UMS Gelar Halal Bihalal Daring

Sabtu (30/5), Keluarga besar UM Surakarta menyelenggarakan halal bihalal daring. Halal bihalal daring ini diikuti seluruh dosen dan karyawan UMS dengan berpusat di Ruang Rektor Gedung Induk Siti Walidah UMS. Halal bilahal ini juga mengundang Drs. H. Tafsir, M.Ag. Ketua Pimpinan Wilayah Muhamadiyah (PWM) Jawa Tengah sebagai pengisi pengajian Halal Bihalal tersebut.

Rektor UMS Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si. mewakili pimpinan UMS meminta maaf apabila ada kebijakan-kebijakan yang belum bisa memuaskan seluruh pihak. Ia pun mengajak seluruh keluarga besar untuk saling memaafkan dan ke depan bisa memberikan kontribusi sebaik-baiknya meski berada di tengah pandemi Virus Corona. Sofyan tak lupa mengapresiasi para dosen yang bisa memanfaatkan keadaan pandemi ini untuk tetap kreatif dan inovatif. “Namun kita tetap bisa mengambil hikmah dari virus pandemi ini, saya lihat para dosen ada yang memanfaatkannya untuk menulis buku, jurnal penelitian dan lain sebagainya,” ujar Sofyan.

Drs. Tafsir, M.Ag. dalam tausyiahnya menjelaskan mengenai pentingnya silaturrahmi untuk membangun harmoni kehidupan. “Halal bihalal ini menjadi wadah kita untuk saling memaafkan dan Semoga Allah mengembalikan kita menjadi manusia yang kembali fitri (suci),”

bisa saling memaafkan dan semoga Allah mengembalikan kita menjadi manusia yang kembali fitri (suci).”

UM Bulukumba Sumbang Wastafel Portabel

Selasa (21/4), Rektor UM Bulukumba, Drs Jumase Basra, MSi, menyerahkan secara simbolis tiga unit wastafel portabel kepada Bupati Bulukumba, Andi Sukri Sappewali. Wastafel tersebut diserahkan kepada Pemda Bulukumba untuk dipasang di fasilitas umum. Apresiasi disampaikan oleh Bupati Bulukumba atas bantuan dari UM Bulukumba.

Wastafel portabel merupakan salah satu program kerja utama dari kegiatan KKN Reguler 1 UM Bulukumba 2020. Setiap kelompok KKN juga melakukan program kerja tambahan yaitu membagikan masker kepada masyarakat. Sebanyak 3.420 masker dibagikan di fasilitas umum, desa, dan posko relawan desa maupun kota. Selain itu, mahasiswa melakukan penyemprotan disinfektan di beberapa tempat umum seperti masjid dan pasar. Pembagian sembako kepada masyarat kurang mampu yang terdampak wabah Covid-19 juga dilakukan dengan tetap menerapkan physical distancing.

Jumase Basra menyatakan UM Bulukumba ingin bersama-sama dengan pemda melakukan upaya penanggulangan virus Corona. Pengelolaan wastafel diserahkan sepenuhnya kepada Pemda Bulukumba dengan harapan bantuan ini dapat mendorong masyarakat semakin sadar untuk hidup bersih dan rajin mencuci tangan. “Wastafel yang kami berikan sudah dengan tempat sabun, tempat tissue, dan edukasi cara mencuci tangan yang benar. Terdapat juga kampanye pencegahan penularan virus Corona,” paparnya.

