UM Makassar Buka S3 Pendidikan Agama Islam

Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar akan membuka program studi doktoral (S3) Pendidikan Agama Islam (PAI). Usul pembukaan prodi baru sekaligus program doktoral pertama di Unismuh Makassar tersebut, telah diverifikasi oleh tim dari Kementerian Agama (Kemenag) RI.

Selain itu, Program Pascasarjana (PPs) Unismuh Makassar akan membuka tiga prodi baru program magister (S2), yaitu S2 Pendidikan Dasar, S2 Pendidikan Bahasa Inggris, dan S2 Agribisnis.

PPs Unismuh saat ini memiliki empat program studi, yakni Prodi S2 Administrasi Publik, Prodi S2 Manajemen, Prodi S2 Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Prodi S2 Pendidikan Agama Islam, tutur Direktur PPs Unismuh Makassar Prof Ide Said, pada acara silaturrahim bersama Rektor Unismuh Dr Abdul Rahman Rahim, yang dihadiri dosen dan karyawan PPs Unismuh, di Gedung Pascasarjana Unismuh Makassar, belum lama ini.

Menerima laporan tersebut, Rahman Rahim selaku rektor mengaku gembira dengan adanya usulan penambahan program studi baru pada Program Pascasarjana Unismuh Makassar.

Pascasarjana sudah menjadi simbol perguruan tinggi yang maju, apalagi kalau semua program studi yang dibuka sudah memperoleh akreditasi dengan nilai A atau nilai B, ujar Rahman.

Kemajuan perguruan tinggi, lanjutnya, juga diukur dari banyaknya jumlah penelitian dan jumlah kerjasama yang ditindaklanjuti dengan berbagai pihak.

Untuk memajukan Unismuh Makassar, kita membangun tiga budaya di kalangan dosen, karyawan, dan mahasiswa, yakni budaya integritas, budaya profesionalisme, dan budaya enterpreneurship,” sebut Rahman.

Acara silaturrahim di Gedung Pascasarjana Unismuh Makassar turut dihadiri Direktur AKSI Unismuh Dr Budi Setiawati, Direktur SDK Unismuh Dr Ruliaty, dan Sekretaris PPs Unismuh Dr Darwis Muhdina.

Juga hadir Ketua Prodi S2 Administrasi Publik Dr Abdul Mahsyar MSi, Ketua Prodi S2 Manajemen Dr Andi Jam’an SE MSi, Ketua Prodi S2 Pendidikan Bahasa Indonesia Dr Abdul Rahman Rahim MHum, Ketua Prodi S2 Pendidikan Agama Islam Prof Abdul Rahman Getteng, Ketua Unit Penjaminan Mutu PPs Unismuh Dr Ifayani Haanurat, Sekretaris UPM PPs Unismuh Dr Jaelan Usman MSi, dan Kepala Tata Usaha PPs Unismuh Drs Muhammad Yasin Tawakkal MM.

Sumber : www.unismuh.ac.id

Bahasa Indonesia Alat Pemersatu Bangsa

bertepatan dengan ulang tahun Ikatan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia (IMABSI) seluruh indonesia yang ke-11 pada (06/05), Himpunan Mahasiswa Pendidikan Sastra Indonesia (Himadiksatria) mengadakan aksi “Gerakan Cinta Basaha dan Sastra Indonesia” yang dilaksanakan di Depan Laboratuium Terpadu Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan (FKIP) dan di Bundaran Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), aksi tersebut berlangsung dari pukul tiga sore hingga petang berupa pembacaan puisi dan orasi berlangsung ramai.

Aksi yang menggalakan Gerakan Cinta Bahasa dan sastra Indonesia ini berlangsung atas himbauan Sekjen pusat IMABSI kepada seluruh anggota IMABSI di seluruh Indonesia. “Aksi ini merupakan himbauan dari sekjen pusat IMABSI kepada seluruh anggota IMABSI di seluruh indonesia agar menyelenggarakan aksi serentak pada 6 mei bertepatan dengan ulang tahun IMABSI ke-11,” ungkap koordinator lapangan (korlap) Itsnan Fauzan.

Tidak hanya itu, lewat aksi yang diselenggarakan Himadiksatria, orator sekaligus bersosialisasi kepada seluruh mahasiswa UMP untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. “kami berinisiatif untuk tidak hanya membacakan puisi saja tapi kami juga menghimbau kepada seluruh mahasiswa UMP untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar misalnya menggunaan kata sekedar menjadi sekadar, tergantung menjadi bergantung dan masih banyak lagi,”ungkap Itsnan.

