Jusuf Kalla Resmi Tutup Sidang Tanwir Muhammadiyah ke-51

Sidang Tanwir Pimpinan Pusat Muhammadiyah tahun 2019 secara resmi ditutup oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) di Balai Semarak Bengkulu pada Minggu (17/02) kemarin.  Sebelumnya, Perhelatan Sidang Tanwir ke-51 ini secara resmi dibuka oleh Presiden Joko Widodo di Universitas Muhammadiyah Bengkulu pada Jumat (15/02).

Pada sidang Tanwir tahun ini telah membahas empat agenda besar yang berkaitan dengan persoalan organisasi, keumatan dan kebangsaan. Dikutip dari Website Suara  Muhammadiyah, Jusuf Kalla dalam sambutannya mengatakan bahwa peran Muhammadiyah dapat menjadi organisasi masyarakat yang Muammalah sehingga dapat menjadikan agama sebagai tata nilai dalam kehidupan. Khususnya, peningkatan di sektor pendidikan dan ekonomi.

Masih dari website yang sama, Sudarnoto Abdul Hakim selaku Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah dan Asisten Staf Khusus Presiden RI melalui artikelnya menyatakan dalam konteks pandangan dan sikap Keislaman dan kebangsaan, Muhammadiyah sudah jelas. Ini tercermin dalam konsep Indonesia Negara Pancasila sebagai Darul Ahdi was Syahadah yang secara terus menerus akan diwujudkan. Muhammadiyah akan tetap menjadi aktor utama dalam kehidupan berbangsa ini, yaitu aktor menggerakkan pencerahan (Tanwir). []APR

Majelis Diktilitbang dan Majelis Dikdasmen Bersinergi Wujudkan Sekolah Unggul

Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah bersama Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah melakukan pembahasan pendirian “Sekolah Premium” yaitu sekolah yang unggul dalam akademik maupun keagamaan pada Sabtu (16/12) di Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan. Kegiatan ini untuk kerja sama Majelis Diktilitbang dengan Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah.

Lincolin Arsyad, Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah mengatakan, Pimpinan Pusat Muhammadiyah selalu bergerak untuk mengantar pendidikan Muhammadiyah agar bisa mempertahankan eksistensinya di bidang apapun.

“Kami undang dan kumpulkan sekolah-sekolah Muhammadiyah pilihan untuk berkumpul dan mengorbitkan institusi pendidikan demi menjadikan lembaga yang unggul secara kualitas dan pelayanan, yang kami rancang dengan usulan nama “sekolah premium,” ujarnya.

Menurutnya, sekolah pilihan itu akan bersanding dan membentuk kerjasama dengan Perguruan Tinggi Muhammadiyah setempat, dengan alasan-alasan yang akan dipertimbangkan.

Ada 8 PTM yang ditunjuk oleh Majelis Diktilitbang, yakni UHAMKA, UMM, UM Makassar, UM Gorontalo, UM Lampung, UM Metro, UM Bengkulu, UM Riau dan STKIP Muhammadiyah Kotabumi.

“Ada dua pendekatan penyelenggaraan sekolah premium ini yaitu, pertama, mendorong dan memfasilitasi sekolah yang sudah ada. Kedua, membangun sekolah baru yang memadai dan berlevel premium,” tambahnya.

Kemudian Bhaedowi, Ketua Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah mengatakan, dari beberapa perwakilan wilayah Muhammadiyah se-Indonesia banyak yang berharap besar untuk menetaskan pendidikan yang branded, berkeunggulan dan memiliki ciri khas.

“Kami juga berharap bisa membentuk sekolah yang punya nilai deferansiasi dan marketable. Deferensiasi yang berbasis pada keunggulan dan benar-benar ditopang oleh komitmen yang kokoh yang diimbangi dengan manajemen dan sumber daya manusia yang kompeten,” katanya.

