Strategi Eksistensi PTMA di Tengah Anomali Covid-19

Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah menyelenggarakan Webinar Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah se-Indonesia, Kamis (21/05). Bertemakan “Strategi Eksistensi PTMA di Tengah Anomali Covid-19: antara Ketidakpastian dan Keunggulan” turut hadir Prof. Dr. Haedar Nashir M.Si. Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P. Menko PMK Republik Indonesia, dan Prof. Lincolin Arsyad, M.Sc., Ph.D. Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah sebagai keynote speech.

Dihadiri sekitar 700 partisipan dari seluruh Indonesia, webinar ini turut menyajikan Best Pratice pengalaman 6 PTMA mengenai strategi penanggulangan Covid-19. Turut hadir Dr. Mubarak, M.Si. Rektor UM Riau, Dr. Ir. Gunawan Budiyanto, M.P. Rektor UM Yogyakarta, Dr. H. Hidayatulloh, M.Si. Rektor UM Sidoarjo, Prof. Dr. Bambang Setiaji Rektor UM Kalimantan Timur, Dr. H. Jamaluddin Ahmad, M.Si. Rektor UM Sidenreng Rappang, dan Dr. Rustamadji, M.Si. Rektor Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong.

“Covid-19 ini tidak tahu kapan berakhirnya, namun kita harus siap menghadapi segala macam kemungkinan dan perubahan. Muhammadiyah terutama PTMA harus bergerak lebih dahulu,” tutur Prof Lincolin mengawali keynote speech. Lebih lanjut, Prof Lincolin kemudian menyebutkan strategi penting yang harus dipertimbangkan untuk keberlangsungan PTMA, berkaca dari Covid-19 ini. Beberapa di antaranya ialah melakukan konsolidasi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, penguatan PJJ, meningkatkan sarana prasarana, serta meninjau kembali prodi-prodi yang kurang kompetitif. “Karena di masa yang akan datang kita memerlukan tenaga manusia yang berkualitas dan sesuai kebutuhan zaman,” paparnya.

Sementara itu, Prof Muhadjir Effendy melihat Covid-19 secara tidak langsung mengarahkan seluruh lini untuk terbiasa dengan pola hidup era 4.0. “Upayakan PTMA dengan saling berkolaborasi seluruh Indonesia untuk secepat mungkin mengadopsi pola pembelajaran di era 4.0,” paparnya. PTMA juga perlu menggali paradigma mengenai mahasiswa yang sudah memiliki keterampilan pekerjaan agar mahasiswa dapat menjadi employe yang dapat diandalkan. “Hal yang penting pula, PTMA jangan sampai mengabaikan prodi keagamaan bahkan prodi ini harus memiliki keterampilan ganda agar tidak hanya menggantungkan job-nya pada profesi tertentu saja,” pesannya.

Keadaan saat ini menurut Prof Haedar Nashir juga mewajibkan Pimpinan PTMA untuk meningatkan kembali modal sosial yang dimiliki. Perlu adanya etos organisasi, etos kemodernan, dan social trust yang terus dikedepankan melalui pintu Amal Usaha Muhammadiyah. Hal ini dapat menjadi jalan keluar bersama jika dilakukan dengan mengedepankan etos kepemimpinan dan menghilangkan etos kekuasaan. “Manusia itu bisa berubah, karena harta dan kekuasaan maka puasa mengajarkan kita menjadi insan agar kita tau batas. Ini perlu diajarkan pada Leadership PTMA,” tutupnya. []APR, GTA

Tim Debat Daring UMSU Kalahkan UI

Tim debat UM Sumatera Utara (UMSU) meraih juara di Kompetisi Debat Daring Bahasa Indonesia Tingkat Nasional tahun 2020. Tim yang terdiri dari Ridho Irawan, Fiqi Ilham, dan Annisa Syafira Gusnov ini berhasil mengalahkan lawannya dari Universitas Indonesia dan Universitas Sumatera Utara di babak final, Senin (18/5).

