Tips Agar Virus Corona Tidak Mempengaruhi Kesehatan Mental

Himpsi (Himpunan Psikologi Indonesia) telah mengeluarkan beberapa panduan terkait wabah Covid-19. Dalam himbauan yang dikeluarkan, dijelaskan hal penting bahwa keadaan mental akan mempengaruhi kondisi fisik. Salah satunya adalah kecemasan yang dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh/imunitas.

Meskipun terdapat mekanisme psikoneuroimunologi yang kompleks dalam menjelaskan keterkaitan antara kondisi emosi dengan kekebalan tubuh, bagaimana kondisi emosi dapat mempengaruhi kondisi fisik dapat dijelaskan dengan beberapa contoh sederhana. Contoh nyata sederhana ialah, ketika dalam kondisi emosi yang berlebihan, cemas misalnya, nafsu makan akan berkurang sehingga mempengaruhi pola makan normal sehari-hari. Kecemasan yang berlebihan juga akan mengganggu pola tidur sehingga berkemungkinan mengalami kesulitan untuk tidur dengan cukup. Asupan makanan dan pola tidur yang baik, merupakan salah satu hal yang membantu tubuh anda untuk membangun sistem kekebalan tubuh. Ketika asupan makanan dan pola tidur menjadi tidak teratur, kemungkinan sistem kekebalan tubuh anda akan terpengaruh.

Ada banyak hal yang dapat memicu kecemasan di saat wabah Covid-19 seperti ini. Agar kecemasan dalam diri  dapat dimanajemen dengan baik, maka harus bisa mencegah hal-hal yang membuat cemas memasuki pikiran. Wabah Covid-19 memang hal yang serius, layak mendapatkan kewaspadaan dari kita. Namun, perhatian dan kewaspadaan yang berlebihan dapat menjadi over waspada dan mengarah pada kecemasan yang berlebihan.

Informasi mengenai wabah Covid-19 dapat membantu untuk waspada dan merespon wabah Covid-19 dengan benar. Di era keterbukaan informasi saat ini, informasi mengenai Covid 19 bisa didapatkan dari berbagai sumber. Informasi tidak hanya didapat dari berita di tv, koran, atau media masa terkenal, namun informasi bisa juga didapatkan dari berbagai platform media sosial. Sayangnya informasi yang dibagikan pada platform media sosial masih banyak yang mengandung informasi bohong atau berita hoax. Informasi konstan mengenai peringatan wabah Covid-19 yang menjejali pikiran, lama-kelamaan tentunya akan mempengaruhi kesehatan mental. Anda menjadi over waspada dan cenderung akan mengalami kecemasan serta panik berlebihan.

Kabar baiknya, terdapat tips agar dapat meminimalisir terpengaruhnya kesehatan mental dari wabah Covid-19. Tips ini penulis kutip dari Lynn Bufka, salah satu direktur American Psychological Associaton (APA). Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan dalam mengontrol informasi yang masuk:

1.  Cari satu sumber informasi yang dapat dipercaya dan tetap mendapatkan informasi hanya dari sumber tersebut

Saat ini pemerintah Indonesia telah menetapkan gugus tugas yang khusus merespon wabah Covid-19. Beberapa ormas, seperti Muhammadiyah juga telah membuat tim khusus untuk merespon wabah Covid-19. Update informasi bisa didapatkan dari sumber pemerintah atau ormas yang terpercaya.

2. Batasi frekuensi update informasi mengenai wabah Covid-19

Informasi mengenai wabah Covid-19 mungkin dapat berganti secara cepat, tetapi hal tersebut tidak mengharuskan Anda untuk selalu update informasi setiap saat. Sebagai contoh, jika informasi cuaca buruk atau banjir mengenai daerah Anda, Anda harus update informasi mengenai hal tersebut agar Anda dapat mengungsi. Informasi mengenai Covid-19 tidak sama dengan hal tersebut, jika Covid-19 telah menyambangi daerah Anda, yang Anda lakukan pun tetap sama. Anda harus berdiam di rumah dan mempraktikan pola hidup sehat. Seberapa cepat informasi mengenai Covid-19 berubah, respon yang Anda perlukan juga tetap sama. Update mengenai Covid-19 mungkin hanya membuat Anda menjadi lebih cemas.

