UM Purworejo Gelar Pelatihan Peningkatan Akses Pendidikan

Sabtu (14/3), mengusung tema “Kiat dan Strategi Meraih Kesempatan Belajar di Perguruan Tinggi”, UM Purworejo bekerja sama dengan Dinas Sosial Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlinduangan Anak (Sosdukkbpppa) Kabupaten Purworejo menggelar pelatihan peningkatan akses pendidikan bagi keluarga penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Dikuti oleh 200 warga, kegiatan yang dilaksanakan di kampus 3 UM Purworejo ini dihadiri oleh Koordinator Wilayah PKH Jawa Tengah Arif Rahman dan Kepala Bidang Asistensi, PPK, dan NNS, Dinsosdukkbpppa Kabupaten Purworejo, Sigit Joko Purnomo, S.IP.

Rektor UM Purworejo, Dr. Rofiq Nurhadi, M.Ag, mengungkapkan dirinya berharap pelatihan ini dapat meningkatkan motivasi dan partisipasi anak-anak keluarga PKH untuk melanjutkan kuliah. Dalam mendukung program tersebut, UM Purworejo memberikan banyak peluang beasiswa seperti Beasiswa LAZISMU, Beasiswa Kader, Beasiswa Prestasi Olahraga, Seni, dan Sains, serta beasiswa lainnya. Tak hanya itu, terdapat juga peluang pendanaan untuk sejumlah program seperti PKM dan Program Kompetisi Wirausaha atau Bisnis.

Sementara itu WR II Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Dr. Budi Setiawan, M.Si menyampaikan tentang kemajuan teknologi yang memunculkan lapangan pekerjaan baru. Dr. Budi juga berpesan kepada peserta agar dapat memberikan pendidikan yang terbaik bagi anak-anaknya agar dapat memaksimalkan diri dalam berkarya.

STIKES Muh Sidrap Siapkan Prodi Profesi Bidan

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Muhammadiyah Sidrap menyelanggarakan workshop kurikulum pendidikan profesi bidan (21/2). Tepat sehari sebelumnya, STIKES Muh Sidrap melaksanakan pelatihan preceptor bagi para pengelola dan bidan-bidan di rumah sakit yang akan menjadi tempat praktik program studi pendidikan profesi bidan di STIKES Muh Sidrap.

Bekerja sama dengan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) dan Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (AIPKEMA), kegiatan ini diikuti oleh 85 peserta dari berbagai institusi. Ketua AIPKEMA Dr Mufdillah, M.Sc, salah satu narasumber mendorong STIKES Muh Sidrap untuk menjadi center of excellence.

Workshop dan pelatihan ini merupakan persiapan pelaksanaan Prodi Pendidikan Profesi Bidan di STIKES Muh Sidrap. “Kegiatan ini juga salah satu upaya dalam meningkatkan kemampuan bidan dalam melaksanakan tugas mereka,” ujar drg. Bambang Roesmono selaku Ketua STIKES Muh Sidrap.

Peduli Anak Autism Spectrum Disordes

Berawal dari hasil penelitian tentang kebutuhan kemandirian Toilet Training  Buang Air Kecil (BAK) bagi anak Autism Spectrum Disordes (ASD). Dosen Keperawatan Anak STIK Muhammadiyah Pontianak, Ns. Lilis Lestari, M.Kep lakukan kegiatan pelatihan bagi orang tua yang memiliki anak ASD usia dini, Senin (17/02).

Bersama rekannya, Lilis Lestari rutin bekerja sama dengan Sekolah Autis Kalbar. Lilis mengungkapkan pentingnya memandirikan anak ASD dalam toilet training karena hal ini merupakan kebutuhan dasar manusia yang harus terpenuhi guna meningkatkan kualitas hidup anak dimasa yang akan datang. Lebih lanjut Lilis mengungkapkan intervensi dini terkait latihan buang air kecil dapat berdampak positif terhadap kemandirian anak dimasa yang akan datang.

“Selama ini, kita mungkin terbiasa menganggap anak ASD tidak mampu mandiri, padahal yang dibutuhkan anak ASD adalah rasa yakin dan optimis yang ditunjukan pengasuh utama, bisa orang tua, terapis atau guru dalam melatih anak untuk lebih mandiri,” tegasnya.

