Wisuda AIS Muh Semarang ke-25, Siapkan Lulusan Unggul

Rabu (2/10), Akademi Statistika (AIS) Muhammadiyah Semarang menggelar sidang wisuda ke-25 di Hotel Pandanaran, Semarang. Sebanyak 23 orang dari 49 wisudawan berhasil lulus dengan nilai cumlaude. Direktur AIS Muhammadiyah Semarang, Dra Wellie Sulistijanti MSc, mengapresiasi pencapaian ini. Menurutnya ada peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Dalam sambutannya, Wellie juga mejamin kualitas lulusan AIS Muhammadiyah Semarang. Beberapa pembekalan diberikan kepada mahasiswa demi menghasilkan lulusan bermutu tinggi, seperti mewajibkan mahasiswa tinggal di pesantren Al Khawarizmi selama satu tahun dan mengikuti kegiatan praktik mata kuliah setiap semesternya.

“Di pesantren, mahasiswa dibentuk karakter dan kemampuan berbahasa Inggrisnya sehingga bisa dijamin mereka fasih berbahasa Inggris. Ini juga dapat memperkuat ketajaman critical skill sebagai kader dakwah Muhammadiyah. Hal yang tidak kalah penting, kami senantiasa memperkuat dan meningkatkan kualitas interpersonal skill terhadap mahasiswa sebelum lulus. Sehingga alumni tidak canggung dalam bertarung memperebutkan pasar kerja,” paparnya.

Hadir perwakilan dari Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof. Dr. Sutrisno, M. Ag. Prof. Sutrisno menyampaikan saat ini seseorang bisa menjadi konglomerat di usia muda, seperti pendiri Google, Bukalapak, atau Gojek. Dari itu, ia meminta AIS Muhammadiyah untuk meningkatkan softskill mahasiswanya. “Mahasiswa AIS Muhammadiyah sangat berpotensi menjadi lulusan yang handal,” ujarnya.

DOSEN PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS UNIMUS MERAIH PROGRAM BIPA SAME DIKTI 2015 Ke KHON KAEN UNIVERSITY BANGKOK-THAILAND

Dengan rasa bangga, Dosen Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) Ibu Dian  Candra Prasetyanti.M.Pd, berhasil lolos dalam program  SAME BIPA DIKTI Republik Indonesia 2015 ,  selama 5 bulan mulai tanggal 10 Agustus- 31 Desember 2015.  Pada ASEAN Language Center (ALC) Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora KKU University (Khon Kaen University- Bangkok Thailand) SAME (Scheme for academic mobility and exchange) BIPA (Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing) Program ini adalah program pengiriman dosen ke berbagai perguraun tinggi luar negeri untuk pengajaran bahasa dan budaya Indonesia dalam rangka misi kebangsaan atas permintaan dari perguruan tinggi atau perwakilan Indonesia di luar negeri.

Pelepasan di hadiri oleh Rektor Unimus Prof Dr. H. Masrukhi.M.Pd, Wakil Rektor I, Bidang Akademik, Dr. Nurahman.M.Si, Wakil Rektor II Dr. Hj. Sri Rejeki, S.Kp, M.Kep, Sp.Mat,  Bidang Administrasi dan Keuangan, Dan Direktur Eksekutif International Relationship Office (IRO-Unimus) M.Yusuf.PhD.  serta Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. Program  SAME BIPA DIKTI 2015, yang diraih oleh Ibu Dian.M.Hum, adalah merupakan komitmen Unimus dalam mengembangkan pendidikan, Penelitian, Pertukaran Mahasiswa, Staff dan kerjasama luar negeri, antara Unimus dengan Khon Kaen University-Bangkok Thailand sebagai bagian menuju Unimus Excellence.

Sumber : Universitas Muhammadiyah Semarang

Buku Evaluasi karya ENY WINARYATI Lolos Seleksi Dikti Mendapat Insentif Penulisan Buku Ajar

Adalah Dr.Eny Winaryati, M.Pd. Sebagai dosen bidang Pendidikan Kimia Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), menjadi salah satu Dosen Unimus yang menambah ukiran prestasi dalam hal Penulisan Buku Ajar Perguruan Tinggi.