3. Tahu kapan harus mengabaikan informasi mengenai wabah Covid-19

Cobalah membiasakan diri untuk tidak berusaha tahu hal-hal detail mengenai wabah Covid-19 dan berusaha beradaptasi dengan ketidakpastian. Matikan telepon atau minimal batasi frekuensi membaca share berita di media sosial mengenai wabah Covid-19. Bercengkerama dengan keluarga akan lebih baik bagi mental, dibandingkan harus mengecek kabar berita di media sosial.

4. Praktikan displin memanajemen penggunaan media sosial

Tidak mudah membatasi diri untuk bersinggungan dengan media sosial. Tetapi harus dingat bahwa kemungkinan mendapatkan informasi mengenai Covid-19 di media sosial akan jauh lebih banyak dibandingkan informasi update aktual dari lembaga terpercaya. Mungkin Anda bisa mencoba cara yang paling ekstrem, dengan meng-uninstall media sosial yang dimiliki.

Selain beberapa tips di atas, Anda harus mengenali apa yang Anda takutkan dari wabah Covid-19. Sumber ketakutan utama dari wabah Covid-19 biasanya adalah : Anda merasa akan terkena virus tersebut dan menyebabkan Anda mati, atau Anda takut virus tersebut mengenai orang yang Anda kasihi dan menyebabkan kematian. Ketakutan-ketakutan terhadap apa yang akan terjadi nanti (padahal belum tentu akan terjadi), meningkatkan perasaan keputusasaan. Seseorang yang cemas cenderung secara berlebihan menilai situasi yang terjadi (overestimate) dan cenderung meremehkan kapasitas pribadi (underestimate). Sebenarnya mampu, namun keputusasaan menyebabkan tidak dapat melihat potensi yang dimilikinya dalam menghadapi kondisi lingkungan yang mengancam.

Ketika sudah mengetahui sumber ketakutan yang dimiliki, Anda mulai bisa berfikir lebih rasional untuk menepis ketakutan-ketakutan yang membayangi. Lihatlah data-data dari sumber resmi terkait proporsi penyebaran virus Corona. Berapa persen Anda atau orang yang Anda kasihi berkemungkinan terjangkit virus ini. Ketika Anda telah melakukan anjuran pemerintah mengenai pola hidup sehat dan bersih serta mengatur jarak sosial (social distancing), bahkan berdiam diri di rumah bersama keluarga, Anda telah melakukan upaya maksimal dalam melindungi diri Anda dan orang yang Anda kasihi.

Setelah melakukan upaya maksimal dalam melindungi diri dan orang yang dikasihi, Anda mulai dapat banyak berdoa dan menyerahkan kondisi pada yang kuasa. Pendekatan religious dapat mengimbangi kecemasan – kecemasan yang mungkin menghantui. Anda bisa mulai membuat kesadaran diri, bahwa ada hal-hal abstrak (virus) yang mungkin akan mencelakakan anda, namun ada juga Tuhan yang Maha Kuasa (yang tidak anda lihat) yang melindungi Anda dan orang yang dikasihi. Perbanyaklah ibadah atau mendekatkan diri pada yang kuasa agar dapat merasa lebih tenang dalam menghadapi situasi yang tidak pasti. Anda juga dapat mencari dukungan sosial dari orang di sekitar agar anda lebih tenang. Anda dapat berdiskusi dengan orang-orang yang lebih bijak dalam menyikapi wabah Covid-19. Atau dapat juga menghubungi psikolog, psikiater, dan konselor untuk membantu Anda untuk tidak cemas.

