Tiga Skema KKN UMY Berbasis IT

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melalui Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) menyelenggarakan seremonial penerjunan Kuliah Kerja Nyata (KKN) UMY 2021 Berbasis IT secara daring, Sabtu (16/01). Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mengatasi permasalahan ekonomi dan proses pembelajaran bagi sekolah yang mengalami keterbatasan jaringan.

Diikuti sebanyak 2.500 mahasiswa program ini akan terdiri dari 3 skema KKN diantaranya KKN Reguler IT, KKN Muhammadiyah Mengajar basis pemberdayaan radio komunitas dan KKN Persyarikatan Muhammadiyah Pemberdayaan Panti Asuhan yang akan dilaksanakan secara daring dan sesuai dengan protokol kesehatan.

Ahmad Syauqi Soeratno selaku Waket Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan PP Muhammadiyah menyampaikan tugas mahasiswa KKN adalah memastikan bahwa manfaat dari entrepreneurship akan terus berlangsung, terus membawa kemajuan bagi komunitas yang didampingi oleh mahasiswa KKN berbasis UMKM, juga memberi manfaat bagi masyarakat dan bangsa. “Jadi, sangat penting untuk mendorong masyarakat dalam semangat kewirausahaan,” jelasnya dikutip dalam website resmi UMY.

Dr Ir Gunawan Budiyanto MP IPM menyampaikan pandemi bukan menjadi alasan untuk menunda masa studi mahasiswa, oleh karena itu agar studi mahasiswa bisa selesai tepat waktu, KKN tetap dilaksanakan namun dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan. “Kita berharap dalam rangka untuk selalu mengedepankan kaidah teologi Surat Al-Maun yang selalu diajarkan KHA. Dahlan untuk selalu jadi penolong, pembaharu bagi masyarakat. Oleh karena itu KKN dilaksanakan dalam beberapa macam mulai dari KKN Muhammadiyah Mengajar, KKN Reguler IT, KKN Pemberdayaan Panti Asuhan,” pungkasnya.

UMY Raih Peringkat 137 Most Sustainable University

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta berhasil masuk dalam pemeringkatan UI Green Metric World University Rangking dengan meraih peringkat 137 dari 912 universitas di 85 negara.

Pemeringkatan tersebut fokus kepada penggunaan energi, penggunaan air, pengolahan limbah, transportasi, dan juga infrastruktur. Kriteria yang ada dalam penilaian Green Metric diantaranya Setting and Infrastructure, Energy and Climate Change, Waste Management, Water Management, Transportation, serta Education and Research.

Dilansir melalui website resmi UMY, Kepala Pusat Data dan Informasi Strategis, Badan Perencanaan dan Pengembangan UMY, Ir. Tony K Hariadi, M.T., IPM., mengungkapkan ada beberapa peningkatan yang diraih salah satunya pada infrastruktur yang telah berkonsep green building. “Tidak hanya itu, saat ini UMY sudah mengupgrade fasilitasnya dengan menggunakan fasilitas yang hemat energi,” jelasnya, Selasa (08/12).

Selain infrastuktur, pengolahan sampah dan limbah UMY juga menjadi pemicu naiknya peringkat. Sedangkan, dari sisi transportasi unggul pada penggunaan kendaraan bermotor di dalam area kampus serta jumlah emisi karbon yang ada. Sementara dari sisi edukasi, penelitian yang berhubungan sustainability sangat mendukung UMY, apalagi ada beberapa konferensi mengenai sustainability yang digelar di UMY.

Toni menyadari, konsep Green Campus belum masuk ke seluruh lini kehidupan UMY. Namun ia berharap konsep ini dapat mulai diterapkan dari hal-hal yang kecil. “Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk menerapkan konsep Green Campus, seperti mengurangi penggunaan energi-energi yang tidak diperlukan dan juga meminimalisir penggunaan energi yang tidak terbaharukan,” pungkasnya.

