UM Metro Luluskan Hafidz Qur’an 30 Juz

UM Metro mengadakan Sidang Terbuka Senat dan Wisuda Magister, Sarjana, dan Ahli Madya di lingkungan sivitas akademika UM Metro, Rabu (18/11). Tiga fakultas yang diwisuda yaitu Fakultas Agama Islam, Fakultas Teknik dan Fakultas Hukum. Turut hadir Drs Jazim Ahmad MPd selaku Rektor UM Metro, Dr Alamsyah MAg Sekretaris Kopertais Wilayah XV Tengah, dan jajaran petinggi kampus lainnya. Prosesi wisuda juga diadakan bersamaan dengan memperingati Hari jadinya ke-54 yang juga bertepatan dengan Milad Muhammadiyah yang ke-108 Tahun. 

Prosesi wisuda juga meluluskan para wisudawan terkhusus wisudawan asal Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam yang pada tahun ini lulus sebagai Tahfidz Qur’an 30 Juz. “Predikat ini tidak akan dapat kami raih tanpa doa dan air mata dari kedua orang tua kami,” papar salah satu wisudawan Tahfidz Qu’ran. Selanjutnya Dr Jazim Ahmad turut menyematkan selempang penghargaan kepada ayah dan ibu wisudawan terbaik.

Prof Lincolin Arsyad, Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah turut memberikan selamat dan berharap lulusan UM Metro dapat menerapkan ilmunya kepada masyarakat dan bermanfaat bagi banyak orang. “Saya juga menginginkan lulusan UM Metro menjadi kader yang baik, kader yang baik itu bukan berarti harus kader Muhammadiyah tetapi kader yang baik adalah yang bermanfaat bagi orang banyak, ini yang harus kita kembangkan pada diri kita, sarjana bukan untuk milik kita sendiri tetapi untuk dinikmati oleh orang banyak agar menjadi orang yang profesional, mumpuni, dan inovatif,” paparnya,

PPUPIK UM Metro Launching MECEL OK

Minggu (13/9), Tim Program Pengembangan Usaha Produk Intelektual Kampus (PPUPIK) UM Metro bersama kelompok tani budidaya sayur Karang Rejo Kota Metro secara resmi meluncurkan Makan Pecel Organik Karang Rejo (MECEL OK) di Agro Wisata Kebun Organik Karangrejo. Kegiatan ini menjadi sarana edukasi kepada masyarakat agar menerapkan pola hidup sehat dengan mengonsumsi sayur yang bebas dari bahan kimia.

Ketua PPUPIK UM Metro, Dr Agus Sutanto, MSi., memastikan kegiatan launching aman Covid-19 karena sudah dilakukan berbagai persiapan bersama Gugus Tugas Covid-19 UM Metro. Dr Agus memohon partisipasi peserta untuk disiplin mematuhi protokol Covid-19. “Pecel disajikan secara kelompok di kebun, sudah langsung tersaji tinggal mengambil. Harap duduk pada banner yang tersedia dan tetap patuhi protokol. Paket sayuran diberikan saat pulang dengan menyerahkan kartu paket. Kegiatan ini dipantau oleh tim gugus Covid-19 UM Metro,” imbuh Dr. Agus.

Lebih lanjut, kegiatan MECEL OK  dimaksudkan untuk mengenalkan bahwa di Kota Metro, khususnya di Kelurahan Karangrejo terdapat Agro Wisata Kebun Sayur Organik yang dikelola oleh Sarjono bersama kelompok tani setempat. “Semoga kegiatan MECEL OK terus berkelanjutan dan berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat,” ungkap Dr. Achyani anggota PPUPIK UM Metro.

UM Metro Sampaikan Edukasi dengan Gerakan 1000 Masker

Rektor Universitas Muhammadiyah Metro Drs. H. Jazim Ahmad bersama jajaran Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) Kota Metro bergerak membagikan masker kepada pekerja informal di seputaran Kota Metro. Pembagian masker ini akan dilaksanakan dalam beberapa tahap, sementara pada tahap pertama ini mengambil lokasi di pasar Cendrawasih Kota Metro, Minggu (12/04/2020).