Penulis: Dr. Satrio Budi Wibowo., S.Psi., M.A (Dosen Psikologi UM Metro & Ketua divisi Psikososial MDMC Kota Metro)

APIK PTMA Diskusikan Tata Kelola Komunikasi Hadapi Corona Covid-19

Akademisi Ilmu Komunikasi dari berbagai perguruan tinggi mengikuti webinar bertajuk Tata Kelola Komunikasi Hadapi Virus Corona Covid-19, Kamis (26/03). Webinar ini diadakan oleh Asosiasi Pendidikan Ilmu Komunikasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah – ‘Aisyiyah (APIK PTMA) sebagai bentuk kontribusi keilmuwan asosiasi, institusi, dan individu akademisi Ilmu Komunikasi di lingkungan PTMA. Empat orang pembicara utama mengawali diskusi webinar, yaitu Dr. Rudianto (Wakil Rektor III Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara), Himawan Muhammad MA (Ketua Umum APIK PTMA), Dani Fadhilah (mahasiswa doktoral Nanjing Normal University China, Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Ahmad Dahlan), dan Ayub Dwi Anggoro (kandidat doktor di Universiti Zainal Abidin Malaysia, Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Ponorogo), dengan dimoderatori Dr. Fajar Junaedi (Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta).

Dani Fadilah menyebutkan bahwa berdasar pengamatannya di China, masyarakat sangat disiplin ketika pemerintah mengumumkan terjadinya wabah Corona. “Di China bahkan robot berteknologi kecerdasan artifisial dimanfaatkan untuk memonitor masyarakat yang berpotensi menyebarkan virus sehingga penyebaran virus bisa diisolasi,” ujar Dani. Sementara Ayub Dwi Anggoro menyebutkan bahwa di Malaysia, otoritas pemerintah yang memberikan informasi tentang Corona Covid-19 adalah para pejabat yang berkompeten dengan penerapan aturan dan hukum yang tegas. “Di Malaysia, pejabatnya sejak awal serius. Tidak ada pejabat pemerintah yang menjadikan Corona sebagai joke dan guyonan,” kata Ayub. Sedangkan di Indonesia, menurut Rudianto ada persoalan yang lebih kompleks. “Persoalan dan tantangan kita dalam menghadapi penyebaran Corona adalah sumber informasi yang berlimpah, kecepatan dan keterbukaan informasi, keberagaman budaya, serta latar belakang sosial ekonomi yang berbeda. Seharusnya kecepatan dan keterbukaan informasi dikelola dengan baik dalam menghadapi Corona,” jelas Rudianto.

Webinar ini mendapatkan respon baik, dengan ditandai keikutsertaan 124 akademisi, dari Indonesia dan mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh studi doktoral di China, Selandia Baru, dan Malaysia. “Diharapkan webinar ini bisa ditindaklanjuti, sebagai bentuk kontribusi keilmuwan akademisi Ilmu Komunikasi, dalam beragam bentuk aktivitas lain, seperti publikasi buku,” pungkas Fajar Junaedi.

ReKanMu Sorong Bagikan Disinfectant ke Tempat Ibadah

Sejak Rabu (25/3), Relawan Kemanusiaan UMSorong (ReKanMu Sorong) mulai bergerak dengan membagikan disinfectant dan penyemprotnya serta panduan disinfeksi ke tempat-tempat ibadah. Sebanyak 25 gereja dan masjid telah berhasil dijangkau. Dijelaskan oleh tim bahwa tempat ibadah menjadi prioritas dikarenakan sejauh ini masyarakat masih terus melaksanakan ibadah di tempat-tempat tersebut.

Sekalipun mesin penyemprot dan beberapa APD telah disebarkan, penyemprotan belum dapat dilakukan karena sulitnya mencari ketersediaan Masker N95. Nantinya setelah ReKanMu mendapat Masker N95, ReKanMu akan bergegas melakukan penyemprotan.

