Rapat Kerja Nasional Soroti Program Unggulan Majelis Diktilitbang

Rapat Kerja Nasional Soroti Program Unggulan Majelis Diktilitbang

Sebanyak 450 peserta hadir dalam Rapat Kerja Nasional Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah (Diktilitbang PPM), Selasa (2/5). Dalam kegiatan Rakernas ini telah berlangsung Launching FKG UM Surabaya bersama dukungan Gubernur Jawa Timur, Drs Hj Khofifah Indar Parawansa MSi. “UM Surabaya mengapresiasi Gubernur Jawa Timur yang tidak mendiskriminasi perguruan tinggi baik negeri maupun swasta,” ujar Rektor UM Surabaya dalam sambutannya. Ia juga memperkenalkan wisata air Kalimas yang untuk selanjutnya para peserta Rakernas PTMA dapat menikmati.

Dalam sambutan Ketua Majelis Diktilitbang PPM, Bambang Setiaji, tersalurkan harapan agar perguruan tinggi besar dan kecil dapat melakukan kolaborasi dan akselerasi dalam rangka menciptakan perguruan tinggi yang baik. Majelis memiliki beberapa program-program unggul yang akan terus memperoleh dorongan, di antaranya; Program PTMA dalam Genggaman; Program 5000 Doktor, Program 100.000 Karya Publikasi dalam Jurnal Ilmiah Bereputasi; Penguatan PTMA; dan Penguatan dan Integrasi Al-Islam Kemuhammadiyahan di Dalam Berbagai Program Pembelajaran bagi PTMA. “Dalam periode 2022-2027, program unggulan Majelis tidak hanya berfokus pada publikasi saja. Tetapi juga mengimplementasikan AIK dalam tiap PTMA,” tegasnya.

Gubernur Jawa Timur, Drs Hj Khofifah Indar Parawansa MSi dalam sambutannya mengatakan bahwasanya perguruan tinggi punya peran kompetitif dalam meningkatkan kompetisi dan inovasi bangsa Indoneisa. “PTMA yang sejumlah 171 ini bisa memunculkan peluang yang cukup besar untuk memperbaiki rangking bangsa Indonesia. Bisa melalui penelitian, inovasi, dan kreasi kreatif,” ujarnya. Ia berharap agar PTMA dapat saling berkolaborasi antara satu dengan yang lainnya demi meningkatkan kualitas pendidikan.

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof Dr H Haedar Nashir MSi mengatakan dalam amanatnya bahwa untuk mewujudkan Al-Islam Kemuhammadiyahan yang berkemajuan harus kita mulai dengan konstruksi pemikiran agar menjadi pemikiran yang berkemajuan. “Agama, Pancasila, dan budaya adalah pondasi untuk maju. Muhammadiyah menjadi pelopor gerakan dalam pembaruan. Risalah Islam berkemajuan memiliki konteks yang luas dalam menjawab dinamika perkembangan zaman,” ujarnya.

Ketua PPM, Prof Dr Irwan Akib MPd

Prof Irwan Beri Amanat dalam Rakernas Diktilitbang

Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah memulai Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pada Selasa (2/5). Rakernas terlaksana di UM Surabaya dan berlangsung hingga Kamis (4/5) mendatang. Kegiatan dalam agenda ini adalah pembacaan SK PPM tentang penetapan Ketua STIKES Muh Aceh, Rektor UM Metro, Rektor UM Purworejo, Rektor UM Tasikmalaya, dan Rektor UM Pekajangan Pekalongan oleh Sekretaris Majelis Diktilitbang PPM, Ahmad Muttaqin PhD. Setelah melaksanakan pembacaan SK dan pelantikan ketua dan para rektor, kegiatan berlanjut dengan amanat dari Ketua PPM, Prof Dr Irwan Akib MPd.

Prof Dr Irwan mengawali amanat dengan ucapan syukur sekaligus selamat atas pelantikan dari pemimpin rektor dan sekolah tinggi. Ia berpesan bahwa dalam setiap awal maka akan ada akhir, sebagaimana halnya dengan berlangsungnya satu periode. “Artinya, sejak sekarang sudah harus mempersiapkan diri bahwa Saudara tidak akan menjalani pemimpin selamanya,” tegasnya. Ini perlu tertanam agar tidak terbentuk power syndrome ketika masa jabatan telah berakhir.

Ia melanjutkan, pemimpin mampu menyiapkan dan menginspirasi lahirnya calon-calon pemimpin selanjutnya. “Keberhasilan pemimpin bukan terletak pada kepemimpinannya saja, melainkan kesiapan agar kita tidak kekurangan pemimpin selanjutnya,” ujarnya. Oleh karena itu, apabila tidak ada pengganti maka berarti kepemimpinan tersebut tidak menyiapkan pengganti. Sekalipun demikian, Prof Irwan juga mengakui bahwa amanat yang berlangsung dalam satu periode tergolong sedikit. “Maka, manfaatkanlah sebaik-baiknya sesuai standar perguruan tinggi Muhammadiyah, yang tidak hanya akreditasi saja, melainkan juga Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.”

