Mahasiswa UMSB Juara 3 Lomba Pidato Nasional

Joni Saputra, mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB), meraih juara 3 lomba pidato tingkat nasional 2019 di Universitas Teuku Umar Meulaboh Aceh (21/11). Lomba ini diadakan dalam rangka pekan intelektual mahasiswa bidik misi Nasional.

Ini merupakan kemenangan yang kesekian kalinya bagi Joni. Ia mengaku bersyukur bisa mengikuti perlombaan mengharumkan nama UMSB. Pasalnya sebagai mahasiswa bidik misi, perlombaan ini membutnya bisa berkompetisi dan bertukar pikiran dengan dengan mahasiswa bidik misi lain dari Sabang sampai Merauke. Joni berjanji akan terus menggali potensi diri dan akan terus berjuang untuk meraih prestasi yang lain.

Dr. Mafardi selaku dekan FKIP mengungkapkan bahwa sebagai mahasiswa penerima bidikmisi joni saputra telah membuktikan bahwa ia pantas untuk menerima beasiswa tersebut dan semoga ini bisa memotivasi bagi mahasiswa penerima bidikmisi yang lain untuk berprestasi.

Di akhir Joni juga berpesan agar para penerima bidik misi bisa mempertanggungjawabkan apa yang diterimanya serta mengabdi untuk masyarakat. “Jangan melulu sebagai peminta dan penerima,” tutup Joni.

Tim Tapak Suci UM Bandung Panen Medali

Kontingen Tapak Suci Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung meraih sembilan medali di Kejuaraan nasional Pencak silat  Bandung Lautan Api Championship 2 Open. Diselenggarakan pada tanggal 9-10 November 2019, kejuaraan ini diikuti oleh sekitar 2200 atlet dari berbagai sekolah dan perguruan tinggi di Indonesia hingga Malaysia.

Kesembilan peraih medali tersebut ialah Yusuf Rifa’i dari Program Studi (Prodi) Pendidikan Agama Islam (PAI) juara 1 Kelas F Putra ; Taufiq Hidayat dari Prodi Administrasi Publik (AP) juara 1 Kelas C Putra; Fikri Maulana Ibrahim dari Prodi PAI juara 3 Kelas C Putra; Arisda dari Prodi  AP juara 3 Kelas B Putri; Jenni Kiki Reka Hayu dari Prodi Psikologi juara 3 Kelas A Putri; Salman Al Farisi dari Prodi PAI juara 3 Kelas C Putra; Wiwin Nurafifah dari Prodi TPH juara 3 Kelas B Putri; Fahmi Fadillah dari Prodi AP juara 2 Kelas D Putra; dan Humam Arkhan dari Prodi Psikologi juara 3 Kelas D Putra.

Pihak universitas menyatakan perasaan bangga atas apa yang diraih oleh tim tapak suci ini. Rheza Fasya, pelatih UKM tapak suci, turut mengucapkan syukur karena murid-muridnya telah berusaha dengan maksimal. “Alhamdulillah kita mendapat prestasi yang luar biasa, mudah-mudahan tapak suci UM Bandung lebih berkembang lagi,” ujar Rheza.

UM Purworejo Juara 1 Lomba Essay Nasional

Minggu (3/11), Universitas Muhammadiyah (UM) Purworejo memenangkan Lomba Essay Mahasiswa Pekan Ilmiah Fisika XXX tingkat nasional tahun 2019 di Universitas Negeri Semarang. Mengusung judul “EFI-Genset (Eco Friendly Generator Set) Teknologi Terbarukan Genset Ramah Lingkungan Sebagai Solusi Kelangkaan Bahan Bakar Fosil bagi Perahu Nelayan”, tim dari Program Studi Fisika UM Purworejo meraih juara 1.

Beranggotakan Muhammad Masyuruhan, Putri Wira Anjani, dan Singgih Priyanto, tim ini sudah berkompetisi sejak tanggal 2 November melawan tim-tim dari perguruan tinggi lain di Indonesia.