Buku beliau yang telah ditulisnya telah mendapatkan apresiasi sangat baik dan lolos seleksi oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi dalam tahun 2015, dalam program insentif Buku Ajar tahun 2015.
Adapun judul bukunya adalah Evaluasi Supervisi Pembelajaran ini, diterbitkan oleh Graha Ilmu, dengan ISBN:  978-602-262-371-7.

Beliau menyadari memiliki tugas dan tunggungjawab untuk dapat memberikan sumbangsih  terhadap peningkatan  kualitas pembelajaran. Terlebih kapasitasnya mendapatkan tugas tambahan Ketu Program Studi Pendidikan Kimia. Dalam unit program studi, seorang kaprodi juga berperan sebagai supervisor pembelajaran yang dilakukan oleh dosen.

Meskipun pembahasan buku di atas lebih menitikberatkan pada sekolah, namun implementasinya juga bisa dilakukan pada perguruan tinggi. Isi buku ini secara  garis besar adalah sbb: Keberhasilan pembelajaran tidak bisa lepas dari peran supervisi yang dilakukan. Hubungan supervisor dengan  supervisee yang kurang kondusif, akan berdampak penerapan supervisi yang kurang berhasil. Supervisor maupun supervisee  perlu memahami kompetensinya masing-masing, sehingga proses  kepengawasan dapat berjalan dengan baik.
Eny Winaryati Penulis Buku Berprestasi Dosen Unimus

Eny Winaryati Penulis Buku Berprestasi Dosen Unimus

Buku ini lebih menitik beratkan evaluasi pada supervisi pembelajaran. Tujuan dari kegiatan supervisi adalah terlaksananya  perbaikan pembelajaran. Hasil kegiatan  evaluasi adalah rekomendasi. Dari kegiatan evaluasi terhadap supervisi, dihasilkan rekomendasi informasi untuk suatu perbaikan. Rekomendasi evaluasi terhadap supervisi pembelajaran dimanfaatkan oleh supervisi untuk melakukan perbaikan pembelajaran.

Hal inilah yang menarik dari buku ini, karena menghubungan dua maping ilmu yang berbeda, namun menjadi suatu maping ilmu yang saling melengkapi. Proses kegiatan ini akan berlangsung secara terus menerus, pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran yang dilakukan oleh guru.

Berdasarkan hasil penelitian diperoleh temuan data, bahwa supervisi pembelajaran yang dilakukan oleh kepala sekolah (supervisor) belum dapat mengekspresikan kebutuhan dan persoalan yang dihadapi guru terkait dengan pembelajarannya. Setiap mata pelajaran memiliki karakteristik yang masing-masing berbeda. Agar siswa dapat mengkontruksi pengetahuan yang dimilikinya, maka diperlukan supervisor yang memiliki kapabilitas komprehensif. Buku ini dilengkapi dengan instrumen, untuk dapat dijadikan evaluator dalam melakukan supervisi pembelajaran.

Hubungan kepengawasan sangat memengaruhi keberhasilan supervisi. Berdasarkan penelitian, ditemukan adanya ketidaknyamanan bagi guru saat disupervisi. Supervisee kurang mendapat feedback positif pasca disupervisi. Background yang berbeda antara supervisee dengan supervisor, menjadikan kualitas perbaikan pembelajaran kurang maksimal. Guna meminimalisir persoalan di atas, maka perlu dibuat suatu konsep supervisi yang menyenangkan dan capaian perbaikan pembelajaran dapat tercapai, melaui penilaian oleh teman sejawat dalam satu rumpun mata pelajaran.

Lima Domain Sains (5DS), telah memberikan hasil penilaian yang positif bila digunakan dalam pembelajaran IPA. Isi  5 DS mencakup: pengetahuan, proses (sains dan ilmiah), kreativitas, sikap (sains dan ilmiah) serta aplikasi. Penerapan 5 DS dalam suatu pembelajaran sangat relevan dengan implementasi metode saintifik dalam kurikulum KBK tahun 2013.  Penerapan metode saintifik, penilaian otentik dan pembelajaran terintegrasi dalam kurikulum di atas, telah terlaksana melalui keterlaksanaan 5DS dalam pembelajaran. Berdasarkan keterangan di atas, maka 5DS dapat diterapkan pada seluruh mata pelajaran.

