“B-Pack” Hantar Mahasiswa Unimus Raih Prestasi Internasional

Mahasiswa S-1 Pendidikan Kimia Universitas Muhammadiyah Semarang meraih medali perunggu dalam “World Invention Competition and Exhibition” di Malaysia, (2-6/10). Tim yang terdiri dari Miftakhul Hidayati, Nur Faridatus So’imah, Rista Ni’matul Maula, dan Destyana Larasati berhasil menyisihkan 139 tim dari 8 negara termasuk Indonesia, Malaysia, Turkey, Amerika Serikat, Korea Selatan, Thailand, Vetnam dan Philippine.

Melalui project  berjudul “Helps Save Your Life from Hypertension with B-Pack (Bittern Salt Package) Product” Miftakhul dan teman-teman membuat produk dari bittern (limbah air garam) rendah natrium (40% less sodium salt) terdiri dari 4 produk bernama “Lessosa” (less sodium salt, b-ion water, salt scrub, dan bath salt) yang dapat dimanfaatkan oleh penderita hipertensi. Produk kreasi ini mampu menurunkan tekanan darah dan meningkatkan relaksasi penderita hipertensi.

Miftakhul memaparkan bahwa inovasinya telah diuji di laboratorium dan terbukti signifikan menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik. Riset dilakukan dengan menggunakan garam rendah sodium (less sodium salt) 2000mg tiga kali sehari dan mengonsumsi “B-Ion Water”sebanyak 1500mg setiap hari diimbangi dengan relaksasi ekstra menggunakan scrub garam dan rendaman garam mandi 20 menit selama 30 hari pada subjek hipertensi.

Fitria Fatichatul Hidayah, SSi, MPd selaku dosen pembimbing berharap produk B-Pack dapat dikembangkan lagi dengan melakukan berbagai riset tambahan agar diperoleh diversifikasi produk dan temuan ini tidak terhenti di kompetisi saja. “Selain itu diharapkan temuan ini dapat memberikan tambahan penghasilan bagi petani garam karena selama ini bittern tidak termanfaatkan,” ujarnya.

UM Magelang, Layanan Pusat Karir Bekal Hadapi Dunia Kerja

Senin (7/10), Lembaga Pengembangan Mahasiswa dan Alumni (LPMA) Universitas Muhammadiyah (UM) Magelang, mengadakan layanan pusat karir bagi mahasiswa di Aula Rektorat Lantai 3 UM Magelang. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mempersiapkan lulusan yang siap bersaing di dunia kerja. Mengusung tema “Mengenal Dunia Kerja”, LPMA bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja Kota Magelang.

Sebanyak 167 mahasiswa semester 7 mengikuti agenda tersebut dengan antusias. Kepala Disnaker Kota Magelang, Gunadi Wirawan SH mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya kegiatan ini bisa menjadi bekal untuk menghadapi dunia kerja.

Sementara itu, Dr Riana Masha, M.Si, Psi, sebagai narasumber memberikan kiat-kiat dalam melamar perkerjaan. Hal pertama yang harus dilakukan ialah memilih perusahaan yang diminati, lalu memilih sesuai minat dan keahlian, kemudian yang  terakhir adalah sesuaikan dengan gaji keinginan kita. “Suatu perkerjaan haruslah disenangi dari hati terlebih dahulu. Hal terpenting adalah kita mau berusaha dan berdoa,” jelasnya.

723 Mahasiswa UM Pontianak Ikuti Program KKN

“Perguruan Tinggi saat ini sudah diwajibkan untuk melaksanakan program KKN wajib diluar kampus dan tinggal dengan masyarakat” ujar Heriansyah. Program KKN menjadi salah satu program unggulan bagi UM Pontianak untuk memberikan kontibusi nyata bagi masyarakat lanjutnya selaku Wakil Rektor I.

