JATI Jurnal Pertama Vokasi UMY Terakreditasi SINTA 3

Berdasarkan SK Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Republik Indonesia Nomor 85/M/2020 tentang Peringkat Akreditasi Jurnal Ilmiah Periode 1 tahun 2020, Jurnal Akuntansi Terapan Indonesia (JATI) Prodi D-3 Akuntasi UM Yogyakarta meraih akreditasi peringkat 3 (SINTA 3). JATI merupakan jurnal peer review yang diterbitkan oleh UM Yogyakarta bekerja sama dengan APSA PTM (Asosiasi Program Studi Akuntansi Perguruan Tinggi Muhammadiyah). Pencapaian ini praktis membuat JATI menjadi jurnal pertama dari Program Vokasi yang terkreditasi SINTA 3.

Barbara Gunawan, S.E., M.Si., Ak.CA selaku Ketua Prodi D-3 Akuntansi memaparkan bahwa JATI menerbitkan artikelnya dua kali dalam setahun, yaitu Maret dan Oktober. Ia menambahkan artikel tersebut ditinjau secara selektif oleh editor dan peninjau yang berkompeten. Sementara itu pengelola jurnal, Puspita Dewi Wulaningrum, S.Pd., M.Sc, menuturkan jurnal JATI mulai terbit sejak Maret 2018. Hingga kini JATI telah terbit sebanyak 5 kali, yaitu Vol.1 No. 1 pada Maret 2018, Vol.1 No.2 pada Oktober 2018, Vol.2 No.1 pada Maret 2019, Vol.2 No.2 pada Oktober 2019, dan Vol.3 No.1 pada Maret 2020.

Saat ini UMY memiliki 23 jurnal yang telah terakreditasi SINTA. 10 jurnal terakreditasi SINTA 2, 7 jurnal terakreditasi SINTA 3, 5 jurnal terakreditasi SINTA 4, dan 1 jurnal terakreditasi SINTA 5.

UMY Bagikan 1.600 Paket Logistik bagi Mahasiswa

Selasa-Rabu (14-15/4), UMY bersama Tim Gugus Tugas Covid-19 dan relawan melakukan pembagian logistik kepada 1.600 mahasiswa yang telah mendaftarkan diri. Rektor UMY Dr Ir Gunawan Budiyanto berharap program ini dapat berlangsung baik dan bisa menambah rasa aman dan nyaman para mahasiswa selama masa pandemi. “Setidaknya selama menjalani masa sulit, kesejahteraan mahasiswa diperhatikan oleh pihak kampus sehingga mereka bisa merasa lebih tenang,” papar Gunawan.

Penerapan physical distancing dan kewajiban menggunakan masker sesuai anjuran pemerintah terlihat dalam pelaksanaan program ini. Pembagian logistik dilakukan dengan teknis drive thru. Mahasiswa masuk melalui gerbang selatan, antri sesuai sengan jalur yang ditentukan, kemudian verifikasi data untuk pengambilan logistik. Waktu pengambilan disesuaikan dengan jadwal berdasar fakultas dan daerah asal mahasiswa.

Logistik merupakan kebutuhan dasar mahasiswa berupa sembako seperti beras, mie instan, gula, dan minyak goreng. Mahasiwa juga diberikan peralatan mandi, mencuci, dan alat perlindungan diri berupa masker serta hand sanitizer.

UMY Produksi Face Shield untuk Tenaga Medis

Meningkatnya jumlah pasien positif Covid-19 berdampak pada kelangkaan Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis di Indonesia. Hal ini mendorong dosen Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) memproduksi face shield bagi tenaga medis. Diungkapkan oleh Kepala Program Studi Teknik Mesin UMY, Berli Paripurna Kamiel, PhD, kebutuhan face shield bagi tenaga medis di atas 300 ribu. Namun hingga saat ini terjadi kelangkaan bahkan tidak ada ketersediaan alat tersebut sebagai pelindung diri tenaga medis. “Oleh karena itu dosen Teknik Mesin UMY, di bawah koordinasi Ketua Laboratorium Teknologi Plastik Cahyo Budiyantoro, MSc berinisiasi untuk memproduksi alat tersebut. Beberapa mahasiswa juga akan dilibatkan sebagai relawan dalam tahap produksi massal,” terang Berli.