UMPRI Galakkan Gerakan Seribu Masker bagi Dhuafa

Selasa-Kamis (21-23/4), UMPRI menggalakan gerakan seribu masker bagi dhuafa terdampak pandemi Covid-19. Pembagian masker ini sendiri ditujukan kepada para tukang becak, buruh, kuli, petugas parkir, pedagang sayur, dan pedagang kaki lima. Pembagian ini juga dilakukan melalui PCM Gadingrejo, PCM Margomulyo, PCM Pardasuka, PCM Tanjung Rusia, RSUD Pringsewu, dan PCM Sukoharjo

Atoriadi, Ketua PDM Kabupaten Pringsewu menyampaikan bahwa Muhammadiyah harus hadir disaat masyarakat membutuhkan. “Muhammadiyah tidak boleh tutup mata disaat melihat masyarakat terancam dampak pandemi Covid-19,” ujarnya. Menurutnya kegiatan ini bertujuan membantu masyarakat untuk memproteksi masyarakat dari potensi terjangkit kuman atau virus, terutama covid-19. Selain itu, langkah ini juga untuk membantu Pemerintah Kabupaten Pringsewu untuk menjaga Kesehatan masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah, Rektor UMPRI, Wakil Rektor 3, Dekan FKES, Wakil Dekan 2 FKES, Dekan FKIP, Wakil Dekan 3 FKIP, Wakil Dekan FEB dan jajaran MCCC Kabupaten Pringsewu. (Eko Suncaka)

UMM Buka Layanan Konseling Online

Unit Pelayanan Teknis (UPT) Bimbingan Konseling Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) membuka layanan konseling gratis kepada masyarakat. Dijelaskan oleh Kepala UPT Bimbingan Konseling UMM Hudaniah S.Psi., M.Si, kehadiran layanan konseling ini bermula saat pihaknya meilhat keberagaman respon dari sivitas akademika UMM terhadap pandemi Covid-19.

Lebih lanjut ia menjelaskan layanan konseling ini merupakan salah satu upaya menekan kecemasan karena persebaran Covid-19 yang semakin meluas. Konseling Covid-19 diberikan secara online dengan memanfaatkan platform berbagai media sosial yang ada. “Layanan ini dibuka untuk seluruh masyarakat. Karena online sehingga bisa menjangkau lebih luas. Tentu saja dari luar UMM boleh mengunakan layanan tersebut. Ini juga sebagai bentuk kepedulian sosial kami untuk masyarakat dan negara ini,” tutur Hudaniah.

Dalam konsilng Covid-19, BK UMM menerjunkan empat tenaga ahli. Hudaniah memaparkan bahwa ada kemungkinan jumlah tersebut bertambah tergantung bagaimana respon masyarakat. “Sehingga layanan ini dapat memberikan manfaat yang maksimal,” pungkasnya.

UM Jember Donasikan Alat Cuci Tangan Portabel

Senin (30/3), UM Jember mendonasikan empat unit alat cuci tangan portabel ke empat kecamatan mitra, yakni Kecamatan Jelbuk, Kecamatan Sukowono, Kecamatan Kalisat, dan Kecamatan Ledombo. Alat cuci tangan portabel berukuran 1,2 meter x 0,8 meter x 2 meter ini merupakan inisiatif dari dosen Fakultas Teknik UM Jember. Setiap unitnya dilengkapi dengan tandon plastik 250 liter, wastafel dua buah, tempat tissue, dan sabun satu set.

Sri Agiyanti, S.P, M.M selaku Camat Kalisat mengucapkan terima kasih kepada UM Jember. Menurutnya alat cuci tangan portabel memang sangat diperlukan bagi masyarakat yang berkunjung ke kecamatan di tengah pandemi ini. Pasalnya Kecamatan Kalisat hanya memiliki satu tempat cuci tangan, sedangkan masyarakat yang berkunjung ke kecamatan sangat banyak.

Sementara itu, pada Selasa (7/4), UM Jember kembali mendonasikan satu unit alat cuci tangan portabel. Kali ini alat cuci tangan portabel diberikan kepada Koramil 0824/15 di Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember.  Triyo Anggono selaku Bati Tuud Koramil 0824/15 mengapresiasi pemberian ini. Beliau berpesan kepada seluruh masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan dan kesehatan agar dapat terhindar dari Covid–19. Diharapkan dengan adanya alat cuci tangan portabel ini dapat membantu masyarakat khususnya di Kabupaten Jember untuk bersama–sama menangani penyebaran Covid–19 serta membantu mempermudah masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan.

