PTMA Tingkatkan Mutu Akreditasi Unggul

PTM merasa sangat beruntung memiliki Majelis Diktilitbang. Ini tidak dimiliki PTS lain. Ini sangat membantu, karena Majelis bukan hanya memotivasi, melainkan membimbing dan membina PTM-PTM yang ada.
“Oleh karena itu, keberadaan Majelis perlu dimanfaatkan seoptimal mungkin,” demikian dikemukakan WR 1 Unismuh Makassar Dr. Ir. H. Abdul Rahim Nanda, MT dalam sambutan pada forum ceramah diadakan di Pusdiklat Unismuh, Bollangi, Senin (12/11). Ceramah yang diikuti PTM se-Sulsel dan Pimpinan Unismuh menghadirkan Prof Edy Suandi Hamid sebagai pembicara.
Salah satu contoh yang dikemukakan Dr Rahim adalah tentang akreditasi, yang sangat mendapatkan perhatian dari Majelis. Berbagai pelatihan dan pendampingan dilakukan agar memperoleh akreditasi Unggul.
“Sekarang kami di Unismuh, bergerak cepat. Hari ini pengumuman terakreditasi B, besok team mulai kerja lagi untuk menyiapkan reakreditasi supaya A,” ungkap WR 1 Unismuh ini.
Dalam kaitan persiapan APT Menuju A bagi Unismuh dikatakan, saat ini sudah 9 APS yang A. “Kita menargetkan paling lambat 2022 kita sudah reakreditasi, dan memperoleh akreditasi Unggul,” pungkas Dr Rahim Nanda. []RED

Peningkatan Mutu Adalah Akuntabilitas pada Umat

“Kata kunci SPMI adalah mutu atau kualitas, ketika kita berbicara mutu yang pertama adalah disiplin, termasuk dalam pengajuan APT dan APS, jangan sampai kita terlambat,” papar Prof Edy Suandi Hamid memberikan sambutan pada penutupan Sosialisasi SPMI di Hotel Sahid Raya, Kamis (7/11).

Ia melanjutkan, sebagai simbol mutu, PTMA harus menerapkan kedisiplinan dan tepat waktu. Prinsipnya, PTMA harus dengan serius dalam menyiapkan APT dan APS. Untuk mendapatkan hasil yang paling baik tidak bekerja asal selesai tapi bekerja optimal sesuai dengan daya dukung yang dimiliki. “Kalau kita sudah berdarah darah dan semaksimal mungkin, tapi hasilnya C selanjutnya tawakal to Allah.”

Meningkatkan mutu merupakan bagian dari akuntabilitas PTMA pada umat, yaitu pada masyarakat yang menitipkan anak-anaknya bersekolah di PTMA. Ia berpesan, PTMA harus berjuang keras untuk dapat berikan yang terbaik dengan cara meningkatkan akreditasi. “Jantung kita adalah akreditasi institusi dan program studi. Itu artinya kita berpikir, so what care we do? Apa yang harus kita kerjakan. Semoga kedepannya kita dapat bergerak untuk menuju perguruan tinggi yang unggul,” tutupnya.

Selain sosialisasi SPMI, kegiatan ini juga memfasilitasi PTMA untuk menkonsultasikan LKPT & LED yang disusun telah sesuai dengan Panduan Penyusunan LKPT dan LED IAPT 3.0 di Klinik Pendampingan APT PTMA.

Tiga Prodi UM Jember Raih Akreditasi A

Universitas Muhammadiyah (UM) Jember berhasil meraih Akreditasi A oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi di tiga program studi secara berurutan. Hal ini tertuang dalam SK BAN-PT No.3285/SK/BAN-PT/Akred/S/X/2019 tanggal 03- September-2019 menyatakan Status Terakreditasi Program Studi Manajemen mendapat Peringkat A, menurut SK No. 3856/SK/BAN-PT/Akred/S/X/2019 tanggal 15-Oktober-2019 menyatakan Status Terakreditasi A Program studi Agribisnis, dan SK No. 3932/SK/BAN-PT/Akred/S/X/2019 tanggal 16-Oktober-2019 menyatakan Status Terakreditasi Program Studi Agroteknologi mendapat Peringkat A.

