Pelantikan Rektor UMP, Kembangkan Peran Uswah Hasanah

Rektor terpilih Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Dr Anjar Nugroho resmi dilantik sebagai rektor periode 2019 – 2023 di Aula AK Anshori, Sabtu (13/4).

Dalam kesempatan tersebut Rektor mengungkapkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap UMP kini semakin hari semakin tinggi, dibuktikan dengan trend penerimaan mahasiswa baru yang setiap tahun meningkat. “Jumlah total mahasiswa UMP hampir 13 ribu. Akreditasi institusi B, secara keseluruhan akreditasi prodi adalah B dan A.

Berdasar Unirank, rangking UMP di level nasional adalah 40 dari total PTN/PTS se-Indonesia yang berjumlah sekitar 4400,” ungkapnya. Prosesi pelantikan ini juga dihadiri oleh Ketua PP Muhammadiyah Dr KH Haedar Nashir. Beliau  mengungkapkan  peran perguruan tinggi Muhammadiyah perlu menjadi perspektif setiap pimpinan mengembangkan kampus dengan Peran Perguruan tinggi sebagai Center Of Excellence menjadi Uswah Hasanah.

Lebih lanjut Haedar mengatakan perguruan tinggi Muhammadiyah akan berfastabiqul khairat di tengah perubahan zaman dan tantangan revolusi 4.0.“Kampus – kampus kita harus punya standar keunggulan di atas rata-rata, baik itu keunggulan akademik, pengabdian pada masyarakat, bahkan juga Tri Dharma yang tepat untuk peran-peran kemanusiaan,” pungkasnya. (APR)

Calon Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Telah Terpilih

Anggota Senat Universitas Muhammadiyah Yogyakarta pada Kamis (20/10) telah memilih Bakal Calon Rektor UMY untuk periode 2016 – 2020. Bertempat di Ruang Sidang Komisi Gedung AR Fachruddin A Lantai 5 Kampus Terpadu UMY, sebanyak 52 orang anggota senat menghadiri “Rapat Senat UMY Pemilihan Calon Rektor Defenitif” yang dipimpin langsung oleh Ketua Senat UMY, Prof. dr. H. Moh. Anwar, M.Med., Sc., Sp.OG (K).

Dari empat nama yang terjaring, terpilih calon rektor definitif yakni nama Dr. Achmad Nurmandi, M.Sc., Dr. Ir. Gunawan Budiyanto, M.P., dan Dr. Mukti Fajar, ND., M.Hum. Para calon rektor tersebut dipilih oleh 52 anggota senat UMY, yang tiap individu diberikan hak untuk memilih tiga dari total empat calon rektor UMY. Hasil pemilihan rektor tersebut kemudian akan disampaikan ke Majelis Pendidikan Tinggi, Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk kemudian dipilih sosok yang akan memimpin Universitas Muhammadiyah Yogyakarta selama 4 tahun mendatang.

Sebelum pemilihan, setiap para calon rektor menyampaikan program-program yang akan mereka lakukan ketika terpilih menjadi rektor. Keempat calon semuanya memiliki program yang hampir sama, berkaitan dengan peningkatan standar UMY sebagai World Class University. Salah satu program yang sama tersebut adalah peningkatan mutu pendidikan dan kualitas dosen UMY.

Prof. Bambang Cipto menyampaikan beberapa strategi kedepan antara lain pembaharuan tata organisasi, fokus pengembangan SDM, meningkatkan kerjasama internasional, meningkatkan kemampuan dosen, meningkatkan jumlah profesional, dan meningkatkan kajian Al Islam dan Kemuhammadiyahan. “Selain itu sudah saatnya bagi UMY untuk meningkatkan enterpreneur mahasiswa. Karena universitas standar QS seperti Stanford dan National University of Singapore (NUS) yang memiliki ranking tinggi, memiliki kualitas mahasiswa yang bagus dalam bidang enterpreneurship,” jelas Bambang.

Dr. Achmad Nurmandi ingin meningkatkan perolehan ranking UMY di kancah Internasional dengan meningkatkan mutu SDM di UMY, ” Kinerja setiap prodi atau fakultas meningkat, ditunjukkan dengan akreditasi tiap fakultas banyak yang naik. Berarti meski fakultas meningkat, secara keseluruhan di tingkat universitas menurun. Oleh karenanya harus meningkatkan Sumber Daya Manusia salah satunya para Doktor di UMY harus menjadi motor perubahan yang tidak hanya memikirkan prodi tetapi juga universitas secara menyeluruh.”

