UMMAT Edukasi Maba Layanan Online Perpustakaan

Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menggelar pendidikan perpustakaan bagi maba 2020/2021 secara daring, Senin-Selasa (26-27/10). Kegiatan dibagi menjadi 2 sesi, hari pertama untuk 4 fakultas, disusul 3 fakultas di hari kedua.

Iskandar, S.Sos., M.A, selaku Kepala UPT Perpustakaan memaparkan kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan layanan perpustakaan UMMAT dan mengedukasi manfaat perpustakaan sebagai tempat mencari referensi. “Selain meminjam buku secara fisik, mahasiswa juga dapat meminjam buku secara daring di perpustakaan digital yang tersedia di website UMMAT dan juga di repository UMMAT untuk mencari skripsi atau hasil tugas akhir mahasiswa yang sudah di upload ke repository tersebut,” terangnya.

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL), Dr. H.Muhammad Ali.,M.Si mengharapkan dengan adanya kegiatan ini mahasiswa dapat memanfaatkan UPT Perpustakaan dan meningkatkan minat baca mahasiswa. “Semoga keberadaan perpustakaan ini dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh mahasiswa, khususnya mahasiswa baru,” harap Dr. Muhammad Ali.

Wisuda XXXV Daring-Luring Umsida

Sabtu (17/10), Umsida menggelar wisuda luring dan daring di Gedung Auditorium. Wisuda XXXV meluluskan 261 mahasiswa terdiri dari 79 mahasiswa dari Fakultas Saintek, 156 mahasiswa Fakultas Bisnis, Hukum, dan Ilmu Sosial, 24 mahasiswa Fakultas Psikologi dan Ilmu Pendidikan, dan 4 mahasiswa Fakultas Kesehatan. Keputusan menggunakan metode daring dan luring membuat Umsida menggandeng Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC). Pelaksanakan pun dilakukan dengan ketat, mulai dari pengecekan suhu, penggunaan masker dan face shield, hingga larangan bagi wisudawan untuk berkerumun atau foto bersama.

Dr Hidayatullah MSi selaku Rektor Umsida menyampaikan harapan kepada para wisudawan semoga ilmu yang didapat dapat menjadi bekal di kehidupan yang akan datan dan bermanfaat bagi bangsa dan negara.

Sekeretaris Majelis Diktlitbang PPM Muhammad Sayuti PhD memberikan sambutan secara daring. “Tholabul ‘ilmi faridhotun ‘alaa kulli muslimin yang artinya menuntut ilmu itu wajib bagi setiap kaum muslimin. Oleh karena itu para wisudawan hendaknya bersyukur karena menjadikan tempat kampus kita sebagai tempat terbaik dalam menuntut ilmu,” ujarnya. Lebih lanjut, ia juga berpesan agar wisuda hari ini tidak menjadi akhir dari menuntut ilmu. Wisudawan harus terus belajar untuk meningkatkan pengetahuan yang baru.

Asesmen Daring Prodi Pendidikan Biologi UM Palembang

Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) melaksanakan asesmen lapangan secara daring terhadap Prodi Pendidikan Biologi FKIP UM Palembang, Jumat-Sabtu (16-17/10). Tim Asesor BAN terdiri Prof. Dr. Djukri, M.S., Universitas Negeri Yogyakarta, dan Prof. Dr. Sri Puji Astuti Wahyuningsih, M.Si., Universitas Airlangga.

Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., selaku Rektor UM Palembang menyambut kedatangan para asesor. Lebih lanjut, Dr. Abid mengungkapkan meskipun hanya melalui daring, namun tidak akan mengurangi makna dari silahturahmi ini. Dijelaskan bahwa UM Palembang saat ini memiliki 7 fakultas dan satu program pascasarjana, dengan 33 program studi serta jumlah mahasiswa sekitar 11.000 mahasiswa. “Program studi Pendidikan Biologi merupakan salah satu program studi yang banyak diminati oleh mahasiswa. Sehingga banyak alumni dari program studi ini yang telah berkiprah tidak saja di Sumatera Selatan tetapi sudah menyebar di penjuru nusantara,” tambahnya.

Di akhir sambutan, Rektor UM Palembang berharap semoga kegiatan visitasi dalam rangka akreditasi Program Studi Pendidikan Biologi FKIP UM Palembang dapat memberikan gambaran kepada asesor tentang kondisi Prodi Pendidikan Biologi serta akhirnya akan mendapatkan hasil maksimal.

Pandemi Covid-19, UMSU Gelar 10 Sesi Wisuda

Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menggelar wisuda bagi 1.617 peserta secara daring dan luring. Wisuda kali ini dibagi dalam 10 sesi selama lima hari, Senin-Jumat (21-26/9). Penerapan protokol kesehatan dilakukan sesuai dengan ketentuan pemerintah dan pedoman kesehatan PP Muhammadiyah. Para wisudawan wajib menjaga jarak dan tidak boleh didampingi orang tua atau keluarga lainnya.