Ketua lembaga penjaminan mutu UM Jember, Iin Ervina, S.Psi., M.Si, menyatakan akreditasi diperlukan untuk menjamin mutu dari suatu lembaga pendidikan. “Jaminan ini tak hanya diperoleh pada proses pembelajaran, tapi juga pada proses rekruitmen dan penyerapan alumni di dunia kerja,” lanjutnya.

Perolehan Akreditasi A ini menunjukkan komiten seluruh sivitas akademika UM Jember dalam meningkatkan dan mengedepankan kualitas setiap proses catur Dharma Perguruan Tinggi sehingga bisa menghasilkan lulusan yang berdaya saing. Selain itu hal ini tentu bisa meningkatkan animo masyarakat untuk memilih prodi tersebut. Program studi berakreditasi A juga berkesempatan untuk mendapatkan berbagai hibah dan fasilitas dari pemerintah, serta berpeluang membuka S-2 bahkan S-3.

ITB Ahmad Dahlan Juarai Kontes Robot Nusantara 2019

Mengusung proyek bertajuk Cleanerbot, tim robotik Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan (ITB-AD) meraih juara ketiga pada kategori Creative Open Robot di Kontes Robot Nusantara (KRON) 2019 pada Selasa, (22/10). Tim robotik ini terdiri dari mahasiswa S-1 Sistem Informasi dan S-1 Teknologi Informasi, yaitu Abyan Taqy Boynge, Anggita Larassati, Dendi Raihan, Dicky Novrianto, dan Oman Rohman.

Ungkapan bangga disampaikan oleh Rektor ITB-AD, Mukhaer Pakkanna, atas pencapaian mahasiswanya. “Kami akan terus mendukung upaya-upaya peningkatan prestasi mahasiswa,” tegas Mukhaer.

Hal senada diungkapkan oleh Wakil Rektor 1 ITB-AD Bidang Akademik, Sutia Budi. Menurutnya saat ini kampus tengah fokus pada pengembangan socio technopreneur dan pengembangan teknologi masa depan. Oleh karenanya, sejak awal mahasiswa sudah diarahkan untuk ikut aktif dalam berinovasi.

Setelah menjuarai KRON 2019, tim robotik ITB-AD melaju ke kompetensi tahap selanjutnya yang dilaksanakan di Thailand.

UM Pontianak Terima Mahasiswa Filipina Program SEA TVET Batch 4

Dua mahasiswa asal Filipina menjalani program magang di UM Pontianak dan academic exchange pada Fakultas Ilmu Kesehatan selama satu bulan, dari 20 September hingga 20 Oktober 2019. Kegiatan ini merupakan bagian dari skema program Southeast Asian Technical and Vocational Education and Training (SEA TVET).

Selain magang di UM Pontianak, mereka juga magang di Bank Kalimantan Barat, yakni Debbie De Chaves dan Tricia Mae. Hal ini bertujuan untuk membentuk harmonisasi dan internasionalisasi dalam bidang pendidikan di Asia Tenggara melalui kerja sama dengan berbagai institusi di Asia Tenggara.

UM Pontianak bergabung dengan SEA TVET pada tahun 2018. Diharapkan kegiatan ini dapat mempromosikan kurikulum, atmosfer akademik, dan industri untuk pengembangan UM Pontianak di kalangan internasional.

Pembukaan Rakornas Bidang Akademik dan AIK PTMA

Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah mengadakan Rapat Koordinasi Nasional Bidang Akademik dan Al-Islam Kemuhammadiyahan (AIK) PTMA di Hotel Inna Garuda Yogyakarta, Jumat (18/10). Dibuka langsung oleh Prof Lincolin Arsyad selaku Ketua Majelis Diktilitbang PPM, kegiatan ini diadakan selama tiga hari dari Jumat sampai Minggu (18-20/10).

Turut hadir membuka acara Prof Haedar Nasir selaku Ketua Umum PP Muhammadiyah, pimpinan dan pengurus Majelis Diktilitbang PPM, Majelis Dikti PP ‘Aisyiyah dan Pimpinan PTA, serta Narasumber dan Undangan Khusus yang kesuluruhannya mencapai kurang lebih 300 peserta.

