UM Metro Tuan Rumah Pendampingan Akreditasi Unggul

Pendampingan Akreditasi Unggul Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) regional Sumatera diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Metro, (12-13/10). Berlangsung di aula Gedung Hubungan Internaional UM Metro, acara diikuti oleh puluhan peserta dari UM Sumatra Barat, UM Bengkulu, UM Palembang, UM Kota Bumi, UM Pringsewu, UM Lampung, dan UM Metro

Hadir sebagai narasumber ialah Prof. Dr. Ir. Siti Muslimah Widyastuti, M.Sc., dan Saepudin Nirwan, S.Kom., M.Kom. Materi yang disampaikan mengenai akreditasi perguruan tinggi, klinik pengisian borang LKPT-APT, klinik pengisian borang LED-APT, serta perumusan hasil klinik dan rencana tindak lanjut.

Dr. Budhi Akbar, M.Si., sebagai perwakilan dari Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah membuka acara tersebut. Dalam sambutannya, Dr. Budhi mengingatkan kepada para PT untuk mempersiapkan instrumen Akreditasi Perguruan Tinggi sejak jauh-jauh hari. Begitu pun dengan memastikan bahwa apa yang sudah dipersiapkan sudah masuk dalam indikator penilaiaian Badan Akreditas Nasional Perguruan Tinggi. “Dan Bapak, Ibu dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah harus terus mengembangkan instrumen akreditasi melalui lembaga penjaminan mutunya (LPM), karena IAPT yang dibuat oleh Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah adalah sebagai standar minimal,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Drs. Jazih Ahmad, M.Pd berharap pendampingan oleh Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah ini bisa membuat PTMA semakin maju dan unggul. Menurutnya dengan adanya akreditasi unggul, masyarakat akan lebih antusias untuk bergabung bersama kita. Oleh karenanya Drs. Jazih menganjurkan untuk memanfaatkan kegiatan semaksimal mungkin.

Mahasiswa UMG Ikuti Pesantren Kilat Baitul Arqam

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) mengikuti agenda wajib Pesantren Kilat Baitul Arqam (PKBA) sejak tanggal 5-27 Oktober 2019. Dilaksanakan di Hall Sang Pencerah UG lantai 8 Kampus 1, kegiatan ini hanya diadakan pada hari Sabtu dan Minggu saja.

Mengusung tema “Optimalisasi Nilai Kemuhammadiyahan untuk Membenruk Mahasiswa yang Anggun dalam Moral dan Unggul dalam Intelektual”, diharapkan mahasiswa dapat mengenal Muhammadiyah secara optimal baik dari segi ideologi maupun praktik ibadah.

Sebanyak 1500 mahasiswa yang mengikuti kegiatan PKBA terbagi menjadi 6 gelombang. Gelombang ganjil dilaksanakan pada hari Sabtu sedangkan gelombang genap diadakan pada hari Minggu.

STKIP Muh Enrekang Siap Jadi Universitas

STKIP Muhammadiyah Enrekang terus melakukan pembenahan untuk perubahan status menjadi Universitas. Sejak Januari 2019 lalu STKIP Muh Enrekang telah melewati tahapan awal hingga administasi pengusulan yang dilakukan secara daring (online) melalui laman kemenristekdikti.

Menurut Baharuddin, S.Pd.,M.Pd. selaku Ketua Tim Percepatan STKIP Muhammadiyah Enrekang Menuju Universitas, persiapan usulan perubahan bentuk sudah cukup matang. “Terkait usaha perubahan bentuk STKIP Muhammadiyah Enrekang menjadi universitas, saat ini kami tinggal menunggu jadwal visitasi lapangan dari Kemenristekdikti,” ucap Baharuddin, Kamis (10/10).

Sudah beberapa bulan terakhir ini, kami terus melakukan pembenahan terutama yang terkait dengan sarana dan prasarana, misalnya pengadaan laboratorium, ruangan dosen, ruangan perkuliahan serta sarana penunjang lainnya, tambahnya.

Menurut Baharuddin, untuk berubah bentuk menjadi universitas, STKIP Muhammadiyah Enrekang mengusulkan empat program studi baru jenjang sarjana (S1) yaitu; Teknik Sipil, Agroteknologi, Perpustakaan dan Sains Informasi serta Bio Kewirausahaan.

Ditempat yang berbeda, Ketua STKIP Muhammadiyah Enrekang, Drs. Yunus Busa, M.Si. memaparkan, pihaknya telah melakukan banyak hal dalam rangka menyambut visitasi perubahan bentuk STKIP Muhammadiyah Enrekang menjadi Universitas. “Kami sudah siap divisitasi, kami sudah melakukan pelbagai persiapan dalam rangka menyambut tim asesor perubahan bentuk dari Kemenristekdikti”, katanya.

Bahkan, sambung Yunus, pihaknya juga sudah mempersiapkan segala hal sampai yang sifatnya teknis, seperti pembenahan sarana perkuliahan, pengadaan laboratorium termasuk juga melakukan studi banding di UMS Rappang beberapa waktu yang lalu.

