“Ruang Ekspresi” Kembangkan Aplikasi

Farid Suryanto menginisiasikan inovasi Ruang Ekespresi sebagai wadah ide dan kreativitas mahasiswa dibidang perangkat lunak. Ide yang ia temukan pada 2019 lalu ini bertujuan untuk mengajak mahasiswa dalam melakukan banyak analisis dan membuat aplikasi perangkat lunak yang berhubungan dengan teknologi industri.

“Ruang ekspresi menjadi tempat diskusi serta merealisasikan gagasan dan kreativitas mahasiswa dalam bentuk aplikasi,” tutur pembina dan dosen Program Studi (Prodi) Sistem Informasi (SI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) ini.

Adapun aplikasi yang pernah dikembangkan oleh Ruang Ekspresi yaitu Aplikasi Pesan Aja, digital guest book, dan aplikasi pemesanan fotografi. “tempat ini akan membantu mahasiswa dalam melatih skill di bidang teknologi, khususnya perangkat lunak dengan menciptakan berbagai aplikasi yang dapat menghasilkan nilai dan materi,” papar Farid.

Ia melanjutkan, agenda Ruang Ekspresi tidak hanya tentang diskusi di bidang teknologi, namun setiap minggunya diadakan sesi refreshing agar saling mendekatkan dan memberi semangat antar anggota dalam berinovasi menciptakan aplikasi. “Ruang Ekspresi mengajak semua mahasiswa di lintas prodi yang memiliki kreativitas, ide, dan imajinasi tentang aplikasi, tetapi masih terkendala dalam perangkat lunak. Kita akan berkolaborasi bersama menciptakan berbagai aplikasi sebagai proyek bersama,” tutupnya.

Tren Makanan Sehat di Masa Pandemi

“Masyarakat mulai sadar pentingnya makanan sehat. Apalagi saat pandemi seperti sekarang, setiap orang dituntut untuk tetap sehat agar terhindar dari berbagai macam virus. Akhirnya, pangan fungsional dinilai mempunyai sumber gizi dan manfaat bagi kesehatan”. Begitu papar Ika Dyah Kumalasari memaparkan pendapatnya mengenai tren pangan di masa pandemi melalui akun Youtube UAD, (15/08).

Ketua Program Studi Teknologi Pangan UAD ini menjelaskan makanan sehat seperti umbi, ketela, dan teles menjadi makanan pokok nenek moyang Indonesia sehingga tidak banyak penyakit dan virus yang menyerang. Ia menambahkan makanan alami seperti umbi garut memiliki potensi antidiabetes, menurunkan gula darah, serta memiliki kemampuan merespons kadar gula darah. Hampir semua umbi-umbian juga memiliki serat pangan tinggi yang bisa menjadi antikolesterol dan membuat pencernaan sehat.

Ia menganjurkan agar masyarakat saat ini untuk kombinasi makanan seperti menggantikan nasi dengan umbi lokal. Seperti yang dilakukan Prodi Teknik Pangan UAD yang membuat produk cookies berbahan umbi garut dan bengkoang. “Produk tersebut aman bagi penderita diabetes sebab memiliki serat tinggi dan bagus untuk menetralisir kolesterol,” paparnya menjelaskan.

Kali Kedua, UAD terima Beasiswa Erasmus+

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) terima beasiswa Erasmus+ dari Uni Eropa sebesar 1,1 miliar melalui program Capacity Building of Higher Education (CBHE). Beasiswa ini merupakan kali kedua yang diterima oleh UAD yang sebelumnya mendapatkan hibah sebesar 1,2 miliar.

Bertemakan Building Universities in Leading Disaster Resilience (BUiLD), hibah ini berfokus pada pembangunan kapasitas universitas agar memiliki disaster awareness dan memiliki kemampuan menangani bencana. Mitra yang terlibat yaitu Kemenristekdikti, Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNBP), Badan Penanggulangan Bancana Daerah (BPBD), Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), Lazismu, Basarnas, BMKG, ACT, dan lain-lain.

