FULLY FUNDED ASTRONOMY SCHOLARSHIP 2020

Hai kader Muhammadiyah ‘Aisyiyah di manapun berada, Kami menyediakan beasiswa penuh untuk secara serius belajar tentang Ilmu Falak di program Magister Ilmu Falak UIN Walisongo Semarang atau Ilmu Astronomi Institut Teknologi Bandung (ITB). Kepakaran di bidang Falak/Astronomi di Persyarikatan sangat dibutuhkan untuk membimbing umat dalam pengambilan keputusan-keputusan yang relevan.

PERSYARATAN
1. Kader Muhammadiyah diutamakan kader Majelis Tarjih PWM/PPM
2. Usia maksimum pendaftar tiga puluh lima (35) tahun.
3. Memiliki IPK S-1 minimum 3.0 pada skala 4.0
4. Memiliki nilai TOEFL ITP minimum 475
5. Pas Photo berwarna dengan latar belakang merah
6. Fotocopy ijazah dan transkip nilai S-1 (dengan legalisir)
7. Fotocopy KTP
8. Fotocopy Kartu Anggota Muhammadiyah
9. Membuat proposal studi maks. 10 halaman dan rencana studi
10. Melampirkan surat rekomendari dari Majelis Tarjih PWM/PPM

KOMPONEN BEASISWA
1. DANA PENDIDIKAN:
Uang pendaftaran (termasuk biaya TPA jika ada), SPP (termasuk biaya matrikulasi), tunjangan buku, dan subsidi biaya riset.
2. DANA PENDUKUNG:
Dana transportasi (PP sekali), biaya hidup bulanan, dan iuran BPJS.

PENDAFTARAN
Silahkan klik link http://bit.ly/BeasiswaFalak2020

DEADLINE 10 DESEMBER 2019
Informasi lebih lanjut bisa menghubungi Sdr. Lukman (085741405046) atau M Saleh (081342336847).

Download Booklet : Booklet Falak 2020

Program ini terselenggara atas kerja sama Majelis Diktilitbang PPM, LAZISMU dan Majelis Tarjih dan Tajdid PPM.

Pengumuman Seleksi Administrasi MSPP 2016

Berikut kami umumkan nama-nama peserta yang lolos seleksi administrasi beasiswa Muhammadiyah Scholarship Preparation Program (MSPP) 2016 yang diadakan oleh Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah.

Download di sini

Info selanjutnya akan di informasikan oleh panitia lewat email masing-masing.

CP : 085741405046 ( Hakim )

Beasiswa Riset Biodiversity dan Health

DAAD Jakarta kembali membuka program beasiswa riset “Biodiversity & Health” untuk keberangkatan tahun 2017. Terdapat lima tipe beasiswa untuk delapan topik riset di berbagai institusi atau universitas di Jerman:

Scholarship Type A : PhD Scholarships in Germany (max. 36 months)
Scholarship Type B : Postdoctoral Fellowships in Germany / short-term visits (1 to 6 months)
Scholarship Type C : Postdoctoral Fellowships in Germany / long-term visits (12 months)
Scholarship Type D : Feldforschung deutscher Doktoranden in Indonesien
Scholarship Type E : Senior Experts short-term visits (2 weeks to 3 months)

Deadline pendaftaran: 31 Oktober 2016
Informasi lengkap mengenai persyaratan, berkas pendaftaran, dan deskripsi masing-masing topik riset dapat dlihat di: klik disini

Apabila memiliki pertanyaan lebih lanjut, silakan menghubungi saya baik melalui email ini atau nomor telepon kantor DAAD Jakarta.

Salam/ Best regards/ Herzliche Grüße,

Ms Lidya Natalie
Program Officer
DAAD Regional Office Jakarta
Jl. Jend. Sudirman, Kav. 61-62
Summitmas 2, 14th Floor
Jakarta 12190
Tel.: +62 (21) 520 08 70, 525 28 07
Fax: +62 (21) 525 28 22

 

 

Bank Syariah Mandiri Berikan Beasiswa bagi Mahasiswa UMY

Bank Syariah Mandiri (BSM), pada Kamis (22/09) menyerahkan dana sebesar 120 juta rupiah kepada Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Dana tersebut akan dialokasikan kepada para mahasiswa UMY sebagai bentuk Beasiswa dari BSM.

Dana tersebut diserahkan secara simbolis oleh Direktur Utama Bank Syariah Mandiri, Agus Sudiarto kepada Rektor UMY, Prof. Bambang Cipto, M.A. Dalam penyerahan tersebut juga dihadiri oleh Wakil Rektor II UMY, Dr. Suryo Pratolo, M.Si., Akt, CA, AAP dan Wakil Rektor III UMY, Sri Atmaja P. Rosyidi, PhD. P.eng, Kepala LPKA UMY Ir. Agus Nugroho Setiawan, M.P, serta Region Head BSM Sugeng Hariyadi, Group Head – Jakarta Dharmawan Hadad, Dept Head – Jakarta Sunardi, Area Manager Sukma Dwie Priardi, dan Cash Outlet Manager BSM UMY Lily Artika Dewi.

Ir. Agus Nugroho Setiawan, M.P, selaku Kepala LPKA (Lembaga Pengembangan Kemahasiswaan dan Alumni) UMY menerangkan bahwa dana yang diberikan BSM merupakan bentuk apresiasi dari BSM yang telah lama menjalin kerjasama dengan UMY. Wujud kerjasama yang dimaksud seperti pembayaran SPP mahasiswa dan penyaluran gaji dosen dan karyawan melalui BSM.

