UML Tanda Tangani MoU dengan Universitas di Malaysia dan Thailand

Universitas Muhammadiyah Lampung (UML) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan University Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM) dan Huachiew Chalermprakiet University, Thailand di Auditorium Universitas Galuh Ciamis, Jawa Barat, Jumat (16/8). Penandatanganan tersebut merupakan bagian dari kegiatan ASEAN Comparative Education Research Network (ACER-N) 2019. Penandatangan dilakukan oleh perwakilan dari masing-masing perguruan tinggi yaitu Rektor UML Dr. H. Dalman, M.Pd, dan Jonathan Rantee Carreon, Ph.D. App. Ling., Ph.D Ling dari Huachiew Chalermprakiet University, Thailand serta Dr. Furzani Binti Pa’Ee dari Universiti Tun Hussein Onn Malaysia.

Pada kesempatan yang sama UML juga mengirimkan dosennya untuk mempresentasikan paper di salah satu rangkaian agendanya yaitu international conference. Dr. H. Dalman mengungkapkan pada kesempatan ini ia dan UML mendorong para dosennya untuk aktif menulis dalam publikasi Jurnal Internasional berindeks. Hal ini dilakukan dalam upaya meningkatkan keprofesionalan para dosennya dalam hal publikasi.

“Tindak lanjut kerja sama ASEAN ini dilakukan dengan aktif berpartisipasi dalam student mobility, staff exchange dan joint research. Tidak menutup kemungkinan akan dilakukan penjajakan double degree,” tambahnya. Ditandatanginya MoU tadi menambah jejaring kemitraan UML dengan perguruan tinggi di luar negeri, khsusnya di ASEAN. Demikian juga memperkuat program internasionalisasi kampus.

Tingkatkan Penelitian dan Publikasi, Majelis Diktilitbang Tandatangani MoU dengan Deakin University

Selasa (6/8), Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah bersama Deakin University melakukan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) di lantai 3 Kantor PP Muhamamdiyah Cik Ditiro. Penandatanganan dilakukan langsung oleh Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Prof. H. Lincolin Arsyad, M.Sc., Ph.D dan disaksikan oleh Michael Smith selaku Deputy Director, Centre for Supply Chain and Logistics perwakilan dari Deakin University.

MoU ini membicarakan mengenai kolaborasi pengembangan dalam penelitian dan publikasi. Salah satu implementasinya ialah workshop penyusunan rencana kerja proyek penelitian dan pengembangan di bidang halal supply chain yang dilaksanakan di Universitas Muhammadiyah Malang, Rabu (7/8).

Dalam sambutannya, Prof Lincolin berharap bahwa penandatanganan MoU ini tidak hanya sekedar MoU saja. Ke depannya harus ada wujud nyata dalam kerja sama. Senada dengan Prof Lincolin, Michael Smith juga menyatakan hal yang sama. “Deakin University merasa sangat terhormat bisa menjadi bagian dari MoU ini. Kami menantikan kolaborasi bersama di penelitian dan publikasi. Sekali lagi terima kasih sudah mengorganisir ini,” ujarnya.

Tingkatkan SDM, Kemenkumham Teken MoU dengan UM Bengkulu dan BNI

Kamis (1/8), Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Bengkulu, Universitas Muhammadiyah (UM) Bengkulu, dan PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Cabang Bengkulu melakukan penandatanganan nota kesepahaman mengenai kerja sama dalam rangka peningkatan sumber daya manusia (SDM).  MoU yang ditandatangani ini berbentuk pembiayaan dana talangan bagi perkuliahan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kemenkumhan Bengkulu serta penunjukan UM Bengkulu sebagai pelaksana peningkatan SDM karyawan.

Bertempat di Aula Kampus IV UM Bengkulu, penandatanganan ini dilakukan langsung oleh Ilham Djaya SH, MH, MPd selaku Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Bengkulu, Dr H Sakroni, M Pd selaku Rektor UM Bengkulu, dan Yeska Friadi selaku Pimpinan BNI cabang Bengkulu.

Latar belakang ide kerja sama ini didasari oleh penerimaan pegawai tahun 2017 yang sebagian besar berasal dari jenjang SMA sederajat. “Salah satu alasan kenapa kita memilih UM Bengkulu untuk studi lanjut karyawan Kemenkumham adalah keselarasan dan kebutuhan peningkatan jenjang pendidikan (sarjana hukum) dan akreditasi B, sehingga bisa menunjang kepangkatan nantinya,” terang Ilham Djaya SH, MH, MPd.