Apresiasi dituturkan oleh Dr Agussani, MAP selaku Rektor UMSU. Menurutnya ini menunjukkan bukti bahwa kualitas perguruan tinggi swasta tidak kalah dengan perguruan tinggi negeri. Selain itu, kemenangan di masa pandemi menunjukkan tingkat produktivitas mahasiswa yang tidak menurun. “Tentunya ini memberikan nilai lebih. Meskipun aktivitas di masa pandemi Covid-19 difokuskan di rumah, tapi bukan berarti kita berhenti berkarya dan berkreativitas,” ujar Agussani.

Lebih lanjut, Rektor memberikan pesan agar pencapaian ini tidak membuat terlena. Mahasiswa diharapkan untuk tidak cepat berpuas diri dan harus lebih siap menghadapi tantangan ke depan. “Terus asah kemampuan dan keterampilan. Semoga makin banyak mahasiswa yang berani berkompetisi dalam berbagai kegiatan baik di bidang akademik atau non akademik,” tutup Rektor.

ITB AD Bedah Dampak Covid-19 dan Kebijakan Fiskal serta Perekonomian Kota Tangsel

Covid-19 yang telah terjadi di Indonesia selama 2,5 bulan belakangan telah berdampak massif dan sistemik terhadap seluruh perekonomian nasional dan daerah. Hal itu tidak terkecuali terhadap perekonomian Kota Tangerang Selatan, daerah yang langsung bersebelahan dengan pusat episentrum persebaran Covid-19, DKI Jakarta.

Lantas bagaimana Pemerintah Kota Tangerang Selatan memitigasi risikonya? Mengurai permasalahannya, ITB Ahmad Dahlan kemudian menggelar diskusi online melalui perangkat Google Meet (14/5/2020).

Mengusung tema “Guncangan Pandemi Covid-19: Dampak dan Kebijakan Mitigasi Fiskal serta Perekonomian Kota Tangerang Selatan”, hadir sebagai narasumber Eki Herdiana (Kepala Bappeda Kota Tangerang Selatan), Muhammad Aziz (Anggota Badan Anggaran DPRD Kota Tangerang Selatan) dan Uki Masduki (Peneliti Muda Pusat Studi Desentralisasi dan Otonomi Daerah ITB Ahmad Dahlan).

Dalam sesi diskusi, Herdiana menyatakan bahwa akibat Covid-19, Pemerintah Kota Tangerang Selatan melakukan rasionalisasi dan penyesuaian dalam postur APBD tahun 2020. Rasionalisasi dan penyesuaian tersebut dilakukan sesuai rambu-rambu yang ditetapkan pemerintah pusat. Dalam pada itu, Pemerintah Kota fokus pada penanganan dampak Covid-19 dalam bentuk bantuan sosial kepada masyarakat.

Sementara Muhammad Aziz menyatakan bahwa DPRD mendukung program penanganan wabah Covid-19 di Kota Tangerang Selatan. DPRD juga meminta pada pemerintah pusat dan Provinsi Banten untuk melakukan percepatan transfer dana bagi hasil kepada Kota Tangerang Selatan.

Terakhir Masduki menyatakan, dalam konteks wabah Covid-19, pemerintah kota perlu memberi priorotas utama pada penanangan kemiskinan atau orang-orang yang berpotensi masuk ke dalam kategori miskin di Kota Tangerang Selatan. Selain itu, Masduki juga menyatakan bahwa prioritas belanja pemerintah juga harus difokuskan pada katahanan pangan warga.

Sejalan dengan visi kampus merdeka, cuplikan diskusi online tersebut bisa diakses di Youtube https://www.youtube.com/watch?v=SYrHAGQ6lio.

Riset Aces kolaborasi UMPO bersama 3 Universitas dari Inggris, Malaysia dan Vietnam

Universitas Muh Ponorogo mendapatkan kepercayaan untuk melakukan riset yang berkolaborasi dengan Coventry University, Hanoi University of Science and Technology, dan Universitas Malaysia Sarawak. Riset tersebut berjudul ‘A Community-Centred Educational Model for developing Social Resilience (ACES): Playfulness towards an inclusive, safe and resilient society’.

