UMSU Dipercaya Menjadi Riset Center Pengendalian TB di Sumut

Fakultas Kedokteran UM Sumatera Utara mengadakan acara Mini Seminar di Aula FK UMSU, Sabtu (7/9). Bertemakan TB Diagnosis and Management, kegiatan ini mengangkat isu penyakit TBC yang menjadikan Indonesia sebagai urutan ke-3 di dunia dengan jumlah kasus 842 ribu.

Dibuka oleh Dr Rudianto MSi selaku WR III, acara ini menghadirkan dr Moh Adib Khumaidi selaku Ketua perhimpunan doker paru Indonesia cabang Sumut dan dr Eka Airlangga selaku Dept Ilmu Kesehatan Anak UMSU sebagai keynote speaker.

“Ini menjadi kebanggaan bagi kami, terlebih UMSU dipercaya sebagai Riset Center Pengendalian TB di Sumut, sungguh sebuah kehormatan bagi kami,” papar Dr Rudianto MSi memberikan sambutan. Ia melanjutkan UMSU menjadi satu-satunya PTS yang terakreditasi A, sehinga UMSU bertanggung jawab untuk berkontribusi membangun masyarakat melalui implementasi Tridarma Perguruan Tinggi.

UMSU Adakan Training BUMDes

Mengusung Tri Darma Perguruan Tinggi, UM Sumatera Utara (UMSU) bekerjasama dengan Sekolah Manajemen BUMDes (SMB) untuk menggelar “Training of Trainers Pemdamping BUMDes”. Bertempat di Auditorium FKIP UMSI, kegiatan ini diikuti 38 peserta dari dosen seluruh fakultas yang ada di UMSU.

Dalam sambutannya Dr Agussani selaku rektor UMSU memberikan apresiasi pada kegiatan pengabdian ini. “UMSU akan terus membangun kerja sama dan bersinergi dengan berbagai pihak termasuk pemerintah,”paparnya.

Rudy Suryanto selaku Sekretaris Jenderal Forum BUMDes Indonesia menyampaikan BUMDes menjadi hak sepenuhnya bagi seluruh masyarakat desa. Setiap desa telah diberikan anggaran untuk dikelola secara pribadi. Ia melanjutkan, hingga Desember 2018, 61 persen desa telah memiliki Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) atau terbentuk 45.549 unit BUMDes di Indonesia. Jumlah ini meningkat tajam dari tahun 2014 yang hanya memiliki 1.022 BUMDes. “Dalam konteks ini kita sangat memerlukan partisipasi perguruan tinggi untuk bisa memberikan pencerahan dan pemberdayaan agar SDM BUMDes ini bisa ditingkatkan,” tutupnya.

Workshop Jurnal Internasional FH UMSU : Jawab Tantangan Persaingan

Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menggelar Workshop dan Mentoring Penulisan Jurnal Internasional Terindeks Scopus pada hari Jumat (23/8). Bertempat di Aula FH UMSU, kegiatan ini menghadirkan Prof. Dr. E Lisdyono, SH., M.Hum, Guru Besar Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Semarang.

Dalam pembukaannya, Wakil Rektor I UMSU Dr Muhammad Arifin SH MHum, mengatakan kegiatan seperti ini penting untuk menjawab tantangan persaingan yang semakin tinggi. Diharapkan melalui wokshop ini akan ada efek yang besar dalam meningkatkan kualitas jurnal publikasi internasional dari para dosen, khususnya FH UMSU.

“Publikasi ilmiah dalam jurnal bereputasi dan terindeks scopus sudah menjadi kewajiban dan tuntutan dari pemerintah yang harus dipenuhi oleh setiap dosen. Hal ini sebenarnya sudah sejalan dengan tri darma perguruan tinggi, khususnya sektor penelitian,” tambahnya. Selain kegiatan workshop dan mentoring, terdapat juga penandatangan MoU antara Fakultas Hukum UMSU dengan Fakultas Hukum UNTAG Semarang terkait tri darma perguruan tinggi.

29 Mahasiswa UMSU Ikuti Program Magang Bersertifikat BUMN

Sebanyak 29 mahasiswa dari beberapa fakultas Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) dilepas untuk mengikuti Program Magang Mahasiswa Bersertifikat (PMMB) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Batch II tahun 2019, Jumat (16/8). Beberapa perusahaan yang akan menjadi tempat magang ialah, Bank Mandiri, Jasa Raharja, Pertamina, PT Timah, Pelindo I, Pegadaian, Amarta Karya, Inna Parapat, Grand Inna Medan, Hutama Karya, Jasa Tirta II Jawa Barat, Yodya Karya dan Surveyor Indonesia.

Capaian ini mencatatkan UMSU sebagai kampus di Sumatera Utara yang paling banyak mengirimkan mahasiswanya mengikuti program PMMB dan juga salah satu kampus yang awal dalam melakukan MoU program magang bersertifikat. “Saya mewakili rektor mengucapkan selamat kepada adik adik yang lulus Program Magang Mahasiswa Bersertifikat (PMMB) Batch II tahun 2019 ini, karena saya tau proses seleksinya sangat ketat dan tidak mudah,” ucap Wakil Rektor III DR. Rudianto, S.Sos, M.Si dalam sambutannya.

