Mahasiswa UMM Ciptakan Kapal Selam, Tingkatkan Keamanan Sektor Maritim

Muhammad Syukron memenuhi undangan dari Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke Markas Besar (Mabes) TNI, pada Jumat (26/04). Pasalnya, Mahasiswa yang berasal dari Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Malang ini telah berhasil menciptakan kapal selam tanpa awak yang mampu melakukan pemantauan, Patroli Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) hingga operasi Search And Rescue (SAR).

Berawal dari ketertarikan kapal selam yang Syukron rancang, Panglima Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., menjanjikan untuk menjembatani proyek tersebyt untuk diteruskan ke Kementrian Pertahanan (Kemhan) dan Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhanas).

Membutuhkan waktu 1.5 tahun, Kapal selam ini memiliki banyak keunggulan salah satunya yaitu kapal selam ini dapat menggunakan wireless (nirkabel). Selain itu, kapal selam ini menggunakan sistem ballast sehingga lebih hemat baterai. “Dengan menggunakan sistem ballast, membuatnya menyerap air saat menyelam dan menyemburkan air naik ke permukaan, seperti kapal sungguhan” terang Syukron dikutip dari rilis yang kami terima. []APR

Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah Bentuk 48 Asosiasi Prodi

Selama tiga hari Majelis Pendidikan Tinggi dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah bekerjasa sama dengan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyelenggarakan “Pembentukan Asosiasi Program Studi (Prodi) Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) dan Aisyiyah (PTA)”. Acara ini diikuti oleh 180 PTM dan 6 PTA se Indonesia. Dalam acara ini ditargetkan terbentuk 48 Asosiasi Prodi.

Prof. Dr. H. Edy Suandi Hamid, M.Ec. Selaku wakil Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah dalam sambutannya menyampaikan upaya pembentukan Asosiasi ini merupakan respon Peraturan Menteri (Permen) no. 44 tahun 2016 Kemenristek Dikti tentang Standart Nasional Pendidikan Tinggi (SNPT).

Edy Suandi menekankan target dari Majelis Diktilitbang tidak hanya memenuhi standart, Edy berharap PTM dan PTA juga mampu melampaui visi tersebut, Sesuai visi yang ditargetkan Majelis Diktilitbang periode 2015-2020 “yakni setiap penelitian reakreditasi perguruan tinggi harus meningkat. Pada periode ini diharakan tidak ada lagi yang terakreditasi “C”.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor UMM Fauzan berharap dengan terselenggarakannya acara ini terlahir asosiasi yang berbeda dari asosiasi lain. Pembentukan asosiasi ini bukan untuk mencari keseragaman , tetapi kami berharap dengan terbentuknya asosiasi ini prodi mampu berimprovisasi.

 

 

UM Malang Perkuat Kerjasama dengan Harper Adams University Inggris

KERJASAMA Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dengan Harper Adams University terus diperkuat. Kali ini, kerjasama tersebut fokus di bidang penelitian. Asisten Rektor Bidang Kerjasama UMM Soeparto menjelaskan, sudah tiga kali UMM menjalin kerjasama dengan kampus yang berpusat di Shropshire, Inggris tersebut.

“Salah satu program yang akan segera dijalankan yaitu penelitian bersama dalam bidang probiotik,” jelas Soeparto terkait kunjungan Steve Buckle, perwakilan Harper Adams University, ke UMM, Selasa (25/10). Februari 2017 nanti, lanjut Soeparto, perwakilan Harper Adams akan kembali ke UMM untuk membicarakan tindak lanjut dari kerjasama penelitian tersebut.

Tidak hanya itu, UMM juga sedang mengusahakan adanya join degree untuk program magister dan post-doktoral. Soeparto menyatakan, untuk mengawali program join degree tersebut UMM mengadakan program kredit transfer. “Bahkan Harper Adams juga menawarkan adanya sit in yaitu dosen UMM mengikuti perkuliahan di Harper Adams selama dua minggu dengan gratis,” jelasnya.

Dosen UMM yang nantinya kuliah di Harper Adams juga turut menyebarkan Islam di Eropa. “Nantinya dosen UMM yang berangkat ke Inggris sekaligus melakukan diskusi dan penyebaran tentang Islam khususnya Islam Indonesia. Tapi yang bagian ini masih dalam masa penjajakan,” pungkas Soeparto.