Sebelumnya, ReKanMu Sorong telah memperoleh pembekalan di Ruang Rapat Rektorat UM Sorong, Selasa (24/3). Pembekalan dilakukan bersama MDMC Kota Sorong dan Tim PFM Kota Sorong. Rektor dalam arahannya kembali menegaskan bahwa ini adalah kegiatan kemanusiaan dan karenanya yang ada adalah kepedulian dan keikhlasan bekerja.

Satgas Covid-19 UMP Dirikan Posko

Satgas Covid-19 Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) mendidirikan posko pelayanan masyarakat. Posko ini siap membantu masyarakat yang membutuhkan informasi atau keluhan yang harus ditangani. Dr Anjar Nugroho selaku Rektor UMP menjelaskan bahwa ini merupakan wujud pengabdian kepada bangsa. “Kita tahu bawa Covid-19 adalah bencana kita semua, bencana di Indonesia. Maka sudah selayaknya UMP membantu masyarakat sekitar dalam penanganan masalah Covid-19 ini,” tambahnya.

Sebelumnya, berbagai upaya juga telah dilakukan oleh UMP. Mulai dari cek kesehatan gratis oleh mahasiswa Fakultas Kedoteran UMP, sosialisasi cuci tangan yang benar, membagikan masker dan hand sanitizer secara gratis, hingga penyemprotan disinfektan.

Kepala Laboratorium sekaligus Dosen Fakultas Farmasi UMP, Dr Ika Yuni Astuti MSi Apt menyampaikan kondisi langkanya hand sanitizer mendorong UMP untuk membuatnya. “Adapun harganya juga sangat mahal, jadi kita berupaya untuk membantu masyarakat dengan memberikannya secara gratis,” ujar Ika.

ReKanMu Sorong for CoViD-19 Mulai Beraksi

Minggu (22/03), Relawan Kemanusiaan UMSorong (ReKanMu Sorong) melakukan kick off  kegiatan membantu pemerintah, khususnya Satgas CoVid-19 Kota Sorong, untuk menekan penyebaran wabah Corona. Laporan pemerintah menyampaikan, hingga 22 Maret 2020 pukul 17.00  masih belum terdapat pasien positf Corona di wilayah Sorong Raya. Namun, konferensi pers Satgas kota Sorong menyatakan bahwa laporan terbaru sudah mulai menunjukkan adanya PDP dan ODP di wilayah tersebut.

Saat ini sekretariat koordinasi relawan ReKanMu Sorong berada di ruang ex Poliklinik Gedung Perpustakaan Pusat Lantai 1. Kegiatan awal telah dimulai dengan menyebarkan poster melalu media sosial terkait pencegahan agar tidak terpapar virus. Kegiatan secara masif dilakukan sesuai hasil pemetaan tim dan kesiapan tim. “Kami akan bekerja namun kami tentu juga harus berikhtiar menjaga kondisi relawan agar tetap sehat,” ujar Irman Amri selaku Dekan Fakutas Teknik.

Seluruh aktivitas tersebut telah melalui pertimbangan serta mendapat dukungan penuh dari Rektor Dr.H.Hermanto Suaib, MM, Wakil Rektor, dan seluruh pimpinan di tingkat fakultas maupun prodi. Semua sumber daya akan dimaksimalkan.

UMM Buka Call Center Covid-19

Tak perlu panik, kini masyarakat Malang Raya dapat mengikuti perkembangan Corona melalui Call Center Covid-19 Rumah Sakit Umum (RSU) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Call Center Covid-19 dapat diakses melalui telepon seluler biasa dan WhatsApp (aplikasi WA). Terdapat tiga nomor yang dapat dihubungi, yaitu 0821 3253 1661/1663/1664. Layanan ini beroperasi dari Senin sampai Minggu pada jam 09.00 hingga 21.00.

dr. Thontowi Djauhari , M.Kes., selaku koordinator Tim Tanggap Covid-19 RSU UMM menyampaikan Call Center Covid-19 RSU UMM merupakan garda terdepan dari rumah sakit untuk menanggapi keingintahuan masyarakat mengenai perkembangan kasus Covid-19. Masyarakat juga dapat mengetahui kondisi dirinya dengan menanyakan beberapa hal termasuk gejala dan faktor risiko.

