UM Sorong Gelar International Conference on Frontiers of Environment and Marine Studies

Universitas Muhammadiyah Sorong bersama Forum Dosen Indonesia (FDI) Papua Barat menyelenggarakan International Conference on Frontiers of Environment and Marine Studies (ICFEMS), Selasa-Kamis (25-27/2). Dilaksanakan di Auditorium lantai 3, narasumber dalam acara ini ialah Prof. Dr. Melor Md Yunus dari Universiti Kebangsaan Malaysia, Prof. Dr. Sukree Manyunuh dari Fatoni University Thailand, dan Prof. Dr. Dinil Pushpalal dari Tohoku University Jepang.

Rektor UM Sorong, Dr. H. Hermanto Suaib, menuturkan penyelenggaraan konferensi internasional ini merupakan wujud komitmen UM Sorong untuk membangun iklim akademik. Selain itu ICFEMS juga merupakan respon atas kebijakan akreditasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. “UM Sorong terus berkomitmen untuk memenuhi standar nasional pendidikan tinggi,” tambah Dr. H. Hermanto Suaib.

Pada kesempatan yang sama, diumumkan pembentukan kepengurusan FDI yang baru. Bustamin Wahid Sekretaris Umum FDI Papua Barat berharap FDI dapat menjadi wadah aspirasi dosen dalam pengembangan kapasitas.

UNIMUS Kembali Raih Penghargaan Internasional

Kontingen mahasiswa Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) kembali meraih prestasi di kompetisi internasional. Tiga kontingen mahasiswa S-1 Pendidikan Kimia UNIMUS meraih satu medali emas dan dua medali perunggu. Berlaga di Asean Innovative Science and Entrepreneur Fair (AISEF) pada 14-16 Februari, kontingen UNIMUS melawan 160 tim dari negara-negara ASEAN.

Medali emas diraih oleh Nurihika Fitri Savira, Destyana Larasati, Rizki Permatasari pada kategori Innovation Science (Chemistry) dengan karya DEO-DE’BANA: Deodarant roll on dari limbah kulit pisang (musa sp) untuk mencegah aktiftas bakteri Staphylococcus epidermidis penyebab bau ketiak. Medali perunggu diperoleh pada kategori Innovation Science (Entrepreneur) dengan anggota tim Moh Makhbub Aly, Zulfa, Rizky Febriansyah, Setyani, Sri Lestari melalui karya Boneka Proling  yaitu boneka ramah lingkungan berbahan dasar limbah kaos kaki dan limbah plastik. Sedangkan medali perunggu pada kategori Innovation Science (Chemistry) diraih oleh Rizki Isnaennur Khikmah, Nissa Ulfatu Rohmah, Supriyani, Santi Sri Hartanti melalui karya pemanfaatan Zat Kitin dari Cangkang Keong Mas (Pomacea Canaliculata L) untuk Pengawet Organik Buah Klimetarik Lokal Indonesia.

Fitria Fatichul Hidayah, MPd selaku ketua Program Studi (Prodi) S-1 Pendidikan Kimia mengungkapkan bahwa sejak tahun 2018, Prodi S-1 Kimia kerap kali memenangkan perlombaan baik di dalam maupun luar negeri. “Ini semakin membuktikan bahwa manusia UNIMUS mampu bersaing dengan mahasiswa dari dalam maupaun luar negerin,” pungkas Fitria.

UMSIDA Gelar Kuliah Tamu Internasional

Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) menyelenggarakan International Guest Lecture di Mini Theater GKB, Jumat (21/2). Hadir sebagai narasumber Associate Professor Ferry Jie dari School Business and Law, Edith Cowan University. Acara yang bertemakan How to Publish Top International Journals ini diikuti oleh 150 peserta yang meliputi dosen dan mahasiswa pascasarjana, baik dari UMSIDA maupun perguruan tinggi luar UMSIDA.

Hana Catur Wahyuni MT, selaku Wakil Rektor I UMSIDA menyampaikan melalui kegiatan ini peserta mendapatkan wawasan baru mengenai bagaimana membuat artikel yang baik hingga bagaimana artikel tersebut dapat diterbitkan di jurnal internasional yang bereputasi. Sementara itu Professor Ferry Jie mengatakan bahwa sudah saatnya UMSIDA tembus jurnal internasional dengan mempublikasikan artikel ilmiah di Scopus.