Pimpinan BNI cabang Bengkulu mengapresiasi kerja sama ini. Menurutnya ini merupakan kerja sama yang luar biasa. “BNI sangat mendukung ide kerja sama ini dan berupaya memberikan pelayanan sistem yang terbaik,” ujar Yeska. Sementara itu Dr H Sakroni berharap kerja sama ini dapat menciptakan hasil yang baik bagi peningkatan kualitas pendidikan pegawai di jajaran Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bengkulu. “UM Bengkulu siap menjadikan karyawan Kemenkumham menjadi sarjana hukum melalui pendekatan pembelajaran orang dewasa dengan membangun diskusi dan studi kasus dalam proses pembelajaran di kelas nantinya,” tambahnya.

Tingkatkan Bidang Pendidikan, Muhammadiyah-Taiwan Jalin Kerjasama

Kamis (25/04), Taipe Economic and Trade Office in Indonesia melakukan kunjungan dengan Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Gedung PP Muhammadiyah Jalan Cik Ditiro 23 Yogyakarta. Kunjugan ini diterima langsung oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir didampingi Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Muhammad Sayuti, Kepala Kantor Bidang Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Yordan Gunawan, dan Staff Kantor PP Muhammadiyah Bachtiar Dwi Kurniawan.

Kunjungan yang diwakili oleh Director Education Division Shu Fen, Grace, Ou, President Shin Chien University Michael J. K. Chen, dan President Asia University Taiwan, Jffrey J.P Tsai ini bertujuan untuk meningkatkan kerjasama dalam bidang pendidikan. Hal ini mendapatkan disambut dengan baik oleh Muhammadiyah, melihat Taiwan sendiri sudah pernah melakukan kunjungan dengan beberapa Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM).

“Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah tentu memiliki ruang untuk menjalin hubungan dengan berbagai pihak, sebagai wujud Islam rahmatan lil alamin, karena itu, kita juga memanfaatkan hubungan baik ini untuk meningkatkan studi S2 dan S3 dan sekaligus program-program pengembangan pendidikan bagi Perguruan Tinggi Muhammadiyah,” ujar Haedar Nashir dikutip dari portal online suaramuhammadiyah.id.

Selanjutnya, kerjasama ini akan menyasar pada pemberian beasiswa, pengiriman santri dari Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah dan Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah untuk program Ramadhan di Taiwan, dan Taiwan Higher Education Fair (THEF) 2019 yang akan diadakan di Universitas Muhammadiyah Yagyakarta (UMY) bekerjasama dengan Taipei Economic and Trade Office. []APR

STIKes M Palembang Menutup Rangkaian Milad dengan MoU

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Muhammadiyah Palembang (MP) melaksanakan penutupan milad yang ke-12 dengan menandatangani kesepakatan Memorandum of Understanding (MoU) dengan  Neuromuscular Tapping Institute,Italia. Sebelumnya telah dilaksanakan berbagai kegiatan secara kontinu, mulai dari pengajian Ramadhan, buka bersama anak panti asuhan, pengabdian masyarakat, pelayanan dan pendidikan kesehatan yang dilaksanakan di Desa Sungsang, Kabupaten Banyuasin. MoU tersebut sekaligus menetapkan STIKes MP sebagai kampus siaga bencana, yang dilakukan pada hari Sabtu, (13/10/18) bertempat di Auditorium STIKes MP.

Sri Yulia, S.Kp., M.Kep selaku Ketua STIKes MP berharap penetapan kampus siaga bencana dapat memperkuat dan  memperjelas kiprah STIKes MP selaku perguruan tinggi kesehatan dengan berbagai kegiatan yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa bagi masyarakat.

Milad tersebut dihadiri oleh dr. H. Agus Taufiqurrohman, M.Kes., Sp.S (Pimpinan Pusat Muhammadiyah). Turut hadir Suroso, S.Ag., M.Pd.I (PWM Sumsel), Nurjanah, SE., MM (Ka.Bag.Akademik) Kemahasiswaan dan Sumberdaya LLDikti Wilayah II, tamu undangan lainnya dan segenap civitas akademika STIKes MP. (WR)

Pimpinan PTM Kunjungi Tujuh PT di Taiwan

Sebanyak 24 Pimpinan Perguruan Tinggi Muhammadiyah, disertai tiga Pimpinan Majelis Diktilitbang PPM, diundang Kementerian Pendidikan Taiwan untuk merintis kerja sama dengan PT Taiwan. Ini diharapkan akan mendorong percepatan internasionalisasi PTM sehingga siap bersaing dengan PT asing, termasuk lulusannya.