Selain kerjasama, Harper Adams University dalam kunjungannya juga memaparkan kondisi kampus dan juga beasiswa yang akan diberikan untuk UMM dalam beberapa program. Steve Buckle selaku perwakilan Harper Adams University menyatakan, universitas yang berbasis di tengah sawah itu terkenal dalam bidang pertanian, peternakan, tehnik.

“Dengan biaya hidup yang lebih murah dari Australia dan Singapura, menjadikan Inggris bisa menjadi salah satu pilihan negara kuliah khususnya bagi yang sedang menempuh program magister dan post-doktoral,” ujar Steven.

Beberapa prestasi yang sudah diraih Harper Adams University adalah kualitas pengajaran yang masuk dalam 10 peringkat teratas se-Britania Raya. Tidak hanya itu Harper Adams University, lanjut Steve, juga mendapat peringkat ke-6 dalam pengelolaan fasilitas dan pelayanan. “Beasiswa yang akan diberikan Harper Adams University berupa potongan pembayaran hingga 50%,” jelasnya.

Pada presentasi tersebut disebutkan ada 12 jurusan yang bisa diambil oleh dosen UMM yang hendak menempuh program magister. Di antaranya, pertanian, agribisnis, peternakan, ekologi terapan dan entomologi. “Khusus untuk magister dalam bidang tehnik diharuskan mulai dari program sarjana bisa langsung mengambil program magister dengan estimasi waktu selama 4 tahun,” jelas Steve lebih rinci.

Sumber : www.umm.ac.id

UM Malang Siap Kembangkan Kelas Internasional Berbahasa Indonesia

WAKIL Ketua Badan Pembina Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Prof Dr Muhadjir Effendy MAP mendorong agar UMM dapat mewujudkan kampus kelas dunia melalui internasionalisasi bahasa Indonesia. Hal itu disampaikan Muhadjir yang juga Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pada lawatannya ke UMM, Sabtu (22/10).

Muhadjir berharap, UMM mampu mempelopori kelas internasional dengan menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa utamanya. “Tujuannya, agar bahasa Indonesia menjadi bahasa yang dipelajari oleh  mahasiswa asing dan tetap menjadi bahasa utama kita. Wajibkan mahasiswa asing untuk belajar bahasa Indonesia melalui BIPA (Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing),” ujarnya.

Muhadjir juga menghimbau agar para dosen di UMM tak melulu mengirimkan papernya ke jurnal internasional.“Karya Bapak-Ibu, yang dikirim ke jurnal internasional, akan malah membuat bahasa Indonesia tidak laku. Harusnya dorong jurnaldalam negeri agar punya rekognisi internasional, caranya buat jurnal internasional berbahasa Indonesia,” harap mantan Rektor UMM ini.

Terlebih, kata Muhadjir, UMM diharapkan dapat menjadi rujukan bagi ratusan Perguruan Tinggi Muhammadiyah se-Indonesia.Untuk itu, lanjutnya, program studi yang ada di UMM harus diperkuat. Hal ini merujuk pada empat sektor yang menjadi andalan pemerintah saat ini, salah satunya yaitu industri kreatif.

“Prodi ilmu komunikasi di UMM itu salah satu yang siap diusung ke industri kreatif. Saat ini sudah bagus, tapi perlu lebih ditingkatkan, terutama di bidang grafis dan sinematografi,” ungkapnya.

Mengamini hal tersebut, Rektor UMM Fauzan mengatakan, internasionalisasi di UMM tidak hanya mengharuskan kampus ini mengembangkan sayap kemitraan ke berbagai negara di dunia. Internasionalisasi juga berarti membuat warga asing lebih familiar dengan budaya Indonesia dan atrmosfer UMM. “Di sini, mahasiswa asing harus bisa berbahasa Indonesia. Mereka juga harus bisa menyatu dengan mahasiswa pribumi,” ujarnya.

Terkait industri kreatif, Fauzan menjelaskan, saat ini Wakil Rektor III UMM tengah menyiapkan strategi agar mahasiswa siap merambah wilayah tersebut. Prodi Ilmu Komunikasi UMM yang sukses menyulap kampung kumuh menjadi kampung warna-warni Jodipan adalah salah satu buktinya.