Dalam kuliah tamu internasional ini, Prof Ferry Jie memberikan banyak tips terkait kepenulisan artikel. Tak lupa Prof Ferry memberikan beberapa saran seperti banyak menulis dengan memperbaiki setiap kalimat di dalam tulisannya. Menurutnya hal ini akan membantu penulisan dalam menyusun artikel ilmiah. “Penulis terbaik bekerja keras untuk setiap kalimat,” tandasnya.

UMSU Perkuat Kerja Sama dengan 3 PT Malaysia

Dalam rangka memperluas jaringan dan meningkatkan eksistensi, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) terus melakukan penjajakan dan memperkuat kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi (PT) di luar negeri. Rektor UMSU, Dr. Agussani, MAP dan rombongan mendatangi 3 kampus di Malaysia dan bertemu dengan pimpinannya, Selasa-Jumat (26-29/11).

“Langkah ini untuk menjawab kebutuhan ke depan sekaligus bagian dari internasionalisasi UMSU menuju visi sebagai kampus World University,” ujar Rektor, di Medan, Minggu (1/12). Tiga PT yang dimaksud adalah Universitas Pendidkan Sultan Idris (UPSI) di Perak, Institut Pendidikan Guru Kampus Ipoh (IPGKI) di Ipoh, dan Universitas Putra Malaysia (UPM).

Di hadapan masing-masing pimpinan perguruan tinggi Malaysia tersebut, Rektor UMSU menyampaikan beberapa kegiatan yang akan dikolaborasikan seperti joint research, joint writer atau penulisan bersama jurnal ilmiah yang diterbitkan di jurnal internasional bereputasi, pertukaran dosen dan mahasiswa, visiting lecturer, mitra bestari pada jurnal ilmiah, Praktik Kerja Lapangan (PKL), Kuliah Kerja Nyata (KKN), dan pengembangan pusat studi kajian Melayu.

“Semua ini bagian dari upaya peningkatan kualitas untuk dosen dan mahasiswa UMSU dan sekligus memperkokoh eksistensi UMSU di dunia internasional,” tambah Agussani lagi.

Wakil Rektor 1 UPSI, Prof. Shandri Gani menyambut positif program kerja sama yang ditawarkan. “Mana yang bisa dikerjakan, lanjutkan saja. Kita memang membutuhkan kolaborasi riset dan pertukaran dosen/mahasiswa dan juga peningkatan sumber daya mahasiswa/dosen ke ke jenjang S-2 dan S-3,” ujarnya.

Rektor IPG Kampus Ipoh, Dr. Yahya yang secara resmi menerima rombongan UMSU di ruang rapat rektor menyampaikan rasa senangnya dapat bekerja sama dengan UMSU. “Kami senang dikunjungi dan diajak berkolaborasi. Kami siap, khususnya dalam hal peningkatan kualitas mahasiswa kami yang kelak akan jadi guru,” katanya.

Di kesempatan lain, perwakilan UPM Malaysia Dr. Shamsuddin bin Othman dan Dr. Azhar bin Mhd Sabil mengatakan dalam waktu dekat pihaknya akan langsung datang ke UMSU berkunjung dan menandatangani MoU sebagai tindak lanjut dari kerja sama ini.

Dosen Farmasi UMP Prakarsai dan Ikuti Program NICCRAT

Dr Asmiyenti Djalilasrin Djalin, Dosen Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), mengikuti pelatihan In-Depth Training on Molecular Diagnostic for Precision Medicine: Development and Clinical Application, di Nottingham (21/9-17/10). Program yang didanai oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) melalui skema Research and Innovation in Science and Technology Project (RISET-Pro) ini melibatkan 10 delegasi gabungan peneliti, klinisi, dan akademisi dari Fakultas Farmasi UMP, LIPI, Fakultas Kedokteran UI, dan Fakultas Kedokteran Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM.

Pada minggu pertama, para delegasi menghadiri program Molecular Diagnostics Training School and Image Analysis Training School yang disampaikan oleh Nottingham Molecular Pathology Node dan didukung oleh The Pathological Society of Great Britain and Ireland juga beberapa sponsor industri. Selama pelatihan ini, mereka bertemu dengan Prof Jo Martin, President of the Royal College of Pathologists di Inggris. Minggu berikutnya, kegiatan dipusatkan pada tutorial dan pratikum yang mencakup teori mengenai kanker, bioinformatika, teknik molekural genetik, serta keahlian dasar manajemen dan komunikasi riset.