“Pembagian masker tahap satu ini dilaksanakan di Pasar Metro yang sasarannya adalah penarik becak, kuli pasar, dan pedagang kecil,” ujar Jazim Ahmad. Ia melanjutkan, dalam gerakan berbagi 1000 masker sekaligus menyampaikan edukasi ke tengah masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat, memperhatikan himbauan pemerintah tentang physical distancing, dan memakai masker bila terpaksa harus keluar rumah.

Terakhir, ia juga menyampaikan bahwa lembaganya sudah membentuk Satgas Covid-19 UM Metro untuk menggalang donasi peduli Covid-19 dan hasilnya nanti akan disalurkan kepada masyarakat yang mengalami dampak kerugian akibat adanya Virus Corona ini. “Mari donasikan sebagian harta kita untuk membantu melengkapi kekurangan Alat Pelindung Diri (APD) untuk tenaga medis, mereka yang rentan akan Covid-19 karena usianya dan mereka yang terdampak secara ekonomi dan sosial,” ajaknya.

Bantuan donasi, menurut Rektor UM Metro itu dapat disalurkan melalui BANK MANDIRI No: 114-00-9703617-5 A.n. Universitas Muhammadiyah Metro. [] Sumber Website Resmi UM METRO

Agar Virus Corona Tidak Mempengaruhi Kesehatan Mental

Himpsi (Himpunan Psikologi Indonesia) telah mengeluarkan beberapa panduan terkait wabah Covid-19. Dalam himbauan yang dikeluarkan, dijelaskan hal penting bahwa keadaan mental akan mempengaruhi kondisi fisik. Salah satunya adalah kecemasan yang dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh/imunitas.

Meskipun terdapat mekanisme psikoneuroimunologi yang kompleks dalam menjelaskan keterkaitan antara kondisi emosi dengan kekebalan tubuh, bagaimana kondisi emosi dapat mempengaruhi kondisi fisik dapat dijelaskan dengan beberapa contoh sederhana. Contoh nyata sederhana ialah, ketika dalam kondisi emosi yang berlebihan, cemas misalnya, nafsu makan akan berkurang sehingga mempengaruhi pola makan normal sehari-hari. Kecemasan yang berlebihan juga akan mengganggu pola tidur sehingga berkemungkinan mengalami kesulitan untuk tidur dengan cukup. Asupan makanan dan pola tidur yang baik, merupakan salah satu hal yang membantu tubuh anda untuk membangun sistem kekebalan tubuh. Ketika asupan makanan dan pola tidur menjadi tidak teratur, kemungkinan sistem kekebalan tubuh anda akan terpengaruh.

Ada banyak hal yang dapat memicu kecemasan di saat wabah Covid-19 seperti ini. Agar kecemasan dalam diri  dapat dimanajemen dengan baik, maka harus bisa mencegah hal-hal yang membuat cemas memasuki pikiran. Wabah Covid-19 memang hal yang serius, layak mendapatkan kewaspadaan dari kita. Namun, perhatian dan kewaspadaan yang berlebihan dapat menjadi over waspada dan mengarah pada kecemasan yang berlebihan.

Informasi mengenai wabah Covid-19 dapat membantu untuk waspada dan merespon wabah Covid-19 dengan benar. Di era keterbukaan informasi saat ini, informasi mengenai Covid 19 bisa didapatkan dari berbagai sumber. Informasi tidak hanya didapat dari berita di tv, koran, atau media masa terkenal, namun informasi bisa juga didapatkan dari berbagai platform media sosial. Sayangnya informasi yang dibagikan pada platform media sosial masih banyak yang mengandung informasi bohong atau berita hoax. Informasi konstan mengenai peringatan wabah Covid-19 yang menjejali pikiran, lama-kelamaan tentunya akan mempengaruhi kesehatan mental. Anda menjadi over waspada dan cenderung akan mengalami kecemasan serta panik berlebihan.

Kabar baiknya, terdapat tips agar dapat meminimalisir terpengaruhnya kesehatan mental dari wabah Covid-19. Tips ini penulis kutip dari Lynn Bufka, salah satu direktur American Psychological Associaton (APA). Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan dalam mengontrol informasi yang masuk:

1.  Cari satu sumber informasi yang dapat dipercaya dan tetap mendapatkan informasi hanya dari sumber tersebut

Saat ini pemerintah Indonesia telah menetapkan gugus tugas yang khusus merespon wabah Covid-19. Beberapa ormas, seperti Muhammadiyah juga telah membuat tim khusus untuk merespon wabah Covid-19. Update informasi bisa didapatkan dari sumber pemerintah atau ormas yang terpercaya.

