Networking Dinner dengan Kampus AS Perluas Jejaring Internasional PTM

SELEPAS Pameran Pendidikan Amerika yang diadakan pada pagi harinya, relasi Universitas Muhammadiyah (UMM) dan Konsulat Jenderal Amerika Serikat AS dilanjutkan pada malam harinya, Rabu (14/9) melalui kegiatan Networking Dinner. Selain menghadirkan delegasi 17 kampus AS beserta penyalur beasiswa, UMM turut mengundang para rektor dan wakil rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) dari berbagai kota dan provinsi.

Beberapa delegasi PTM yang hadir di antaranya berasal dari Universitas Muhammadiyah Mataram, Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Universitas Muhammadiyah Palu, Universitas Muhammadiyah Prof Hamka Jakarta, Universitas Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Universitas Muhammadiyah Gresik, Universitas Muhammadiyah Jember, Universitas Muhammadiyah Purworejo, Universitas Muhammadiyah Ponorogo, Muhammadiyah Madiun, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universitas Muhammadiyah Surabaya. Hadir pula delegasi dari IKIP PGRI Madiun.

Rektor UMM Fauzan mengatakan, kegiatan networking dinner ini menjadi kesempatan bagi PTM-PTM yang hadir untuk memperluas jejaring internasional, khususnya dengan berbagai kampus dan institusi di Amerika. “Karena inidinner, maka sifatnya santai, tapi sangat bagus dimanfaatkan untuk mengembangkan kerjasama antar negara,” ujarnya.

Fauzan menambahkan, ada banyak skema kerjasama yang bisa dilakukan dengan kampus Amerika, di antaranya pengirimin dosen-dosen PTM ke berbagai universitas di sana. “Apalagi, ini kan yang datang langsung dari perwakilan kampus-kampus di Amerika, jadi bisa langsung membicarakan tentang rencana dan model kerjasama,” kata Rektor.

Sementara itu Konsul Jendral AS Surabaya Heather Variava mengaku sangat terbuka untuk diajak berkomunikasi terkait kerjasama dengan para pimpinan PTM yang hadir pada acara networking dinner ini. “Contohnya UMM yang sudah lama menjalin kerjasama dengan kami, salah satunya yaitu persiapan relawan Peace Corps AS dalam bidang bahasa dan budaya,” jelas Heather.

UMM, menurut staf Education USA Advising Center UMM Zaki Zulkarnain, memang telah memiliki kerjasama yang erat dengan berbagai kampus dan institusi di Amerika. Karena kuatnya kerjasama itu, UMM telah memiliki kantor Education USA Advising Center dan American Corner sebagai pusat informasi dan jejaring kemitraan. Hal itu menandai kuatnya kepercayaan Kedutaan Besar AS melalui pada UMM. (rin/han)

Sumber : www.umm.ac.id

Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika 2015 “Peran Matematika dan Pendidikan Matematika dalam Menghadapi Isu-isu Global”

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) sudah dirasakan manfaatnya oleh umat manusia dengan semakin mudahnya manusia untuk melakukan berbagai aktivitas. Dalam bidang komunikasi, jarak tidak lagi menjadi hambatan untuk dapat berkomunikasi. Penemuan berbagai mesin industri mampu memberikan keuntungan dengan hasil produksi yang cepat dengan jumlah yang banyak. Ilmu pengetahuan juga telah mampu menghasilkan bibit tanaman pertanian yang tahan hama serta memberikan hasil pertanian yang lebih banyak. Dalam bidang pendidikan, pembelajaran dapat dilakukan melewati batas ruang dan waktu sehingga orang dapat belajar dimanapun dan kapanpun. Masih banyak lagi manfaat yang dapat diperoleh dari perkembangan IPTEK saat ini.

Namun, seperti sebuah mata uang, perkembangan IPTEK juga memberikan dampak yang kurang baik bagi umat manusia. Arus informasi yang tiada batas, bahkan melewati batas negara, dan tanpa filterberdampak pada masuknya budaya serta nilai-nilai yang mungkin saja kurang sesuai dengan budaya dan nilai yang dianut oleh seseorang atau masyarakat. Akibatnya terjadi benturan-benturan nilai yang mengarah kepada konfilk dalam masyarakat. Apalagi masyarakat bangsa Indonesia yang multikultural tentu memiliki kekayaan budaya dan nilai. Selain itu, perkembangan industri juga mengakibatkan kesenjangan ekonomi, kerusakan lingkungan dan ekosistem, sehingga muncul masalah-masalah sosial di masyarakat. Belum lagi dampak negatif pada bidang-bidang yang lain.

