Webinar Edukasi Peduli Lahan Gambut

Jumat (16/10), UM Pontianak dan Badan Restorasi Gambut (BRG) melakukan Webinar Program Edukasi dan Pemberdayaan Masyarakat Muhammadiyah Peduli Gambut. Hadir sebagai moderator M.Hermayani Putera, SIP dari Majelis Lingkungan Hidup (MLH) PW Muhammadiyah Kalbar didampingi Eka Indah Raharjo, M.Si. Webinar menghadirkan narasumber Dr. Ir. Suwignya Utama, MBA dari Kapokja Edukasi & Sosialisasi BRG RI, Dr. Ir. Gatot Supangkat, MP., IPM,. dari Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah, dan Denie Amiruddin, S.H., M.Hum Dosen Fakultas Hukum UM Pontianak. Acara juga didukung LPPI Universitas Muhammadiyah Pontianak Fenni Supriadi, S.E., M.M sebagai penyelenggara perangkat dan media online.

Kegiatan dibuka oleh Prof. Dr. Ir. Muhjidin Mawardi. M.Eng selaku ketua MLH PP Muhammadiyah. Prof Mujihidin berharap tema – tema yang disampaikan sesuai dengan kondisi fisik gambut yang ada di Kalimantan Barat sehingga program atau kegiatan yang akan dilaksanakan benar – benar dapat bermanfaat. Sementara itu, Deputi ESPK BRG, Dr. Myrna A Safitri dalam sambutannya menyampaikan perlunya sebuah pemikiran yang lebih terintegrasi. “Karena itu kegiatan restorasi gambut perlu ditempatkan dalam sebuah pendekatan landscape secara utuh yang diusahakan dapat mendudukkan semua pihak yang ada di dalam kesatuan hidrologis gambut tertentu untuk bisa membangun kesepahaman dan kesepakatan tentang cara kerja bersama untuk melindungi Ekosistem Gambut,” tambahnya.

Membawakan presentasi berjudul Membangun Perilaku Bertani Ramah Lingkungan melalui Sekolah Lapangan Petani Gambut , Dr Suwigna menjelaskan mengenai pengolahan lahan tanpa bakar agar para petani melakukan tradisi tanpa melakukan pembakaran lahan namun tetap mendapatkan hasil yang diharapkan. Sedangkan narasumber Denie Amiruddin menjelaskan perlunya membangun komunitas paralegal peduli gambut berbasis komunitas yang  sistematis. “Tentu saja dengan standar baku sehingga memiliki kompetensi dan kemampuan yang sama dalam hal melakukan edukasi, sosialisasi, dan advokasi,” ujarnya.

UM Pontianak dan KADIN Kalbar Gelar Penyuluhan dan Pelatihan

Dalam rangka mengimplementasikan MoU di program pemberdayaan masyarakat umum, UM Pontianak dan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Kalimantan Barat (Kalbar) menggelar penyuluhan dan pelatihan bertemakan “Aplikasi Teknologi Pascapanen Perikanan Menggunakan Lemari Pengasap Ikan Portable Sebagai Peluang Alternatif Usaha Pengurus PCM Pontianak Tenggara dan Kelompok Masyarakat UMKM Lainnya terdampak Covid-19”, Minggu (20/9). Penyuluhan dan pelatihan ini merupakan kegiatan PKM Dosen atas nama Eka Indah Raharjo dan Dedi Hariyanto yang mendapatkan hibah pengabdian internal LPPM UM Pontianak berbasis Muhammadiyah (MPM PWM Kalbar). Sebanyak 32 peserta dari empat kelompok masyarakat mengikuti kegiatan yang digelar di UM Pontianak ini.

Ketua Tim Dosen Pengabdi, Eka Indah Raharjo mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan kelompok masyarakat dan memberi peluang usaha bagi masyarakat untuk menghadapi pandemi yang tengah terjadi. Pada kesempatan yang sama, Eka yang juga Wakil Ketua Umum Bidang Kelautan dan Industri Perikanan KADIN Kalbar memberikan alat ciptaannya yang pernah mendapat juara dalam lomba Cipta Karya Inovasi Teknologi Kota Pontianak dan telah terdaftarkan di HAKI/PATEN melalui KemenristekBRIN RI. “Semoga transfer teknologi tepat guna dan praktis ke kelompok masyarakat dapat diadopsi dengan baik dan berkelanjutan guna meningkatkan ekonomi di masa new normal,” harap Eka.

Kegiatan ini juga dihadiri Rektor Universitas Muhammadiyah Pontianak Dr. Doddy Irawan, ST.,M.Eng, Zainul Arifin yang mewakili Ketua umum KADIN Kalbar, Joni Isnaini,Sekretaris PDM Kota Pontianak, Rikza Tamrin SAg, dan Eddy S mewakili Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Pontianak.

