Terima Beasiswa Ilmu Falak dari Lazismu, 6 Mujahid Kalender Islam Global Siap Menempuh Studi Magister

Yogyakarta – LAZISMU. Penyatuan kalender Islam masih terus diperjuangkan untuk acuan umat Islam di seluruh dunia. Di Indonesia kalender Islam menjadi kajian menarik terutama dalam ijtihad pemikiran yang dilakukan Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Karena di Indonesia mencari ahli yang memiliki kompetensi di bidang Ilmu Falak dan Astronomi masih sedikit jumlahnya.

Mengisi kekosongan pakar di bidang itu, Majelis Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah berkolaborasi dengan lembaga amil zakat Muhammadiyah (Lazismu) dan Majelis Tarjih PP Muhammadiyah membuka penerimaan beasiswa Ilmu Falak yang dibuka pada November 2019 secara bertahap.

Pada seleksi akhir di awal 2020, dalam prosesnya maka pada Juni tahun ini, Diktilitbang PP Muhammadiyah, telah menetapkan penerima beasiswa yang terdiri dari 6 orang. Sekretaris Diktilitbang PP Muhamamdiyah Muhammad Sayuti (16/6/2020) mengatakan beasiswa ini adalah beasiswa penuh untuk penerima manfaat yang secara mumpuni serius studi di program Magister Ilmu Falak UIN Walisongo Semarang dan  Ilmu Astronomi Institut Teknologi Bandung (ITB).

“Diktilitbang mengapresiasi kolaborasi program ini dalam konteks kaderisasi. Sebuah program keahlian yang langka dengan kualifikasi yang selektif sebagai investasi masa depan,” katanya.

Sayuti menambahkan, Muhammadiyah ingin menawarkan cara pandang kalender Islam yang terintegrasi dengan dunia saintifik. Tentunya dengan menyiapkan ahli yang kompeten di bidangnya bagi masa depan umat Islam. Program beasiswa ini juga membuka peluang kajian sains yang telah ditelaah secara klasik dan terkandung dalam Al-Qur’an dan hadis.

“Sudah hampir 1400 tahun tidak ada kalender Islam, karena itu penting bagi Pimpinana Pusat Muhammadiyah mengembangkan program beasiswa Ilmu Falak,” jelasnya.

Selanjutnya sambung Sayuti, dalam konteks praktis keilmuan, ahli-ahli yang profesional di bidang Astronomi perlu mendapat tempat dan terhubung dengan perguruan tinggi yang strategis mengembangkan riset astronomi.

Masa depan mereka yang bergelut di bidang ini jangan sampai nasibnya tak menentu. “Ini pilihan cerdas untuk mengambil pilihan berkarir, maka penerima beasiswa harus terkoneksi dengan perguruan tinggi Muhammadiyah untuk mengembangkan risetnya secara berkelanjutan,” pungkasnya.

Menanggapi ikhtiar Muhammadiyah mencari kader di bidang Astronomi, Hamim Ilyas selaku Wakil Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, mengungkapkan dibutuhkan kader yang berani untuk melakukan riset kalender hijriyah global.

Artinya mereka menguasai teori dan mampu berkomunikasi dengan baik. Hamim berharap, penerima manfaat beasiswa berani mengambil peran kelimuan serta memahami peta persoalannya apa dan bagaimana. “Sebagai kader ke depannya mereka akan dilibatkan dalam kajian menghitung kalender global, misalnya terang Hamim.

Kemudian mampu menuliskannya dengan keilmuan yang mumpuni. Mereka adalah mujahid kalender global, jelasnya. Harapan besarnya lagi kata Hamim mereka tinggal memperkuat, menyosialisasikan dan meyakinkan umat Islam.