Harapannya, dengan ditunjuknya beberapa Perguruan Tinggi Muhammadiyah oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk ikut bekerjasama melakukan pembinaan secara sinergis ini, bisa mendorong peningkatan kualitas sekolah-sekolah Muhammadiyah supaya dapat meraih prestasi unggul baik secara akademik maupun non akademik. (nisa)

 

MSPP Batch II di Buka Kembali

Di tahun 2017 ini, Muhammadiyah Scholarship Preparation Program (MSPP) kembali diselenggarakan untuk Batch II yang merupakan program kerjasama antara Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang), Majelis Pendidikan Kader (MPK) PP Muhammadiyah dan LazisMu. Tak jauh berbeda dengan Batch I, nantinya akan terpilih 25 kader Muhammadiyah untuk mengikuti program Pelatihan Bahasa Inggris di Pare, Kediri (Jawa Timur) selama 3 bulan. Selain Pelatihan Bahasa Inggris, para peserta terpilih juga akan mendapatkan pembinaan untuk mempersiapkan studi lanjutan baik di jenjang S2 maupun S3. Selama mengikuti program ini, peserta akan mendapat sejumlah fasilitas, yaitu Pelatihan Bahasa, Tes IELTS, Sertifikat,  Biaya Hidup dan Akomodasi.

Terdapat 2 tahapan seleksi, yaitu Administrasi dan Wawancara. Untuk seleksi Administrasi, pendaftaran dibuka hingga 23 Desember 2017 mendatang. Bagi Anda yang ingin mendaftar bisa mengunduh Booklet MSPP Batch II 2017/2018 disini (klik). Sementara untuk seleksi Wawancara akan diinfokan lebih lanjut. Jika terdapat pertanyaan bisa menghubungi CP melalui WA/SMS: 085868634866 (Syifa) atau 089696936462 (Majelis Diktilitbang)

Universitas Muhammadiyah Bandung Siap Memajukan Peradaban

Acara peletakan batu pertama ini, turut dihadiri oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhajir Effendy, Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nasir, Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Intan Ahmad, Kepala Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik Kemenristekdikti Nada Marsudi, Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Lincholin Arsyad.

Haedar mengatakan melalui pembangunan gedung yang memiliki luas bangunan 47.932 m2 ini merupakan komitmen Muhammadiyah dalam mewujudkan kemajuan peradaban.

“Muhammadiyah selalu punya elan vital untuk berbuat yang terbaik buat masyarakat, lewat RS, sekolah, dan berbagai macam dakwah yang sifatnya bil hal,” ucap Haedar.

Muhammadiyah, lanjut Haedar, ingin bangsa ini dapat menjadi bangsa yang unggul, dan menjadi bangsa yang tidak terlalu banyak retorika. “Namun kenyataannya kita kalah saing, tidak kuat SDM, dan tidak punya tonggak-tonggak kemajuan,” imbuh Haedar.

Sementara itu, Menristekdikti Mohamad Nasir berharap Universitas Muhammadiyah Bandung menjadi perguruan tinggi yang berkualitas dan bisa menggerakkan pembangunan perekonomian Indonesia dimasa depan.

Nasir mengatakan bahwa dalam pembangunan pendidikan di Indonesia kita harus memperhatikan 12 pilar inovasi dalam ‘Global Competitiveness Index‘, karena inovasi yang dihasilkan dari kegiatan riset membuat perguruan tinggi dapat bersaing di tingkat nasional dan Internasional.

“Selain itu, mutu dan kualitas Institusi Pendidikan Tinggi menjadi faktor utama untuk pembangunan Institusi Pendidikan Tinggi di Indonesia agar menjadi lebih baik.

,Jangan segan-segan melihat situasi yang ada, UM Bandung harus memanfatkaan peluang yang ada”

Nasir juga mengapresiasi rencana pembangunan kampus dengan arsitektur futuristik sehingga diharapkan mahasiswa dapat bangga belajar di kampus yang modern ini.

“UM Bandung harus mengambil inovasai, dan sangat tepat UM Bandung mengambil visi islamic technopreneur university, maka inilah terobosan yang baru,” pungkas Nashir.

