Sosialisasi PJJ UM Metro Bersama Prof. Dr. Edy Suandi Hamid

 

UM Metro – Universitas Muhammadiyah (UM) Metro hadirkan Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M. Ec., dalam Sosialisasi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) se-Provinsi Lampung, bertempat di Aula Gedung Humas dan Internasional, Ahad (01/12/2019).

Dalam sambutannya, Rektor UM Metro Drs. H. Jazim Ahmad, M.Pd., menjelaskan bahwa sosialisasi PPJ ditujukan untuk menjawab tantangan era digitalisasi yang mulai berkembang di dunia pendidikan. Ia mengajak semua pimpinan PTM di Provinsi Lampung menyambut baik sosialisasi PJJ yang akan disampaikan Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah.

“Komitmen dari Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah yaitu ingin memajukan seluruh PTM menjadi perguruan tinggi unggul, dengan begitu saya juga ingin seluruh PTM yang ada di Lampung maju dan berkembang secara bersama-sama. Semoga dari sosialisasi yang disampaikan Prof. Edy nanti kita bisa memetik pelajaran dan pengalaman darinya sehingga kita (PTM) di Lampung mampu bertahan dan berdaya saing mengikuti perkembangan zaman yang serba cepat ini,” ungkapnya.

Sementara, dalam menyampaikan sosialisasinya Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. menjelaskan bahwa sebelum mengacu kepada PPJ, semua PTM harus menyiapkan kerangka pendukung yang berbasis Informasi Teknologi (IT).

“Tugas kita semua berbasis IT, jangan dulu berbicara Pembelajaran Jarak Jauh kalau website lembaga saja tidak punya. Channel Youtube, itu salah satu media yang harus dimanfaatkan dan semua PTM harus menyiapkan E-Resources, E-Administration, E-Library, E-Journal kemudian E-Learning,” tegasnya.

Masih menurut Prof. Edy, bagi PTM yang akan mengadakan proses Pembelajaran Jarak Jauh paling tidak bisa memulainya dengan mata kuliah berbasisi daring dahulu, barulah nanti dilanjutkan dengan program studi lalu kemudian instansi secara keseluruhan.

Terakhir, Prof. Edy mengajak semua pimpinan PTM di Lampung untuk berinovasi dan mampu mendesain strategi untuk mewujudkan PTM yang terakreditasi unggul dan berdaya saing.

“Jadi pemimpin harus bijak mengambil keputusan, berani ambil resiko, mewujudkan Perguruan Tinggi Muhammadiyah berkemajuan, artinya selalu meningkat dari waktu ke waktu, karena untuk menjadi perguruan tinggi unggul sekarang ukurannya adalah akreditasi, maka jadikanlah PTM kita sebagai perguruan tinggi berdaya saing dan paling kompetitif,” tukasnya dihadapan pimpinan PTM se-Lampung dan tamu undangan yang turut hadir dalam sosialisasi PJJ.

Prof Suyatno: Riset Tidak Berdaya Saing Hanya Tumpukan Kertas

“Kalau kita melakukan riset berarti kita harus mengeluarkan produk berdaya saing, misal di Lampung ada kopi Lampung, coba di riset, mampu tidak mengalahkan prodak lain, kalo tidak berdaya saing berarti riset kita masih hanya tumpukan kertas,” papar Prof Dr Suyatno selaku Rektor UM Bandung sekaligus Bendahara Umum PP Muhammadiyah saat mengisi Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (SNPPM) UM Metro di Aula Gedung Hubungan Internasional, Rabu(13/11).

Prof Suyatno melanjutkan banyak hal tentang penelitian yang semestinya dilakukan di perguruan tinggi. Bahkan menurutnya, jika perguruan tinggi memiliki produk yang bagus dari hasil riset, maka perguruan tinggi tersebut akan memiliki daya saing.

Meski begitu, Prof. Suyatno menyadari bahwa sampai saat ini budaya riset di perguruan tinggi masih rendah, lebih-lebih menurutnya, dunia industri dan perguruan tinggi belum jalan selaras. Maka, ia berpendapat bahwa kedua sektor ini harus menjalin kersama.

“Memang dibalik itu industri-industri kita belum meresap hasil penelitian perguruan tinggi, maka dari itu, industri dan perguruan tinggi harus bekerjasama. Sulit memang membangkitkan budaya penelitian, tapi kalau sudah terbiasa riset pasti akan enak, meneliti akan jadi hobi. Maka dari itu harus dibuat kebijakan untuk mendukungnya,” ungkapnya.

Lebih jauh, ia juga menyoroti soal peran dosen di berbagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) yang dikaitkan dengan jargon “Muhammadiyah Organisasi Berkemajuan”. Menurut Prof. Suyatno arti berkemajuan ketika kita sudah mencintai ilmu.