2. Batasi frekuensi update informasi mengenai wabah Covid-19

Informasi mengenai wabah Covid-19 mungkin dapat berganti secara cepat, tetapi hal tersebut tidak mengharuskan Anda untuk selalu update informasi setiap saat. Sebagai contoh, jika informasi cuaca buruk atau banjir mengenai daerah Anda, Anda harus update informasi mengenai hal tersebut agar Anda dapat mengungsi. Informasi mengenai Covid-19 tidak sama dengan hal tersebut, jika Covid-19 telah menyambangi daerah Anda, yang Anda lakukan pun tetap sama. Anda harus berdiam di rumah dan mempraktikan pola hidup sehat. Seberapa cepat informasi mengenai Covid-19 berubah, respon yang Anda perlukan juga tetap sama. Update mengenai Covid-19 mungkin hanya membuat Anda menjadi lebih cemas.

3. Tahu kapan harus mengabaikan informasi mengenai wabah Covid-19

Cobalah membiasakan diri untuk tidak berusaha tahu hal-hal detail mengenai wabah Covid-19 dan berusaha beradaptasi dengan ketidakpastian. Matikan telepon atau minimal batasi frekuensi membaca share berita di media sosial mengenai wabah Covid-19. Bercengkerama dengan keluarga akan lebih baik bagi mental, dibandingkan harus mengecek kabar berita di media sosial.

4. Praktikan displin memanajemen penggunaan media sosial

Tidak mudah membatasi diri untuk bersinggungan dengan media sosial. Tetapi harus dingat bahwa kemungkinan mendapatkan informasi mengenai Covid-19 di media sosial akan jauh lebih banyak dibandingkan informasi update aktual dari lembaga terpercaya. Mungkin Anda bisa mencoba cara yang paling ekstrem, dengan meng-uninstall media sosial yang dimiliki.

Selain beberapa tips di atas, Anda harus mengenali apa yang Anda takutkan dari wabah Covid-19. Sumber ketakutan utama dari wabah Covid-19 biasanya adalah : Anda merasa akan terkena virus tersebut dan menyebabkan Anda mati, atau Anda takut virus tersebut mengenai orang yang Anda kasihi dan menyebabkan kematian. Ketakutan-ketakutan terhadap apa yang akan terjadi nanti (padahal belum tentu akan terjadi), meningkatkan perasaan keputusasaan. Seseorang yang cemas cenderung secara berlebihan menilai situasi yang terjadi (overestimate) dan cenderung meremehkan kapasitas pribadi (underestimate). Sebenarnya mampu, namun keputusasaan menyebabkan tidak dapat melihat potensi yang dimilikinya dalam menghadapi kondisi lingkungan yang mengancam.

Ketika sudah mengetahui sumber ketakutan yang dimiliki, Anda mulai bisa berfikir lebih rasional untuk menepis ketakutan-ketakutan yang membayangi. Lihatlah data-data dari sumber resmi terkait proporsi penyebaran virus Corona. Berapa persen Anda atau orang yang Anda kasihi berkemungkinan terjangkit virus ini. Ketika Anda telah melakukan anjuran pemerintah mengenai pola hidup sehat dan bersih serta mengatur jarak sosial (social distancing), bahkan berdiam diri di rumah bersama keluarga, Anda telah melakukan upaya maksimal dalam melindungi diri Anda dan orang yang Anda kasihi.

