Melalui Program MSPP Lahirkan Bibit Muhammadiyah Berdaya Saing

Muhammadiyah Scholarship Preparation Program (MSPP) program gagasan Majelis Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah bekerjasama dengan Majelis Pendidikan Kader (MPK) dan Lazismu kembali di gelar.

Pembekalan dan pembinaan untuk mempersiapkan studi lanjut baik di jenjang S2 maupun S3 selama seminggu di laksanakan di Gedung Pusbang Muhammadiyah Kaliurang sebelum proses pelatihan Bahasa Inggris selama tiga bulan di Kampung Pare Kediri (Jawa Timur).

Selama tiga bulan di Pare Kediri peserta mendapatkan sejumlah fasilitas Pelatihan Bahasa, Tes IELTS, Sertifikat, Biaya Hidup dan Akomodasi. Jelas Sayuti pada Ahad (4/2) dalam acara pembukaan orientasi program di Gedung Pusbang Muhammadiyah Kaliurang.

Sayuti juga mengatakan, “program ini merupakan proses pembibitan kader Muhammadiyah yang diproyeksikan untuk masa yang akan datang.. Selain fokus pada peningkatan kualitas bahasa Inggris kader, juga fokus dalam pembinaan karakter dan wawasan kebangsaan, yang meliputi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, rencana studi, dan tips mendapatkan beasiswa studi lanjut,”

Selain itu, melalui program MSPP ini juga merupakan bekal PP Muhammadiyah dalam menyiapkan intelektual Muhammadiyah masa depan.

“Ini adalah pilot project bagaimana Muhammadiyah merancang program untuk keberlanjutan majunya Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) kedepan,” jelas Sayuti. (Adam/Arif)

 

 

Cetak Pimpinan PTM yang Unggul

Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah mengadakan “Leadership Training Bagi Pimpinan Perguruan Tinggi Muhammadiyah” angkatan satu  dengan tema “Strategi Perubahan Menghadapi Era Disrupsi” di Hotel Jayakarta pada tanggal 22 hingga 28 Januari 2018. Acara ini diikuti oleh 44 perwakilan PTM yang merupakan para pimpinan PTM.

Lincolin Arsyad, Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah dalam sambutannya mengatakan training ini menjadi salah satu kebutuhan pokok untuk menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul guna menghadapi dinamika Perguruan Tinggi yang semakin menantang.

“Selain menjadi tonggak untuk perbaikan-perbaikan program di Majelis Diktilitbang, training ini dibutuhkan mengingat sisi perubahan sosial politik dan lingkungan eksternal yang cepat berubah,” ujarnya.

Lincolin juga menegaskan, kegiatan training ini merupakan langkah awal menciptakan pemimpin yang visioner, inovatif serta fleksibel untuk kemajuan PTM.

“Saat ini terjadi perkembangan dunia pendidikan tinggi yang sangat kompleks, perguruan tinggi asing akan mulai masuk ke Indonesia, salah satunya Australia, sehingga harus diantisipasi dengan menyiapkan SDM yang unggul serta ide-ide solutif dan langkah strategis untuk menghadapinya,” imbuhnya.

Lincolin menegaskan, saat ini tantangan perguruan tinggi adalah menyiapkan SDM yang unggul dan bisa berkompetisi untuk meningkatkan kualitas.

“Kualitas PTM yang unggul adalah sebuah keharusan, sehingga kita harus sama-sama mewujudkannya untuk kebaikan institusi maupun persyarikatan Muhammadiyah,” tutupnya. (nisa)

 

Pengumuman Seleksi Wawancara MSPP Batch II

Berdasarkan hasil penilaian dan seleksi wawancara oleh Tim yang ditunjuk Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah terhadap calon penerima Beasiswa Muhammadiyah Scholarship Preparation Program (MSPP) Batch II pada 03 – 11 Januari 2018 di Yogyakarta, diberitahukan bahwa nama-nama terlampir dinyatakan

LULUS SELEKSI WAWANCARA

Selanjutnya Tim MSPP Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah akan mengirimkan informasi terkait Pembekalan Kader.