Selain itu, RSU UMM menyediakan deteksi dini Covid-19 online melalui alamat hospital.umm.ac.id/covid/. Deteksi dini online dapat dimanfaatkan oleh masyarakat umum dengan menjawab beberapa pertanyaan yang tersedia. Nantinya hasil jawaban akan dianalisis untuk menduga status termasuk dalam kategori sehat/bebas Covid-19, ODP (Orang Dalam Pemantauan), atau PDP (Pasien Dalam Pemantauan).

Edaran Pencegahan dan Penanganan Pandemi COVID-19 di Lingkungan PTMA

EDARAN

Nomor: 0297/EDR/I.3/H/2020

tentang

PENCEGAHAN DAN PENANGANAN PANDEMI COVID-19

DI LINGKUNGAN PTMA

 

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM

Menindaklanjuti surat edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nomor 3 Tahun 2020 tertanggal 9 Maret 2020 tentang Pencegahan Corona Virus Disease (Covid-19) Pada Satuan Pendidikan dan Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 02/MLM/I.0/H/2020 tertanggal 19 Rajab 1441 H. bertepatan dengan tanggal 14 Maret 2020 M. perihal Wabah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), maka Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyusun edaran sebagai berikut:

1. Ketentuan Umum

a. Semua pimpinan, dosen, tenaga kependidikan,dan mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) diminta untuk tetap tenang, tidak panik, meningkatkan kesadaran perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta melakukan tindakan pencegahan penyebaran sesuai protokol kewaspadaan yang telah diatur.

b. Semua pimpinan, dosen, tenaga kependidikan,dan mahasiswa PTMA dihimbau untuk turut mendukung kebijakan kampus terkait dengan pencegahan dan penanganan penyebaran Covid-19.

c. Semua pimpinan, dosen, tenaga kependidikan,dan mahasiswa  PTMA diminta untuk cerdas dalam berliterasi menyaring dan membagi informasi yang benar dan bijak dalam penggunaan media sosial (bermedsos).

d. Semua pimpinan PTMA harap melakukan pembatasan maksimal di kampusnya untuk melindungi segenap sivitas universitas dan tenaga kependidikannya dengan memperhatikan kondisi terkini penyebaran Covid-19 dan kedaruratan di daerahnya.

e. Implementasi atas edaran ini diatur lebih detil oleh pimpinan PTMA dengan memperhatikan kondisi kedaruratan dan standar keselamatan.

f. Pimpinan PTMA harus senantiasa memantau kondisi kedaruratan terkini dan meninjau kembali secara periodik atas aturan yang dibuatnya terkait Covid-19 tersebut dengan memperhatikan kondisi regional, nasional, dan internasional.

2. Ketentuan terkait dengan Catur Dharma

a. Dharma Pendidikandan Pembelajaran

(1) Dihimbau kepada seluruh PTMA untuk menyelenggarakan pembelajaranjarak jauh berbasis daring (online) pada semua jenis pembelajaran baik teori, praktikum, tutorial, maupun pembelajaran lapangan/klinik jika memungkinkan untuk semua fakultas/prodi.

(2) Kegiatan pembelajaranjarak jauh berbasis daring ini dapat dilakukan dengan menggunakan platform e-learning yang dapat diakses oleh mahasiswa dari luar kampus sesuai kondisi PTMA masing-

(3) Proses pembelajaran yang tidak dapat dilaksanakan secaradaring dan harus tatap muka, wajib memiliki dan memperhatikan protokol kesehatan yang ketat, antara lain mencakup ketentuan sebagai berikut.