Diprakarsai oleh Susanti MPhil Apt, dosen Fakultas Farmasi UMP yang sedang menempuh S-3 di kelompok penelitian Prof. Ilyas, NICCRAT (Nottingham-Indonesia Collaboration for Cancer Research and Training) dibentuk untuk memfasilitasi kegiatan penelitian dan pelatihan kolaborasi dengan rekan-rekan di Indonesia dari sejumlah lembaga akademik dan penelitian seperti LIPI, UI, UGM, UMP. Untuk membantu proses translasi hasil riset ke dunia klinis, NICCRAT juga bekerja sama dengan Stem Cell and Cancer Institute (SCI), sebuah lembaga riset yang dimiliki oleh Kalbe Farma Tbk.

Di bawah NICCRAT, Prof Ilyas dan timnya terlibat dalam beberapa kegiatan. Pada Maret 2019, NICCRAT berhasil menyelenggarakan pelatihan bertema Precision Medicine bagi 60-an akademisi dan klinisi Indonesia. Pelatihan di FKKMK UGM ini didanai oleh Kemenristekdikti lewat skema BIMTEK bekerja sama dengan kantor Asia Business Center, UoN. Pada Desember 2019, NICCRAT kembali akan mengadakan kegiatan pelatihan di FKKMK UGM bertema Diagnostic Pathology Masterclass in Gastrointestinal Disease. [TribunNews] [University of Nottingham]

“B-Pack” Hantar Mahasiswa Unimus Raih Prestasi Internasional

Mahasiswa S-1 Pendidikan Kimia Universitas Muhammadiyah Semarang meraih medali perunggu dalam “World Invention Competition and Exhibition” di Malaysia, (2-6/10). Tim yang terdiri dari Miftakhul Hidayati, Nur Faridatus So’imah, Rista Ni’matul Maula, dan Destyana Larasati berhasil menyisihkan 139 tim dari 8 negara termasuk Indonesia, Malaysia, Turkey, Amerika Serikat, Korea Selatan, Thailand, Vetnam dan Philippine.

Melalui project  berjudul “Helps Save Your Life from Hypertension with B-Pack (Bittern Salt Package) Product” Miftakhul dan teman-teman membuat produk dari bittern (limbah air garam) rendah natrium (40% less sodium salt) terdiri dari 4 produk bernama “Lessosa” (less sodium salt, b-ion water, salt scrub, dan bath salt) yang dapat dimanfaatkan oleh penderita hipertensi. Produk kreasi ini mampu menurunkan tekanan darah dan meningkatkan relaksasi penderita hipertensi.

Miftakhul memaparkan bahwa inovasinya telah diuji di laboratorium dan terbukti signifikan menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik. Riset dilakukan dengan menggunakan garam rendah sodium (less sodium salt) 2000mg tiga kali sehari dan mengonsumsi “B-Ion Water”sebanyak 1500mg setiap hari diimbangi dengan relaksasi ekstra menggunakan scrub garam dan rendaman garam mandi 20 menit selama 30 hari pada subjek hipertensi.

Fitria Fatichatul Hidayah, SSi, MPd selaku dosen pembimbing berharap produk B-Pack dapat dikembangkan lagi dengan melakukan berbagai riset tambahan agar diperoleh diversifikasi produk dan temuan ini tidak terhenti di kompetisi saja. “Selain itu diharapkan temuan ini dapat memberikan tambahan penghasilan bagi petani garam karena selama ini bittern tidak termanfaatkan,” ujarnya.