Dr. Gunawan Budiyanto menyampaikan beberapa programnya salah satunya adalah percepatan strategi peningkatan skor AIPT-2017 agar UMY tetap berpredikat A dan percepatan peningkatan jumlah lektor kepala dan guru besar. “Program selanjutnya yaitu percepatan pencapaian jumlah doktor di UMY, dimana 30% dari semua dosen harus bisa bergelar doktor. Juga peningkatan fasilitas pembelajaran terutama seperti laboratorium eksak maupun sosial,” ujar Gunawan.

Sedangkan Dr. Mukti Fajar, dalam bidang akademik ia mentargetkan setiap dosen memiliki minimal satu publikasi per tahunnya. “Dalam bidang SDM, semua dosen nanti harus ada peningkatan. Program profesorisasi harus dikelola sebagai sebuah sistem dan bukan dilakukan oleh pribadi masing-masing saja. Dan jika UMY mentargetkan 4 tahun lagi ingin menjadi Perguruan Tinggi level Asia, maka harus ada percepatan kerja,” ujar Mukti.

Sumber  : www.umy.ac.id

Rektor Unmuha Menyantuni Anak Yatim dan Dhuafa Gampong Batoh

keluarga besar Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) menyelenggarakan Pengajian Ramadhan, santunan anak-anak yatim dan fakir miskin serta buka puasa bersama yang berlangsung di Masjid H. Jakfar Hanafiah kampus Unmuha.

Drs. H. Zuardi Zain (WR II) selaku ketua panitia menyampaikan, Unmuha untuk tahun Anggaran 2014-2015 ini telah mengumpulkan Zakat dan Infaq sebesar Rp. 110.098.298,- yang mana zakat dan infaq tersebut terkumpul dari pemotongan Gaji pimpinan, karyawan, dosen dan sumber lain yang kena zakat dari seluruh unit kerja di Unmuha.

Adapun untuk penyalurannya Zuardi Zain menyampaikan akan disalurkan Anak-anak yatim dan fakir miskin gampong batoh sebanyak 150 orang, salsabilah yaitu (Panti Asuhan Muhammadiyah Banda Aceh, Aisyah Ranting Unmuha, MTs Muhammadiyah Banda Aceh dan TK Aisyah Merduati), Ibnu Sabil yaitu (Dosen dan Karyawan Unmuha yang sedang melanjutkan pendidikan S2 dan S3 sebanyak 41 orang) dan Karyawan unmuha yang dianggap berhak menerimanya.

Acara tersebut dilanjutkan dengan sambutan dan tausiah/pengajian ramadhan oleh Rektor Unmuha Drs. H. Muharrir Asy’ari, Lc, M.Ag  dengan tema “Dengan Ifthar Ramadhan Kita Tingkatkan Silaturrahim dan Kepedulian Sosial”. Setelah menyampaikan tausiahnya Rektor Unmuha menyerahkan secara simbolis santunan kepada anak yatim dan fakir miskin gampong batoh.

Acara ini dihadiri oleh Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Aceh Prof. Alyasa’ Abubakar MA, BPH Unmuha, Pimpinan Universitas, Pimpinan Fakultas/Akademi, Karyawan/Dosen dan tamu undangan lainnya. Pengajian dan santunan anak yatim ini dilanjutkan dengan buka puasa dan shalat magrib berjamaah bersama. (mimi|humas unmuha)

Sumber : Universitas Muhammadiyah Aceh

Pelantikan Rektor Univerisas Muhammadiyah Purwokerto, Periode 2015 – 2019

Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) terpilih, Dr. H. Syamsuhadi Irsyad MH resmik dilantik di aula AK. Anshori, kantor pusat UMP oleh PP Muhammadiyah untuk periode jabatan 2015-2019. Acara dihadiri unsur pimpinan daerah kabupaten Banyumas, TNI, Polri dan civitas akademika UMP. Ini adalah ketiga kalinya Syamsuhadi kembali memimpin UMP setelah sebelumnya pernah memimpin di periode 1976-1988, 2007-2011, dan 2011-2015. Bukan tanpa alasan ia terpilih kembali, tidak sedikit catatan UMP yang menjelaskan begitu banyak kemajuan yang berhasil dilakukan olehnya. UMP mampu bertahan dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat sebagai salah satu perguruan tinggi terkemuka di Jawa Tengah.

