Universitas Muhammadiyah Malang Satu-satunya PTS Penyelenggara PLPG

SEBANYAK 99 peserta berlatar belakang Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) mengikuti Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) yang diadakan oleh Program Serifikasi Guru (PSG) Rayon 144Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), pada 6 hingga 14 Oktober 2016.Para peserta berasal dari berbagai kota dan kabupaten se-Jawa Timur.

Di Indonesia, terdapat hanya 15 perguruan tinggi yang memiliki kewenangan menyelenggarakan program sertifikasi tersebut. Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMM Dr Poncojari Wahyono Mkesmenjelaskan, UMM merupakan satu-satunya perguruan tinggi swasta (PTS)yang dipercaya Kemendikbud mengadakan PLPG.

Selain UMM, 14 perguruan tinggi yang dimaksud yaitu Universitas Syah Kuala, Universitas Negeri Medan, Universitas Negeri Padang, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Negeri Semarang, Universitas Sebelas Maret, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Negeri Malang, Universitas Jember, Universitas Pendidikan Ganesha, Universitas Cendrawasih, dan Universitas Negeri Makasar.

Untuk pelaksanaannya, Poncojarimengatakan, PSGUMM bermitra dengan duauniversitas lainnya, yakni Universitas Islam Malang (Unisma) dan Universitas Muhammadiyah Ponorogo.

Pada pembukaan yang berlangsung di hotel UMM Inn, Kamis (6/10), Rektor UMM Fauzan mengajak peserta PLPG untuk mampu membaca problem-problem yang ditimbulkan oleh adanya pelaksanaan sertifikasi sebelum-sebelumnya. Berdasarkan penelitian, kata Fauzan, penyelenggaraan sertifikasi yang pada tahun-tahun sebelumnya hanya diselenggarakan sembilan hari, tidak memiliki korelasi yang signifikan terhadap kompetensi yang diinginkan. “Jadi sebenarnya, penyelenggaraan sertifikasi di Indonesia bisa sampai saat ini khusus penyelenggaraan sertifikasi guru, hasilnya masih menjadi tanda tanya,” kata Fauzan.

Diakuinya, guru yang sudah tersertifikasi hanya meningkat pada satu aspek saja, yakni kesejahteraannya. Akan tetapi, aspek lainnya seperti peningkatan kinerja akademik, pedagogi, dan sosialnya belum nampak, bahkan belum memperlihatkan korelasi yang signifikan. Sebagai contoh Fauzan menyebut, di Kabupaten Malang saja pada 2014 disinyalir terdapat 374 kasus perceraian. Guru merupakan profesi yang paling banyak menyumbang daftar perceraian tersebut.

“Kondisi itu kan tidak boleh terus menerus terjadi. Kami berharap bapak dan ibu sekalian berangkat dari rumah masing-masing ketempat ini sudah meniatkan dalam dirinya untuk meningkatkan kapasitas kompetensi, intelektual serta sosialnya. Hal tersebut dilakukan guna meningkatkan kompetensi para lulusan yang kita hasilkan,” kata Fauzan.

Oleh karenanya Fauzan berharap, guru yang dihasilkan melalui sertifikasi dapat menjadi agent of change.“Guru diharapkan tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan, tapi juga sebagai model bagi peserta didiknya,” pungkas Fauzan.

Sumber : www.umm.ac.id

Unmuh Jember Gelar Sosialisasi TAX AMNESTY

Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Jember gelar sosialisasi Tax Amnesty pada hari Jum’at 16 September 2016 di Gedung D Unmuh Jember. Sosialisasi ini bertema Trik Menyelesaikan Tax Amnesty dengan pembicara Dr. Elia Mustikasari, M.Si, BKP, BAK, CMA, CA, Ak. Dari IAI Jawa Timur sekaligus konsultan pajak.