MM UMY Raih Akreditasi A

Program Magister Manajemen (MM) UMY meraih akreditasi A dari BAN-PT, Selasa (24/11). Keputusan ini didapat berdasarkan BAN-PT No. 7662/SK/BAN-PT/Akred/M/XI/2020 dengan nilai 367. Asesmen lapangan dilakukan via Zoom Meeting oleh Asesor Prof. Dr. Muhammad Ali, M.S dan Prof. Wiwiek Rabiatul Adawiyah, M.Sc. PhD selama dua hari, Rabu-Kamis (11-12/11).

Surwanti. MSi selaku Ketua Program Studi MM UMY menyampaikan rasa syukur dan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kegiatan asesmen lapangan Prodi MM UMY. “Hasil akreditasi ini adalah buah dari ikhtiar kita bersama. Saat penyusunan dokumen Borang dan Asesmen Lapagan, semua tim terlibat dan di dalamnya ada unsur kerja sama dari semua stakeholder baik dari internal dan eksternal,” ungkap Dr. Arni.

Sementara itu, Dr. Nuryakin, SE., MM., Sekretaris Program Magister Manajemen menjelaskan akreditasi A yang diraih ini sebagai upaya yang telah dilakukan oleh prodi dalam mencapai visi yaitu “Berwawasan Global Unggul dalam Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang berlandaskan Nilai-Nilai Islam”. “Kami dari Program MM ingin meningkatkan apa yang telah dipercayakan oleh para semua stakeholder. Ke depannya kami akan meningkatkan serta mengevaluasi kurikulum yang sedang kami gunakan saat ini yang berkaitan dengan kebijakan Kampus Merdeka,” tutupnya

3 PTMA Masuk Universitas Terbaik Se-Asia

Tiga Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) berhasil masuk dalam kategori Universitas Terbaik versi QS World University Rangkings: Asia 2021. Menurut data, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta menempati peringkat ke-451 Universitas terbaik se-Asia, disusul UMS dan UAD pada urutan 600-an. Menjadi pemeringkatan kampus Asia terbesar, QS WUR menampilkan 30 kampus Indonesia baik Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS).

Melansir laman Muhammadiyah.or.id mengenai prestasi yang diraih UMY, Evi Rahmawati Kepala Bidang Pengembangan Organisasi Badan Perencanaan dan Pengembangan (BPP) UMY mengungkapkan prestasi ini merupakan kali pertama diraih UMY. “Alhamdulillah target sudah tercapai, yaitu masuk dalam kategori 500 Universitas Terbaik se-Asia Versi QS World University Rankings: Asia 2021. Prestasi ini merupakan hasil kerja keras sivitas akademika yang sudah mencapai target universitas,” jelasnya.

Evi melanjutkan, dalam mempersiapkan pemeringkatan UMY telah mempersiapkan beberapa indikator meliputi rasio jumlah dosen terlebih lulusan S-3, publikasi ilmiah internasional atau Scopus, dan proporsi jumlah mahasiswa internasional. “Kemudian hal yang kami tempuh untuk mencapai indikator lainnya adalah terkait jumlah proporsi pertukaran mahasiswa baik bersifat inbound maupun outbound,” tambahnya.

Rektor UMY, Dr Ir Gunawan Budiyanto juga mengatakan apresiasi ini menjadi modal UMY untuk melangkah pada tahap berikutnya. “Dengan capaian ini, semakin menegaskan bahwa UMY sudah berhasil masuk dalam jajaran Top Universities tingkat dunia. Ke depannya, kami juga akan terus meningkatkan kolaborasi bersama partner-partner UMY baik di dalam maupun luar negeri, meningkatkan jumlah publikasi scopus, dan sitasi,” tutup Gunawan.