Diungkapkan oleh dosen pembimbing, Umi Pratiwi, SSi, MSc, bahwa sebenarnya ada dua tim dari Prodi Fisika UM Purworejo yang lolos hinga tahap presentasi. Satu dari dua tim tersebut berhasil keluar menjadi juara 1.

Mahasiswa UMSB Menangkan Kompetisi Essay Mahasiswa PASCAL 2019

Waradzi Mustakim, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB), memenangkan kompetisi Essay Mahasiswa II Tingkat Nasional yang diadakan oleh PASCAL 2019 Physics and Science Competition, Kamis (25/10). Mengalahkan lebih dari 100 kampus, Waradzi meraih juara 1 dalam kompetisi tersebut.

Mahasiswa Fakultas Teknik ini memang memiliki segudang prestasi. Beberapa kompetisi telah dimenangkannya, seperti Juara 3 Mahasiswa Berprestasi LL Dikti Wilayah X 2019, Juara 3 Minang Entrepreneurship Award 2019, Harapan 3 Tingkat Internasional Essay Competition GLPY 2019, Juara 1 Andalas Sociology Essay Competition Universitas Andalas 2019, dan beberapa perlombaan lainnya. Menurutnya kunci kemenangannya adalah sikap konsisten pada hal yang ia geluti. “Mempersiapkan dengan baik, rajin berlatih, dan tidak kalah penting selalu memberikan yang terbaik,” tambah Waradzi.

Dr. Riki Saputra, selaku Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat mengungkapkan dukungannya terhadap kegiatan-kegiatan mahasiswa yang dapat mengharumkan nama UMSB. “Salah satu indikator majunya sebuah perguruan tinggi adalah dengan banyaknya prestasi yang diraih mahasiswa baik di tingkat lokal, nasional, dan internasional,” papar Riki.

ITB Ahmad Dahlan Juarai Kontes Robot Nusantara 2019

Mengusung proyek bertajuk Cleanerbot, tim robotik Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan (ITB-AD) meraih juara ketiga pada kategori Creative Open Robot di Kontes Robot Nusantara (KRON) 2019 pada Selasa, (22/10). Tim robotik ini terdiri dari mahasiswa S-1 Sistem Informasi dan S-1 Teknologi Informasi, yaitu Abyan Taqy Boynge, Anggita Larassati, Dendi Raihan, Dicky Novrianto, dan Oman Rohman.

Ungkapan bangga disampaikan oleh Rektor ITB-AD, Mukhaer Pakkanna, atas pencapaian mahasiswanya. “Kami akan terus mendukung upaya-upaya peningkatan prestasi mahasiswa,” tegas Mukhaer.

Hal senada diungkapkan oleh Wakil Rektor 1 ITB-AD Bidang Akademik, Sutia Budi. Menurutnya saat ini kampus tengah fokus pada pengembangan socio technopreneur dan pengembangan teknologi masa depan. Oleh karenanya, sejak awal mahasiswa sudah diarahkan untuk ikut aktif dalam berinovasi.

Setelah menjuarai KRON 2019, tim robotik ITB-AD melaju ke kompetensi tahap selanjutnya yang dilaksanakan di Thailand.

“B-Pack” Hantar Mahasiswa Unimus Raih Prestasi Internasional

Mahasiswa S-1 Pendidikan Kimia Universitas Muhammadiyah Semarang meraih medali perunggu dalam “World Invention Competition and Exhibition” di Malaysia, (2-6/10). Tim yang terdiri dari Miftakhul Hidayati, Nur Faridatus So’imah, Rista Ni’matul Maula, dan Destyana Larasati berhasil menyisihkan 139 tim dari 8 negara termasuk Indonesia, Malaysia, Turkey, Amerika Serikat, Korea Selatan, Thailand, Vetnam dan Philippine.