UMP Berdayakan Komunitas Duafa untuk Produksi Masker

Semakin merebaknya Covid-19 membuat pemerintah Indonesia mulai menerapkan keharusan untuk menggunakan masker setiap kali bepergian atau ketika dalam keadaan sakit. Namun, ketersediaan masker di tengah masyarakat masih belum mencukupi. Hal ini mendorong Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) memberdayakan Komunitas Duafa Binaan Pusat Studi Dakwah Komunitas (PSDK) UMP di Kampung Rahayu untuk memproduksi masker kain.

Diungkapkan oleh Bayu Kurniawan selaku Penanggung Jawab dan Koordinator Komunitas Duafa binaan PSDK UMP, masker kain yang diproduksi oleh kelompok duafa memiliki keunggulan dapat diisi tisu dan menutup bagian mulut serta hidung dengan sempurna. Masker ini memiliki dua lapis kain dengan bahas osford produksi komunitas binaan. “Hanya Rp 4.500/pcs dan ada juga yang Rp 4.000/pcs,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor UMP, Dr Anjar Nugroho, menjelaskan UMP telah melakukan berbagai aksi cepat tanggap dalam menghadapi pandemi Covid-19. Beberapa di antaranya dengan membagikan sembako, hand sanitizer, serta mendirikan posko Covid-19. Dituturkan bahwa UMP berkomitmen terus mendukung pemerintah dalam mengendalikan penyebaran pandemi ini.

Mahasiswa KKN UMMI Sosialisasikan Pencegahan Covid-19

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik 2020 Gelombang I Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) melakukan sosialisasi dan edukasi pencegahan Covid-19 ke warga setempat. Sosialisasi ini dilakukan di dua lokasi yaitu Kampung Cimanggu, Kecamatan Cikembar dan Kampung Nagrok, Kecamatan Sukabumi, Senin-Selasa (6-7/4).

“Mencuci tangan dengan benar selama 60 detik setelah melakukan aktivitas, lebih banyak mengonsumsi buah-buahan dan sayuran, rajin berolahraga, menghindari kontak langsung dengan orang sakit, dan menutup mulut ketika bersin atau batuk,” ujar Siti Nurjanah, peserta KKN Prodi Teknik Informatika, ketika menerangkan materi. Lebih lanjut, ia juga menjelaskan bahwa penggunaan masker sesuai rekomendasi WHO merupakan salah satu cara pencegahan yang efektif.  “Menggunakan masker kesehatan bagi yang sakit serta masker kain bagi yang sehat,” tambahnya.

Siti mengungkapkan bahwa mahasiswa KKN juga membagikan hand sanitizer dan masker gratis. Hand sanitizer ini merupakan buatan mahasiswa KKN dengan takaran pembuatan racikan sesuai rekomendasi dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UMMI.

UMS Bagikan Paket Sembako ke Warga Terdampak Covid-19

Sebanyak 804 paket sembako disalurkan kepada masyarakat terdampak Covid-19 di sekitar kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Rabu (8/4). Penyaluran ini dilakukan oleh Relawan Gerakan UMS Peduli Lawan Covid-19 bekerja sama dengan BMT Amanah Umat, MDMC, serta Pimpinan Rating dan Cabang Muhammadiyah di sekitar UMS.

Demi menghindari kerumunan banyak orang kegiatan ini dilaksankan dengan mengantar paket sampai depan pintu rumah penerima. Ketua Gerakan UMS Peduli Lawan Covid-19, Mahasri Shobahiya, M.Ag, memaparkan dalam satu paket terdapat beras 5 kilogram, gula pasir 1 kilogram, teh 2 bungkus, kecap 2 macam, mie telur 2 bungkus, minyak gorek 1/2 liter, hand sanitizer 1 botol, hand soap 1 bungkus, dan masker. “Kami berharap pandemi ini segera menghilang. Insyaallah, kami berikhtiar akan tetap membantu masyarakat sampai wabah corona berakhir,” ungkap Mahasri.