“Kami berharap dari kunjungan ini ada kelanjutan dalam bentuk pertukaran dosen dan mahasiswa, kerja sama riset, termasuk pengiriman dosen untuk belajar , pada program tertentu. Misalnya, Ph.D program untuk keperawatan di sini, yang di Indonesia masih sangat langka,” kata Prof Lincolin Arsyad dalam sambutan di Universitas Huangkuang, Kamis (7/12).

Delegasi diterima Rektor University Huangkuang Dr Yueh Guay Huang. Sebelumnya delegasi mengunjungi Yuanpei of Medical Technology University, dan diterima Rektor Chih Cheng Ling. Kunjungan dengan dukungan penuh dari kementerian pendidikan Taiwan ini didampingi juga pimpinan majelis diktilitbang PP Muhammadiyah Prof Edy Suandi Hamid, dan Dr Sayuti.

Menurut agenda yg dijadwalkan, delegasi PTM selama lima hari akan mengunjungi juga Asia University, Da Yeh University, Cheng Kung University, National Taipei University of nursing and Health Science, dan Sochow University. Pada akhir kunjungan akan ditandatangani MOU antara Majelis Diktilitbang PPM dengan Kementerian Pendidikan Taiwan di Taipei.

Dalam kesempatan itu, PT yang dikunjungi juga menawarkan beasiswa bagi dosen PTM. “Misalnya, mereka menawarkan tadi untuk memberikan pembebasan tuition fee kepada dosen PTM yang akan mengambil Ph.D keperawatan,”ujar Prof Edy Suandi Hamid.

Dengan 173 PTM yang dimiliki dan persaingan ketat PT, menurut Lincolin, PTM harus progresif dan berpikir jauh ke depan. Kita perbanyak kerjasama internasional untuk meningkatkan daya saing. Namun kita tetap selektif memilih mitra di luar negeri,” ujar Prof Lincolin Arsyad.

Dikemukakan, pada era disruptive technology ini maka saling belajar untuk berinovasi menjadi keniscayaan. “Dengan banyak berinteraksi secata akademik dengan perguruan tinggi manca negara yg sudah mempunyai tradisi akademik lebih maju kita mengejar ketertinggalan selama ini,” ujar Prof Lincoin.

 

Perguruan Tinggi Muhammadiyah Jalin Kerja sama Internasional

Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) tidak bisa lagi hanya berpuas diri tanpa membangun relasi dgn PT Dunia. Kerjasama internasional untuk lebih meningkatkan kualitas dosen, mahasiswa, lulusan, dan membangun jaringan global mutlak harus dilakukan agar peran ke depan dan keberadaannya di masyarakat betul-betul dirasakan. Ini sekaligus untuk bisa terus bertahan dan berkembang di tengah persaingan ketat antar perguruan tinggi di tanah air. Demikian disampaikan Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof Lincolin Arsyad yang bersama 43 delegasi PTM seIndonesia saat berkunjung ke Kedutaan Besar RI di London pekan lalu. “Kita perlu belajar dari kampus-kampus kelas dunia bagaimana mereka bisa mengelola kampusnya secara profesional dan mendunia. Kita juga perlu go internasional dan tak hanya jago kandang” kata Prof Lincolin. Delegasi juga didampingi Prof. Edy Suandi Hamid tsb diterima Dubes RI untuk Inggris Dr. Rizal Sukma dan Atdikbud Prof. Aminudin. Delegasi melaporkan kerjasama yg dibuat selama di Inggris dengan beberapa Universitas seperti Coventry, Wesminster, De Monfort, Harper Adams, dan Bredford University. Dalam kesempatan itu, Dubes Rizal Sukma menyatakan dukungannya, dan akan membantu serta mengawal agar MOU yang ditandatangani ada implementasinya. “Jika dari setiap PTM yang ikut MOU ini ada satu kegiatan saja dengan PT di sini, maka sudah terasa manfaatnya,”ujar Rizal. “Kita juga akan membantu kalau ada dosen yang ingin kerjasama dalam penulisan untuk jurnal dengan dosen di sini. Kami akan membantu dengan memberikan skim pembiayaannya,” tambah Atdikbud Prof Aminudin. Prof Edy Suandi Hamid yang mengelola kerja sama  untuk PTM, yang kini juga menjabat Rektor Universitas Widya Mataram, mengatakan ia akan mendorong agar PTM secara serius membangun kemitraan dengan PT bereputasi di dunia. Oleh karena itu, kita juga menseleksi PTM yang diajak MOU atau yang dijajaki untuk kerja sama. “Misalnya, Jumat lalu, kita menjajaki kerja sama dengan Universitas Paris 1 Pantheon Sorbonne, atau yang dikenal sebagai Paris 1. Ini PT Terbaik di Prancis yang sdh ada sejak abad ke-13. Sebagian delegasi diterima langsung oleh Vice Provost untuk Kerja Sama internasional Prof. Maria Gravari,” tutup Prof Edy Suandi Hamid. (Arif)

