STIE Muhammadiyah Mamuju Launching KKN Tematik Pencegahan Stunting

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Muhammadiyah (STIEM) Mamuju resmi meluncurkan KKN Tematik Pencegahan Stunting, di Gedung Pemuda Mamuju, pada Jumat (10/01). Bersama ‘Aisyiyah dan Pemerintah Kabupaten Mamuju, kegiatan ini juga dihadiri Ketua Pimpinan Pusat Aisyiyah, Dra. Hj. Siti Noordjannah Djohantini, Kementrian Kesehatan, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Barat, H. Salihi Saleh, Ketua KPU Sulawesi Barat, Ustadz Rustang, Bupati Mamuju, H. Habsi Wahid dan beberapa undangan.

Dr Muchtar Baso selaku Ketua STIEM Mamuju memaparkan selama dua tahun STIEM Mamuju telah melakukan pembinaan kewirusahaan dan pembinaan untuk kegiatan mahasiswa (UKM) yang telah digarap di Polewali Mandar (Polman). “Alhamdulillah telah diberikan kepercayaan oleh ‘Aisyiyah untuk bekerjasama dalam program stunting dengan memberikan pembekalan kepada Mahasiswa STIEM untuk mensosialisasikan ketika ditugaskan KKN di tempat yang sudah ditentukan,”lanjutnya.

Bupati Mamuju, Habsi Wahid mengapresiasi adanya keterlibatan STIEM Mamuju dengan menugaskan mahasiswanya dalam ikut serta mensukseskan program stunting. “Keterlibatan STIEM Mamuju menjadi bentuk upaya penyadaran masyarakat Mamuju,” paparnya. Selaras dengan hal tersebut, Ketua Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Siti Noordjannah mengucapkan terimakasih dan memberikan semangat untuk mensukseskan program ini. “Nantinya, STIEM Mamuju dapat menjadi tumpuan untuk melakukan program pemberdayaan masyarakat. Karena untuk memajukan bangsa harus berpikir maju dengan mencetak generasi unggul melalui program stunting ini,” tutupnya.

UM Sukabumi, KKN, KKN tematik, dikti, diktilitbang.jpeg

UM Sukabumi Pelopori KKN Tematik Lingkungan Muhammadiyah

Rektor Univesitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI)  Sakti Alamsyah melepas 512 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN)  tematik Lingkungan Hidup. UMMI merupakan salah satu pelopor Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) yang melaksanakan jihad lingkungan hidup Muhammadiyah di abad ke-Dua.

Sakti Alamsyah menegaskan kepada mahasiwa akan pentingnya lingkungan yang bersih dan sehat. “Lingkungan yang baik adalah lingkungan yang sehat dan terawat. Tugas mahasiswa bagaimana bisa memberikan pemahaman dan bersama-sama masyarakat mewujudkannya,” kata dia, dalam acara pelepasan Mahasiswa KKN UMMI, Selasa (24/7).

Selain itu, Rektor yang juga sebagai pendiri UMMI tersebut, mengingatkan kembali pentingnya peran KKN sebagai aktualisasi mahasiswa selama studi. “Ini adalah pembelajaran riil, sejauh mana kemanfaatan ilmu yang dipelajari di bangku kuliah bisa dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Amalia Nur Milla Dekan Fakultas Pertanian (FP) UMMI, menyampaikan bahwa KKN tematik lingkungan merupakan ide yang terus digelorakan oleh FP sebagai bentuk response atas kondisi lingkungan hidup di Sukabumi. “Di UMMI tema KKN bisa diajukan oleh Fakultas dan Lembaga, kita FP selalu mendorong dan akan terus mendorong tema ini,” ungkapnya.

KKN tematik Lingkungan sendiri di UMMI sudah dilaksanakan dalam Tiga tahun terakhir, bekerjasama baik dengan Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PPWA) Jawa Barat dan juga Dinas Lingkungan Hidup kota dan kabupaten Sukabumi.