UMM, lanjut Fauzan, juga tengah melakukan peningkatan sumber daya manusia. Ada 14 profesor yang melakukan pendampingan intensif pada 74 dari 114 doktor di UMM untuk digurubesarkan. Di lingkup Wakil Rektor I, penataan akademik dan pelayanan administrasi dan pembelajaran kini tengah menjadi fokus. Sedangkan Wakil Rektor II terus melakukan perbaikan tata kelola di bidang keuangan.

Silaturrahim dan arahan Muhadjir ini dihadiri oleh dekan, pembantu dekan I, II, dan III dari semua fakultas, kepala program studi, kepala badan,dan kepala lembaga se-UMM. Sebelum bertemu jajaran dekanat dan staf, Muhadjir sempat bertandang ke Student Day Fakultas Ekonomi dan Bisnis, serta menilik perkembangan pembangunan GKB IVUMM.

Sumber : www.umm.ac.id

Pembukaan Student Day, UM Malang Perkuat Visi 'Green and Clean'

JALAN sehat menandai dibukanya Student Day 2016  Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sabtu (15/10). Kegiatan ini mengusung tema ”Green and Clean: Aksi Nyata Mahasiswa UMM Menuju Indonesia Bersih dan Sehat” dan diikuti 6812 mahasiswa baru 2016. Tema tersebut merupakan tindak lanjut program “UMM Green and Clean” yang dicanangkan sejak 2013.
Tahun ini, kata Rektor UMM Fauzan, program ini memberikan penekanan pada aspek ‘Green’, yaitu penghijauan. “Konteks penghijauan itu sangat luas. Tidak sekedar menanam pohon, tapi juga merawat dan melestarikan. Dampaknya, akan membuat suasana lebih segar dan menyehatkan bagi tubuh,” tuturnya.
Rute jalan sehat dimulai dari helipad UMM, kemudian melewati stadion UMM dilanjutkan menyusuri jalan Tegal Gondo, melewati area persawahan dan berakhir di Gedung Student Center (SC) Kampus III UMM.
Sepanjang perjalanan, mahasiswa dihimbau melakukan aksi bersih dengan memungut sampah yang ditemui. Harapannya, mahasiswa UMM dapat menjadi teladan dalam menjaga kebersihan di lingkungan sekitar kampus.
Selain itu, juga dilakukan penyerahan pohon secara simbolik kepada sejumlah perwakilan mahasiswa dari berbagai fakultas dan dibagikan kepada masyarakat sepanjang rute jalan sehat. “Secara terjadwal nantinya, 7000 pohon bakal ditanam di sejumlah titik di sekitar lingkungan kampus III UMM,” terang Ketua Pelaksana Student Day 2016, Zen Amirudin.
“Ke depan, tema ‘Green and Clean’ ini tidak hanya termanifestasikan dalam bentuk jalan sehat. Selama kegiatan Student Day berlangsung, kegiatan akan disesuaikan dengan tema besar ‘Green and Clean’ ini,” papar Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) ini.
Rektor menyatakan, Student Day ini dimaksudkan untuk mengindetifikasi kompetensi yang  dimiliki mahasiswa baru UMM.  Selain itu Fauzan juga beraharap Student Day dapat memberikan penguatan jati diri mahasiswa UMM. “Student Day adalah harinya mahasiswa. Mudah-mudahan di Student Day 2016 ini, mahasiswa baru dapat menemukan dan mengembangkan potensi dirinya,” kata Fauzan.
Student Day 2016 akan berlangsung setiap hari Sabtu mulai 15 Oktober hingga 10 Desember 2016. Student Day merupakan agenda UMM yang sudah berlangsung lebih dari dua dekade, yaitu sejak 1992. Sebagai puncak dari Student Day, diadakan Rector Cup yang meliputi kompetisi antar fakultas di bidang seni dan olahraga.
Sumber : www.umm.ac.id

Pembukaan Student Day, UM Malang Perkuat Visi ‘Green and Clean’