Fungsi dalam Muhammadiyah adalah berkenaan dengan perkaderan. “Persoalan kita adalah sulitnya melahirkan kader yang sesuai dengan kader standar Muhammadiyah,” ujar Prof Irwan. Akan tetapi, yang perlu menjadi ingatan bersama sebagai kader persyarikatan adalah dengan membawakan nilai-nilai persyarikatan dalam hidup. Ini menjadi PR bagi perguruan tinggi Muhammadiyah untuk membentuk kualitas kader-kader Muhammadiyah.

Majelis Diktilitbang PPM Buka Diseminasi Penelitian Hibah RisetMu

Majelis Diktilitbang PPM Buka Diseminasi Penelitian Hibah RisetMu

Majelis Pendidikan, Penelitian, dan Pengembangan PPM memulai serial Diskusi Diseminasi Penelitian Hibah RisetMu di tahun 2023 ini. Pada seri pertama, topik besar yakni “Al Islam dan Kemuhammadiyahan” yang menghadirkan Dr Solihul Huda MFil dari UM Surabaya, Anang Masduki MA dari Universitas Ahmad Dahlan, dan M Subhi Aprianto Lc MH dari UM Surakarta. Dr Dra Tri Yuni Hendrowati MPd turut hadir sebagai panelis dan Luqman Hakim sebagai moderator. 

Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PPM, Prof Dr Khudzaifah Dimyati turut hadir untuk memberikan sambutan. Ia menegaskan semangat RisetMu sebagai ikhtiar Majelis untuk mengangkat penelitian-penelitian dosen PTMA yang nantinya dapat berdampak pada perbaikan akreditasi PTMA. “Harapannya, kehadiran RisetMu dan Serial Hibah Penelitian ini bisa menjadi solusi untuk meningkatkan etos kerja para dosen dalam bidang penelitian,” ujarnya. 

Penelitian Hibah RisetMu “Al Islam dan Kemuhammadiyahan”

Pertama, M Subhi Aprianto Lc MH mendiseminasikan penelitiannya yang berjudul “Analisis Bibliometrik terhadap Peta Perkembangan dan Arah Penelitian Muhammadiyah pada Database Scopus”. Subhi Aprianto menyampaikan, urgensi dari penelitian ini adalah untuk memberikan pemaparan data Scopus sehingga diperoleh beberapa aspek. Aspek tersebut di antaranya demografi penelitian, afiliasi paling berpengaruh, sumber yang paling banyak mendapat sitasi, dan penulis pertama paling produktif. “Misalnya, dalam detail demografis, jadi terungkap bahwa sebagian besar penelitian berlangsung di Indonesia dan Malaysia,” jelasnya.

Kedua, Anang Masduki MA menyebutkan judul buku berjudul Ngenger: Dari Komunikasi  antar Budaya menuju Transformasi Ideologi sebagai inti presentasinya yang berjudul “Paradigma Islam Autentik”. Poin menarik dari Anang adalah adanya spirit tajdid dalam moderasi islam autentik. “Mereka melakukan purifikasi dengan membangun sintesa antara nilai agama dan kebudayaan tanpa merusak akidah,” ujarnya.

Ketiga, Dr Solihul Huda MFil menyampaikan tentang hasil pengamatannya terhadap media sosial. Dua hal tentang media sosial yang Dr Solihul soroti adalah kekhawatiran akan informasi yang tidak faktual dan kemungkinan media sosial menjadi alat penyebaran ideologi sosial keagamaan, baik liberal, radikal, maupun moderat. “Ini merespons perkembangan dunia yang serbadigital di masyarakat, termasuk dalam kegiatan keagamaan seperti dakwah. Hal tersebut menjadi latar belakang terbentuknya dakwah digital Muhammadiyah,” paparnya. Luaran riset Dr Solihul adalah sebuah buku berjudul Dakwah Digital Muhammadiyah: Pola Baru Dakwah Era Disrupsi.

Serial ini terlaksana pada Senin (27/3) dan akan berlanjut melalui siaran secara langsung di kanal YouTube Majelis.

Closing Ceremony MSPP Batch V

Closing Ceremony MSPP Batch V

Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah (Diktilitbang PPM) menyelenggarakan Closing Ceremony Muhammadiyah Scholarship Preparation Program (MSPP) Batch V pada Kamis (9/3). Sebanyak 50 peserta penerima beasiswa MSPP berkumpul di Balai Latihan Pendidikan Teknik (BLPT) Yogyakarta. Kegiatan ini menandai berakhirnya program MSPP yang terlaksana di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) setelah tiga bulan berlangsung.

Testimoni Perwakilan Awardee

Kegiatan pertama yakni testimoni dari perwakilan awardee dari masing-masing lokasi penyelenggaraan program, yakni Try Hardyanthi, awardee MSPP di UMM dan Andi Muammar Kareba, awardee MSPP di UMS. Dalam testimoninya, Try Hardyathi mengucapkan terima kasih kepada pimpinan dan staf atas kesempatan yang telah diberikan melalui MSPP. “Ketika menjalani program, sejujurnya, saya sempat merasa kewalahan. Tetapi, berkat dukungan dari teman-teman dan arahan dari para mentor, saya termotivasi untuk menyelesaikannya hingga akhir. Program ini tidak hanya memberikan kemampuan penguasaan berbahasa Inggris saja, tetapi juga pengetahuan kemuhammadiyahan dan soft skills lainnya,” ujarnya.

