Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Menawarkan Bantuan SPP dan Biaya Penelitian

Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menawarkan bantuan SPP dan biaya penelitian untuk tesis/disertasi bagi dosen perguruan tinggi Muhammadiyah dan ’Aisyiyah (PTMA) yang sedang menempuh S-
2/S-3 (on going) di dalam negeri. Ketentuan:
1. Total bantuan yang tersedia adalah Rp300.000.000,00 (bantuan dari Bank Syariah
Mandiri).

2. Bantuan SPP dan biaya penelitian ini hanya satu kali pada semester Genap 2018/2019.

3. Diprioritaskan untuk dosen dari PTMA yang jumlah total mahasiswanya kurang dari 500 orang.

4. Majelis Diktilitbang akan menyeleksi calon penerima bantuan berdasarkan dokumen yang dikirim dengan prioritas untuk PTM dan dosen yang paling membutuhkan bantuan SPP dan biaya penelitian.

5. Majelis Diktilitbang yang menentukan besaran bantuan SPP/biaya penelitian yang akan diberikan.

6. Pendaftaran ditutup hari Sabtu tanggal 5 Januari 2019 pukul 23:59.

Persyaratan:
1. Dosen tetap PTMA dengan jumlah mahasiswa <500 orang (ditunjukkan dengan rekomendasi Rektor/Ketua/Direktur),

2. Memiliki NIDN,

3. Tidak sedang menerima beasiswa dari mana pun (dengan surat pernyataan),

4. Tidak sedang cuti kuliah saat menerima bantuan SPP/biaya penelitian,

5. Sedang menempuh pendidikan S-2/S-3 di Indonesia,

6. Mengisi biodata secara daring (online),

7. Mengirimkan slip tagihan SPP/atau kuitansi pembayaran SPP semester lalu,

8. Mengirimkan rencana anggaran penelitian untuk tesis/disertasi,

9. Mengirimkan proposal tesis/disertasi untuk pelamar yang mengajukan bantuan biaya penelitian untuk tesis/disertasi,

10. Masa studi tidak lebih dari empat semester untuk S-2 dan delapan semester untuk S-3. Kontak:
Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah
Jln. K.H.A. Dahlan 103 Yogyakarta 55262. Telepon 0274-376336/389485
Narahubung: Mbak Evie nomor WA Majelis: 0896 9693 6462.
Email: diktilitbang@muhammadiyah.id Website: www.diktilitbangmuhammadiyah.org

UM Maluku Utara Persiapkan Workshop KKNI

Universitas Muhammadiyah (UM) Maluku Utara bersiap melaksanakan workshop Kerangka Kualifilasi Nasional Indonesia (KKNI) Standar Nasional Perguruan Tinggi (SNPT) level matakuliah/dosen pada 27-30 Oktober mendatang.

Dilansir dari situs resminya, workshop tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan jaminan kualitas standar kompetensi lulusan, standar isi pembelajaran, standar proses pembelajaran dan standar penilaian pembelajaran pada level matakuliah/dosen yang mengacu pada KKNI dan SNPT.

Workshop KKNI dan SNPT level matakuliah/dosen tersebut menggunakan pendekatan andragogi. Berbagai pengalaman peserta akan dijadikan sumber inspirasi dan sharing ideal. Berbagai metode diskusi dan pembelajaran aktif akan dimanfaatkan agar tujuan workshop lebih mudah dicapai, di samping suasana kelas akan lebih partisipatif dan produktif. (Wira Prakasa Nurdia)

Tahun 2018 UM Aceh Terima Bantuan Rumah Susun dan Jaring 1417 Mahasiswa

Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada bulan Juli lalu memberikan rumah susun sewa 3 lantai kepada Universitas Muhammadiyah (UM) Aceh yang rencananya diperuntukkan bagi 156 mahasiswa UM Aceh.

“Namanya rumah susun sewa, kalau kita perhatikan sudah tidak ada kata “sederhana”-nya lagi, jadi kita harapkan kualitasnya sudah jauh lebih bagus daripada yang sering disebut rusunawa.” ungkap Dr. Muharrir Ast’ari, Lc M.Ag, Rektor UM Aceh seperti dikutip situs resmi kampusnya.