UM Pontianak Gelar Pembinaan Akademik dan Kemuhammadiyahan Daring

UM Pontianak menggelar kegiatan Pembinaan Akademik & Kemuhammadiyahan secara daring. Hal ini dilakukan guna menjaga keamanan dan kesehatan para mahasiswa baru di tengah pandemi Covid-19. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui platform Youtube Streaming dan dibuka sesi dialog dengan aplikasi Zoom Meeting pada Senin (14/9). Mengusung tema “Mahasiswa Berkarakter, Mandiri, dan Berkemajuan di Era Adaptasi Baru,” registrasi kegiatan dilakukan melalui Google Form.

Rektor Universitas Muhammmadiyah Pontianak Dr. Doddy Irawan, S.T.,M.Eng, Rektor UM Pontianak menjelaskan visi dan misi UM Pontianak serta pemahaman tentang arah dan perkembangannya sebagai perguruan tinggi di Indonesia. “Saya berharap mahasiswa baru untuk aktif melaksanakan kuliah baik di kampus maupun di luar kampus, juga melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang merujuk pada kemampuan dalam mengaplikasikan ilmu yang dapat menjadi manfaat dalam kehidupan,” tuturnya.

Sementara itu, kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan Tedy Hariadi, S.Pd memberikan pemahaman prosedur Sistem Akademik dalam Perguruan Tinggi Tingkat Universitas dan menghimbau mahasiswa baru agar tetap aktif dalam kehadiran perkuliahan untuk mengurangi potensi Stop Out dan Drop Out. Acara kemudian dilanjutkan dengan arahan mengenai mata kuliah dasar dan materi Al-Islam Kemuhammadiyaan yang harus diambil seluruh mahasiswa baru oleh Kepala MKDU-AIK Hermanto, S.Pdi.,M.Pdi..

Penyusunan SRAD Penanggulangan HIV/AIDS Libatkan Dosen UM Pontianak

Abrori, MKes, Dosen Kesehatan Masyarakat UM Pontianak terlibat dalam penyusunan Strategi dan Rencana Aksi Daerah (SRAD) Penanggulangan HIV dan AIDS Kota Pontianak tahun 2020-2025. Penyusunan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat ini dilakukan di Inti Kafe Jalan DA. Hadi No 1A Pontianak. Dihadiri oleh Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Pontianak, Dinas Pendidikan, LSM, Lembaga Donor, akademisi, jurnalis, dan aktivis, kegiatan ini diharapkan dapat menyatukan ide pencegahan HIV di Kota Pontianak.

Dijelaskan oleh Sekretaris KPA Kota Pontianak, Lusi Nuryanti, ST, bahwa sebagai dokumen perencanaan upaya penanggulangan HIV dan AIDs, SRAD diharapkan menjadi acuan semua pihak baik langsung maupun tidak langsung. Sementara itu aktivis PMI memaparkan bahwa SRAD akan memberikan efek baik bagi koordinasi perencanaan, pelaksanaan, monitoring, serta evaluasi. “Ada beberapa masalah yang fokus dibicarakan terkait penanggulangan HIV dikarenakan beberapa dinas merasa tidak terlibat dalam penanggulangan HIV dan AIDS di kota Pontianak. Itulah pentingnya SRAD guna melibatkan semua dinas,” lanjut Abrori,

Beberapa kesepakatan yang dihasilkan dari kegiatan tersebut antara lain pencegahan pada anak Sekolah Menengah Atas, mahasiswa, komunitas pekerja formal maupun non formal.

UM Pontianak Terima Mahasiswa Filipina Program SEA TVET Batch 4

Dua mahasiswa asal Filipina menjalani program magang di UM Pontianak dan academic exchange pada Fakultas Ilmu Kesehatan selama satu bulan, dari 20 September hingga 20 Oktober 2019. Kegiatan ini merupakan bagian dari skema program Southeast Asian Technical and Vocational Education and Training (SEA TVET).

Selain magang di UM Pontianak, mereka juga magang di Bank Kalimantan Barat, yakni Debbie De Chaves dan Tricia Mae. Hal ini bertujuan untuk membentuk harmonisasi dan internasionalisasi dalam bidang pendidikan di Asia Tenggara melalui kerja sama dengan berbagai institusi di Asia Tenggara.

UM Pontianak bergabung dengan SEA TVET pada tahun 2018. Diharapkan kegiatan ini dapat mempromosikan kurikulum, atmosfer akademik, dan industri untuk pengembangan UM Pontianak di kalangan internasional.

723 Mahasiswa UM Pontianak Ikuti Program KKN

“Perguruan Tinggi saat ini sudah diwajibkan untuk melaksanakan program KKN wajib diluar kampus dan tinggal dengan masyarakat” ujar Heriansyah. Program KKN menjadi salah satu program unggulan bagi UM Pontianak untuk memberikan kontibusi nyata bagi masyarakat lanjutnya selaku Wakil Rektor I.

Sebanyak 723 mahasiswa mendapatkan pembekalan untuk diterjunkan ke masyarakat. “Bersosialisasilah dengan masyarakat, serta berperilaku akhlakul karimah yang mencerminkan peserta KKN berasal dari mahasiswa UM Pontianak” pesan Heriansyah.

Selain Heriansyah, turut hadir menjadi pemateri Yusran Anizam selaku Sekda Kabupaten Kubu Raya dan Edy Suryadi selaku Ketua LPPM.