“B-Pack” Hantar Mahasiswa Unimus Raih Prestasi Internasional

Mahasiswa S-1 Pendidikan Kimia Universitas Muhammadiyah Semarang meraih medali perunggu dalam “World Invention Competition and Exhibition” di Malaysia, (2-6/10). Tim yang terdiri dari Miftakhul Hidayati, Nur Faridatus So’imah, Rista Ni’matul Maula, dan Destyana Larasati berhasil menyisihkan 139 tim dari 8 negara termasuk Indonesia, Malaysia, Turkey, Amerika Serikat, Korea Selatan, Thailand, Vetnam dan Philippine.

Melalui project  berjudul “Helps Save Your Life from Hypertension with B-Pack (Bittern Salt Package) Product” Miftakhul dan teman-teman membuat produk dari bittern (limbah air garam) rendah natrium (40% less sodium salt) terdiri dari 4 produk bernama “Lessosa” (less sodium salt, b-ion water, salt scrub, dan bath salt) yang dapat dimanfaatkan oleh penderita hipertensi. Produk kreasi ini mampu menurunkan tekanan darah dan meningkatkan relaksasi penderita hipertensi.

Miftakhul memaparkan bahwa inovasinya telah diuji di laboratorium dan terbukti signifikan menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik. Riset dilakukan dengan menggunakan garam rendah sodium (less sodium salt) 2000mg tiga kali sehari dan mengonsumsi “B-Ion Water”sebanyak 1500mg setiap hari diimbangi dengan relaksasi ekstra menggunakan scrub garam dan rendaman garam mandi 20 menit selama 30 hari pada subjek hipertensi.

Fitria Fatichatul Hidayah, SSi, MPd selaku dosen pembimbing berharap produk B-Pack dapat dikembangkan lagi dengan melakukan berbagai riset tambahan agar diperoleh diversifikasi produk dan temuan ini tidak terhenti di kompetisi saja. “Selain itu diharapkan temuan ini dapat memberikan tambahan penghasilan bagi petani garam karena selama ini bittern tidak termanfaatkan,” ujarnya.

Modifikasi Penyimpanan Cabai

Mahasiswa Umsida berhasil raih juara KTI Nasional dalam lomba Karya Tulis Ilmiah Teknologi Tepat Guna Tingkat Nasional, Senin (7/10). Diselenggerakan oleh UM Jakarta dan Asosiasi Prodi Teknik Mesin Muhammadiyah ini diikuti 6 kelompok dari Universitas Muhammadiyah se- Indonesia.

Mengusung judul Chili Box Storage, Achmad Jakfar Fakhruhrozi dan Zyahdo Nikri Jofalo memodifikasi box penyimpanan sehingga dapat menyimpan cabai lebih awet dan tahan lama. “Cabai menggunakan 3 lapisan yakni aluminium, coolpack, styrofoam, dan plastik fiberglas,” pungkasi Zyahdo.

Diakhir, Zyahdo mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaiannya saat ini, “Senang dan bangga karena bisa membawa nama Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Sidoarjo ke event tingkat nasional, selain itu tidak lupa tetap bersyukur karna semua hanyalah milik Allah,” ujarnya.

Bahasa Indonesia jadi Bahasa Kedua Akademik di Al-Azhar

Universitas Muhammadiyah Surakarta bersama Universitas Gadjah Mada dan UIN Maulana Ibrahim Malang menjadi stakeholder utama penyedia SDM pengajaran Bahasa Indonesia di Universitas Al-Azhar.

Tergabung dalam Konsorsium Pengajaran Bahasa Indonesia, ketiga perguruan tinggi tersebut digandeng oleh Universitas Al-Azhar untuk membuka prodi Bahasa Indonesia pada Fakultas Bahasa dan Terjemah yang diinisiasi oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Kairo Usman Syihab.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Al-Azhar atas kepercayaannya mendapuk bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua akademik,” ujar Helmy Fauzi selaku Duta Besar RI untuk Kairo melalui press release yang kami terima. Ia melanjutkan tujuan utama pengajaran Bahasa Indonesia di Al-Azhar adalah bahwa bahasa Indonesia banyak digunakan oleh mayoriyas bangsa Asia Tenggara, di mana mayoritas penduduknya beragama Islam.

Kunjungi STIKES Muh Banda Aceh, Muhammad Sayuti Berikan Pembinaan

“Di Muhammadiyah kita melakukan pengabdian yang mengedepankan ibadah,” papar Muhammad Sayuti saat berkunjung ke STIKES Muh Banda Aceh pada Kamis (03/10).

Di hadapan Dosen dan Tenaga Pendidik STIKes Muh Banda Aceh, Sayuti melanjutkan, PTMA yang baru berkembang harus meningkatkan motivasi dan inovasinya dengan cara memperkuat hubungan dengan PTMA yang sudah lebih banyak pengalamannya. “Selalu mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh Muhammadiyah dan ortonom. Untuk pembinaan selanjutnya Majelis Diktilitbang bersedia untuk mengirimkan narasumber,” lanjutnya.