Melalui project  berjudul “Helps Save Your Life from Hypertension with B-Pack (Bittern Salt Package) Product” Miftakhul dan teman-teman membuat produk dari bittern (limbah air garam) rendah natrium (40% less sodium salt) terdiri dari 4 produk bernama “Lessosa” (less sodium salt, b-ion water, salt scrub, dan bath salt) yang dapat dimanfaatkan oleh penderita hipertensi. Produk kreasi ini mampu menurunkan tekanan darah dan meningkatkan relaksasi penderita hipertensi.

Miftakhul memaparkan bahwa inovasinya telah diuji di laboratorium dan terbukti signifikan menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik. Riset dilakukan dengan menggunakan garam rendah sodium (less sodium salt) 2000mg tiga kali sehari dan mengonsumsi “B-Ion Water”sebanyak 1500mg setiap hari diimbangi dengan relaksasi ekstra menggunakan scrub garam dan rendaman garam mandi 20 menit selama 30 hari pada subjek hipertensi.

Fitria Fatichatul Hidayah, SSi, MPd selaku dosen pembimbing berharap produk B-Pack dapat dikembangkan lagi dengan melakukan berbagai riset tambahan agar diperoleh diversifikasi produk dan temuan ini tidak terhenti di kompetisi saja. “Selain itu diharapkan temuan ini dapat memberikan tambahan penghasilan bagi petani garam karena selama ini bittern tidak termanfaatkan,” ujarnya.

UM Magelang, Layanan Pusat Karir Bekal Hadapi Dunia Kerja

Senin (7/10), Lembaga Pengembangan Mahasiswa dan Alumni (LPMA) Universitas Muhammadiyah (UM) Magelang, mengadakan layanan pusat karir bagi mahasiswa di Aula Rektorat Lantai 3 UM Magelang. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mempersiapkan lulusan yang siap bersaing di dunia kerja. Mengusung tema “Mengenal Dunia Kerja”, LPMA bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja Kota Magelang.

Sebanyak 167 mahasiswa semester 7 mengikuti agenda tersebut dengan antusias. Kepala Disnaker Kota Magelang, Gunadi Wirawan SH mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya kegiatan ini bisa menjadi bekal untuk menghadapi dunia kerja.

Sementara itu, Dr Riana Masha, M.Si, Psi, sebagai narasumber memberikan kiat-kiat dalam melamar perkerjaan. Hal pertama yang harus dilakukan ialah memilih perusahaan yang diminati, lalu memilih sesuai minat dan keahlian, kemudian yang  terakhir adalah sesuaikan dengan gaji keinginan kita. “Suatu perkerjaan haruslah disenangi dari hati terlebih dahulu. Hal terpenting adalah kita mau berusaha dan berdoa,” jelasnya.

723 Mahasiswa UM Pontianak Ikuti Program KKN

“Perguruan Tinggi saat ini sudah diwajibkan untuk melaksanakan program KKN wajib diluar kampus dan tinggal dengan masyarakat” ujar Heriansyah. Program KKN menjadi salah satu program unggulan bagi UM Pontianak untuk memberikan kontibusi nyata bagi masyarakat lanjutnya selaku Wakil Rektor I.

Sebanyak 723 mahasiswa mendapatkan pembekalan untuk diterjunkan ke masyarakat. “Bersosialisasilah dengan masyarakat, serta berperilaku akhlakul karimah yang mencerminkan peserta KKN berasal dari mahasiswa UM Pontianak” pesan Heriansyah.

Selain Heriansyah, turut hadir menjadi pemateri Yusran Anizam selaku Sekda Kabupaten Kubu Raya dan Edy Suryadi selaku Ketua LPPM.