Pada sambutannya Prof Haedar Nashir menjelaskan bahwa karakter Muhammadiyah adalah pendidikan islam modern yang mengintegrasikan antara iman dan kemajuan. Oleh sebab itu, PTMA harus mampu mencerdaskan pikiran bangsa dengan mengeluarkan pemikiran alternatif yang dapat menjadi solusi.

Prof Lincolin menambahkan, sebagai PTMA harus menerapkan akhlatul kharimah, yang terdiri dari tata kelolanya, transparannya, SDM dan recruitment yang sesuai dengan kompetensi. “Kalau PTMA sehat, insyaAllah persyarikatan kita sehat. Kalau PTMA sakit saya tidak menjamin persyarikatan kita sehat,” tutupnya.

 

Launching dan Pelantikan Rektor UMPRI

Universitas Muhammadiyah Pringsewu (UMPRI) menggelar launching di Graha Ahmad Dahlan komplek Kampus UMPRI, Selasa (15/10). Pada kesempatan yang sama dilangsungkan juga pelantikan rektor UMPRI periode 2019-2023, Drs. Wanawir, M.M., M.Pd., oleh Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah yang diwakilkan Wakil Bendahara H. Ahmad Muttaqin, M.Ag., M.A., Ph.D.

Dalam sambutannya, Muttaqin berharap UMPRI dapat mewujudkan visi yang diembannya, yaitu Maju, Unggul, Dinamis, dan Berwawasan Global. Hal ini akan sejalan dengan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah yang selalu mendorong  ke perubahan yang lebih baik dan pendorong lahirnya Islam rahmatan lil ‘alamin yang berkemajuan.

UMPRI merupakan gabungan dari tiga Perguruan Tinggi Muhammadiyah, yaitu Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Muhammadiyah Pringsewu Lampung (STKIP MPL), Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Muhammadiyah Pringsewu Lampung, dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Muhammadiyah Pringsewu Lampung. Penggabungan tersebut berdasarkan SK Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Nomor: 654/KPT/I/2019 tertanggal 29 Juli 2019 tentang Izin Penggabungan STKIP MPL, STIKes MPL dan STIE MPL menjadi Universitas Muhammadiyah Pringsewu.

Ketua panitia, Ns. Cikwanto, M.Kep., didampingi Humas Eko Suncaka mengatakan bahwa rangkaian kegiatan launching diawali dengan event pra-launching yang diselenggarakan mulai 10-13 Oktober 2019. “Event-event tersebut berupa diskusi panel, jalan sehat dan pemeriksaan kesehatan gratis, serta layanan SIM Keliling oleh Satlantas Polres Tanggamus dan pelayanan dokumen kependudukan oleh Disdukcapil Pringsewu,” ujar Eko Suncaka.

UMPRI juga melakukan penandatangan MoU mengenai pendidikan dan pemberian beasiswa di acara puncak launching. Rektor UMPRI, Wanawir, menyatakan pemberian beasiswa kepada calon mahasiswa utusan daerah merupakan salah satu komitmen UMPRI dalam memajukan pendidikan di Pringsewu khususnya dan di daerah Lampung pada umumnya.

“Insya Allah dalam waktu dekat akan ditambah dengan Fakultas Agama Islam yang merupakan penggabungan dari STIS Muhammadiyah Pringsewu. Saat ini jumlah program studi keseluruhan sebanyak 12 dengan akreditasi rata-rata B. Selain itu sedang diusahakan untuk membuka program pascasarjana,” pungkasnya. [Eko Suncaka]

UM Magelang, Layanan Pusat Karir Bekal Hadapi Dunia Kerja

Senin (7/10), Lembaga Pengembangan Mahasiswa dan Alumni (LPMA) Universitas Muhammadiyah (UM) Magelang, mengadakan layanan pusat karir bagi mahasiswa di Aula Rektorat Lantai 3 UM Magelang. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mempersiapkan lulusan yang siap bersaing di dunia kerja. Mengusung tema “Mengenal Dunia Kerja”, LPMA bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja Kota Magelang.