(a) Jumlah pintu masuk dan pintu keluar harusdikurangi dengan tetap membuka akses sangat vital atau emergency;

(b) Setiap orang harus diminta melakukan cuci tangan sebelum masuk dan setelah keluar dari area perkuliahan/kerja;

(c) Pengecekan suhu tubuh sivitas akademik dan tenaga kependidikan. Bagi yang memiliki suhu tubuh tinggi (37,5°C ke atas) tidak diperkenankan mengikuti kegiatan di kampus serta diminta untuk melakukan pemeriksaan ke layanan kesehatan terdekat serta istirahat yang cukup;

(d) Jarak posisi duduk antarmahasiswa dan antara mahasiswa dengan dosen disesuaikan dengan kaidah social distancing (minimal berjarak 1 meter);

(e) Jumlah orang dalam kelas/kelompok tidak boleh melebihi dari rasio orang dalam ruangan dimana harus memperhatikan jarak minimal 1 meter.

(f) Durasi waktu pembelajaran diatur sedemikian rupa sehingga dapat selesai sesingkat-singkatnya.

(4) Untuk kegiatan praktik profesi yang tidak dapat digantikan dengan pembelajaran daring, pelaksanaannya harus sesuai protokol yang ketat kecuali rumah sakit atau penyelenggaraan tempat praktik melarang praktik.

(5) Bagi mahasiswa profesi yang rumah sakit atau tempat penyelenggaraan praktiknya melarang praktik maka pelaksanaan perkuliahan praktik harus ditunda sampai diselenggarakannya kembali kegiatan praktik profesi.

(6) Dalam hal praktik profesi tetap dilaksanakan, maka harus ada mekanisme monitoring dan evaluasi yang ketat dan tegas.

(7) Semua kegiatan akademik lain dan kegiatan kemahasiswaan di luar kampus untuk sementara ditunda sampai kondisi memungkinkan.

(8) Pimpinan PTMA dan jajarannya harus selalu mengingatkan dan menghimbau mahasiswa untuk belajar dari rumah, menghindari kerumunan, menghindari area publik/wisata, dan menghindari datang ke kampus selama pembelajaran jarak jauh secara daring.  Apabila dirasa perlu, pimpinan PTMA dapat melakukan pembatasan akses internet untuk lingkungan dan waktu tertentu guna membatasi mobilitas mahasiswa.

b. Dharma Penelitian dan Publikasi

(1) Kepada seluruh dosen dan mahasiswa dihimbau dan didorong untuk  terlibat aktif dalam pencegahan dan penanganan Covid-19 dengan melakukan penelitian aplikatif/terapan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat baik terkait masalah  fisik, psikis, sosial, ekonomi, dan  spiritual terkait dampak Keadaan Luar Biasa (KLB) Covid-19.

(2) Kepada pimpinan PTMA dihimbau untuk proaktif, mendorong, dan mendukung penelitian dan publikasi dosen serta mahasiswa terkait dengan KLB Covid-19, termasuk untuk memanfaatkan secara optimal laboratorium riset yang dimiliki.

c. Dharma Pengabdian Kepada Masyarakat

(1) Seluruh dosen dan mahasiswa diminta untuk terlibat aktif dalam melakukan edukasi dan  sosialiasasi yang benar terkait Covid-19 kepada masyarakat.

(2) Mendorong kepada pimpinan PTMA untuk melakukan identifikasi dan menyiapkan kader/tenaga relawan (tenaga kesehatan, psikolog, maupun tenaga lainnya)  yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan ketenagaan pada fasilitas kesehatan maupun fasilitas sosial, khususnya di lingkungan Persyarikatan (rumah sakit, klinik, panti asuhan, pondok pesantren, dll milik Muhammadiyah-‘Aisyiyah) dalam penanganan Covid-19 yang semakin hari semakin banyak anggota dan keluarga dari Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) beserta tenaga kesehatan (social organic/regular)-nya mengalami kelelahan dan keterbatasan energi, stamina, dan waktu.