Di akhir, Ketua STIKES Muhammadiyah Banda Aceh Dr. Eulisa Fajriana M.Kes mengucapkan terima kasih atas kunjungan yang dilakukan serta adanya izin mengenai perubahan dari Akbid Muhammadiyah Aceh menjadi STIKes Muhammadiyah Aceh. “Terima kasih banyak atas kunjungannya, untuk pembinaan selanjutnya, kami berharap adanya pembinaan mengenai institusi dan peningkatan SDM untuk STIKes ke depannya.” tutupnya.

UM Magelang, Layanan Pusat Karir Bekal Hadapi Dunia Kerja

Senin (7/10), Lembaga Pengembangan Mahasiswa dan Alumni (LPMA) Universitas Muhammadiyah (UM) Magelang, mengadakan layanan pusat karir bagi mahasiswa di Aula Rektorat Lantai 3 UM Magelang. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mempersiapkan lulusan yang siap bersaing di dunia kerja. Mengusung tema “Mengenal Dunia Kerja”, LPMA bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja Kota Magelang.

Sebanyak 167 mahasiswa semester 7 mengikuti agenda tersebut dengan antusias. Kepala Disnaker Kota Magelang, Gunadi Wirawan SH mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya kegiatan ini bisa menjadi bekal untuk menghadapi dunia kerja.

Sementara itu, Dr Riana Masha, M.Si, Psi, sebagai narasumber memberikan kiat-kiat dalam melamar perkerjaan. Hal pertama yang harus dilakukan ialah memilih perusahaan yang diminati, lalu memilih sesuai minat dan keahlian, kemudian yang  terakhir adalah sesuaikan dengan gaji keinginan kita. “Suatu perkerjaan haruslah disenangi dari hati terlebih dahulu. Hal terpenting adalah kita mau berusaha dan berdoa,” jelasnya.

Youtube dan Atlet Pencak Silat UM Metro

Niko Andrian Hari Zona, atlet UM Metro ini kembali mencetak prestasi di dunia persilatan. Ia mendapat medali perunggu dengan menempati posisi ketiga di kategori Kelas A Dewasa Putra dalam Kejuaraan Pencak Silat Dunia di Algeria pada 20-21 September 2019. Sebelumnya Niko telah berhasil mendapat medali emas dalam Kejuaraan Pencak Silat Terbuka Perguruan Pencak Silat (PPS) Paku Bumi Open VI pada 23-25 Agustus 2019 di kategori yang sama.

Kejuaraan Pencak Silat Dunia pada September lalu diikuti 53 negara dari berbagai belahan dunia mulai dari Asia, Timur Tengah, Afrika, hingga Eropa. Indonesia mengirim empat atlet dan Niko merupakan satu-satunya atlet dari Pulau Sumatera. Sementara ketiga atlet lain berasal dari Pulau Jawa.

Diungkapkan oleh Niko kepada pihak Humas UM Metro, prestasi yang dicapainya selama ini bermula dari hasil pengamatan di Youtube. Ia mengaku latihan khusus yang selama ini ditekuninya berawal dari melihat Youtube dan juga berlatih di padepokan pesilat-pesilat lainnya.

Rasa syukur dipanjatkannya atas pencapaian yang didapatnya. “Saya sangat bersyukur, Alhamdulilah selama saya mengikuti event-event, saya masih dipercayai untuk menjadi juara. Saya juga berterima kasih kepada guru silat saya, kedua orang tua, keluarga, dan sahabat. Berkat doa dan dukungan mereka saya bisa seperti ini,” pungkasnya.

Milad ke 28, Unisa Undang Sri Mulyani

“Belanja terbesar kedua Indonesia di bidang Sumber Daya Manusia adalah kesehatan, mau negara miskin ataupun negara kaya, kesehatan selalu menjadi masalah utama.” papar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam orasi ilmiah bertajuk “Mendidik Generasi Unggul Cendikia untuk Kemandirian Ekonomi Bangsa” di Kampus Unisa Yogyakarta, Kamis (03/10).

Dihadapan ratusan mahasiswa Unisa, ia menambahkan isu kesehatan lainnya adalah tercatat 30% anak Indonesia yang masih mengalami kekurangan gizi. Permasalahan ini akan berdampak pada generasi bangsa Indonesia akan datang. “Jika dia tumbuh besar nanti, dia akan sulit berpikir analitis,”pungkasnya.

Mengacu pada Q.S an-Nisa ayat sembilan ia menyampaikan dari ayat tersebut sudah seharusnya kita tidak meninggalkan dan terus menjaga generasi penerus bangsa yang akan datang. “itu bukan perintah undang-undang atau perintah konstitusi tapi perintah Allah,” paparnya.

Di akhir, ia berharap agar mahasiswa Unisa dapat menjadi mahasiswa yang militan dalam ikut membantu pemerintah memerangi stunting atau permasalahan gizi kronis. “Karena ini bukan hanya masalah situasi ekonomi orangtua tetapi masalah mindset dan pengetahuan. Masalahnya bisa berhubungan dengan air bersih, bisa berhubungan dengan kebiasaan makan, dan bisa berhubungan dengan pengetahuan mengenai gizi,” tutupnya.