Panitia menyediakan fasilitas daring bagi peserta wisuda dan orang tua serta keluarga yang tidak bisa menghadiri prosesi wisuda. Rangkaian acara dapat diikuti dengan fasilitas live streaming di chanel Youtube UMSU TV. Penyediaan perangkat teknologi juga untuk memfasilitasi para tokoh undangan yang akan menyampaikan ucapan selamat kepada wisudawan secara daring, di antaranya, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, Menteri Sekertaris Kabinet, Pramono Anung, Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, Sekda Provsu, Hj. R. Sabrina.

Hadir dalam upacara wisuda sesi pertama, Senin (21/9) Kepala LLDIKTI Wilayah I Prod. Dr. Dian Armanto, Rektor UMSU Dr. Agussani, M.AP, Wakil Rektor I Dr. Muhammad Arifin M.Hum, Wakil Rektor II Dr. Akrim M. Pd, Wakil Rektor 2 Dr. Rudianto M. Si, Sekretaris Universitas Gunawan M.Th.

Mahasiswa KKN-T Umsida Ajak Para Orang Tua Pahami Teknologi

Aprilia Pratiwi, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Terpadu (KKN-T) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) memberikan pendampingan teknologi secara door to door kepada para orang tua dalam menghadapi pembelajaran daring di desa Keramean, Candi, Sidoarjo. Kegiatan ini diperuntukkkan bagi orang tua anak sekolah dasar (SD) yang masih gagap teknologi.

Aprilia mengatakan inisiatif ini berasal dari masih banyaknya orang tua anak-anak SD di Desa Keramean yang gagap teknologi dan kesulitan untuk menggunakan aplikasi pembelajaran online. “Maka, tim KKN-T 39 berinisiatif melakukan pendampingan teknologi agar setiap anak dan orang tua dapat melakukan pembelajaran dengan lancar,” ujarnya.

Lebih lanjut, Aprilia memastikan kegiatan ini tetap dilaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan. “Pendampingan belajar ini menggunakan aplikasi Google Classroom dan Google Meet yang dilaksanakan selama satu bulan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan sehingga anak-anak tetap aman,” terangnya.

UM Pontianak Gelar Pembinaan Akademik dan Kemuhammadiyahan Daring

UM Pontianak menggelar kegiatan Pembinaan Akademik & Kemuhammadiyahan secara daring. Hal ini dilakukan guna menjaga keamanan dan kesehatan para mahasiswa baru di tengah pandemi Covid-19. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui platform Youtube Streaming dan dibuka sesi dialog dengan aplikasi Zoom Meeting pada Senin (14/9). Mengusung tema “Mahasiswa Berkarakter, Mandiri, dan Berkemajuan di Era Adaptasi Baru,” registrasi kegiatan dilakukan melalui Google Form.

Rektor Universitas Muhammmadiyah Pontianak Dr. Doddy Irawan, S.T.,M.Eng, Rektor UM Pontianak menjelaskan visi dan misi UM Pontianak serta pemahaman tentang arah dan perkembangannya sebagai perguruan tinggi di Indonesia. “Saya berharap mahasiswa baru untuk aktif melaksanakan kuliah baik di kampus maupun di luar kampus, juga melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang merujuk pada kemampuan dalam mengaplikasikan ilmu yang dapat menjadi manfaat dalam kehidupan,” tuturnya.

Sementara itu, kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan Tedy Hariadi, S.Pd memberikan pemahaman prosedur Sistem Akademik dalam Perguruan Tinggi Tingkat Universitas dan menghimbau mahasiswa baru agar tetap aktif dalam kehadiran perkuliahan untuk mengurangi potensi Stop Out dan Drop Out. Acara kemudian dilanjutkan dengan arahan mengenai mata kuliah dasar dan materi Al-Islam Kemuhammadiyaan yang harus diambil seluruh mahasiswa baru oleh Kepala MKDU-AIK Hermanto, S.Pdi.,M.Pdi..

KUI UM Purwokerto Gelar International Summer Course Virtual

Senin-Jumat (31/8-4/9), Kantor Urusan Internasional (KUI) UM Purworejo menyelenggarakan acara tahunan International Summer Course 2020. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumya, tahun ini kegiatan diadakan secara virtual karena kondisi masih dalam keadaan pandemi. Sebanyak 345 orang telah terdaftar untuk mengikuti rangkaian kegiatan.

Condro Nur Alim selaku Ketua KUI UM Purworejo memaparkan International Summer Course bertujuan untuk memperluas hubungan antara UM Purworejo dan mahasiswa internasional. Kegiatan ini juga untuk memperkenalkan potensi dari UMP yang merupakan tempat riset besar tentang pengobatan dan kosmetik herbal.

“Sayangnya dikarenakan kondisi pandemi, partisipan tidak bisa merasakan langsung pengalaman bagaimana membuat jamu, menggoreng mendoan, dan juga jalan-jalan di sekitar Purwokerto,” ujar Condro. Namun ia tetap berharap para peserta dapat mendapatkan pemahaman tentang pengobatan dan kosmetik herbal yang ada di Indonesia meskipun tidak diadakan secara tatap muka.