Melalui program ini, Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Hilman Latief mengatakan, pemberdayaan lewat program beasiswa merupakan upaya Lazismu menerjemahkan rekomendasi muktamar tahun 2015 di Makassar, yang salah satunya adalah tentang penyatuan kalender Islam. Kaderisasi ilmuwan di bidang Ilmu Falak dan Astronomi adalah hal strategis yang dibutuhkan oleh umat Islam dan Persyarikatan Muhammadiyah di Indonesia. “Kontribusi ilmuwan ini dinanti di masa depan sehingga dapat mewarnai kajian Ilmu Falak dan Astronomi Islam di Indoensia dalam kaitannya dengan penyusunan Kalender Internasional,” harapnya.

Salah seorang penerima beasiswa, Agung Laksana mengucapkan terima kasih atas beasiswa yang telah diberikan oleh Lazismu. Saya sangat bahagia dan bersyukur mendapat beasiswa ini. “Terlebih Ilmu Falak dan Astronomi merupakan ilmu yang sangat penting bagi umat Islam karena terkait penetapan waktu-waktu ibadah,” tandasnya.

Harapannya, kata Agung yang akan studi magister Ilmu Falak di UIN Walisongo Semarang, mampu menerapkan keilmuan yang diperoleh agar bermanfaat bagi masyarakat dan khususnya bagi persyarikatan muhammadiyah. Semoga Ilmu Falak ini dapat memberikan solusi dalam menghadapi permasalahan yang dihadapi umat muslim terkait waktu ibadah.

“Utamanya dalam menyatukan kalender hijriyah baik di tingkat regional maupun internasional, karena sampai saat ini umat muslim di dunia belum memiliki kalender Islam yang seragam,” papar pria asal Banjar, Jawa Barat ini.

Hal senada disampaikan Mega Sukma asal Bangka Belitung. Ia mengucapkan terima kasih atas beasiswa yang telah diberikan, alhamdulillah dengan diterimanya saya di program beasiswa Lazismu, saya bisa berkesempatan untuk belajar Ilmu Astronomi lebih lanjut lagi.

Di Bangka Belitung masih minim informasi tentang Astronomi, harapan saya semoga bisa membantu permasalahan-permasalahan terkait Ilmu Astronomi sesuai dengan bidang keilmuan yang saya tempuh.

“Semoga bisa membantu masyarakat umum atau pun di lingkup akademik. Jika ada kesempatan saya juga ingin melanjutkan program doktor untuk menambah wawasan dan pengalaman saya dalam bidang Astronomi,” ungkap Mega.

Selain dua penerima manfaat beasiswa tersebut, ada empat orang penerima yang beasiswa sama untuk studi magister di Institute Teknologi Bandung (ITB) antara lain, Fadilla Aziz Pustaka Ningrum asal Blitar dan M. Rodham Robbinna asal Bogor, sedangkan di UIN Walisongo Semarang yakni Maraton Ritonga asal Medan dan Najmuddin Saifullah asal Kampar, Riau. (Lazismu)

Keperawatan Unimus Gelar Webinar Kesehatan Perempuan di Masa Pandemi

Kamis (11/6), empat Prodi Keperawatan di Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan (FIKKES) Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) mengadakan seminar daring (webinar) dengan tema “Kesehatan Reproduksi pada Ibu Hamil dan Menyusui di Masa Pandemi Covid-19”. Seminar ini merupakan wujud keprihatinan atas dampak pandemi Covid-19 terhadap kesehatan reproduksi perempuan. Diikuti 4000 peserta, jalannya seminar dipandu oleh moderator Ns. Erna Sulistyowati, M.Kep.

Webinar kali ini menghadirkan keynote speaker Prof. Dr. Yati Afiyanti, S.Kp., M.N (Guru Besar Keperawatan Maternitas Universitas Indonesia). Materi yang dibawakan bertajuk “Pendekatan Keperawatan Komprehensif dalam Kesehatan Reproduksi Perempuan di Masa Pandemi Covid-19”. Sedangkan narasumber panel diskusi ialah Dr. Ns. Sri Rejeki, M.Kep., Sp.Kep.Mat (Dosen Keperawatan Unimus, Praktisi Keperawatan Maternitas dan Konselor Nyeri Persalinan) dan Ns. Nikmatul Khayati, M.Kep (Dosen Keperawatan Unimus, Konselor Laktasi dan Terapis Pijat Laktasi).