001 ttd rekotr baruDalam sambutannya, Dr. H. Syamsuhadi Irsyad MH mengatakan, UMP berperan aktif menyumbang pencerahan untuk Indonesia berkemajuan melalui bidang pendidikan. Ia mengucapkan terima kasih pada semua civitas akademika yang telah membantunya memimpin UMP untuk berjuang meningkatkan daya saing dan mewujudkan UMP sebagai pusat keunggulan di bidang pendidikan, penelitian dan penggerak dakwah Muhammadiyah. Ia juga memaparkan pencapaian yang berhasil diraihnya sejak tahun 2007 yaitu UMP telah mampu meningkatkan beberapa hal seperti perluasan tanah, bangunan, anggaran, kesejahteraan pegawai (tenaga pengajar dan non pengajar) yang berpenghasilan setara dengan PNS, pencapaian IPK mahasiswa yang meningkat, akreditasi prodi yang semakin baik, dan penambahan beberapa prodi serta fakultas. Ia pun berharap di periode 2015-2019 ini mampu membawa UMP menjadi lebih maju, “Sesuai amanah PP Muhammadiyah, semoga semua yang telah saya ikrarkan dapat dilaksanakan dengan baik, semoga semua langkah saya akan mendapatkan ridho Allah SWT agar dapat menjadi sebuah gerakan pencerahan Indonesia yang berkemajuan,” katanya.

Koordinator Kopertis wilayah VI Jawa Tengah Prof. Dr. Dwi Yuwono Puji Sugiharto M.Pd. Kons, menuturkan menyampaikan selamat dan sukses pada civitas akademika ump yang telah terpilihnya rektor masa jabatan 2015-2019. Menurutnya, dibawah kepemimpinan Syamsuhadi UMP telah menyelenggarakan tri darma pendidikan dengan baik dan taat azas. Sugiharto juga menekankan, untuk mencapai dan mewujudkan visi dan misi UMP yang  unggul, modern dan Islami, ada beberapa catatan yang harus dilakukan UMP yaitu penguatan leadership, perbaikan tata kelola yang diinginkan khususnya penguatan SDM dan budaya akademikserta pengembangan dosen.

Sumber : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Pimpinan Perguruan Tinggi Harus Berkarakter Kuat

Pimpinan perguruan tinggi harus berpikir jauh ke depan. Mengajak dan membangun spirit yang dipimpinnya untuk maju, bersifat dinamis, karena memimpin Perguruan Tinggi itu hakikatnya membangun generasi. Oleh karena itu kepemimpinan yang dibutuhkan adalah kepemimpinan substantif dan berkarakter kuat dan baik, bukan sekedar pemimpin simbolik yang hanya berkutat dengan hal rutin.

Demikian benang merah yang disampaikan Ketua PP Muhammadiyah yang juga anggota Wantimpres Prof A Malik Fajar dan Wakil Ketua Majelis Pendidikan Tinggi PPM yang juga Ketua Umum Aptisi Edy Suandi Hamid dalam sambutan pada acara pelantikan Rektor Universitas Muhammadiyah Purworejo periode 2015-2019 Supriyono MSi di Kampus Perguruan Tinggi tersebut. Saat itu juga diresmikan satu unit gedung baru.

Menurut Prof Malik, dengan tugas berat tersebut kerjasama dan kekompakan pimpinan sangat penting. Dengan demikian Perguruan Tinggi bisa terus bergerak tanpa henti dan terus melakukan. “Ini seperti orang yang mengayuh sepeda,” ujarnya. Ditambahkan, dalan kondisi persaingan yang ketat, Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) tidak boleh merasa khawatir. “Karena bagi Muhammadiyah itu kompetisi dalam kebaikan, fastabiqul khairot. Ini tidak ada finishnya,” katanya.

Sementara itu Edy Suandi Hamid mengingatkan agar Rektor bisa terus mengembangkan budaya akademik dan benar-benar menjaga norma akademik. Kasus seperti pengeluaran ijazah aspal yang terjadi sekarang ini tidak boleh dan tidak akan terjadi di Muhammadiyah.

Pendidikan Muhammadiyah tidak sekedar berorientasi kuantitas, tapi kualitas, karenanya norma akademik harus dijaga secara ketat.

“Kasus penerbitan ijazah aspal itu sungguh menodai dunia pedidikan kita karena pelakunya ada di dalam kampus. Ini berbeda dengan kasus ijazah palsu yang terjadi pada waktu lalu. Karenanya oknum pelaku penerbitan ijazah aspal ini harus ditindak tegas” kata Edy Suandi Hamid.

Diingatkan pula, Perguruan Tinggi tidak harus berlomba meluluskan alumni dan mencetak ijazah saja. namun yang lebih penting adalah bagaimana menghasilkan insan yang bermanfaat bagi masyarakat; sehingga berperan mewujudkan Indonesia berkemajuan dan berperadaban. “ini berarti memcetak manusia berahlak dan berkompetensi tinggi dan berdaya saing,” ujarnya.

Sumber : APTISI