STKIP Muhammadiyah Sampit Berhasil Masuk 10 Besar PIMNAS ke 31

Salah satu Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (PTMA) Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Muhammadiyah Sampit (STKIP M Sampit) berhasil menjadi peringkat ke 9 juara umum Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke 31 yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Yogakarta 28 Agustus-2 September 2018.

STKIP M Sampit yang beranggotakan Winarti (Semester 7 Prodi Pendidikan Ekonomi), Dwi Maulina PS (Semester 7 Prodi Pendidikan Ekonomi), Edi Prasetyo (Semester 5 Prodi Pendidikan Ekonomi), dan Fauzi (Semester 3 BK) berhasil memperoleh 1 medali emas di lomba presentasi dan 1 medali perak di lomba poster.

Program Kreativas Mahasiswa (PKM) yang diangkat oleh mahasiswa STKIP Muhammadiyah Sampit adalah pengabdian masyarakat yang benar-benar lahir dari persoalan yang ada di masyarakat, yakni pelestarian bahasa Sampit “Uluh Tabela Paduli Basa Itah” (Anak muda yang peduli terhadap bahasa daerahnya).

Gita Anggraini, selaku dosen pembimbing, program ini adalah upaya anak muda untuk melakukan konservasi terhadap bahasa Sampit yang terancam punah.

“Melalui program ini, banyak anak muda yang mulai tertarik untuk mengenal dan belajar kembali bahasa Sampit” jelas Gita.

Gita berharap ke depan program konservasi bahasa Sampit ini dapat terus berjalan dan diikuti oleh program-program lainnya yang mendukung, tidak hanya terbatas pada kegiatan PKM saja.

Rakornas Bidang Akademik dan Riset PTMA

Muhammadiyah selalu konsen dalam berupaya meningkatkan segala aspek yang menjadi bagian dari jihad persyarikatan, salah satunya adalah aspek pendidikan. Muhammadiyah memiliki banyak amal usaha dalam bidang pendidikan, termasuk pendidikan tinggi yang berjumlah 173.

Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktiltibang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menginisiasi Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bidang Akademik dan Riset Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) dengan tema “Penguatan Mutu dan Inovasi PTMA di Era Revolusi Industri 4.0“ di UM Banjarmasin kampus selama tiga hari 31 Agustus-2 September 2018.

Ahmad Khairuddin selaku rektor UM Banjarmasin mengucapkan selamat datang bagi peserta di Rakornas Bidang Akademik dan Riset PTMA di kampus terapung satu-satunya di Indonesia.

Ahmad berharap setelah rakornas dapat menghasilkan yang diharapkan dan meningkatkan kerja sama antar PTMA. Selamat berakornas di Banjarmasin pungkasnya.

Lincolin Arsyad Ketua Majelis Diktiltibang berharap di setiap PTMA budaya riset meningkat dan tentunya rangking sekala nasional dan internasional meningkat. PTMA bisa belajar dari Universitas Ahmad Dahlan atau Universitas Muhammadiyah Surakarta yang memiliki peringkat tinggi di PTMA dalam bidang riset.

Noormiliyani Bupati Barito Kuala sangat senang Muhammadiyah membangun Perguruan Tinggi di tanah Barito Kuala. Noormiliyani UM Banjarmasin dapat bersaing di era indsustri 4.0 ini. Pemerintah akan mendukung sekuat tenaga untuk kemajuan Banjarmasin khususnya Barito, pungkasnya. (AW)

 

 

 

Bendera UM Palembang Berhasil Berkibar di Puncak Gunung Elbrus, Rusia

Tim Ekspedisi (Mahasiswa Pecinta Alam) Mapala Elfedya Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Palembang kembali sukses mengibarkan Bendera Indonesia di puncak gunung tertinggi di benua Eropa, Gunung Elbrus Rusia. Tim tersebut tergabung dalam Ekspedisi Songket Sriwijaya Menyapa Eropa, yaitu Pemakaian Songket Sriwijaya di Gunung Elbrus, Rusia.