Matematikawan dan pendidik bidang matematika dituntut mempunyai kepekaan terhadap situasi di masyarakat. Penelitian-penelitian bidang matematika dan pendidikan matematika semestinya mampu memberikan solusi terhadap permasalahan-permasalahan yang muncul dalam masyarakat. Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika 2015 yang bertemakan “Peran Matematika dan Pendidikan Matematika dalam Menghadapi Isu-isu Global” ini akan diselenggarakan pada tanggal 7 Maret 2015 di Gedung Auditoriun Moh. Djazman Universitas Muhammadiyah Surakarta. Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika 2015 yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Matematika FKIP UMS merupakan wadah bagi para peneliti bidang matematika dan pendidikan matematika untuk sharing hasil-hasil penelitian sehingga dapat dimanfaatkan untuk menyelesaikan berbagai permasalahan di masyarakat.

Sumber : UMS.AC.ID
info lanjut klik disini

Prof Bambang Minta Dosen PTM ‘Ngedan’

Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) harus berani tidak mengikuti pemerintah, jika ingin punya daya saing yang lebih baik.

“Kalau kita terjebak mengikuti pemerintah terus posisinya akan berada di kelas dua. Kita harus berani tidak mengikuti pemerintah agar bisa bersaing atau menjadi nomor satu,” kata Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Prof Dr Bambang Setiaji MS, pada pembukaan Konferensi Nasional Ekonomi dan Bisnis Forum Dekan Ekonomi & Bisnis PTM se Indonesia, Rabu.

Keberanian ‘ngedan’ dalam melakukan inovasi kurikulum FEB sangat dibutuhkan. Karena masing-masing sebenarnya memiliki kesempatan 40 persen untuk mengisi keunggulan yang diinginkan. “Kalau 100 persen mengikuti kurikulum pemerintah mau tidak mau hanya berada di urutan kedua. Jadi porsi 40 persen yang ada harus dikerjakan secara maksimal untuk memberikan keunggulan lulusan FEB PTM.”

Prof Bambang mengakui untuk mengajak ke sana tidaklah mudah. Dicontohkan UMS dulu pernah memberikan tambahan mata kuliah Bahasa Inggris menjadi 32 SKS. Peningkatan ini perlu dilakukan mengingat instansi dan perusahaan membutuhkan kompetensi tersebut. Ternyata para dekan menyatakan keberatan dan akhirnya kembali ke bobot SKS seperti semula.

Konferensi Nasional Ekonomi dan Bisnis Forum Dekan FEB PTM se Indonesia diikuti 40 peserta dari 15 PTM dari Aceh, Palembang, Palu dan Jawa. Setelah pembukaan dilanjutkan keynote spekers Dr Lukman Hakim dari FEB Universitas Sebelas Maret (UNS). (Qom)

Sumber : www.krjogja.com

Bank Syariah Bukopin Bantu Pembiayaan Kuliah Mahasiswa

Menandai Hari Jadi ke 56, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memberikan kemudahan bagi para mahasiswa untuk mendapatkan sumber pembiayaan. Pada tahap pertama diberikan kepada mahasiswa yang biaya kuliahnya mahal seperti Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi dan Double Degree. Sumber pembiayaan diperoleh dari kerjasama dengan Bank Syariah Bukopin (BSB).

“Kami menyambut baik atas kerjasama dengan Bank Syariah Bukopin yang memberikan pembiyaan bagi mahasiswa UMS. Dengan adanya sumber pembiayaan ini, mahasiswa akan lancar dalam menempuh studi,” jelas Prof Dr Bambang Setiaji MS, Rektor UMS usai menandatangani naskah kerjasama dengan Direktur Utama BSB, Riyanto pada Peringatan Hari Jadi UMS ke 56 di auditorium Moh Djazman kampus Pabelan, Jumat (07/11/2014).