Rektor Universitas Muhammadiyah Suyatno mengatakan hadirnya Universitas Muhammadiyah Bandung, merupakan bagian dari kontribusi Muhammadiyah untuk Indonesia yang berkemajuan melalui pencerdasan kehidupan bangsa, khususnya bagi SDM di Propinsi Jawa Barat.

“Kami  Universitas Muhammadiyah berkomitmen dan berintegritas, akan membangun Universitas yang baik untuk perkembangan Pendidikan di Indonesia dengan penekanan pada pengembangan wirausaha dan ekonomi pembangunan, kampus technopreneur ” tutur Suyatno.

Sementara itu Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar “Universitas Muhammadiyah Bandung harus menjadi perguruan tinggi yang berstandar sesuai dengan kebutuhan abad 21, sehingga dapat bersaing di era globalisasi saat ini,” pungkas Deddy.(Adam/AW)

 

UM Jakarta Jalin Kerja Sama dengan 4 Kampus di Inggris

Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Syaiful Bakhri melakukan kunjungan kerjasama ke empat kampus di Inggris. Syaiful Bakhri mengatakan bahwa kunjungan ini merupakan upaya kerjasama dalam peningkatan mutu akademik universitas yang dilakukan secara bersama-sama oleh PTM agar PTM bisa maju bersama dalam internasionalisasi kampusnya.

Kunjungan dilakukan bersama dengan Majelis Diktilitbang PP. Muhammadiyah dan 28 pimpinan Universitas Muhammadiyah lainnya. Kunjungan yang dilakukan tanggal 11-14 September 2017 bertujuan untuk menjalin kerjasama dengan empat universitas ternama di Inggris, yaitu Coventry University (ranking 20 di UK), De Montfort University (kerjasama dalam bidang kesehatan dan hukum bisnis), Westminster University (kerjasama dalam bidang Tehnik, Hukum Politik dan Kesehatan), Oxfort University (ranking 6 dunia dan tertua di UK).

Oxfort University memiliki jumlah mahasiswa sebanyak 22 juta dari 70 Fakultas. Mahasiswa barunya berjumlah 22 ribu setiap semester. Kampus ini kuat sekali di bidang filsafat. Kemudian Harper Adams University (keunggulannya dalam bidang Agroteknologi). Setiap kunjungan ke kampus mitra kerjasama, Rektor UMJ dan pimpinan beberapa perguruan tinggi Muhammadiyah (PTM) lainnya menandatangani Perjanjian Kerjasama (MoU), dan membuka jalan untuk studi lanjut Master dan Doktor serta joint riset, dan publikasi ilmiah bersama.

Kunjungan diakhiri dengan undangan silaturrahim dari duta besar Indonesia di Inggris Rizal Sukma. Kunjungan kerja ini dinilai bermanfaat bagi proses kemajuan UMJ dan PTM lainnya menuju internasionalisasi universitas dengan dibukanya jendela dinamisasi keilmuan di Inggris.

Setelah dari Inggris, kunjungan berikutnya selama dua hari ke Prancis yang akan melakukan kerjasama dengan Sorbonne University. Hari berikutnya ke Belgia, dan Belanda dengan tujuan kerjasama Leiden University. Kunjungan akan berakhir tanggal 20 September 2017.

Sementara itu Ketua Majelis Diktilitbang PP. Muhammadiyah Lincolin Arsyad menekankan kepada para pimpinan PTM akan perlunya menjalin kerjasama dengan universitas di luar negeri. “Selain untuk menambah wawasan juga untuk mempromosikan kampus kita di dunia internasional agar lebih dikenal, yang pada akhirnya akan berdampak pada meningkatnya reputasi universitas,” kata dia.

republika.co.id

Tingkatkan Mutu Pendidikan, STIEAD Jakarta Gandeng Empat Perguruan Tinggi di Inggris

Ketua STIE Ahmad Dahlan Jakarta, Mukhaer Pakkanna, lakukan kunjungan ke beberapa universitas di Inggris pada Senin (11/9). Tak tanggung-tanggung, empat kampus sekaligus didatangi dan digandeng untuk bekerjasama dalam upaya pengembangan dan peningkatan mutu pendidikan.