Demikian informasi ini kami sampaikan. Terima kasih.

 

Yogyakarta, 19 Januari 2018.

Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah

 

 

 

Muhammad Sayuti, M.Pd., M.Ed., Ph.D.

Unduh berkas pengumuman disini

Pengumuman MSPP Batch II

Berdasarkan hasil seleksi dan penilaian calon penerima Muhammadiyah Scholarship Preparation Program (MSPP) Batch II oleh tim reviewer yang ditunjuk Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengernbangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhamrnadiyah, maka nama-nama terlampir dinyatakan.

LULUS SELEKSI ADMINISTRASI

Selanjutnya tim MSPP Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah akan mengirimkan informasi terkait jadwal interview dan tahap selanjutnya .

Demikian informasi kami sampaikan, terima kasih.

Yogyakarta, 30 Desember 2017

Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah

 

 

Muhammad Sayuti, M.Pd., M.Ed., Ph.D.

 

Download berkas pengumuman disini

 

Diktilitbang PP Muhammadiyah Rencanakan Bentuk SBMPTM

Muhammadiyah melalui Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah tengah menyusun rencana untuk pembentukan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Muhammadiyah (SBMPTM). Rencana ini melibatkan beberapa pihak internal dan juga kerja sama dari Bank Syariah Mandiri (BSM).

Atas rencana tersebut, Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah mengadakan pertemuan dengan BSM dalam rangka mendiskusikan SBMPTM pada Sabtu sore (16/12) di Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan.

Ahmad Muttaqin, Bendahara Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah mengatakan, alasan pengadaan SBMPTM ini, karena PTM memiliki peminat yang bagus dan meningkat setiap tahunnya. Kemudian, rencana kerja sama dengan BSM ini dilatarbelakangi karena BSM dinilai mampu, serta memiliki track record yang bagus dan terbukti.

“Perundingan Majelis Diktilitbang tentang SBMPTM yang direncanakan ini, khusus untuk fakultas kedokteran. Hal ini karena peminatan kedokteran mempunyai peluang kuat. Baru, jika prodi kedokteran ini berhasil, akan dibuat juga peminatan lainnya,” ucap Muttaqin.

Di tengah berlangsungnya diskusi, banyak masukan dari PTM untuk mendukung SBMPTM ini. Misalnya, usulan agar SBMPTM langsung dibuka untuk semua jurusan, teknis pelaksanaan terkait kapan waktu yang tepat dan lain sebagainya.

Sementara Achmad Fauzi, Group Head Institusional BSM, mengaku siap terkait usulan kerja sama untuk tahun 2018 mendatang.

“Kami BSM siap untuk dilibatkan, demi suatu terobosan baru untuk kemajuan PTM ini. Hal-hal yang harus dimatangkan itu seperti IT, bank soal, passing grade, sosialisasi dan panitia penyelenggara,” jelasnya. (nisa)

 

Diktilitbang PP Muhammadiyah Kembangkan Program Kajian Keagamaan dengan AMCF

Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar “Rapat Koordinasi Pengelolaan Ma’had Kerjasama ASIA Muslim Charity Foundation (AMCF) dengan Perguruan Tinggi Muhammadiyah” pada Sabtu (16/12) di Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan.

Sudarnoto Abdul Hakim, Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah menyampaikan, kerja sama antara Diktilitbang dengan AMCF ini untuk mengembangkan program kajian keagamaan demi melahirkan kader-kader yang sesuai dengan harapan Muhammadiyah.

“Inilah yang menjadi salah satu pikiran dasar karena Muhammadiyah terus bergerak sebagai gerakan Islam yang tetap menjaga watak keislaman dalam rangka menggaungkan amar makruf nahi munkar,” ujarnya.

Sudarnoto menyampaikan suatu alasan kuat lainnya atas kerja sama AMCF ini, yakni agar persyarikatan Muhammadiyah bisa melahirkan kader-kader berbasis ulama Muhammadiyah.