Berdasarkan karakteristik mata pelajaran, keberhasilan pelaksanaan lesson study, umpan balik 360 derajad, pengertian supervisi dan evaluasi, Lima Domain Sains (5DS), implementasi kurikulum KBK, maka penulis menyusun model evaluasi untuk supervisi pembelajaran, melalui kegiatan self and peer evaluation.  Rancangan konsep ini disebut dengan Evaluasi Diri dan Teman sejawat (EDTS) pada Supervisi Pembelajaran IPA Berbasis Lima Domain Sains. Model EDTS telah diujicobakan, dan memberikan kesimpulan efektif untuk digunakan. Model EDTS merupakan hasil penelitian disertasi  yang dilakukan  oleh Eny Winaryati dalam menyelesaikan kuliah strata tiga di Universitas Negeri Yogyakarta. [fusion_builder_container hundred_percent=”yes” overflow=”visible”][fusion_builder_row][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”][EWY]

Sumber : Universitas Muhammadiyah Semarang

[/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]

Unimus Collaboration Dengan ASEAN Plus Three

International Relationship Office (IRO) Universitas Muhammadiyah Semarang mengembangkan jaringannya pada Juni-Juli 2015  menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi maju di luar negeri, dalam hal ini adalah menjalin kerjasama dalam bentuk Memorandum of Understanding (MOU) dengan Hanbat National University, Jeonju University Korea, dan Catholic University of Daegu Korea Selatan.

Tujuan  dalam hal ini adalah peningkatan kerjasama  antara Unimus dengan ASEAN Plus Three dan, Selain dari pada itu pada bidang akademik yakni dalam nota MoU disepakati beberapa program aktifitas antara dua institusi yang meliputi (1) Development of joint courses and education programs (2) Exchange of credits (3) research collaborations (4) Dual Degree Program Bentuk kerjasama lain yang memungkinkan untuk dapat dikolaborasikan adalah kegiatan seminar dan workshop. Disamping itu memungkinakan untuk dapat melakukan kerjasama bidang pertukaran budaya serta, penggunaan peralatan, fasilitas dan sumber daya dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan. Kerjasama dan kolaborasi Unimus yang diwakili oleh Direktur  International Relationship Office (IRO) Muhammad Yusuf.PhD.  dan  Mr. Hwang Seon-Pyo.PhD dari Hanbat National University, dan Mr. Lee, Hyuk-Joo.PhD  dari Jeonju University Korea  dan Prof.Chong Hoon Nam dari Catholic University of Daegu. Dengan adanya kerjasama ini semakin mempererat hubungan bilateral dan pengembangan pendidikan dan kebudayaan serta teknologi.

Sumber : Universitas Muhammadiyah Semarang

Universitas Muhammadiyah Semarang Bangun “Unimus Medical Centre”

Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) segera memiliki fasilitas kesehatan Unimus Medical Centre (UMC) untuk melayani kesehatan masyarakat umum di Kota Semarang dan sekitarnya.

Rektor Unimus Prof Dr H Djamaludin Darwis MA, Pengurus Badan Pembina Harian (BPH) Unimus Widadi SH, Wakil Ketua PW Muhammadiyah Jateng Drs Rosihan SH dan sejumlah tokoh organisasi Muhammadiyah lainnya melakukan peletakan batu pertama UMC di bagian depan kampus terpadu Unimus Jalan Kedungmundu.

Bangunan UMC direncanakan dua lantai dilengkapi dengan sejumlah fasilitas utama kesehatan dan fasilitas pendukung seperti perbankan.“Kita rencanakan November tahun ini akan selesai dan bisa memberi layanan  kesehatan bagi masyarakat sekitar kampus dan masyarakat umum. Ini rencana besar yang harus didukung bersama. Kita rencana juga akan membangun rumah sakit umum dan rumah sakit gigi” ujar Rektor.