UMY Terjunkan KKN Kembali

Lembaga Penelitian, Publikasi, dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) UMY melakukan seremonial penarikan KKN Relawan Covid-19 batch 1 sekaligus penerjunan KKN Relawan Covid-19 batch 2 dan KKN Pemberdayaan Panti Asuhan Muhammadiyah Yogyakart via aplikasi Zoom, Jumat (20/11). Terdapat 164 mahasiswa yang diterjunkan untuk KKN Covid-19 batch 2 dan 18 mahasiswa untuk KKN Pemberdayaan Panti Asuhan Muhammadiyah Yogyakarta.

Skema KKN Pemberdayaan Panti Asuhan Muhammadiyah Yogyakarta merupakan skema terbaru KKN UMY bekerja sama dengn Majelis Pemberdayaan Sosial Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (MPS PWM DIY). Kepala LP3M UMY, Dr. Ir. Gatot Supangkat,MP., menyatakan KKN merupakan salah satu bentuk UMY mengabdi kepada masyarakat terlebih pada kondisi Covid-19 seperti saat ini. “Melalui KKN Relawan Covid-19 ini paling tidak menjaga lingkungan sekitar kita sendiri dari virus, membangun community development, institution development, dan personality development.”

Sementara itu Kepala Divisi Pengabdian Mahasiswa, LP3M UMY, Dr. Aris Slamet Widodo, S.P. M.Sc., memaparkan 164 mahasiswa disebar di 27 titik tempat. Sedangkan 18 Mahasiswa yang diterjunkan ke KKN Pemberdayaan Panti Asuhan Muhammadiyah merupakan mahasiswa FKIK. “Harapannya dengan penerjunan KKN UMY kali ini dapat meningkatkan semangat untuk mengabdi kepada masyarakat dan persyarikatan Muhammadiyah,” jelas Dr. Aris.

The 4th ICoSI 2020 UMY Raih Rekor MURI

Selasa (13/10), Rektor UMY Dr. Gunawan Budiyanto, MP.,IPM menerima penghargaan Rekor Muri di Opening Ceremony The 4th ICoSI (International Conference on Sustainable Innovation) di Gedung AR. Fachruddin B UMY. Kali ini UMY meraih Rekor Muri melalui kegiatan webinar internasional  dengan disiplin ilmu terbanyak sejumlah 14 disiplin ilmu dalam acara the 4th ICoSI 2020. Sebanyak 1.373 peserta dari 8 negara mengikuti acara yang terselenggara 13-14 Oktober 2020

Ketua panitia pelaksana the 4th ICoSI 2020, Dr.Yeni Rosilawati,S.IP.,S.E.,M.M., menyampaikan terdapat 14 fokus konferensi dari berbagai bidang disiplin ilmu yang diselenggarakan secara serentak secara daring. Dijelaskan karena kondisi pandemi Covid-19 yang belum usai, tahun ini konferensi diadakan pertama kali dengan memanfaatkan platform digital.

Pada prosesi penyerahan penghargaan MURI, Sri Widayati, Senior Manajer MURI mengapresiasi UMY.  ”Kami dari MURI sangat mengapresiasi kegiatan ini. Harapan kami dengan tercatatnya prestasi webinar internasional kali ini tentunya mampu mendorong dosen-dosen, khususnya dari UMY untuk terus menunjukkan karsa dan karya terbaik di bidangnya masing-masing,” jelasnya. Sebagai tambahan, hingga saat ini UMY sudah mencatat 10 rekor dalam penghargaan MURI.

UMY Inisiasi Gerakan Masyarakat Kasihan Bermasker

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menggandeng aparat pemerintah di tingkat kecamatan, Puskesmas Kasihan, FPRB (Forum Pengurangan Risiko Bencana), Polsek dan Danramil 4 Kasihan untuk mengajak masyarakat Kasihan melalui “Gerakan Masyarakat Kasihan Bermasker”. Gerakan ini dibuka di Kantor Kecamatan Kasihan, Bantul, Yogyakarta, Rabu (9/9). Gerakan Masyarakat Kasihan Bermasker merupakan inisiasi dari UMY untuk memberikan edukasi kepada masyarakat khususnya di daerah Kasihan untuk tetap disiplin dalam penerapan 3M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak).