“Salah satu yang jadi perhatian di Muhammadiyah adalah masih sedikitnya ulama. Ulama di Muhammadiyah yang benar-benar bisa dikatakan ahli suatu ilmu itu baru sedikit sekali, sehingga melalui ma’had di PTM kita ini mampu mewujudkannya,” ucap Sudarnoto.

Harapannya, kegiatan ini mampu menjadi wadah  koordinasi yang efektif untuk memperkuat kembali PTM dalam kerjasamanya dengan AMCF.

Kegiatan ini diikuti oleh 22 perwakilan PTM yang sudah memiliki ma’had. Hadir juga sebagai narasumber, Bendahara PP Muhammadiyah Marupuji Ali dan Ketua PP Muhammadiyah Yunahar Ilyas. (nisa)

 

Pimpinan PTM Kunjungi Tujuh PT di Taiwan

Sebanyak 24 Pimpinan Perguruan Tinggi Muhammadiyah, disertai tiga Pimpinan Majelis Diktilitbang PPM, diundang Kementerian Pendidikan Taiwan untuk merintis kerja sama dengan PT Taiwan. Ini diharapkan akan mendorong percepatan internasionalisasi PTM sehingga siap bersaing dengan PT asing, termasuk lulusannya.

“Kami berharap dari kunjungan ini ada kelanjutan dalam bentuk pertukaran dosen dan mahasiswa, kerja sama riset, termasuk pengiriman dosen untuk belajar , pada program tertentu. Misalnya, Ph.D program untuk keperawatan di sini, yang di Indonesia masih sangat langka,” kata Prof Lincolin Arsyad dalam sambutan di Universitas Huangkuang, Kamis (7/12).

Delegasi diterima Rektor University Huangkuang Dr Yueh Guay Huang. Sebelumnya delegasi mengunjungi Yuanpei of Medical Technology University, dan diterima Rektor Chih Cheng Ling. Kunjungan dengan dukungan penuh dari kementerian pendidikan Taiwan ini didampingi juga pimpinan majelis diktilitbang PP Muhammadiyah Prof Edy Suandi Hamid, dan Dr Sayuti.

Menurut agenda yg dijadwalkan, delegasi PTM selama lima hari akan mengunjungi juga Asia University, Da Yeh University, Cheng Kung University, National Taipei University of nursing and Health Science, dan Sochow University. Pada akhir kunjungan akan ditandatangani MOU antara Majelis Diktilitbang PPM dengan Kementerian Pendidikan Taiwan di Taipei.

Dalam kesempatan itu, PT yang dikunjungi juga menawarkan beasiswa bagi dosen PTM. “Misalnya, mereka menawarkan tadi untuk memberikan pembebasan tuition fee kepada dosen PTM yang akan mengambil Ph.D keperawatan,”ujar Prof Edy Suandi Hamid.

Dengan 173 PTM yang dimiliki dan persaingan ketat PT, menurut Lincolin, PTM harus progresif dan berpikir jauh ke depan. Kita perbanyak kerjasama internasional untuk meningkatkan daya saing. Namun kita tetap selektif memilih mitra di luar negeri,” ujar Prof Lincolin Arsyad.

Dikemukakan, pada era disruptive technology ini maka saling belajar untuk berinovasi menjadi keniscayaan. “Dengan banyak berinteraksi secata akademik dengan perguruan tinggi manca negara yg sudah mempunyai tradisi akademik lebih maju kita mengejar ketertinggalan selama ini,” ujar Prof Lincoin.

 

Perlunya Peta Dakwah Muhammadiyah dalam KKN

Kelihatannya masalah Kuliah Kerja Nyata  (KKN) ini  simple dan sepele, padahal ini bisa menjadi lorong yang bisa ditempuh dalam kerangka dakwah tutur Prof Sjafri Sairin  guru besar antropologi di UGM  sekaligus anggota Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah disela-sela sebagai narasumber di acara “Workshop Peta Dakwah Melalui Program KKN. Ide peta dakwah ini sudah digagas beliau sejak periode lalu, namun belum direspon oleh pengurus Karena kejar target program yang lain pada periode itu.

