Mahasiswa Harus Berani Mengemukakan Ide

Sebanyak 147 mahasiswa Program Studi (Prodi) Akuntansi dan mahasiswa Prodi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, mengikuti Baitul Arqam, selama tiga hari, di Masjid Baitussalam, Malino, Kabupaten Gowa, Jumat s.d. Ahad, 23-25 September 2016.

Kegiatan Baitul Arqam dibuka oleh Dekan FEB Dr H Mahmud Nuhung pada Jumat malam, 23 September 2016, dan ditutup secara resmi oleh Rektor Dr H Abdul Rahman Rahim, pada Ahad, 25 September 2016.

Wakil Dekan III FEB Samsul Rizal SE MM, menjelaskan, Baitul Arqam wajib diikuti oleh mahasiswa yang tidak sempat mengikuti Darul Arqam Dasar (DAD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Materinya kurang lebih sama dengan DAD IMM, tapi lebih dipadatkan karena para peserta Baitul Arqam umumnya adalah mahasiswa kelas reguler sore, jelas Samsul, seraya menambahkan bahwa kegiatan Baitul Arqam berlangsung tertib, lancar, dan aman.

Wakil Dekan IV FEB Drs Ali Hakka, mengatakan, seluruh peserta dinyatakan lulus dalam Baitul Arqam, tetapi nilai yang diperoleh berbeda-beda. Seluruh peserta dinyatakan lulus, tetapi nilainya berjenjang, ungkap Ali Hakka.

Baitul Arqam ditutup Rektor

Mahasiswa harus banyak membaca dan berdiskusi, serta harus berani mengemukakan ide-ide dalam berbagai forum atau setiap ada kesempatan, tetapi ide yang dikemukakan sebaiknya telah melalui pemikiran yang matang, sehingga ide-ide tersebut dapat dipertanggungjawabkan.

Yang terpenting adalah ide awal untuk melakukan sesuatu, termasuk sesuatu yang oleh banyak orang dianggap tidak masuk akal, kata Rektor Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Dr H Abdul Rahman Rahim SE MM, pada acara penutupan Baitul Arqam Mahasiswa FEB, di Masjid Baitussalam, Malino, Kabupaten Gowa, Ahad, 25 September 2016.

Rahman Rahim yang mantan Dekan Fakultas Ekonomi Unismuh Makassar kemudian mengungkapkan bahwa ketika dirinya mengemukakan ide membangun gedung berlantai 17 (Menara Iqra) di Kampus Unismuh Makassar, Jl Sultan Alauddin 259, pada sepuluh tahun silam (2006), hampir tidak ada yang percaya bahwa ide tersebut bisa diwujudkan.

Hampir tidak ada yang percaya bahwa ide tersebut bisa diwujudkan, tetapi saya katakan bahwa kalau kita mengandalkan uang yang ada di Unismuh dari SPP mahasiswa, memang tidak mungkin bisa dibangun. Saya bilang, banyak sekali uang di luar sana yang bisa dimasukkan ke Unismuh dan kita harus bisa memasukkan uang tersebut, katanya.

Setelah melalui berbagai cara dan strategi, termasuk menghadap dan menghadirkan Wakil Presiden Jusuf Kalla (ketika masih mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono) untuk melakukan pemancangan pembangunan tower Unismuh, akhirnya gedung berlantai 17 tersebut dapat diwujudkan.

Awalnya diberi nama Unismuh Tower, tetapi dengan berbagai pertimbangan setelah mendengarkan berbagai masukan, gedung berlantai 17 itu akhirnya diberi nama Menara Iqra, yang kini menjadi salah satu ikon Unismuh Makassar, tutur Rahman.

Kata Kunci

Wakil Dekan II Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Ismail Rasulong SE MM, tidak menyangka kalau dirinya tiba-tiba diminta memberikan kata kunci, pada acara penutupan Baitul Arqam Mahasiswa FEB, di Masjid Baitussalam, Malino, Kabupaten Gowa, Ahad, 25 September 2016.

Selanjutnya kami minta Wakil Dekan II untuk memberikan kata kunci, kata Wakil Dekan III FEB Samsul Rizal SE MM, yang memandu acara penutupan oleh Rektor Dr H Abdul Rahman Rahim SE MM.

Sambil tersenyum, Ismail Rasulong menerima mic wireless dari tangan Samsul Rizal, dan setelah mengucapkan salam langsung mengungkapkan bahwa sebelum acara penutupan dimulai, dirinya tidak pernah diberitahu bahwa ia akan diminta memberikan kata kunci.

Saya tidak diberitahu bahwa saya akan diminta memberikan kata kunci, katanya yang langsung mengundang senyum dan tawa dari para peserta Baitul Arqam.

Tapi tidak apa-apa. Saya kira, kata kunci dari kegiatan Baitul Arqam ini adalah mahasiswa dan kita semua, selalu harus siap memberikan solusi atas setiap permasalahan yang dihadapi, jadilah problem solver, jadilah pemecah masalah. Berilah solusi supaya ada selisih, kata Ismail yang lagi-lagi disambut senyum, tawa, dan tepuk-tangan meriah dari peserta Baitul Arqam.

Acara Baitul Arqam dihadiri Wakil Dekan I FEB Drs H Sultan Sarda MM, Wakil Dekan II Ismail Rasulong SE MM, Wakil Dekan IV Drs Ali Hakka, Ketua Prodi Ekonomi Islam Dr H Agus Salim Harrang SE MM, Sekretaris Prodi Ekonomi Islam Hj Naidah SE MM, Sekretaris Prodi Manajemen Muhammad Nur Rasyid SE MM, dosen FEB Drs Hamzah Limpo MS dan Irwan Abdullah SSos MM, serta tim instruktur Pimpinan Komisariat IMM FEB Unismuh Makassar. (win/hh/ar)

Sumber : www.unismuh.ac.id

2016-09-27T03:16:19+00:00 Berita|0 Comments

About the Author:

Leave A Comment