Proyek ACES bertujuan untuk menyelidiki pendidikan transformatif menuju pengembangan ketahanan sosial pada kaum muda dalam pendidikan dasar dan menengah melalui lensa dan praktik pembelajaran yang menyenangkan. Hal ini untuk menjawab OECD (2018) dimana masa depan pendidikan dan keterampilan di tahun 2030 harus sesuai dengan kebutuhan kaum muda. Sehingga nantinya para generasi muda dapat menjadi seseorang yang kreatif, bertanggung jawab, sadar terhadap ekonomi inovatif yang lebih produktif, ulet, dan mampu dengan mudah beradaptasi.

Penelitian ini merupakan model pedagogis yang beragam dan inovatif yang menggabungkan pendekatan pengalaman pedagogis dan partisipatif, ACES mendukung proses pembelajaran, penelitian dan evaluasi. Tim penelitian secara khusus mempelajari dampak model pedagogis pada Sustainable Development Goals (SDGs) atau pembangunan berkelanjutan dibidang kemiskinan, kesejahteraan dan kesehatan, kualitas pendidikan dan kesetaraan gender di Indonesia, Malaysia, dan Vietnam.

Sementara dalam proyek tersebut, Tim Indonesia yang dipercayakan pada Universitas Muhammadiyah Ponorogo terdiri dari Muhibbudin Fadhli sebagai Co-Investigator, kemudian Grup Researcher yakni Rizal Arifin, Rochmat Aldy Purnomo, Bambang Harmanto, Happy Susanto, dan Sutrisno.

Sedangkan pendanaan proyek ACES berasal dari Economic and Social Research Council (UKRI-GCRF) sebesar 160 Ribu Poundsterling atau Rp3 Milyar, dengan jangka waktu riset 3 tahun, mulai 2020-2023.

Rektor UMSB Resmikan UMSB Press

Rektor Universitas Muh Sumatera Barat (UMSB) Dr Riki Saputra meresmikan berdirinya UMSB Press sebagai penerbit universitas di Padang, (13/05). Pendirian UMSB Press yang dipimpin oleh Vini Wela Septiana ini bertujuan untuk menaungi para civitas akademika terutama dosen penulis dalam mempublikasikan tulisannya berbentuk buku dan monograf yang dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa dan masyarakat.

Dalam sambutan peresmiannya, Rektor UMSB Dr Riki Saputra menyatakan bahwa dalam menjalankan Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah, peranan media penerbitan sangat penting. Dalam bidang pendidikan, setiap mata kuliah yang diajarkan kepada mahasiswa dituntut untuk dapat disusun secara sistematis dan akademis dalam bentuk buku ajar yang dapat dipublikasikan sebelum didistribusikan kepada mahasiswa.

Dalam bidang penelitian, para peneliti dituntut menyebarluaskan hasil penelitiannya agar dapat dibaca dan dimanfaatkan oleh masyarakat melalui publikasi ilmiah berbentuk buku akademik, laporan penelitian, jurnal ilmiah dan monograf. Dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, salah satu metode yang dapat digunakan adalah menulis dan menerbitkan buku-buku populer yang menyorot berbagai isu dan topik yang dapat mencerdaskan kehidupan bangsa. Begitu juga dalam pengembangan dan pengamalan Al Islam dan Kemuhammadiyahan, UMSB banyak bersentuhan dengan media tulis dan publikasi yang mendorong kemajuan Muhammadiyah sebagai organisasi amar ma’ruf nahi mungkar.

Meski demikian, kehadiran UMSB Press diharapkan tidak hanya dirasakan oleh civitas akademika UMSB, namun juga oleh masyarakat secara luas. Karena itu Rektor UMSB menyambut baik diterbitkannya buku produksi perdana UMSB Press berjudul “Parik Putuih dalam Hikayat: Warih Nan Bajawek. Pusako Nan Batarimo”. Buku ini merupakan karya Efri Yoni Baikoeni, dosen UMSB dan Fahrial Ajisman, seorang praktisi dunia pertambangan batu bara di Kalimantan. Pada waktu bersamaan telah diselenggarakan bedah buku secara virtual dengan menghadirkan narasumber dan penulis seperti: Dr. Zulqayyim, M.Hum, dosen Sejarah Universitas Andalas (UNAND) dan Brigjen (Purn) H. Maini Dahlan, tokoh masyarakat Parik Putuih di Jakarta.

