juga putra daerah, Prof Djamaluddin Ancok mengajak guru-guru di Bangka Belitung untuk siap menghadapi perubahan menghadapi era disrupsi. Hal ini disampaikan Djamaluddin Ancok Saat menjadi pembicara seminar pendidikan di Auditorium Lantai 4 STKIP Muhammadiyah Bangka Belitung, Jumat (17/1) sore.

“Guru, sekolah, perguruan tinggi bahkan negara itu harus inovatif kalau tidak mau hancur, dunia sudah berubah, maka kita juga harus siap menghadapi perubahan itu. Kita harus terus belajar kalau tidak berubah akan ketinggalan zaman,” terangnya. Dikatakan putra kelahiran Menduk Bangka ini bahwa perubahan ini terjadi dalam berbagai hal, bahkan diperkirakan tahun 2040 dunia sudah berubah dimana semua pekerjaan sudah dilakukan secara otomatis, maka saat ini tugas guru adalah menyiapkan generasi masa depan dengan baik.

“Saat ini siswa lebih tau dari kita, digitalisasi dimana-mana kalau kita terlambat maka kita akan ketinggalan,” tandasnya. Maka menjadi guru harus mampu memberikan makna dalam pengajarannya, guru juga harus mampu menjalin kerjasama dengan orang lain dan guru juga harus bisa memberikan motivasi kepada siswanya. “Guru harus bisa memotivasi anak untuk bisa hebat dalam hal apapun, maka guru yang seperti ini akan menjadi guru yang menarik,” tambahnya.

Dikatakan dosen UGM ini bahwa tidak ada anak yang nakal, senakal-nakalnya anak kalau gurunya bisa membimbing maka dia akan menjadi orang hebat. Lebih lanjut ia mengutip hadist yang menyatakan bahwa setiap anak dilahirkan dalam kondisi fitrah (bersih), maka guru tidak boleh berburuk sangka kepada siswa. “Jika ada anak yang nakal mungkin saja di rumahnya ada masalah karena tidak ada anak yang nakal maka guru harus selalu berprasangka baik kepada anak,” tandasnya. Dalam kesempatan tersebut juga diputarkan beberapa film yang terkait dengan perubahan yang terjadi di dunia dan film tentang bagaimana perjuangan guru dalam menghadapi anak-anak nakal dalam kelasnya namun kemudian ia sukses mengubah anak-anak tersebut menjadi anak-anak yang baik.

Seminar ini diselenggarakan oleh PGRI bekerja sama dengan Asosiasi Dosen Indonesia (ADI) Bangka Belitung yang diikuti oleh kurang lebih 500 guru dan dosen dari berbagai daerah di Bangka. Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua ADI Babel Asyraf Suryadin, Ketua Dewan Pendidikan Bangka Belitung Prof Bustami Rahman, Ketua PGRI Babel, Kunlistiani dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang Iwansyah dan tokoh-tokoh pendidikan dari berbagai daerah.

Pengumuman Seleksi Administrasi Beasiswa Ilmu Falak dan Ilmu Astronomi 2020

Berdasarkan hasil seleksi administrasi yang telah dilakukan tim Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, maka dengan ini kami beritahukan bahwa nama-nama terlampir dinyatakan:

LOLOS  SELEKSI  ADMINISTRASI

Peserta yang dinyatakan lulus diwajibkan untuk mengikuti seleksi tahap II atau wawancara yang akan diselenggarakan pada tanggal 15-22 Januari 2020. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Sdr. Hakim (085741405046)

Yogyakarta, 15 Januari 2020

Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah

 

Muhammad Sayuti, M.Pd., M.Ed., Ph.D.

NBM : 763796

Lampiran:

surat bisa didownlod di sini

KKN UM Purworejo Prioritaskan Daerah Rawan Bencana

“Yang digali atau yang dimantapkan adalah jiwanya, pemikirannya atau SDM-nya, karena pengalaman kalau pembangunan fisik tanpa diikuti oleh SDM-nya nantinya setelah fisiknya dibangun, rusak, sudah tidak bisa bangun lagi. Semoga kehadiran mahasiswa dapat memberdayakan masyarakat,” jelas Anas Naryadi M.M selaku Sekretaris Dinas mewakili Kepala Dinas dan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Purworejo dalam pembekalan peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2020 Universitas Muhammadiyah (UM) Purworejo, Kamis (9/1). Lebih lanjut pihaknya menilai masih banyak dana desa atau dana-dana lainnya yang digunakan desa di Purworejo untuk pembangunan fisik saja.

