STKIP Muh Kuningan Gandeng Desa Jalaksana Kembangkan Desa Digital

STKIP Muhammadiyah Kuningan kembali melakukan MoU, penandatanganan nota kesepahaman kali ini dilakukan dengan Kepala Desa Jalaksana, di Ruang Pertemuan Terbatas Lantai 2 Kantor Desa Jalaksana, Jum’at (15/1).

Juhana, MPd selaku tuan rumah Desa Jalaksana menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang dilakukan. Ia mengungkapkan kerja sama ini bukan kali pertama dilaksanakan. “Dari awal STKIP berdiri sudah banyak berkonstribusi bagi kemajuan desa Jalaksana, khusus dalam bidang pelatihan dan pembinaan olahraga dan bentuk pengabdian lainnya yang dilakukan oleh dosen maupun mahasiswa,” paparnya.

Juhana berharap, dengan kehadiran STKIP bisa banyak berkonstribusi khusus dalam bidang IT. “Hal ini dikarenakan desa kami sedang berikhtiar agar menjadi desa yang maju, mandiri dan berbasis digital,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Nanan mengungkapkan akan terus menjalin kerja sama dengan berbagai pihak baik dalam lingkup pendidikan, teknologi dan kewirausahaan. “Adapun turunan dari ruang lingkup itu akan kita sepakati segmen apa saja yang akan dijadikan wilayah action atau memorandum of action (MoA) antara STKIP dan Pemerintaha desa Jalaksana,” terang Nanan lagi.

Bahkan Ketua STKIP ini juga mengenalkan beberapa unit bisnis yang dikembangkan dikampusnya. Salah satunya unit bisnis yang baru saja berdiri yaitu Muhammadiyah Sport Industry. Bisnis olahraga ini akan bergerak dari mulai pembibitan atlet olahraga, sampai dengan fasilitas seragam olahraga dan berbagai atribut lainnya.

Dukung Dakwah Kampus, STIKIP Muh Kuningan Adakan Pelantikan ISC

Lembaga Dakwah Kampus Islamic Study Club (LDK-ISC) STKIP Muhammadiyah Kuningan menggelar kegiatan Pelantikan Pengurus di Masjid Jami’ Nuroh Binti Sholih Al-Mudafi’i STKIP, Selasa (10/11).

Sebanyak 47 pengurus dan 63 anggota muda secara resmi dilantik oleh Dr Casnan, MSi selaku Wakil Ketua Bidang Akademik, disaksikan oleh Pembina dan Wakil Pembina serta perwakilan Anggota Kehormatan beberapa tamu undangan lainnya. Bertemakan “Membentuk keperibadian muslim yang berkualitas, akademis dan menjungjung tinggi nilai ukhwah islamiyah” seremoni ini juga diisi dengan rangkaian kegiatan Pre Test Baca Al Quran untuk pengurus dan anggota muda, serta dilanjutkan Rapat Kerja (Raker).

Dr. Casnan dalam sambutannya menyampaikan menjadi seorang pendakwah sebaiknya tidak kaku dan harus bisa beradaptasi dengan perubahan yang ada. “Salah satunya yaitu berdakwah melalui sosmed menjadi alat yang cukup simple dan praktis,” paparnya.

Pembina ISC Asep Usamah, M.Pd.I menambahkan 3 hal yang harus disiapkn oleh pengurus ISC, yakni hikmah, perkataan yg baik, memberikan solusi cerdas dan berjiwa humanis. Dari lokasi yang sama, Ikhsan Ganda Saputra selaku ketua terpilih ISC mengungkapkan dalam berdakwah akan ada hambatan dan ujian yang akan dilakui ke depannya. “Untuk itu mari kita bersama-sama dalam menjalankan amanah dan tentunya kita harus istiqomah serta menjadikan ISC sebagai wadah silaturahmi dan menggali ilmu bersama,” ungkapnya.

STKIP Muh Kuningan Siap Luncurkan Bimbel Matematika-Mu

Program Studi Pendidikan Matematika (PMTK) STKIP Muhammadiyah Kuningan menggelar workshop penyususnan modul bimbel di kampus setempat, Minggu (29/10). Kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah PMTK dalam persiapan pendirian lembaga bimbingan belajar (bimbel), dan pertama di kabupaten Kuningan yang dinaungi oleh perguruan tinggi.

