UMM Gelar Wisuda Luring ke-97

UMM menyelenggarakan wisuda ke-97 Periode III tahun 2020 Program Diploma, Sarjana, dan Pascasarjana, Senin-Sabtu (19-24/10). Wisuda diadakan selama 6 gelombang di Hall Dome UMM. Sebanyak 1.793 mahasiswa akan diwisuda secara luring dengan menggunakan protokol kesehatan yang ketat.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P memberikan orasi ilmiah di wisuda sesi pertama, Senin (19/10). Dalam orasinya, Prof. Muhadjir mengajak para wisudawan segera mengambil kesempatan menjadi bagian dari angkatan kerja produktif. “Jangan menunggu dan menunda-nunda. Segeralah Anda tantang segala macam hambatan, rintangan, kesulitan di dunia kerja. Karena dengan Anda segera menantang segala kesulitan di dunia kerja itu, maka Anda lah yang akan menjadi juaranya,” tambahnya.

Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd dalam sambutannya memaparkan mengenai UMM yang telah mendapatkan pengakuan sebagai kampus terbaik dari Anugerah Kampus Unggul (AKU) selama 12 kali berturut-turut dari LLDikti Wilayah VI Jawa Timur. UMM juga telah banyak mendapat gelar pemeringkatan sebagai kampus terbaik di tingkat nasional. “Saat ini, UMM tengah mencanangkan program sebagai universitas yang bukan hanya diperhitungkan secara nasional bahkan juga menargetkan menjadi perguruan tinggi yang bisa diperhitungkan di kancah Internasional,” terang Dr. Fauzan.

Wisuda XXXV Daring-Luring Umsida

Sabtu (17/10), Umsida menggelar wisuda luring dan daring di Gedung Auditorium. Wisuda XXXV meluluskan 261 mahasiswa terdiri dari 79 mahasiswa dari Fakultas Saintek, 156 mahasiswa Fakultas Bisnis, Hukum, dan Ilmu Sosial, 24 mahasiswa Fakultas Psikologi dan Ilmu Pendidikan, dan 4 mahasiswa Fakultas Kesehatan. Keputusan menggunakan metode daring dan luring membuat Umsida menggandeng Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC). Pelaksanakan pun dilakukan dengan ketat, mulai dari pengecekan suhu, penggunaan masker dan face shield, hingga larangan bagi wisudawan untuk berkerumun atau foto bersama.

Dr Hidayatullah MSi selaku Rektor Umsida menyampaikan harapan kepada para wisudawan semoga ilmu yang didapat dapat menjadi bekal di kehidupan yang akan datan dan bermanfaat bagi bangsa dan negara.

Sekeretaris Majelis Diktlitbang PPM Muhammad Sayuti PhD memberikan sambutan secara daring. “Tholabul ‘ilmi faridhotun ‘alaa kulli muslimin yang artinya menuntut ilmu itu wajib bagi setiap kaum muslimin. Oleh karena itu para wisudawan hendaknya bersyukur karena menjadikan tempat kampus kita sebagai tempat terbaik dalam menuntut ilmu,” ujarnya. Lebih lanjut, ia juga berpesan agar wisuda hari ini tidak menjadi akhir dari menuntut ilmu. Wisudawan harus terus belajar untuk meningkatkan pengetahuan yang baru.

Pandemi Covid-19, UMSU Gelar 10 Sesi Wisuda

Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menggelar wisuda bagi 1.617 peserta secara daring dan luring. Wisuda kali ini dibagi dalam 10 sesi selama lima hari, Senin-Jumat (21-26/9). Penerapan protokol kesehatan dilakukan sesuai dengan ketentuan pemerintah dan pedoman kesehatan PP Muhammadiyah. Para wisudawan wajib menjaga jarak dan tidak boleh didampingi orang tua atau keluarga lainnya.

Panitia menyediakan fasilitas daring bagi peserta wisuda dan orang tua serta keluarga yang tidak bisa menghadiri prosesi wisuda. Rangkaian acara dapat diikuti dengan fasilitas live streaming di chanel Youtube UMSU TV. Penyediaan perangkat teknologi juga untuk memfasilitasi para tokoh undangan yang akan menyampaikan ucapan selamat kepada wisudawan secara daring, di antaranya, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, Menteri Sekertaris Kabinet, Pramono Anung, Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, Sekda Provsu, Hj. R. Sabrina.

Hadir dalam upacara wisuda sesi pertama, Senin (21/9) Kepala LLDIKTI Wilayah I Prod. Dr. Dian Armanto, Rektor UMSU Dr. Agussani, M.AP, Wakil Rektor I Dr. Muhammad Arifin M.Hum, Wakil Rektor II Dr. Akrim M. Pd, Wakil Rektor 2 Dr. Rudianto M. Si, Sekretaris Universitas Gunawan M.Th.