Najmuddin selaku Kepala Sekolah Autis Kalbar mengharapkan kegiatan ini rutin untuk diadakan khususnya penyuluhan kesehatan bagi anak berkebutuhan khusus (Autisme). “Kegiatan ini juga sebagai bentuk support atau dukungan kita bagi orang tua yang memiliki anak Autisme, kita mengabdi untuk negeri melalui kegiatan seperti ini” tutupnya.

 

 

Stikes Muh Gombong Adakan Pelatihan BHD

CDC (Career & Development Center) Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Muhammadiyah Gombong memberikan pelatihan BHD (Bantuan Hidup Dasar) atau Basic Life Support di Puskesmas Sadang, Sabtu (30/11). Dibuka oleh Kepala Puskesmas Wartika, ST, MM, pelatihan diikuti oleh 50 peserta meliputi, dokter, perawat, bidan dan beberapa tenaga non medis di lingkungan Puskesmas Sadang.

Selama satu hari peserta mendapatkan berbagai materi dasar dari tim dosen Stikes Muh Gombong.  Materi pertama disampaikan oleh trainer Dadi Santoso, MKep mengenai konsep dasar bantuan dasar dan bantuan hidup dasar pada dewasa. Selanjutnya materi bantuan hidup dasar pada anak-anak dan bayi oleh Putra Agina W MKep, kemudian skill bantuan hidup 1 dan skill bantuan hidup dasar 2 yang diberikan dalam bentuk teori dan praktek.

Kepala Puskesmas menyambut baik pelatihan bantuan hidup dasar  dan berharap kegiatan ini dapat menambah ilmu baru bagi tenaga non medis dan sebagai penyegaran bagi tenaga medis di jajarannya.

Sementara itu ketua CDC menyatakan pelatihan ini merupakan perwujudan dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi Pendidikan, Penelitian & Pengabdian Masyarakat. Lebih lanjut dalam rangka peningkatan kualitas penanganan dan pemberian pertolongan korban gawat darurat yang mengalami henti jantung, maka perlu dilakukan sosialisasi dan pelatihan tentang bantuan hidup dasar.

LPPM Gelar Pelatihan Pembuatan Buku Ajar untuk Dosen UMK

Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat  (LPPM) Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK) menggelar kegiatan “Pelatihan Buku Ajar dan Buku Referensi” bagi dosen lingkup UMK di ruang teleconference lantai 3 gedung baru UMK, Kamis (21/11/19).

Dalam kesempatan tersebut kepala LPPM UMK, Dr. H. Musadar Mappasomba, S.P., M.P., menjelaskan jika buku tidak hanya memenuhi syarat formal sebagai tenaga edukatif, tetapi lebih dalam lagi dapat menggerakkan dan mewariskan karya-karya amal jariyah. “Buku apabila kita wariskan, dipakai, dan dibaca lalu terjadi penambahan ilmu, perubahan sikap, kemudian bermanfaat, hal tersebut akan menjadi amal jariyah yang mengalir terus menerus, walaupun jasad kita telah hancur.” Lebih lanjut Musadar menegaskan akan terus mendorong kegiatan ini dengan harapan Dosen-dosen UMK dapat melahirkan karya-karya besar.

Sebagai pemateri, hadir Prof. Dr. Anwar Hafid, M.Pd., dan Drs. Ahid Hidayat, M. Hum. (Penulis dan Kepala Penerbitan UHO). Anwar mengemukakan bahwasanya menulis adalah pekerjaan yang biasa dilakukan oleh dosen. Secara historis dapat ditemukan pentingnya kedudukan penulis sejak zaman kerajaan khususnya saat perdagangan berkembang, sehingga muncullah profesi penulis. Anwar juga menjelaskan penulis harus mempunyai sikap profesional terutama dalam beberapa hal. “Profesional dalam menetapkan waktu pengerjaaan, sekaligus tenggat waktu (deadline), profesional menyiapkan content atau bahan dengan menghindari perilaku plagiat maupun mengutip ide-ide orang lain tanpa izin pemilik ide, serta profesional dalam menjaga kualitas tulisan,” imbuh Anwar.