Nanan Abdul Manan MPd, selaku ketua STKIP Muhammadiyah Kuningan berharap kegiatan ini tidak hanya mendirikan lembaga bimbel semata namun harus mempunyai ciri khas yang berbeda dengan lembaga bimbel yang lain. “SDM nya juga harus disiapkn oleh Prodi PMTK, sehingga tercipta SDM yang unggul dalam pndidikan, dan lembaga bimbel juga merupkan salah satu upaya kita dalam penguatan program kewirausahaan”, Ujarnya.

Diadakan selama 4 hari, kegiatan ini direncanakan akan mengasilkan grup bimbel dengan nama Bimbel Matematika-Mu. Turut hadir selaku narasumber Topic Offirstson, MSi MPd selaku praktisi pendidikan dan sudah berpengalaman mengelola lembaga Bimbel, dirinya juga saat ini menjabat sebagai Ketua PGM Kab. Kuningan.

Ketua Prodi PMTK Evan Farhan Wahyu Puadi optimis dengan tim yang ada untuk mewujudkan PMTK yang unggul serta memiliki lulusan yang berkualitas, mandiri dan berkarakter. “Workshop ini juga bertujuan untuk menjaring calon instruktur Bimbel yang berkualitas, dan menghasilkan modul yang akan digunakan sebagai bahan ajar matematika setiap jenjang di lembaga bimbel Matematika-Mu,” ujarnya.

Mahasiswa KKN STKIP Muh Kuningan Luncurkan TBM

Sabtu (12/9), Mahasiswa KKN STKIP Muh Kuningan meluncurkan Taman Baca Masyarakat (TBM) di Desa Padarek. Taman bacaan ini didirikan di salah satu rumah warga, yaitu Nuraeni. Selain itu, mahasiswa KKN juga menyerahkan beberapa tong sampah di beberapa tempat/blok di Desa Padarek.

Nuraeni, pemilik rumah sekaligus Kepala Sekolah RS Miftahul Hidayah, mengakui meskipun anak zaman sekarang masih bermain dengan temannya tetapi mereka selalu asyik dengan gawai dan permainan sendiri. “Hingga mereka lupa bermain dengan banyak teman yang dijamin lebih asyik,” tambah Nuraeni.

Hal itu lah yang melatari tim KKN untuk berinisiatif mendirikan TBM. Tim KKN berupaya memberikan tempat untuk berbagi ilmu bagi remaja di Desa Padarek. “Semoga dengan adanya taman baca ini dapat memberikan perubahan yang cukup baik. Adanya tong sampah ini juga menambahkan kesadaran masyarakat untuk selalu menjaga ligkungannya,” ujar Aan Darwati mahasiswa Prodi PMTK.

Mahasiswa KKN STKIP Muh Kuningan Adakan Penghijauan

Mahasiswa KKN STKIP Muhammadiyah Kuningan adakan kegiatan Penanaman Pohon di Belakang Balai Desa Pamupukan, Sabtu (12/09). Bertujuan sebagai ajang edukasi terkait pentingnya menjaga kawasan pegunungan agar tetap hijau dan tidak gundul kegiatan ini juga melibatkan Kepala desa, Ketua RT/RW dan mahasiswa KKN.

Jenis bibit tanaman yang ditanam, meliputi buah Markisa, Kelapa, Duren, Mangga, Pepaya, Nangka dan Jahe. Dipilihnya bibit pohon buah bertujuan agar pohonnya tidak ditebang karena masyarakat bisa memanfaatkan hasil buahnya untuk menambah penghasilan warga.

Kepala Desa dan Masyarakat memberikan apresiasi terhadap kegiatan yang dilakukan oleh Mahasiswa KKN Pendidikan dari rumah STKIP Muhammadiyah Kuningan. Kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian terhadap pihak-pihak terkait untuk melestasikan dan menjaga kondisi hutan.

KKN STKIP Muh Kuningan Gelar Pelatihan Budidaya Sayuran Hidroponik

Mahasiswa KKN STKIP Muh Kuningan menggelar pelatihan budidaya sayuran hidroponik di Desa Sakerta Timur Kecamatan Darma Kabupaten Kuningan. Pelatihan ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui pengembangan usaha tani serta pengolahan hasil tanaman pangan dan hortikultura.