Sebanyak 723 mahasiswa mendapatkan pembekalan untuk diterjunkan ke masyarakat. “Bersosialisasilah dengan masyarakat, serta berperilaku akhlakul karimah yang mencerminkan peserta KKN berasal dari mahasiswa UM Pontianak” pesan Heriansyah.

Selain Heriansyah, turut hadir menjadi pemateri Yusran Anizam selaku Sekda Kabupaten Kubu Raya dan Edy Suryadi selaku Ketua LPPM.

Seleksi Mahasiswa Asal Thailand Masuk Perguruan Tinggi Muhammadiyah

Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM): Terus Ekspansi di ASEAN Sebanyak 110 calon mahasiswa asal Thailand mengikuti seleksi masuk perguruan Tinggi Muhammadiyah. Seleksi dilakukan melalui wawancara langsung terhadap mereka yang sudah lulus test administratif yang dilakukan SBPAC (Southern Border Province Administration Center (SBPAC) Thailand. “Ini sudah yang sembilan kali kita lakukan. Semula hanya melibatkan 13 PTM (Perguruan Tinggi Muhammadiyah). Sekarang sudah 18 PTM. Total sudah ratusan mahasiswa Thailand yang dididik di perguruan tinggi Muhammadiyah. Sebagian sudah lulus,” kata Ketua Kantor Urusan Internasional PTM Ida Puspita, yang juga dosen pada Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta. Seleksi diadakan di kantor SBPAC Yala. Ekspansi Saat seleksi hadir juga Direktur Kerjasama SBPAC Teeruth Supawiboonpol dan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof Edy Suandi Hamid Prof Edy menyampaikan, adanya kerja sama ASEAN dalam MEA (Masyarakat Ekonomi Eropa) akan semakin terbukanya pasar intra ASEAN dalam bidang pendidikan tinggi ini. Selama ini kita lebih banyak pasar bagi negara lain. “Nah Muhammadiyah yang sejak awal berdirinya sudah berkhikmat di bidang pendidikan, melakukan ekspansi juga ke mancanegara. Beberapa tahun terakhir ini kita secara khusus ke Thailand. Ke depan akan banyak negara yang kita garap,” ujarnya. Ditambahkan, selama ini sdh menyebar di PTM mahasiswa asing dari berbagai negara Asia, Australia, Amerika. Namun jumlahnya masih terbatas, dan ini mereka datang secara individual, belum didesain aecara khusus seperti yang di Thailand. “Kita juga aktif mengikuti pameran-pameran pendidikan di luar negeri. Agustus nanti kita ikut pameran pendidikan yang diadakan di Songkhla, Thailand Selatan ini,” kata mantan Rektor UII tersebut. Untuk masuk lebih jauh pasar ASEAN, bahkan Muhammadiyah sudah punya gagasan untuk mengakuisisi perguruan tinggi di wilayah ASEAN. “Tapi itu masih dilakukan kajian mendalam,” kata Prof Edy Suandi Hamid yang menjabat sebagai Wakil Ketua Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan PP Muhammadiyah tersebut. Perluas MoU Dalam kunjungan tersebut dibahas rencana perluasan kerjasama dgn mengubah MoU yang sudah ditandatangani sejak sembilan tahun lalu. Pembahasan dilakukan dengan Deputi Sekjen SBPAC Somkeart Ponorayoon. Direncanakan kemungkinan memperluas cakupan provinsi yang semula hanya 5 provinsi menjadi 14 provinsi. Mahasiswa yang diterima juga tak hanya yang beragama Islam tetapi juga yang beragama lain, seperti Budha yang merupakan agama mayoritas di Thailand. “Kita tunjukkan bahwa Perguruan Muhammadiyah bersifat inklusif dan mendidik siapapun yang ingin belajar, apapun keyakinannya. Di Papua dan NTT, lebih 80 persen mahasiswa PTM adalah nonmuslim,” kata Prof Edy.