Ida Puspita MA Res selaku Koordinator Project dari UAD memaparkan kepercayaan pemberi dana dari luar negeri kepada UAD semakin besar. “Belum ada satu bulan UAD menyelenggarakan workshop manajemen internasionalisasi perguruan tinggi yang dibiayai oleh DAAD Jerman, sudah mendapatkan kepercayaan lagi melalui hibah Erasmus+ yang kedua,” papar Kepala Kantor Urusan Internasional (KUI) UAD.

Mahasiswa UMSB Fakultas Teknik raih juara II dalam UAD Internasional Award 2019

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat terus mengukir prestasi di berbagai bidang, kali ini, prestasi itu di raih oleh Wahid Azhim Rahman, Mahasiswa Fakultas Teknik UMSB yang berhasil meraih juara II dalam lomba lukis International Award di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta dengan tema ‘Unity in Diversity’ membangun persatuan dalam keberagaman,  kebersamaan dalam perbedaan di bidang seni dan budaya. Yang dilaksanakan pada tanggal 27-30 November 2019.

lomba tesebut  diikuti berbagai mahasiswa asing yang kuliah di UAD dari 10 negara. Yaitu : Bangladesh, Belgia, China, Hungaria, Laos, Madagaskar, Malaysia, Palestina, Vietnam, Thailand. “Artinya diikuti dari 3 Benua : Asia, Eropa dan Afrika,” dan sebanyak 14 Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Asyiyah (PTMA)  mengirimkan delegasinya.

saat di wawancara wahid Azhim Rahman mengungkapkan rasa syukur dan bahagia bisa menjuarai event international ini, selain itu saya juga bisa bersilaturahim dan berbagi pengalaman bersama teman-teman peserta lomba dari Negara lain.

Dan ucapan terimakahsih saya utarakan kepada pimpinan dan dosen UMSB yang telah mensuport saya untuk bisa mengikuti kegiatan ini. Dan saya juga berharap melalui prestasi ini, mahasiswa UMSB dapat terinspirasi untuk menjadi mahasiswa berprestasi demi memberi kontribusi nyata kepada UMSB.

 

Pena Berkarya Raih Juara Lomba Cipta Lagu Mars Jurnal Ilmiah Kemeristekdikti

Dekan Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Prof Dr Dyah Aryani Perwitasari MSi PhD Apt, meraih juara 1 lomba cipta lagu mars jurnal ilmiah oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristekdikti RI), Sabtu (14/9). Mars Jurnal Ilmiah berjudul Pena Berkarya ini berhasil menyisihkan 30 peserta dari seluruh Indonesia dan menjadi pemenang di antara 8 finalis lainnya.

Wakil Rektor I UAD, Dr H Muchlas MT, mengucapkan rasa syukur dan bangga atas pencapaian ini. Menurutnya ini bisa mengukuhkan nama UAD di Perguruan Tinggi Indonesia. “Nantinya lagu ini akan dipakai untuk mengawali kegiatan-kegiatan jurnal ilmiah Kemenristekdikti, seperti di pelatihan, pendampingan, atau sosialisasi tentang jurnal. Setelah dikumandangkannya lagu Indonesia Raya kemudian diteruskan lagu ini, itu keinginan Kemenristekdikti kira-kira,” papar Muchlas saat melakukan press conference di Kampus I UAD, Selasa (17/9).

Tujuan pembuatan mars ini ialah untuk mengingatkan kembali bahwa jurnal ilmiah adalah suatu sarana untuk dosen terutama dalam penataan karier akademik dalam hal jabatan fungsional. “Jurnal di Indonesia itu perlu ditingkatkan menuju ke level tingkat internasional. Jika jurnal kita sudah masuk ke level internasional, Indonesia mudah-mudahan mulai menjadi negara maju. Nah, itu semua sudah ada di lagu itu secara runut. Sehingga Insyallah bisa memotivasi dosen-dosen untuk mengembangkan jurnal dan karya-karya ilmiah lain.” ujar Dyah.