Yati memaparkan bahwa perempuan adalah kelompok berisiko. Pandemi Covdi-19 ini menambah risiko pada perempuan terkait kondisi kesehatan fisik dan psikisnya bahkan juga terjadi peningkatan kekerasan pada perempuan. Oleh karenanya dibutuhkan pelayanan keperawatan komprehensif pada perempuan di masa pandemi. “Seperti layanan antenatal care, prenatal care, dan new born care. Layanan komprehensif lainnya yang perlu dioptimalkan adalah adalah Keluarga Bencana, screening kanker servik, aborsi yang aman, pencegahan dan pengendalian penyakit menular seksual, juga layanan terhadapa korban kekerasan gender dan kekerasan dalam rumah tangga,” tutupnya.

Sri dalam materi bertopik “Kehamilan dan Persalinan di Masa Pandemi Covid-19 memaparkan risiko penularan Covid-19 ibu hamil yang lebih tinggi dikarenakan perubahan hormon selama hamil dan menyusui yang menyebabkan menurunnya imunitas. Ironis bahwa kehamilan seharusnya menjadi masa yang penuh kebahagiaan dan harapan namun di tengah pandemi Covid-19 yang terjadi justru kekhawatiran dan kecemasan karena penularan virus yang tidak bisa diduga. “Tentu kehamilan dan melahirkan yang aman perlu mendapatkan perhatian, artinya protokol kesehatan selama kehamilan dan melahirkan harus dipatuhi dengan baik,” pungkasnya.

Nikmatul kemudian menambahkan dalam materinya yang berjudul “Breastfeeding pada masa pandemi Covid-19″, ibu menyusui terkonfirmasi positif Covid-19 tidak disarankan menyusui secara langsung. Namun, ibu perlu memerah ASI-nya dan menyimpan di tempat yang aman baru kemudian diberikan kepada bayi. “Relaktasi dilakukan jika Ibu sudah sembuh dari Covid-19. Diperlukan juga komitmen ibu, dan dukungan sosial pada ibu baik dukungan dari pasangan, keluarga, komunitas atau tenaga kesehatan untuk keberhasila relaktasi dan laktasi,” ujar Nikmatul.

Prodi PAI UM Palembang Kembali Tambah Doktor

Sayid Habiburrahman, S.Ag., M.Pd.I resmi menjadi dosen bergelar Doktor yang ke-72 di UM Palembang. Sayid lulus dari Pascasarjana UIN Raden Fatah Palembang dengan disertasi berjudul “Internalisasi Nilai-nilai Pendidikan Multikultural dalam Meningkatkan Mutu Lulusan di Pesantren (Studi Kasus di Pesantren Assalam Sri Gunung MUBA)”.

Ujian Disertasi Promosi Doktor Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) UIN Raden Fatah Palembang ini diselenggarakan pada Senin 8 Juni 2020. Promotor dan co.promotor Sayid adalah Prof. Dr. Fuad Abdurrahman dan Dr. Musnur Hery.

Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., selaku Rektor UM Palembang mengucapkan selamat dan apresiasi atas keberhasilan Sayid menyelesaikan studi S-3. Ia berharap diraihnya Doktor Pendidikan Agama Islam ini dapat membawa kemajuan dan peningkatan mutu lulusan di Prodi PAI UM Palembang.