Dengan kehadiran UMSB Press dengan motto “The more you write, the better we publish” tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan aktivitas menulis sehingga dunia penerbitan di Indonesia khususnya di Sumatera Barat dapat berkembang lebih maju.

Webinar Pascasarjana ITB AD, Hadirkan Stafsus Presiden Bidang Ekonomi

Seminar Online (Webinar) bertajuk Islamic Political Economy Series, kembali digelar oleh Program Pascasarjana Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan (ITB-AD) Jakarta. Pada seri kedua ini, kegiatan mengangkat tema “Menerawang Dampak COVID-19 Pada Ekonomi Syariah dan Perannya Pada Ekonomi Nasional”, dilaksanakan pada Selasa (12/05/20).

Hadir sebagai pembicara Dr. Ir. Arif Budimanta, M.Sc, Staf Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang Ekonomi yang juga merupakan Dosen di Program Pascasarjana Keuangan Syariah ITB-AD, dan didampingi oleh moderator Dr. Eng. Saiful Anwar, SE, Ak, M.Si, CA, Direktur Program Pascarajana ITB-AD dan Komite Audit Bank BRI Syariah.

Pada kesempatan itu, Arif Budimanta menyampaikan bahwa terdapat beberapa indikator menunjukkan, dimana penyebaran virus COVID-19 memberikan dampak signifikan baik pada perekonomian global maupun domestik.

“Kondisi perekonomian beberapa negara yang menjadi mitra dagang Indonesia mengalami kontraksi pada triwulan 1, tahun 2020, sebagai dampak dari upaya pengendalian penyebaran wabah virus COVID-19. Hal serupa juga diproyeksikan terjadi pada pertumbuhan ekonomi global,” kata Arif Budimanta dalam paparannya melalui video conference.

Mantan Wakil Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) itu melanjutkan, bahwa secara global terjadi penurunan Consumer Confidence Index, Business Confidence Index, dan Composite Leading Index khususnya pada negara yang tergabung dalam Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) hingga Maret 2020.

“Penurunan keseluruhan indeks tersebut mengindikasikan bahwa adanya penurunan kepercayaan masyarakat akan kondisi ekonomi dan kinerja bisnis ke depan, serta adanya signal penurunan aktivitas ekonomi dalam jangka pendek,” lanjutnya.

Namun dirinya percaya bahwa sektor industri perbankan syariah, pada fokus bisnis tertentu, dengan mekanisme bagi hasilnya akan mampu bertahan di tengah terpaan wabah COVID-19. Selain itu, pihaknya juga percaya dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk sama-sama berperan dalam pemberdayaan sektor UMKM, pasalnya sektor ini dipercayai mampu menjadi mesin pertumbuhan ekonomi.

“Pemberdayaan UMKM bisa menjadi alternatif sekaligus mesin pertumbuhan ekonomi dalam menghadapi permasalahan ekonomi akibat pandemi COVID-19,” tegasnya.

Majelis Diktilitbang Gelar Sosialisasi Daring Permendikbud dan Perban

Majelis Diktilitbang PPM mengadakan sosialisasi Permendikbud No. 5 Tahun 2020 dan PERBAN No.1 Tahun 2020 via Zoom. Kegiatan ini dibagi menjadi dua gelombang. Gelombang pertama dilakukan pada Jumat (8/5) dengan PTMA dari Jabodetabek, Jabar, Jateng, Sumatera, Kalbar, dan Kalteng. Sementara gelombang kedua dilaksanakan pada Senin (11/5) dengan PTMA dari DIY, Jatim, NTB, NTT, Sulawesi, Kaltim, Kalsel, Gorontalo, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat.

“Sosialisasi Permendikbud No.5 Tahun 2020 akan disampaikan oleh Prof Edy Suandi Hamid sedangkan PERBAN No.1 Tahun 2020 akan disampaikan oleh Prof Siti Muslimah Widyastuti. Perlu dicermati dengan baik karena dua aturan ini sangat penting bagi kita semua,” ujar Prof Lincolin Arsyad selaku Ketua Majelis Diktilitbang PPM saat membuka kegiatan. Lebih lanjut Prof Lincolin menegaskan agar PTMA terus bangkit, tidak boleh terlena, dan harus terus berkembang. Oleh karenanya, PTMA harus update mengikuti aturan-aturan dari pemerintah.