Pengurus BPH Muhammadiyah Widadi SH menambahkan pembangunan UMC merupakan bagian penting dari rencana Unimus. Sehingga nantinya siapapun rektor Unimus yang baru, harus siap berjuang memajukan beberapa pembangunan di Unimus. Karenanya saat ini Unimus  berkembang dan dikenal banyak masyarakat.

Hadir pula pada acara peletakan batu pertama tersebut Dirut Umum RS Roemani Sholeh Yamin, Ketua Pemuda Muhammadiyah Kota Semarang Jumai dan unsure pimpinan Unimus. (Sgi)

Sumber : krjogja

METODE PEMBELAJARAN KLINIK INOVATIF KEPERAWATAN: OUTCOME PRESENT TEST (OPT)-PEER LEARNING

Semarang (11-12 Juni 2015) yang lalu, Program Studi Profesi Ners Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan (FIKKES) Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) melakukan pelatihan Pembimbingan Klinik Metode Outcome Present Test (OPT) – Peer Learning selama dua hari. Pelatihan ini melibatkan seluruh mahasiswa program profesi Ners dan pembimbing, baik pembimbing akademik maupun klinik dari beberapa Rumah Sakit Negeri dan Swasta di Jawa Tengah. Tujuan dari kegiatan tersebut adalah sebagai upaya program studi untuk meningkatkan capaian kompetensi peserta didik melalui metode pembelajaran baru yang inovatif dan menurunkan syock condition praktikan di lahan praktik. Dengan semangat Unimus sebagai perintis Nursing Research Center, metode pembimbingan klinik OPT-peer learning ini merupakan penerapan hasil riset yang telah dilakukan oleh dosen Unimus, Edy Wuryanto, SKp., M.Kep.

Salah satu model pembelajaran penalaran klinik yang digunakan untuk meningkatkan ketrampilan penalaran klinik pada pendidikan keperawatan adalah Model Outcome-Present Test (OPT). Model OPT adalah model proses keperawatan yang dirancang untuk mengembangkan ketrampilan penalaran klinik peserta didik dan fokus model tersebut adalah hasil (outcomes) dengan cara berpikir balik (backward) untuk mengubah klien dari status kesehatannya saat ini (present state), ke keadaan yang diinginkan (outcome). Dengan kata lain model yang sangat simple terdiri hanya 1 (satu ) lembar ini membuat pembelajaran untuk meningkatkan ketrampilan penalaran klinik lebih mudah dan mengurangi unsur copy paste dalam pendokumentasian. Sedangkan peer learning merupakan strategi yang efektif untuk mengatasi masalah tersebut. Dimana mahasiswa akan dibagi beberapa kelompok yang terdiri dari 2-3 mahasiswa. Peer learning tidak berarti menghilangkan peran pembimbing klinik. Sebaliknya, peran pembimbing klinik sangat penting dalam memberikan umpan balik untuk memperbaiki kinerja peserta didik. Metode peer learning sangat bermanfaat dalam pembelajaran karena peserta didik mampu menghargai berpikir sendiri, bekerja dalam sebuah tim dan mampu memecahkan masalah.

Pendidikan klinik keperawatan sangat berperan dalam meningkatkan keterampilan penalaran klinis mahasiswa. Peserta didik membutuhkan pengalaman belajar dalam meningkatkan kemampuan penalaran klinis yang efektif agar mampu mengumpulkan data, memecahkan masalah, membuat keputusan, dan memberikan layanan berkualitas. Meskipun demikian, pembelajaran keterampilan penalaran klinis menjadi tantangan tersendiri bagi pengajar karena terbatasnya metode pembelajaran penalaran klinis yang tersedia.