UMSB Bangun Gedung Baru

Rektor Universitas Muh Sumatera Barat (UMSB) Riki Saputra dan Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi lakukan peletakan batu pertama pembangunan Kampus Gedung IV Payakumbuh, Senin (08/06). Kegiatan pembangunan ini merupakan dana hibah dari Pemko Payakumbuh senilai Rp1,5 miliar. Turut hadir Prof. Dr. Haedar Nashir selaku Ketua Umum PP Muhammadiyah, Dr. Syafwan Karim, Elha, MA selaku perwakilan PWM Sumatera Barat lewat teleconference.

Rektor UMSB Riki Saputra mengatakan pembangunan gedung tersebut merupakan salah satu bentuk dukungan Pemko Payakumbuh untuk memajukan pendidikan di Payakumbuh. Ia menjelaskan hal tersebut juga sebagai bentuk sinergitas antara UMSB dengan pemerintah dalam mengembangkan dunia pendidikan. “Ke depannya juga ingin membuka Fakultas Kedokteran dalam jangka waktu 1-2 tahun ke depan. Namun terlebih dulu sebagai salah satu syaratnya maka harus ada rumah sakit yang berdiri di sini. Sehingga secara bertahap nantinya akan dibuka Fakultas Kedokteran UMSB,” kata Riki Saputra.

Ia berharap dana hibah ini rutin diberikan karena tentu membutuhkan biaya yang cukup besar. Dimana lahan 2 hektar ini juga akan didirikan Program Pasca Sarjana. “Dana hibah ini tentunya sangat membantu UMSB dan dalam minggu ini insyaAllah akan dibangun serta ditargetkan selesai pada bulan September 2020 mendatang,” kata Rektor UMSB. Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi menjelaskan bahwa Pemko Payakumbuh punya keinginan mencerdaskan kehidupan bangsa, dalam hal ini di Payakumbuh. Sehingga pemerintah mendukung siapapun yang ingin memajukan pendidikan karena telah meringankan tugas negara.

“Berharap institusi pendidikan ini dapat berkembang ke depannya. Bukan hanya sekedar kerja sama tapi juga berkolaborasi dengan Pemko dan OPD yang ada,” kata Riza Falepi. Ia menjelaskan pemerintah sangat menginginkan orang Payakumbuh memiliki kemampuan dan skill dimana pun berada. Selain itu, dengan adanya perguruan tinggi di Payakumbuh juga mempermudah Pemko memberikan beasiswa kepada putra putri terbaik yang ada di Kota Payakumbuh. “Kami terbuka kepada siapapun yang ingin memajukan Kota Payakumbuh, dimana dalam hal ini adalah UMSB. Kalau perlu ada khusus kelas untuk beasiswa sehingga kita dapat membiayainya,” ujar Wali Kota Payakumbuh .

Zoominar #3 STIKES Muh Gombong Bawakan Topik Maternitas dan Covid-19

DPK PPNI STIKES Muh Gombong bekerja sama dengan STIKES Muh Gombong mengadakan zoominar #3 dengan topik “Tinjauan Kesehatan Ibu Hamil dan Melahirkan saat Pandemi Covid-19”, Kamis (4/6). Zoominar ini diikuti oleh ratusan tenaga kesehatan yang dimoderatori oleh Cahyu Septiwi, M.Kep., Sp.KMB.,Ph.D.

Narasumber pertama, Eka Riyanti, M.Kep., Sp.Kep.Mat (dosen Keperawatan Maternitas STIKES Muh Gombong) membawakan materi “Panduan Kesehatan pada Ibu Hamil dan Melahirkan saat Pandemi Covid-19”. Sementara narasumber kedua, Endah Ekawati, M.Kep., Sp.Mat (praktisi RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto) menjelaskan tentang “Implementasi Tata Laksana Asuhan Keperawatan pada Ibu Hamil dan Melahirkan di RS Rujukan Covid-19”.