Dr Gunawan Budiyanto, MP, IPM selaku Rektor UMY menyampaikan kegiatan Gerakan Masyarakat Kasihan Bermasker ditargetkan kepada pemilik kafe, restauran, dan warung makan yang ramai dikunjungi masyarakat Kasihan dan Mahasiswa UMY. Gerakan ini merupakan bentuk penyadaran bagi masyarakat mengenai pentingnya memutus rantai penyebaran Covid-19 atau transmisi sosial. Tidak hanya mensosialisasikan untuk disiplin menggunakan masker, gerakan juga memberikan edukasi kepada pemilik kafe untuk menyediakan tempat cuci tangan layak sesuai dengan protokol kesehatan. Selanjutnya gerakan ini juga menjadi gerakan konsisten untuk menyadarkan masyarakat yang tidak hanya pada tingkat kecamatan namun juga Kabupaten Bantul. “Jumlah masyarakat yang tidak disiplin menerapkan 3M itu sangat rendah, yaitu hanya 17 persen. Gerakan ini merupakan bagian dari fungsi perguruan tinggi dalam bentuk pengabdian masyarakat melalui edukasi disiplin penggunaan masker. Semoga dapat disambut oleh kampus-kampus lain terutama kampus yang masih di daerah Kecamatan Kasihan,” jelasnya.

Kepala Daerah Kecamatan Kasihan Slamet Sentosa menyambut baik  gerakan ini. Disampaikan oleh Slamet, perkembangan wabah Covid-19 masih cenderung tinggi. Kasihan merupakan tiga besar kasus penyebaran Covid-19 di Bantul. “Oleh karena itu, tugas kita untuk memberikan kesadaran masyarakat melalui gerakan ini yang didukung oleh jajaran Puskesmas Kasihan II yang juga memiliki program sosialisasi dalam pencegahan Covid-19 dan pola hidup sehat, salah satunya dengan cara penggunaan masker pada masa pandemi Covid-19,” tambahnya.

Lembaga Sertifikasi Profesi UMY Raih Lisensi BNSP

Keluarnya keputusan Ketua Badan Nasional Sertifikat Profesi (BNSP) Nomor KEP.1346/BNSP/VIII/2020 menjadi penanda Lembaga Sertifikasi Prodesi (LSP) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mendapat lisensi dari BNSP. Dijelaskan oleh Direktur LSP UMY, Dr. Filosa Gita Sukmono, persiapan awal mendirikan LSP UMY telah dilakukan selama satu tahun terakhir. “Meskipun pandemi, kami tetap mengupayakan pencapaian ini walaupun harus work from home,” tambahnya.

Terdapat tujuh skema yang berhasil mendapatkan lisensi dari BNSP, yakni Skema Sertifikasi Produser Televisi, Skema Sertifikasi Strategic Planner, Skema Sertifikasi Public Affair Analyst, Skema Sertifikasi Manager Pemasaran Agribisnis, Skema Sertifikasi Inspektor Budidaya Tanaman, Skema Sertifikasi Teknisi Senior Otomasi Industri, dan Skema Sertifikasi Akuntansi Madya. Filosa memaparkan ke depannya LSP UMY akan mengupayakan lebih banyak lisensi skema sehingga semua mahasiswa di seluruh prodi UMY bisa mengkuti uji kompetensi dengan lisensi BNSP sebelum wisuda.

Dr. Sukamta, M.T selaku Wakil Rektor Bidang Akademik UMY mengapresiasi pencapaian LSP UMY. Menurutnya dengan adanya lisensi ini, UMY akan semakin unggul dalam pembelajaran, capaian perkualiahan, dan profil lulusan yang sesuai dengan Standar Kualifikasi Kompetensi Nasional Indonesia. “Adanya LSP UMY ini adalah bagian dari upaya kami untuk membekali dan memfasilitasi mahasiswa yang akan wisuda agar lebih punya nilai lebih saat masuk ke dunia kerja,” pungkasnya.