JALAN sehat menandai dibukanya Student Day 2016  Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sabtu (15/10). Kegiatan ini mengusung tema ”Green and Clean: Aksi Nyata Mahasiswa UMM Menuju Indonesia Bersih dan Sehat” dan diikuti 6812 mahasiswa baru 2016. Tema tersebut merupakan tindak lanjut program “UMM Green and Clean” yang dicanangkan sejak 2013.
Tahun ini, kata Rektor UMM Fauzan, program ini memberikan penekanan pada aspek ‘Green’, yaitu penghijauan. “Konteks penghijauan itu sangat luas. Tidak sekedar menanam pohon, tapi juga merawat dan melestarikan. Dampaknya, akan membuat suasana lebih segar dan menyehatkan bagi tubuh,” tuturnya.
Rute jalan sehat dimulai dari helipad UMM, kemudian melewati stadion UMM dilanjutkan menyusuri jalan Tegal Gondo, melewati area persawahan dan berakhir di Gedung Student Center (SC) Kampus III UMM.
Sepanjang perjalanan, mahasiswa dihimbau melakukan aksi bersih dengan memungut sampah yang ditemui. Harapannya, mahasiswa UMM dapat menjadi teladan dalam menjaga kebersihan di lingkungan sekitar kampus.
Selain itu, juga dilakukan penyerahan pohon secara simbolik kepada sejumlah perwakilan mahasiswa dari berbagai fakultas dan dibagikan kepada masyarakat sepanjang rute jalan sehat. “Secara terjadwal nantinya, 7000 pohon bakal ditanam di sejumlah titik di sekitar lingkungan kampus III UMM,” terang Ketua Pelaksana Student Day 2016, Zen Amirudin.
“Ke depan, tema ‘Green and Clean’ ini tidak hanya termanifestasikan dalam bentuk jalan sehat. Selama kegiatan Student Day berlangsung, kegiatan akan disesuaikan dengan tema besar ‘Green and Clean’ ini,” papar Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) ini.
Rektor menyatakan, Student Day ini dimaksudkan untuk mengindetifikasi kompetensi yang  dimiliki mahasiswa baru UMM.  Selain itu Fauzan juga beraharap Student Day dapat memberikan penguatan jati diri mahasiswa UMM. “Student Day adalah harinya mahasiswa. Mudah-mudahan di Student Day 2016 ini, mahasiswa baru dapat menemukan dan mengembangkan potensi dirinya,” kata Fauzan.
Student Day 2016 akan berlangsung setiap hari Sabtu mulai 15 Oktober hingga 10 Desember 2016. Student Day merupakan agenda UMM yang sudah berlangsung lebih dari dua dekade, yaitu sejak 1992. Sebagai puncak dari Student Day, diadakan Rector Cup yang meliputi kompetisi antar fakultas di bidang seni dan olahraga.
Sumber : www.umm.ac.id

UM Malang Jajaki Kerjasama dengan Universitas India

SETELAH menjalin kerjasama dengan 112 negara, kali ini Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan salah satu universitas terkemu di New Delhi, India Jawaharlal Nehru University (JNU). Penandatanganan tersebut disaksikan sejumlah mahasiswa program studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Fakultas Agama Islam (FAI) di Aula Teknik Gedung Kuliah Bersama (GKB) III Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Selasa (18/10).

“Saya berharap kerjasama ini nanti akan bisa membuahkan hasil yang positif kedepan untuk menjalin kerjasama antar dua perguruan tinggi ini,” terang Direktur Kerjasama Internasional JNU, Prof. Dr. Girish yang mewakili rektor NJU.

Menanggapi hal tersebut, Rektor UMM Fauzan berharap, produk-produk unggulan baik itu produk research maupun sumber daya manusia yang dilahirkan Universitas Muhammadiyah Malang akan bisa juga menginternasional. “Kami berharap ada mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab yang nantinya juga akan jadi dosen di Jawaharlal Nehru University. UMM memiliki komitmen besar untuk mengembangkan kerjsama luar negeri, ” harap Fauzan.

Untuk menguatkan hal tersebut, kata Fauzan, pada 2017 UMM mencanangkan mahasiswanya untuk tidak sekedar wajib mengikuti pelajaran bahasa inggris melalui program English for Spesific Porpose (ESP), akan tetapi mahasiswa UMM diharapkan mampu menguasai 2 bahasa lain, yakni Bahasa Arab dan Mandarin.