KPK Ajak Mahasiswa UM Malang Lawan Korupsi

POSISI Indonesia sebagai 20 besar negara terkorup mendorong Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menanamkan mental anti-korupsi. Bekerja sama dengan Fakultas Hukum (FH) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), KPK mengadakan kuliah tamu untuk menggembleng mental anti-korupsi pada mahasiswa baru UMM, Kamis (13/10),

Berlangsung di UMM Dome, kegiatan ini mengangkat tema “Menyiapkan Generasi Hukum yang Bersih dan Antikorupsi” menghadirkan Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat (Dikyanmas) KPK, Sujanarko.

Dalam paparannya, Sujanarko mengungkapkan, palayan publik pemberi suap terbanyak yaitu kepolisian. Ia menjelaskan, dibandingkan negara-negara di Asia Tenggara, polisi Indonesia paling banyak melakukan suap, yakni mencapai 75 persen. Sedangkan jaksa, hakim, serta penyidik sebesar 66 persen, sementara instansi pendidikan sebesar 21 persen. Sedangkan, jabatan yang paling banyak melakukan korupsi tertinggi dipegang oleh swasta sebesar 142 kasus, pejabat eselon 1, 2, dan 3 sebanyak 129 kasus, dan anggota DPR/DPRD 119 kasus.

“KPK sempat terheran, karena malah swasta-lah yang paling banyak kasusnya. Jelas, uang yang dimiliki swasta berkali-kali lipat dibandingkan APBN. Misalnya, APBN sebesar 600 Triliun, uang yang dimiliki swasta bisa 1500 Triliun. Uang inilah yang digunakan untuk ‘mempermainkan’ para pejabat negara. Padahal, KPK tidak berwenang menindak swasta. Ini masalahnya,” urai Sujanarko.

Sujanarko menekankan, apapun profesi yang dipilih setelah lulus, haruslah berpegang teguh pada tiga poin penting, yakni ber-antikorupsi, ber-spesialisasi, dan ber-integritas. Ber-antikorupsi artinya harus bertekad untuk tidak melakukan korupsi dalam bentuk apapun, ber-spesialisasi dimaksudkan agar apapun profesinya, haruslah menjalankan pekerjaan sesuai jobdesk yang sesuai dengan bidang profesionalnya.

“Seorang lawyer,” contoh Sujanarko, “Tugasnya adalah membela klien. Kalau untuk urusan melakukan lobi, lalu lawyer ini ikut main golf dengan kliennya untuk mempermulus urusannya, ini namanya melakukan hal yang tidak berkepentingan dengan kaidah profesinya. Inilah yang disebut tidak ber-Spesialisasi,” paparnya.

Yang ketiga, ber-integritas. Integritas bermakna menjalankan sesuatu yang baik dan benar tanpa  diawasi. Hal ini, menurut Sujanarko, perlu dilatih dan perlu model yang nyata. Langkah awal untuk membentuk pribadi berintegritas ini bisa dimulai dengan membuat resolusi pribadi yang dijalankan dengan penuh komitmen.

Pada acara ini, antusiasme 400 mahasiswa yang menjadi peserta tampak dari banyaknya pertanyaan bernada kritis pada Sujanarko. Salah satu yang dianggap menarik olehnya adalah pertanyaan tentang hal apa yang bisa dilakukan oleh mahasiswa untuk membantu KPK.

“Orang-orang terbaik dari Fakultas Hukum di Indonesia ini yang nantinya akan jadi generasi penerus kami di KPK. Saat ini KPK memiliki program Indonesia Memanggil. Lewat program ini, KPK akan berkeliling ke kampus-kampus untuk mencari mahasiswa akhir siap lulus yang berintegritas dan berkomitmen tinggi untuk bergabung dengan KPK,” jawabnya.