Dyah mengungkapkan proses pembuatan mars tersebut hanya dalam waktu dua jam saja. Ide lagu muncul selama perjalanan pulang. Sesampainya di rumah, Dyah langsung menulis lirik dan membuat nada sederhana. “Sebenarnya untuk lagu ini saya tidak perlu mencari inspirasi terlalu rumit, karena sudah menjadi aktifitas dosen sehari-hari yang memang membuat proposal penelitian, membuat penelitian, dan kemudian menuliskan dalam bentuk publikasi ilmiah,” tambahnya.

Latar belakang keluarga yang mencintai musik membuatnya tidak bisa lepas dari dunia ini meskipun berprofesi sebagai dosen. Sampai saat ini, sudah terdapat lima lagu yang diciptakannya untuk mengikuti kompetisi cipta lagu baik di sekolah maupun di radio. “Kali ini agak berbeda ya, karya ini akan disumbangkan, didedikasikan untuk negara melalui kemenristekdikti,” pungkasnya.

UAD Kampus Swasta Terbaik Indonesia 2018

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) meraih kampus swasta terbaik menempati peringkat 11 dalam pemeringkatan nasional menurut Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). UAD menduduki rangking setelah dari kampus-kampus besar yaitu UI, UGM, ITB, IPB, UNDIP, UPI, UNPAD, ITS, UB,.

UAD menjadi peringkat pertama diantara perguruan swasta se Indonesia,” kata Kasiyarno Rektor UAD, pada acara Jumpa Pers dan Buka Puasa Bersama UAD di Yogyakarta, Selasa (5/6).

Pemeringkatan Kemenristekdikti pada SINTA Science and Technology Index ini bisa diakses secara terbuka oleh publik dengan membuka http://sinta2.ristekdikti.go.id/home/topaffiliations

UAD memperoleh skor 11.306 dan mengalahkan banyak perguruan tinggi negeri seperti Universitas Airlangga, Universitas Hasanuddin, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Sebelas Maret, dan universitas swasta di Indonesia.

Selain itu, UAD juga masuk sepuluh besar perguruan tinggi berdasarkan jumlah sitasi menurut Google Scholar. Sedangkan pada 50 besar dosen/peneliti terbaik di Indonesia UAD mencatatkan satu nama dosennya pada urutan ke-26 yakni Tole Sutikno. UAD juga mencatatkan TELKOMNIKA Telecommunication Computing Electronics and Control sebagai jurnal terbaik Indonesia 2018 di antara seluruh jurnal yang dikelola PTN/PTS.

Tole Sutikno, Kepala Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) UAD mengatakan pencapai dan prestasi UAD tahun 2018 ini merupakan salah satu torehan terbaik sepanjang sejarah institusi tersebut. “Semoga hal ini menjadi anugerah sekaligus cambuk untuk bekerja lebih keras dan baik lagi di masa mendatang,”

Seminar Nasional Peluang Teknopreneur

Program Pascasarjana STIE Ahmad Dahlan Jakarta mengadakan Seminar Nasional dengan tema “Peluang Teknopreneur di Era Financial Technology Pada Industri Keuangan Syariah” pada hari sabtu (24/09/2016). Seminar ini diadakan sekaligus menyambut Mahasiswa Pascasarjana yang baru untuk Tahun Akademik 2016-2017, dengan pembicara Dr.Tjahjanto (Praktisi Financial Technology), Lic. Romi Rizal, MFE (Master of Financial Economic), Aji Erlangga, SE. Ak, CA, M.Si (Dosen Pascasarjana STIEAD).

Acara tersebut dibuka oleh Mukhaer Pakkanna, SE, MM, (Ketua STIE Ahmad Dahlan Jakarta), dilanjut dengan pembicara pertama Dr.Tjahjanto. Beliau menyampaikan kita semua harus memaksimalkan Internet, selain itu beliau juga menyampaikan bahwa kita harus memanfaatkan internet dengan produktif. Sebagai penutup beliau menyampaikan bahwa kini sudah saatnya industri banking syariah berkembang.