Peserta sosialisasi terdiri dari perbagai kalangan di Jember baik yang mempunyai NPWP atau belum mempunyai NPWP. Mereka begitu antusias untuk mendapatkan konsultasi gratis dari pembicara, hingga waktu sudah berakhir masih banyak peserta yang semangat untuk menanyakan berkenaaan dengan tax amnesty. Menurut Dr. Elia Mustikasari kita tidak perlu takut dengan peraturan pemerintah mengenai tax amnesty atau pengampunan pajak, karena wajib pajak diberi opsi untuk memilih tax amnesty atau pembetulan SPT. Dan sasaran utama tax amnesty adalah wajib pajak yang mempunyai penghasilan diatas PTKP.
Untuk mendorong penerimaan negara, baru-baru ini pemerintah meluncurkan kebijakan ekonomi berupa pengampunan pajak (TAX AMNESTY).Amnesti pajak sendiri adalah program pengampunan yang diberikan oleh Pemerintah kepada Wajib Pajak meliputi penghapusan pajak terutang, penghapusan sanksi administrasi perpajakan, serta penghapusan sanksi pidana di bidang perpajakan atas harta yang diperoleh pada tahun 2015 dan sebelumnya yang belum dilaporkan dalam SPT dengan cara melunasi seluruh tunggakan pajak yang dimiliki dan membayar uang tebusan.
Amnesti pajak adalah program pengampunan yang diberikan oleh Pemerintah kepada Wajib Pajak meliputi penghapusan pajak yang seharusnya terutang, penghapusan sanksi administrasi perpajakan, serta penghapusan sanksi pidana di bidang perpajakan atas harta yang diperoleh pada tahun 2015 dan sebelumnya yang belum dilaporkan dalam SPT, dengan cara melunasi seluruh tunggakan pajak yang dimiliki dan membayar uang tebusan. Yang dapat memanfaatkan kebijakan amnesti pajak adalah Wajib Pajak Orang Pribadi, Wajib Pajak Badan, Wajib Pajak yang bergerak di bidang Usaha Mikro Kecil dan Menengan (UMKM), Orang Pribadi atau Badan yang belum menjadi Wajib Pajak. Program yang akan diterapkan hingga Maret 2017 itu diharapkan dapat menyumbang pertumbuhan ekonomi yang tertekan oleh menurunnya harga komoditas dan mampu mengurangi kebutuhan finansial yang cukup besar untuk tahun anggaran 2016.
“Sebagai warga negara yang taat pajak yang memiliki NPWP perlu mengetahui secara mendalam apa lisensi dari Undang-Undang tersebut,” kata ketua panitia Diyah Probowulan, SE.,MM. Oleh sebab itu, diimbau bagi para peserta sosialisasi yang mengikuti  acara pada hari itu untuk segera memanfaatkan program ini dikarenakan banyak keuntungan yang akan didapatnya antara lain penghapusan pajak yang seharusnya terutang, wajib Pajak tidak akan dikenai sanksi administrasi dan sanksi pidana perpajakan, tidak akan dilakukan pemeriksaan, penghentian proses pemeriksaan bukti permulaan, atau penyidikan, jaminan rahasia data pengampunan pajak, yang nantinya tidak dapat dijadikan dasar penyelidikan dan penyidikan tindak pidana apa pun, dan pembebasan pajak penghasilan (PPh) untuk balik nama harta tambahan.(ZA)(JpRj/DP)(ZA)

Sumber : unmuhjember.ac.id

UMM Dorong Mitigasi Pemanasan Global

SALAH satu aksi nyata yang dilakukan UniversitasMuhammadiyah Malang (UMM) untukmengurangi dampak pemanasan global telah dicanangkan lewat program Green and Clean sejak 2013. Program ini diupayakan untuk membangun kesadaran mahasiswa dan civitas akademika bahwa lingkungan yang hijau dan bersih merupakan kebutuhan hidup sehari-hari.

Untuk mendukung hal ini, Pusat Studi Lingkungan dan Kependudukan (PSLK) UMM membuat beberapa terobosan. Kepala PSLK UMM Husamah mengatakan, selain kebijakan UMM tentang penggunaan sepeda di lingkungan kampus dan adanya kawasan konservasi Arboretum, PSLK saat ini tengah menggalakkan penanaman tumbuhan, dan reduksi sampah.

Untuk kebijakan soal sepeda, kata Husamah, memang bertujuan untuk mengurangi penggunaan kendaraan bermotor di kawasan kampus, baik oleh dosen maupun mahasiswa, serta mendorong kebiasaan jalan kaki.

“Harapannya, mampu mengurangi emisi gas karbondioksida dan karbonmonoksida yang dihasilkan kendaraan. Hal ini karena kedua gas tersebut merupakan penyumbang global warming dan perubahan iklim.”

Sedangkan tumbuhan, lanjut Husamah, selain menyerap karbondioksida, juga menghasilkan oksigen. Tumbuhan, berdasarkan perhitungan terbaru, mampu menyerap karbondioksida 123 ton per tahunnya di kawasan Kampus III UMM. Penggunaan kertas yang proporsional juga menjadi perhatian bagi UMM.  Salah satunya melalui penggunaan kertas seperlunya. Bila tidak perlu menggunakan kertas, informasi yang akan disebarluaskan bisa disiasati melalui media sosial, penggunaan kertas secara bolak-balik, atau kertas bekas yang disulap jadi amplop.