Bahan yang digunakan untuk produksi face shield ialah bahan frame dari plastik polypropylene, bahan yang tahan terhadap larutan kimia dan dapat disterilkan dengan panas. Sedangkan untuk bahan shield dari acryclic dengan harga murah dan sifatnya yang disposable. “Frame dibuat dengan mesin injection molding yang ada di laboratorium teknologi plastik UMY, sedangkan shield dibeli dalam bentuk lembaran. Pada saat ini masih dalam tahap pembuatan cetakan di laboratorium fabrikasi UMY. Inshaallah minggu depan sudah mulai cetak produksi massal,” jelasnya,

Diperkirakan kemampuan produksi mencapai 600 alat. Target produksi awal 14000 produk. Nantinya APD akan dibagikan secara gratis untuk tenaga media di rumah sakit khussnya jaringan RS PKU Muhammadiyah.

Mahasiswa FKIK UMY Terjun Jadi Relawan Penanganan Covid-19

Sebanyak 24 mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (FKIK UMY) mengikuti program relawan yang digagas oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Program relawan ini menawarkan beberapa bidang yang dapat dipilih, yaitu Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE), tracking, screening, dan penanganan pasien. Bersama 15 ribu mahasiswa lainnnya, mereka akan mmembantu pemerintah dalam menangani situasi darurat nasional Covid-19.

Wakil Dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) dr Muhammad Kurniawan MSc mengakui pihak fakultas mendorong mahasiswa untuk mengikuti program relawan tersebut. “Mahasiswa melakukukan pendaftaran sendiri melalui borang  dan kita dari fakultas proaktif melakukan pendampingan dan pendataan,” ujar Kurniawan. Dijelaskan bahwa program ini terbagi menjadi dua bagian. Mahasiswa Strata-1 (S-1) bertugas untuk melakukan KIE. Sedangkan mahasiswa yang menempuh pendidikan profesi akan membantu tenaga medis di fasilitas kesehatan.

Sebelum diterjunkan, para mahasiswa harus menjalani pelatihan dan pendampingan yang diberikan oleh Dirjen Dikti, Kementerian Kesehatan, World Helath Organization (WHO), Perhimpuna Dokter Paru Indonesia, dan narasumber lainnya. Tak hanya itu, relawan juga dijamin akan APD yang sesuai standar, pemenuhan nutrisi, insentif dari Kemendikbud, sertifikat pengabdian kepada masyarakat, serta penyetaraan pembelajaran sebagai bagian dari satuan kredit semester (SKS).

Ilmu Komunikasi UMY Rilis Jurnal Mahasiswa Pertama di Indonesia

Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) merilis Jurnal Audiens, di kampus terpadu UMY, Kamis (12/3). Berbeda dengan jurnal-jurnal yang ada sebelumnya, Jurnal Audiens dikhususkan untuk mahasiswa.

Pada umumnya karya skripsi atau bagian dari skripsi yang ditulis ulang dalam format artikel jurnal hanya dipublikasikan di repository yang tidak ada proses review. Di Jurnal Audiens, semua karya artikel yang masuk (submit) harus mengikuti mekanisme review. “Proses review yang dialami oleh mahasiswa saat mengirimkan artikel adalah bagian dari usaha menumbuhkan atmosfer akademik di kampus, sekaligus mendorong semakin banyaknya publikasi,” terang Dr. Fajar Junaedi, editor in chief Jurnal Audiens.

Sebelumnya, Prodi Ilmu Komunikasi UMY secara rutin menerbitkan Jurnal Komunikator yang telah terakreditasi dan berbahasa Inggris. “Jurnal Audiens memang difokuskan untuk mewadahi mahasiswa dalam publikasi ilmiah,” jelas Fajar. “Artikel yang ada di jurnal ini berasal dari mahasiswa Ilmu Komunikasi UMY dan kampus-kampus lain,” tambah Fajar.

Dalam tata kelola jurnal, Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah – ‘Aisyiyah (APIK PTMA) menjadi mitra dalam publikasi ini. Reviewer jurnal berasal dari berbagai program studi yang tergabung dalam APIK PTMA. Melalui publikasi ini, diharapkan agar semakin banyak karya mahasiswa Ilmu Komunikasi UMY yang terpublikasikan di jurnal.

Dosen IP UMY Raih Penghargaan dari Indonesia Human Initiative

Dosen Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Rachmawati Husein, MPC, PhD, mendapatkan penghargaan ‘Human Initiative Lifetime Achievement Award 2019’ di Balai Kartini, Selasa (10/12). Penghargaan ini diberikan oleh Indonesia Human Initiative kepada tokoh-tokoh yang menginspirasi dan konsen dalam dunia kemanusiaan.