UM Jakarta Jalin Kerja Sama dengan 4 Kampus di Inggris

Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Syaiful Bakhri melakukan kunjungan kerjasama ke empat kampus di Inggris. Syaiful Bakhri mengatakan bahwa kunjungan ini merupakan upaya kerjasama dalam peningkatan mutu akademik universitas yang dilakukan secara bersama-sama oleh PTM agar PTM bisa maju bersama dalam internasionalisasi kampusnya.

Kunjungan dilakukan bersama dengan Majelis Diktilitbang PP. Muhammadiyah dan 28 pimpinan Universitas Muhammadiyah lainnya. Kunjungan yang dilakukan tanggal 11-14 September 2017 bertujuan untuk menjalin kerjasama dengan empat universitas ternama di Inggris, yaitu Coventry University (ranking 20 di UK), De Montfort University (kerjasama dalam bidang kesehatan dan hukum bisnis), Westminster University (kerjasama dalam bidang Tehnik, Hukum Politik dan Kesehatan), Oxfort University (ranking 6 dunia dan tertua di UK).

Oxfort University memiliki jumlah mahasiswa sebanyak 22 juta dari 70 Fakultas. Mahasiswa barunya berjumlah 22 ribu setiap semester. Kampus ini kuat sekali di bidang filsafat. Kemudian Harper Adams University (keunggulannya dalam bidang Agroteknologi). Setiap kunjungan ke kampus mitra kerjasama, Rektor UMJ dan pimpinan beberapa perguruan tinggi Muhammadiyah (PTM) lainnya menandatangani Perjanjian Kerjasama (MoU), dan membuka jalan untuk studi lanjut Master dan Doktor serta joint riset, dan publikasi ilmiah bersama.

Kunjungan diakhiri dengan undangan silaturrahim dari duta besar Indonesia di Inggris Rizal Sukma. Kunjungan kerja ini dinilai bermanfaat bagi proses kemajuan UMJ dan PTM lainnya menuju internasionalisasi universitas dengan dibukanya jendela dinamisasi keilmuan di Inggris.

Setelah dari Inggris, kunjungan berikutnya selama dua hari ke Prancis yang akan melakukan kerjasama dengan Sorbonne University. Hari berikutnya ke Belgia, dan Belanda dengan tujuan kerjasama Leiden University. Kunjungan akan berakhir tanggal 20 September 2017.

Sementara itu Ketua Majelis Diktilitbang PP. Muhammadiyah Lincolin Arsyad menekankan kepada para pimpinan PTM akan perlunya menjalin kerjasama dengan universitas di luar negeri. “Selain untuk menambah wawasan juga untuk mempromosikan kampus kita di dunia internasional agar lebih dikenal, yang pada akhirnya akan berdampak pada meningkatnya reputasi universitas,” kata dia.

republika.co.id

Tingkatkan Mutu Pendidikan, STIEAD Jakarta Gandeng Empat Perguruan Tinggi di Inggris

Ketua STIE Ahmad Dahlan Jakarta, Mukhaer Pakkanna, lakukan kunjungan ke beberapa universitas di Inggris pada Senin (11/9). Tak tanggung-tanggung, empat kampus sekaligus didatangi dan digandeng untuk bekerjasama dalam upaya pengembangan dan peningkatan mutu pendidikan.

Tidak sendiri, lawatannya ke Negeri Ratu Elizabeth ini, Mukhaer Pakkanna didampingi oleh ketua Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Lincolin Arsyad beserta Wakil Diktilitbang PP Muhammadiyah Edy Suandi Hamid.