Output yang diharapkan program profesi Ners yaitu perawat mampu mengambil keputusan secara efektif, cepat dan tepat dalam merawat pasien. Sehingga hal tersebut dapat melatih kemampuan berfikir kritis mahasiswa ketika menghadapi kasus yang dialami oleh pasien kelolaannya selama praktik klinik. Penalaran klinis adalah komponen penting dalam praktik keperawatan. Dalam menghadapi kebutuhan sistem pelayanan yang kompleks dan dinamis, praktik keperawatan membutuhkan perawat yang mampu berpikir dan mengambil keputusan secara efektif. Perawat seharusnya memiliki pengetahuan keperawatan dan medik, mampu menganalisis data klinis dan data lain dari berbagai sumber, menyusun intervensi dan mengevaluasi kondisi pasien, untuk keselamatan pasien. Dengan kata lain, perawat harus memiliki keterampilan penalaran klinik yang efektif agar mampu beradaptasi terhadap perubahan lingkungan kerja yang serba cepat dan penuh tantangan. Lingkungan pelayananan keperawatan kritis membutuhkan kemampuan penalaran klinis yang tinggi dari perawat. Perawat ICU melakukan sedikitnya 50 penalaran klinis penting selama 8 jam shif; melakukan penilaian dan keputusan klinis setiap 30 detik. Tetapi seringkali perawat ICU mengalami kesulitan mengambil keputusan klinis. Setengah dari tanda klinis yang dicatat dalam 24 jam, tidak dilakukan tindakan. Perubahan-perubahan kondisi pasien kritis seperti denyut nadi, kecepatan pernafasan dan oksigenasi sering tidak ditindak lanjuti, karena perawat kurang terampil dalam melakukan penalaran klinis.

Selain kemampuan berfikir kritis beberapa kendala lain sering ditemui mahasiswa ketika sedang menghadapi praktik klinik sehingga diharapkan dengan metode OPT-peer learning ini dapat mengatasi kendala tersebut. Sekretaris Program Studi Profesi Ners (Ernawati, SKp., M.Kes.) menyebutkan beberapa permasalahan yang dihadapi oleh mahasiswa adalah kurangnya motivasi belajar dan tingginya stress dalam menjalani program profesi Ners, sehingga metode pembimbingan OPT-peer learning ini diharapkan mampu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh peserta program profesi Ners maupun pengelola program studi selama ini. (ners&humas-jipc).

Sumber : Universitas Muhammadiyah Semarang

Nursing Unimus 2015| “On Building Your Confidence: Foreign Language (Arabic-English) and Character Aspect”

Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Mengadakan program Behavior Achievment untuk Perawat, dengan tema “On Building Your Confidence: Foreign Language and Character Aspect”. Sebagai pembicara adalah Praktisi HRD (Behavior Therapist), Bpk Drs. HM. Bambang Nugroho.MM. Beliau adalah pakar psikoterapi yang telah diakui oleh negara-negara Asean . Malaysia, Singapore, Thailand, Hongkong, Macao bahkan China, serta pada pemerintahan dan lembaga pendidikan, dan perusahaan nasional maupun international.

Tema tersebut merupakan pembangunan mental dan kepribadian sebagai seorang pemenang artinya bahwa kepercayaan diri dan mindset merupakan sistem saraf otak yang akan memberikan dan melakukan perubahan sikap.  Kegiatan tersebut sebagai bagian dari pembangunan kepercayaan diri bagi profesi perawat dimana tantangan dalam profesi kesehatan terus meningkat khususnya dalam kemampuan berbahasa asing yakni bahasa Arab dan English. Dengan kegiatan ini para mahasiswa Ilmu Keperawatan UniversitasMuhammadiyah sangat antusias, hal ini dengan di ikuti oleh 200 mahasiswa dan di hadiri Civitas Akademik serta moderator oleh Mamdukh Budiman.S.S.MSi.

Pengembangan Soft Skill adalah sebuah istilah dalam sosiologi tentang EQ (Emotional Intelligence Quotient) seseorang, yang dapat dikatagorikan /klusterkan menjadi kehidupan sosial, komunikasi, bertutur bahasa, kebiasan, keramahan, mindset, dan optimasi. Dengan redaksional adalah merupakan tingkah laku personal dan interpersonal yang dapat mengembangkan dan memaksimalkan kinerja manusia (melalui pelatihan, pengembangan kerja sama tim, inisiatif, pengambilan keputusan lainnya. Keterampilan lunak ini merupakan kesiapan peserta didik (Calon Perawat Unimus)  sebagai bagian dalam menghadapai persaingan global selain kemampuan yang handal dalam bidang ilmu keperawatan dan kemampuan soft skill. Dari acara program pengembangan soft skill ini  menambah rasa percaya diri, siap untuk berkompetisi, mampu dan menerapkan nilai-nilai soft skill menjadi pribadi yang dinamis, aktif, kreatif dan mandiri. Khususnya kemampuan berbahasa asing (Arab dan English) Reportase : Mamdukh Budiman