Selain menjadi ajang pembuktian pembelajaran selama di kampus, program ini diharapkan dapat memberikan pengalaman lebih serta mengasah skill mahasiswa sehingga siap mengahadapi dunia pekerjaan setelah lulus kuliah.

Kerja Sama UMSU dan USU dalam Joint Summer Program 2019

Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) dan Unversitas Sumatera Utara (USU) bekerja sama menggelar “Joint Summer Program 2019” pada tanggal 14-27 Agustus 2019. Acara yang bertemakan “Managing Dengue and Other Tropical Disease in South East Asia and The Influence of Traditional Medicine” ini mendapat dukungan dari hibah Penawaran Program Bantuan Penguatan Kelembagaan Kantor Urusan Internasional (PKKUI) Kemenristekdikti tahun 2018-2019.

Acara dibuka secara resmi oleh WR 3 UMSU, Dr Rudianto SSos, MSi di Kampus Fakultas Kedokteran UMSU, Kamis (15/8). Menurutnya program ini akan memiliki kemanfaatan yang tinggi bagi banyak pihak dalam menangani penyakit demam berdarah dan aneka penyakit daerah tropis lainnya di Asia Tenggara. “Penanganan penyakit secara tradisional ini saya kira menarik untuk dikaji secara ilmiah dengan menggunakan ilmu kedokteran modern,” lanjutnya.

Joint Summer Program merupakan kegiatan magang singkat yang diikuti sejumlah mahasiswa asing. Terdapat 26 peserta dari lima negara. Empat dari Vietnam, dua dari Prancis, satu dari Australia, empat dari Malaysia, dan lima belas dari Indonesia.

UMSU Raih Akreditasi A, Buktikan Prestasi PTMA

Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) kembali memperoleh prestasi di awal tahun 2019 ini. Pasalnya, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) berhasil menyandang akreditasi A menyusul lima PTMA lainnya yang telah berhasil meraih dan mempertahankan akreditasi A yaitu UM Malang, UHAMKA, UM Surakarta, UM Yogyakarta, dan Universitas Ahmad Dahlan.

Perguruan tinggi yang beribukota di Medan ini, berhasil mencetak rekor menjadi PTMA pertama diluar Pulau Jawa yang meraih akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Dikutip dari website resmi UMSU, Dr Agussani, MAP selaku Rektor UMSU mengatakan, raihan akreditasi A untuk perguruan tinggi yang  berhasil diraih UMSU adalah berkat kerja keras yang dilakukan seluruh civitas akademika. “UMSU merasa sangat bersyukur karena sukses meraih akreditasi perguruan tinggi dengan  peringkat A. Hal ini tidak terlepas dari dukungan semua pihak termasuk alumni dan stakeholder” tutur Agussani.

Ia melanjutkan, untuk mendapatkan akreditasi  institusi A bukanlah perkara   mudah  karena syarat dan standard yang ditentukan oleh Badan Akreditasi Perguruan Tinggi (BAN-PT)  harus terpenuhi dengan nilai maksimal. Penilaian meliputi proses pengajaran, penelitian  dan pengabdian masyarakat yang dijalankan UMSU. Selain itu juga capaian prestasi dosen  maupun mahasiswa dibidang akademik  dan non akademik dinilai secara kualitas dan  kuantitas.

Prestasi ini menjadi motivasi dan semangat seluruh PTMA salah satunya Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Muhammadiyah Kalianda “Kami segenap Akademika STIE Muhammadiyah Kalianda mengucapkan Selamat untuk Rektor UMSU dan Civitas Akademika UMSU atas prestasinya, semoga kami bisa menyusul” Ujar Chotimatuzzahra, S.E M.M selaku Ketua dari STIE Muh Kalianda. []APR

UMSU Gelar Simposium dan Workshop Internasional FK

Satu Dasawarsa Fakultas Kedokteran UMSU menggelar simposium dan workshop internasional dengan tema “Infection and Degenerative Disease from Biomolecular to Clonical Update” di Kampus FK UMSU Jl. Gedung Arca, 13-14 Juli 2018.

Simposium yang menghadirkan guru besar dari Jichi Medical University Jepang, Prof Hiroshi Nishino dan Prof Thoshihiro itu dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec Jumat (13/7).

Muhammadiyah saat ini memiliki 12 Fakultas Kedokteran dan UMSU menjadi salah satu FK yang usianya sudah mencapai 10 tahun dengan berbagai prestasi yang membanggakan.
Simposium dan Workshop internasional yang menghadirkan banyak guru besar di bidang kedokteran adalah bukti betapa komitmennya UMSU dalam melakukan proses alih teknologi dibidang kedokteran. “Selain alih teknologi maka seminar ini menjadi bagian dari program internasionalisasi perguruan tinggi Muhammadiyah,” tutur Edy.