Euis Sugihartini, salah satu mahasiswi KKN, memaparkan dengan mayoritas peserta merupakan penggerak PKK, diharapakan ilmu yang didapat dibagikan ke masyarakat sekitar. Lebih lanjut Euis menjelaskan bahwa teknologi budidaya hidroponik ini memanfaatkan halaman yang sempit. “Sehingga nantinya ibu-ibu PKK bisa memanfaatkan halaman rumah sebagai sumber pangan. Minimal lingkup keluarga tanpa peptisida, dengan tenaman hidroponik baik itu sayur-sayuran, tanaman buah, tanaman obat, hingga tanaman hias menggunakan bahan media yang mudah didapat,” ujar Euis.

Sementara itu Dosen Pembimbing Lapangan, Budi, M.Pd, turut hadir dalam kegiatan pelatihan tersebut. “Insyaallah STKIP Muhammadiyah Kuningan akan selalu ada untuk berkolaborasi dengan masyarakat Sakerta Timur dalam rangka budidaya sayuran secara hidroponik skala rumah tangga,” tutup Budi, M.Pd.

Prodi PG-PAUD STKIP Muh Kuningan Gelar Seminar Ilmiah Daring

Selasa (2/6), Prodi PG-PAUD STKIP Muh Kuningan menyelenggarakan seminar ilmiah via daring. Sebanyak 96 peserta dari kalangan guru, mahasiswa, dosen, dan asesor PAUD antusias mengikuti kegiatan yang dipandu oleh Chitra Charisma Islami, M.Pd, dosen Prodi PG-Paud STKIP Muh Kuningan.

Seminar nasional ini menghadirkan dua pembicara. Pembicara pertama ialah Dr. Iffan Ahmad Gufron, M.Phil (Dosen Pascasarjana IAI Bunga Bangsa Cirebon dan Asesor BAN PAUD PNF Nasional) dengan membawakan materi tentang “Pendidikan Anak Usia Dini dalam Konteks Budaya dan Agama”. Sementara pembicara kedua, Dr. Muhammad Fadlillah, S.Pd.I., M.Pd.I (Dosen PG-PAUD UM Ponorogo dan Asesor BAN PAUD PNF Provinsi Jawa Timur), memaparkan tentang “Pola Parenting untuk Mengembangkan Kecerdasan Majemuk Anak Usia Dini”.

Apresiasi disampaikan oleh Ketua STKIP Muh Kuningan, Nanan Abdul Manan, M.Pd, ketika membuka seminar ini. Menurutnya topik ini menjadi momentum bagi para pendidik untuk lebih serius memahami tumbuh kembangnya AUD dari aspek kecerdasan majemuk serta pendekatan kebudayaan dan agama. “Proses pengembangan kecerdasan AUD adalah pondasi dalam membangun karakter generasi bangsa agar tetap memiliki sikap, karakter, serta nilai-nilai religius yaitu dengan memusatkan konsentrasi dan melakukan berbagai treatment kepada AUD,” ujar Nanan.

STKIP Muh Kuningan Siap Laksanakan UTS Online

STKIP Muh Kuningan siap melaksanakan Ujian Tengah Semester (UTS) online pada 6-11 April 2020. Keputusan ini diberlakukan mengingat penanganan Covid-19 di Jawa Barat sudah memasuki status siaga 1. Dalam pelaksanaannya, kampus memfasilitasi tes Computer Based Test (CBT) melalui akses https://platformkuliah.upmk.ac.id. Mahasiswa lalu dapat login menggunakan akun SIAMik mengggunakan PC, laptop, ataupun smartphone.

Dijelaskan oleh Ketua STKIP Muh Kuningan, Nanan Abdul Manan, M.Pd, kampus sudah mengantisipasi hal ini sejak diterbitkannya Maklumat Ketua STKIP Muhammadiyah Kuningan. “Sehingga materi UTS pun sudah disipakan oleh para dosen dan dikirim ke website STKIP Muh Kuningan semenjak dua pekan lalu,” ujar Nanan. Diungkapkan oleh Nana Sutarna, M.Pd, selaku Kepala Bagian Akademik, UTS dan perkuliahan online bukanlah hal yang baru bagi STKIP Muh Kuningan. “Karena sudah sering digunakan dalam kuliah yang menggunakan e-learning untuk pengumpulan tugas, yang berbeda adalah skalanya yang lebih besar,” jelas Nana.