KKN harusnya dapat memanfaatkan diri untuk bikin data etnografi terus dibikin filing (file), selama ini lebih banyak persepsi bukan data etnografi. Kita bisa mencontoh Jepang yang masih punya data abad ke-7 dengan lengkap. Ada persepsi yang harus diluruskan. Selama ini kita belum punya budaya menulis dan menyimpan dengan baik. Kita itu malu kalau tidak baru. Kalau ada orang mengurus arsip masih dianggap tidak penting, kuno, dll. itu pandangan yang sangat materialistik. Kita sudah harus beralih dari mental pemalas dan materialistik menjadi orang yang mau membangun budaya menulis, menyimpan dan meneliti.

KKN bisa jadi ujung tombak untuk melaporkan profil komunitas. Satu tim khusus bisa bikin etnografi. Saya ingin Muhammadiyah harus punya file KKN etnografi yang sudah punya data maka harus bikin basic data untuk sambut masyarakat yang berkemajuan, orang yang mau membangun budaya menulis, menyimpan dan meneliti Pungkas Prof Sjafri.

Prof Dr Amri Marzali menambahkan  “Participatory Rural Appraisal (PRA) bagi Membangun Satu Model Dakwah Komuniti yang Wasatiyyah dan sesuai dengan Budaya Lokal”. PRA ini cucunya etnografi. Etnografi itu makro, PRA itu mikro. Tugas Muhammadiyah sebagai sebuah organisasi sosial Islam adalah menyebarkan ajaran agama Islam yang berkemajuan ke tengah masyarakat.Tugas ini telah dilaksanakan oleh Muhammadiyah dengan berbagai cara melalui berbagai institusi. Salah satu cara yang belum difungsikan secara maksimal dalam mengemban tugas ini adalah dakwah komuniti melalui KKN.

Dalam konteks KKN PTM dan PTA,  PRA adalah “Sejumlah pendekatan dan metode untuk mempelajari kondisi dan kehidupan keagamaan masyarakat pedesaan, yang dilakukan bersama dengan masyarakat desa, dalam rangka membuat satu perencanaan dan pelaksanaan program dakwah Islam yang sesuai dengan budaya setempat.”

Dalam PRA, mahasiswa dan masyarakat tidak hanya sekedar belajar bersama, tetapi juga melakukan pekerjaan yang lebih luas, yaitu mengumpulkan data, menganalisis data, merencanakan program, dan melaksanakan program secara Bersama tutup Prof Amri. (Arif W/Robby A)

Peta Dakwah Muhammadiyah Lewat KKN

Muhammadiyah sebagai sebuah gerakan keagamaan Islam melalui berbagai kegiatan yang didasarkan pada nilai  Amar Makruf Nahi Munkar, telah melakukan berbagai usaha untuk mencapai tujuan organisasi. Untuk menyebarkan agama Islam di tengah kehidupan masyarakat, Muhammadiyah telah melaksanakan berbagai strategi dakwah mulai dengan yang konvensional seperti kegiatan pengajian, ceramah agama di kalangan komunitas terbatas sampai dakwah modern melalui media sosial, Radio dan Televisi.

Kehadiran sekolah tinggi dan universitas yang didirikan oleh Muhammadiyah menjadi fenomena tersendiri. Tercatat sebanyak 164 Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan delapan Perguruan Tinggi Aisyiah telah berdiri di berbagai penjuru tanah air, dari Banda Aceh  sampai Jayapura. Mayoritas PTM dan PTA melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) serta kegiatan pengabdian pada masyarakat sebagai implementasi dari salah satu Dharma Tri Dharma Perguruan  Tinggi, yaitu Pengabdian Terhadap Masyarakat. Sebagai agent of change, lulusan Pendidikan Tinggi dituntut untuk dapat menyaksikan realitas kehidupan masyarakat, terutama masyarakat kelas bawah yang umumnya tinggal di daerah pedesaan atau kawassan perkampungan di kawasan perkotaan.