Setelah Dr.Tjahjanto selanjutnya Lic. Romi Rizal, MFE yang menyampaikan materinya, beliau menyampaikan mahasiswa/i saat ini harus memiliki konsep untuk membangun kota. Selain itu beliau juga menjelaskan bagaimana perusahaan mengerti kebutuhan pelanggan, dan harus menservice pelanggannya dengan baik. setelah itu Aji Erlangga, SE. Ak, CA, M.Si, sebagai pembicara ketiga menyampaikan, bahwa mahasiswa/i harus mendoktrin diri sendiri untuk menegakkan Ekonomi Syari’ah.

Setelah Pembicara selesai memberikan materinya, acara tersebut dilanjut dialog dengan peserta Seminar yang dipandu oleh moderator Uki Masduki, SE. Seusai dialog selesai acara dilanjut dengan pemberian piagam oleh Mukhaer Pakkanna, SE, MM kepada Pembicara yang mengisi materi dan dilanjut dengan photo bersama.

Sumber : stiead.ac.id

UAD Resmikan Masjid Ramah Lingkungan

Masjid yang menggunakan marmer dan granet dari itali. India, china dan Portugal juga menggunakan lampu LED sesuai dengan konsep Go green. “konsep go green ini sesuai dengan tujuan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang ingin menciptakan kampus ramah lingkungan”, terang kepala Biro Finansial dan Aset (BIFAS), Afan kurniawan.

Masjid yang dikerjakan selama 16 bulan ini, juga menggunakan AC yang disetting dengan sirkulasi udara agar lebih sejuk. Air yang digunakan diolah terlebih dulu supaya jernih. Masjid ini juga dilengkapi dengan CCTV yang terpasang di tiga lantai.

Menurut Afan CCTV untuk keamanan karena masjid ini tidak hanya berfungsi untuk sholat. Masjid tiga lantai tersebut mempunyai fungsi sendiri-sendiri. Khusus lantai dasar diperuntukkan Islamic center, ruang konsultasi Pusat Tarjih Muhammadiyah.

Di tempat terpisah Tantowi, kepala Lembaga Pengembangan Dan Studi Islam (LPSI) memaparkan, Masjid Islamic Center ini nantinya akan menjadi pusat layanan untuk masyarakat yang ingin konsultasi perihal agama, keluarga dan kajian fatwa tarjih.

Masjid berkapasitas 3000 sholat jamaah ini juga bisa menampung 5000-an untuk acara pengajian. “nanti di sini akan diadakan pusat kajian al islam dan kemuhammadiyahan untuk masyarakat pada umumnya. Khususnya mahasiswa UAD”. Terang Tantowi

Masjid yang luasnya kurang lebih satu hektar dengan tinggi gedung 40 meter diresmikan pada jumat 19 juni 2015 ini.

Masjid Islamic Center UAD Mulai Difungsikan

Universitas Ahmad Dahlan menjadi sebuah kampus yang berkembang pesat.  Perkembangannya menuntut fasilitas yang lebih bukan hanya untuk kepentingan akademik namun juga untuk membangaun moralitas seluruh civitas. Masjid Islamic center yang berada di Jalan Lingkar selatan dekat terminal Giwangan ini berdiri megah dengan daya tampang 3000 jamaah.

Ramadhan tahun ini Masjid Islamic center UAD mulai difungsikan untuk kegiatan ibadah sholat lima waktu, teraweh, shalat jumat, pengajian dan kajian. Seperti disampaikan oleh ketua panitia ramadhan di kampus UAD, Nur Kholis, masjid ini bukan hanya untuk sivitas akademik UAD saja namun  juga dibuka untuk umum. Khususnya untuk ramadhan tahun ini  panitia menyiapkan  makan takjil bagi jamaah, imam salat teraweh dan shubuh oleh para hafidz yang sudah diseleksi dan menghadirkan para penceramah yang sudah terkenal, seperti mantan ketua umum PP Muhammadiyah Amien Rais, Mantan Ketua MK, Mahfudz MD, dan Ketua PP Muhammadiyah Yunahar Ilyas dan pembicara kondang lainnya.