Sementara itu, arboretum merupakan kawasan di mana berbagai macam pohon ditanam untuk tujuan penelitian dan pendidikan. Di UMM, arboretum sedang difokuskan untuk penanaman tanaman langka. Saat ini, PSLK masuk pada tahap penambahan jumlah tumbuhan, termasuk tumbuhan langka. Kurang lebih ada 200 spesies tumbuhan langka yang memiliki fungsinya masing-masing. Selain menyerap polusi, juga berbuah enak. Misalnya buah jambu darsono.

“Harapannya, arboretum akan menjadi laboratorium,  selain untuk mencegah pemanasan global, juga untuk menambah angka tumbuhan langka. Tujuannya saat wisata kampus, kunjungan dari sekolah lain, wisata lain, atau daerah lain, arboretum bisa menjadi media edukasi,” urai Husamah.

Ada yang unik dan menarik dari pengembangan arboretum ini. Tahun ini, PSLK bekerjasama dengan dosen dan mahasiswa teknik tengah menciptakan QR code yang akan dipasang pada tiap-tiap tanaman. QR code ini akan dicetak pada sebuah papan dan dipasang pada pohon menggunakan kawat yang dipasang melingkari pohon.

“Jadi tak ada lagi nama pohon yang dipasang dengan paku. Paku sejatinya akan merusak pohon,” lanjut Husamah.

Terobosan QR code ini akan sangat berguna nantinya. Karena, ketika discan, akan muncul informasi akurat meliputi nama pohon, fungsi, dan deskripsi pohon tersebut. Hal ini akan memudahkan pengunjung untuk mengetahui informasi terkait semua tanaman yang ada di arboretum. Husamah menekankan, sebagai kampus berbasis teknologi, UMM harus bisa jadi pelopor. Ia mengatakan persiapan untuk ini tidak lama, hanya satu bulan, lalu mulai dikerjakan.

Keempat program yang sedang dalam proses realisasi ini, kata Husamah, terbukti mampu meningkatkan kepekaan mahasiswa UMM terhadap kesadaran membuang sampah dan menjaga lingkungan UMM. Tak hanya itu, dalam waktu dekat, PSLK bekerjasama dengan Program Penelitian dan Pengembangan Energi Baru dan Terbarukan (P3EBT) UMM sedang bersiap untuk menggarap sampah di Tempat Pembuangan Akhir Supit Urang kota Malang untuk mengelola sampah menjadi  pupuk, energi, atau bentuk bahan bakar. (ich/han)

 

Sumber : www.umm.ac.id

Angkatan Ketiga, 19 Mahasiswa China Kuliah di UMM Melalui Sistem Kredit Transfer

SEBANYAK 19 mahasiswa asal Tongren University, China, baru saja datang ke Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Mereka memulai kegiatan pertamanya di UMM melalui kegiatan pembekalan, Senin (19/9), sebelum nantinya akan kuliah di kampus ini hingga satu semester ke depan.

Di UMM, mahasiswa yang berasal dari berbagai program studi (prodi) di Tongren University ini akan menjalani sistem kredit transfer di UMM sesuai dengan prodi yang mereka ambil di Tongren.

“Jadi, mereka bukan belajar pada prodi atau jurusan tertentu di sini, melainkan sesuai dengan mata kuliahnya saat di China. Contohnya, mereka ingin belajar seni atau drama, bisa kami ikutkan mata kuliah drama yang ada di prodi Bahasa Indonesia,” jelas Kepala Divisi Eropa dan Amerika International Relations Office (IRO) UMM, Drs Jarum MEd.

Salah satunya adalah Zhang Mei, mahasiswi jurusan Secretarial Science di Tongren ini mengaku ingin mempelajari Bahasa Inggris untuk menunjang pekerjaannya di masa mendatang.  Zhang Mei lantas bergabung di prodi Pendidikan Bahasa Inggris di UMM.

Mengenai sistem perkuliahan, kata Jarum, mereka akan menjalaninya sama laiknya mahasiswa UMM. “Mereka akan bergabung dengan kelas reguler seperti mahasiswa lainnya. Makanya, dosen yang mengampu mata kuliah yang akan diikuti mahasiswa China ini akan menyesuikan cara mengajarnya, yaitu menggunakan Bahasa Inggris. Modul perkuliahan juga disusun dalam Bahasa Inggris,” urai Jarum.