Rachamawati mengungkapkan penghargaan ini diberikan kepadanya karena telah melakukan pengabdian selama 15 tahun di bidang kemanusian dan konsisten mengupayakan kolaborasi di bidang kemanusiaan. “Seperti Humanitarian Forum Indonesia, Aliansi Kemanusiaan Indonesia. Lalu ada di tingkat Regional yaitu Regional Steering Group (Kelompok pengarah) KTT Kemanusiaan untuk wilayah Asia Utara (Jepang, Korea China, Mongolia, Nepal dan Asia Tenggara), serta kerja sama dengan HI/PKPU untuk penguatan kapasitas tanggap darurat,” ujar Rachmawati

Penghargaan ini diharapkan dapat membuat orang akan terus bergerak di isu kemanusiaan dan kebencanaan. Rachamawati pun mengajak anak muda untuk tidak acuh dengan isu-isu kemanusiaan di sekitar mereka. “Kalau di Indonesia anak muda perlu terlibat dengan mulai dari meningkatkan pengetahuan, kesadaran dan keterampilan khususnya kesiapan bencana yang terjadi karena Indonesia rawan bencana. Kemudian, pemuda perlu meningkatkan empati dan kepedulian yang tinggi tidak hanya untuk krisis kemanusiaan di Indonesia tetapi juga di Luar Negeri,” tegasnya.

Sebagai informasi tambahan Rachamawi dinobatkan menjadi salah satu tokoh inspiratif Reksa Utama Anindha dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan juga dipercaya oleh PBB untuk menjadi salah satu anggota Advisor Group pada Central Emergency Response Fund (CERF).

Pengukuhan Guru Besar Dr Haedar Nashir, M.Si

Pengukuhan Guru Besar Dr. H Haedar Nashir, M.Si resmi dilaksanakan di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Kamis (12/12). Dimulai pukul 08.00, acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Sang Surya yang dibawakan oleh PSM Sunshine Voice UMY.

Penyerahan Surat Keputusan Pengangkatan Guru Besar Dr H Haedar Nashir, M.Si diserahkan langsung oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V Yogyakarta melalui Rektor UMY Dr Ir Gunawan Budianto.

Turut hadir Drs H Muhammad Jusuf Kalla, Prof. Dr. Muhajir Effendy selaku Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Susi Pudjiastuti selaku Menteri Kelautan dan Perikanan periode 2014-2019, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah V, Pimpinan TNI Polri, Wakil Ketua MPR-RI, Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, Wakil Gubernur DIY, dan seluruh undangan.

Dalam sambutannya, Drs H Muhammad Jusuf Kalla mengucapkan selamat atas gelar yang diraih oleh Prof Haedar Nashir. Ia juga menanggapi isi pidato dari Prof Haedar Nashir mengenai isu radikalisasi dengan tema Moderasi Indonesia dan Keindonesiaan: Perspektif Sosiologi. “Pembahasan mengenai Radikalisasi memang penting untuk dibahas, karena kita ada di sini disebabkan oleh reformasi, dan reformasi adalah hasil radikalisasi,” pungkasnya. Di akhir, JK berpesan agar moderasi dapat menjadi jalan tengah menghadapi permasalahan di era saat ini.

Prof. Dr. Didi Achjari selaku kepala LLDIKTI Wilayah V juga menanggapi, pidato yang disampaikan oleh Prof Haedar tentu memberikan kita pengetahuan dan wawasan di bidang sosiologi. “Profesi Prof Haedar Nashir sebagai dosen, ilmuwan, dan Pimpinan Pusat Muhammadiyah memberikan ruang dan cara pandang untuk memotret dari dekat dinamika kehidupan bangsa Indonesia melalui karyanya.”

Di lokasi yang sama, Prof Dr Heru Kurnianto selaku Ketua Senat UMY menyampaikan pesan dari KH Ahmad Dahlan mengenai guru besar. “Spirit yang dibawa oleh KH Ahmad Dahlan adalah menjadi guru besar yang cinta tanpa syarat dengan ikhlas membangun martabat bangsa dan dapat bermanfaat bagi dunia keilmuan di masa yang akan datang.”

Di akhir, ia berpesan untuk tetap menjadi cahaya bagi kehidupan. “Biarkan langit menjadi saksi menghantarkan intelektual Muhammadiyah membangun diri dan lingkungannya untuk kemaslahatan umat,” tutupnya.