UNIMMA Gelar Wisuda Drive Thru

Selasa (25/08), Universitas Muhammadiyah (UNIMMA) Magelang menggelar wisuda di Borobudur International Golf. Wisuda Magister, Sarjana, dan Ahli Madya ke-72 Periode II TA 2019-2020 ini diikuti oleh 240 mahasiswa. Tidak hanya menerapkan protokol kesehatan secara ketat, pelaksanaan wisuda ini terbilang unik. Wisudawan dipanggil satu per satu dan diantar oleh caddy untuk menerima ijazah secara drive thru dengan menaiki mobil golf.

Kepala Biro Akademik sekaligus ketua panitia wisuda, Dr Lilik Andriyani SE, MSi, menyampaikan wisuda ke-72 seharusnya dilaksanakan pada bulan Maret lalu. “Namun dengan berbagai pertimbangan diputuskan tetap dilaksanakan prosesi dengan protokol kesehatan,” paparnya.

Sementara itu, Dr Suliswiyadi, MAg selaku Rektor UNIMMA menyampaikan bahwa wisuda kali in memang dilaksanakan secara terbatas dan singkat. Meskipun tidak dihadiri orang tua/wali, diharapkan tidak mengurangi kebahagiaan wisudawan dan menjadi momen yang tidak terlupakan. “Perlu kami sampaikan pula bahwa Kemendikbud telah mengumumkan pemeringkatan PTN dan PTS se-Indonesia. Alhamdulillah UNIMMA mendapat peringkat ke-94 nasional dan peringkat ke-5 dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah se-Indonesia berdasarkan Klasterisasi Perguruan Tinggi tahun 2020,” ungkap Dr Suliswiyadi.

Wisuda STIKOM Muh Jayapura Angkatan XV

STIKOM Muhammadiyah Jayapura menggelar wisuda Sarjana dan Diploma III angkatan XV di Hotel Hom Abepura Jayapura, Kamis (13/2). Sebanyak 102 wisudawan mengikuti Rapat Senat Terbuka ini. Wisuda dibuka oleh Ketua STIKOM Muh Jayapura Dr Ir Muhammad Nur Jaya, MSi. Dihadiri oleh Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Muhammad Sayuti, PhD, Kepala Bagian Akademik Kemahasiswaan dan Sumber Daya LLDIKTI Wil XIV Papua Barat Drs Sudarpo, Perwakilan Pemerintah Provinsi Papua yang diwakili Staf Ahli Johana Ani Rumbika SE, MM, perwakilan TNI Polri, perwakilan PT lain, instansi terkait, Ketua PWM Papua Prof Dr HR Partino MSi, beserta para tamu undangan lainnya.

Ketua STIKOM Muhammadiyah Jayapura dalam sambutannya mengatakan bahwa STIKOM senantiasa siap menghadapi perubahan zaman yang ditandai dengan digitalisasi dalam segala aspek kehidupan. Kesiapan ini ditunjukkan dengan melakukan berbagai perubahan yang baik seperti meningkatkan kualitas SDM Dosen, meningkatkan kompetensi dan profesionalisme dosen, serta meningkatkan publikasi karya ilmiah tingkat nasional maupun internasional. Muhammad Nur Jaya juga menyebutkan mengenai peningkatan sarana prasarana perkuliahan demi menunjang proses pembelajaran. “Dari sisi kurikulum STIKOM Muhammadiyah senantiasa adaptif yang dilakukan melalui peninjauan kurikulum melalui workshop kurikulum, guna menyesuaikan kurikulum pembelajaran bagi mahasiswa sesuai dengan tuntutan saat ini,” papar Muhammad Nur Jaya.

Sementara itu, Muhammad Sayuti dalam sambutannya memaparkan bahwa Muhammadiyah akan selalu mendukung upaya pemenerintah untuk mencerdaskan bangsa dengan pendidikan yang tidak mengenal SARA. Muhammad Sayuti lalu mencontohkan bagaimana kehadiran STIKOM Muh Jayapura yang mengakomodasi 95% putra-putri Papua. Menurutnya ini merupakan bukti konkret toleransi beragama di Indonesia. “Diharapkan adanya dukungan pemerintah daerah agar pembangunan SDM di Papua semakin optimal dalam mencerdaskan generasi muda di Papua,” tambahnya.