Senada dengan Prof Lincolin, Prof Edy juga mengingatkan pimpinan PTMA untuk mengelola lembaga perguruan tinggi termasuk dalam penguatan mutu dan akreditasi berbasis pada regulasi. Pimpinan PTMA dihimbau untuk pro aktif memantau perkembangan regulasi. “Jangan hanya mengandalkan forum seperti ini. Sering-sering membuka web BAN, web Mendikbud. Jika ada hal-hal yang membingungkan atau multi interpretasi, kesempatan seperti ini lah bisa digunakan untuk berdiskusi dan bertanya kepada yang bisa memberikan tafsir,” tegas Prof Edy.

UM Ponorogo Raih Dana Riset Kolaborasi Dengan Universitas Inggris, Malaysia, dan Vietnam

Universitas Muh Ponorogo mendapat kepercayaan dengan meraih riset kolaborasi dengan Coventry University, Hanoi University of Science and Technology, Universitas Malaysia Sarawak, dengan judul ‘A Community-Centred Educational Model for developing Social Resilience (ACES): Playfulness towards an inclusive, safe and resilient society’. Adapun Pendanaan berasal dari Economic and Social Research Council (UKRI-GCRF).

Tim Indonesia (UM Ponorogo) terdiri dari Co-Investigator : Muhibbudin Fadhli dan Researcher Grup : Rizal Arifin, Rochmat Aldy Purnomo, Bambang Harmanto, Happy Susanto, dan Sutrisno.

Konsorsium secara khusus mempelajari dampak model pedagogis pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) pada bidang Kemiskinan, Kesejahteraan dan Kesehatan, Kualitas Pendidikan dan Kesetaraan Gender di Malaysia, Vietnam dan Indonesia. Melalui program kegiatan ACES, kaum muda akan mengembangkan kemampuan non-formal, agar mereka dapat menjadi pembelajar aktif dan berkontribusi bagi komunitas mereka sendiri dan orang-orang di sekitar mereka. Guru dan kelompok masyarakat setempat akan dilibatkan karena sangat penting untuk memanfaatkan pengetahuan dan pengalaman lokal, dan memperluas penciptaan bersama dan kepemilikan proses pendidikan kepada para guru, dan kepada masyarakat di luar sekolah itu sendiri. Proyek ini akan menerjemahkan temuan penelitian ke dalam praktik dan wawasan kebijakan dan rekomendasi.

Indonesia (UM Ponorogo) mendapat total pendanaan 160 Ribu Poundsterling atau 3 Milyar Rupiah dalam riset 3 tahun, yang dimulai tahun 2020 sampai 2023. [] Humas UMPO

ITB Ahmad Dahlan Khawatirkan Munculnya Era Super Riba Pasca Digitalisasi Currency

Program Pascasarjana Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan Jakarta (ITB-AD) menyelenggarakan Webinar Series bertajuk Islamic Political Economy. Pada edisi perdananya, Kamis (07/05), mengangkat tema “Visi Ekonomi Syariah Menuju Era Super Riba Pasca Digitalisasi Currency”.

Hadir sebagai pembicara Dr. Eng. Saiful Anwar, SE, Ak, M.Si, CA. selaku Direktur Program Pascasarjana ITB-AD dan Dosen Program Pascasarjana S2-Keuangan Syariah ITB-AD. Sementara yang bertindak sebagai moderator adalah Suparman Kadamin yang merupakan Mahasiswa Program Pascasarjana ITB Ahmad Dahlan dan Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IM) DKI Jakarta.

Menurut Saiful Anwar, visi ekonomi syariah di era super riba, salah satunya harus berfokus merubah perilaku ekonomi Umat. Dari konsumsi menjadi investasi dan produksi. “Menahan diri untuk pemenuhan kebutuhan yang tidak perlu atau memprioritaskan kebutuhan bukan keinginan semata, harus menjadi fokus ekonomi syariah guna merubah ekonomi tamak menjadi ekonomi keadilan,” ujarnya saat dimintai keterangan pada Jumat, (08/05).

