Mahasiswa UMM Edukasi Media Pembelajaran

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melakukan edukasi mengenai media pembelajaran pada guru SDN 3 Belimbing Raya, Kecamatan Murung Pudak, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan. Beranggotakan Agus Joko Susilo, Dody Yanto, Agustriani, Isna Hidayatun Ni’mah, dan Fikri Aprizal, kelima mahasiswa ini merupakan bagian dari kelompok Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) UMM.

Pandemi Covid-19 menyebabkan kegiatan belajar mengajar tidak bisa dilakukan secara tatap muka. Sementara proses belajar mengajar sendiri harus tetap berjalan dalam kondisi apa pun. Fikri selaku koordinator mengatakan untuk mengurangi angka penyebaran Covid-19 di Kelurahan Belimbing Raya dan proses pembelajaran dapat berjalan seperti biasanya, kegiatan belajar mengajar dilaksanakan dengan sistem online atau tidak bertatap muka langsung sesuai dengan anjuran pemerintah. Oleh karena itu, kelompok ini memberikan edukasi mengenai penggunaan Zoom Meeting dan Google Meet di dalam proses pembelajaran.

Kepala Sekolah SDN 3 Belimbing Raya, Maswah, mengungkapkan sebenarnya ia dan rekan-rekannya sudah pernah mendengar tentang aplikasi Zoom Meeting dan Google Meet. Namun ada ketakutan jika menerapkan aplikasi tersebut maka ada siswa yang tidak bisa bergabung karena tidak memiliki smartphone. “Saat ini metode pembelajaran yang dilakukan oleh SDN 3 Belimbing Raya adalah dengan memberikan tugas saja. Siswa yang tidak memiliki smartphone diharuskan untuk datang ke sekolah untuk mengambil dan mengumpulkan tugas-tugas yang diberikan,” ujar Maswah.

 

55 Dokter Baru UMM Melakukan Sumpah via Video Conference

Senin (20/4), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melakukan sumpah kepada 55 dokter baru melalui video conference. Dalam Sumpah Dokter Angkatan 42 Periode III ini, 3 calon dokter tetap hadir di Aula Kampus II sebagai perwakilan, sedangkan 52 calon dokter lainnya mengucap sumpah dari rumah masing-masing. Sumpah dokter kali ini juga menghadirkan tiga rohaniawan, yaitu Muslim, Katolik, dan Protestan. Hal ini dikarenakan agama yang dianut mereka berbeda-beda.

Dekan FK UMM, Dr.dr. Meddy Setiawan, Sp.PD, FINASIM, memaparkan di tengah kondisi pandemi ini sebagai akademisi dan berasal institusi kesehatan harus memberi contoh pada masyarakat untuk mencegah penularan Covid-19. Oleh karena itu, penting untuk tetap menaati dan mendukung anjuran pemerintah dalam melakukan physical distancing.

Prosentase kelulusan Uji Kompetensi Mahasiswa Program Pendidikan Dokter (UKMPPD) baik Computer Based Test (CBT) maupun Objective Structured Clinical Examination (OSCE) FK UMM periode ini mencapai 100%. Wakil Rektor I, Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si mengucapkan selamat kepada para dokter baru. “Mudah-mudahan para dokter baru dapat bermanfaat bagi bangsa, terutama di tengah kondisi seperti ini,” tutupnya.

UMM Buka Layanan Konseling Online

Unit Pelayanan Teknis (UPT) Bimbingan Konseling Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) membuka layanan konseling gratis kepada masyarakat. Dijelaskan oleh Kepala UPT Bimbingan Konseling UMM Hudaniah S.Psi., M.Si, kehadiran layanan konseling ini bermula saat pihaknya meilhat keberagaman respon dari sivitas akademika UMM terhadap pandemi Covid-19.

Lebih lanjut ia menjelaskan layanan konseling ini merupakan salah satu upaya menekan kecemasan karena persebaran Covid-19 yang semakin meluas. Konseling Covid-19 diberikan secara online dengan memanfaatkan platform berbagai media sosial yang ada. “Layanan ini dibuka untuk seluruh masyarakat. Karena online sehingga bisa menjangkau lebih luas. Tentu saja dari luar UMM boleh mengunakan layanan tersebut. Ini juga sebagai bentuk kepedulian sosial kami untuk masyarakat dan negara ini,” tutur Hudaniah.

Dalam konsilng Covid-19, BK UMM menerjunkan empat tenaga ahli. Hudaniah memaparkan bahwa ada kemungkinan jumlah tersebut bertambah tergantung bagaimana respon masyarakat. “Sehingga layanan ini dapat memberikan manfaat yang maksimal,” pungkasnya.

UMM Ciptakan Safety Chamber untuk Penanganan Corona

Bertambahnya pasien positif dari kalangan tenaga medis mendorong Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk melakukan inovasi di bidang kesehatan. Melibatkan mahasiswa, sivitas akademika UMM membuat alat safety chamber atau bilik keselamatan untuk menunjang kerja dokter agar tetap aman saat terpapar dengan virus Corona.