Masih di tahun yang sama, kabar baik datang lagi dari UM Aceh karena terima 1417 mahasiswa. Keseluruhan mahasiswa tersebut masuk melalui dua jalur, jalur tes dan non-tes.

“Menetapkan Karakter Mahasiswa Baru Sebagai Generasi Moralitas dan Intelektualitas yang Berkemajuan, menjadi tema besar bagi mahasiswa baru UM Aceh periode 2018/2019 ini,” ujar Muharrir Astari.(Wira Prakasa Nurdia)

Melalui Program MSPP Lahirkan Bibit Muhammadiyah Berdaya Saing

Muhammadiyah Scholarship Preparation Program (MSPP) program gagasan Majelis Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah bekerjasama dengan Majelis Pendidikan Kader (MPK) dan Lazismu kembali di gelar.

Pembekalan dan pembinaan untuk mempersiapkan studi lanjut baik di jenjang S2 maupun S3 selama seminggu di laksanakan di Gedung Pusbang Muhammadiyah Kaliurang sebelum proses pelatihan Bahasa Inggris selama tiga bulan di Kampung Pare Kediri (Jawa Timur).

Selama tiga bulan di Pare Kediri peserta mendapatkan sejumlah fasilitas Pelatihan Bahasa, Tes IELTS, Sertifikat, Biaya Hidup dan Akomodasi. Jelas Sayuti pada Ahad (4/2) dalam acara pembukaan orientasi program di Gedung Pusbang Muhammadiyah Kaliurang.

Sayuti juga mengatakan, “program ini merupakan proses pembibitan kader Muhammadiyah yang diproyeksikan untuk masa yang akan datang.. Selain fokus pada peningkatan kualitas bahasa Inggris kader, juga fokus dalam pembinaan karakter dan wawasan kebangsaan, yang meliputi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, rencana studi, dan tips mendapatkan beasiswa studi lanjut,”

Selain itu, melalui program MSPP ini juga merupakan bekal PP Muhammadiyah dalam menyiapkan intelektual Muhammadiyah masa depan.

“Ini adalah pilot project bagaimana Muhammadiyah merancang program untuk keberlanjutan majunya Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) kedepan,” jelas Sayuti. (Adam/Arif)

 

 

Cetak Pimpinan PTM yang Unggul

Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah mengadakan “Leadership Training Bagi Pimpinan Perguruan Tinggi Muhammadiyah” angkatan satu  dengan tema “Strategi Perubahan Menghadapi Era Disrupsi” di Hotel Jayakarta pada tanggal 22 hingga 28 Januari 2018. Acara ini diikuti oleh 44 perwakilan PTM yang merupakan para pimpinan PTM.

Lincolin Arsyad, Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah dalam sambutannya mengatakan training ini menjadi salah satu kebutuhan pokok untuk menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul guna menghadapi dinamika Perguruan Tinggi yang semakin menantang.

“Selain menjadi tonggak untuk perbaikan-perbaikan program di Majelis Diktilitbang, training ini dibutuhkan mengingat sisi perubahan sosial politik dan lingkungan eksternal yang cepat berubah,” ujarnya.

Lincolin juga menegaskan, kegiatan training ini merupakan langkah awal menciptakan pemimpin yang visioner, inovatif serta fleksibel untuk kemajuan PTM.

“Saat ini terjadi perkembangan dunia pendidikan tinggi yang sangat kompleks, perguruan tinggi asing akan mulai masuk ke Indonesia, salah satunya Australia, sehingga harus diantisipasi dengan menyiapkan SDM yang unggul serta ide-ide solutif dan langkah strategis untuk menghadapinya,” imbuhnya.

Lincolin menegaskan, saat ini tantangan perguruan tinggi adalah menyiapkan SDM yang unggul dan bisa berkompetisi untuk meningkatkan kualitas.