Kerjasama UMM dengan Tongren University sudah berjalan sejak 2014 lalu. Tak hanya Tongren yang mengirimkan mahasiswanya untuk belajar di UMM, sebaliknya, UMM pun mengirimkan delegasi mahasiswa untuk belajar di Tongren. Tahun 2016 ini adalah tahun angkatan ketiga Tongren mengirim mahasiswanya ke UMM. Sedangkan, UMM baru angkatan kedua di Tongren.

Belajar dari pengalaman, UMM semakin meningkatkan pelayanan terhadap mahasiswa asing yang belajar di UMM. Oleh karenanya, tahun ini UMM mewajibkan mahasiswa asal China untuk memiliki asuransi kesehatan melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

Saat ditemui di sesi pembekalan, Zhang Mei, mengaku sangat senang bisa datang ke Indonesia, ke Malang, dan belajar di UMM.

World is big. Saya ingin tahu berbagai negara. Saya ingin belajar tentang Indonesia. Indonesia itu kaya, cantik. UMM juga sangat cantik, besar, dan indah. Danaunya, sama seperti danau yang ada di kampus kami. Mahasiswanya ramah, dan saya rasa mereka memiliki keyakinan yang kuat untuk belajar, itu yang berbeda dari kampus saya. Tidak ada alasan kenapa saya tidak belajar di UMM,” kesannya sambil tersenyum. (ich/han)

Sumber : www.umm.ac.i

Kedubes Ungkap Tiga Hal Penting Agar Lolos Beasiswa Australia

INTERNATIONAL Relations Office (IRO) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bekerjasama dengan Kedutaan Besar (Kedubes) Australia untuk Indonesia mengadakan kuliah tamu sekaligus presentasi beasiswa, Jumat (16/9). Acara ini menghadirkan perwakilan Kedubes yang menjabatDirector of Development Partnership in Education, Sarah Lendon.

Pada kesempatan ini, Sarah membeberkan kegiatan yang sudah dilakukan pemerintah Australia di Indonesia terkait pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Selain itu, Sarah juga memberikan pemaparan program beasiswa untuk masyarakat Indonesia yang ingin melanjutkan studi di Australia, yaitu Australia Awards Scholarships (AAS).

“Ada banyak manfaat dengan mendapatkan beasiswa studi ini,” kata Sarah. “Di antaranya, pelatihan English for Academic Purpose (EAP) di Indonesia, visa, tes kesehatan, asuransi kesehatan, tiket pesawat kembali ke tanah air, serta biaya perjalanan untuk reuni keluarga khusus untuk program Master dan doktor,” lanjutnya.

AAS memang memberikan fasilitas reuni keluarga untuk mahasiswa Master dan Doktor. Biaya transportasi pun ditanggung sepenuhnya. Namun, meski sudah ditanggung AAS, beberapa universitas tak jarang juga menyediakan fasilitas untuk program reuni ini.

Ada tiga poin penting yang diuraikan Sarah yang harus dimiliki calon penerima beasiswa AAS. Pertama, tujuan mahasiswa yang ingin melanjtukan studi di Australia harus jelas. “Maunya apa? Ingin belajar apa, itu harus sudah terprogram. Serta, di universitas mana ingin belajar tentang hal itu.”

Kedua, apa saja yang akan dilakukan mahasiswa di Australia. Sarah mengungkapkan pentingnya perencanaan tentang kegiatan apa saja yang akan dilakukan mahasiswa di Australia di samping kuliah, atau siapa saja yang harus ditemuinya untuk menjalankan rencananya.

“Ketiga,” lanjutnya, “Apa yang akan dilakukan sekembalinya ke tanah air, ke Indonesia?”

Sarah menjelaskan, mahasiswa harus sudah menuliskan langkah­langkah apa saja yang akan dilakukan sekembalinya ke Indonesia. Karena, dari pendidikan tinggi yang sudah ditempuh tersebut, Sarah menekankan kontribusi apa yang akan diberikan untuk lingkungan kerjanya, lingkungan tempat tinggalnya, dan untuk negaranya.

Kepala Divisi Australia dan New Zealand IRO UMM, Rinjani Bonavidi PhD, mengatakan presentasi beasiswa semacam ini bukan pertama kali digelar. Sepanjang 2016, ini adalah presentasi kedua oleh Kedubes Australia. Sedangkan pada 2015 silam, terhitung lima kali Kedubes memberikan presentasi terkait program beasiswa.

