UM Palembang Tambah Doktor ke-80

Kamis (12/11), Dr. Zaleha Trihandayani, S.E., M.Si , Dosen UM Palembang, lulus dari Prodi Ilmu Ekonomi (S-3) Sekolah Pascasarjana Universitas Pancasila Jakarta dengan judul disertasi “Loyalitas Karyawan Industri Kecil Makanan Tradisional”. Gelar ini praktis membuat Dr. Zaleha menjadi dosen bergelar Doktor ke-80 di Universitas Muhammadiyah Palembang.

Dipaparkan oleh Dr. Zaleha Ujian Terbuka Promosi Doktor Prodi Ilmu Ekonomi (S-3) Sekolah Pascasarjana Universitas Pancasila Jakarta digelar dengan promotor Prof. Dr. Wibowo, S.E., M.Phil., dan Prof. Dr. Husein Umar, S.E., MBA., M.M., serta Dr. Tony Sitinjak, M.M.

Ucapan selamat dan apresiasi diberikan oleh Rektor UM Palembang Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., “Semoga dengan diraihnya Doktor Ilmu Ekonomi ini, akan semakin membawa kemajuan dan peningkatan mutu lulusan di Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Palembang” ungkapnya.

Program Doktor Ilmu Hukum UMS Kembali Luluskan Mahasiswanya

Kamis (3/9), Sekolah Pasca Sarjana UM Surakarta meluluskan tiga doktor di bidang Ilmu Hukum. Sinung Mufti Hangabei, Rangga Jayanuarto, dan Mohammad Tohari dikukuhkan sebagai Doktor Ilmu Hukum di Ruang Seminar Pascasarjana.

Sinung Mufti Hangabei mengucapkan syukur bisa menyelesaikan program doktor meski sedikit mundur dari target karena adanya pandemi Covid-19. Dosen Fakultas Hukum UM Bengkulu ini berharap dengan selesainya program doktor yang ditempuh, dirinya bisa segera kembali mengabdi di almamaternya. “Kembali aktif mengajar, dan semoga bisa menambah ilmu mahasiswa serta menyemangati kawan-kawan yang belum S-3 untuk bisa melanjutkan studi,” tambah Sinung.

Kepala Tata Usaha Sekolah Pasca Sarjana UMS Nurul Azizah, S.E memaparkan selama pandemi Covid tidak ada sidang terbuka diganti dengan jurnal terindeks scopus. Namun kemudian diputuskan ada satu yang maju mengadakan sidang terbuka. “Perbedaannya dengan sidang pada biasanya, kali ini peserta yang dapat masuk ke dalam ruangan dibatasi untuk mengurangi penyebaran Covid-19,” jelas Nurul. Nurul berharap, dari sidang terbuka baik di masa pandemi maupun tidak, program sekolah pascasarjana dapat meluluskan mahasiswa yang siap untuk mengabdi dengan ilmu dan gelar yang sudah dimiliki.

Prodi PAI UM Palembang Kembali Tambah Doktor

Sayid Habiburrahman, S.Ag., M.Pd.I resmi menjadi dosen bergelar Doktor yang ke-72 di UM Palembang. Sayid lulus dari Pascasarjana UIN Raden Fatah Palembang dengan disertasi berjudul “Internalisasi Nilai-nilai Pendidikan Multikultural dalam Meningkatkan Mutu Lulusan di Pesantren (Studi Kasus di Pesantren Assalam Sri Gunung MUBA)”.

Ujian Disertasi Promosi Doktor Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) UIN Raden Fatah Palembang ini diselenggarakan pada Senin 8 Juni 2020. Promotor dan co.promotor Sayid adalah Prof. Dr. Fuad Abdurrahman dan Dr. Musnur Hery.

Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., selaku Rektor UM Palembang mengucapkan selamat dan apresiasi atas keberhasilan Sayid menyelesaikan studi S-3. Ia berharap diraihnya Doktor Pendidikan Agama Islam ini dapat membawa kemajuan dan peningkatan mutu lulusan di Prodi PAI UM Palembang.

Ketua BPH Universitas Muhammadiyah Makassar Raih Doktor di Malang

Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar yang juga Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel, HM Syaiful Saleh, berhasil meraih gelar doktor dalam bidang Ilmu Lingkungan, pada Program Pascasarjana Multidisipliner, Universitas Brawijaya, Kota Malang, Senin, 24 Oktober 2016.

Syaiful yang pernah menjabat Kepala Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian dan Peternakan Kota Makassar, mengusung judul disertasi: Persepsi dan Partisipasi Masyarakat pada Pengelolaan Sumber Daya Wilayah Pesisir Secara Berkelanjutan (Studi Kasus Reklamasi di Kota Makassar).

Ujian promosi doktor dipimpin Direktur PPs Multidisipliner Universitas Brawijaya Prof Abdul Hakim, dengan ko-promotor Prof Sukoso dan Dr Andi Tamsil, serta Penguji I Dr Endah Setyowati, Penguji II Dr Mimit Primyastanto, Penguji III Dr H J Hasnidar, dan Penguji IV Dr Asbar.

Hadir pada ujian promosi tersebut, antara lain Ketua Muhammadiyah Sulsel Prof Ambo Asse, Ketua Aisyiyah Sulsel Dr Nurhayati Azis, Rektor Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar Dr H Abdul Rahman Rahim, para dekan di lingkungan Unismuh Makassar, serta sejumlah pejabat dan puluhan orang lainnya dari Makassar.