Selain dihadiri para tokoh nasional, selama dua puluh hari akan diadakan buka bersama untuk 200 sampai 300 orang dimasjid tersebut. 10 hari terakhir akan diadakan tahsin al-Qur’an bersama.

Selain itu panitia mengundang masyarakat umum untuk mengikuti iktikaf dengan cara mendaftar langsung ke seketariat Islamic Center UAD. “kami berniat menjadikan masjid Islamic center UAD ini sebagai pusat Dakwah dan tujuan kaum muslimin yang berkunjung di Yogyakarta”, tandas Nur Kholis. (dzar) (humas UAD)

UAD Beri Pelatihan Robotika untuk Guru SD

Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melakukan pelatihan robotika terhadap guru-guru sekolah dasar (SD) Muhammadiyah di DI Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah. Pelatihan robotika sendiri dilakukan di kampus 3 UAD Yogyakarta, Selasa (16/6).

Selain pelatihan, FTI UAD juga menjalin kerjasama langsung dengan SD Muhammadiyah di DIY dan Jateng tersebut untuk pelatihan robotika tersebut. Kerjasama itu dilakukan melalui penandatanganan kerjasama antara FTI dengan SD Muhammadiyah yang ada.

“Kita menggandeng beberapa SD yang masuk dalam Jaringan Sekolah Muhammadiyah (JSM) DIY dan Jateng,” kata Kepala Program Studi Teknik Eelektro FTI UAD, Nuryono Satya Widodo kepada Republika.

Menurutnya, ada 12 SD di bawah JSM yang ikut dalam pelatihan dan kerja sama tersebut. Setiap SD mengirimkan dua gurunya untuk berlatih tentang robotika.  Melalui kegiatan tersebut pihaknya ingin mengenalkan robot dan teknik pembuatan robot sederhana pada para guru.  “Endingnya kita berharap para guru melatih hal itu ke para siswanya,” katanya.

Pembuatan robot yang dilatihkan dalam kegiatan itu adalah robot untuk anak-anak dan line follower sederhana. “Membuat robot itu secara tidak langsung melatih siswa mempraktekan ilmu matematika dan elektronika sehingga ini kita kembangkan di tingkat SD,” katanya.

Selain melatih guru SD, pihaknya kata Nuryono juga akan melakukan pembinaan terhadap SD tersebut agar siswanya mampu meranglai robot betulan. Tim robot UAD sendiri sudah memiliki software dan perangkatnya untuk pelatihan robot sederhana bagi siswa termasuk merangkainya.

Ke depan pihaknya akan membuka kompetisi robotika antar siswa SD di DIY dan Jateng. Selain SD pihaknya juga akan melakukan hal serupa untuk tingkat SMP. Sedangkan tingkat SMA sudah dilakukan secara rutin hingga ada kompetisi line follower robot tiap tahun di UAD.

“Kita terjunkan mahasiswa melalui kerja lapangan untuk pendampingan pada sekolah tersebut,” katanya.

Sementara itu Wakil Rektor III UAD, Abdul Fadhil yang membuka pelatihan robotika tersebut mengatakan, pembuatan robot memang membutuhkan biaya tinggi. Hal inilah yang menyebabkan tidak banyak sekolah yang mengembangkan minat pembuatan robot tersebut untuk siswanya.

Meski begitu kata dia, pembuatan robot itu sangat penting. Sebab ke depan robot akan menjadi hal yang sangat dibutuhkan dalam berbagai hal produksi di dunia. “Pengenalan robot sejak dini penting agar siswa kita lebih tahu dan memiliki minat terhadap robotika ini,” ujarnya

Sumber : Republika

Pusat Studi Astronomi UAD Ikut Meneliti Gerhana 2016

Pusat Studi Astronomi Universitas Ahmad Dahlan (Pastron-UAD) diajak terlibat dalam penelitian gerhana matahari total 2016 oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan). Tim UAD juga hadir dalam acara Lokakarya Nasional GMT 9 Maret 2016 di Bandung, Selasa (14/42015).