Selanjutnya, Andi Muammar Kareba juga mengamini ucapan terima kasih dari Try Hardyanthi. Ia menambahkan bahwa momen closing ceremony ini menandai awal dari perjuangan masing-masing untuk mengejar pendidikan. Andi juga berpesan untuk tidak perlu membandingkan satu sama lain sebab ada kebutuhan dan mimpi yang berbeda-beda. “Mari hargai memori-memori sederhana yang telah kita buat di sini dalam tiga bulan terakhir. The best is yet to come,” tutupnya.

Laporan-Laporan

Agenda selanjutnya adalah laporan dari Imam Training masing-masing lokasi penyelenggaraan. Phisca Aditya Rosyadi, Imam Training MSPP UMS memaparkan kegiatan para awardee selama program. “Kelas regular berlangsung selama lima hari. Di hari Sabtu, kita melakukan sharing-sharing. Sepanjang weekend, setiap awardee wajib untuk bicara penuh dengan bahasa Inggris,” ujarnya menjelaskan. Mengenai penguatan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, awardee wajib jamaah setiap Subuh, Magrib, dan Isya. Ada juga kelas Tahsin dua kali dalam seminggu dan pembacaan Al-Qur’an secara rutin.

Phisca juga menyampaikan bahwa dari 25 peserta di UMS, dua di antaranya sudah mendapatkan beasiswa untuk studi lanjut di luar negeri. Harapannya, hal ini bisa meningkatkan motivasi para awardee yang lainnya. Rahmat Fauzi, Imam Training MSPP di UMM melanjutkan dengan mengatakan bahwa para peserta perlu mempersiapkan diri untuk perjalanan mereka selanjutnya menuju kesuksesan.

Dalam laporan dari Lembaga Bahasa dan Ilmu Pengetahuan Umum (LBIPU) UMS oleh Dr. M. Thoyibi, M.S., terjadi peningkatan nilai rata-rata IELTS dari awardee antara sebelum dan setelah mengikuti program MSPP. Hasil awal nilai IELTS awardee yakni sebanyak 88% dari total peserta masih mendapatkan nilai di bawah 4,5. Kemudian, setelah menjalani tiga bulan pelatihan, sebanyak 62,5% mendapatkan nilai di atas 6,5. “Saya kira ini masih berpeluang untuk dinaikkan lagi. Pesan saya adalah tetaplah fokus pada tujuan,” ujarnya.

Selanjutnya, dalam laporan Language Center (LC) UMM oleh Dr. Masduki, M.Pd., telah berlangsung sebanyak 176 pertemuan yang terbagi atas 165 kelas reguler, 5 kelas online tentang beasiswa, dan 6 kelas pemantapan pengembangan. “Mohon peserta yang telah tes IELTS dan mendapatkan ranking agar sesegera mungkin dites dengan IELTS yang internasional. Perlu ditindaklanjuti sesegera mungkin,” demikian ia menyampaikan rekomendasi kepada Majelis Diktilitbang PPM.

Sambutan-Sambutan

Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) PPM, Bachtiar Dwi Kurniawan, S.Fil.I., MPA., mengucapkan terima kasih kepada Majelis Diktilitbang PPM yang telah menyelenggarakan MSPP dalam mendukung peningkatan kompetensi bahasa Inggris dan penguatan komitmen bermuhammadiyah bagi para awardee. “Saya selalu mendukung kolaborasi Majelis Diktilitbang, MPKSDI, dan LazisMu dalam MSPP berikutnya,” ujarnya. Ketua LazisMu Pusat, Ahmad Imam Mujadid Rais menambahkan bahwa peningkatan kompetensi bahasa Inggris bisa makin optimal lagi apabila durasinya lebih dari tiga bulan. Ia juga berpesan agar tidak menjadikan closing ceremony MSPP ini sebagai akhir perencanaan, sebab rencana studi perlu matang hingga selesai.

Ahmad Muttaqin, M.Ag., M.A., Ph.D., Ketua Majelis Diktilitbang PPM, menegaskan bahwa closing ceremony ini juga berarti opening session untuk setiap awardee atas perjalanan mereka berikutnya. Ia juga memberikan tiga “resep” bagi setiap awardee yang ingin belajar di luar negeri. “Pertama, jangan takut dan cobalah. Kedua, teruslah mencoba. Dan, ketiga, coba lagi,” tegasnya. Ia mengucapkan selamat kepada setiap awardee sebab keberhasilan mereka sampai akhir program pun merupakan titik yang perlu mendapat apresiasi bersama.

Kegiatan berikutnya setelah sambutan-sambutan adalah penyerahan penghargaan. Penyerahan penghargaan kepada best student dan most diligent student dari masing-masing lokasi penyelenggaraan program.

Amanah

Selanjutnya yakni kegiatan Amanah dan Penutupan MSPP Batch V oleh Muhammad Sayuti, M.Pd., M.Ed., Ph.D., PP Muhammadiyah. Muhammad Sayuti menyampaikan atas nama PP Muhammadiyah memberikan apresiasi kepada pelaksanaan MSPP Batch V. Ia juga menyampaikan gagasan tentang internasionalisasi Muhammadiyah melalui adanya MSPP dan mencontohkan Minhaj di Inggris yang pendirinya adalah orang-orang Pakistan. “Pembibitan adalah sebuah keharusan sejarah. MSPP menjadi bagian dari gerakan internasionalisasi Muhammadiyah dengan menyiapkan anak-anak muda sekolah di tempat-tempat yang jauh,” ujarnya.