Syaiful Saleh dalam kesimpulan disertasinya mengatakan, persepsi masyarakat pada pelaksanaan reklamasi yaitu reklamasi menurunkan pendapatan secara ekonomi, mengubah kebiasaan dalam mencari nafkah, dan menurunkan daya dukung lingkungan.

Partisipasi masyarakat terbagi dua bentuk, yaitu masyarakat yang menolak pelaksanaan reklamasi, serta masyarakat yang menyetujui dilaksanakannya reklamasi,” sebut Syaiful.

Masyarakat yang menolak reklamasi, katanya, yaitu masyarakat yang terkena dampak negatif secara langsung dengan adanya reklamasi, sedangkan yang menerima yaitu masyarakat yang pada umumnya sebagai pelaksana dan sekaligus memperoleh manfaat dengan adanya reklamasi.

Diharapkan kepada pemerintah memiliki tanggungjawab atas pembangunan sarana dan prasarana, kebijakan tata ruang, serta perangkat hukum pengelolan sumber daya wilayah pesisir yang transparan, tandas Syaiful.

Sumber : www.unismuh.ac.id

Religiusitas Sumbang Kecenderungan Perilaku Remaja

Dewasa ini kenakalan remaja di Indonesia masih meresahkan masyarakat. Kebanyakan remaja berstatus sebagai pelajar adalah individu yang mengalami transisi dari anak-anak menjadi dewasa.  Perubahan ini mendorong remaja untuk mencari jati dirinya, dan akan muncul perubahan perilaku sesuai dengan yang dipengaruhi oleh faktor internal maupun eksternal. Salah satu faktor internal yang diperkirakan berpengaruh terhadap dorongan kenakalan remaja adalah nilai religiusitas remaja. Ini menunjukkan bahwa religiusitas mempunyai sumbangan yang paling besar terhadap kecenderungan perilaku remaja.

“Religiusitas pada diri remaja diasumsikan jika remaja memiliki religiusitas rendah, maka dorongan untuk melakukan perilaku nakalnya tinggi. Sebaliknya semakin tinggi religiusitas maka semakin rendah tingkat dorongan untuk melakukan kenakalan pada remaja. Ini membuktikan bahwa ajaran agama yang dianutnya sebagai tujuan utama hidupnya. Sehingga para remaja tersebut berusaha menginternalisasikan ajaran agamanya dalam perilaku sehari-hari,” ujar Sahrudin saat menyampaikan  hasil penelitian disertasi pada Sidang Promosi Doktor, Sabtu (1/10) di Ruang Sidang Gedung Pascasarjana UMY lantai 4.

Berdasarkan hasil penelitian yang berjudul “Peran Konsep Diri, Religiusitas, dan Pola Asuh Islami Terhadap Kecenderungan Perilaku Nakal Remaja di SMA Kota Cirebon,” Sahrudin menyebutkan bahwa religiusitas memiliki peran aktif dan menyumbangkan lebih besar terhadap kecenderungan perilaku remaja. “Berdasarkan penelitian kepada 221 siswa dan siswi di salah satu SMA di Cirebon, sumbangan religiusitas pada perilaku kenakalan remaja sebesar 42,35 persen. Sementara itu berdasarkan skala dalam data penelitian lainnya yaitu sumbangan konsep diri sebesar 22, 80 persen, dan pola asuh islami sebesar 9,15 persen. Ini menunjukkan bahwa sumbangan religiusitas terhadap kecenderungan perilaku remaja lebih besar untuk kecenderungan perilaku remaja,” sebutnya.

Sahrudin melanjutkan bahwa adanya sisi religiusitas berfungsi untuk mengikat seseorang dalam hubungan dengan Tuhannya, sesama manusia dan alam sekitarnya. “Religiusitas pada umumnya memiliki aturan yang harus dipatuhi dan dilaksanakan oleh pemeluknya. Hanya saja perasaan keagamaan dan pemikirannya berbeda-beda menurut tingkat kehidupan dan pendidikan yang menyebabkan mereka menyimpang dari ajaran agama itu sendiri,” paparnya.

Dosen Universitas Nahdlatul Ulama Cirebon tersebut menjelaskan lebih lanjut bahwa faktor lain dari pentingnya menanamkan religiusitas pada remaja, Sahrudin menyebutkan rendahnya konsep diri remaja dapat mempengaruhi dorongan kenakalan remaja. “Konsep diri terbentuk dan berkembang berdasarkan pengalaman, interpretasi dari lingkungan, maupun penilaian oranglain. Remaja yang memiliki konsep diri yang positif, akan mampu dan mengatasi dirinya memperhatikan dunia luar, dan mempunyai kemampuan untuk berinteraksi sosial,” jelasnya.

Setelah melakukan penelitian kenakalan remaja pada SMA di Cirebon, Sahrudin berharap dengan adanya sisi religiusitas pada diri pribadi remaja dapat mengurangi kenakalan remaja di Indonesia. “Dalam hal ini dengan adanya religiusitas, nilai-nilai ajaran agama diharapkan dapat mengisi kekosongan batin pada diri remaja. Sehingga selanjutnya remaja dapat menentukan pilihan perilaku yang tepat sesuai dengan norma dan ajaran agama, serta dapat menghindari perilaku yang menyimpang,” harapnya. (hv)

Sumber : www.umy.ac.id