Adalah Yudhiakto Pramudya, Ph.D., kepala Pastron UAD, bersama dua rekannya, Eko Nursulistyo M.Pd., S. dan Oki Mustafa, S.Pd., M.Pd.Si yang menjadi wakil UAD dalam penelitian tersebut.

Yudhiakto yang merupakan dosen S-2 Pendidikan Fisika UAD ini mengatakan, gerhana matahari sering dihubungkan dengan peristiwa yang akhirnya menimbulkan mitos. Dalam perspektif astronomi, peristiwa gerhana matahari adalah peristiwa biasa dan tidak berhubungan dengan kejadian atau mitos yang berkembang di masyarakat. Dalam penelitian 2016 nanti, yang direncanakan di Ternate, tim dari UAD akan memberikan edukasi mengenai hal tersebut.

“Harapannya masyarakat Indonesia, khususnya Ternate, dapat memahami tentang gerhana. Fenomena gerhana matahari itu dapat dijadikan momentum untuk mengenalkan sains kepada masyarakat,” ucap Yudhi saat diwawancarai, Kamis (16/4/2015).

Gerhana matahari merupakan peristiwa tertutupnya piring matahari oleh piring bulan. Saat tertutup penuh, maka disebut sebagai gerhana total. Akibatnya, langit menjadi gelap, suhu menurun, dan perilaku hewan berubah karena mengira sudah malam. Selain itu, gerhana matahari juga dapat memungkinkan terjadi perubahan pada lapisan ionosfer

“Gerhana hanya akan tertutup dalam waktu tiga menit. Nah, dalam waktu tersebut, kami akan mengamati adanya perubahan, baik suhu maupun perilaku hewan.”

Lebih lanjut Yudhi menjelaskan, “Sebenarnya melihat gerhana matahari aman, asal tahu cara mengamatinya. Tentu saja, gerhana tidak dapat diamati dengan mata telanjang secara langsung karena kuatnya sinar matahari, khususnya dari fase gerhana total yang gelap menjadi terang, bisa merusak mata. Dalam jangka panjang, bisa menimbulkan kebutaan.”

Cara aman mengamati gerhana adalah menggunakan kacamata gerhana atau melihat proyeksi sinar matahari melalui kamera lubang jarum (pin hole) yang dibuat dari kardus.

Bersama dua rekannya, Yudhi berharap hasil penelitiannya dapat memberikan edukasi kepada masyarakat, terutama menyadari bahwa gerhana matahari salah satu bukti kebesaran ciptaan Tuhan.

Selama ini, Pastron-UAD bergerak di bidang penelitian dan pendidikan astronomi. Pada 4 April 2015 lalu, tim juga mengamati peristiwa gerhana total dari kampus 4 UAD. Sebelumnya, mereka menjadi pembicara di Korea Selatan dan Italia.

Sementara menurut Yatny Yulianty dari Universe Awareness (Unawe) Indonesia, yang dimuat dalam koran cetak Kompas, Rabu, 15 April 2015 lalu mengungkapkan bahwa jalur gerhana total kali ini istimewa karena satu-satunya wilayah daratan negara yang dilintasi hanya Indonesia.

Beberapa kota yang dilintasi jalur gerhana total antara lain Mukomuko (Bengkulu), Palembang (Sumatra Selatan), Tanjung Pandan (Bangka Belitung), serta Sampit dan Palangkaraya (Kalimantan Tengah). Selain itu, Amuntai (Kalimantan Selatan), Balikpapan (Kalimantan Timur), Pasangkayu (Sulawesi Barat), Palu, Poso dan Luwuk (Sulawesi Tengah), serta Ternate, Tidore, dan Maba (Maluku Utara).

Sumber : UAD.AC.ID