Faldi Riswandi, Riza Husin,dan Riki Ardiansyah yang tergabung dalam tim Ekpedisi menjejakkan kaki menancapkan bendera Universitas Muhammadiyah Palembang dan Songket Sriwijaya di gunung itu, pada Jumat 17 Agustus 2018 waktu Rusia.

Selama ekspedisi tim telah menajalani karantina selama tiga bulan,guna mempersiapkan fisik, mental dan kerohanian.

Mukhtarudin Muchsiri selaku Wakil Rektor III bangga atas keberhasilan dan keselamatan tim Mapala Elfedya FEB Universitas Muhammadiyah Palembang sampai puncak gunung Elbrus Rusia.

“Harapannya, pengalaman mereka mendaki itu bisa menjadi karya ilmiah yang menarik untuk dikembangkan”

 

 

 

 

Lima Perguruan Tinggi Muhammadiyah Masuk 100 Terbaik

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) kembali mengumumkan klasterisasi perguruan tinggi Indonesia tahun 2018 bertepatan dengan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-73, 17/82/018.

Pengumuman ini disampaikan dalam jumpa pers yang digelar usai Upacara Peringatan HUT RI Ke-73 di Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek), Serpong.

Direktur Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti Patdono Suwignjo mengatakan klasterisasi ini dilakukan untuk memetakan perguruan tinggi Indonesia yang berada di bawah naungan Kemenristekdikti guna meningkatkan mutu perguruan tinggi secara berkelanjutan dalam melaksanakan Tridharma perguruan tinggi.

Lima Perguruan Tinggi Muhammadiyah non vokasi masuk daftar klaster satu, 100 terbaik yaitu, UM Malang  No 36, UM Surakarta No 38, UM Yogyakarta No 42,  AD No 58, UHAMKA 91

sumber: https://ristekdikti.go.id/

Leadership Training Pimpinan PTM Angkatan II

Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah kembali mengadakan “Leadership Training Pimpinan PTM” angkatan ke-dua dengan tema “Strategi Perubahan Menghadapi Era Disrupsi” pada tanggal 6-12 Agustus 2018 di Hotel Jayakarta, Yogyakarta.

Lincolin Arsyad, Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah dalam sambutannya menyampaiakan latar belakang pelaksanaaan kegiatan ini adalah karena kaderisasi pemimpin di PTM yang masih kurang baik. Majelis Diktilitbang ingin menyiapkan kader pimpinan PTM yang punya kapasitas sebagai bagian dari proses regenerasi dan kaderisasi.

“Kami bergerak untuk menciptakan pemimpin yang tidak hanya punya kapasitas, tapi juga berkarakter, setidaknya memiliki 4 karakter seperti yang dipaparkan Rasulullah Saw yakni jujur, amanah, tabligh (kemampuan berkomunikasi) sebagai soft skill yang paling utama, dan terakhir adalah fathanah (cerdas dan pintar),” kata Lincolin.

Lincolin mengatakan, pemimpin wajib memiliki sifat jujur. Di lingkup PTM misalnya, pemimpin harus jujur dalam mengelola keuangan PTM.

“Yang paling penting adalah jujur, punya sikap dan karakter yang baik, sehingga akan mampu membawa kemajuan bagi PTM dan persyarikatan,” kata Lincolin.

Turut hadir dalam agenda itu, Dahlan Rais, Ketua PP Muhammadiyah. Dalam sambutannya, Dahlan mengatakan bahwa  perihal kempimpinan dengan merujuk pada semboyan Jawa yakni ing ngarso sung tulodho, ing madyo mangun karsa dan tut wuri handayani, para pemimpin harus punya nilai untuk diteladani.

“Pemimpin harus memiliki karakter unggul tertentu yang membedakan sosok satu dengan yang lain. Pemimpin juga harus menjadi teladan. Untuk menjadi teladan, setidaknya pemimpin harus berada di atas rata-rata,” kata Dahlan.

Dahlan berpesan, ketika kita merasa demikian kecil, kita harus lihat dalam diri kita, nilai apa yang membuat kita “plus”, karena orang memiliki kelebihan masing masing.