Pelatihan Penyusunan Rencana Induk Pengembangan Perguruan Tinggi Muhammadiyah

Dokumen Rencana Induk Pengembangan (RIP) merupakan unsur penting bagi tata kelola dan tata pamong perguruan tinggi, serta mencerminkan cita-cita jangka panjang setiap institusi. Sejauh observasi Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, masih banyak PTM yang belum memiliki dokumen RIP. Sementara bagi PTM yang sudah memiliki dokumen RIP, masih banyak juga yang belum disusun dengan mengikuti kaidah penyusunan yang standar. Oleh karena itu Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah menyelenggarakan pelatihan bagi pimpinan PTM serta tim penyusun RIP .

Peserta pelatihan adalah perwakilan dari setiap PTM yang bertanggung jawab dalam penyusunan RIP. Acara ini dilakukan selama tiga hari yakni 19 – 21 Januari 2017 di Hotel Sargede Yogyakarta.

UAD Beri Pelatihan Robotika untuk Guru SD

Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melakukan pelatihan robotika terhadap guru-guru sekolah dasar (SD) Muhammadiyah di DI Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah. Pelatihan robotika sendiri dilakukan di kampus 3 UAD Yogyakarta, Selasa (16/6).

Selain pelatihan, FTI UAD juga menjalin kerjasama langsung dengan SD Muhammadiyah di DIY dan Jateng tersebut untuk pelatihan robotika tersebut. Kerjasama itu dilakukan melalui penandatanganan kerjasama antara FTI dengan SD Muhammadiyah yang ada.

“Kita menggandeng beberapa SD yang masuk dalam Jaringan Sekolah Muhammadiyah (JSM) DIY dan Jateng,” kata Kepala Program Studi Teknik Eelektro FTI UAD, Nuryono Satya Widodo kepada Republika.

Menurutnya, ada 12 SD di bawah JSM yang ikut dalam pelatihan dan kerja sama tersebut. Setiap SD mengirimkan dua gurunya untuk berlatih tentang robotika.  Melalui kegiatan tersebut pihaknya ingin mengenalkan robot dan teknik pembuatan robot sederhana pada para guru.  “Endingnya kita berharap para guru melatih hal itu ke para siswanya,” katanya.

Pembuatan robot yang dilatihkan dalam kegiatan itu adalah robot untuk anak-anak dan line follower sederhana. “Membuat robot itu secara tidak langsung melatih siswa mempraktekan ilmu matematika dan elektronika sehingga ini kita kembangkan di tingkat SD,” katanya.

Selain melatih guru SD, pihaknya kata Nuryono juga akan melakukan pembinaan terhadap SD tersebut agar siswanya mampu meranglai robot betulan. Tim robot UAD sendiri sudah memiliki software dan perangkatnya untuk pelatihan robot sederhana bagi siswa termasuk merangkainya.

Ke depan pihaknya akan membuka kompetisi robotika antar siswa SD di DIY dan Jateng. Selain SD pihaknya juga akan melakukan hal serupa untuk tingkat SMP. Sedangkan tingkat SMA sudah dilakukan secara rutin hingga ada kompetisi line follower robot tiap tahun di UAD.

“Kita terjunkan mahasiswa melalui kerja lapangan untuk pendampingan pada sekolah tersebut,” katanya.

Sementara itu Wakil Rektor III UAD, Abdul Fadhil yang membuka pelatihan robotika tersebut mengatakan, pembuatan robot memang membutuhkan biaya tinggi. Hal inilah yang menyebabkan tidak banyak sekolah yang mengembangkan minat pembuatan robot tersebut untuk siswanya.

Meski begitu kata dia, pembuatan robot itu sangat penting. Sebab ke depan robot akan menjadi hal yang sangat dibutuhkan dalam berbagai hal produksi di dunia. “Pengenalan robot sejak dini penting agar siswa kita lebih tahu dan memiliki minat terhadap robotika ini,” ujarnya

Sumber : Republika