Sumber : UNIMUS

“Sarasehan Bahasa & Sastra Jawa” Kerjasama Balai Bahasa Jawa Tengah Dengan FBBA UNIMUS

Senin (18/05/2015) Balai Bahasa Jawa Tengah bekerjasama dengan Fakultas Bahasa dan Budaya Asing (FBBA) menyelenggarakan kegiatan “Sarasehan Bahasa dan Sastra Jawa” yang bertempat di Gedung NRC Unimus. Kegiatan sarasehan ini merupakan agenda rutin bulanan yang dilaksanakan oleh Balai Bahasa Jawa Tengah semenjak tahun 2014 dengan bekerjasama dengan institusi pendidikan se-Jawa Tengah.

Sarasehan ini dihadiri oleh Dinas Pendidikan Kabupaten dan Kota Semarang, komunitas bahasa Jawa se-Jawa Tengah, guru bahasa Indonesia dan bahasa Jawa SMP – SMA se-Kota Semarang, dosen dan mahasiswa Perguruan Tinggi se-Kota Semarang, serta dosen dan mahasiswa FBBA Unimus. Menurut Ketua Panitia (Diana Hardianti, M.Hum.) kegiatan sarasehan ini selain bertujuan untuk “nguri-uri” bahasa dan kebudayaan Jawa juga untuk menjaga silaturahim antara komunitas bahasa Jawa se-Jawa Tengah dengan mengadakan kegiatan-kegiatan yang bersifat rutin. Selain itu kegiatan ini juga diharapkan mampu mempertahankan kelestarian penggunaan bahasa Jawa sebagai bahasa ibu di daerah Jawa Tengah yang sudah mulai menunjukkan penurunan, seperti yang disampaikan oleh Sutarsih, M.Pd. (Balai Bahasa Jawa Tengah).

Menghadirkan dua orang narasumber yaitu Prof. Sahid Teguh Widodo, Ph.D. (Fakultas Ilmu Budaya UNS) dan Dr. Hardiwinoto, SE., M.Si. (Dekan FE Unimus) dengan moderator Dr. Sayono, SKM., M.Kes. diskusi sarasehan membahas mengenai penerimaan masyarakat Jawa terhadap budaya asing. Masyarakat Jawa sudah menunjukkan penerimaan terhadap budaya asing semenjak dahulu yang tergambar dalam penggunaan nama-nama Raja (seperti: Mangkubumi, Hamengkubuwono) dan simbol-simbol kerajaan berupa matahari dan bulan, yang menggambarkan sifat universal. Pada era globalisasi sekarang ini bahasa dan budaya Jawa mulai menghadapi “cybernatic virtual” yang selain menguntungkan juga dapat membawa kerugian. Oleh karena itu budaya Jawa memerlukan transformasi sesuai dengan kebutuhan jaman agar dapat terjaga kelestariannya. Kelestarian budaya Jawa dapat dipertahankan dengan menjaga keutuhan bahasa Jawa dalam penggunaannya yang dapat dimulai dari keluarga, masyarakat dan sistem sosial karena kerusakan bahasa akan menjadi pemicu terjadinya kerusakan budaya dan bangsa. Guna mencegah hal tersebut, Gubernur Jawa Tengah sudah menggalakkan penggunaan bahasa Jawa setiap hari Kamis di kantor – kantor pemerintahan.

Dengan menggunakan bahasa Jawa sebagai bahasa pengantar selama sarasehan berlangsung, ditampilkan pula suguhan tari dan tembang Jawa yang dipersembahkan oleh dosen dan mahasiswa FBBA Unimus yang menambah antusias para peserta. Mengangkat budaya dan tradisi daerah khususnya budaya Jawa merupakan hal yang patut diapresiasi karena hal tersebut merupakan upaya untuk menjaga keutuhan dan kelestarian budaya bangsa. (humas&jipc).