“Ini semua dalam rangka agar pikiran-pikiran cemerlang yang saudara peroleh dapat terdistribusikan ke negara-negara lain. Yang lebih penting, untuk memberikan penguatan kompetensi mahasiswa UMM.,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala International Relations Office (IRO) UMM, Dr. Abdul Haris, M.A menyatakan kerjasama ini merupakan awal penjajagan antara kedua belah pihak.  “Yang pasti, kerjasama nanti seputar bidang akademik, penelitian dan pengabdian masyarakat. Nanti akan kita tindak lanjuti kerjasama tersebut dengan beberapa kegiatan. Misalnya dalam waktu dekat Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) akan mengirim beberapa orang untuk mengikuti pelatihan di sana. Selain itu, sesuai kesepakan, dosen bahasa Indonesia juga bakal diikutkan short course selama 4 bulan di sana,” terang Abdul Haris.

Pasca penandatanganan MoU, Asisten Profesor, Centre of Arabic and African Studies School of Language, Literature and Cultural Studies (SSL & CS) Dr. MD. Qutbuddin menyajikan makalah bertema “Contemporary Trend of Arabic Teaching in India” dalam kuliah tamu prodi PBA. Selain itu, Assissant proffesor MPhil & PhD in International Relation NJU Dr. Gautam Kumar Jha juga turut menjadi pemateri dalam kegiatan Seminar Nasional dan Gelar Produk 2016 (SenasPro) yang tengah berlangsung di UMM, 17-18 Oktober.

Sumber : www.umm.ac.id

FPP Kaji Peran Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia

“Seandainya Indonesia bisa memanfaatkann lautnya sejak dulu, tidak perlu lagi menyandarkan pembangunan kepada hutang-hutang Internasional. Indonesia harus dapat menjadikan laut sebagai tulang punggung pendapatan negara untuk disebut sebagai negara Maritim.”
Demikian disampaikan pendiri pusat kajian Chandra Motik Maritime Center, Dr. Chandra Motik yusuf, S.H. M.Sc dihadapan 125 mahasiswa baru angkatan 2016 Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian-Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di Basement Dome UMM, Jumat (14/10). Kuliah Tamu ini bertajuk “Maritim Sebagai Kiblat Pembangunan Nasional Indonesia”.
Chandra mengungkapkan, Ir. Djuanda menyadari sejak dulu bahwa masa depan Indonesia ada di laut. “Inti dari Deklarasi Djuanda adalah mewujudkan Wawasan Nusantara, laut sebagai pemersatu, bukan bukan pemisah. Konektivitas antar pulau dan pemerataan pembangunan dan kesejahteraan harus terwujud,” papar Chandra yang pada 2015 lalu meraih penghargaan Menteri Perhubungan Republik Indonesia sebagai Women on Maritime 2015.
Deklarasi Djuanda, kata Chandra, telah mengamanatkan bangsa ini untuk memanfaatkan laut sebagai modal pembangunan Negara Indonesia, yang kemudian disahkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) 1982.
Sejak dulu, lanjut Chandra, posisi Indonesia sudah dikenal sebagai poros dunia. Posisi yang strategis ini telah dimanfaatkan Kerajaan Sriwijaya, Majapahit dan lainnya baik dalam perniagaan maupun dalam usaha memperluas wilayah kerajaan. “Karena letak yang strategis ini banyak negara yang ingin menguasai Indonesia, di mana pada akhirnya Belanda yang berhasil menguasai Indonesia paling lama,” terangnya.
Menurutnya, untuk dapat memanfaatkan posisi Indonesia sebagai poros maritim dunia, diperlukan infrastruktur Kemaritiman yang dapat mewujudkan Indonesia sebagai Negara Maritim. “Dengan infrastruktur Kemaritiman yang komprehensif, integral dan holistik maka konektifitas antar pulau dapat terwujud. Setelah konektivitas antar pulau terwujud, selanjutnya konektivitas antar negara, di mana Indonesia sebagai pusat Industri pelayaran internasional,” paparnya.
Namun demikian, untuk sampai bisa dijadikan poros maritim dunia, Indonesia masih harus banyak menyelesaikan problem kondisi infrastruktur dan konektivitas maritim saat ini. Diakuinya, kondisi infrastuktur dan konektivitas maritim saat ini masih jauh dari cukup untuk dapat memanfaatkan potensi laut ataupun menuju negara maritim.
“Infrastruktur pelabuhan belum memadai, masa tunggu untuk sandar dan bongkar muat yang lama. Selain itu, sistem keamanan muatan barang yang lemah, terutama untuk barang muatan berbahaya. Infrastruktur pelabuhan yang belum mencukupi di pulau-pulau kecil. Juga, instrumen hukum yang belum memberikan rasa aman kepada industri pelayaran dan juga kedaulatan negara,” tukasnya.
Sumber : www.umm.ac.id

Mahasiswa Komunikasi UM Malang Diajak Berperan Kembangkan Pariwisata Indonesia

MAHASISWA Ilmu Komunikasi dipandang memiliki penting dalam mengembangkan pariwisata Indonesia. Dalam konteks program studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) misalnya, terdapat tiga konsentrasi studi yang dapat sama-sama berperan bagi pengembangan pariwisata, yaitu Public Relations (PR), Jurnalistik dan Audio Visual.
Alumni Ilmu Komunikasi UMM Muhammad Natsir Arihata menjelaskan, mahasiswa konsentrasi PR bisa mengkaji relasi antara pengusaha dan pemerintah dalam kebijakan pariwisata. “Lalu yang dari
audio visual (AV) dapat membingkai pariwisata melalui video yang menarik, sementara mahasiswa jurnalistik serta memberitakan tempat pariwisata agar dikenal,” kata Natsir pada kegiatan seminar pariwisata bertema “New Wave of Indonesian Tourism” yang diadakan oleh Prodi Ilmu Komunikasi UMM pada Kamis (13/10) d Auditorium UMM.
Seminar dilakukan dalam rangkaian ulang tahun Prodi) Ilmu Komunikasi UMM ke 30 tahun. Seminar ini dilatari perkembangan pariwisata di Indonesia sudah yang kian menampakkan geliatnya. Perkembangan pariwisata ini menjadi suatu alat untuk mempromosikan Indonesia luar negeri. Sayangnya,  kata Natsir yang juga ketua panitia kegiatan ini mengatakan, adanya pariwisata di Indonesia tidak hanya membawa dapak positif. Namun juga dampak negatif terlihat di sekitar wilayah pariwisata tersebut. Dampak negatif itu harus dicegah dan diperbaiki dengan melihat permasalahannya.
Radityo Prabowo dari Zeno Indonesia selaku pemateri pada seminar yang dihadiri 100 mahasiswa tersebut menyatakan, pariwisata di Kota Malang ini sudah mulai nnampk. Untuk itu, mahasiswa Ilmu Komunikasi sebaiknya bisa mempetakan kurang dan lebihnya pariwisata ini. Tidak hanya menikmati tempat pariwisata yang ada namun juga bisa merubah mindset wisatawan yang berkunjung ke Kota Malang.
“Bagian yang paling susah itu merubah mindset orang. Misal begini, saya ke Malang bayar tiket pesawat 900 ribu, itu sama dengan saya ke Singapura. Berarti kan lebih baik saya ke Singapura, selain ke luar negeri saya juga dapat fasilitas yang sangat nyaman disana. Itulah pekerjaan rumah kalian,” jelas Business Leader dari Zeno Indonesia tersebut.
Dunia jurnalistik juga menjadi salah satu yang berperan dalam mempromosikan pariwisata Indonesia. Self journalism menjadi alat untuk mempromosikan pariwisata Indonesia juga. Hal itu disampaikan oleh Imam Suwandi, kepala desk citizen journalism Metro TV. Menurut Cak Imam, panggilan akrabnya, Self journalism ini tanpa sadar dilakukan oleh semua orang yang berkunjung ke tempat baru.
Menurutnya, zaman sekarang semua orang bisa melakukan aktifitas citizen journalism hanya dengan menggunakan gawai atau telepon pintarnya. Imam menyampaikan dengan adanya self journalism itu juga membantu promosi pariwisata khususnya di Kota Malang. “Kendala saat ini yaitu mindset internasional menjadi kendala di Kota Malang ini. Kalau dilihat dibandara saja tulisan yang berbahasa inggris sangat minim. Bagaimana Kota Malang akan dikunjungi jika fasilitas di bandara saja tidak mendukung pengunjung dari luar negeri,” jelas Imam yang juga pernah menjadi produser acara berita tersebut.
Sumber : www.umm.ac.id

Pascasarjana UM Malang Kritisi Kebijakan Konservasi Alam Kota Batu

JELANG peringatan Hari Jadi Kota Batu ke-15 yang jatuh pada 17 Oktober, Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Malang (PPs UMM) bekerjasama dengan Yayasan Pengembangan Usaha Strategis dan Advokasi Pelestarian Alam (Pusaka) menggelar diskusi publik bertajuk “Urgensi Penguatan Konservasi Alam Kota Batu di Era Otonomi Daerah” Malang, Kamis (13/10) di Aula PPs UMM.

Kegiatan ini menghadirkan tiga pemateri, yaitu Ketua Yayasan Pusaka Malang Bambang Parianom, Pakar Lingkungan UMM Dr Abdul Kadir Raharjanto, serta Direktur/Aster Group Bidang Usaha Toko Retail Kosmetik Kota Malang sekaligus Ketua Komunitas Malang Bersatu, Agus Endra.

Bambang Parianom mengatakan, sejak ditetapkan sebagai daerah otonomi pada 2001 silam, di tengah pertumbuhan pembangunan yang begitu pesat, Kota Batu ternyata menyimpan berbagai persoalan pelik menyangkut lingkungan.

“Otonomi daerah, baik undang-undang yang keluar pertama yakni nomor 22 tahun 1999 termasuk undang-undang yang melahirkan Kota Batu nomor 1 tahun 2001 itu spiritnya pemanfaatan potensi alam. Bukan perlindungan wilayah dan aset ekologi. Sehingga kalau otonomi itu ekonomi yang menonjol, ada kecenderungan terjadi paradox antara otonomi daerah dan konservasi ekologi. Inilah yang saya anggap keprihatinan,” paparnya.

Menurutnya, ada tiga strategi berkelanjutan dan bersifat penyelamatan yang musti ditempuh Kota Batu meski ada di era otonomi daerah. Yakni strategi struktural, kultural, dan teknis sektoral. Strategi Struktural kata Bambang, yakni pemahaman politik masyarakatnya.

“Pemahaman politik menempatkan pembangun Batu yakni penyelamatan wilayah dan ekologi itu yang harus menonjol. Inilah yang akan melahirkan suatu kebijakan dan regulasi pendukung,” papar Bambang. Sementara strategi kultural menerangkan bagaimana agar seluruh lapisan masyarakat dapat ikut mendukung gerakan. Sedangkan, lanjut Bambang, strategi teknis sektoral yakni mendorong pemaksimalan kerja dinas terkait.

Selaras dengan Bambang, Abdul Kadir menjelaskan, jika dilihat dari sisi ekologi, permasalahan utama pada lingkungan bukan pada lingkungannya. Tapi permasalahan utama lingkungan di mulai dari permasalahan sosial. “Apabila kebutuhan-kebutuhan sosial meningkat, maka kebutuhan ekonominya juga akan meningkat. Pada saat kebutuhan ekonomi meningkat, dan ketika tidak ada hal lain yang bisa digunakan, maka manusia akan mengekploitasi alam sehingga alamnya akan rusak,” papar dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UMM ini.

Sementara itu, Agus Endra mengatakan, perkembangan ekonomi tidak akan berlanjut dan akan sia-sia jika kita tidak memperhatikan aspek lingkungan hidup. “Kalau kita hanya mempertimbangkan faktor ekonomi, maka lingkungannya rusak itu akan menjadi boomerang bagi kita. Mau tidak mau, ketika kita membangun kota kita, maka faktor lingkungan hidup itu harus dikedepankan juga,” jelas Agus Endra.

Wakil Direktur III PPs UMM Dr Wahyudi Winarjo menerangkan, PPs UMM ingin terlibat dalam dinamika kehidupan nyata di masyarakat. “Kita tidak ingin menjadi ‘menara gading’. Kita tidak hanya bicara konsep, tetapi kita ingin mengajak komponen Universitas Muhammadiyah Malang terlibat langsung dalam persoalan-persoalan yang terjadi di tengah masyarakat,” kata Wahyudi.

Menurutnya, perguruan tinggi sebagai salah satu pilar demokrasi serta masyarakat sebagai civil society selayaknya dapat bergerak bersama secara independen membangun bangsa dan negara sesuai visi Negara Kesatuan Republik Iindonesia (NKRI).

Diskusi dihadiri sejumlah elemen masyarakat antara lain anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), komunitas masyarakat Kota Batu,  Non Government Organization (NGO), Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), serta mahasiswa strata 1 dan 2 UMM.

Sumber : www.umm.ac.id