UMY Gelar Summer School Daring

Senin (10/8), Universitas Muhammadiyah Yogyakarta membuka program Summer School 2020. Program ini akan dilaksanakan selama tiga hari sampai empat belas hari. Sebanyak 285 peserta dari 16 negara akan mengikuti Summer School berbasis pembelajaran daring ini. Beberapa negara yang mengikuti kegiatan ini antara lain, Malaysia, Pakistan, India, Kiribati, Mesir, Nepal, Oman, Thailand, Bahrain, Indonesia, Spanyol, Jepang, Gambia, Nigeria, Bangladesh, dan UAE (United Arab Emirates).

Kegiatan Summer School melibatkan empat program internasional UMY yang terdiri dari ITYIELDs (International Training for Young Islamic Economics Leaders), ITFSS (International Tropical Farming Summer School), Summer School on Tropical Agribusiness, dan International Program of International Relations Summer School. Rektor UMY, Dr Ir Gunawan Budiyanto, MP IPM, mengucapkan syukur karena di tengah pandemi Covid-19, UMY masih dapat memberikan fasilitas untuk mahasiswa asing belajar daring. “Internasionalisasi kampus masih bisa berjalan dan akan terus kita jalankan. Ditambah antusias para peserta dari berbagai negara masih tinggi,” tambah Dr Gunawan.

Materi yang disampaikan di kegiatan Summer School akan disampaikan oleh pakar internasional sesuai dengan keahliannya masing-masing. Keadaan pandemi yang tidak memungkinkan untuk bertatap muka secara langsung tentu membawa perubahan bentuk pelaksanaan. Seperti yang dijelaskan oleh Dr Ihsan Nurkomar, SP selaku penanggung jawad ITFS, peserta untuk tahun ini tidak bisa diajak langsung melihat keadaan lapangan. Sebagai gantinya mahasiswa akan diberikan video agar memiliki gambaran dalam pembelajaran.

JATI Jurnal Pertama Vokasi UMY Terakreditasi SINTA 3

Berdasarkan SK Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Republik Indonesia Nomor 85/M/2020 tentang Peringkat Akreditasi Jurnal Ilmiah Periode 1 tahun 2020, Jurnal Akuntansi Terapan Indonesia (JATI) Prodi D-3 Akuntasi UM Yogyakarta meraih akreditasi peringkat 3 (SINTA 3). JATI merupakan jurnal peer review yang diterbitkan oleh UM Yogyakarta bekerja sama dengan APSA PTM (Asosiasi Program Studi Akuntansi Perguruan Tinggi Muhammadiyah). Pencapaian ini praktis membuat JATI menjadi jurnal pertama dari Program Vokasi yang terkreditasi SINTA 3.

Barbara Gunawan, S.E., M.Si., Ak.CA selaku Ketua Prodi D-3 Akuntansi memaparkan bahwa JATI menerbitkan artikelnya dua kali dalam setahun, yaitu Maret dan Oktober. Ia menambahkan artikel tersebut ditinjau secara selektif oleh editor dan peninjau yang berkompeten. Sementara itu pengelola jurnal, Puspita Dewi Wulaningrum, S.Pd., M.Sc, menuturkan jurnal JATI mulai terbit sejak Maret 2018. Hingga kini JATI telah terbit sebanyak 5 kali, yaitu Vol.1 No. 1 pada Maret 2018, Vol.1 No.2 pada Oktober 2018, Vol.2 No.1 pada Maret 2019, Vol.2 No.2 pada Oktober 2019, dan Vol.3 No.1 pada Maret 2020.

Saat ini UMY memiliki 23 jurnal yang telah terakreditasi SINTA. 10 jurnal terakreditasi SINTA 2, 7 jurnal terakreditasi SINTA 3, 5 jurnal terakreditasi SINTA 4, dan 1 jurnal terakreditasi SINTA 5.