UNIMUS Kembali Raih Penghargaan Internasional

Kontingen mahasiswa Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) kembali meraih prestasi di kompetisi internasional. Tiga kontingen mahasiswa S-1 Pendidikan Kimia UNIMUS meraih satu medali emas dan dua medali perunggu. Berlaga di Asean Innovative Science and Entrepreneur Fair (AISEF) pada 14-16 Februari, kontingen UNIMUS melawan 160 tim dari negara-negara ASEAN.

Medali emas diraih oleh Nurihika Fitri Savira, Destyana Larasati, Rizki Permatasari pada kategori Innovation Science (Chemistry) dengan karya DEO-DE’BANA: Deodarant roll on dari limbah kulit pisang (musa sp) untuk mencegah aktiftas bakteri Staphylococcus epidermidis penyebab bau ketiak. Medali perunggu diperoleh pada kategori Innovation Science (Entrepreneur) dengan anggota tim Moh Makhbub Aly, Zulfa, Rizky Febriansyah, Setyani, Sri Lestari melalui karya Boneka Proling  yaitu boneka ramah lingkungan berbahan dasar limbah kaos kaki dan limbah plastik. Sedangkan medali perunggu pada kategori Innovation Science (Chemistry) diraih oleh Rizki Isnaennur Khikmah, Nissa Ulfatu Rohmah, Supriyani, Santi Sri Hartanti melalui karya pemanfaatan Zat Kitin dari Cangkang Keong Mas (Pomacea Canaliculata L) untuk Pengawet Organik Buah Klimetarik Lokal Indonesia.

Fitria Fatichul Hidayah, MPd selaku ketua Program Studi (Prodi) S-1 Pendidikan Kimia mengungkapkan bahwa sejak tahun 2018, Prodi S-1 Kimia kerap kali memenangkan perlombaan baik di dalam maupun luar negeri. “Ini semakin membuktikan bahwa manusia UNIMUS mampu bersaing dengan mahasiswa dari dalam maupaun luar negerin,” pungkas Fitria.

Dosen IP UMY Raih Penghargaan dari Indonesia Human Initiative

Dosen Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Rachmawati Husein, MPC, PhD, mendapatkan penghargaan ‘Human Initiative Lifetime Achievement Award 2019’ di Balai Kartini, Selasa (10/12). Penghargaan ini diberikan oleh Indonesia Human Initiative kepada tokoh-tokoh yang menginspirasi dan konsen dalam dunia kemanusiaan.

Rachamawati mengungkapkan penghargaan ini diberikan kepadanya karena telah melakukan pengabdian selama 15 tahun di bidang kemanusian dan konsisten mengupayakan kolaborasi di bidang kemanusiaan. “Seperti Humanitarian Forum Indonesia, Aliansi Kemanusiaan Indonesia. Lalu ada di tingkat Regional yaitu Regional Steering Group (Kelompok pengarah) KTT Kemanusiaan untuk wilayah Asia Utara (Jepang, Korea China, Mongolia, Nepal dan Asia Tenggara), serta kerja sama dengan HI/PKPU untuk penguatan kapasitas tanggap darurat,” ujar Rachmawati

Penghargaan ini diharapkan dapat membuat orang akan terus bergerak di isu kemanusiaan dan kebencanaan. Rachamawati pun mengajak anak muda untuk tidak acuh dengan isu-isu kemanusiaan di sekitar mereka. “Kalau di Indonesia anak muda perlu terlibat dengan mulai dari meningkatkan pengetahuan, kesadaran dan keterampilan khususnya kesiapan bencana yang terjadi karena Indonesia rawan bencana. Kemudian, pemuda perlu meningkatkan empati dan kepedulian yang tinggi tidak hanya untuk krisis kemanusiaan di Indonesia tetapi juga di Luar Negeri,” tegasnya.

Sebagai informasi tambahan Rachamawi dinobatkan menjadi salah satu tokoh inspiratif Reksa Utama Anindha dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan juga dipercaya oleh PBB untuk menjadi salah satu anggota Advisor Group pada Central Emergency Response Fund (CERF).

UMM Kembali Raih Penghargaan AKU

Rabu (30/10), Universitas Muhammadiyah Malang kembali meraih penghargaan Anugerah Kampus Unggul (AKU) untuk yang kedua belas kalinya saat menghadiri Rapat Kerja Pimpinan (Rakerpim) Perguruan Tinggi (LLDikti) Wilayah VII Jawa Timur tahun 2019 di Singhasari Resor Batu. Penghargaan dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) WIlayah VII Jawa Timur ini menunjukkan pengakuan pemerintah tehadap UMM dalam melaksanakan Tri Darma Perguruan Tinggi.

Ucapan syukur disampaikan oleh Rektor UMM, Dr Fauzan MPd, atas capaian ini. Menurutnya ini semua tak lepas dari kerja keras dan kontribusi semua civitas akademika. Tugas ini pun penuh tengan tantangan, pasalnya regulasi di bidang pendidikan tinggi mematok standarisasi yang semakin tinggi. “Karena itu, UMM akan terus berupaya untuk meningkatkan kualitas dalam semua aspek yang terkait penyelenggaraan pendidikan,” tegas Fauzan.

Pada kesampatan yang sama, Prof. Dr. Suprapto, DEA selaku Kepala LLDikti Wilayah VII Jawa Timur menyatakan ke depannya tantangan pendidikan tinggi akan semakin berat. Tuntutan terhadap perguruan tinggi tidak hanya mengenai pelaksanaan Tri Darma tapi bagaimana upaya untuk terus melakukan perbaikan.