Seleksi Mahasiswa Asal Thailand Masuk Perguruan Tinggi Muhammadiyah

Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM): Terus Ekspansi di ASEAN Sebanyak 110 calon mahasiswa asal Thailand mengikuti seleksi masuk perguruan Tinggi Muhammadiyah. Seleksi dilakukan melalui wawancara langsung terhadap mereka yang sudah lulus test administratif yang dilakukan SBPAC (Southern Border Province Administration Center (SBPAC) Thailand. “Ini sudah yang sembilan kali kita lakukan. Semula hanya melibatkan 13 PTM (Perguruan Tinggi Muhammadiyah). Sekarang sudah 18 PTM. Total sudah ratusan mahasiswa Thailand yang dididik di perguruan tinggi Muhammadiyah. Sebagian sudah lulus,” kata Ketua Kantor Urusan Internasional PTM Ida Puspita, yang juga dosen pada Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta. Seleksi diadakan di kantor SBPAC Yala. Ekspansi Saat seleksi hadir juga Direktur Kerjasama SBPAC Teeruth Supawiboonpol dan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof Edy Suandi Hamid Prof Edy menyampaikan, adanya kerja sama ASEAN dalam MEA (Masyarakat Ekonomi Eropa) akan semakin terbukanya pasar intra ASEAN dalam bidang pendidikan tinggi ini. Selama ini kita lebih banyak pasar bagi negara lain. “Nah Muhammadiyah yang sejak awal berdirinya sudah berkhikmat di bidang pendidikan, melakukan ekspansi juga ke mancanegara. Beberapa tahun terakhir ini kita secara khusus ke Thailand. Ke depan akan banyak negara yang kita garap,” ujarnya. Ditambahkan, selama ini sdh menyebar di PTM mahasiswa asing dari berbagai negara Asia, Australia, Amerika. Namun jumlahnya masih terbatas, dan ini mereka datang secara individual, belum didesain aecara khusus seperti yang di Thailand. “Kita juga aktif mengikuti pameran-pameran pendidikan di luar negeri. Agustus nanti kita ikut pameran pendidikan yang diadakan di Songkhla, Thailand Selatan ini,” kata mantan Rektor UII tersebut. Untuk masuk lebih jauh pasar ASEAN, bahkan Muhammadiyah sudah punya gagasan untuk mengakuisisi perguruan tinggi di wilayah ASEAN. “Tapi itu masih dilakukan kajian mendalam,” kata Prof Edy Suandi Hamid yang menjabat sebagai Wakil Ketua Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan PP Muhammadiyah tersebut. Perluas MoU Dalam kunjungan tersebut dibahas rencana perluasan kerjasama dgn mengubah MoU yang sudah ditandatangani sejak sembilan tahun lalu. Pembahasan dilakukan dengan Deputi Sekjen SBPAC Somkeart Ponorayoon. Direncanakan kemungkinan memperluas cakupan provinsi yang semula hanya 5 provinsi menjadi 14 provinsi. Mahasiswa yang diterima juga tak hanya yang beragama Islam tetapi juga yang beragama lain, seperti Budha yang merupakan agama mayoritas di Thailand. “Kita tunjukkan bahwa Perguruan Muhammadiyah bersifat inklusif dan mendidik siapapun yang ingin belajar, apapun keyakinannya. Di Papua dan NTT, lebih 80 persen mahasiswa PTM adalah nonmuslim,” kata Prof Edy.

KPK Ajak Mahasiswa UM Malang Lawan Korupsi

POSISI Indonesia sebagai 20 besar negara terkorup mendorong Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menanamkan mental anti-korupsi. Bekerja sama dengan Fakultas Hukum (FH) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), KPK mengadakan kuliah tamu untuk menggembleng mental anti-korupsi pada mahasiswa baru UMM, Kamis (13/10),

Berlangsung di UMM Dome, kegiatan ini mengangkat tema “Menyiapkan Generasi Hukum yang Bersih dan Antikorupsi” menghadirkan Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat (Dikyanmas) KPK, Sujanarko.