Yang terbaru dari kerjasama antara Australia dan UMM adalah akan adanya program New Combo Plan. “Ini adalah program oleh pemerintah Australia yang diperuntukkan bagi mahasiswa Australia untuk mendapatkan beasiswa belajar di Indonesia. Salah satunya ke UMM,” terang Rinjani. (ich/han)

Sumber : www.umm.ac.id

Unismuh Loloskan Empat Mata Kuliah Daring

Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar berhasil meloloskan empat mata kuliah Pembelajaran Daring Indonesia Terbuka dan Terpadu (PDITT) yang dapat diakses oleh mahasiswa se-Indonesia melalui jaringan internet (daring/dalam jaringan).

Ke-4 mata kuliah tersebut adalah mata kuliah Linguistik Umum, mata kuliah Speaking II, mata kuliah Language Learning Strategy, serta mata kuliah Media Pembelajaran Matematika.

Kami mengajukan enam mata kuliah, tapi jatah yang disediakan untuk setiap perguruan tinggi maksimal hanya empat, maka Unismuh Makassar pun hanya bisa meloloskan empat mata kuliah,” jelas Wakil Dekan I Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unismuh Makassar, Khaeruddin SPd MPd, kepada Operator Wartawan AKSI Unismuh Makassar, Selasa, 20 September 2016.

Perguruan tinggi besar lainnya juga hanya mendapat jatah empat mata kuliah, bahkan ada juga yang kurang dari empat mata kuliah, antara lain Institut Teknologi Bandung (3 mata kuliah), Institut Teknologi Sepuluh November (4 mata kuliah), Universitas Airlangga (3 mata kuliah), Universitas Gadjah Mada (1 mata kuliah), Universitas Padjadjaran (4 mata kuliah), dan Universitas Pendidikan Indonesia (2 mata kuliah).

Mata kuliah yang lolos PDITT akan menjadi digunakan sebagai bahan ajar standar untuk seluruh perguruan tinggi di Indonesia, yang dibiayai oleh Kementerian Ristek dan Dikti, kata Khaeruddin.

Perguruan tinggi yang lolos proposalnya, katanya, telah diundang mengikuti Bimbingan Tekniks PDITT di Kampus Universitas Indonesia (UI).

Dosen Unismuh Makassar yang mengikuti Bimtek PDITT, yaitu Dr Munirah MPd, Andi Adam SPd MPd, Ishaq Made Amin SPd MPd, Ma’rup SPd MPd, Samsah SPd, dan Nuryadin SPd.

27 Perguruan Tinggi
Dari sekitar 4.400 perguruan tinggi di Indonesia, hanya 27 perguruan tinggi yang berhasil meloloskan proposal PDITT. Unismuh Makassar adalah satu-satunya perguruan tinggi dari kawasan timur Indonesia yang berhasil meloloskan proposalnya PDITT-nya.

Ke-27 perguruan tinggi tersebut adalah Unismuh Makassar, Institut Seni Indonesia Surakarta, Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Sepuluh November, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, Politeknik Negeri Jember, Politeknik Semarang.

Selanjutnya, STIE Atma Bhakti, STIE IBBI, Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi LSPR, Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti, Universitas Airlangga (Unair), Universitas Bina Nusantara, Universitas Dian Nuswantoro, Universitas Djuanda Bogor, Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Islam Bandung, Universitas Lampung.

Kemudian, Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka, Universitas Negeri Malang, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Pakuan, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Telkom, dan Universitas Udayana. (win/hh/ar)

Keterangan gambar:
PDITT. Wakil Dekan I FKIP Unismuh Makassar, Khaeruddin (kiri) berbincang-bincang dengan Dekan FKIP Andi Sukri Syamsuri. Khaeruddin menjelaskan, Unismuh Makassar berhasil meloloskan empat mata kuliah Pembelajaran Daring Indonesia Terbuka dan Terpadu (PDITT) yang dapat diakses oleh mahasiswa se-Indonesia melalui jaringan internet (daring/dalam jaringan).

Sumber  : www.unismuh.ac.id

Pameran Pendidikan di UMM, Hadirkan 17 Kampus Amerika

BANYAKNYA kerjasama Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dengan berbagai institusi di Amerika menjadi alasan utama Kedutaan Besar Amerika Serikat (Kedubes AS) menjadikan UMM sebagai tuan rumah event besar, yaitu United States (US) Graduate School Fair 2016. Pameran yang berlangsung pada Rabu (14/9) ini dihadiri 17 universitas ternama dari AS.

“Saat ini kurang lebih ada 9000-an mahasiswa Indonesia yang belajar di AS, kami mengharapkan angka itu semakin naik dan menjadikan AS sebagai negara buat tempat sekolah,” kata Konsul Jendral AS Surabaya, Heather Variava saat membuka pameran.