Ketua STIKES Muh Gombong, Hj. Herniyatun, M.Kep., Sp.Mat mengapresiasi kegiatan zoominar ini. “Harapannya, melalui zoominar ini materi yang ada tersampaikan dengan baik dan bermanfaat bagi rekan sejawat.” Kegiatan ini merupakan kali ketiga dengan dua zoominar sebelumnya membawakan tema yang tidak kalah menarik. Zoominar selanjutnya akan segera dipublikasikan di media sosial dan ditayangkan secara live di channel youtube STIKES Muh Gombong.

Prodi PG-PAUD STKIP Muh Kuningan Gelar Seminar Ilmiah Daring

Selasa (2/6), Prodi PG-PAUD STKIP Muh Kuningan menyelenggarakan seminar ilmiah via daring. Sebanyak 96 peserta dari kalangan guru, mahasiswa, dosen, dan asesor PAUD antusias mengikuti kegiatan yang dipandu oleh Chitra Charisma Islami, M.Pd, dosen Prodi PG-Paud STKIP Muh Kuningan.

Seminar nasional ini menghadirkan dua pembicara. Pembicara pertama ialah Dr. Iffan Ahmad Gufron, M.Phil (Dosen Pascasarjana IAI Bunga Bangsa Cirebon dan Asesor BAN PAUD PNF Nasional) dengan membawakan materi tentang “Pendidikan Anak Usia Dini dalam Konteks Budaya dan Agama”. Sementara pembicara kedua, Dr. Muhammad Fadlillah, S.Pd.I., M.Pd.I (Dosen PG-PAUD UM Ponorogo dan Asesor BAN PAUD PNF Provinsi Jawa Timur), memaparkan tentang “Pola Parenting untuk Mengembangkan Kecerdasan Majemuk Anak Usia Dini”.

Apresiasi disampaikan oleh Ketua STKIP Muh Kuningan, Nanan Abdul Manan, M.Pd, ketika membuka seminar ini. Menurutnya topik ini menjadi momentum bagi para pendidik untuk lebih serius memahami tumbuh kembangnya AUD dari aspek kecerdasan majemuk serta pendekatan kebudayaan dan agama. “Proses pengembangan kecerdasan AUD adalah pondasi dalam membangun karakter generasi bangsa agar tetap memiliki sikap, karakter, serta nilai-nilai religius yaitu dengan memusatkan konsentrasi dan melakukan berbagai treatment kepada AUD,” ujar Nanan.

UMS Gelar Halal Bihalal Daring

Sabtu (30/5), Keluarga besar UM Surakarta menyelenggarakan halal bihalal daring. Halal bihalal daring ini diikuti seluruh dosen dan karyawan UMS dengan berpusat di Ruang Rektor Gedung Induk Siti Walidah UMS. Halal bilahal ini juga mengundang Drs. H. Tafsir, M.Ag. Ketua Pimpinan Wilayah Muhamadiyah (PWM) Jawa Tengah sebagai pengisi pengajian Halal Bihalal tersebut.

Rektor UMS Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si. mewakili pimpinan UMS meminta maaf apabila ada kebijakan-kebijakan yang belum bisa memuaskan seluruh pihak. Ia pun mengajak seluruh keluarga besar untuk saling memaafkan dan ke depan bisa memberikan kontribusi sebaik-baiknya meski berada di tengah pandemi Virus Corona. Sofyan tak lupa mengapresiasi para dosen yang bisa memanfaatkan keadaan pandemi ini untuk tetap kreatif dan inovatif. “Namun kita tetap bisa mengambil hikmah dari virus pandemi ini, saya lihat para dosen ada yang memanfaatkannya untuk menulis buku, jurnal penelitian dan lain sebagainya,” ujar Sofyan.

Drs. Tafsir, M.Ag. dalam tausyiahnya menjelaskan mengenai pentingnya silaturrahmi untuk membangun harmoni kehidupan. “Halal bihalal ini menjadi wadah kita untuk saling memaafkan dan Semoga Allah mengembalikan kita menjadi manusia yang kembali fitri (suci),”

bisa saling memaafkan dan semoga Allah mengembalikan kita menjadi manusia yang kembali fitri (suci).”