Sumber : UNIMUS

Pengabdian Kepada Masyarakat Singorojo Kendal oleh Ormawa Unimus

Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) menyelenggarakan kegiatan pengabdianmasyarakat (Pengabmas) di Dusun Kaligedang Singorojo Kendal. Organisasi mahasiswa yang terlibat diantaranya Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) dan melibatkan sejumlah mahasiswa Unimus lainnya.

[fusion_builder_container hundred_percent=”yes” overflow=”visible”][fusion_builder_row][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Pemeriksaan Kesehatan
Pemeriksaan Kesehatan

Pengabdian masyarakat dilaksanakan selama 3 hari berturut-turut, mulai hari Jum’at sampai Minggu. Agenda pertama adalah silaturrahim dan perkenalan dengan perangkat desa untuk mengkoordinasikan kegiatan yang akan dilaksanakan selanjutnya. Hari kedua kegiatan dimulai dengan melaksanakan opening ceremonial yang dihadiri oleh perangkat Desa Kalirejo, tim penyelenggara dari UNIMUS dan diikuti oleh masyarakat setempat dan dilanjutkan dengan memberikan penyuluhan cara mencuci tangan dan sikat gigi yang baik kepada anak-anak SDN 1 Kalirejo. Anak-anak SD terlihat sangat antusias ketika mengikuti serangkaian acara yang diselenggarakan panitia mulai dari penyuluhan sikat gigi dan mencuci tangan, semua tampak ceria mengikuti instruksi dari mahasiswa. Hal ini juga nampak ketika mahasiswa mengajar di kelas, para siswa aktif dan berpartisipasi dalam kegiatan belajar mengajar yang dipimpin mahasiswa. “Rangkaian kegiatan pengabmas ini merupakan salah satu bentuk aplikasi Tridharma perguruan tinggi yang dilaksanakan oleh mahasiswa”, hal tersebut disampaikan oleh Wakil Rektor III (Dr. Djoko Setyo, SE., SH., MM.,MH.).

Kegiatan lainnya yang dilaksanakan bagi warga adalah demonstrasi memasak yang melibatkan ibu-ibu PKK setempat. Kegiatan tersebut meliputi tutorial membuat roti dan puding dengan memanfaatkan bahan baku yang tersedia di sekitar Dusun Kaligedang Desa Kalirejo. Menurut salah satu Ibu PKK, kegiatan seperti ini harus sering diadakan sebagai ajang pelatihan dan referensi kegiatan ibu-ibu PKK. Selain kelompok ibu, kegiatan juga melibatkan kelompok bapak yaitu penyuluhan bagi kelompok tani Kaligedang dengan pemateri Bapak Zulkifli, S.Pt. (Staff ahli DPRD kota Semarang). Penyuluhan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan baru bagi kelompok tani mengenai ilmu bertani dan bercocok tanam. Peserta nampak antusias meskipun mengalami sedikit kendala bahasa tapi dapat diantisipasi oleh mahasiswa yang bertindak sebagai fasilitator.

[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Penyerahan Sumbangan Unimus oleh WR III (Dr. Djoko Setyo, SE., SH., MM.,MH.)
Penyerahan Sumbangan Unimus oleh WR III (Dr. Djoko Setyo, SE., SH., MM.,MH.)

Kegiatan hari ketiga sebagai puncak acara, diawali dengan kegiatan senam pagi yang diikuti warga setempat kemudian dilanjut dengan pembagian sembako dan pemeriksaan kesehatan gratis. Pemeriksaan kesehatan meliputi pemeriksaan kolestrol darah, kadar asam urat dalam darah, tekanan darah, dan konsultasi gizi. Seluruh warga antusias mengikuti serangkaian kegiatan yang diselenggarakan oleh Ormawa Unimus. Tercatat lebih dari 100 warga yang hadir untuk memeriksakan kesehatan mereka, tutur Guntur, penanggungjawab stand pemeriksaan kesehatan. Hasil pemeriksaan diperoleh bahwa mayoritas warga memiliki kadar kolesterol dan asam urat yang tinggi sehingga hal tersebut disampaikan kepada Puskesmas dan Dinas Kesehatan setempat sebagai rekomendasi penanganan lebih lanjut. Kegiatan pemeriksaan kesehatan dilanjutkan dengan penutupan.