Sementara itu, staf Education USA Advising Center UMM Zaki Zulkarnain mengatakan, kegiatan resmi tahunan Kedubes AS ini hanya diadakan di dua kota, yaitu Jakarta dan Malang. Di Jakarta, event dilangsungkan di Hotel JW Marriot pada tanggal 15 September.

Zaki mengakui, luasnya kerjasama UMM menjadi keuntungan sendiri bagi kampus ini. Saat ini misalnya, UMM telah memiliki kantor Education USA Advising Center dan American Corner sebagai pusat informasi dan jejaring kemitraan yang menghubungkan akademisi Indonesia dengan institusi-institusi dan kampus-kampus di Amerika. UMM juga selalu dipercaya AS sebagai pengelola Pre-Service Training bagi relawan Peace Corps, Amerika. Bahkan bulan lalu UMM kembali dipercaya mendampingi badan kemiliteran AS, US Army, dalam latihan tempur.

Karena itu, Zaki berharap para pelajar dan akademisi Indonesia, khususnya di Jawa Timur, dapat memanfaatkan momen ini dengan berinteraksi langsung dengan perwakilan universitas dari AS. Tak hanya itu, kegiatan ini juga menghadirkan hal-hal penunjang lainnya, seperti pemberi beasiswa dari Fullbright dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), konsultan visa pelajar dari perwakilan konsulat, serta penyedia program internship atau magang.

Peserta pameran juga mendapatkan tambahan materi yang berguna bagi para pelamar beasiswa AS, di antaranya yaitu tentang materi penulisan resume dan gambaran umum kehidupan perkuliahan di Amerika. “Saat ini, Education USA tengah berupaya melipatgandakan jumlah warga Indonesia yang belajar di AS. Karena itu, pameran ini kehadirannya sangat strategis,” jelas Zaki.

Rektor UMM Fauzan berharap, dengan adanya pameran pendidikan ini mahasiswa UMM dapat terfasilitasi dengan baik untuk menempuh pendidikan ke luar negeri. (jal/han/acs)

 

Sumber : www.umm.ac.id

Universitas Islam Riau Pelajari Tata Kelola Perguruan Tinggi di UMM

SEBANYAK 21 orang rombongan dari Universitas Islam Riau (UIR) Pekanbaru, bersilaturahim ke Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Selasa (13/9). Kunjungan tersebut dimaksudkan mempelajari tata kelola perguruan tinggi, khususnya seputar pengelolaan kepegawaian dan hukum, pemeliharaan dan pengelolaan aset, administrasi umum, keuangan, serta kehumasan.

Ketua rombongan UIR, yang juga Kepala Biro kepegawaian dan Hukum UIRDr ArdiansyahMH mengatakan, status UMM yang telah meraih akreditasi A merupakan pertimbangan utama dijadikannya UMM untuk belajar tata kelola perguruan tinggi.

“Beberapa kali rektor kami sudah melakukan kunjungan kesini (UMM), dan kami direkomendasikan untuk studi banding. Apalagi kami lihat UMM memiliki unit bisnis yang luar biasa. Sehingga kami berharap dapat belajar pengelolaan unit bisnis untuk mendukung pembelajaran, kemahasiswaan dan lain-lainnya,” kata Ardiansyah yang juga merupakan Pengurus Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Provinsi Riau.

Menurut Kepala Biro Administrasi Umum, Dr Muslimin Machmud MSi, dalam pengelolaan perguruan tinggi UMM, unit bisnis merupakan salah satu bagian penting dalam menunjang proses akademik. “Faktor pendanaan memang sangat penting. Tapi tentunya, selain itu banyak hal lain yang harus ditata, diperbaiki, sehingga akan memberi nilai khusus bagi akreditasi,” terang Muslimin.

Terdapat 15 unit bisnis yang dimiliki UMM. Kesemuanya itu, lanjut Muslimin, dalam rangka menopang aktivitas akademik di UMM. “Jadi ibaratnya, ketika Doktor Ardiansyah menulis desertasi, maka tulisan utamanya adalah akademik. Yang bisnis ini adalah catatan kaki yang memberikan penjelasan juga penegasan terhadap tulisan utamanya itu,” kata dosen Ilmu Komunikasi UMM ini.

Muslimin selanjutnya menjelaskan tentang tugas, fungsi, serta alur kerja berdasarkan standar yang telah ditentukan dari masing-masing unit dan badan tersebut.