Sementara itu Sofhian Fazrin Nasrullah, M.Eng, selaku Kepala Sumber Daya Informasi (SDI) menyampaikan terdapat dua bentuk soal yang diberikan oleh dosen, yaitu pilihan ganda atau esai. Jika pilihan ganda maka jawaban diisi langsung di CBT, sedangkan jika esai maka jawaban diisi di dokumen Ms. Word lalu dikirim ke CBT. Sofhian juga menambahkan bahwa sistem UTS ini dikerjakan secara Asynchronous, yang berarti tidak terjadwal per mata kuliah. Mahasiswa dapat menjawab soal-soal tersebut selama rentang 6-11 April 2020.

STKIP Muh Kuningan Lakukan Sosialisasi Parenting di Desa Cipancur

Saat ini, orang tua perlu berkolaborasi dengan sekolah dalam memberikan pendidikan terbaik sejak dini. Hal ini sebagai ikhtiar orang tua agar kedepannya pendidikan anak tidak salah kaprah. Pesan Erik MPd selaku Ketua Prodi PAUD STKIP Muh Kuningan saat memberikan sambutan pada Sosialisasi ilmu parenting di Desa Cipanj\cur, Senin (24/02).

Kegiatan ini merupakan lanjutan dari MoU yang telah ditandatangani oleh Prodi PG-PAUD STKIP Muh Kuningan dengan Desa Cipancur dalam mengedukasi orang tua terhadap pentingnya seribu hari pertama sebagai Golden Age anak. “Prodi PAUD akan terus fokus kepada pendidikan anak, kami siap untuk Cipancur manakala kami dibutuhkan”, pungkas Erik.

Turut hadir sebagai narasumber yaitu Erna Juherna selaku dosen STKIP Muh Kuningan dengan membawa materi pentingnya pembentukan karakter anak usia dini dalam Islam sesuai dengan tahapan perkembangannya. Pada sesi berikutnya, materi akan diisi oleh Eva Gustian dengan pembahasan mengajak orang tua dan siswa untuk diet gadget, sebagai solusi mengatasi kecanduan anak terhadap gadget di era 4.0.

STKIP Muh Kuningan Dukung AIK dengan Pengajian Rutin

Mengacu pada Q.S Al-Ahzab ayat 21 menyebutkan bahwa umat Islam senantiasa meniti jejak Nabi Muhammad SAW sebagai suri tauladan. Dalam melakukan perubahan, dapat dimulai dari diri sendiri lalu diperluas dan didakwahkan kepada orang lain. Begitu papar Ustadz Dadan Rohmatun Lc selau Sekretaris Majelis Tarjih PDM Kab Kuningan pada pengajian rutin STKIP Muh Kuningan di Masjid Jami’ Nurih Binti Sholih Al Mudafi’i, Kamis (20/02).

Dimulai dari diri sendiri ini bermaksud agar sebelum menyuruh orang lain dalam berbuat baik, misalnya berupa shalat, membaca Al-Quran dan sedekah hendaknya dimulai dari diri sendiri. Bertemakan Al-Qudwah yang berarti keteladanan, Ustadz Dadan melanjutkan perlunya seorang individu untuk memilah tuntunan dan tontonan yang membutuhkan kearifan tinggi. “Kemajuan teknologi selain berdampak positif bagi perkembangan ilmu dan teknologi, juga disinyalir banyak berdampak negatifnya, terutama bagi generasi muda,” paparnya.

Sependapat dengan hal tersebut Nanan Abdul Manan selaku Ketua STKIP Muh Kuningan menyampaikan pentingnya memulai hal baik dari diri sendiri. Mengacu pada Mahatma Gandhi yang berpendapat If you want to change the world, start with yourself. “Semoga kita menjadi qudwah dalam membesarkan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM),” Ujarnya.

Sementara itu Asep Usamah, M.Pd.I selaku Ketua Lembaga AIK akan terus berupaya untuk mengoptimalkan pengajian rutin di STKIP, “semula pengajian dilaksanakan satu bulan sekali, untuk tahun ini kita agendakan seminggu sekali,”tutup Asep.