(3) Mendorong kepada pimpinan PTMA untuk menggunakan jejaring alumni dalam rangka memenuhi tenaga relawan yang dibutuhkan oleh Rumah Sakit Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (RSMA).

(4) Mendorong kepada pimpinan PTMA dapat berkoordinasi dan berkolaborasi dengan semua unsur Persyarikatan di wilayahnya masing-masing, antara lain dengan Tim Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC), Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) setempat untuk mengoptimalkan relawan dari unsur PTMA.

(5) Mendorong kepada pimpinan PTMA untuk turut berpartisipasi membantu sarana dan prasarana termasuk pendanaan dan penggalangan dana (fund rising) dalam penanganan KLB Covid-19, sepertikebutuhan APD bagi petugas kesehatan di lingkungan RSMA. Perlu diketahui saat ini dalam 1 hari (3 shift) kebutuhan APD untuk 1 PDP kira-kira 12 APD (dengan harga 1 set APD berkisar Rp 450.000,00). Pada kondisi demikian, beberapa RSMA mengalami kesulitan ruang isolasi. Penggalangan dana ini dapat dikoordinasikan dengan MCCC dan LazisMu Pusat. Info donasi Bersatu Hadang Corona yang dikoordinasi oleh LazisMu dapat dilihat pada laman: https://matahatimu.org/program/bersatuhadangcorona.

d. Dharma Al-Islam dan Kemuhammadiyahan

(1) Mendorong pimpinan PTMA untuk mengarahkan pada semua dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa dan keluarganya untuk selalu meningkatkan ibadah sebagaimana telah dituntunkan dan menjadi tauladan bagi masyarakat di sekitarnya.

(2) Mendorong pimpinan PTMA untuk memberikan himbauan kepada dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa agar selalu berkoordinasi dengan Pimpinan Persyarikatan di tingkat Pusat, Wilayah, Daerah, Cabang, dan Ranting dalam langkah pencegahan dan penanganan Pandemi Covid-19 di wilayah dan daerahnya masing-masing terutama yang berhubungan dengan kegiatan terkait Al-Islam dan Kemuhammadiyahan selama beraktivitas di rumah dan masyarakat.

(3) Mendorong pimpinan PTMA untuk memberikan himbauan kepada dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa untuk mengambil hikmah adanya Pandemi Covid-19 sebagai satu tahapan untuk meningkatkan ketahanan keluarga dan kesehatan terutama dalam menjalankan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dalam keluarga dan masyarakat.

(4) Pimpinan PTMA harap terus melakukan internalisasi nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan kepada dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa melalui model, metode, dan media yang kreatif dan inovatif di tengah Pandemi Covid-19.

3. Edaran ini dapat disesuaikan dan dievaluasi dengan melihat perkembangan situasi terkini.

 

Ditetapkan di: Yogyakarta

Pada tanggal : 27 Rajab  1441 H.

22 Maret 2020 M.

Lampiran :

0297. EDARAN COVID-19

UMG Antisipasi Penyebaran COVID-19

Kasus positif COVID-19 di Indonesia mengalami eskalasi. Hal ini meningkatkan kewaspadaan Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) untuk mencegah penyebaran virus ini. Salah satu wujud usaha tersebut ialah dengan melakukan pengecekan suhu badan bagi seluruh sivitas UMG sebelum memasuki area kampus. UMG menyiapkan ruang isolasi apabila ditemukan sivitas yang suhu badannya mencapai di atas 38 derajat. dr.Abdur Rivai, M.Kes Dekan Fakultas Kesehatan UMG, memaparkan bahwa UMG akan bekerjasama dengan RSUD Ibnu Sina Gresik untuk teknis antisipasi dan penaggulangan virus Corona. “Kita akan antisipasi serta koordinasi dengan RSUD Ibnu Sinas untuk seperti apa teknisnya. Apalagi di kampus tidak hanya sivitas yang datang, tapi juga masyarakat umum yang memang ada kepentingan di UMG,” ujar dr. Rivai.

