STKIP Muh Pringsewu dan STIE Muh Pringsewu Lampung Gelar Wisuda Bersama

Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Pringsewu dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Muhammadiyah Pringsewu Lampung menggelar wisuda bersama tahun akademik 2018/2019 yang diikuti oleh 287 mahasiswa di komplek Perguruan Tinggi Muhammadiyah Pringsewu, Rabu (25/9). Ini merupakan wisuda terakhir dengan menyandang nama institusi masing-masing karena per tahun akademik 2019/2020, akan berubah menjadi wisuda Universitas Muhammadiyah Pringsewu (UMPRI) Lampung.

Wisudawan terdiri dari 172 mahasiswa STKIP Muhammadiyah Pringsewu Lampung dengan Program Studi Bimbingan Konseling Mahasiswa, Program Studi Pendidikan Matematika, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, serta Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. Sedangkan 115 mahasiswa dari STIE Muhammadiyah Pringsewu Lampung Program Studi Manajemen.

Sejak berdiri tahun 1979, STKIP Muhammadiyah Pringsewu Lampung sudah meluluskan lebih dari  8.414 sarjana. Dengan pengalaman lebih dari 40 tahun, STKIP Muhammadiyah Pringsewu Lampung terus berkomitmen melahirkan tenaga pendidikan dan kependidikan yang berkompoten di bidangnya. Sementara itu STIE Muhammadiyah Pringsewu Lampung telah meluluskan 1.092 sarjana sejak berdiri pada tahun 1996.

Sapto Yuwono selaku ketua STIE Muhammadiyah Pringsewu Lampung berharap para wisudawan/wisudawati mampu mengimplementasikan ilmu yang didapat selama menempuh pendidikan serta menjaga nama baik almamater melalui sikap, norma, dan moral di setiap tindakan di masyarakat. Untuk menjadikan lulusan yang memenuhi standar kebutuhan dunia kerja dan masyarakat pada umumnya  STIE Muhammadiyah dan STKIP Muhammadiyah Pringsewu Lampung terus meningkatkan kualitas sistem pembelajaran melalui infrastuktur, sumber daya dosen, kualitas pelayanan, dan peningkatan kerja sama dengan institusi lain. “Kita terus berbenah dalam rangka menghasilkan lulusan-lulusan yang memenuhi standar kebutuhan dunia kerja saat ini, seperti mendorong dosen-dosen untuk meningkatkan pengetahuan dan kompetensinya,” jelasnya.

Sapto Yuwono secara khusus mengucapkan terima kasih kepada orang tua atau wali mahasiswa atas kepercayaanya memilih STIE Muhammadiyah dan STKIP Muhammadiyah Pringsewu Lampung menjadi bagian dalam meraih masa depan anak-anaknya.

Disampaikan pula bahwa mulai tahun akademik 2019/2020 Perguruan Tinggi Muhammadiyah Pringsewu merger menjadi Universitas Muhammadiyah Pringsewu (UMPRI) Lampung, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 654/KPT/I/2019 tanggal 29 Juli 2019. Launching Universitas Muhammadiyah Pringsewu (UMPRI) Lampung segera akan dilaksanakan. [Kepala humas/Eko Suncaka]

UMPRI Menyelenggarakan PKKMB Perdana Tahun Akademik 2019/2020

Jumat-Sabtu (6-7/9), Universitas Muhammadiyah Pringsewu (UMPRI) Lampung menyelenggarakan Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) untuk pertama kalinya setelah mengalami merger dan berubah bentuk menjadi universitas. Sebanyak 1.073 mahasiswa yang terdiri dari 310 mahasiswa Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan, 120 mahasiswa Fakultas Ekonomi, 628 mahasiswa Fakultas Kesehatan, dan 15 mahasiswa Fakultas Agama Islam mengikuti PKKMB tahun akademik 2019/2020.

Pelaksanaan PKKMB dihadiri oleh Bupati Pringsewu, Sujadi Saddat, sekaligus sebagai pemateri “Gerakan Nasional Revolusi Mental”. Selain itu hadir juga Kodim Tanggamus, Letkol Arh Anang Hasto Utomo, sebagai pemateri “Kesadaran Bela Negara” dan Kapolres Tangamus, AKBP Hasmu Baroto,  sebagai Pemateri “ Pencegahan Radikalisme, Terorisme dan Narkoba”.

Drs. H. Wanawir Am,M.M.,M.Pd. selaku pendiri UMPRI memaparkan kegiatan PKKMB menyiapkan mahasiswa baru melewati proses transisi menjadi mahasiswa yang dewasa dan mandiri, serta mempercepat proses adaptasi mahasiswa dengan lingkungan yang baru. Kegiatan ini juga bertujuan memberikan bekal untuk keberhasilan menempuh pendidikan di perguruan tinggi. “Masa ini dapat dijadikan titik tolak inisiasi pembinaan idealisme, menanamkan dan memperkuat rasa cinta tanah air, dan kepedulian terhadap lingkungan, juga dalam rangka menciptakan generasi yang berkarakter religius, nasionalis, mandiri, gotong royong dan berintegritas,” tambahnya.

Kegiatan PKKMB Umpri berakhir pada hari Sabtu (7/9). Ketua panitia Ns. Cikwanto, M.Kep, menyampaikan terimakasih kepada seluruh pimpinan masing-masing fakultas dan seluruh panitia yang sudah berpartisipasi dalan melancarkan acara PKKMB UMPRI. “PKKMB UMPRI diharapkan merupakan ajang penyadaran akan pentingnya pemahaman tentang globalisasi dan revolusi industri 4.0 yang menuntut mahasiswa untuk menjadi orang-orang yang menghayati dan memiliki literasi data, literasi teknologi dan literasi kemanusiaan serta kesiapan untuk penguasaan kompetensi yang diperlukan di abad 21,” ujarnya. Pelepasan tanda peserta PKKMB secara simbolis oleh Drs. Wanawir Am, M.M.,M.Pd di Gedung Graha KH. Ahmad Dahlan Fakultas Kesehatan UMPRI resmi menutup acara PKKMB UMPRI Tahun 2019/2020.