“Pemimpin itu ada yang dilahirkan, tapi ada juga yang tumbuh karena dibina dan dididik dengan sedemikian rupa sehingga menjadi pemimpin yang teladan, dan tugas kita selain memimpin diri sendiri, juga membina persyarikatan ini agar semakin berkemajuan,”katanya. (nisa)

UM Sukabumi, KKN, KKN tematik, dikti, diktilitbang.jpeg

UM Sukabumi Pelopori KKN Tematik Lingkungan Muhammadiyah

Rektor Univesitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI)  Sakti Alamsyah melepas 512 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN)  tematik Lingkungan Hidup. UMMI merupakan salah satu pelopor Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) yang melaksanakan jihad lingkungan hidup Muhammadiyah di abad ke-Dua.

Sakti Alamsyah menegaskan kepada mahasiwa akan pentingnya lingkungan yang bersih dan sehat. “Lingkungan yang baik adalah lingkungan yang sehat dan terawat. Tugas mahasiswa bagaimana bisa memberikan pemahaman dan bersama-sama masyarakat mewujudkannya,” kata dia, dalam acara pelepasan Mahasiswa KKN UMMI, Selasa (24/7).

Selain itu, Rektor yang juga sebagai pendiri UMMI tersebut, mengingatkan kembali pentingnya peran KKN sebagai aktualisasi mahasiswa selama studi. “Ini adalah pembelajaran riil, sejauh mana kemanfaatan ilmu yang dipelajari di bangku kuliah bisa dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Amalia Nur Milla Dekan Fakultas Pertanian (FP) UMMI, menyampaikan bahwa KKN tematik lingkungan merupakan ide yang terus digelorakan oleh FP sebagai bentuk response atas kondisi lingkungan hidup di Sukabumi. “Di UMMI tema KKN bisa diajukan oleh Fakultas dan Lembaga, kita FP selalu mendorong dan akan terus mendorong tema ini,” ungkapnya.

KKN tematik Lingkungan sendiri di UMMI sudah dilaksanakan dalam Tiga tahun terakhir, bekerjasama baik dengan Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PPWA) Jawa Barat dan juga Dinas Lingkungan Hidup kota dan kabupaten Sukabumi.

Mahasiswa UM Palembang Sabet Juara I Perancangan Street Furniture 2018

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palembang (UM Palembang) kembali menorehkan prestasinya di kancah nasional.

Prestasi tersebut diraih mahasiswa Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik (FT) UM Palembang atas nama, Akbar Ardi (14 2014 034), Ade Kurniawan (14 2015 023), dan Nata Sabaringga (14 2012 021) dengan dosen pembimbing Iskandar, S.T., M.T., dan Meldo Andijaya, S.T., M.T.

Tiga mahasiswa Fakultas Teknik UM Palembang tersebut sukses meraih Juara I Sayembara Desain Street Furniture Tahun 2018 di lokasi Jalan. Brigjen H.M. Dhani Efendi Palembang, yang diselenggarakan oleh Ikatan Arsitektur Indonesia (IAI) Provinsi Sumatera Selatan yang bekerjasama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI.

Perlombaan tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 21 Juli 2018 di Hotel Fave Palembang oleh Ikatan Arsitektur Indonesia Sumatera Selatan dalam rangka Pekan Arsitektur Sumatera Selatan tahun 2018.

“Terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu kami, di sisi lain perlombaan ini menjadi ajang untuk mengetahui kualitas ilmu yang telah kami dapat selama proses pendidikan di prodi Arsitektur. Karena sejatinya ilmu perancangan tanpa penerapan tidak ada gunanya, semoga gagasan saat lomba tersebut dapat dipergunakan untuk dunia desain dan perancangan bangunan yang lebih maju”, tuturnya

“Alhamdulillah semoga apa yang diraih ini dapat memotivasi teman-teman khususnya adik tingkat prodi Arsitektur FT UM Palembang agar terus mengukir prestasi,” paparnya.