Harapan dari kegiatan pengabdian masyarakat oleh mahasiswa Unimus adalah agar mahasiswa lebih kritis dan aware terhadap kebutuhan masyarakat yang tinggal jauh dari perkotaan. Selain itu kegiatan ini juga sekaligus menjadi ajang promosi kepada masyarakat tentang keberadaan Unimus dengan melibatkan diri kedalam kegiatan masyarakat. (ukm-komunikasi&humas-jipc).

Sumber : UNIMUS

[/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]

SEMINAR ANALIS KESEHATAN “Pekan Teknologi Laboratorium Medik (TLM): “Kita Ada Untuk Indonesia Sehat”

Program Studi Analis Kesehatan Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan mengadakan acara SEMINAR Pekan TekLabMed (Teknologi Laboratorium Medik) yang bertempat di Merapi Hall Hotel Grasia Semarang, dengan Tema “Meningkatkan peran Ahli Teknologi Laboratorium Medik dalam mendukung program Indonesia Sehat” (Tagline: kita ada untuk Indonesia sehat).

Seminar TLM ini diadakan dengan tujuan memberikan pemahaman kepada mahasiswa program studi analis kesehatan maupun mahasiswa tenaga kesehatan lainnya bahwa nama “Analis Kesehatan” kini sudah berganti menjadi” Teknologi Laboratorium Medik”. Tujuan berikutnya yaitu melahirkan sebuah komitmen di antara mahasiswa berbagai disiplin ilmu kesehatan untuk saling bekerja sama di masa depan dalam usaha-usaha mengembangkan pendidikan ilmu kesehatan dan kolaborasi antar disiplin ilmu kesehatan. Acara seminar ini diikuti oleh mahasiswa Program Studi Analis Kesehatan Universitas Muhammadiyah Semarang dan Universitas/kampus lain juga peserta umum dari instansi luar dengan jumlah peserta ±500 orang. Peserta yang mengikuti acara dari awal sampai akhir mendapat sertifikat ber-SKP dari DPW Patelki Wilayah Jateng.

[fusion_builder_container hundred_percent=”yes” overflow=”visible”][fusion_builder_row][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Penyelenggara Seminar Analis Kesehatan Unimus 2015
Penyelenggara Seminar Analis Kesehatan Unimus 2015

Acara seminar TLM selain dihadiri oleh Bapak WR III (Bapak Dr. H. Djoko Setyo Hartono, SE., MM., SH., M.Kn) dan dosen-dosen Prodi Analis Kesehatan Universitas Muhammadiyah Semarang, juga dihadiri oleh PATELKI (Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Indonesia) dan IMATELKI (Ikatan Mahasiswa Ahli Teknologi Laboratorium Indonesia). Pembicara atau Narasumber pada acara seminar TLM ini adalah Dr. Miswar Fattah, M.Si dari Prodia Jakarta menyampaikan dua materi tentang Peluang Karir TLM Masa Depan dan Past, Present, and Future of Molecular Diagnostic. Pembicara yang kedua dari Universitas Muhammadiyah Semarang yaitu Dr. Sri Darmawati, M.Si yang memberikan materi tentang Diagnosa Penyakit Berbasis Molekuler.

Harapan dengan diadakannya Seminar TLM ini adalah para mahasiswa analis kesehatan tidak memiliki stigmanegatif dengan mereka menjadi mahasiswa program studi analis kesehatan, tetapi harus memiliki kebanggaan karena sekarang ini tenaga analis kesehatan dapat menjadi ahli teknologi laboratorium medik dan berkiprah di dunia kerja baik di instansi rumah sakit maupun perusahaan-perusahaan yang membutuhkan tenaga laboratorium medik. Harapan lain dari terselenggaranya acara ini yaitu agar ahli teknologi laboratorium medik lebih menunjukkan eksistensinya dalam dunia kerja sebagai ahli laborat. ukm-komunikasi&humas-jipc).

Sumber : UNIMUS.AC.ID

[/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]