Sementara itu Rektor UM, Dr Sofyan Anif, M.Si mendukung penuh kegiatan tersebut. UMS bahkan membuat kebijakan mengenai pengalihan tunjangan beras dosen dan karyawan UMS untuk warga yang terdampak Covid-19. Lebih lanjut Sofyan menjelaskan masyarakat terdampak ini bukan hanya yang terpapar virus tapi juga terdampak secara ekonomi. “Seperti pada masyarakat yang biasanya berjualan, jadi tidak bisa berjualan karena harus melakukan social distancing. Kemudian para pekerja lepas harian dan informal yang tidak mendapatkan penghasilan karena tidak ada konsumen,” tutur Sofyan.

Face Shield UM Palembang Kontribusi Lawan Corona

Program Studi Teknik Industri (PSTI) Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Palembang (UM Palembang) bersama Keluarga Mahasiswa Teknik Industri (KMTI) berkolaborasi membuat face shield. Langkah ini diambil karena semakin menipisnya stok Alat Pelindung Diri (APD) yang digunakan oleh tenaga kesehatan. Face shield dibuat dengan bahan dasar mika yang sederhana dan ergonomis. Nantinya APD ini dapat digunakan sebagai pelindung setelah memakai masker.

Dijelaskan oleh Riyan Azri, staff Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, APD berupa face shield sangat bermanfaat digunakan saat menangani pasien. Sementara itu, Ketua PSTI UM Palembang, Merisha Hastarina, mengungkapkan adanya penambahan jumlah donasi setelah melihat hasil jadi face shield membuat produksi ini dapat terus dilanjutkan.

Beberapa face shield telah diserahkan ke sejumlah RS, seperti RS Muhammadiyah Palembang, RS Islam Ar Rasyid Palembang, Klinik dr. Aisyah Ghani, dan juga ODP Center atau Rumah Sehat Covid-19. Diharapkan melalui kegiatan ini, dapat saling membantu dan memberikan kontribusi sekecil apa pun untuk melawan pandemi ini.

UMS Gelar Program E-Seleksi

Merebaknya pandemi virus corona (COVID-19) membuat Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) harus mencari metode lain dalam melakukan proses seleksi mahasiswa baru. Jika sebelumya UMS menyaring mahasiswa baru melalui jalur Computer Based Test (CBT), maka kini UMS menyiasati dengan menggelar seleksi mahasiswa berbasis online atau e-seleksi. Hal ini dilakukan untuk menghindari terbentuknya kerumunan, interaksi dengan banyak orang,  serta untuk memudahkan masyarakat yang ingin mendaftar di UMS.

Wakil Rektor 1 UMS, Prof Dr Muhammad Da’i, M.Si., Apt., menjelaskan e-seleksi mahasiswa baru UMS berbasis portofolio. Program ini dilakukan untuk semua jurusan di UMS termasuk Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kedokteran Gigi. Seleksi berdasarkan pada pencapaian prestasi akademik atau nilai raport kelas X sampai dengan XII dan prestasi non-akademik. Muhammad Da’i juga menambahkan seleksi dapat diikuti oleh lulusan tahun 2018 dan tahun 2019. “E-seleksi UMS ini memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk dapat melanjutkan studi di UMS. Masyarakat cukup dengan mengunjungi http://e-selqeksi.pmb.ums.ac.id. Peserta seleksi dapat menambahkan informasi tambahan prestasi yang diperoleh ketika studi di SMA/MA/SMK dan yang sederajat untuk tambahan pertimbangan dalam penerimaan mahasiswa UMS,” ujar Muhammad Da’i.

Nantinya hasil seleksi melalui jalur ini akan diumumkan setiap pekan. Muhamad Da’i berharap proses e-seleksi dapat menjadi alternatif masyarakat dalam mengakses belajar di UMS. Proses ini juga merupakan respon kesiapan UMS dalam menghadari disrupsi akibat Covid-19. “Proses ini akan dilaksanan seterusnya, sehingga dapat diakses oleh masyarakat dari seluruh pelosok tanah air, tanpa kendala waktu dan jarak,” pungkas Muhammad Da’i.