Muhammad Sayuti, M.Pd., M.Ed., Ph.D.
Muhammad Sayuti, M.Pd., M.Ed., Ph.D.

Muhammad Sayuti juga berpesan agar nilai-nilai kemuhammadiyahan dan semangat bermuhammadiyah tetap harus berdaya di luar negeri. Salah satu wadah yang dapat memberikan ruang bermuhammadiyah adalah Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM), seperti PCIM Amerika Serikat, PCIM Australia, PCIM Jepang, dan lain-lain yang telah menjadi organisasi legal. “Artinya, penyebaran gagasan Islam berkemajuan dan Islam moderat harus terus lestari,” tegasnya. Pada akhir penutupan, Muhammad Sayuti memimpin bacaan hamdalah dan menutup Closing Ceremony MSPP Batch V.

Webinar Diktilitbang Bahas Optimalisasi Emergency Relief

Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah berkolaborasi dengan Minhaj Welfare Foundation menyelenggarakan webinar ketiga dari serial “Disaster Management” pada Jum’at (2/12). Tema dari webinar kali ini adalah “Lessons Learned from Disaster: Good Governance and Public Accountability” bersama narasumber, Nurhadi, Ph.D. Kegiatan ini terselenggara secara daring melalui Zoom dan YouTube Majelis.

Dalam webinar ini hadir beberapa pihak, di antaranya perwakilan dari Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC); Muhammad Sayuti, M.Pd., M.Ed., Ph.D., Sekretaris Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan PP Muhammadiyah; perwakilan dari Kedutaan Besar UK di Jakarta; Adnan Sohail, Direktur Operasional Minhaj Welfare Foundation; serta perwakilan dari PP Muhammadiyah.

Fitri Arofiati, S.Kep., Ns., MAN., P.hD. dalam opening speech-nya mengatakan bahwa momen ini menjadi kesempatan untuk belajar memanajemen dan mengorganisasikan sumber daya dalam merespons kebencanaan yang terjadi. Kemudian, ia menutup dengan berharap agar seluruh partisipan dapat memperoleh manfaat dari webinar ini. “Urgensi pemulihan bencana bukan urusan agama ataupun politik, tetapi kemanusiaan,” tegasnya.

Webinar #3: Good Governance and Public Accountability

Pembicara pertama, Faisal Hussain yang sekaligus merupakan Direktur Utama Minhaj Welfare Foundation, membuka dengan mengapresiasi kerja-kerja MDMC dalam hal penanganan kebencanaan. Manhaj Welfare Foundation sendiri banyak bergerak di bidang pendidikan sebab mereka percaya bahwa ilmu dapat menjadi modal memutus rantai kemiskinan. “Tapi, kami pun kemudian sadar bahwa bergerak di bidang kemanusiaan berarti tidak membatasi diri terhadap satu sektor saja. Maka, MWF pun mengembangkan program-program lainnya di luar pendidikan, salah satunya Program Pemulihan Kebencanaan,” tambah Faisal.

Kemudian, Faisal menerangkan bahwa manajemen pemulihan kebencanaan dapat optimal dengan memastikan supply untuk para korban kebencanaan siap kapan saja. Cara untuk mengunci kepastian ini adalah dengan memiliki donatur bulanan yang akan memberikan sumbangan secara berkala. “Jadi, ketika tiga bulan kemudian ada bencana, maka sumbangan yang telah kami himpun akan kami kirim ke sana,” sambungnya. Hal ini untuk mencegah terkucurnya dana dari naiknya harga obat-obatan, pakaian, dan lain-lain yang jadi meningkat karena meroketnya kebutuhan di daerah tersebut.

Pembicara kedua yakni Rahmawati Hussein, MCP, Ph.D., Wakil Ketua MDMC berbagi tentang pengalaman yang Muhammadiyah lakukan dalam penanganan kebencanaan. Ia mengenalkan skema yang menjadi keberhasilan Muhammadiyah dalam menangani bencana, yakni OMOR: One Muhammadiyah, One Response. Skema OMOR ini menjadi cara Muhammadiyah memfokuskan komando untuk menyatukan langkah menghadapi bencana.

Rahmawati turut menegaskan bahwa dalam menyalurkan sumbangan kepada korban bencana, Muhammadiyah tidak memandang latar belakang dari para korban. “Sebab, kita bergerak karena alasan kemanusiaan,” pungkasnya.

Webinar I Internasionalisation from Islamic Organisation Perspective

Webinar I Internasionalisation from Islamic Organisation Perspective

Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah menyelenggarakan webinar pertama dari Serial “Internasionalisation from Islamic Organisation Perspective” pada Jumat (14/10) lalu. Dalam kegiatan webinar ini hadir Prof Dr Abdul Mu’ti, Sekretaris PP Muhammadiyah; dan Prof Dr Hussain Mohi-ud-Din Qadri, Presiden Minhaj Ul Quran International. Moderator dari kegiatan ini ialah Ida Puspita MARes dari Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Sebelum kegiatan ini memasuki agenda utama, Prof Edy Suandi Hamid MEc memberi sambutan mewakili Prof Lincolin Arsyad MSc PhD, Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah.