Dr. Robby Abror H, Dr. Chairil Anwar

Program KKN mengandung sejumlah fungsi penting dalam dakwah tutur Wakil Ketua juga sekaligus Koordinator Bidang 3 Penelitian dan Pengembangan Budaya Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah dalam pembukaan Workshop Pengembangan Peta Dakwah Muhammadiyah melalui KKN.

Pertama, program KKN dipandang sebagai sarana bagi mahasiswa untuk mempertajam dan mempertebal empati terhadap kehidupan masyarakat yang tingkat kesejahteraannya masih relatif rendah.

Kedua,  bagi masyarakat penerima, program KKN  dapat menjadi sarana bagi tumbuhnya nilai-nilai baru tentang pentingnya kedudukan pendidikan dalam menopang kehidupan masyarakat.

Ketiga, bagi Muhammadiyah sebenarnya Program KKN dapat menjadi sarana penting bagi kepentingan pengembangan dakwah yang dilakukan. Selama ini ini fungsi itu sudah dijalankan, dengan turunnya para mahasiswa dan dosen memberikan pengajian atau membuka kursus membaca Al Quran selam program KKN berjalan.

Acara ini dilaksanakan selama dua hari yakni sejak tanggal 14 hingga 15 Juni 2017 di Universitas UHAMKA dan diikuti oleh beberapa PTMA perwakilan. Ide cerdas yang diajukan oleh Prof Sjafri Sairin (Anggota Majelis Diktilitbang) ini harus disambut baik karena akan berkontribusi pada peningkatan kualitas KKN di PTM/A. (Arif W/Robby A)

Workshop Nasional SPMI dan AMI Indonesia Timur

Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Prof Lincolin Arsyad, pada kesempatan tersebut mengatakan, beliau telah memberi peringatan kepada 163 Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) di seluruh Indonesia, agar mengupayakan Akreditasi Institusi minimal dengan nilai B.

Saya harap, lima tahun mendatang separuh dari 163 PTM minimal sudah Terakreditasi A, tegas Lincolin.

Muara dari Workshop Nasional Standar Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Pelatihan Auditor Mutu Internal (AMI), kata beliau, adalah peningkatan mutu atau kualitas Perguruan Tinggi Muhammadiyah.

Workshop maupun pelatihan yang dilaksanakan ini adalah sebuah proses untuk output yang lebih berkualitas. Semakin baik prosesnya, maka Insya Allah outputnya juga pasti bagus, kata Lincolin.

Beliau mengatakan, ada tiga cita-cita bersama PTM se-Indonesia yang dicanangkan sejak 2016, yakni PTM yang unggul, PTM berdaya saing, dan PTM berkemajuan. Salah satu karakteristik PTM yang unggul, yaitu memiliki SDM yang berkualitas, tidak hanya sumber dayanya, tetapi juga kualifikasi pendidikannya.

Yang juga harus unggul adalah tenaga kependidikannya, karena sebaik apapun dosennya, kalau tenaga kependidikannya dan tenaga teknisnya tidak berkualitas, maka PTM sulit untuk bisa unggul, kata Lincolin.

Workshop SMPI dan pelatihan AMI, katanya, sangat berguna bagi PTM, karena ketika dilakukan akreditasi institusi maupun akreditasi prodi studi, pimpinan PTM tidak perlu lagi kasak-kusuk, karena memang sudah mempersiapkan diri dengan matang.

Wakil Ketua Majelis Bidang Akreditasi dan Kemahasiswaan PP Muhammadiyah, Prof Edy Suandi Hamid, saat membawakan materi, mengingatkan kepada peserta workshop SPMI, bahwa peningkatan akreditasi atau mutu perguruan tinggi bukan karena adanya amanat undang-undang, atau peraturan dari Kemenristek Dikti, tetapi karena kesadaran bersama dan juga karena amanah dari para orangtua mahasiswa.

Jadi bukan karena ada perintah undang-undang lalu kita berupaya meningkatkan akreditasi institusi maupun prodi, kata Edy.

Sumber : UM Makassar