Setelah melakukan upaya maksimal dalam melindungi diri dan orang yang dikasihi, Anda mulai dapat banyak berdoa dan menyerahkan kondisi pada yang kuasa. Pendekatan religious dapat mengimbangi kecemasan – kecemasan yang mungkin menghantui. Anda bisa mulai membuat kesadaran diri, bahwa ada hal-hal abstrak (virus) yang mungkin akan mencelakakan anda, namun ada juga Tuhan yang Maha Kuasa (yang tidak anda lihat) yang melindungi Anda dan orang yang dikasihi. Perbanyaklah ibadah atau mendekatkan diri pada yang kuasa agar dapat merasa lebih tenang dalam menghadapi situasi yang tidak pasti. Anda juga dapat mencari dukungan sosial dari orang di sekitar agar anda lebih tenang. Anda dapat berdiskusi dengan orang-orang yang lebih bijak dalam menyikapi wabah Covid-19. Atau dapat juga menghubungi psikolog, psikiater, dan konselor untuk membantu Anda untuk tidak cemas.

Penulis: Dr. Satrio Budi Wibowo., S.Psi., M.A (Dosen Psikologi UM Metro & Ketua divisi Psikososial MDMC Kota Metro)

Pengangkatan Riyanto Jadi Kaprodi MAP

“Kehadiran Pak Riyanto sebagai Ketua Program Studi (Kaprodi) Magister Administrasi Pendidikan (MAP) diharapkan bisa membawa Program Pascasarjana UM Metro lebih kuat dan berkemajuan,” terang Wakil Rektor II Suyanto, MSi, Akt, CA, ACPA, CRA, setelah menyerahkan SK pengangkatan, Kamis (12/3). Berlangsung di Ruang Rapat Gedung Rektorat kampus setempat, Dr. Riyanto, M.M mendapat amanah untuk menjabat Kaprodi MAP UM Metro. Sebelumnya, jabatan tersebut dipegang oleh Prof Dr Juhri AM, MPd.

Dalam sambutannya, Suyanto berharap agar jabatan Kaprodi MAP dijalankan secara amanah. Tak hanya itu, WR II UM Metro ini juga menyampaikan pesan kepada semuanya agar profesional dengan tidak mencampuradukkan urusan pribadi dengan urusan lembaga sehingga bisa berlaku adil dalam setiap mengambil keputusan. Hal tersebut diamini oleh Ketua BPH UM Metro Drs. H. Masnuni M Ro’i, M.Pd. Menurutnya para pejabat harus fokus agar pekerjaannya dapat diselesaikan dengan baik.

Drs. Masnuni juga mengingatkan dengan menjadi pejabat di Amal Usaha Muhammadiyah merupakan salah satu pengabdian kepada Muhammadiyah. “Ini adalah lahan pengabdian kita, mudah-mudahan bisa menjadi seperti di muqaddimah Muhammadiyah, dengan bermuhammadiyah kita bisa meraih jannah–Nya. Sehingga apa yang kita kerjakan, semuanya bermuara hanya untuk meraih ridho-Nya,” imbaunya.

Mahasiswa UM Metro Jadi Relawan Pajak

Drs H Jazim Ahmad MPd melepas 20 mahasiswa untuk bergabung menjadi relawan pajak, Jumat (14/2). Dua puluh mahasiwa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Metro ini bergabung bersama 142 mahasiswa dari perguruan tinggi di wilayah Lampung untuk dikukuhkan oleh Kepala Kanwil DJP Bengkulu dan Lampung, Eddi Wahyudi.

Dalam sambutannya Drs Jazim mengungkapkan bahwa ini merupakan angkatan kedua yang mengikuti program relawan pajak. “Semoga dengan bergabungnya mahasiswa UM Metro dapat membantu memberikan pelayanan bagi masyarakat akan pentingnya membayar pajak,” ujar Drs Jazim.

Lebih lanjut, Drs Jazim berharap para mahasiswa pilihan hasil seleksi dari Tax Center UM Metro ini dapat mengambil banyak manfaat dari program tersebut sekaligus memberikan manfaat untuk banyak orang.

Sosialisasi PJJ UM Metro Bersama Prof. Dr. Edy Suandi Hamid

 

UM Metro – Universitas Muhammadiyah (UM) Metro hadirkan Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M. Ec., dalam Sosialisasi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) se-Provinsi Lampung, bertempat di Aula Gedung Humas dan Internasional, Ahad (01/12/2019).

Dalam sambutannya, Rektor UM Metro Drs. H. Jazim Ahmad, M.Pd., menjelaskan bahwa sosialisasi PPJ ditujukan untuk menjawab tantangan era digitalisasi yang mulai berkembang di dunia pendidikan. Ia mengajak semua pimpinan PTM di Provinsi Lampung menyambut baik sosialisasi PJJ yang akan disampaikan Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah.