Opening Speech Prof Edi Suandi Hamid MEc

Dalam sambutannya, Prof Edy berharap webinar ini dapat memberi pengetahuan dan manfaat bagi setiap partisipan yang hadir. Selain itu, ia juga berterima kasih kepada Minhaj Welfare Foundation atas kesediaan bekerja sama. “Semoga Minhaj Welfare Foundation bersedia terus berkolaborasi pada kesempatan mendatang,” ujarnya.

Selanjutnya, beliau juga mengenalkan bahwa Muhammadiyah memiliki keinginan untuk melebarkan sayap ke ranah internasional. Misi ini telah mengalami progres melalui pembukaan sekolah-sekolah Muhammadiyah di Australia dan Malaysia. “Ini menjadi bagian dari upaya Muhammadiyah menuju ranah internasional. Sekaligus, untuk menyambut Muktamar ke-48 di Surakarta,” tutupnya.

Speech Prof Dr Abdul Mu’ti MEd
Speech Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed

Pada speech Prof Dr Abdul Mu’ti MEd, beliau mengatakan bahwa topik tentang internasionalisasi Muhammadiyah ini relevan bagi tema Muktamar ke-48 “Memajukan Muhammadiyah, Mencerahkan Semesta”. Beliau menjelaskan bahwa Islam merupakan agama yang penting bagi seluruh umat di dunia, dan Muhammadiyah hadir sebagai organisasi yang mengamalkan ajaran Islam sebenar-benarnya.

Kemudian, beliau mengatakan bahwa alasan tersebut menjadi latar belakang Muhammadiyah untuk berniat melebarkan sayap dakwah ke ranah internasional. “Saat ini, banyak pandangan bahwa Islam merupakan agama yang radikal dan erat dengan kekerasan. Maka, Muhammadiyah bermaksud untuk menegaskan sebaliknya. Dalam penerapannya, ini memiliki tantangan-tantangan sendiri,” ujar Prof Abdul Mu’ti.

Speech Prof Dr Hussain Mohi-ud-Din Qadri
Speech Prof. Dr. Hussain Mohi-ud-Din Qadri

Tantangan-tantangan tersebut juga hadir dalam speech Prof Dr Hussain Mohi-ud-Din Qadri. Tantangan tersebutlah yang dalam upaya penyelesaiannya menjadi alasan pendirian Minhaj Ul Quran International. Hal ini terlihat dalam prinsip-prinsip yang ada dalam Minhaj Ul Quran, yang kebanyakan bergerak di bidang pendidikan. Salah satu prinsip utamanya adalah mendukung kesempatan masyarakat dalam mengakses pembelajaran yang modern dan agamis.

“Prinsip lainnya adalah untuk mendorong kesatuan umat manusia yang damai dan harmonis melalui peneladanan kehidupan Rasulullah Saw,” ujar beliau. Selanjutnya, Prof Hussain juga menegaskan bahwa Minhaj Ul Quran mendukung pengembangan dan pemenuhan hak serta potensi bagi kaum muda dan perempuan di tengah-tengah masyarakat di dunia.

Webinar ini terselenggara melalui Zoom Meeting dan streaming YouTube Majelis. 

Launching Kampus Virtual Universitas Siber Muhammadiyah

Launching Kampus Virtual Universitas Siber Muhammadiyah

Universitas Siber Muhammadiyah (SiberMu) menyelenggarakan launching kampus virtual Universitas Siber Muhammadiyah pada Rabu (5/9). Kegiatan ini terselenggara sebagai bagian dari peringatan Milad 1 Tahun SiberMu sejak mendapatkan izin operasional dari Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah. Dalam kegiatan ini hadir Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. K.H. Haedar Nashir, M.Si.; Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah; Ketua BPH Universitas Siber Muhammadiyah, Prof Dr Chairil Anwar; Rektor Universitas Siber Muhammadiyah,  Dr. Ir. Bambang Riyanta, S.T., M.T..; sivitas akademika, mitra, kolega, dan tamu undangan yang hadir secara virtual maupun luring.

Setelah pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan menyanyikan lagu “Indonesia Raya” dan “Sang Surya”, kegiatan berlanjut dengan sambutan dan pengenalan dunia imersif dari Dr Bambang Riyanta. Ia membuka kegiatan dengan melaporkan tentang kondisi SiberMu sejak memperoleh izin operasional. Baginya, SiberMu menjadi ruang dan kesempatan untuk menyaksikan teknologi imersif di mana realitas maya menjadi sama dengan realitas nyata. Dalam pemaparan beliau pula, SiberMu saat ini telah memperoleh lebih dari 1.200 pendaftar dari 34 provinsi.

