Pelantikan Rektor UMP, Kembangkan Peran Uswah Hasanah

Rektor terpilih Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Dr Anjar Nugroho resmi dilantik sebagai rektor periode 2019 – 2023 di Aula AK Anshori, Sabtu (13/4).

Dalam kesempatan tersebut Rektor mengungkapkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap UMP kini semakin hari semakin tinggi, dibuktikan dengan trend penerimaan mahasiswa baru yang setiap tahun meningkat. “Jumlah total mahasiswa UMP hampir 13 ribu. Akreditasi institusi B, secara keseluruhan akreditasi prodi adalah B dan A.

Berdasar Unirank, rangking UMP di level nasional adalah 40 dari total PTN/PTS se-Indonesia yang berjumlah sekitar 4400,” ungkapnya. Prosesi pelantikan ini juga dihadiri oleh Ketua PP Muhammadiyah Dr KH Haedar Nashir. Beliau  mengungkapkan  peran perguruan tinggi Muhammadiyah perlu menjadi perspektif setiap pimpinan mengembangkan kampus dengan Peran Perguruan tinggi sebagai Center Of Excellence menjadi Uswah Hasanah.

Lebih lanjut Haedar mengatakan perguruan tinggi Muhammadiyah akan berfastabiqul khairat di tengah perubahan zaman dan tantangan revolusi 4.0.“Kampus – kampus kita harus punya standar keunggulan di atas rata-rata, baik itu keunggulan akademik, pengabdian pada masyarakat, bahkan juga Tri Dharma yang tepat untuk peran-peran kemanusiaan,” pungkasnya. (APR)

UM Purwokerto Lakukan Kerjasama dengan Universitas di Inggris

Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) terpilih sebagai salah satu perwakilan kampus unggulan se-Indonesia bersama pimpinan dari 28 Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) se-Indonesia untuk melakukan kunjungan kenegaraan dalam rangka kunjungan PTM Leader Visit to Europe yang diselenggarakan pada tanggal 10 hingga 20 September 2017.

Wakil Rektor Bidang Pengembangan dan Kerjasama, Jebul Suroso, didampingi Direktur Kantor Urusan Internasional, Santhy Hawanti, menandatangani nota kerjasama dengan Coventry University, Inggris dan De Monfort University, Leicester, Inggris pada Senin (11/9).

“Kerjasama ini fokus pada pengembangan aktivitas untuk lebih mendorong penguatan kualitas staff dan mahasiswa sebagai strategi untuk mewujudkan kampus yang mendunia,” terang Jebul.

Lebih lanjut Jebul menjelaskan bahwa beberapa agenda kegiatan telah dirancang dengan tetap mempertimbangkan karakteristik dan kekuatan masing-masing perguruan tinggi mitra.

“Kita perlu menguatkan eksistensi UMP di level Eropa, karena saat ini UMP sudah menjadi perguruan tinggi yang mapan secara akademik maupun non akademik dan sudah sangat layak UMP bermitra dengan PT di Eropa,” tandasnya.

Lebih lanjut Jebul menjelaskan bahwa penandatanganan MoU merupakan langkah awal untuk menyepakati kemitraan. “Kemitraan ini akan efektif melalui signing mou, kemudian saling bertukar manfaat dari kerja sama tersebut. UMP bukan hanya menerima manfaat dari transfer knowledge dan teknologi, ke depan kita berharap makin banyak aktivitas akademik yg dilakukan akademisi dari Eropa ke Purwokerto,” jelasnya.

Menurut Jebul, aktivitas kerjasama UMP dengan perguruan tinggi di Eropa bukan pertama kalinya terjadi,  namun telah dilaksanakan melalui inisiasi yang dilakukan oleh dosen UMP yang sedang studi lanjut maupun yang telah menyelesaikan studi di Eropa.

Jebul menjelaskan bahwa Coventri dan De Monfort sebagai salah satu universitas terbaik di Inggris mempunyai banyak potensi yang bisa dikerjasamakan. “UMP yang sedang mengupayakan program pendidikan vokasi bidang kesehatan, bisa memperoleh manfaat langsung dari conventri khususnya dengan Faculty of Health and Life Sciences,”ujar Jebul.

Jebul menekankan bahwa kerjasama tidak tertutup untuk fakultas atau prodi yang relevan. Ia meyakini bahwa ke depan kerjasama ini akan semakin menguatkan posisi dan kontribusi UMP bagi penguatan kualitas pendidikan di PTM khususnya dan Indonesia pada umumnnya. (nisa)