Rektor UMSU Lepas 2.770 Mahasiswa KKN Daring

Selasa (25/8), Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Dr. Agussani, M.AP, melepas 2.770 mahasiswa untuk KKN Daring tahun 2020. Kegiatan KKN tahun ini cukup berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya KKN kali ini dilakukan secara mandiri dan daring di tempat masing-masing peserta. KKN dilaksanakan satu bulan penuh dari tanggal 25 Agustus-25 September 2020 dengan jumlah dosen pembimbing lapangan (DPL) sebanyak 388 orang.

Dr. Agussani menyambut kegiatan ini dengan bangga. Meski dalam suasana pandemi Covid-19, namun program-program akademik masih bisa berjalan dengan baik, termasuk KKN mahasiswa. Rektor UMSU yakin, melalui para DPL, kegiatan KKN Mandiri ini akan memiliki manfaat dan kontribusi yang besar kepada masyarakat. “Para mahasiswa yang nantinya bersentuhan secara langsung dengan kehidupan masyarakat diharapkan mampu menghadirkan penemuan-penemuan baru sebagai bentuk kontribusi positif yang membawa perubahan serta kontribusi bagi bangsa dan negara,” papar Dr. Agussani.

Ketua Unit KKN UMSU Elvi Sahnur ST., M.Pd menjelaskan konsep KKN mandiri dan daring ini dilaksanakan berdasarkan pada Peraturan Pemerintah nomor 21 tahun 2020 tentang pembatasan sosial berskala besar serta Surat Edaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktoral Jendral Pendidikan Tinggi tanggal 23 Maret 2020 tentang pembelajaran selama masa darurat Covid-19. Hal ini dilakukan untuk menahan laju penyebaran Covid-19.

Mahasiswa UMM Edukasi Media Pembelajaran

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melakukan edukasi mengenai media pembelajaran pada guru SDN 3 Belimbing Raya, Kecamatan Murung Pudak, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan. Beranggotakan Agus Joko Susilo, Dody Yanto, Agustriani, Isna Hidayatun Ni’mah, dan Fikri Aprizal, kelima mahasiswa ini merupakan bagian dari kelompok Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) UMM.

Pandemi Covid-19 menyebabkan kegiatan belajar mengajar tidak bisa dilakukan secara tatap muka. Sementara proses belajar mengajar sendiri harus tetap berjalan dalam kondisi apa pun. Fikri selaku koordinator mengatakan untuk mengurangi angka penyebaran Covid-19 di Kelurahan Belimbing Raya dan proses pembelajaran dapat berjalan seperti biasanya, kegiatan belajar mengajar dilaksanakan dengan sistem online atau tidak bertatap muka langsung sesuai dengan anjuran pemerintah. Oleh karena itu, kelompok ini memberikan edukasi mengenai penggunaan Zoom Meeting dan Google Meet di dalam proses pembelajaran.

Kepala Sekolah SDN 3 Belimbing Raya, Maswah, mengungkapkan sebenarnya ia dan rekan-rekannya sudah pernah mendengar tentang aplikasi Zoom Meeting dan Google Meet. Namun ada ketakutan jika menerapkan aplikasi tersebut maka ada siswa yang tidak bisa bergabung karena tidak memiliki smartphone. “Saat ini metode pembelajaran yang dilakukan oleh SDN 3 Belimbing Raya adalah dengan memberikan tugas saja. Siswa yang tidak memiliki smartphone diharuskan untuk datang ke sekolah untuk mengambil dan mengumpulkan tugas-tugas yang diberikan,” ujar Maswah.

 

IMM STIT Muh Bojonegoro Gelar Diskusi Kepemudaan

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) STIT Muhammadiyah menggelar diskusi online nasional pada hari Ahad (28/6) pukul 11.00 hingga pukul 13.00 melalui Zoom Meeting Cloud. Diskusi online nasional bertemakan “Dinamika Pergerakan Organisasi Mahasiswa Pasca New Normal” ini menghadirkan narasumber Beni Pramula, S.I.Kom., MM. (Ketua Pemuda Asia-Afrika Periode 2015-2020, Ketua Umum DPP IMM Periode 2014-2016 ), Ahmad Khoiris, S.Pd (Ketua Umum PC IMM Bojonegoro), dan dimoderatori oleh Immawati Zakya Fatya Ilfany Kabid (Immawati IMM STIT Muhammadiyah Bojonegoro).

Melalui Media Center Ketua Umum IMM STIT Muhammadiyah Bojonegoro, Moch Sulton Ulum Bimasdhom menjelaskan kegiatan ini merupakan suatu solusi untuk organisasi mahasiswa khususnya di lingkup Perguruan Tinggi Muhammadiyah pasca new normal. “Mahasiswa saat ini harus lebih kritis dalam menghadapi fenomena saat ini dan tentunya organisasi mahasiswa menjadi pilar penting untuk memperjuangkan aspirasi rakyat dalam kebijakan-kebijakan kontroversial seperti saat ini,” ucap mahasiswa semester akhir tersebut.

Diskusi yang menghadirkan tokoh pemuda yang sangat berpengalaman di organisasi mahasiswa maupun pemuda ini diikuti puluhan mahasiswa Muhammadiyah dari berbagai daerah Indonesia.