Dekan FH UMM Dr Sulardi SH MSi membenarkan adanya program Indonesia Memanggil KPK. Sampai saat ini, UMM sering mengajukan alumninya untuk mengikuti seleksi menjadi bagian dari KPK. Sulardi menegaskan, tantangan lulusan FH untuk masuk ke dunia hukum sebagai penegak hukum terbilang susah. Pasalnya, para koruptor kini mempunyai gate keeper, yakni pihak yang tidak mempunyai hubungan langsung dengan koruptor seperti hubungan darah  atau bisnis, bahkan tidak berada pada lokasi yang berdekatan, tapi pihak itulah yang ‘bertugas’ untuk menyimpan uang-uang jarahan para koruptor.

“Lewat kuliah umum ini kami tanamkan jiwa bersih dan antikorupsi, apalagi pesertanya mahasiswa baru. Nantinya, ketika mereka berkiprah di dunia kerja, mereka akan menjadi profesional yang berintegritas seperti yang dikatakan Pak Sujanarko,” ujar Sulardi mengakhiri.

Sumber : www.umm.ac.id

Mahasiswa Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar Target Juara IMO 2016

Tim mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah (FK-Unismuh) Makassar menargetkan juara pada ajang bergengsi Indonesian International Medical Olympiad (IMO) 2016, di Universitas Pelita Harapan, Jakarta, 12-16 Oktober 2016.

Tentu kami menargetkan juara, kata Ketua Tim FK-Unismuh Fizzilmi Dhahila Mansyur, kepada Operator Wartawan AKSI Unismuh Makassar, seusai acara pelepasan secara resmi oleh Rektor Unismuh Dr H Abdul Rahman Rahim, di Ruang Rapat Senat Unismuh Makassar, Selasa, 11 Oktober 2016.

Pada IMO 2016 ini, FK-Unismuh mengutus enam anggota tim mahasiswa, yaitu Siti Khadidjah, Siti Nastiti Deviyana, Fizzilmi Dhahila Mansyur, Dzar Fadli El Furqan, Alif Adeyani, dan Muhammad Surya Anna Arsyad.

Fizzilmi mengatakan, sebenarnya ada enam bidang yang dikompetisikan, tetapi tim FK-Unismuh hanya mengikuti tiga bidang, yaitu musculoskeletal, cardioresperatory, dan uroreproduction.

Kompetisi pada IMO ini terdiri atas tiga babak, yaitu babak penyisihan, babak semifinal, dan babak final. Tentu kami konsentrasi dulu pada babak penyisihan, karena pesertanya berasal dari lebih 60 perguruan tinggi, termasuk beberapa perguruan tinggi asing, jelas Fizzilmi.

Rektor Unismuh Rahman Rahim saat acara pelepasan mengatakan, IMO 2016 merupakan kesempatan yang sangat bagus bagi mahasiswa FK-Unismuh untuk menguji dan membuktikan kemampuan dalam bidang medical.

Ananda yang berjumlah enam orang ini secara tidak langsung mewakili seluruh mahasiswa Fakultas Kedokteran Unismuh. Saya kira sudah satu prestasi awal. Tentu kita berharap anak-anakku berhasil meraih prestasi lebih tinggi dalam kompetisi IMO 2016, ujar Rahman, yang didampingi Wakil Dekan III FK-Unismuh dr Irwan Ashari, dan Wakil Dekan II dr Wiwiek Dewiyanti Habar SpKK MKes.

sumber : www.unismuh.ac.id

Mahasiswa Mancanegara Ikut Summer Program di Universitas Muhammadiyah Makassar

Sebanyak 22 mahasiswa dari 11 negara mengikuti Internasional Summer Program 2016, di Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, 9-16 Oktober 2016, dengan berbagai kegiatan yang akan mereka ikuti.

Kegiatan-kegiatan tersebut antara lain kursus singkat (short course) pembelajaran Bahasa Indonesia, pengenalan dan workshop tari tradisional Sulawesi Selatan, kunjungan agrowisata dan ke pusat industri di Kabupaten Bantaeng, serta city tour di Makassar.