Tidak sendiri, lawatannya ke Negeri Ratu Elizabeth ini, Mukhaer Pakkanna didampingi oleh ketua Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Lincolin Arsyad beserta Wakil Diktilitbang PP Muhammadiyah Edy Suandi Hamid.

“Kunjungan dan pertemuan yang kami lakukan lebih mengarah pada kerjasama pengembangan dan peningkatan mutu pendidikan,” kata Mukhaer yang juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Perguruan Tinggi Muhammadiyah (AFEB PTM) melalui keterangan resminya pada Senin (11/09).

Ada empat MOU atau Nota Kesepahaman yang ditandatangi Mukhaer di Inggris, yakni kerja sama dengan Coventry UniversityDe Monfort University, Adam Helpers University, dan Birmingham University.

Penandatanganan MoU pertama dilakukan Mukhaer dengan Rektor Coventry University, Prof. David Pilsbury. Kampus ini berada di Distrik Kota Coventry, Inggris dengan jumlah mahasiswa sebanyak 32.000 orang.Berikutnya dengan Wakil Pimpinan De Montfort University.  Kampus ini terletak di Distrik Kota Leicester, Inggris dengan mahasiswa berjumlah 27.000 orang. Selanjutnya, disusul penandatangan MOU dengan dua kampus lagi yaitu Adam Helpers University, dan Birmingham University.

“Semoga kerjasama ini akan berlanjut untuk program-program seperti scholarship, research collaboration, lecture visit, student exchange. Bagi dosen dan mahasiswa, siapkan diri untuk internationalization university,” pungkas Mukhaer. (Syifa)

UM Purwokerto Lakukan Kerjasama dengan Universitas di Inggris

Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) terpilih sebagai salah satu perwakilan kampus unggulan se-Indonesia bersama pimpinan dari 28 Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) se-Indonesia untuk melakukan kunjungan kenegaraan dalam rangka kunjungan PTM Leader Visit to Europe yang diselenggarakan pada tanggal 10 hingga 20 September 2017.

Wakil Rektor Bidang Pengembangan dan Kerjasama, Jebul Suroso, didampingi Direktur Kantor Urusan Internasional, Santhy Hawanti, menandatangani nota kerjasama dengan Coventry University, Inggris dan De Monfort University, Leicester, Inggris pada Senin (11/9).

“Kerjasama ini fokus pada pengembangan aktivitas untuk lebih mendorong penguatan kualitas staff dan mahasiswa sebagai strategi untuk mewujudkan kampus yang mendunia,” terang Jebul.

Lebih lanjut Jebul menjelaskan bahwa beberapa agenda kegiatan telah dirancang dengan tetap mempertimbangkan karakteristik dan kekuatan masing-masing perguruan tinggi mitra.

“Kita perlu menguatkan eksistensi UMP di level Eropa, karena saat ini UMP sudah menjadi perguruan tinggi yang mapan secara akademik maupun non akademik dan sudah sangat layak UMP bermitra dengan PT di Eropa,” tandasnya.

Lebih lanjut Jebul menjelaskan bahwa penandatanganan MoU merupakan langkah awal untuk menyepakati kemitraan. “Kemitraan ini akan efektif melalui signing mou, kemudian saling bertukar manfaat dari kerja sama tersebut. UMP bukan hanya menerima manfaat dari transfer knowledge dan teknologi, ke depan kita berharap makin banyak aktivitas akademik yg dilakukan akademisi dari Eropa ke Purwokerto,” jelasnya.

Menurut Jebul, aktivitas kerjasama UMP dengan perguruan tinggi di Eropa bukan pertama kalinya terjadi,  namun telah dilaksanakan melalui inisiasi yang dilakukan oleh dosen UMP yang sedang studi lanjut maupun yang telah menyelesaikan studi di Eropa.