Mengusung tema “Mitigasi Bencana Berbasis Kearifan Lokal”, KKN 2020 UM Purworejo memprioritaskan daerah rawan bencana khususnya wilayah Purworejo dan Kebumen bagian selatan. Sebanyak 701 mahasiswa yang dikelompokkan dalam 37 kelompok akan memulai kegiatan KKN pada tanggal 29 Januari-27 Februari 2020 di Kabupaten Kebumen dan 30 Januari-28 Februari 2020 di Kabupaten Purworejo.

Dalam pembekalan tersebut, turut hadir Kepala Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Bappeda Kabupaten Kebumen, Ahmad Aminudin Wahid, S.T. Menurutnya sebagai sebagai kawasan rawan bencana, Kabupaten Kebumen memerlukan banyak ide-ide baru dalam menangani bencana. “Salah satu upaya mitigasi bencana daerah Kebumen yang paling cepat adalah dengan penanaman pohon bambu dan pohon bakau di daerah pesisir pantai. Selain itu mitigasi penyesuaian cara hidup seperti membuat kolam penampungan untuk daerah-daerah yang rawan banjir,” ungkapnya.

Liburan Produktif di UM Ponorogo

Universitas Muhammadiyah Ponorogo sukses menyelenggarakan Holiday Programs Life Skill. Diselenggarakan dari Kamis-Jumat (26/12-3/1), peserta merupakan pelajar Sekolah Menengah Atas sederajat yang tengah menjalani liburan. Kegiatan ini bertujuan untuk memanfaatkan hari libur dengan produktif.

Beberapa kelas-kelas workshop dengan materi life skill terapan yang up to date ditawarkan. Kelas-kelas ini dilaksanakan secara gratis dan para peserta bebas memilih. Beberapa kelas di antaranya adalah kelas entrepreneur, kelas advokasi kebijakan publik, public relation, kelas peradilan semu, kelas vlogger dan youtuber, kelas tanggap bencana, kelas jurnalistik, kelas fotografi, kelas cinematografi, kelas start up, dan kelas kelas trading saham.

Kelas-kelas tersebut tidak hanya memberikan materi secara teori tapi juga secara praktik. Seperti pada kelas peradilan semu, peserta dapat melihat secara langsung praktik peradilan dalam ruang sidang yang diperagakan mahasiswa Fakultas Hukum. Setelah selesai menjalani program para peserta mendapatkan sertifikat yang dapat digunakan untuk melengkapi portofolio.

Pengabdian UMY Kembangkan Promosi Kerajinan dan Wisata Banjarharjo 1

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melakukan Program Pengabdian Masyarakat melalui fasilitasi promosi potensi ekonomi masyarakat desa Muntuk, Dlingo, Bantul dalam produk kerajinan yang diintegrasikan dengan potensi wisata. Hal ini disampaikan ketua tim 96 Kuliah Kerja Nyata (KKN) UMY, Miftahul Fawwaz (13/1). “Dusun Banjarharjo 1 yang menjadi lokasi KKN kami memiliki potensi besar di bidang kerajinan kayu dan bambu dimana banyak warga yang bekerja di sektor ini,” jelas mahasiwa Akuntansi UMY ini.

Program KKN ini terintegrasi sebagai program pengabdian masyarakat UMY di Banjarharjo 1. Dosen Ilmu Komunikasi UMY, Dr. Fajar Junaedi menyebutkan kegiatan pengabdian ini merupakan implementasi dari catur darma UMY sebagai bagian dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah.

Wakhid Widadi, kepala dusun Banjarharjo 1 mengharapkan agar tim UMY bisa berkelanjutan dalam mempromosikan kerajinan Banjarharjo 1. Menurut Wakhid, Banjarharjo 1 bisa dikembangkan menjadi sentra kerajinan yang menyediakan produk kerajinan warga desa Muntuk untuk dijual kepada turis. Lokasi Banjarharjo 1 merupakan jalur utama wisatawan dari Mangunan dan Puncak Becici sehingga potensial dikembangkan adanya sentra kerajinan dan promosinya. “Diharapkan dengan sentra produk kerajinan, wisatawan mampir dan membeli produk kerajinan bambu dan kayu dari warga,” imbuh Wakhid.

Produk kerajinan bambu dari Banjarharjo 1 di antaranya adalah tampah, tambir, tempat tisu, tempat pensil, gorong-gorong, tudung saji, piring bambu, dan vas bunga. Selain kerajinan dari bambu, Banjarharjo 1 juga merupakan penghasil meja kursi kafe, kitchen set, pintu, jendela dan meja rias. “Produk kerajinan ini akan kami promosikan melalui digital marketing yaitu website, media sosial, dan branding,” jelas Fawwaz tentang metode promosi yang dilakukan tim KKN UMY untuk mendorong kemajuan produk kerajinan di Banjarharjo 1 di market place.