Sementara itu, Akbar Ardi menyampaikan rasa syukur kepada Allah atas keberhasilannya. “Sebagai ketua tim sangat senang sekali dapat mempersembahkan Penghargaan Juara I dalam perlombaan ini, dan dapat mengharumkan nama Universitas Muhammadiyah Palembang, khususnya Fakultas Teknik. Kami meyakini bahwa usaha tidak akan mengkhianati hasil, nikmati semua proses InsyaAllah kesuksesan akan menanti”, pungkasnya.

UMSU Gelar Simposium dan Workshop Internasional FK

Satu Dasawarsa Fakultas Kedokteran UMSU menggelar simposium dan workshop internasional dengan tema “Infection and Degenerative Disease from Biomolecular to Clonical Update” di Kampus FK UMSU Jl. Gedung Arca, 13-14 Juli 2018.

Simposium yang menghadirkan guru besar dari Jichi Medical University Jepang, Prof Hiroshi Nishino dan Prof Thoshihiro itu dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec Jumat (13/7).

Muhammadiyah saat ini memiliki 12 Fakultas Kedokteran dan UMSU menjadi salah satu FK yang usianya sudah mencapai 10 tahun dengan berbagai prestasi yang membanggakan.
Simposium dan Workshop internasional yang menghadirkan banyak guru besar di bidang kedokteran adalah bukti betapa komitmennya UMSU dalam melakukan proses alih teknologi dibidang kedokteran. “Selain alih teknologi maka seminar ini menjadi bagian dari program internasionalisasi perguruan tinggi Muhammadiyah,” tutur Edy.

Simposium diikuti sekitar 150 peserta yang berasal dari berbagai provinsi di Sumatera menyajikan lima tema bahasan diikuti dengan kegiatan workshop. Di hari pertama menyajikan dua judul, mulai dari “Future of Treatment of Head and Neck Cancer in Jepang” oleh Prof Hiroshi Nishino MD, PhD. Sementara itu, Prof Zulkifli Muchtar SpJP(K) menyampaikan tentang “Hipertension update for Physician.”

Hari kededua, simposium menyajikan tiga judul bahasan mulai dari “Tuberculosis and Aspergillosis in Patient TB Suspect with BTA Staining Negative” oleh dr Yahwardiah Siregar. Kemudian ” Neurosurgical Simulation Using 3D model with soft blood Vases” disampaikan Prof Toshihiro Mashiko PhD.

Simposium terakhir membahas tema “Viral Infections: Immunology Petsoective Biimoleculer Aspect of Inflammation” yang disampaikan Prof dr Syafruddin Wahid SpPA, SpF, PhD.
Bersamaan dengan Simposium dan Workshop Satu Dasawarsa FK UMSU, Edy Suandi Hamid melepas tujuh mahasiswa FKIP UMSU pada program Pertukaran Mahasiswa Keguruan se-Asia Tenggara (SEA-Teacher Batch 6) ke Thailand dan Filipina serta pelepasan lima orang mahasiswa Kedokteran UMSU ke National Taiwan University.

Unimus Kirim 47 Mahasiwa Ke Malaysia

Sebanyak 47 mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) mengikuti program International Student Mobility Elective Program di University of Malaya (UM) dan International Medical University (IMU) Malaysia 16 sampai 20 Juli 2018 mendatang.

Mahasiswa didampingi Dekan FKG drg. Budiono, M.Pd dan tiga dosen yang bakal di Malaysia selama seminggu berpamitan kepada Rektor Unimus Prof. Dr. Masrukhi M.Pd, WR I Dr. Sri Darmawati. M.Si, WR II Dr. Sri Rejeki, S.Kp.,MKep, Sp.Mat dan WR III Drs. Samsudi Rahardjo, MM,.MT pada upacara Senin pagi (09/07/2018).

Selama di Malaysia mahasiswa kan mengikut linical class tentang  tentang Forensic Dentistry, perawatan pada anak dengan teknologi tinggi. “Agenda lebih lanjut juga akan dilakukan realisasi student mobility mahasiswa dari University of Malaya (UM) dan International Medical University (IMU) Malaysia ke FKG Unimus”

“Unimus berharap program ini bisa menambah luas wawasan mahasiswa yang tidak hanya sebatas perguruan tinggi lain di dalam negeri tetapi juga di negara ASEAN. Tidak hanya  PTN/S di Indonesia tetapi juga sampai di luar negeri.