“Di Muhammadiyah yang artinya berkemajuan adalah orang yang mampu memberi pencerahan, bagaimana bisa mencerahkan, berarti harus membekali diri dengan ilmu, jadi berkemajuan adalah orang yang mencintai ilmu, mencari ilmu dan mengamalkan ilmu. Bagaimana mau mencerahkan kalau tidak membekali diri dengan ilmu” tutupnya.

Dosen UM Metro Menangkan Lomba Anugerah Inovasi Daerah 2019

Dosen Universitas Muhammadiyah Metro kembali mencetak prestasi dalam Lomba Anugerah Inovasi Daerah 2019 yang diselenggarakan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Pemerintah Provinsi Lampung, Selasa (29/10). Mengusung inovasi agroindustri berkelanjutan yang diberi nama Pumakkal Hijau Lestari (PUHAMITARI), tim yang beranggotakan Dr Agus Sutanto, MSi, Dr Achyani, MSi, Dr Hening Widowati, MSi, Dr Handoko Santoso, MPd, Rasuane Noor, MSc, dan Suharno Zein, MSi berhasil meraih juara 3.

Dr Agus Sutanto, MSi selaku ketua tim mengucapkan syukur atas perolehan timnya ini. Agus memaparkan pada seleksi pertama, timnya berhasil masuk 31 besar dari 133 naskah yang masuk untuk kategori peneliti. “Tahap selanjutnya kami berhsil masuk 16 besar. Setelah itu tim kami pendapat kunjungan lapangan dari penilai lomba dan berhasil masuk 6 besar,” tambah Agus.

Tahap terakhir lomba ini presentasi naskah masing-masing tim di depan juri. Agus pun berharap inovasi sederhana ini dapat ikut andil dalam menyelamatkan generasi masa depan.

UM Metro Tuan Rumah Pendampingan Akreditasi Unggul

Pendampingan Akreditasi Unggul Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) regional Sumatera diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Metro, (12-13/10). Berlangsung di aula Gedung Hubungan Internaional UM Metro, acara diikuti oleh puluhan peserta dari UM Sumatra Barat, UM Bengkulu, UM Palembang, UM Kota Bumi, UM Pringsewu, UM Lampung, dan UM Metro

Hadir sebagai narasumber ialah Prof. Dr. Ir. Siti Muslimah Widyastuti, M.Sc., dan Saepudin Nirwan, S.Kom., M.Kom. Materi yang disampaikan mengenai akreditasi perguruan tinggi, klinik pengisian borang LKPT-APT, klinik pengisian borang LED-APT, serta perumusan hasil klinik dan rencana tindak lanjut.

Dr. Budhi Akbar, M.Si., sebagai perwakilan dari Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah membuka acara tersebut. Dalam sambutannya, Dr. Budhi mengingatkan kepada para PT untuk mempersiapkan instrumen Akreditasi Perguruan Tinggi sejak jauh-jauh hari. Begitu pun dengan memastikan bahwa apa yang sudah dipersiapkan sudah masuk dalam indikator penilaiaian Badan Akreditas Nasional Perguruan Tinggi. “Dan Bapak, Ibu dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah harus terus mengembangkan instrumen akreditasi melalui lembaga penjaminan mutunya (LPM), karena IAPT yang dibuat oleh Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah adalah sebagai standar minimal,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Drs. Jazih Ahmad, M.Pd berharap pendampingan oleh Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah ini bisa membuat PTMA semakin maju dan unggul. Menurutnya dengan adanya akreditasi unggul, masyarakat akan lebih antusias untuk bergabung bersama kita. Oleh karenanya Drs. Jazih menganjurkan untuk memanfaatkan kegiatan semaksimal mungkin.

Youtube dan Atlet Pencak Silat UM Metro

Niko Andrian Hari Zona, atlet UM Metro ini kembali mencetak prestasi di dunia persilatan. Ia mendapat medali perunggu dengan menempati posisi ketiga di kategori Kelas A Dewasa Putra dalam Kejuaraan Pencak Silat Dunia di Algeria pada 20-21 September 2019. Sebelumnya Niko telah berhasil mendapat medali emas dalam Kejuaraan Pencak Silat Terbuka Perguruan Pencak Silat (PPS) Paku Bumi Open VI pada 23-25 Agustus 2019 di kategori yang sama.

Kejuaraan Pencak Silat Dunia pada September lalu diikuti 53 negara dari berbagai belahan dunia mulai dari Asia, Timur Tengah, Afrika, hingga Eropa. Indonesia mengirim empat atlet dan Niko merupakan satu-satunya atlet dari Pulau Sumatera. Sementara ketiga atlet lain berasal dari Pulau Jawa.

Diungkapkan oleh Niko kepada pihak Humas UM Metro, prestasi yang dicapainya selama ini bermula dari hasil pengamatan di Youtube. Ia mengaku latihan khusus yang selama ini ditekuninya berawal dari melihat Youtube dan juga berlatih di padepokan pesilat-pesilat lainnya.