Sambutan Rektor Universitas Siber Muhammadiyah,  Dr. Ir. Bambang Riyanta, S.T., M.T..
Sambutan Rektor Universitas Siber Muhammadiyah,  Dr. Ir. Bambang Riyanta, S.T., M.T..
Pengenalan Dunia Imersif Universitas Siber Muhammadiyah

Dr Bambang Riyanta menjelaskan bahwa SiberMu akan menggunakan pengembangan layanan berbasis teknologi imersif. “Ini basisnya adalah virtual reality, augmented reality, dan mixed reality,” jelasnya. Dorongan yang menjadi latar belakang dari pengembangan konsep ini adalah jargon-jargon dari para raksasa teknologi yang ramai berbicara tentang metaverse.

Selanjutnya, beliau memberikan tayangan tentang kampus virtual Universitas Siber Muhammadiyah yang sedang dalam pengembangan. Kampus virtual tersebut lengkap dengan gedung rektorat, perpustakaan, dan gedung-gedung fakultas. “Harapannya, ini akan menjadi ruang berinteraksi antarmahasiswa SiberMu berbasis virtual reality. Nanti, ada pula penggunaan mikroskop HoloLense untuk mendesain laboratorium berbasis augmented reality yang membutuhkan aspek psikomotorik,” paparnya.

Kampus virtual inilah yang menjadi konsep launching virtual SiberMu. “Ini membutuhkan dukungan Muhammadiyah, karena bisa menjadi babak baru dari value Muhammadiyah berkemajuan,” ujarnya. Dalam launching tersebut, Prof Dr KH Haedar Nashir meresmikan kampus virtual SiberMu dengan bacaan basmalah.

Pengenalan dunia imersif di Universitas Siber Muhammadiyah
Pengenalan dunia imersif di Universitas Siber Muhammadiyah
Amanat Ketua Umum PPM, Prof Dr KH Haedar Nashir

Dalam amanat tersebut, beliau menyampaikan tentang pelajaran-pelajaran terhadap konsep metaverse yang menjadi instrumen dunia virtual agar menjadi lebih nyata. Ia menegaskan bahwa teknologi ini perlu menjadi resapan dan membawa kebermanfaatan kepentingan-kepentingan yang positif. “Jangan kita isi  dengan kepentingan yang bisa merusak relasi peradaban manusia. Ini tergantung pada kita sebagai khalifah di muka Bumi,” ujarnya.

Selanjutnya, Prof Haedar Nashir juga menjelaskan tentang tiga nilai dalam IslamPertama, bayani sebagai sistem pengetahuan Islam yang bertitik tolak dari nas sebagai sumber pengetahuan dasar. Kedua, burhani sebagai sistem pengetahuan yang berbasis pada akal (al-‘aql) dan empirisme (al-tajribah). Ketiga, irfani sebagai  sistem pengetahuan yang bertitik tolak pada al-‘ilm al-hudluri, yang artinya manusia hendaknya memaksimalkan potensi akalnya bukan hanya untuk menciptakan kemasalahatan di dunia tetapi juga untuk keselamatan di akhirat.

Kemudian, beliau juga menjelaskan bahwa koridor makna kehidupan di Islam mengenai dunia sebagai “permainan” yang mula-mula serbanegatif akan berubah dengan teknologi ini. “Dunia ini cenderung kita waspadai karena serbamaterialistik dan hedonistik. Tapi, kini kita bisa menarik tafsir baru di mana dunia metaverse bisa menjadi bentuk yang positif. Kita menghadirkan dunia, yang notabene penuh permainan, tapi kita konstruksi menjadi bermakna,” ujarnya. Ia melanjutkan, hal ini akan mengubah pandangan tentang kehidupan, karena kehidupan saat ini multidimensi dan multiperspektif.

Tiga nilai Islam yang beliau paparkan akan menjadi pondasi dari bertahannya beradaban bangsa. “Nilai kehidupan akan menyelamatkan manusia,” tegasnya. Untuk dapat mempertahankan hal tersebut, beliau menambahkan, perlu memastikan bahwa agama dan Pancasila dipahami dengan perspektif yang luas dan mendalam. Sebab, ketika dua paham yang fundamental dalam state of mind justru salah dipahami, maka dampaknya akan luas ke dalam kehidupan yang hakiki. “Jangan berhenti belajar dan berkutat dari pikiran sendiri. Gunakan dunia imersif ini untuk kepentingan dakwah yang mencerahkan, mencerdaskan, dan menyelamatkan kehidupan nan alam semesta. Di sinilah rahmat Islam rahmatallil alahmin,” tutupnya.

Rakornas AIK PTMA Hasilkan Tiga Deklarasi bagi Muhammadiyah

Rakornas AIK PTMA Hasilkan Tiga Deklarasi bagi Muhammadiyah

Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) PTMA telah terselenggara pada Rabu (6/7). Rakornas telah merilis sejumlah rekomendasi sebagai rujukan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Ke depannya, rekomendasi-rekomendasi Rakornas AIK PTMA ini menjadi acuan bagi pengembangan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan se-PTMA. Hasil Rakornas AIK di Surabaya ini menjadi deklarasi bahwasanya Al-Islam dan Kemuhammadiyahan adalah jiwa, roh, living values, serta rujukan perilaku dan driving force PTMA. Oleh karenanya, Rakornas PTMA bidang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan mendeklarasikan tiga komitmen PTMA.