“Kunjungan dan pertemuan yang kami lakukan lebih mengarah pada kerjasama pengembangan dan peningkatan mutu pendidikan,” kata Mukhaer yang juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Perguruan Tinggi Muhammadiyah (AFEB PTM) melalui keterangan resminya pada Senin (11/09).

Ada empat MOU atau Nota Kesepahaman yang ditandatangi Mukhaer di Inggris, yakni kerja sama dengan Coventry UniversityDe Monfort University, Adam Helpers University, dan Birmingham University.

Penandatanganan MoU pertama dilakukan Mukhaer dengan Rektor Coventry University, Prof. David Pilsbury. Kampus ini berada di Distrik Kota Coventry, Inggris dengan jumlah mahasiswa sebanyak 32.000 orang.Berikutnya dengan Wakil Pimpinan De Montfort University.  Kampus ini terletak di Distrik Kota Leicester, Inggris dengan mahasiswa berjumlah 27.000 orang. Selanjutnya, disusul penandatangan MOU dengan dua kampus lagi yaitu Adam Helpers University, dan Birmingham University.

“Semoga kerjasama ini akan berlanjut untuk program-program seperti scholarship, research collaboration, lecture visit, student exchange. Bagi dosen dan mahasiswa, siapkan diri untuk internationalization university,” pungkas Mukhaer. (Syifa)

UM Purwokerto Lakukan Kerjasama dengan Universitas di Inggris

Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) terpilih sebagai salah satu perwakilan kampus unggulan se-Indonesia bersama pimpinan dari 28 Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) se-Indonesia untuk melakukan kunjungan kenegaraan dalam rangka kunjungan PTM Leader Visit to Europe yang diselenggarakan pada tanggal 10 hingga 20 September 2017.

Wakil Rektor Bidang Pengembangan dan Kerjasama, Jebul Suroso, didampingi Direktur Kantor Urusan Internasional, Santhy Hawanti, menandatangani nota kerjasama dengan Coventry University, Inggris dan De Monfort University, Leicester, Inggris pada Senin (11/9).

“Kerjasama ini fokus pada pengembangan aktivitas untuk lebih mendorong penguatan kualitas staff dan mahasiswa sebagai strategi untuk mewujudkan kampus yang mendunia,” terang Jebul.

Lebih lanjut Jebul menjelaskan bahwa beberapa agenda kegiatan telah dirancang dengan tetap mempertimbangkan karakteristik dan kekuatan masing-masing perguruan tinggi mitra.

“Kita perlu menguatkan eksistensi UMP di level Eropa, karena saat ini UMP sudah menjadi perguruan tinggi yang mapan secara akademik maupun non akademik dan sudah sangat layak UMP bermitra dengan PT di Eropa,” tandasnya.

Lebih lanjut Jebul menjelaskan bahwa penandatanganan MoU merupakan langkah awal untuk menyepakati kemitraan. “Kemitraan ini akan efektif melalui signing mou, kemudian saling bertukar manfaat dari kerja sama tersebut. UMP bukan hanya menerima manfaat dari transfer knowledge dan teknologi, ke depan kita berharap makin banyak aktivitas akademik yg dilakukan akademisi dari Eropa ke Purwokerto,” jelasnya.

Menurut Jebul, aktivitas kerjasama UMP dengan perguruan tinggi di Eropa bukan pertama kalinya terjadi,  namun telah dilaksanakan melalui inisiasi yang dilakukan oleh dosen UMP yang sedang studi lanjut maupun yang telah menyelesaikan studi di Eropa.

Jebul menjelaskan bahwa Coventri dan De Monfort sebagai salah satu universitas terbaik di Inggris mempunyai banyak potensi yang bisa dikerjasamakan. “UMP yang sedang mengupayakan program pendidikan vokasi bidang kesehatan, bisa memperoleh manfaat langsung dari conventri khususnya dengan Faculty of Health and Life Sciences,”ujar Jebul.

Jebul menekankan bahwa kerjasama tidak tertutup untuk fakultas atau prodi yang relevan. Ia meyakini bahwa ke depan kerjasama ini akan semakin menguatkan posisi dan kontribusi UMP bagi penguatan kualitas pendidikan di PTM khususnya dan Indonesia pada umumnnya. (nisa)