Wisuda dan Milad ke-53 UM Metro

Rabu (20/11), Universitas Muhammadiyah Metro menyelenggarakan wisuda dan Milad ke-53 di halaman kampus setempat. Pada periode ini, UM Metro meluluskan 739 mahasiswa dari Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan, Fakultas Agama Islam, Fakultas Ekonomi, Fakultas Hukum, Fakultas Teknik, Fakultas Ilmu Komputer, dan Program Magister.

Turut hadir dalam acara, anggota Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof Dr Thobroni, MSi, Kepala LLDikti Wilayah II Palembang Prof Dr Slamet Widodo, MM, MSi, Ketua Koordinator Kopertais Wilayah VII Sumbagsel Prof Dr Muh. Siroji, MA, Walikota Metro Ahmad Pairin, S Sos, Anggota senat UM Metro, dosen, karyawan dan segenap wisudawan, wisudawati beserta keluarga.

Dalam menyampaikan laporan akademik Sidang Terbuka Senat. Drs Jazim menyebut jika layanan pendidikan institusinya saat ini mengalami peningkatan. Peningkatan itu diukur dari tiga indikator yaitu tingkat produktivitas lulusan, lama studi, indeks prestasi lulusan. Hal itu terbukti dari salah satu lulusannya saat ini, yang telah banyak menorehkan prestasi di berbagai level kejuaraan Judo.

Lebih lanjut, rektor juga mengakui bahwa pencapaian ini berkat kontribusi dan integritas semua tenaga pendidik dan kependidikan di lingkungan UM Metro. “UM Metro tidak pernah berhenti dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Hal itu terbukti dari semakin banyaknya dosen UM Metro yang memperoleh gelar doktor atau yang sedang menempuh studi doktoral,” tambah Drs Jazim.

Pada kesempatan yang sama, Prof Dr H Tobroni MSi, perwakilan dari Majelis Diktilitbang PPM, mengimbau para wisudawan untuk menjadi lulusan yang bermanfaat bagi masyarakat. Menurutnya, alumni Muhammadiyah sudah seharusnya menjadi alumni yang hanif, berkemajuan, dan mencerahkan. Prof Tobroni lalu menganjurkan para wisudawan untuk segera melakukan konsolidasi selepas acara wisuda. Berkoordinasi mengenai apa yang saja bisa dilakukan untuk masyarakat. “Namun yang terpenting dari itu semua adalah serahkan semuanya kepada Allah. Baik perihal karir maupun jodoh,” jelas Prof Tobroni.

 

 

UM Jakarta Wisuda 1770 Mahasiswa

Rektor UMJ Prof Syaiful Bachri mewisuda 1.770 mahasiswa S3, S2, S2, dan diploma, Senin (18/11) di Shantika ICE Tangerang. “Ini merupakan wisuda terbesar sejak berdirinya UMJ. Tapi kualitas juga tetap ditingkatkan dari waktu ke waktu,” tegas Rektor UMJ.

“Saya berharap seluruh yang di wisuda menjadi insan yang unggul dan berdaya saing. Ini menjadi keharusan dalam era kompetisi yang sangat ketat ini,” kata Prof Din Syamsuddin, mewakili BPH UMJ, yang juga mantan Ketua Umum PPM 2005-2015 ini.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Waket Majelis Dikti Litbang PPM Prof Edy Suandi Hamid. “Saat ini tidak cukup pintar saja untuk bisa sukses dalam kehidupan. Saudara memang harus terus meningkatkan kompetensi. Namun itu saja tidak cukup, saudara harus mengembangkan soft skills, seperti keterampilan komunikasi, leadership, kemampuan adaptasi, dan sebagainya,” ujar Prof Edy.

Dalam kesempatan itu, orasi ilmiah disampaikan Prof Mike Hardy, dari University of Coventry, Inggris. Prof Hardy menyampaikan pidato berjudul “Educating for the Midle Way: Social Capital for Peaceful Relations”. []RED

Wisuda Angkatan Pertama UMS Rappang

Wisuda angkatan pertama Universitas Muhammadiyah Sidenreng (UMS) Rappang dilaksanakan pada hari Sabtu (19/10). Wisuda kali ini diikuti oleh 335 wisudawan dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).

Dalam sambutannya, Dr. H. Jamaluddin selaku Rektor UMS Rappang  memaparkan tentang harapannya terkait keputusan pembukaan program studi baru dari Kementerian Riset Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti) agar segera terwujud. Saat ini UMS Rappang membina tiga fakultas, yaitu Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), dan Fakultas Sains Teknologi.

“Jika Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara dikenal dengan astronominya dan Universitas Muhammadiyah Makassar dikenal dengan kelautannya, Insyaallah UMS Rappang akan dikenal sebagai kiblat pelabelan produk halal berbasis digital,” ujarnya. Menurutnya untuk dapat mewujudkan hal tersebut, digitalisasi, perbaikan layanan serta proses pembelajaran akan terus dilakukan oleh kampus.