UMG juga segera membentuk Tim Khusus Penanganan COVID-19. Tim yang diketuai oleh Ernawati, M.Kes, Dosen Fakultas Kesehatan, ini telah melakukan beberapa usaha yang diharapkan dapat membantu sivitas UMG dalam menghadapi situasi darurat Corona. Salah satu usaha tersebut ialah membuat hand wash yang menggunakan bahan aktif antiviral dan antibacterial. “Mengingat sulitnya mendapat hand sanitizer di pasaran, kami berusaha membuat hand wash sendiri yang nantinya akan dibagikan untuk seluruh civitas UMG,” ujar Ernawati. Tim Khusus Penanganan Covid-19 UMG juga akan menjadwalkan program penyemprotan desinfektan di semua spot Kampus 1 dan Kampus 2 UMG.

Selain itu, para mahasiswa pun turut andil dalam pencegahan penyebaran virus tersebut. Himpunan Mahasiswa Teknik Perkapalan (Himatekpal) UMG mengatur posisi dalam lift dengan menempelkan arah di lantai lift. Hal ini untuk mengantisipasi kemungkinan orang untuk berdesakan di dalam lift. Adanya tanda tersebut membuat jumlah orang yang akan masuk ke lift dibatasi serta diatur tempat berdirinya sehingga masing-masing orang tidak akan berhadapan satu sama lain. Rekan Himatekpal juga membuka Layanan Mitigasi & Semprot Desinfectant (COVID-19) untuk masyarakat umum di Area Gresik dan sekitar. Dijelaskan bahwa khusus untuk rumah ibadah tidak akan dipungut biaya.

UMPAR Produksi Hand Sanitizer Mandiri

Semakin langkanya hand sanitizer di pasaran mendorong Universitas Muhammadiyah Parepare (UMPAR) membuat hand sanitizer secara mandiri. Pembuatan hand sanitizer dibimbing langsung oleh Dekan Fikes Haniarti, S.Si., Apt., M.Kes bersama dosen, staf, dan mahasiswa, Selasa (17/3) di Lab Praktikum Fikes UMPAR.

Sementara itu di waktu yang sama, Dr. Nur Ismirawati, M.Pd dan sejumlah mahasiswanya juga tengah memproduksi hand sanitizer di Laboratorium Program Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Selasa (17/3). Ismirawati menyampakan bahwa produksi ini masih terbatas untuk kalangan internal UMPAR, namun tidak menutup kemungkinan untuk dibagikan ke masyarakat.

“Tidak perlu panik, kita bisa cegah infeksi virus Corona dengan menjaga kebersihan diri, rajin cuci tangan, dan gunakan hand sanitizer,” pungkasnya Haniarti.

UMM Produksi Massal Hand Sanitizer

Dalam rangka pencegahan persebaran wabah virus Corona, Universitas Muhammadiyah Malang memproduksi hand sanitizer massal. Dijelaskan oleh Raditya Weka Nugraheni selaku penanggung jawab bahwa pada awalnya kegiatan ini merupakan wujud pengabdian dari Prodi Farmasi dan Apoteker untuk warga FIKES. Namun ternyata, terdapat masukan untuk memperluas cakupan ke seluruh area kampus.

Kegiatan produksi hand sanitizer melibatkan mahasiswa yang tengah menempuh tugas akhir dan Asisten Laboratorium Teknologi Farmasi. Pada minggu ini, ditargetkan hand sanitizer sudah terpasang di seluruh lorong kampus dan disebar di berbagai area.

“Melalui pelibatan mahasiswa, diharapkan mereka bisa belajar secara langsung mengenai proses pembuatan produk hand sanitizer,” tambah Raditya.