Strategi Eksistensi PTMA di Tengah Anomali Covid-19

Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah menyelenggarakan Webinar Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah se-Indonesia, Kamis (21/05). Bertemakan “Strategi Eksistensi PTMA di Tengah Anomali Covid-19: antara Ketidakpastian dan Keunggulan” turut hadir Prof. Dr. Haedar Nashir M.Si. Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P. Menko PMK Republik Indonesia, dan Prof. Lincolin Arsyad, M.Sc., Ph.D. Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah sebagai keynote speech.

Dihadiri sekitar 700 partisipan dari seluruh Indonesia, webinar ini turut menyajikan Best Pratice pengalaman 6 PTMA mengenai strategi penanggulangan Covid-19. Turut hadir Dr. Mubarak, M.Si. Rektor UM Riau, Dr. Ir. Gunawan Budiyanto, M.P. Rektor UM Yogyakarta, Dr. H. Hidayatulloh, M.Si. Rektor UM Sidoarjo, Prof. Dr. Bambang Setiaji Rektor UM Kalimantan Timur, Dr. H. Jamaluddin Ahmad, M.Si. Rektor UM Sidenreng Rappang, dan Dr. Rustamadji, M.Si. Rektor Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong.

“Covid-19 ini tidak tahu kapan berakhirnya, namun kita harus siap menghadapi segala macam kemungkinan dan perubahan. Muhammadiyah terutama PTMA harus bergerak lebih dahulu,” tutur Prof Lincolin mengawali keynote speech. Lebih lanjut, Prof Lincolin kemudian menyebutkan strategi penting yang harus dipertimbangkan untuk keberlangsungan PTMA, berkaca dari Covid-19 ini. Beberapa di antaranya ialah melakukan konsolidasi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, penguatan PJJ, meningkatkan sarana prasarana, serta meninjau kembali prodi-prodi yang kurang kompetitif. “Karena di masa yang akan datang kita memerlukan tenaga manusia yang berkualitas dan sesuai kebutuhan zaman,” paparnya.

Sementara itu, Prof Muhadjir Effendy melihat Covid-19 secara tidak langsung mengarahkan seluruh lini untuk terbiasa dengan pola hidup era 4.0. “Upayakan PTMA dengan saling berkolaborasi seluruh Indonesia untuk secepat mungkin mengadopsi pola pembelajaran di era 4.0,” paparnya. PTMA juga perlu menggali paradigma mengenai mahasiswa yang sudah memiliki keterampilan pekerjaan agar mahasiswa dapat menjadi employe yang dapat diandalkan. “Hal yang penting pula, PTMA jangan sampai mengabaikan prodi keagamaan bahkan prodi ini harus memiliki keterampilan ganda agar tidak hanya menggantungkan job-nya pada profesi tertentu saja,” pesannya.

Keadaan saat ini menurut Prof Haedar Nashir juga mewajibkan Pimpinan PTMA untuk meningatkan kembali modal sosial yang dimiliki. Perlu adanya etos organisasi, etos kemodernan, dan social trust yang terus dikedepankan melalui pintu Amal Usaha Muhammadiyah. Hal ini dapat menjadi jalan keluar bersama jika dilakukan dengan mengedepankan etos kepemimpinan dan menghilangkan etos kekuasaan. “Manusia itu bisa berubah, karena harta dan kekuasaan maka puasa mengajarkan kita menjadi insan agar kita tau batas. Ini perlu diajarkan pada Leadership PTMA,” tutupnya. []APR, GTA

Tim Debat Daring UMSU Kalahkan UI

Tim debat UM Sumatera Utara (UMSU) meraih juara di Kompetisi Debat Daring Bahasa Indonesia Tingkat Nasional tahun 2020. Tim yang terdiri dari Ridho Irawan, Fiqi Ilham, dan Annisa Syafira Gusnov ini berhasil mengalahkan lawannya dari Universitas Indonesia dan Universitas Sumatera Utara di babak final, Senin (18/5).