Simposium diikuti sekitar 150 peserta yang berasal dari berbagai provinsi di Sumatera menyajikan lima tema bahasan diikuti dengan kegiatan workshop. Di hari pertama menyajikan dua judul, mulai dari “Future of Treatment of Head and Neck Cancer in Jepang” oleh Prof Hiroshi Nishino MD, PhD. Sementara itu, Prof Zulkifli Muchtar SpJP(K) menyampaikan tentang “Hipertension update for Physician.”

Hari kededua, simposium menyajikan tiga judul bahasan mulai dari “Tuberculosis and Aspergillosis in Patient TB Suspect with BTA Staining Negative” oleh dr Yahwardiah Siregar. Kemudian ” Neurosurgical Simulation Using 3D model with soft blood Vases” disampaikan Prof Toshihiro Mashiko PhD.

Simposium terakhir membahas tema “Viral Infections: Immunology Petsoective Biimoleculer Aspect of Inflammation” yang disampaikan Prof dr Syafruddin Wahid SpPA, SpF, PhD.
Bersamaan dengan Simposium dan Workshop Satu Dasawarsa FK UMSU, Edy Suandi Hamid melepas tujuh mahasiswa FKIP UMSU pada program Pertukaran Mahasiswa Keguruan se-Asia Tenggara (SEA-Teacher Batch 6) ke Thailand dan Filipina serta pelepasan lima orang mahasiswa Kedokteran UMSU ke National Taiwan University.

KKNMu Periode IV Digelar di Ogan Ilir Sumatra Selatan

Sebanyak 28 Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) dari seluruh Indonesia bergabung dalam Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah untuk Negeri (KKNMu) yang akan berlangsung di Kabupaten Ogan Ilir Sumatra Selatan pada 1-30 Agustus 2017. KKNMu kali ini adalah yang keempat setelah beberapa tahun sebelumnya dilaksanakan di Gorontalo, Metro Lampung, dan Bojonegoro, Jawa Timur.

“KKNMu adalah kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka pembelajaran dan pemberdayaan melalui kegiatan pendidikan dan pengajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan dakwah amar makruf nahi munkar,” kata Ketua Panitia KKNMu, Dr Rina Ratih, Senin (31/7).

Menurutnya, KKNMu dilaksanakan dengan prinsip co-creation(gagasan dari berbagai pihak terkait), co-financing (dukungan dari berbagai pihak terkait), flexibility (menyesuaikan dengan situasi kondisi lingkungan dan kebutuhan pemerintah, mitra kerja, dan masyarakat dalam proses pembangunan di daerah).

Selanjutnya, sustainability (harus melahirkan pembangunan/pengembangan berkelanjutan di tengah masyarakat sasaran), dan research based community services (setiap kegiatan didasarkan/ dilaksanakan berdasarkan hasil kajian ilmiah).

Ditegaskan, KKNMu ini memiliki nilai lebih karena melatih mahasiswa untuk bekerja sama dengan mahasiswa lain dari seluruh Indonesia. “Keterampilan kerja sama, problem solving, rasa memiliki Tanah Air Indonesia serta komitmen membangun bangsa secara bersama-sama adalah salah nilai yang ingin ditanamkan melalui KKNMu,” katanya, dalam siaran pers.

Pemerintah Daerah Ogan Ilir melalui Bupati M Ilyas Panji Alam sangat mendukung program ini bahkan menyediakan dukungan luar biasa (finansial dan non-finansial) untuk menyukseskan program-program KKNMu. Lebih jauh lagi beberapa kepala daerah dan pimpinan PTM sudah menyatakan siap menjadi tuan rumah lokasi KKNMu berikutnya, seperti UM Bengkulu, UM Riau, dan UM Purwokerto.

Sementara itu, Muhammad Sayuti, dari Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah, menjelaskan total 433 mahasiswa dari 28 PTM akan melaksanakan KKN yang ditempatkan di empat kecamatan. Terdiri atas 45 desa dengan rincian jumlah peserta yakni UM Sumatra Utara (5), UM Riau (18), UM Palembang (100), STIKES Muh Palembang (10), UM Metro Lampung (11), UM Bengkulu (11), UM Tangerang (25).

Kemudian UM Jakarta (19), UHAMKA Jakarta (13), UM Sukabumi (12), UM Purwokerto (36), STIKES Muh Pekajangan Pekalongan (6), UM Magelang (5), UAD Yogyakarta (49), UMY Yogyakarta (7), UM Surakarta (15), UM Ponorogo (11), UM Gresik (3), UM Surabaya (7), UM Sidoarjo (4), UM Malang (5), UM Makassar (14), UM Parepare (6), STISIP Muh Rappang (3), UM Luwuk (2), UM Gorontalo (5), UM Kendari (24), dan UM Sorong Papua Barat (7).

Diharapkan KKNMu tahun berikutnya akan diikuti lebih banyak PTM karena saat ini baru 28 dari 173 PTM yang berpartisipasi. Ia menegaskan, Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah sebagai majelis yang mengoordinasikan seluruh PTM mengharapkan dukungan dari lembaga-lembaga penyandang dana, Lazis, corporate social responsibility (CSR), pemerintah, serta lembaga lain yang memiliki kepedulian yang sama untuk turut memperluas dampak program KKNMu ini.

Sumber republika.co.id