“Kualitas PTM yang unggul adalah sebuah keharusan, sehingga kita harus sama-sama mewujudkannya untuk kebaikan institusi maupun persyarikatan Muhammadiyah,” tutupnya. (nisa)

 

Pengumuman Seleksi Wawancara MSPP Batch II

Berdasarkan hasil penilaian dan seleksi wawancara oleh Tim yang ditunjuk Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah terhadap calon penerima Beasiswa Muhammadiyah Scholarship Preparation Program (MSPP) Batch II pada 03 – 11 Januari 2018 di Yogyakarta, diberitahukan bahwa nama-nama terlampir dinyatakan

LULUS SELEKSI WAWANCARA

Selanjutnya Tim MSPP Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah akan mengirimkan informasi terkait Pembekalan Kader.

Demikian informasi ini kami sampaikan. Terima kasih.

 

Yogyakarta, 19 Januari 2018.

Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah

 

 

 

Muhammad Sayuti, M.Pd., M.Ed., Ph.D.

Unduh berkas pengumuman disini

Pengumuman MSPP Batch II

Berdasarkan hasil seleksi dan penilaian calon penerima Muhammadiyah Scholarship Preparation Program (MSPP) Batch II oleh tim reviewer yang ditunjuk Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengernbangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhamrnadiyah, maka nama-nama terlampir dinyatakan.

LULUS SELEKSI ADMINISTRASI

Selanjutnya tim MSPP Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah akan mengirimkan informasi terkait jadwal interview dan tahap selanjutnya .

Demikian informasi kami sampaikan, terima kasih.

Yogyakarta, 30 Desember 2017

Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah

 

 

Muhammad Sayuti, M.Pd., M.Ed., Ph.D.

 

Download berkas pengumuman disini

 

Diktilitbang PP Muhammadiyah Rencanakan Bentuk SBMPTM

Muhammadiyah melalui Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah tengah menyusun rencana untuk pembentukan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Muhammadiyah (SBMPTM). Rencana ini melibatkan beberapa pihak internal dan juga kerja sama dari Bank Syariah Mandiri (BSM).

Atas rencana tersebut, Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah mengadakan pertemuan dengan BSM dalam rangka mendiskusikan SBMPTM pada Sabtu sore (16/12) di Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan.

Ahmad Muttaqin, Bendahara Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah mengatakan, alasan pengadaan SBMPTM ini, karena PTM memiliki peminat yang bagus dan meningkat setiap tahunnya. Kemudian, rencana kerja sama dengan BSM ini dilatarbelakangi karena BSM dinilai mampu, serta memiliki track record yang bagus dan terbukti.

“Perundingan Majelis Diktilitbang tentang SBMPTM yang direncanakan ini, khusus untuk fakultas kedokteran. Hal ini karena peminatan kedokteran mempunyai peluang kuat. Baru, jika prodi kedokteran ini berhasil, akan dibuat juga peminatan lainnya,” ucap Muttaqin.

Di tengah berlangsungnya diskusi, banyak masukan dari PTM untuk mendukung SBMPTM ini. Misalnya, usulan agar SBMPTM langsung dibuka untuk semua jurusan, teknis pelaksanaan terkait kapan waktu yang tepat dan lain sebagainya.

Sementara Achmad Fauzi, Group Head Institusional BSM, mengaku siap terkait usulan kerja sama untuk tahun 2018 mendatang.

“Kami BSM siap untuk dilibatkan, demi suatu terobosan baru untuk kemajuan PTM ini. Hal-hal yang harus dimatangkan itu seperti IT, bank soal, passing grade, sosialisasi dan panitia penyelenggara,” jelasnya. (nisa)

 

Diktilitbang PP Muhammadiyah Kembangkan Program Kajian Keagamaan dengan AMCF

Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar “Rapat Koordinasi Pengelolaan Ma’had Kerjasama ASIA Muslim Charity Foundation (AMCF) dengan Perguruan Tinggi Muhammadiyah” pada Sabtu (16/12) di Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan.

Sudarnoto Abdul Hakim, Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah menyampaikan, kerja sama antara Diktilitbang dengan AMCF ini untuk mengembangkan program kajian keagamaan demi melahirkan kader-kader yang sesuai dengan harapan Muhammadiyah.