Kepala Kantor Urusan Internasional (KUI) Unismuh Makassar, Erwin Akib MPd PhD, mengatakan, seluruh peserta juga akan mendapatkan pengalaman berada di Kapal Tradisional Phinisi dengan mengunjungi berbagai pulau yang di perairan Makassar.

International Summer Program Unismuh Makassar ini mendapat dukungan penuh dari Kemenristek-Dikti melalui dana hibah PKKUI 2016, karena Unismuh adalah salah satu perguruan tinggi yang memenangi dana hibah tersebut, jelas Erwin.
Erwin yang juga Ketua Prodi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Unismuh Makassar, berharap melalui kegiatan International Summer Program, Unismuh makassar menjadi semakin dikenal oleh mahasiswa luar negeri.

Kami juga berterima-kasih kepada Universitas Airlangga selaku mitra hibah PKKUI 2016, Pemerintah Kota Makassar, Pemerintah Kabuaten Bantaeng, dan berbagai pihak yang mendukung kegiatan ini, tutur Erwin.

Koordinator International Summer Program Unismuh Makassar, Ismail Sangkala, menambahkan, ke-22 mahasiswa mancanegara tersebut antara lain berasal dari Polandia, Spanyol, Ukraina, Vietnam, Kamboja, Jepang, Thailand, Malaysia, Madagaskar, Kepulauan Salomon, dan Papua Nugini.

Kegiatan International Summer Program 2016 di Unismuh Makassar dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor IV Ir H Abdurrakhim Nanda MT, didampingi Sekretaris KUI Unismuh, Amar Ma’ruf SPd MHum.

Sumber : www.unismuh.ac.id

Fungsionaris Lembaga Intra Diminta Jadi Inspirator Mahasiswa

“Saudara adalah pemimpin bagi tiga puluh dua ribu mahasiswa UMM. Saudara hadir di sini, karena memang saudara telah dipercaya mahasiswa UMM itu untuk memimpin mereka. Dan yang lebih penting, saudara adalah pemimpin mahasiswa di perguruan tinggi yang telah memiliki reputasi tinggi.”
Demikian disampaikan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Fauzan dalam arahannya pada pembukaan Latihan Kepemimpinan dan Manajemen Mahasiswa (LKMM) Lembaga Intra tahun akademik 2016/2017 di Auditorium UMM, Jumat (7/10).
“Ibarat saudara naik pesawat, saudara itu sudah masuk di kelas bisnis. Kalau saudara naik bis, bisnya itu sudah kelas eksekutif. Ini berarti bahwa, saudara juga harus menyesuaikan diri. Karena Universitas Muhammadiyah Malang ini memiliki reputasi yang luar biasa, baik di wilayah Jawa Timur, nasional bahkan internasional, kami berharap saudara-saudara sebagai pemimpin mahasiswa harus memiliki rasa percaya diri dan mampu beradaptasi dengan reputasi UMM ini,” seru Fauzan.
Fauzan menegaskan, tidak boleh ada di antara fungsionaris mahasiswa yang merasa merepresentasikan diri dari perguruan tinggi kecil. Tetapi, fungsionaris lembaga intra UMM selayaknya merepresentasikan diri sebagai pemimpin mahasiswa dari perguruan tinggi yang mapan dan bereputasi. “Saudara sudah memiliki bergaining power yang kuat dan mampu berkomunikasi dengan siapa saja. Dalam kancah nasional, saudara sudah sejajar dengan fungsionaris-fungsionaris yang ada di Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada dan perguruan tinggi terkenal lainnya,” seru Fauzan.
Selain itu, sebagai seorang pemimpin mahasiswa, bagi Fauzan fungsionaris lembaga intra harus dapat menjadi motivator juga inspirator. Sehingga menurut Fauzan, LKMM ini seharusnya menjadi agenda strategis dalam rangka mengembangkan pemikiran-pemikiran baru. “Kedepan, agenda pelatihan ini akan dikembangkan kearah yang kompetitif. Karena kita sudah tidak bisa lagi berpikir lokal atau bahkan nasional, kita harus memiliki wawasan yang mengglobal,” terangnya.
Ia berharap, masa jabatan sebagai fungsionaris lembaga intra yang hanya 1 tahun hendaknya dimanfaatkan sebaik mungkin. Salah satunya dengan menjalin komunikasi dengan institusi dan mahasiswa dari universitas manapun. “Kehadiran saudara-saudara ditengah-tengah mahasiswa UMM akan bisa memberikan kontribusi berarti dalam rangka mengangkat citra prestasi Universitas Muhammadiyah Malang,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Badan Pembina Harian Prof. Drs. H. A. Malik Fadjar, M.Sc. menyatakan bahwa UMM sebagai institusi pendidikan memiliki 3 peranan penting menyipkan generasi pemimpin masa depan. Yakni melahirkan generasi-generasi tangguh, menyiapkan tenaga-tenaga profesional dalam berbagai bidang yang akan mampu mengerjakan tugas-tugas kehidupan berbangsa dan bernegara, serta membangun peradaban-peradaban bangsa Indonesia.
“Anda-anda lah generasi yang akan melanjutkan tampuk kepemimpinan masa depan dalam rangka memperkuat bangunan bangsa dan negara. Baik dalam konteks kehidupan regional, nasional maupun global,” pungkasnya.
Penanggungjawab kegiatan LKMM Drs. Warsono, M.M. mengungkapkan, agenda yang diikuti 274 peserta ini dalam rangka membekali fungsionaris lembaga intra ditingkatan fakultas maupun universitas agar memahami tata kelola organisasi. Hal yang tak kalah penting menurutnya, kegiatan ini bertujuan mempersiapkan peserta menjadi pemimpin yang berintegritas. “Antara lain menguasai bidang kerjanya, lalu memiliki karakteristik kejujuran, serta mau bekerja keras,” papar Pembantu Dekan III Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) ini.
Sumber  : www.umm.ac.id