Berikutnya, Anggota Audit di BRI Syariah ini menjelaskan visi kedua yaitu menguatkan charity atau memperkuat semangat sedekah. Lebih lanjut, visi ketiga, Saiful Anwar mengatakan yaitu menguatkan Islamic Social Finance dengan memperkuat Lembaga Wakaf. Pada kesempatan tersebut, Saiful Anwar mengungkapkan alasannya, mengapa ia menyebut hal ini sebagai era super riba. Menurutnya, dengan semakin meningkatnya trend uang digital, masyarakat menjadi sulit untuk bertahan untuk tidak konsumtif karena makin tidak jelasnya jarak antara pasar dengan penyelenggara transaksi keuangan yang biasanya akan menjadi peluang masuknya tawaran kredit ribawi.

“Saya menyebut ini sebagai era super ribawi, karena pada era ini semua orang tidak bisa lepas dari yang namanya riba. Jika nanti digital currency diberlakukan, tawaran ribawi akan masuk ke waktu dan ranah paling privat setiap muslim”, ungkap Saiful Anwar dengan penuh keprihatinan.

Fakultas Kedokteran UMSU Raih Akreditasi A

Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara berhasil meraih akreditasi A dari Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi Kesehatan. Raihan Akreditasi A tertuang dalam surat LAM PTKes No 0128/LAM-PTKes/Akr/Sar/IV/2020  untuk Program Studi Sarjana Kedokteran. Selanjutnya Surat No. 0129/LAM-PTKes/Akr/ Pro/IV/2020 untuk Program Studi Profesi Dokter yang ditandatangani Ketua LAM-PTKes, Prof. dr  Usman Chatib Warsa, SP, MK, PhD teetanggal 25 April 2020.

“Alhamdulillah, UMSU bersyukur  Fakultas Kesoktwean  berhasil meraih peringkat akreditasi A dengan skor membanggakan 371 dari LAM-PTKes,” ungkap Rektor UMSU, Dr Agussani, MAP saat Pengajian Ramadhan Online yang diisi ceramah Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof Dr H Haedar Nashir, MSi, Senin (4/5).

Dijelaskan Rektor,  FK UMSU saat ini menjadi satu-satunya perguruan tinggi swasta yang berhasil meraih peringkat  akreditasi A di Pulau Sumatera. Prestasi ini  tidak lepas atas bimbingan dan dukungan PP Muhammadiyah kepada UMSU sehingga bisa memberikan hasil terbaik. Lebih lanjut, raihan akreditasi A juga tidak terlepas dari soliditas dan kerjasama tim yang didukung oleh peningkatan sarana dan prasarana serta sumber  daya berkualitas. “Kekompakan tim dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan pengajaran harus terus dijaga,” katanya.

Menurut Rektor,  peringkat akreditasi A untuk fakultas kedokteran ini harus dirawat dan dijaga dengan tekad bersama dan kerja keras. Jangan pernah merasa puas dengan prestasi yang berhasil diraih. Dijelaskan Rektor, UMSU terus berupaya  berperan berpartisipasi membantu pemerintah dalam penanganan dan pencegahan penyebaran virus Covid-19.  Melalui Tim UMSU Peduli  Covid -19 yang didalamnya banyak terlibat dosen- dosen dari Fakultas kedokteran akrif memberikan pendidikan, penyaluran bantuan dan melakukan riset.

“UMSU telah mengeluarkan dana bantuan subsidi sebesar Rp. 3,9 miliar untuk  membantu kegiatan pembelajaran mahasiswa,” katanya. Sementara itu, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof, dr, Haedar Nashir, MSi dalam kesempatan iru memberikan apresiasi kepada UMSU atas raihan akreditasi A Fakuktas Kedokteran. Sudah seharusnya capaian prestasi itu disyukuri dengan memberikan kontribusi  manfaat bagi masyarakat terutama melalui bidang pendidikan. “Capaian akreditasi A itu dudah seharusnya disyukuri terlebih-lebih prestasi itu tidak mudah diraih. Selamat saya kira apalagi katanya FK UMSU satu-satunya swasta yang meraih akreditasi A di Pulau Sumatera,” katanya.