UMY Raih Penghargaan pada Bawaslu Award

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta berhasil memperoleh penghargaan dari Bawaslu RI dalam kategori Mitra Kontribusi Strategis Bawaslu pada ajang Bawaslu Award di Jakarta, Jumat (25/10). Penghargaan ini diperoleh oleh UMY atas prestasinya dalam berkontribusi pada pengawasan pemilu 2019 lalu.

Selain itu, UMY juga memperoleh dua penghargaan lain yang diraih Bambang Eka Cahya Widodo selaku Dosen Ilmu Pemerintahan dengan kategori membangun organisasi Bawaslu RI dan sebagai inisiator Gerakan Anti Politik Uang melalui Program Desa Anti Politik Uang (APU).

Dilansir dari website UMY, Bambang memaparkan penghargaan ini sebagai bentuk edukasi pada masyarakat desa mengenai politik uang oleh calon legislatif atau presiden. “Kalau dari masyarakatnya sendiri sudah sadar akan hal itu, maka dapat dipastikan masyarakat sendiri yang akan menolak adanya praktik politik uang.”

Bambang melanjutkan perjuangan ini merupakan Amar Makruf Nahi munkar yang berintegritas. “Muhammadiyah adalah integritas UMY dan ini merupakan perjuangan dakwah kita dalam bidang politik,” tutupnya.

UMY Menambah Daftar Prodi Berakreditasi A

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mendapatkan 2 akreditasi A dari BAN-PT (Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Tinggi) dan 3 akreditasi A dari LAM-PTKEs (Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia). Lima prodi tersebut ialah, Program Studi (Prodi) Magister Ilmu Hubungan Internasional, Prodi Ilmu Hubungan Internasional, Prodi Pendidikan dan Profesi Dokter Gigi, Prodi Pendidikan dan Profesi Dokter, dan Prodi Pendidikan dan Profesi Keperawatan.

Dr.Suranto,M.Pol., Kepala Badan Penjaminan Mutu (BPM) UMY mengakui beberapa prodi mengalami kenaikan skor dan peningkatan dari akreditasi B menjadi akreditasi A. “Seperti pada Magister Ilmu Hubungan Internasional yang mendapat skor 366, Pendidikan Dokter dengan skor 364, dan Pendidikan Pendidikan Dokter Gigi yang meraih skor 367,” paparnya.

Suranto menambahkan untuk Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) hingga tahun 2022, UMY telah menargetkan 24 dari 41 prodi terakreditasi A. Mendapatkan amanah tersebut, BPM melakukan penyusunan strategi rancangan melalui pemetaan prodi, penyusunan daftar akreditasi prodi yang akan berakhir atau bertahan, dan pendampingan. Kampus pun  turut serta mendorong beberapa program demi terpenuhinya indikator dari BAN-PT.

Bioskop Keliling UMY Hadirkan Hiburan Edukasi di Masyarakat

Dalam rangka memeriahkan HUT RI dan penutupan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), bioskop keliling UMY hadir melakukan pemutaran film di tiga kabupaten, yaitu Dermojurang, Desa Seloharjo, Bantul (27/8), Gegerbajing, Kulonprogo (28/8) dan Desa Karangsuri, Wonosobo (29/8). Kru bioskop keliling ini berasal dari mahasiswa Ilmu Komunikasi dan Laboratorium Ilmu Komunikasi UMY. Film-film yang diputar merupakan film dari Pusbang Film Kemendikbud dan film karya mahasiswa Ilmu Komunikasi UMY.

Dr. Fajar Junaedi selaku dosen Ilmu Komunikasi UMY, mengatakan bioskop kampus UMY memang secara rutin menggelar pemutaran film untuk edukasi dan hiburan masyarakat. “Fungsi bioskop keliling juga sebagai media kampus dalam catur darma perguruan tinggi Perguruan Tinggi Muhammadiyah serta untuk praktikum mahasiswa dalam pengembangan kompetensi,” ujarnya menambahkan.

Sementara itu Koordinator Laboratorium Ilmu Komunikasi UMY, Budi Dwi Arifianto, M.Si, menjelaskan bahwa selama satu semester terakhir, bioskop keliling UMY telah mengadakan pemutaran di lebih dari 30 lokasi. Menurutnya bioskop keliling ini bisa menjadi wadah bagi mahasiswa untuk melakukan praktikum dan pengabdian kepada masyarakat.