Tema yang dingkat dalam pembacaan puisi beraneka ragam. Dari nasionalisme, kedaulatan rakyat, hingga romantisme mahasiswa diera revormasi 1998. Walaupun dengan tema yang beraneka ragam para orator memfokuskan untuk masalah nasionalisme. Seperti yang terdapat pada teks sumpah pemuda “Kami putra dan putri indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia” Himadiksatria berupaya untuk mengalakan bahasa Indonesia sebagai alat pemersatu bangsa. “Disini kami tidak hanya berbicara bagaimana menggunakan bahasa yang baik dan benar, tapi juga bagaimana menaggapi budaya dengan benar. Karena dari dulu nasionalisme hanya berkutat dengan tanah air dan bangsa. Padahal bahasa juga sebagai alat pemersatu bangsa,” tandasnya.(Nur)

Sumber : UMP

Benchmarking Kantor Urusan Internasional dan Kerjasama (KUIK)

Kantor Urusan Internasional dan Kerjasama (KUIK) UNIMUS merupakan lembaga baru yang dibentuk melalui SK Rektor nomor 069/UNIMUS/SK.KP/2014 pada tanggal 24 November 2014, lembaga ini dibawah naungan Wakil Rektor III bidang kemahasiswaan dan kerjasama. KUIK memiliki tugas dalam melayani urusan internasional (Scholarships, Student Exchange, AcademicVisits, Research Collaborations) dan juga mengembangkan kerjasama (MoU) dengan perguruan tinggi luar negeri terkemuka yang dapat meningkatkan kapasitas UNIMUS menjadi “A University for the excellence” sebagaimana moto-nya.

Dr. Djoko Setyo Hartono SE, MM, SH, MKn, (Wakil Rektor III, UNIMUS) dalam pesannya menyampaikan ”Pembentukan bidang yang melayani urusan Internasional dan kerjasama dimaksudkan memperkuat posisi UNIMUS sebagai lembaga pendidikan yang berkelas dan memiliki daya saing internasional dimasa yang akan datang“ 6/01/2015.

Kunjungan KUIK ke Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Pada Rabu 24 Desember 2014, sebagaimana Surat Tugas dari Wakil Rektor III No. 371/UNIMUS/KS/2014, KUIK UNIMUS melaksanakan kunjungan perdananya dalam rangka studi banding dan menjalin kerjasama di Kantor UrusanInternasional (KUI), Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP). Dalam kunjungannya di UMP diterima oleh Bapak Ir. Regawa Bayu Pamungkas, MT (Pembantu Rektor IV UMP) dan Ibu Santhy Herawati, Ph.D (Kepala Bidang Kerjasama dan Pengembangan UMP).

“Penerapan Strategi dengan menjalin komunikasi dan memperkuat kerjasama antar KUI pada level Nasional maupun antar Universitas Muhammadiyah di Indonesia akan sangat membantu memperluas jaringan” demikian dikatakan Bu Santhy Herawati, PhD. Beliau juga menambahkan bahwa KUI harus dapat menjaring kesempatan kerjasama seluas mungkin dengan Univeritas Luar Negeri melalui (1) korespondensi (2) penawarankunjungan (3) pengiriman informasi yang dapat dikerjasamakan.

Disamping itu hasil kunjungan juga mengkaji perintisan Program Darmasiswa Mahasiswa Asing di kampus, baik melalui program pemerintah Indonesia maupun program pemerintah luar negeri. Program yang saat ini telah ditawarkan oleh Badan Kerjasama Luar Negeri DIKTI dan telah dilaksanakan UMP adalah Program “Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing” BIPA.

Kerjasama, Korespondensi dan Informasi
KUIK UNIMUS saat ini sedang membuka penawaran kerjasama dengan Kedutaan Besar negara sahabat untuk berpartisipasi pada CORNER KUIK untuk mengisi buku-buku budaya negara setempat, informasi beasiswa dan program kerjasama. Selain itu, juga mengajak dan memberikan kesempatan pada pengelola penyedia beasiswa luar negeri seperti AMINEF, DAAD,NUFFIC/ NESO, IDB, AusAID dan berbagai lembaga donor lainnya untuk dapat berkunjung dan mensosialisasikan programnya di KAMPUS UNIMUS. (M.Yusuf)

Untuk korespondensi dapat menghubungi, Muhammad Yusuf, PhD (Pengelola Kerjasama Internasional) Email: m.yusuf@unimus.ac.id, HP +62-812-1536-0411,

Sumber : www.unimus.ac.id