Sebagai penutup Jamaluddin tak lupa mengingatkan para alumni agar menjadi lulusan yang unggul, professional, dan Islami. Ia menambahkan sarjana harus senantiasa berprinsip dalam menegakkan kebenaran.

Wisudawan Umtas Hendaknya Implementasikan Nilai-Nilai Keislaman

Kamis (17/10), Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (Umtas) melaksanakan wisuda serta angkat sumpah dan Janji Ahli Madya Kebidanan, Ahli Madya Keperawatan, dan Ners Tahun Akademik 2018/2019 di Graha Umtas. Diikuti oleh 256 wisudawan, kegiatan ini dihadiri oleh Majelis Diktilitbang Muhammadiyah, PWM Jawa Barat, LL Dikti Wilayah IV, PDM Kota Tasikmalaya beserta organisasi otonom, perbankan, perhotelan, dan juga unsur muspida.

Dr Ahmad Qonit AD, MA selaku Rektor Umtas berpesan agar para wisudawan tidak berhenti belajar dan terus meningkatkan kemanusiaan yang berbanding lurus dengan produktivitas solusi yang dapat dipersembahkan bagi kemaslahatan masyarakat. Ia juga menambahkan mengenai pentingnya ridha Allah. “Ridha Allah itu tergantung kepada ridha kedua orang tua. Maka dari itu saya ingatkan dan amanatkan agar Anda senantiasa tidak menyakiti mereka, tetapi senantiasa menggembirakan mereka dengan cara yang baik,” tambahnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Sub Bagian Akademik LL Dikti Wilayah IV, Agus Supriatna, M. Si. mewakili Kepala LL Dikti Wilayah IV memberikan apresiasi dengan mengucapkan selamat atas dilantiknya wisudawan Umtas. Ia juga menyampaikan bahwa lulusan Umtas harus peka terhadap era disrupsi yang menuntut digitalisasi dalam segala bidang. “Wisudawan Umtas hendaknya adaptif dalam segala menyikapi perubahan sehingga dapat berterima di masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu Sekretaris Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan PP Muhammadiyah, Dr. M. Samsudin, M. Pd., menekankan kepada para wisudawan perihal implementasi akhlak Islami yang melekat dalam diri mereka yang disemai melalui pembelajaran Al Islam dan Kemuhammadiyahan. “Ciri khas lulusan PTM adalah profesional di bidangnya sekaligus memiliki akhlak yang baik. Lulusan Umtas hendaknya dapat membumikan nilai-nilai yang telah didapat dari kampus ke tengah-tengah masyarakat di era disrupsi ini,” paparnya.  (nu)

Wisuda AIS Muh Semarang ke-25, Siapkan Lulusan Unggul

Rabu (2/10), Akademi Statistika (AIS) Muhammadiyah Semarang menggelar sidang wisuda ke-25 di Hotel Pandanaran, Semarang. Sebanyak 23 orang dari 49 wisudawan berhasil lulus dengan nilai cumlaude. Direktur AIS Muhammadiyah Semarang, Dra Wellie Sulistijanti MSc, mengapresiasi pencapaian ini. Menurutnya ada peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Dalam sambutannya, Wellie juga mejamin kualitas lulusan AIS Muhammadiyah Semarang. Beberapa pembekalan diberikan kepada mahasiswa demi menghasilkan lulusan bermutu tinggi, seperti mewajibkan mahasiswa tinggal di pesantren Al Khawarizmi selama satu tahun dan mengikuti kegiatan praktik mata kuliah setiap semesternya.

“Di pesantren, mahasiswa dibentuk karakter dan kemampuan berbahasa Inggrisnya sehingga bisa dijamin mereka fasih berbahasa Inggris. Ini juga dapat memperkuat ketajaman critical skill sebagai kader dakwah Muhammadiyah. Hal yang tidak kalah penting, kami senantiasa memperkuat dan meningkatkan kualitas interpersonal skill terhadap mahasiswa sebelum lulus. Sehingga alumni tidak canggung dalam bertarung memperebutkan pasar kerja,” paparnya.

Hadir perwakilan dari Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof. Dr. Sutrisno, M. Ag. Prof. Sutrisno menyampaikan saat ini seseorang bisa menjadi konglomerat di usia muda, seperti pendiri Google, Bukalapak, atau Gojek. Dari itu, ia meminta AIS Muhammadiyah untuk meningkatkan softskill mahasiswanya. “Mahasiswa AIS Muhammadiyah sangat berpotensi menjadi lulusan yang handal,” ujarnya.