Thontowi Djauhari, M.Kes., Koordinator Tim Tanggap Covid-19 RSU UMM, mengungkapkan alat berbentuk kotak transparan ini digadang mampu meminimalisir penularan dengan memberikan pemisah ketika dokter menyentuh dan mendiagnosa pasien terduga Covid-19. Lebih lanjut Thontowi menjelaskan cara penggunaan bilik keselamatan, yakni dengan memasukkan pasien ke pelindung yang terbuat dari bahan mika tersebut. Tenaga medis lalu mulai memeriksa untuk diketahui gejala yang dirasakan pasien. Penggunaan alat ini tetap harus ditunjang dengan alat perlindungan diri (APD) sesuai dengan standar keselamatan.

Diakui oleh Thontowi bilik keselamatan ini masih dalam tahap penyempurnaan. Alat ini akan dilengkapi dengan sejumlah fitur, seperti alat penambahan bernapas untuk kenyamanan pasien dan meminimalisir penggunaan lem agar terhindar dari kebocoran. Rencananya, safety chamber akan diproduksi massal untuk membantu RS rujukan Covid-19 dan para tenaga medis. Dalam pengembangannya UMM akan bekerja sama dengan Radar Malang dan Forum Komunikasi Warga Tionghoa Malang Raya (FKWTMR). “Perawatannya mudah, tinggal dibersihkan dengan alkohol atau cukup menggunakan sabun deterjen karena deterjen lebih efektif membersihkan,” ujar Thonthowi.

UMM Buka Call Center Covid-19

Tak perlu panik, kini masyarakat Malang Raya dapat mengikuti perkembangan Corona melalui Call Center Covid-19 Rumah Sakit Umum (RSU) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Call Center Covid-19 dapat diakses melalui telepon seluler biasa dan WhatsApp (aplikasi WA). Terdapat tiga nomor yang dapat dihubungi, yaitu 0821 3253 1661/1663/1664. Layanan ini beroperasi dari Senin sampai Minggu pada jam 09.00 hingga 21.00.

dr. Thontowi Djauhari , M.Kes., selaku koordinator Tim Tanggap Covid-19 RSU UMM menyampaikan Call Center Covid-19 RSU UMM merupakan garda terdepan dari rumah sakit untuk menanggapi keingintahuan masyarakat mengenai perkembangan kasus Covid-19. Masyarakat juga dapat mengetahui kondisi dirinya dengan menanyakan beberapa hal termasuk gejala dan faktor risiko.

Selain itu, RSU UMM menyediakan deteksi dini Covid-19 online melalui alamat hospital.umm.ac.id/covid/. Deteksi dini online dapat dimanfaatkan oleh masyarakat umum dengan menjawab beberapa pertanyaan yang tersedia. Nantinya hasil jawaban akan dianalisis untuk menduga status termasuk dalam kategori sehat/bebas Covid-19, ODP (Orang Dalam Pemantauan), atau PDP (Pasien Dalam Pemantauan).

UMM Produksi Massal Hand Sanitizer

Dalam rangka pencegahan persebaran wabah virus Corona, Universitas Muhammadiyah Malang memproduksi hand sanitizer massal. Dijelaskan oleh Raditya Weka Nugraheni selaku penanggung jawab bahwa pada awalnya kegiatan ini merupakan wujud pengabdian dari Prodi Farmasi dan Apoteker untuk warga FIKES. Namun ternyata, terdapat masukan untuk memperluas cakupan ke seluruh area kampus.

Kegiatan produksi hand sanitizer melibatkan mahasiswa yang tengah menempuh tugas akhir dan Asisten Laboratorium Teknologi Farmasi. Pada minggu ini, ditargetkan hand sanitizer sudah terpasang di seluruh lorong kampus dan disebar di berbagai area.

“Melalui pelibatan mahasiswa, diharapkan mereka bisa belajar secara langsung mengenai proses pembuatan produk hand sanitizer,” tambah Raditya.

UMM Gelar FGD Prodi Nutrasetikal

Sabtu (7/3), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui Direktorat Pendidikan Vokasi dan Pelatihan menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Prodi Nutrasetikal di Rayz Hotel UMM. FGD ini dihadiri oleh Staf Ahli Bidang Inovasi dan Daya Saing Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Ananto Kusuma Seta, Ph.D.; perwakilan stakeholder dari PT. ASIMAS yang diwakili Sarjuni Damari, S.P, MM; PT. Air Mancur yang diwakili Yunita Rusyana Kurniasari, S. Farm, Apt.; PT. Kalbe yang diwakili Sugito, S.Si; serta perwakilan dari Rumah Sakit UMM dan Prodi Ilmu dan Teknologi Pangan (ITP) UMM.

FGD dilaksanakan dalam rangka persiapan pembukaan Prodi Nutrasetikal. Prodi Nutrasetikal diyakini merupakan fondasi yang kuat dari pengetahuan dan pemahaman serta penerapan keilmuan untuk kontribusi dalam industri makanan dan obat-obatan multinasional. Menurut Dr. Tulus Winarsunu, M.Si., Direktur Direktorat Pendidikan Vokasi dan Pelatihan UMM, Kurikulum Prodi Nutrasetikal dirancang khusus untuk memecahkan masalah kontemporer dan untuk menghasilkan inovasi dalam bidang Nutrasetikal dengan dukungan teknologi informasi, serta sistem manajemen keamanan pangan. “Sehingga kompentesi lulusannya ditargetkan, di antaranya mampu merancang proses produksi pangan dan obat-obatan berdasarkan penerapan prinsip-prinsip pengolahan makanan berbasis teknologi secara efektif, efisien, dan presisi untuk menghasilkan produk dengan standar yang tepat,” sambung Tulus.