“Program International Student Mobility adalah program rutin Unimus dalam rangka sharing keilmuan di bidang Kedoteran Gigi.  Masruki berharap bagi lulusan Kedokteran Gigi siap bertarung di kancah Internasional sebagai Dokter Gigi yang profesioanal dan berpengalaman tandasnya.

Budiono menambahkan saat di Malaysia pihak FKG Unimus mengadakan pembicaraan tentang student mobility dengan Universitas mitra di Malaysia. Selain menerima mahasiswa dari Indonesia, Malaysia juga berencana mengirimkan mahasiswa FKG nya ke Indonesia. (aw)

Manusia Dan Robot Dapat Berkolaborasi Untuk Masa Depan

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali mendapatkan amanah sebagai tuan rumah kegiatan Kontes Robot Tingkat Nasional 2018. Diantara rangkaian kegiatan KRI 2018 tersebut, diselenggarakan pula acara The Indonesian Symposium on Robotic Systems and Control (ISRSC), pada Selasa (10/7), di gedung kembar KH Ibrahim UMY dengan mengahadirkan 2  orang pembicara kunci yaitu Dr. Adha Imam Cahyadi, S.T., Master of Enginering Universitas Gajah Mada dan Widhi Krisna kusuma dari PT. ABB Sakti Industri Robotics.

“Robotika sangat diperlukan di masa depan,” ujar Widi Krisna Kusuma dalam penyampaian presentasinya. Ia mengatakan bahwa dalam dunia industri, robot memegang peran yang penting untuk membantu manusia, sehingga manusia tidak perlu lagi melakukan kegiatan atau pekerjaan yang beresiko fatal bagi kelangsungan hidupnya. Seperti melakukan pekerjaan berat dengan tingkat keamanan yang minim dan beresiko tinggi. Hal ini sudah diterapkan di perusahaan-perusahaan industri yang sekarang mulai banyak menggunakan jasa robot dalam proses pekerjaan mereka. “Masa depan itu saat ini,  oleh karena itu kalian para peserta KRI penggiat robotic harus punya semangat untuk berkolaborasi dengan dunia digital. Saya juga berharap agar manusia bisa berkolaborasi dengan robot bukan robot menggantikan manusia,” paparnya lagi.

Sementara itu Dr Adha Imam Cahyadi menambahkan dalam age of automation zaman sekarang ini jumlah pekerja akan semakin berkurang hingga 85 persen. Sebab dalam era industri 4.0, robot akan berperan dalam menggantikan tugas manusia, sehingga dapat menjangkau area yang luas dan efisien. Walaupun begitu ia berpesan bahwa kita harus ikut berkontribusi dalam kemajuan ini. “Dalam revolusi industri 4.0 kita jangan hanya jadi penonton namun harus menjadi pelaku,” ungkapnya.

Kegiatan ISRSC ini merupakan kesempatan bagi komunitas akademik, peneliti dan industri di bidang ilmu robotika seluruh Indonesia untuk bertemu dan saling berdisukusi dalam berbagai potensi. Oleh karena itu acara yang dihadiri oleh peserta dan juri dari KRI Nasional ini, juga dilakukan kegiatan presentasi paper atau makalah dari para mahasiswa, peneliti dan penggiat di bidang robotika. Seluruh peserta Kontes Robot Sepak Bola Indoonesia (KSBI Humanoid dan KRSBI Beroda) yang bertanding di Kontes Robot Indonesia tingkat Nasional juga melakukan presentasinya dalam simposium ini yang di-review oleh tim ahli berdasarkan kriteria originality, significance, quality, dan clarity. Makalah yang lolos review dan di presentasikan dalam symposium akan dimuat dalam proceeding SRSC. (pras)

Sumber : umy.ac.id