Sebanyak 167 mahasiswa semester 7 mengikuti agenda tersebut dengan antusias. Kepala Disnaker Kota Magelang, Gunadi Wirawan SH mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya kegiatan ini bisa menjadi bekal untuk menghadapi dunia kerja.

Sementara itu, Dr Riana Masha, M.Si, Psi, sebagai narasumber memberikan kiat-kiat dalam melamar perkerjaan. Hal pertama yang harus dilakukan ialah memilih perusahaan yang diminati, lalu memilih sesuai minat dan keahlian, kemudian yang  terakhir adalah sesuaikan dengan gaji keinginan kita. “Suatu perkerjaan haruslah disenangi dari hati terlebih dahulu. Hal terpenting adalah kita mau berusaha dan berdoa,” jelasnya.

Wisuda UM Purworejo ke-61, Wujudkan Intektual Bermoral dan Bereligius Tinggi

Universitas Muhammadiyah (UM) Purworejo menggelar Wisuda Sarjana ke-61 di Auditorium Kasman Singodimejo, Rabu (2/10). Sebanyak 426 wisudawan yang terdiri dari 65 mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), 5 mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa (PBSJ), 68 mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), 60 mahasiswa Pendidikan Ekonomi, 83 mahasiswa Pendidikan Matematika, 21 mahasiswa Pendidikan Fisika, 35 mahasiswa Prodi Pendidikan Teknik Otomotif, 50 mahasiswa Manajemen, 14 mahasiswa Agribisnis, 7 mahasiswa Peternakan, 17 mahasiswa Teknik Sipil, dan 1 mahasiswa Psikologi mengikuti rapat senat terbuka.

Dekan Fakultas Pertanian selaku Ketua Panitia Wisuda, Ir Zulfanita MP, menyebutkan bahwa sebelum diwisuda, seluruh lulusan telah mendapatkan pembekalan selama dua hari. Dua pemateri dari UM Purworejo yaitu Faruq Iskandar MSi membawakan materi “Strategi Sukses Memasuki Bursa Kerja” dan Ir Didik Widiyantono MAgr dengan materi “Sukses Membangun Bisnis dan Jaringan”. Satu pemateri dari UAD yakni Prof. Dr. Ir. Dwi Sulisworo, M.T dengan materi “Strategi Sukses Meraih Beasiswa Studi Lanjut S-2”.

Dalam sambutannya, Rektor UM Purworejo, Dr Rofiq Nurhadi MAg berharap agar wisudawan yang baru lulus dapat menyesuaikan diri menghadapi tantangan era Revolusi Industri 4.0. Lulusan UM Purworejo harus memiliki jiwa kewirausahana dan tidak pernah berhenti untuk menuntut ilmu. “Sarjana lulusan UMP harus menunjukkan sikap seorang intelektual yang memiliki moral dan etika luhur serta religiusitas tinggi yang mencerminkan akhlakul karimah sesuai dengan visi UMP yaitu Unggul dalam Ilmu, Mulia dalam Akhlak,” tegasnya.

Berita Duka dari Kader IMM Kendari

Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah turut berduka atas berpulangnya Muhammad Randi kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) saat melakukan aksi demonstrasi di Kendari, Sulawesi Tenggara. Randi, mahasiswa Universitas Halu Oleo meninggal dunia karena tertembak di dada kanan.

Menanggapi kejadian ini, Haedar Nashir selaku Ketua Umum Muhammadiyah dengan tegas menyatakan untuk mengusut tuntas kasus ini serta menyelesaikan secara hukum dengan  seadil-adilnya. “Ditindak secara hukum dengan tegas dan berat karena menyangkut nyawa anak manusia dan warga negara yang mestinya dilindungi, ” paparnya melalui media online muhammadiyah.or.id.

Din Syamsudin selaku mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah juga berpesan agar segenap warga Angkatan Muda Muhammadiyah tetap tenang dan tidak terhasut untuk melakukan tindakan anarkisme, serta selalu bersatu padu berjuang sesuai jadi diri Muhammadiyah sebagai Gerakan Dakwah dan Amar Makruf Nahyi Munkar. Tak lupa, ia mengajak untuk memanjatkan doa ke hadirat Allah SWT agar almarhum memperoleh husnul khatimah.