“Komitmen dari Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah yaitu ingin memajukan seluruh PTM menjadi perguruan tinggi unggul, dengan begitu saya juga ingin seluruh PTM yang ada di Lampung maju dan berkembang secara bersama-sama. Semoga dari sosialisasi yang disampaikan Prof. Edy nanti kita bisa memetik pelajaran dan pengalaman darinya sehingga kita (PTM) di Lampung mampu bertahan dan berdaya saing mengikuti perkembangan zaman yang serba cepat ini,” ungkapnya.

Sementara, dalam menyampaikan sosialisasinya Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. menjelaskan bahwa sebelum mengacu kepada PPJ, semua PTM harus menyiapkan kerangka pendukung yang berbasis Informasi Teknologi (IT).

“Tugas kita semua berbasis IT, jangan dulu berbicara Pembelajaran Jarak Jauh kalau website lembaga saja tidak punya. Channel Youtube, itu salah satu media yang harus dimanfaatkan dan semua PTM harus menyiapkan E-Resources, E-Administration, E-Library, E-Journal kemudian E-Learning,” tegasnya.

Masih menurut Prof. Edy, bagi PTM yang akan mengadakan proses Pembelajaran Jarak Jauh paling tidak bisa memulainya dengan mata kuliah berbasisi daring dahulu, barulah nanti dilanjutkan dengan program studi lalu kemudian instansi secara keseluruhan.

Terakhir, Prof. Edy mengajak semua pimpinan PTM di Lampung untuk berinovasi dan mampu mendesain strategi untuk mewujudkan PTM yang terakreditasi unggul dan berdaya saing.

“Jadi pemimpin harus bijak mengambil keputusan, berani ambil resiko, mewujudkan Perguruan Tinggi Muhammadiyah berkemajuan, artinya selalu meningkat dari waktu ke waktu, karena untuk menjadi perguruan tinggi unggul sekarang ukurannya adalah akreditasi, maka jadikanlah PTM kita sebagai perguruan tinggi berdaya saing dan paling kompetitif,” tukasnya dihadapan pimpinan PTM se-Lampung dan tamu undangan yang turut hadir dalam sosialisasi PJJ.

Wisuda dan Milad ke-53 UM Metro

Rabu (20/11), Universitas Muhammadiyah Metro menyelenggarakan wisuda dan Milad ke-53 di halaman kampus setempat. Pada periode ini, UM Metro meluluskan 739 mahasiswa dari Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan, Fakultas Agama Islam, Fakultas Ekonomi, Fakultas Hukum, Fakultas Teknik, Fakultas Ilmu Komputer, dan Program Magister.

Turut hadir dalam acara, anggota Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof Dr Thobroni, MSi, Kepala LLDikti Wilayah II Palembang Prof Dr Slamet Widodo, MM, MSi, Ketua Koordinator Kopertais Wilayah VII Sumbagsel Prof Dr Muh. Siroji, MA, Walikota Metro Ahmad Pairin, S Sos, Anggota senat UM Metro, dosen, karyawan dan segenap wisudawan, wisudawati beserta keluarga.

Dalam menyampaikan laporan akademik Sidang Terbuka Senat. Drs Jazim menyebut jika layanan pendidikan institusinya saat ini mengalami peningkatan. Peningkatan itu diukur dari tiga indikator yaitu tingkat produktivitas lulusan, lama studi, indeks prestasi lulusan. Hal itu terbukti dari salah satu lulusannya saat ini, yang telah banyak menorehkan prestasi di berbagai level kejuaraan Judo.

Lebih lanjut, rektor juga mengakui bahwa pencapaian ini berkat kontribusi dan integritas semua tenaga pendidik dan kependidikan di lingkungan UM Metro. “UM Metro tidak pernah berhenti dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Hal itu terbukti dari semakin banyaknya dosen UM Metro yang memperoleh gelar doktor atau yang sedang menempuh studi doktoral,” tambah Drs Jazim.