Perguruan Tinggi Muhammadiyah Jalin Kerja sama Internasional

Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) tidak bisa lagi hanya berpuas diri tanpa membangun relasi dgn PT Dunia. Kerjasama internasional untuk lebih meningkatkan kualitas dosen, mahasiswa, lulusan, dan membangun jaringan global mutlak harus dilakukan agar peran ke depan dan keberadaannya di masyarakat betul-betul dirasakan. Ini sekaligus untuk bisa terus bertahan dan berkembang di tengah persaingan ketat antar perguruan tinggi di tanah air. Demikian disampaikan Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof Lincolin Arsyad yang bersama 43 delegasi PTM seIndonesia saat berkunjung ke Kedutaan Besar RI di London pekan lalu. “Kita perlu belajar dari kampus-kampus kelas dunia bagaimana mereka bisa mengelola kampusnya secara profesional dan mendunia. Kita juga perlu go internasional dan tak hanya jago kandang” kata Prof Lincolin. Delegasi juga didampingi Prof. Edy Suandi Hamid tsb diterima Dubes RI untuk Inggris Dr. Rizal Sukma dan Atdikbud Prof. Aminudin. Delegasi melaporkan kerjasama yg dibuat selama di Inggris dengan beberapa Universitas seperti Coventry, Wesminster, De Monfort, Harper Adams, dan Bredford University. Dalam kesempatan itu, Dubes Rizal Sukma menyatakan dukungannya, dan akan membantu serta mengawal agar MOU yang ditandatangani ada implementasinya. “Jika dari setiap PTM yang ikut MOU ini ada satu kegiatan saja dengan PT di sini, maka sudah terasa manfaatnya,”ujar Rizal. “Kita juga akan membantu kalau ada dosen yang ingin kerjasama dalam penulisan untuk jurnal dengan dosen di sini. Kami akan membantu dengan memberikan skim pembiayaannya,” tambah Atdikbud Prof Aminudin. Prof Edy Suandi Hamid yang mengelola kerja sama  untuk PTM, yang kini juga menjabat Rektor Universitas Widya Mataram, mengatakan ia akan mendorong agar PTM secara serius membangun kemitraan dengan PT bereputasi di dunia. Oleh karena itu, kita juga menseleksi PTM yang diajak MOU atau yang dijajaki untuk kerja sama. “Misalnya, Jumat lalu, kita menjajaki kerja sama dengan Universitas Paris 1 Pantheon Sorbonne, atau yang dikenal sebagai Paris 1. Ini PT Terbaik di Prancis yang sdh ada sejak abad ke-13. Sebagian delegasi diterima langsung oleh Vice Provost untuk Kerja Sama internasional Prof. Maria Gravari,” tutup Prof Edy Suandi Hamid. (Arif)

Inisiasi Lesson Study di Malang, UMM Segera Gelar Konferensi Internasional

POLA pembelajaran lesson study dengan cirinya yang kolaboratif dan berbasis pada komunitas belajar dinilai dapat meningkatkan kualitas pendidikan. Dimulai dari Jepang, pendekatan ini kini telah dipraktekkan di banyak negara dan telah membantu sekolah-sekolah di seluruh dunia berkembang menjadi komunitas belajar.

Menyadari hal itu, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berupaya terus mengembangkan pola pembelajaran tersebut. Pada 3-5 November mendatang, di UMM akan diadakan International Conference of Lesson Study (ICLS) menghadirkan presiden World Association on Lesson Study (WALS) WALS Prof Christine Lee PhD, pendiri Lesson Study for Learning Community (LSLC) Prof Manabu Sato PhD, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI Prof Dr Muhadjir Effendy MAP, Japan International Cooperation Agency (JICA) Expert Ryo Suzuki dan Presiden Asosiasi Lesson Study Indonesia (ALSI) Sumar Hendayana PhD

Dosen FKIP UMM yang juga pengurus pusat ALSI Drs Nur Widodo MKes menjelaskan, Ini merupakan konferensi tahunan yang menjadi ajang berbagi pengalaman dan praktek lesson study serta mendiskusikan isu-isu kekinian yang berkaitan dengan pengajaran, pembelajaran dan penelitian tentang lesson study.

UMM sendiri, kata Nur Widodo, sudah aktif terlibat di lesson study sejak 2011. Saat ini, bahkan tiga dosen FKIP UMM, yaitu Nur Widodo, Dr Roro Eko Susetya Rini MSi dan Dra Sri Wahyuni MKes tergabung di salah satu organisasi internasional di bidang lesson study, yaitu WALS. Melalui WALS, ketiga dosen ini selalu aktif dalam konferensi internasional seputar lesson study.

Menurut Nur Widodo, ada empat prinsip utama dalam lesson study. Pertama, pembelajaran harus bisa memenuhi hak siswa sehingga tidak ada yang terabaikan. Kedua, pembelajaran itu bagaikan taman artinya siapapun boleh menikmatinya dan juga harus terbuka untuk semua orang. Ketiga, pembelajaran berpusat pada siswa. “Artinya bukan guru yang diperhatikan kesalahannya, namun bagaimana siswa bisa memahami pelajaran dengan baik dan benar,” jelas Nur Widodo.

Keempat, lanjutnya, pembelajaran harus yang berkualitas. Guru harus menjadi fasilitator yang baik agar proses belajar siswa berlangsung secara bermakna dan dampaknya jangka panjang. “Dengan diterapkannya lesson studydi setiap sekolah akan menjadikan siswa paham tidak hanya secara jangka pendek, namun juga jangka panjangnya,” papar Nur Widodo yang juga tim utama pendiri ALSI ini.

Sebagai inisiator lesson study di Malang, UMM saat ini tengah bekerjasama dengan pemerintah kota Batu dan salah satu perusahaan Jepang yang bergerak di bidang pendidikan, Benesse untuk mengimplementasikan lesson study di Kota Batu.

Sumber : www.umm.ac.id