“Inilah yang menjadi salah satu pikiran dasar karena Muhammadiyah terus bergerak sebagai gerakan Islam yang tetap menjaga watak keislaman dalam rangka menggaungkan amar makruf nahi munkar,” ujarnya.

Sudarnoto menyampaikan suatu alasan kuat lainnya atas kerja sama AMCF ini, yakni agar persyarikatan Muhammadiyah bisa melahirkan kader-kader berbasis ulama Muhammadiyah.

“Salah satu yang jadi perhatian di Muhammadiyah adalah masih sedikitnya ulama. Ulama di Muhammadiyah yang benar-benar bisa dikatakan ahli suatu ilmu itu baru sedikit sekali, sehingga melalui ma’had di PTM kita ini mampu mewujudkannya,” ucap Sudarnoto.

Harapannya, kegiatan ini mampu menjadi wadah  koordinasi yang efektif untuk memperkuat kembali PTM dalam kerjasamanya dengan AMCF.

Kegiatan ini diikuti oleh 22 perwakilan PTM yang sudah memiliki ma’had. Hadir juga sebagai narasumber, Bendahara PP Muhammadiyah Marupuji Ali dan Ketua PP Muhammadiyah Yunahar Ilyas. (nisa)

 

Pimpinan PTM Kunjungi Tujuh PT di Taiwan

Sebanyak 24 Pimpinan Perguruan Tinggi Muhammadiyah, disertai tiga Pimpinan Majelis Diktilitbang PPM, diundang Kementerian Pendidikan Taiwan untuk merintis kerja sama dengan PT Taiwan. Ini diharapkan akan mendorong percepatan internasionalisasi PTM sehingga siap bersaing dengan PT asing, termasuk lulusannya.

“Kami berharap dari kunjungan ini ada kelanjutan dalam bentuk pertukaran dosen dan mahasiswa, kerja sama riset, termasuk pengiriman dosen untuk belajar , pada program tertentu. Misalnya, Ph.D program untuk keperawatan di sini, yang di Indonesia masih sangat langka,” kata Prof Lincolin Arsyad dalam sambutan di Universitas Huangkuang, Kamis (7/12).

Delegasi diterima Rektor University Huangkuang Dr Yueh Guay Huang. Sebelumnya delegasi mengunjungi Yuanpei of Medical Technology University, dan diterima Rektor Chih Cheng Ling. Kunjungan dengan dukungan penuh dari kementerian pendidikan Taiwan ini didampingi juga pimpinan majelis diktilitbang PP Muhammadiyah Prof Edy Suandi Hamid, dan Dr Sayuti.

Menurut agenda yg dijadwalkan, delegasi PTM selama lima hari akan mengunjungi juga Asia University, Da Yeh University, Cheng Kung University, National Taipei University of nursing and Health Science, dan Sochow University. Pada akhir kunjungan akan ditandatangani MOU antara Majelis Diktilitbang PPM dengan Kementerian Pendidikan Taiwan di Taipei.

Dalam kesempatan itu, PT yang dikunjungi juga menawarkan beasiswa bagi dosen PTM. “Misalnya, mereka menawarkan tadi untuk memberikan pembebasan tuition fee kepada dosen PTM yang akan mengambil Ph.D keperawatan,”ujar Prof Edy Suandi Hamid.

Dengan 173 PTM yang dimiliki dan persaingan ketat PT, menurut Lincolin, PTM harus progresif dan berpikir jauh ke depan. Kita perbanyak kerjasama internasional untuk meningkatkan daya saing. Namun kita tetap selektif memilih mitra di luar negeri,” ujar Prof Lincolin Arsyad.

Dikemukakan, pada era disruptive technology ini maka saling belajar untuk berinovasi menjadi keniscayaan. “Dengan banyak berinteraksi secata akademik dengan perguruan tinggi manca negara yg sudah mempunyai tradisi akademik lebih maju kita mengejar ketertinggalan selama ini,” ujar Prof Lincoin.