Mahasiswa Unismuh Latih Santri Berbahasa Arab

Puluhan mahasiswa Pesantren Ulama Tarjih (PUT) dan mahasiswa Mahad Al-Birr Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, melatih ratusan santri Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Sulawesi Selatan Gombara Makassar, berbahasa Arab dengan berbagai metode.

Latihan berbahasa Arab dilakukan setiap Sabtu-Ahad dengan metode kuliah tujuh menit (kultum) berbahasa Arab di dalam masjid, melakukan pembinaan santri secara berkelompok (setiap kelompok terdiri atas lima atau enam orang) di lapangan terbuka, serta menata taman dan menanam bunga untuk lebih mengakrabkan mahasiswa dengan santri sambil membiasakan menggunakan bahasa Arab.

Ini kami lakukan untuk menggelorakan penggunaan bahasa Arab di kalangan santri pondok pesantren Muhammadiyah, papar Direktur Mahad Al-Birr Unismuh Makassar Drs H Lukman Abdul Samad Lc , kepada Operator Wartawan AKSI Unismuh Makassar, di Makassar, Jumat, 07 Oktober 2016.

Program tersebut dilakukan bekerjasama Lembaga Pengembangan Pondok Pesantren Muhammadiyah (LP3M) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulsel yang juga diketuai Lukman Abdul Samad.

Ini memang program kerja LP3M PWM Sulsel dan kebetulan di Unismuh Makassar, ada kelompok mahasiswa yang mendalami bahasa Arab, yaitu mahasiswa Pesantren Ulama Tarjih dan mahasiswa Ma’had Al-Birr, sehingga program kerja LP3M PWM Sulsel dapat berjalan dengan lancar dan mahasiswa juga berkesempatan melatih dan membina santri di pondok pesantren, tutur Lukman.