Jebul menjelaskan bahwa Coventri dan De Monfort sebagai salah satu universitas terbaik di Inggris mempunyai banyak potensi yang bisa dikerjasamakan. “UMP yang sedang mengupayakan program pendidikan vokasi bidang kesehatan, bisa memperoleh manfaat langsung dari conventri khususnya dengan Faculty of Health and Life Sciences,”ujar Jebul.

Jebul menekankan bahwa kerjasama tidak tertutup untuk fakultas atau prodi yang relevan. Ia meyakini bahwa ke depan kerjasama ini akan semakin menguatkan posisi dan kontribusi UMP bagi penguatan kualitas pendidikan di PTM khususnya dan Indonesia pada umumnnya. (nisa)

Perguruan Tinggi Muhammadiyah Ajak Kerjasama Instansi Taiwan Tingkatkan Mutu Pendidikan Kesehatan

Kesehatan merupakan salah satu fokus dari sekian banyak isu yang diperhatikan oleh Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang berkomitmen untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Untuk mendukung terwujudnya hal tersebut, UMY beserta 17 instansi baik dari dalam dan luar negeri membentuk sebuah aliansi untuk bekerja sama melakukan peningkatan pada mutu pendidikan kesehatan.

Universitas, perguruan serta sekolah tinggi di Indonesia dan Taiwan tersebut tergabung dalam Taiwan-Indonesia Healthcare Education (TIHE). Pembentukan aliansi itu pun ditandai dengan penandatanganan MoU (Memorandum of understanding) yang ditandatangani oleh instansi terkait di Ruang Konferensi Pascasarjana, Gedung Kasman Singodimedjo Lantai 4 pada hari Senin (11/9) di kampus terpadu UMY.

Hilman Latief, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan menyampaikan bahwa aliansi ini akan menjadi batu loncatan untuk meningkatkan mutu pendidikan kesehatan di masing-masing instansi.

“Sebagai sebuah organisasi masyarakat, kesehatan merupakan sebuah isu yang penting bagi Muhammadiyah. Dengan anggota sebanyak lebih dari 40 juta, Muhammadiyah memiliki banyak sekali universitas, perguruan dan sekolah tinggi serta rumah sakit Pembina Kesejahteraan Umat (PKU) yang bertujuan untuk mendidik dan memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” ucap Hilman.

Karena itu, kebutuhan untuk mengembangkan ilmu kesehatan menjadi penting demi meningkatkan mutu kehidupan. Itulah yang menjadi tujuan dari pembentukan aliansi ini.

Selain itu, Nan-Chen Hsieh dari National Taipei University of Nursing and Health Science (NTUNHS) menyatakan bahwa aliansi tersebut akan menjadi sebuah terobosan penting bagi pengembangan ilmu kesehatan.

“Saya yakin aliansi ini akan menjadi sebuah kemajuan penting untuk era kita, baik untuk meningkatkan masing-masing instansi maupun dalam menghasilkan generasi yang mampu memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas untuk masyarakat,” ujar Nan-Chen yang juga merupakan Presiden NTUNHS.

Dalam presentasi yang dilakukan oleh NTUNHS, aliansi TIHE tersebut akan menjadi sebuah platform untuk para anggotanya dalam mengembangkan berbagai kerjasama antar instansi. Kemudian kerjasama yang ditawarkan pun kedepannya tidak hanya terbatas dalam isu-isu kesehatan namun juga dalam bidang lainnya seperti agrikultur dan lainnya.