Sementara itu sekretaris Humas UMM Rina Wahyu Setyaningrum memberikan pemaparan tentang peran dan fungsi Humas UMM. “Ada empat bagian yang menjadi tugas utama Humas di UMM yaitu media relations, cipta visual, protokoler dan kerjasama,”ujar dosen Prodi Bahasa Inggris ini.(acs/han)

Sumber : www.umm.ac.id

ums, universitas muhammadiyah surakarta, surakarta

Bekatul, Makanan Anti Diabetes

Diabetes adalah salah satu penyakit tidak menular (PTM) yang dapat menyebabkan kematian pada manusia. Diabetes menjadi penyakit penyebab kematian nomer enam di dunia dan nomer tiga di Indonesia. Diabetes atau kencing manis adalah kelainan metabolik yang disebabkan oleh banyak faktor seperti kurangnya insulin atau ketidakmampuan tubuh untuk memanfaatkan insulin (Insulin resistance). Hal ini menyebabkan tubuh tidak dapat memanfaatkan glukosa, dan dalam kondisi kronis dapat menyebabkan berbagai macam penyakit komplikasi di antaranya stroke dan jantung.

Dahulu penyakit ini hanya diderita oleh orang berumur 40 – 50 tahun ke atas namun fenomena saat ini, orang dengan usia 20 tahun pun sudah ada yang mulai terkena penyakit ini. Hal ini terjadi karena pola hidup manusia yang berubah terutama pola makannya. Di era modern ini orang lebih memilih makanan yang cepat saji yang tidak sehat seperti burger, pizza, dan minuman bersoda adalah faktor terbesar penyebab penyakit ini.

Arifah Sri Wahyuni, S.Si., Apt., M.Si. merupakan salah satu akademisi dari Fakultas Farmasi yang dimiliki oleh Universitas Muhammadiyah Surakarta. Beliau memimpin sebuah penelitian hibah bersaing yang didanai oleh pemerintah bersama rekan se-timnya, yaitu Rima Munawaroh, S.Si, M.Sc, Apt dan Dr. Muhammad Da’I, S.Si, M.Sc, Apt. Penelitian yang telah dilakukan selama tiga tahun ini (masih dalam proses penelitian), berfokus pada obat untuk menyembuhkan diabetes. Pembuktian produk, yaitu bekatul, dilakukan di tahun pertama penelitian, di tahun kedua penelitian dilakukan untuk menemukan mekanisme produk dan di tahun ketiga penelitian dilakukan untuk menguji keamanan produk (masih dalam proses penelitian). Alasan mengapa beliau memilih penelitian ini karena beliau melihat potensi dari kekayaan sumberdaya alam yang dimiliki oleh Indonesia dan kurangnya sumber daya manusia yang mengolah kekayaan alam itu.

“Bekatul beras hitam dipandang sebelah mata oleh sebagian masyarakat. Mereka menggunakan bekatul beras hitam hanya untuk pakan ternak dan sisanya langsung dibuang. Padahal di dalam bekatul beras hitam mengandung zat kimia bernama sianidin, yaitu senyawa golongan  antosianin dan yang mempunyai kemampuan untuk mengontrol kadar gula dalam darah. Hal ini sangat baik bagi penderita diabetes,” papar Ibu Arifah.

Di tahun pertama dan ke dua Ibu Arifah melakukan penelitian untuk membuktikan dan menemukan mekanisme kerja sebagai antidibetes yang dimiliki bekatul beras hitam. Penelitian preklinis diujicobakan pada hewan uji yang dibuat model diabetes. Penelitiannya menunjukkan penurunan gula darah yang signifikan, artinya gula darah menjadi mendekati normal.

Di tahun ketiga (masih dalam proses penelitian), beliau mengkombinasikan tanaman meniran yang mempunyai anti– oksidan tinggi pada penelitiannya. Beliau menemukan bahwa bekatul beras hitam  mempunyai keamanan yang cukup tinggi. Untuk peneletian selanjutnya beliau mempunyai sebuah gagasan untuk mengkomersilkan penelitiannya tersebut menjadi sebuah obat atau suplemen diet bukan hanya untuk orang yang mempunyai diabetes tapi juga untuk orang normal juga. “Saya bercita-cita bekatul beras hitam bisa dikemas dengan apik sehingga orang pun tertarik untuk menjadikannya makanan alternatif pengganti makanan pokok, seperti oatmeal tetapi memiliki cita rasa lokal,” (web.ums.ac.id/)

Sadarkan Kekuatan ASIA – AFRIKA, IORA Rangkul Mahasiswa UMY

 