Dalam paparannya, Sujanarko mengungkapkan, palayan publik pemberi suap terbanyak yaitu kepolisian. Ia menjelaskan, dibandingkan negara-negara di Asia Tenggara, polisi Indonesia paling banyak melakukan suap, yakni mencapai 75 persen. Sedangkan jaksa, hakim, serta penyidik sebesar 66 persen, sementara instansi pendidikan sebesar 21 persen. Sedangkan, jabatan yang paling banyak melakukan korupsi tertinggi dipegang oleh swasta sebesar 142 kasus, pejabat eselon 1, 2, dan 3 sebanyak 129 kasus, dan anggota DPR/DPRD 119 kasus.

“KPK sempat terheran, karena malah swasta-lah yang paling banyak kasusnya. Jelas, uang yang dimiliki swasta berkali-kali lipat dibandingkan APBN. Misalnya, APBN sebesar 600 Triliun, uang yang dimiliki swasta bisa 1500 Triliun. Uang inilah yang digunakan untuk ‘mempermainkan’ para pejabat negara. Padahal, KPK tidak berwenang menindak swasta. Ini masalahnya,” urai Sujanarko.

Sujanarko menekankan, apapun profesi yang dipilih setelah lulus, haruslah berpegang teguh pada tiga poin penting, yakni ber-antikorupsi, ber-spesialisasi, dan ber-integritas. Ber-antikorupsi artinya harus bertekad untuk tidak melakukan korupsi dalam bentuk apapun, ber-spesialisasi dimaksudkan agar apapun profesinya, haruslah menjalankan pekerjaan sesuai jobdesk yang sesuai dengan bidang profesionalnya.

“Seorang lawyer,” contoh Sujanarko, “Tugasnya adalah membela klien. Kalau untuk urusan melakukan lobi, lalu lawyer ini ikut main golf dengan kliennya untuk mempermulus urusannya, ini namanya melakukan hal yang tidak berkepentingan dengan kaidah profesinya. Inilah yang disebut tidak ber-Spesialisasi,” paparnya.

Yang ketiga, ber-integritas. Integritas bermakna menjalankan sesuatu yang baik dan benar tanpa  diawasi. Hal ini, menurut Sujanarko, perlu dilatih dan perlu model yang nyata. Langkah awal untuk membentuk pribadi berintegritas ini bisa dimulai dengan membuat resolusi pribadi yang dijalankan dengan penuh komitmen.

Pada acara ini, antusiasme 400 mahasiswa yang menjadi peserta tampak dari banyaknya pertanyaan bernada kritis pada Sujanarko. Salah satu yang dianggap menarik olehnya adalah pertanyaan tentang hal apa yang bisa dilakukan oleh mahasiswa untuk membantu KPK.

“Orang-orang terbaik dari Fakultas Hukum di Indonesia ini yang nantinya akan jadi generasi penerus kami di KPK. Saat ini KPK memiliki program Indonesia Memanggil. Lewat program ini, KPK akan berkeliling ke kampus-kampus untuk mencari mahasiswa akhir siap lulus yang berintegritas dan berkomitmen tinggi untuk bergabung dengan KPK,” jawabnya.

Dekan FH UMM Dr Sulardi SH MSi membenarkan adanya program Indonesia Memanggil KPK. Sampai saat ini, UMM sering mengajukan alumninya untuk mengikuti seleksi menjadi bagian dari KPK. Sulardi menegaskan, tantangan lulusan FH untuk masuk ke dunia hukum sebagai penegak hukum terbilang susah. Pasalnya, para koruptor kini mempunyai gate keeper, yakni pihak yang tidak mempunyai hubungan langsung dengan koruptor seperti hubungan darah  atau bisnis, bahkan tidak berada pada lokasi yang berdekatan, tapi pihak itulah yang ‘bertugas’ untuk menyimpan uang-uang jarahan para koruptor.

“Lewat kuliah umum ini kami tanamkan jiwa bersih dan antikorupsi, apalagi pesertanya mahasiswa baru. Nantinya, ketika mereka berkiprah di dunia kerja, mereka akan menjadi profesional yang berintegritas seperti yang dikatakan Pak Sujanarko,” ujar Sulardi mengakhiri.

Sumber : www.umm.ac.id