Secara total ada 18 instansi yang tergabung dalam aliansi ini, yaitu National Taipei University of Nursing and Health Sciences; Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Lhokseumawe, Aceh; Hsin Sheng Junior College of Medical Care and Management; Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak, Kalimantan Barat; Cardinal Tien Junior College of Healthcare and Management; Universitas ‘Aisyiah Yogyakarta, D.I. Yogyakarta; Vanung University; Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Jawa Tengah; Fooyin University; STIKES Sari Mulia Banjarmasin, Kalimantan Selatan; Hungkuang University; Universitas Muhammadiyah Yogyakarta; Central Taiwan University of Science and Technology; Universitas Ahmad Dahlan, D.I. Yogyakarta; Yuanpei University of Medical Technology; Universitas Muhammadiyah Bengkulu; Universitas Sebelas Maret; dan Taiwan Center-Indonesia. (BHP UMY)

Pengumuman Call for Papers Filsafat Pendidikan Muhammadiyah

Kepada Yth.
Peserta Call for Papers Filsafat Pendidikan Islam dan Filsafat Pendidikan Muhammadiyah
di Tempat

Berdasarkan hasil seleksi dan penilaian proposal peserta Call for Papers Filsafat Pendidikan Islam dan Filsafat Pendidikan Muhammadiyah oleh tim reviewer yang ditunjuk, Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyatakan nama-nama terlampir telah dinyatakan

LULUS SELEKSI

Selanjutnya Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah akan mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) perbaikan proposal bagi para peserta yang lolos. Waktu dan tempat Bimtek akan diinformasikan kemudian.

Demikian informasi kami sampaikan, dan mohon maaf atas keterlambatan pengumuman ini, terima kasih.

 

Download

Pengumuman CFP 2017 (2)

Lampiran yang lolos CFP 659.

 

Lokakarya AIK Pascasarjana

Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) merupakan muatan lokal yang bersifat wajib bagi Perguruan Tinggi Muhammadiyah/’Aisyiah (PTMA). Dalam Visi Pengembangan PTM 2015-2020 disebutkan bahwa “berkembangnya fungsi Pendidikan Tinggi Muhammadiyah yang berbasis al-Islam dan Kemuhammadiyahan, holistik-integratif, bertatakelola baik, serta berdaya saing dan berkeunggulan.” Sedangkan dalam Pasal 1 ayat (4) Pedoman PTM disebutkan dua fungsi PTM, yaitu sebagai centre of excellence dan driving force kegiatan dakwah dan tajdid Muhammadiyah.

Kedua dokumen ini menunjukkan bahwa bidang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan adalah basis seluruh kegiatan akademik dan non-akademik di kampus PTMA. Di samping memikul tanggung jawab ideologis dan dakwah, pengelolaan AIK harus dilakukan secara professional, programatis, dan sesuai prinsip-prinsip good university governance, sehingga diharapkan akan dapat menghasilkan lulusan yang cerdas dan berakhlak mulia, mampu mengembangkan dan menerapkan Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Seni (IPTEKS) sesuai dengan ajaran Islam dan bermanfaat untuk umat Islam, keindonesiaan dan kemanusiaan.

Untuk itu didakannya lokakarya AIK Pascasarjana. Acara ini dihardiri 32 peserta dari 18 PTMA se Indonesia dan dilaksanakan selama dua hari 23-24 Agustus di Hotel Santika Jakarta yang menjadi Tuan Rumah adalah UHAMKA. Dari 18 PTMA tersebut yang hadir Rektor, Direktur pascasarajana dan Dosen AIK.

Dari setiap kampus masing-masing bercerita tentang AIK pasca bagi yang sudah memberlakukan sebelumnya antara lain dari UMS, ataupun UHAMKA. Harapannya setelah adanya lokakarya ini dapat terusmuskan irama, metode dan keselarasan AIK di Prodi Pascasarjana untuk kedepan.

AIK sudah diterapkan di Prodi D3 ataupun S1 namun belum diberlakukan di Prodi Pasca. Nantinya akan diberlakukan di semua prodi mengingat AIK termaktub dalam catur darma PTMA. Irama, konsep dan goalnya juga akan berbeda dari AIK yang diberlakukan di D3 ataupun S1. Untuk jumlah sksnya juga baru di godok dalam lokakarya AIK Pascasarjana, Pungkas Sayuti Sekjend Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah.