Sambut Maba, UMSB Tingkatkan Pelayanan

Dalam rangka menyambut kehadiran mahasiswa baru TA 2020/2021, Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB) melakukan rekrutmen dosen dan karyawan untuk meningkatkan pelayanan kepada mahasiswa. Dijelaskan oleh Rektor UMSB Dr Riki Saputra, MA, jumlah formasi yang tersedia sebanyak 33 orang. “Sepuluh orang dosen dan 13 orang karyawan. Status dosen yang direkrut adalah Dosen Tetap UMSB, sedangkan karyawan berstatus kontrak,” paparnya.

Lebih lanjut, Dr Riki mengungkapkan persiapan lainnya berupa pendirian Pusat Pengembangan Bahasa. Nantinya, Pusat Bahasa ini dapat melayani sertifikasi kompetensi berbahasa seperti TOEFL dan TOAFL bagi mahasiswa UMSB. “Selain itu, Pusat Bahasa akan menyelenggarakan berbagai kursus dan latihan berbahasa seperti bahasa Inggris, bahasa Arab, dan bahasa lainnya,” ujar Rektor UMSB.

Kepala UPT Humas, Jasman Nazar, SH, MH, menyatakan per 5 September 2020, jumlah calon mahasiswa yang sudah mendaftar untuk TA 2020/2021 UMSB sebanyak 2.604.

UMSB Jalin Kerja Sama Bidang Service dan Pelatihan Driver

Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB) jalin kerja sama dengan PT Astra International Tbk Toyota Sales Operation Bukittinggi di kampus III UMSB, Kamis (27/08).

Rektor UMSB, Riki Saputra dalam sambutannya mengungkapkan kerja sama ini menjadi ibadah dalam wujud pengabdian masyarakat. “Insya Allah banyak yang bisa dikerjakan dengan MoU dengan Astra. Tentu ada ilmu baru yang akan didapat dan bisa diaplikasikan di perguruan tinggi,” ungkapnya.

Perwakilan PT Astra Sudarto juga menyampaikan kerja sama ini sebagai bentuk memudahkan layanan yang diberikan PT Astra Sudarto kepada UMSB. “Untuk itu, melalui MoU ini Astra akan memberikan program CSR penyemprotan kabin ke 21 unit kendaraan UMSB dan pelatihan safety riding ke driver,” paparnya.

UMSB Bedah Buku Diaspora Indonesia di Brunei

Universitas Muh Sumatera Barat (UMSB) bekerja sama dengan Asosiasi Penerbit Perguruan Tinggi Muhammadiyah & Aisyiah (APPTIMA) menyelenggarakan bedah buku “Meraih Mimpi ke Luar Negeri: 71 Kisah Sukses Diaspora Indonesia di Brunei”, (24/07).

Rektor UMSB, Dr. Riki Saputra MA menyatakan webinar internasional ini bertujuan untuk mencermati peluang-peluang profesi “white collar” di Brunei yang pernah dan prospektif dimasuki pekerja migran Indonesia.

Buku setebal 294 halaman karya Efri Yoni Baikoeni ini mengenai eliat perantau atau diaspora Indonesia di Brunei dalam beragam profesi. Setidaknya dalam buku ini terdapat 43 jenis pekerjaan yang sukses digeluti warga Indonesia di luar jabatan “main stream”. Kisah yang disusun melalui teknik wawancara tersebut diawali sosok Awang Sukip yang dibawa dari Jawa sebagai romusha pada masa pendudukan Jepang, diakhiri cerita geliat mahasiswa Indonesia yang berburu beasiswa Brunei.

Conakry Marsono turut memaparkan data Tenaga Kerja Indonesia sebagai kelompok terbesar disusul Filipina, Bangladesh, Malaysia, India, dan Pakistan. Ia juga menyebutkan pemerintah Brunei saat ini tengah melakukan eskalasi penerapan “new normal” seperti pembukaan restoran, mengaktifkan kembali sekolah seperti semula dan lain sebagainya.

Turut hadir, KBRI Bandar Seri Begawan Conakry Marsono Yamtomo, Ir. Agus S Djamil, dosen UIN Syarif Hidayatullah sekaligus penerima “Pioneerism Award” Diaspora Indonesia. Webinar diikuti beragam kalangan seperti dosen UMSB, anggota APPTIMA, penggiat literasi, mahasiswa dan umum.

Kampung Wisata Sarugo Binaan UMSB Masuk Nominasi Api 2020

Kampung Wisata Saribu Gonjong (Sarugo) yang terletak di Jorong Sungai Dadok, Nagari Koto Tinggi , Kecamatan Gunung Omeh, Limapuluh Kota- Sumbar masuk dalam Anugerah Pesona Indonesia (API) 2020 kategori Kampung Adat .

Sarugo merupakan desa wisata binaan Fakultas Pariwisata Universitas Muh Sumatera Barat (UMSB) sejak setahun silam. Mengunjungi perkampungan terpencil dan paling utara di Kabupaten Lima Puluh Kota itu. Tak tersedia sinyal telepon provider apapun. WIFI jaringan memang sudah ada, namun tak maksimal.

Sesuai namanya, Sarugo merupakan perkampungan adat dengan rumah gonjong yang sangat padat. Deretan rumah gonjong di sini, seperti membentuk barisan rapi dan semuanya menghadap ke Masjid Raya. “Mayoritas di sini, terdiri dari Rumah Gonjong. Ada 29 jumlahnya dengan ukuran sekitar 5 x 16 meter. Gonjong tiap rumah ada 5, itu mencerminkan Rukun Islam,” sebut Kepala Jorong Sungai Dadok, Handrisman, Jum’at 3 Juli 2020.

Sekeliling Sarugo, adalah deretan perbukitan. Jadi, Sarugo terkurung bukit. Ada 800 jiwa penduduk yang tinggal di sini. Mereka menggantungkan diri di sektor pertanian, terutama hasil jeruk siam Gunuang Omeh yang melimpah seluas 200 hektare. Penduduk Sarugo, sangat menjunjung tinggi nilai budaya. Mereka disiplin, ramah dan religius. Di setiap sendi kehidupan, adat Minangkabau selalu dikedepankan.

Cukup seru berkunjung ke kampung ini, deretan Rumah Gonjong yang didirikan sekitar 1920an itu, berdiri megah seakan menyambut setiap tamu yang datang. Suasana pedesaan yang asri di tambah semilir angin dari bebukitan, mendatangkan nuansa damai yang tak ditemukan di tempat lain. “Di sini ada 18 suku yang hidup berdampingan, setiap suku wajib punya rumah gadang. Kita masih mempertahankan tradisi dari masa silam,” lanjut Kepala Jorong.

Sarugo, sepertinya merupakan salah satu dari sedikit kampung yang begitu tradisional. Karena sulitnya akses komunikasi untuk gadget, kesenian anak nagari berkembang pesat. Seperti randai, talempong, maupun silek masih lestari sejak dulu hingga kini. Di kampung nan permai ini, mengalir dua sungai yang kemudian bertemu membentuk Batang Sinamar. Di cabang sungai ini, terciptalah “Tapian” yang disebut Lubuk Liuang. Saban sore, jika cuaca baik, tapian ini ramai dikunjungi belasan anak-anak Sarugo. Arusnya tergolong jinak dan jernih, juga ada semacam air terjun kecil dengan lubuk dalam. Anak-anak berhamburan ria ke dalam sungai. Pemandangan yang mengesankan.

“Kita tentu akan membenahi banyak potensi wisata kita ke depannya, karena kita punya adat, alam dan kawasan agro. Kita pun sudah bisa menerima tamu menginap di homestay Rumah Gonjong,” kata Handrisman.

 

UMSB Racik Hand Sanitizer untuk Sivitas Akademika dan Masyarakat Sekitar

Prodi Farmasi Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB) mulai memproduksi massal hand sanitizer di laboratorium Farmasi UMSB Kampus 1, Padang. Dilakukan oleh mahasiswa dan dosen Prodi Farmasi, kegiatan ini diharapkan dapat menekan penyebaran Covid-19.

Dr. Fifi Harmnely, S.Si, M.Farm Apt selaku Ketua Prodi Farmasi UMSB menjelaskan bahwa hand sanitizer ini menggunakan daun sirih sebagai bahan baku. “Daun sirih dipilih karena memiliki aktivitas antibakteri yang umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri seperti Staphylococcus auerus dan Escherichia coli. Selain itu, penggunaan antibiotik sintetik banyak menimbulkan resistensi bakteri sehingga diperlukan formulasi dari bahan alami seperti daun sirih hijau,” jelasnya. Dr. Fifi menambahkan bahan lain yang digunakan ialah alkohol, gliserin, pewarna, dan pewangi. Semua bahan dicampur dengan komposisi tertentu.

Kegiatan produksi hand sanitizer ini diharapkan menjadi alternatif solusi mengatasi kelangkaan dan mahalnya hand sanitizer di pasar. Nantinya hand sanitizer akan dibagikan gratis kepada sivitas akademika UMSB dan masyarakat sekitar kampus.

Fakultas Kehutanan UMSB Bentuk Hutan Pendidikan

Fakultas Kehutanan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB) kini memiliki hutan pendidikan di INS Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, Sumbar. Hal ini tidak lepas dari dukungan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPEDAS) Hutan Lindung Agam Kuantan, dan SMA INS Kayu Tanam sehingga Fakultas Kehutanan UMSB dapat memanfaatkan lahan losong SMA INS Kayutanam.

Dr. H. Firman Hidayat MT selaku Dekan Fakultas Kehutanan memaparkan hutan pendidikan ini sangat dibutuhkan oleh mahasiswa dan kurikulum Fakultas Kehutanan UMSB sebagai lokasi praktik yang memadai. “Semoga pembentukan Hutan Pendidikan ini bermanfaat bagi semua orang, terutama para pelajar dan mahasiswa serta dapat menambah jumlah tegakan pohon di bumi,” ujar Dr. Firman.

Endri Bustami, mahasiswa Fakultas Kehutanan UMSB semester 5, menjelaskan launching awal dan penanaman dilakukan pada 9 Februari 2020. Kegiatan ini akan dilakukan oleh sivitas akademika Fakultas Kehutanan, siswa SMA INS, dan para tamu undangan. Dijelaskan olehnya bahwa sebelumya Fakultas Kehutanan UMSB telah membentuk hutan Pendidikan di Kepulauan Mentawai pada tahun 2014-2015.

UMSB Ajak Masyarakat Olah Plastik Jadi Barang Layak Jual

Mahasiswa UMSB bekerja sama dengan Komunitas Anak Dayung dan warga pantai Pasai Sabalah untuk melakukan kegiatan pengabdian masyarakat dengan tema “Memanfaatkan Limbah Plastik Menjadi Kerajinan Tangan” di Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sabtu (14/11).

Bekerjasama dengan Komunitas Anak Dayung dan warga Pasai Sabalah, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai pemanfaatan limbah plastik yang dapat dijadikan barang layak jual kepada ibu-ibu PKK dan warga setempat.

Rantih Fadhlya Adry, MSi selaku Dosen Ilmu Politik UMSB memaparkan perlu adanya manajemen sampah plastik baik itu dimulai dari lingkungan kecil hingga skala besar. “Selain bisa menjaga lingkungan, mahasiswa UMSB dan Masyarakat dapat memanfaatkan sampah plastik ini sebagai ladang bisnis seperti membuat pot bunga, bunga kertas dan lainnya yang nantinya dapat mereka jual,” tutupnya.

UMSB Adakan Seminar Internasional

Padang-Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB) gelar seminar international di gedung Convention Hall UMSB. Jum’at, (6/12/19). Acara seminar inernasional yang digelar UMSB ini menghadirkan Pembicara Utama yakni Dato Otsman Hassan,  Menteri senior Kambodia dengan Materi yang akan disampaikan “Generasi Muda Muslim Kamboja dan Orientasi Studi Islam Luar Negeri”  pembicara kedua Naggota, Parlemen senior Tangan Kanan Anwar Ibrahim Malaysia dengan tema materi “Kerjasama Pembinaan Mahasiswa Malaysia dan Indonesia” dan Dr. Mahyudin Ritonga, M.A, Direktur Program Pascasarjana UMSB dengan tema “UMSB Prosfektif Penerimaan Mahasiswa ASEAN” sedangkan  yang  menjadi moderator adalah Dr. Ahmad Lahmi, MA, Dosen UMSB.

Riki Saputra, Rektor UMSB mengucapkan selamat datang kepada pemateri, dan berharap kepada kepada peserta yang hadir bisa melaksanakan acara seminar ini dengan baik. Diakhir acara rektor berkesempatan memberikan cendera mata kepada pemateri karena telah banyak menyumbangkan ilmu pengetahuan ke UMSB. Seminar internasional ini dihadiri kurang lebih 500 orang mahasiswa dan dosen yang berasala dari berbagai daerah di Sumatera Barat.

Mahasiswa UMSB Juara 3 Lomba Pidato Nasional

Joni Saputra, mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB), meraih juara 3 lomba pidato tingkat nasional 2019 di Universitas Teuku Umar Meulaboh Aceh (21/11). Lomba ini diadakan dalam rangka pekan intelektual mahasiswa bidik misi Nasional.

Ini merupakan kemenangan yang kesekian kalinya bagi Joni. Ia mengaku bersyukur bisa mengikuti perlombaan mengharumkan nama UMSB. Pasalnya sebagai mahasiswa bidik misi, perlombaan ini membutnya bisa berkompetisi dan bertukar pikiran dengan dengan mahasiswa bidik misi lain dari Sabang sampai Merauke. Joni berjanji akan terus menggali potensi diri dan akan terus berjuang untuk meraih prestasi yang lain.

Dr. Mafardi selaku dekan FKIP mengungkapkan bahwa sebagai mahasiswa penerima bidikmisi joni saputra telah membuktikan bahwa ia pantas untuk menerima beasiswa tersebut dan semoga ini bisa memotivasi bagi mahasiswa penerima bidikmisi yang lain untuk berprestasi.

Di akhir Joni juga berpesan agar para penerima bidik misi bisa mempertanggungjawabkan apa yang diterimanya serta mengabdi untuk masyarakat. “Jangan melulu sebagai peminta dan penerima,” tutup Joni.

Mahasiswa UMSB Menangkan Kompetisi Essay Mahasiswa PASCAL 2019

Waradzi Mustakim, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB), memenangkan kompetisi Essay Mahasiswa II Tingkat Nasional yang diadakan oleh PASCAL 2019 Physics and Science Competition, Kamis (25/10). Mengalahkan lebih dari 100 kampus, Waradzi meraih juara 1 dalam kompetisi tersebut.

Mahasiswa Fakultas Teknik ini memang memiliki segudang prestasi. Beberapa kompetisi telah dimenangkannya, seperti Juara 3 Mahasiswa Berprestasi LL Dikti Wilayah X 2019, Juara 3 Minang Entrepreneurship Award 2019, Harapan 3 Tingkat Internasional Essay Competition GLPY 2019, Juara 1 Andalas Sociology Essay Competition Universitas Andalas 2019, dan beberapa perlombaan lainnya. Menurutnya kunci kemenangannya adalah sikap konsisten pada hal yang ia geluti. “Mempersiapkan dengan baik, rajin berlatih, dan tidak kalah penting selalu memberikan yang terbaik,” tambah Waradzi.

Dr. Riki Saputra, selaku Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat mengungkapkan dukungannya terhadap kegiatan-kegiatan mahasiswa yang dapat mengharumkan nama UMSB. “Salah satu indikator majunya sebuah perguruan tinggi adalah dengan banyaknya prestasi yang diraih mahasiswa baik di tingkat lokal, nasional, dan internasional,” papar Riki.