Keberadaan dan eksistensi organisasi IORA belum disadari betul oleh kalangan mahasiswa khususnya mahasiswa di Jurusan Hubungan Internasional. Kunjungan Sekretaris Jenderal Indian Ocean Rim Association (IORA), H.E. Ambassador K.V. Bhagirath ke Univertas Muhammadiyah Yogyakarta pada Kamis (15/9) tentu menjadi pencerahan bagi mahasiswa akan kekuatan IORA. Bahkan tokoh asal India tersebut juga menjadi pembicara dalam Kuliah Umum “Learning from the Past, Chanting the Future.”
Dalam kuliah umum yang diadakan di Ruang Sidang gedung Pascasarjana UMY, Bhagirath memperkenalkan organisasi IORA kepada mahasiswa. Organisasi ini diikuti oleh negara-negara yang ada di kawasan laut Hindia seperti india, Iran, Kenya, Madagaskar, Indonesia, dan 17 negara lainnya. Bhagirath menyebutkan bahwa IORA memiliki tujuan untuk mempromosikan keberlangsungan pertumbuhan dan keseimbangan perkembangan kawasan dan negara-negara anggotanya.
“IORA memiliki enam area prioritas utama, antara lain maritime safety & security, trade & investment facilitation, fisheries management, disaster risk management, academic science & technology, dan tourism & cultural exchange. IORA juga memiliki fokus untuk berkolaborasi dengan blok dan negara lainnya. Karena sebuah negara harus berkolaborasi dan berkooperasi dengan negara lainnya demi pertumbuhan dan kemajuan ekonomi negaranya,” jelas Bhagirath.
IORA sendiri disebut Bhagirath memiliki fokus ke negara-negara anggota yang sedang berkembang. Terutama pada kebanyakan negara yang berada di pesisir Afrika dan beberapa dari Asia. Karena beberapa tersebut dinilai masih mengalami ketertinggalan ekonomi dibandingkan dengan negara-negara lainnya.
Sementara itu, Dr. Siswo Pramono, L.L.M., selaku Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menyampaikan tentang masa depan organsiasi IORA. Ia memandang optimis bahwa IORA merupakan organisasi yang dapat menambah kesadaran negara-negara anggotanya untuk lebih meningkatkan potensi ekonomi. “Letak IORA juga berdekatan dengan negara-negara yang tersandung konflik. Seperti negara-negara di Timur Tengah dan beberapa negara di Asia. IORA kedepannya diharapkan mampu membantu negara konflik untuk segera menyelesaikan masalah dengan cara negosiasi dan diplomasi,” ujar Siswo.
Dosen HI UMY, Masyithoh Annisa ramadhani, S.IP., M.A., menyebutkan bahwa ada persinggungan antara visi IORA dengan poros maritim dunia yang merupakan fokus Presiden Joko Widodo saat ini. Indonesia dinilai memiliki potensi besar sebagai poros maritim dunia, karena secara geografis letak Indonesia berada pada titik persilangan yang strategis. Dampak baik dari posisi strategis Indonesia disebut Masyithoh dengan adanya Sumber Daya Alam dan Potensi tinggi yang dimiliki Indonesia.
“Sedangkan visi poros maritim dunia saat ini tengah finalisasi. Ini visi yang bagus, tapi saat kita masuk ke ranah implementasi dari visi ini, masih banyak terjadi hal-hal yang overlapping antar stakeholders, pembuat kebijakan, mereka masih belum ada satu komando, mau kemana sebenarnya poros ini,” jelas Masyithoh.
Dosen HI ini menilai bahwa visi poros maritim dunia ini harus memiliki konektivitas maritim (maritime connectivity). Dan hal tersebut mencakup antara lain di bidang ekonomi atau blue economy, dan juga di bidang keamanan (security), di bidang kebudayaan maritim (maritime culture) dimana tidak hanya pemerintah atau pejabat yang mengetahui visi itu tetapi juga sampai pada level masyarakat. “Dan juga kerjasama di bidang pendidikan atau academic exchange di bidang maritim ini. Dan ini merupakan salah satu pondasi untuk membangun kultur atau budaya maritim,” tambah Masyithoh.
Masyithoh melihat bahwa visi poros maritim dunia sangat bagus, namun menurutnya pemerintah harus menentukan langkah yang lebih jelas. Bukan hanya visi saja tanpa adanya implementasi, namun pemerintah harus memperhatikan kepada praktik di lapangan yang ada. “Harapannya dengan visi poros maritim dunia, masalah seeprti IUU (Illegal, Unreglated, Unreported) Fishing, penjarahan dan pencurian di lautan, menjadi lebih terselesaikan. Dan ini yang menjadi salah satu tantangan bagaimana menjadi poros maritim dunia,” tegas Masyithoh. (sumber : www.umy.ac.id)