Rektor UMM Dr. Fauzan, M,Pd dalam sambutannya menyebut bahwa tanggung jawab UMM bukan hanya sekedar mengembangkan pendidikan, melainkan juga mengembangkan dimensi kehidupan yang bermanfaat bagi masyarakat. “Oleh karena itu pendirian prodi baru ini merupakan bagian tak terpisahkan dari misi yang kami lakukan. Maka harapan kami, program ini akan sukses dijalankan dan menjadi manfaat bagi semua orang,” tandas Fauzan.

Prodi Ilmu Hukum UM Magelang Raih Akreditasi A

Program studi (Prodi) Ilmu Hukum Universitas Muhammadiyah Magelang mendapatkan akreditasi A (unggul) oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dengan perolehan nilai 361.

Visitasi oleh tim asesor Ban-PT dilakukan pada tanggal 23-25 Oktober 2019. Kedua asesor tersebut adalah Prof. Dr. Mella Ismelina Farma Rahayu, S.H., M.H dan Dr. Harry Purwanto, S.H., M.Hum

Puji Sulistyaningsih, SH, MH selaku ketua prodi Ilmu Hukum mengucapkan rasa syukur atas pencapaian ini. Puji juga berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan bekerja keras dalam mengusahakan proses akreditasi ini.

UMM Kembali Raih Penghargaan AKU

Rabu (30/10), Universitas Muhammadiyah Malang kembali meraih penghargaan Anugerah Kampus Unggul (AKU) untuk yang kedua belas kalinya saat menghadiri Rapat Kerja Pimpinan (Rakerpim) Perguruan Tinggi (LLDikti) Wilayah VII Jawa Timur tahun 2019 di Singhasari Resor Batu. Penghargaan dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) WIlayah VII Jawa Timur ini menunjukkan pengakuan pemerintah tehadap UMM dalam melaksanakan Tri Darma Perguruan Tinggi.

Ucapan syukur disampaikan oleh Rektor UMM, Dr Fauzan MPd, atas capaian ini. Menurutnya ini semua tak lepas dari kerja keras dan kontribusi semua civitas akademika. Tugas ini pun penuh tengan tantangan, pasalnya regulasi di bidang pendidikan tinggi mematok standarisasi yang semakin tinggi. “Karena itu, UMM akan terus berupaya untuk meningkatkan kualitas dalam semua aspek yang terkait penyelenggaraan pendidikan,” tegas Fauzan.

Pada kesampatan yang sama, Prof. Dr. Suprapto, DEA selaku Kepala LLDikti Wilayah VII Jawa Timur menyatakan ke depannya tantangan pendidikan tinggi akan semakin berat. Tuntutan terhadap perguruan tinggi tidak hanya mengenai pelaksanaan Tri Darma tapi bagaimana upaya untuk terus melakukan perbaikan.

UMM Kolaborasi dengan SP Berdayakan Limbah Whey 

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berkolaborasi dengan Singapore Polytechnic (SP) menciptakan inovasi baru. Kolaborasi ini dilakukan dalam program Temasek Foundation International – Specialist Community Action and Leadership Exchange (TFI-SCALE) dan Learning Express (LeX) dengan konsep Sustainable Development Goals (SDG).

Memilih tempat di kawasan industri pembuatan keju mozarella Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh Merjosari, Malang, mereka mengubah limbah whey mozarella menjadi bahan bakar alternatif biogas. Whey sendiri merupakan sejenis cairan berwarna semi-transparan hasil dari produksi keju. Sebagian besar produksi keju di dunia umumnya menghasilkan whey. Hanya 50% whey yang diolah menjadi produk makanan dan minuman, sedangkan lainnya menjadi limbah.

Kegiatan ini dilaksanakan selama lima pekan. Tiga pekan mereka belajar Sustainable Development Goals (SDG) dan Design Thinking di Singapura. Dua pekan selanjutnya dilakukan di Indonesia dengan melakukan praktik langsung, yaitu observasi ke beberapa Usaha Kecil Menengah (UKM) di Malang.

Muhammad Oddy Nurfiansyah, salah satu peserta Program TFI-SCALE dan LeX dari UMM, memaparkan bahwa tujuan kegiatan ini untuk memenuhi need assesment, yaitu mengurangi limbah untuk meningkatkan laba.

Meskipun sekilas terlihat seperti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada umumnya, namun di sini mereka tidak sekadar melakukan pengabdian. Para peserta menggunakan acuan baku yaitu modul desain thinking adaptasi Universitas Stanford dan Massachusetts Institute of Technology (MIT) di AS untuk menyelesaikan permasalahan di suatu tempat.