Pertama, menempatkan AIK sebagai arus utama pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Hal ini menjadi bagian dari pelaksanaan catur dharma PTMA. Kedua, menjadikan PTMA sebagai pusat gerakan dakwah dan kaderisasi Muhammadiyah. Ketiga, melakukan integrasi keilmuan AIK dalam konteks perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal ini terlaksana untuk mewujudkan kemanusiaan semesta.

Hasil Rakornas AIK PTMA yang merupakan deklarasi ini telah Majelis Diktilitbang terima. Kemudian, harapannya adalah Majelis Diktilitbang dapat meneruskan kepada PP Muhammadiyah. Hal ini dapat menjadi salah satu agenda pembahasan dalam Tanwir dan Muktamar.

Sambutan penutup Rektor UM Surabaya, Dr dr Sukadiono MM
Sambutan penutup Rektor UM Surabaya, Dr dr Sukadiono MM.

Kemudian, Rektor UM Surabaya, Dr dr Sukadiono MM, memberikan sambutan dalam penutupan. Ia berharap agar Rakornas selama tiga hari ini dapat mempermudah, memperindah, dan mempercepat proses kulturisasi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan di PTMA. “Ini menjadi langkah nyata bagi pengejawantahan tujuan Muhammadiyah dalam mengelola AUM. Pengelolaan AUM ini dapat menjadi basis pembentukan masyarakat Islam sesuai cita-cita sebagai kader pencerah umat dan bangsa,” demikian ujarnya.

Ia kembali melanjutkan harapannya agar target capaian, strategi, dan metode terbaik bagi PTMA ini tidak hanya menjadi mata kuliah wajib PTMA saja. Akan tetapi juga sebagai living values bagi PTMA. “Semoga Rakornas juga mejadi perekat kerja sama sekaligus membangun komitmen dan kepentingan bersama. Hal ini dalam rangka menyukseskan tujuan persyarikatan dan keunggulan lembaga,” tutup Sukadiono.

Kuliah Umum dari BPJS Kesehatan Buka Peluang Analisis Big Data

Kuliah Umum dari BPJS Kesehatan Buka Peluang Analisis Big Data

Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah berkolaborasi dengan BPJS Kesehatan menyelenggarakan Kuliah Umum daring “Analisis Big Data dalam Jaminan Kesehatan Nasional” pada Rabu (20/4). Narasumber dalam Kuliah Umum kali ini yakni Donni Hendrawan MD MPH, Deputi Direksi Bidang Manajemen Data dan Informasi BPJS Kesehatan. Muhammad Sayuti MPd MEd PhD, Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah memberikan sambutan dalam kegiatan ini. Pemberi sambutan lainnya yakni dr Andi Afdal MBA AAK, Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum BPJS Kesehatan.

Dalam sambutannya, Muhammad Sayuti mengatakan bahwa dalam kerja sama dengan BPJS Kesehatan, PTMA terbuka memberikan kesempatan untuk menempuh pendidikan tinggi lebih lanjut, terutama bagi teman-teman duta BPJS Kesehatan. Tawaran tersebut disambut baik oleh Dr Andi Afdal yang membuka kesempatan kolaborasi bagi PTMA untuk bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, terutama pada kesempatan pengolahan analisis big data yang menjadi tema Kuliah Umum saat ini. Menyambut sambutan Sayuti PhD, BPJS Kesehatan juga sangat terbuka untuk menjalin koordinasi dalam banyak aspek, di antaranya pemanfaatan data-data, melakukan joint research, collaborative research, kesempatan magang baik mahasiswa atau lulusan, publikasi-publikasi, dan kolaborasi dalam capacity building.

Selanjutnya, Dr Andi Afdal mengatakan bahwa pemerintah menargetkan 2024–2025 mendatang menargetkan sebanyak 97% dari total populasi Indonesia telah ter-cover BPJS Kesehatan. Ia juga mengantarkan pematerian narasumber mengenai big data dengan mengatakan bahwa ada dua juta transaksi BPJS Kesehatan setiap harinya. “Data-data ini bisa menunjukkan perilaku orang Indonesia ketika sakit dan mengakses layanan kesehatan. Ini menarik untuk memprediksi apa layanan yang bisa kita berikan,” terangnya.

Kuliah Umum Donni Hendrawan
Kuliah Umum dari BPJS Kesehatan Buka Peluang Analisis Big Data
Donni Hendrawan

Dalam pembukaannya, Donni Hendrawan menyampaikan mengenai prinsip dari BPJS Kesehatan. BPJS Kesehatan dalam kerja-kerjanya mengupayakan tiga hal. Pertama, tersedianya akses bagi seluruh masyarakat Indonesia agar dapat mengakses layanan kesehatan ketika membutuhkan. Kedua, memastikan masyarakat yang mengakses layanan kesehatan terlindungi secara finansial. Ketiga, memberi layanan kesehatan yang berkualitas. “Bahwasanya layanan yang ada mengacu pada dimensi keselamatan, efektivitas, efisiensi,” tambahnya.