Pada kesempatan yang sama, Prof Dr H Tobroni MSi, perwakilan dari Majelis Diktilitbang PPM, mengimbau para wisudawan untuk menjadi lulusan yang bermanfaat bagi masyarakat. Menurutnya, alumni Muhammadiyah sudah seharusnya menjadi alumni yang hanif, berkemajuan, dan mencerahkan. Prof Tobroni lalu menganjurkan para wisudawan untuk segera melakukan konsolidasi selepas acara wisuda. Berkoordinasi mengenai apa yang saja bisa dilakukan untuk masyarakat. “Namun yang terpenting dari itu semua adalah serahkan semuanya kepada Allah. Baik perihal karir maupun jodoh,” jelas Prof Tobroni.

 

 

Prof Suyatno: Riset Tidak Berdaya Saing Hanya Tumpukan Kertas

“Kalau kita melakukan riset berarti kita harus mengeluarkan produk berdaya saing, misal di Lampung ada kopi Lampung, coba di riset, mampu tidak mengalahkan prodak lain, kalo tidak berdaya saing berarti riset kita masih hanya tumpukan kertas,” papar Prof Dr Suyatno selaku Rektor UM Bandung sekaligus Bendahara Umum PP Muhammadiyah saat mengisi Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (SNPPM) UM Metro di Aula Gedung Hubungan Internasional, Rabu(13/11).

Prof Suyatno melanjutkan banyak hal tentang penelitian yang semestinya dilakukan di perguruan tinggi. Bahkan menurutnya, jika perguruan tinggi memiliki produk yang bagus dari hasil riset, maka perguruan tinggi tersebut akan memiliki daya saing.

Meski begitu, Prof. Suyatno menyadari bahwa sampai saat ini budaya riset di perguruan tinggi masih rendah, lebih-lebih menurutnya, dunia industri dan perguruan tinggi belum jalan selaras. Maka, ia berpendapat bahwa kedua sektor ini harus menjalin kersama.

“Memang dibalik itu industri-industri kita belum meresap hasil penelitian perguruan tinggi, maka dari itu, industri dan perguruan tinggi harus bekerjasama. Sulit memang membangkitkan budaya penelitian, tapi kalau sudah terbiasa riset pasti akan enak, meneliti akan jadi hobi. Maka dari itu harus dibuat kebijakan untuk mendukungnya,” ungkapnya.

Lebih jauh, ia juga menyoroti soal peran dosen di berbagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) yang dikaitkan dengan jargon “Muhammadiyah Organisasi Berkemajuan”. Menurut Prof. Suyatno arti berkemajuan ketika kita sudah mencintai ilmu.

“Di Muhammadiyah yang artinya berkemajuan adalah orang yang mampu memberi pencerahan, bagaimana bisa mencerahkan, berarti harus membekali diri dengan ilmu, jadi berkemajuan adalah orang yang mencintai ilmu, mencari ilmu dan mengamalkan ilmu. Bagaimana mau mencerahkan kalau tidak membekali diri dengan ilmu” tutupnya.

Dosen UM Metro Menangkan Lomba Anugerah Inovasi Daerah 2019

Dosen Universitas Muhammadiyah Metro kembali mencetak prestasi dalam Lomba Anugerah Inovasi Daerah 2019 yang diselenggarakan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Pemerintah Provinsi Lampung, Selasa (29/10). Mengusung inovasi agroindustri berkelanjutan yang diberi nama Pumakkal Hijau Lestari (PUHAMITARI), tim yang beranggotakan Dr Agus Sutanto, MSi, Dr Achyani, MSi, Dr Hening Widowati, MSi, Dr Handoko Santoso, MPd, Rasuane Noor, MSc, dan Suharno Zein, MSi berhasil meraih juara 3.

Dr Agus Sutanto, MSi selaku ketua tim mengucapkan syukur atas perolehan timnya ini. Agus memaparkan pada seleksi pertama, timnya berhasil masuk 31 besar dari 133 naskah yang masuk untuk kategori peneliti. “Tahap selanjutnya kami berhsil masuk 16 besar. Setelah itu tim kami pendapat kunjungan lapangan dari penilai lomba dan berhasil masuk 6 besar,” tambah Agus.

Tahap terakhir lomba ini presentasi naskah masing-masing tim di depan juri. Agus pun berharap inovasi sederhana ini dapat ikut andil dalam menyelamatkan generasi masa depan.