Dua fakultas dan program double degree yang mendapatkan fasilitas pembiayaan karena membutuhkan biaya mahal sekitar Rp 300 juta. Dengan adanya pembiayaan dari BSB, rektor Prof Bambang menjadi lebih tenang. Karena mereka tidak akan tersendat studinya karena biaya. “Dan mereka tidak akan mengajukan pinjaman ke UMS, karena sudah disediakan bank,” katanya.

Dirut BSB, Riyanto menjelaskan program pembiayaan iB pendidikan ke UMS adalah yang kali pertama diluncurkan. Untuk memback-up program tersebut telah disiapkan dana sekitar Rp 5 milyar. Ia berharap dalam 1-2 tahun sudah berjalan, berikutnya BSB akan mengembangkan ke Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) yang lain. Dan tak menutup kemungkinan juga dilaksanakan di perguruan tinggi negeri.

Program pembiayaan iB pendidikan yang diluncurkan BSB berbeda dengan Kredit Mahasiswa Indonesia (KMI). Karena pembiayaan diberikan kepada orangtua mahasiswa. Hanya saja ketika dana cair tidak diberikan kepada orangtua atau mahasiswa, melainkan langsung disalurkan ke universitas sesuai dengan kebutuhan. Misalnya, untuk membayar uang kuliah, tambah Evi Yulia K, Head of Coorporate Secretary BSB.

Syarat untuk mendapatkan pembiayaan adalah diterima sebagai mahasiswa, mendapat rekomendasi dari pimpinan universitas dan ada kesanggupan orangtua untuk mengembalikan. Pembiayaan bisa dipergunakan untuk melunasi uang masuk kuliah, ujian semesteran dan sebagainya sesuai yang direkomendasikan UMS. (Qom)

Sumber : www.krjogja.com

8 Tahun, Universitas Muhammadiyah Surakarta Raih Dana Hibah Penelitian Rp24,6 Miliar

Selama kurun waktu delapan tahun terakhir, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mampu mendapatkan dana hibah penelitian dari pemerintah senilai Rp24,6 miliar.

Kondisi tersebut membuat UMS menjadi perguruan tinggi swasta (PTS) swasta di Jawa Tengah (Jateng) yang paling banyak mendapatkan dana penelitian dari pemerintah.

Rektor UMS, Bambang Setiaji, mengatakan penelitian paling banyak dilakukan pada 2007 silam, yakni dengan 150 judul. Sedangkan, dana hibah penelitian terbesar diperoleh pada 2011 dengan Rp5,8 miliar.

Sementara, pada 2014 jumlah penelitian yang mendapatkan dana hibah dari pemerintah ada 61 judul dengan dana Rp3,4 miliar.

“Ini membuat UMS menjadi PTS terbanyak di Jateng yang mendapatkan dana hibah riset dari pemerintah,” paparnya saat memberikan pidato saat upacara Dies Natalis UMS ke-56 di auditorium kampus setempat, Jumat (7/11/2014).

Sementara, riset yang dikelola Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UMS selama 2007 hingga 2013 telah menghasilkan 531 judul.

Total anggaran yang dikeluarkan UMS untuk membiayai penelitian tersebut senilai Rp4 miliar.

“Setiap dosen juga mendapatkan satu riset di tingkat fakultas. Dengan demikian, di UMS bisa menghasilkan sekitar 400 judul per tahun,” imbuhnya.

Sementara, Koordinator Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah VI Jateng, DYP Sugiharto, membenarkan pernyataan Bambang Setiaji.

Bahkan, menurutnya, UMS mampu menyerap lebih dari 50% anggaran dana hibah penelitian di Jateng dari total Rp44 miliar.

Dia mengatakan selama ini UMS juga menjadi PTS yang paling banyak mengirimkan proposal penelitian. Proposal dari dosen UMS juga cukup banyak yang berhasil mendapatkan dana hibah karena kualitasnya sangat bagus.

Pihaknya juga memastikan tidak akan ada kecemburuan bagi PTS lain karena permasalahan tersebut. Pasalnya, penilaian proposal penelitian juga dilakukan secara objektif dan dilakukan secara online.

Selain UMS, menurutnya ada juga beberapa PTS yang juga mendapatkan dana hibah yang cukup banyak, seperti Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang. Untuk meningkatkan minat penelitian tersebut, Kopertis akan terus melakukan sosialisasi dan pelatihan pembuatan proposal agar lebih baik.

sumber berita dapat buka klik disini