Apresiasi dituturkan oleh Dr Agussani, MAP selaku Rektor UMSU. Menurutnya ini menunjukkan bukti bahwa kualitas perguruan tinggi swasta tidak kalah dengan perguruan tinggi negeri. Selain itu, kemenangan di masa pandemi menunjukkan tingkat produktivitas mahasiswa yang tidak menurun. “Tentunya ini memberikan nilai lebih. Meskipun aktivitas di masa pandemi Covid-19 difokuskan di rumah, tapi bukan berarti kita berhenti berkarya dan berkreativitas,” ujar Agussani.

Lebih lanjut, Rektor memberikan pesan agar pencapaian ini tidak membuat terlena. Mahasiswa diharapkan untuk tidak cepat berpuas diri dan harus lebih siap menghadapi tantangan ke depan. “Terus asah kemampuan dan keterampilan. Semoga makin banyak mahasiswa yang berani berkompetisi dalam berbagai kegiatan baik di bidang akademik atau non akademik,” tutup Rektor.

ITB AD Bedah Dampak Covid-19 dan Kebijakan Fiskal serta Perekonomian Kota Tangsel

Covid-19 yang telah terjadi di Indonesia selama 2,5 bulan belakangan telah berdampak massif dan sistemik terhadap seluruh perekonomian nasional dan daerah. Hal itu tidak terkecuali terhadap perekonomian Kota Tangerang Selatan, daerah yang langsung bersebelahan dengan pusat episentrum persebaran Covid-19, DKI Jakarta.

Lantas bagaimana Pemerintah Kota Tangerang Selatan memitigasi risikonya? Mengurai permasalahannya, ITB Ahmad Dahlan kemudian menggelar diskusi online melalui perangkat Google Meet (14/5/2020).

Mengusung tema “Guncangan Pandemi Covid-19: Dampak dan Kebijakan Mitigasi Fiskal serta Perekonomian Kota Tangerang Selatan”, hadir sebagai narasumber Eki Herdiana (Kepala Bappeda Kota Tangerang Selatan), Muhammad Aziz (Anggota Badan Anggaran DPRD Kota Tangerang Selatan) dan Uki Masduki (Peneliti Muda Pusat Studi Desentralisasi dan Otonomi Daerah ITB Ahmad Dahlan).

Dalam sesi diskusi, Herdiana menyatakan bahwa akibat Covid-19, Pemerintah Kota Tangerang Selatan melakukan rasionalisasi dan penyesuaian dalam postur APBD tahun 2020. Rasionalisasi dan penyesuaian tersebut dilakukan sesuai rambu-rambu yang ditetapkan pemerintah pusat. Dalam pada itu, Pemerintah Kota fokus pada penanganan dampak Covid-19 dalam bentuk bantuan sosial kepada masyarakat.

Sementara Muhammad Aziz menyatakan bahwa DPRD mendukung program penanganan wabah Covid-19 di Kota Tangerang Selatan. DPRD juga meminta pada pemerintah pusat dan Provinsi Banten untuk melakukan percepatan transfer dana bagi hasil kepada Kota Tangerang Selatan.

Terakhir Masduki menyatakan, dalam konteks wabah Covid-19, pemerintah kota perlu memberi priorotas utama pada penanangan kemiskinan atau orang-orang yang berpotensi masuk ke dalam kategori miskin di Kota Tangerang Selatan. Selain itu, Masduki juga menyatakan bahwa prioritas belanja pemerintah juga harus difokuskan pada katahanan pangan warga.

Sejalan dengan visi kampus merdeka, cuplikan diskusi online tersebut bisa diakses di Youtube https://www.youtube.com/watch?v=SYrHAGQ6lio.