Materi Kuliah Umum kali ini membahas tentang peluang untuk melakukan analisis big data dengan data-data yang ada di BPJS Kesehtaan. BPJS Kesehatan menyimpan data pribadi peserta BPJS Kesehatan dengan prinsip-prinsip pelindungan data pribadi yang membutuhkan tata kelola yang aman dan komprehensif. Prinsip-prinsip tersebut di antaranya, pertama, mengumpulkan data secara hukum, adil, dan atas sepengetahuan pemiliki. Kedua, memproses data pribadi sesuai dengan tujuannya. Ketiga, memproses data dengan menjamin hak pemilik data. Keempat, akurat, lengkap, tidak menyesatkan, mutakhir, dan BPJS Kesehatan dapat mempertanggungjawabkannya. Kelima, BPJS Kesehatan melindungi keamanan data pribadi. Keenam, memberitahukan tujuan dan aktivitas pemrosesan juga kegagalan PDP. Ketujuh, BPJS Kesehatan memusnahkan dan menghapus data sesuai masa retensi yang berlaku.

Peluang Analisis Mahasiswa PTMA dengan Data Sampel BPJS Kesehatan
Kuliah Umum dari BPJS Kesehatan Buka Peluang Analisis Big Data
Data Sampel BPJS Kesehatan

Data yang ada dalam JKN sangat banyak, di antaranya 236 juta peserta, 320 ribu badan usaha, 650 ribu akses pembayaran iuran, 27 ribu fasilitas kesehatan, 300 ribu tenaga medis, dan 30 kerja sama strategis. Dari keseluruhan data tersebut, BPJS memiliki data sampel yang terbuka kepada publik. Dari tahun ke tahun meningkat, 2019 4,4 juta, 2020 9,4 juta, dan 2021 28,1 juta. Data-data ini adalah periode pelayanannya sejak 2015–2020. Total data 41,9 juta data dengan 17,3 juta di antaranya merupakan data kontekstual diabetes melitus.

Data sampel inilah yang BPJS Kesehatan harapkan dapat dimanfaatkan oleh PTMA. BPJS Kesehatan membuka kolaborasi bagi akademia agar adanya pemerolehan pengetahuan dan informasi untuk meningkatkan operasional JKN, mewujudkan inovasi yang bermanfaat, dan mewujudkan kemitraan strategis. “Tentu perlu mempertimbangkan data privacy dan data protection. BPJS Kesehatan ada ruang publikasi bagi penelitian-penelitian yang dalam analisisnya menggunakan data sampel BPJS Kesehatan. BPJS Kesehatan sangat terbuka untuk berkolaborasi,” tutupnya.

Prof Haedar Nashir Beri Amanat Lawan Ekstremitas

Prof Haedar Nashir Beri Amanat Lawan Ekstremitas

Prof Dr H Haedar Nashir MSi melakukan penandatanganan kerja sama (MoU) pada Jumat (1/4) lalu. MoU tersebut antara Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tokyo, Jepang. Pihak KBRI di Tokyo, Jepang, yakni Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Jepang, Ir Heri Akhmadi, menghadiri secara virtual. Area kerja sama meliputi pelatihan kependidikan dan inisiatif kolaborasi bersama, riset, pendidikan, kolaborasi antara institusi Muhammadiyah dengan industri terkait di Jepang, dan kerja sama lainnya. 

Penandatanganan MoU PP Muhammadiyah dengan KBRI di Tokyo, Jepang

Kegiatan penandatanganan MoU dilanjutkan dengan pemberian amanat Prof Haedar Nashir melalui pemaparan Kuliah Umum. Prof Haedar menyebutkan tiga landasan demi Indonesia yang kokoh dan berkemajuan, di antaranya berpancasila, beragama, dan berbudaya. “Pancasila menjadi dasar dan ideologi negara yang sesuai dengan Indonesia juga menjadi orientasi kita bersama untuk maju. Di sisi lain, agama hendaknya tetap menjadi inspirasi Ilahiah dan kekuatan ruhaniah bangsa yang di dalamnya memiliki kebudayaan luhur sebagai karakter dan kepribadian Indonesia,” jelasnya.

Prof Haedar Nashir menyebutkan tiga pantangan ekstremitas yang hadir di tengah-tengah kita sebagai dampak dari globalisasi, postmodernisme, hingga era disrupsi. Pertama, keekstreman yang anti dengan perubahan dengan segala konsekuensinya. “Jenis keekstreman ini membuat kita menjadi bangsa yang jumud dan berpandangan miopik. Akibatnya, akan ada kecenderungan untuk menarik diri di tengah perubahan dan menjadi kelompok yang reaktif juga separatis,” papar Prof Haedar Nashir.

Kedua, jenis keekstreman yang larut dalam perubahan itu sendiri tanpa menyaring informasi yang diterima hingga menjadi radikal liberal. Ketiga, jenis keekstreman pragmatis yang membolehkan perubahan-perubahan radikal selama ada kegunaannya bagi kelompok. “Ekstremitas-ekstremitas demikian bisa-bisa menggerus kepribadian bangsa kita,” ujarnya. Pada akhir pemaparannya, Prof Haedar MSi menutup dengan menegaskan bahwa bangsa Indonesia tetap membutuhkan kemajuan untuk meningkatkan daya saing dan kualitas pendidikan, tetapi tetap perlu berbasis pada kepribadian bangsa agar tidak mencerabut akar sejarah Indonesia yang berpancasila, beragama, dan berbudaya.