Rasa syukur dipanjatkannya atas pencapaian yang didapatnya. “Saya sangat bersyukur, Alhamdulilah selama saya mengikuti event-event, saya masih dipercayai untuk menjadi juara. Saya juga berterima kasih kepada guru silat saya, kedua orang tua, keluarga, dan sahabat. Berkat doa dan dukungan mereka saya bisa seperti ini,” pungkasnya.

Mahasiswa UM Metro Raih Medali Emas di Kejurnas Taekwondo Kapolri Cup II

Zamira Salsabila, mahasiswa Program studi S-1 Akuntansi Universitas Muhammadiyah Metro, meraih medali emas di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Taekwondo Kapolri Cup II Jakarta Timur, Jumat-Sabtu (13-15/9). Ini merupakan pencapaian Zamira yang kesekian kalinya setelah bulan April lalu, Zamira juga menyabet medali emas di Taekwondo Friendship Championship se-Lampung.

Zamira mengamini bahwa kemenangannya merupakahan buah dari kerja keras dalam berlatih taekwondo sejak kelas empat sekolah dasar. “Setiap kali akan bertanding biasanya latihan akan lebih diintesifkan. Untuk Kejurnas Taekwondo Kapolri Cup ini, saya berlatih setiap hari selama tiga bulan. Selain itu juga menjaga kesehatan dan pola makan dengan menghindari pantangan-pantangan tertentu, seperti tidak boleh makan yang pedas-pedas dan minum es,” jelas Zamira.

Target yang ingin dicapai dalam waktu dekat ialah medali emas di Kejuaraan Internasional Taekwondo pada bulan Oktober mendatang. Ia tak lupa mengucapkan rasa terima kasih kepada semua pihak yang selalu mendukung dan mengapresiasinya.

Pelajari HKI, UM Metro Gelar Workshop Intelectual Property Right

Workshop Intelectual Property Right atau Hak Kekayaan Intelektual (HKI) resmi dibuka oleh Dr. Agus Sujarwanta, M.Pd., selaku Wakil Rektor Bidang Akademik sekaligus membawahi Unit Publikasi Ilmiah (UPI) Universitas Muhammadiyah (UM) Metro, Senin (19/08).  Acara yang berlangsung di Aula Gedung Humas dan Internasional ini merupakan bagian dari hibah Kemenristekdikti yang diterima UM Metro.

Workshop dibimbing oleh Muhammad Hendra Wibowo, dari DIK Institut Pertanian Bogor, Divisi Pengelolaan dan Komersialisasi Inovasi. Sementara peserta merupakan dosen UM Metro dan beberapa perguruan tinggi di Lampung. Dalam sambutannya, Dr Agus Sujarwanta menghimbau agar para peserta dapat memahami dan mengambil pelajaran dari workshop ini.

Ketua Unit Publikasi Ilmiah (UPI) UM Metro, Eko Susanto, M.Pd., Kons mengungkapkan pelaksanaan workshop bertujuan untuk mengoptimalisasikan dan memberikan stimulus bagi dosen-dosen. “Selain itu, melalui workshop ini diharapkan dapat membantu pencatatan dan komersialisasi hasil riset atau membantu produk-produk tersebut mendapatkan hak paten,” tambahnya.

Rektor UM Metro Resmi Terima SK Perubahan Nama Prodi

Rektor Universitas Muhammadiyah Metro, Drs. Jazim Ahmad, M.Pd., menerima berkas perubahan nama program studi (prodi) dari Kepala L2Dikti Wilayah II, Prof. Dr. Slamet Widodo, M.S., M.M., Selasa (13/8) di Hotel Horizon Bandar Lampung. Tidak hanya itu, dalam acara tersebut terdapat juga penyerahan SK Jenjang Jabatan Akademik (JJA) delapan dosen yang tercatat aktif di UM Metro.

“Prof. Slamet selaku Kepala L2Dikti Wilayah II, Selasa siang di Hotel Horizon Bandar Lampung, secara resmi menyerahkan SK Perubahan nama program studi dan SK JJA kepada rektor,” ujar Ketua Lembaga Penjamin Mutu (LPM) UM Metro, Dr. Nyoto Suseno, M.Si.

Program studi yang mengalami perubahan atau penyesuaian menurut SK adalah Prodi S-2 Manajemen Pendidikan disesuaikan menjadi Prodi S-2 Administrasi Pendidikan. Prodi D-3 Keungan dan Perbankan disesuaikan menjadi Prodi D-3 Perbankan dan Keuangan. Prodi S-1 Ilmu Hukum menjadi Prodi S-1 Hukum, Prodi D-3 Manajemen Informatika menjadi Prodi D-3 Sistem Informasi.