Sumber : www.unismuh.ac.id

KKN Internasional UMY Angkatan ke-7 Resmi Ditutup

Program Learning Express dan KKN Internasional periode 19 September – 1 Oktober 2016 telah usai dan ditutup secara resmi oleh Wakil Rektor I UMY, Dr. Ir. Gunawan Budiyanto, MP bertempat di Hall UMY Boga, Kamis (29/9). Program KKN Internasional UMY ini sudah memasuki angkatan ke 7 dalam pelaksanaannya. Sebanyak total 52 orang mahasiswa yang terdiri dari 25 mahasiswa Singapore Polytechnic (SP), 11 mahasiswa UPN Veteran Yogyakarta, dan 16 mahasiswa UMY telah mengikuti KKN ini. Dalam acara ini, para peserta juga memamerkan hasil prototype mereka guna membantu mengangkat potensi di desanya masing-masing.

Wakil Rektor I Dr. Ir. Gunawan Budiyanto, MP dalam sambutannya menyatakan apresiasinya terhadap peserta KKN. “Terima kasih untuk seluruh peserta KKN Internasional yang hadir di sini. Bekerjasama dengan UPN dan Singapore Polytechnic adalah pengalaman yang baik bagi kami, khususnya bagi mahasiswa kami. Diskusi dan bekerja bersama untuk memecahkan masalah teknologi yang tepat bagi masyarakat merupakan kesempatan yang baik untuk meningkatkan skill para mahasiswa. Dan tentunya melalui Learning Express dan KKN Internasional ini, para mahasiswa mempunyai atmosfer Internasional untuk meningkatkan hardskill dan softskill mereka dan dapat menyadari peran mereka dalam mengembangkan masyarakat,”paparnya.

Gunawan juga menambahkan pentingnya teknologi lokal yang membantu masyarakat memudahkan pekerjaan untuk meningkatkan hasil produksi potensi lokal. “Indonesia merupakan negara besar dengan banyak keragaman dalam ekonomi, pengetahuan dan teknologi. Hal ini menjadi dasar mengapa kita harus mengembangkan teknologi lokal untuk membantu memudahkan pekerjaannya. Oleh karena itu, masyarakat pedesaan butuh bantuan untuk menemukan teknologi baru yang simpel tanpa meninggalkan kearifan lokal mereka. Saya percaya bahwa dengan Program Learning Express ini, mahasiswa mampu membantu kesulitan mereka,”jelasnya.

Sementara itu, Mr. Agus selaku perwakilan dari Singapore Polytechnic berterima kasih kepada tuan rumah, UMY dan UPN. “Saya berterima kasih kepada seluruh peserta, juga UMY dan UPN sebagai tuan rumah di Yogya ini telah menyambut kami dengan baik. Terima kasih telah memberikan fasilitas-fasilitas yang membantu mensukseskan program ini,” ungkapnya.

Sebagai penutup Mr. Agus juga sempat menyodorkan pantun perpisahan khas melayu kepada para peserta. “Kalu ada sumur di ladang boleh kita menumpang mandi, kalau ada umur panjang, boleh kita bertemu kembali,”katanya.

Dalam acara ini, para peserta juga memamerkan hasil prototype mereka guna membantu mengangkat potensi di desa pengabdiannya masing-masing. Selama satu minggu mereka telah menyusun prototype teknologi untuk membantu mengangkat potensi yang ada di desa mereka. Salah satu peserta KKN Internasional, Aqil (HI UMY 2013) merasakan manfaat dari kegiatan ini. Kelompoknya membuat prototype yang membuat jamur tumbuh lebih besar. “Mengikuti program ini bisa menambah teman, tidak menutup kemungkinan dari seluruh dunia. Selain itu, kita bisa membantu menemukan teknologi yang bisa membantu pekerjaan masyarakat. Saya harap program ini terus berlanjut dan terus mengalami perkembangan,” tutupnya. (bagas)

Sumber : www.umy.ac.id