“Dalam beberapa kesempatan, BSM memberikan apresiasi atas kepercayaan dari UMY, antara lain dalam bentuk beasiswa. Tahun kemarin dan tahun ini. Di beberapa acara mereka juga memberikan dukungan baik dalam bentuk dana maupun dalam bentuk yang lainnya,” jelas Agus.

Agus menambahkan tahun lalu (2015), BSM memberikan dana beasiswa sebanyak 50 juta rupiah kepada UMY. Dana tersebut kemudian dialokasikan kepada 50 mahasiswa berprestasi yang diseleksi oleh pihak LPKA UMY. “Dari BSM sudah ada ketentuan, setiap mahasiswa akan mendapatkan dana sebesar satu juta rupiah. Jadi untuk tahun ini, jumlah penerima beasiswa BSM akan lebih banyak daripada tahun lalu yang hanya terbatas 50 mahasiswa saja,” ujar Agus.

Dosen Fakultas Pertanian ini juga menyebutkan bahwa mahasiswa peminat beasiswa BSM ini lumayan banyak. Namun, pendaftaran untuk pengajuan beasiswa baru akan dibuka pada bulan Oktober mendatang. “Saat ini kami (LPKA UMY), sedang menangani beasiswa dari Dispora, yang batas akhirnya sampai akhir bulan September. Baru setelah itu di bulan Oktober, kita akan proses seleksi untuk beasiswa BSM ini,” ungkap Agus.

Beasiswa dari BSM ini dipertegas Agus, akan diberikan kepada mahasiswa yang belum pernah mendapatkan beasiswa dari pihak manapun. Hal ini dimaksudkan agar jumlah mahasiswa penerima beasiswa di UMY semakin banyak jumlahnya. “Kami di LPKA memang membuat strategi agar penerima beasiswa dari mahasiswa bisa sebanyak-banyaknya. Dan dibuat mekanisme supaya mahasiswa yang sudah mendapatkan beasiswa dari satu sumber kemudian tidak mengajukan beasiswa, atau imbasnya tidak akan mendapatkan beasiswa dari sumber yang lain,” tutup Agus. (Deansa)

Sumber : www.umy.ac.id

Kedubes Ungkap Tiga Hal Penting Agar Lolos Beasiswa Australia

INTERNATIONAL Relations Office (IRO) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bekerjasama dengan Kedutaan Besar (Kedubes) Australia untuk Indonesia mengadakan kuliah tamu sekaligus presentasi beasiswa, Jumat (16/9). Acara ini menghadirkan perwakilan Kedubes yang menjabatDirector of Development Partnership in Education, Sarah Lendon.

Pada kesempatan ini, Sarah membeberkan kegiatan yang sudah dilakukan pemerintah Australia di Indonesia terkait pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Selain itu, Sarah juga memberikan pemaparan program beasiswa untuk masyarakat Indonesia yang ingin melanjutkan studi di Australia, yaitu Australia Awards Scholarships (AAS).

“Ada banyak manfaat dengan mendapatkan beasiswa studi ini,” kata Sarah. “Di antaranya, pelatihan English for Academic Purpose (EAP) di Indonesia, visa, tes kesehatan, asuransi kesehatan, tiket pesawat kembali ke tanah air, serta biaya perjalanan untuk reuni keluarga khusus untuk program Master dan doktor,” lanjutnya.

AAS memang memberikan fasilitas reuni keluarga untuk mahasiswa Master dan Doktor. Biaya transportasi pun ditanggung sepenuhnya. Namun, meski sudah ditanggung AAS, beberapa universitas tak jarang juga menyediakan fasilitas untuk program reuni ini.

Ada tiga poin penting yang diuraikan Sarah yang harus dimiliki calon penerima beasiswa AAS. Pertama, tujuan mahasiswa yang ingin melanjtukan studi di Australia harus jelas. “Maunya apa? Ingin belajar apa, itu harus sudah terprogram. Serta, di universitas mana ingin belajar tentang hal itu.”

Kedua, apa saja yang akan dilakukan mahasiswa di Australia. Sarah mengungkapkan pentingnya perencanaan tentang kegiatan apa saja yang akan dilakukan mahasiswa di Australia di samping kuliah, atau siapa saja yang harus ditemuinya untuk menjalankan rencananya.

“Ketiga,” lanjutnya, “Apa yang akan dilakukan sekembalinya ke tanah air, ke Indonesia?”

Sarah menjelaskan, mahasiswa harus sudah menuliskan langkah­langkah apa saja yang akan dilakukan sekembalinya ke Indonesia. Karena, dari pendidikan tinggi yang sudah ditempuh tersebut, Sarah menekankan kontribusi apa yang akan diberikan untuk lingkungan kerjanya, lingkungan tempat tinggalnya, dan untuk negaranya.

Kepala Divisi Australia dan New Zealand IRO UMM, Rinjani Bonavidi PhD, mengatakan presentasi beasiswa semacam ini bukan pertama kali digelar. Sepanjang 2016, ini adalah presentasi kedua oleh Kedubes Australia. Sedangkan pada 2015 silam, terhitung lima kali Kedubes memberikan presentasi terkait program beasiswa.

Yang terbaru dari kerjasama antara Australia dan UMM adalah akan adanya program New Combo Plan. “Ini adalah program oleh pemerintah Australia yang diperuntukkan bagi mahasiswa Australia untuk mendapatkan beasiswa belajar di Indonesia. Salah satunya ke UMM,” terang Rinjani. (ich/han)

Sumber : www.umm.ac.id