Aksi Solidaritas Mahasiswa PTMA untuk Korban Banjir Jabodetabek

Bencana banjir di Jabodetabek-Banten pada awal tahun 2020 menggerakkan mahasiswa-mahasiswa PTMA di berbagai wilayah Indonesia untuk menggelar aksi solidaritas. Seperti yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) dengan menggalang dana di beberapa titik kampus dan Kota Sukabumi, Senin-Jumat (6-10/1). Sebanyak 30 mahasiswa disebar ke beberapa titik kota seperti Pasar Ciwangi, alun-alun, dan Lapangan Merdeka. Nantinya hasil penggalangan dana disalurkan melalui Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC).

Sementara itu di Kota Metro, Lampung, puluhan mahasiswa Prodi Bimbingan dan Konseling (BK) Universitas Muhammadiyah Metro melakukan aksi sosial penggalangan dana di beberapa titik keramaian Kota Metro, Selasa (7/10). Rencananya hasil pengumpulan dana akan didonasikan kepada korban bencana banjir melalui Yayasan One Care Indonesia.

Berbeda dengan UMMI dan UM Metro, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menerjunkan langsung mahasiswa untuk menjadi relawan di tempat kejadian bencana. Tim relawan ini terdiri dari mahasiswa yang mengikuti Unit Kegiatan Mahasiswa Hizbul Wathan, Menwa, dan Malimpa UMS. Penurunan relawan ini bekerja sama dengan Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB) atau Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC). Tim relawan berangkat menuju Jakarta pada hari Sabtu (4/1) dan ditugaskan selama dua minggu ke depan. Penugasan tersebut dapat diperpanjang atau pun mengalami pergantian tim dilihat dari evaluasi dan perencanaan saat di lapangan.

Wisuda STIT Muh Kendal ke-16

Sabtu (28/12), Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Muhammadiyah Kendal menyelenggarakan wisuda ke-16 di kampus setempat. Wisuda kali ini diikuti oleh 36 mahasiswa dengan 3 mahasiswa menjadi lulusan terbaik.

Ketua STIT Muhammadiyah Kendal, Prof. Dr. HM Daelamy, SP, menyampaikan, bahwa wisuda sarjana bukanlah akhir dari pembelajaran. Masih ada pembelajaran-pembelajaran selanjutnya, seperti mengamakan ilmu yang didapat selama kuliah untuk menyelesaikan permasalahn di masyarakat. Selain itu mengajak masyarakat untuk ke arah kemajuan baik lahiriyah ataupun batiniah. “Mulailah berfikir, bagaimana setelah sukses dari sebuah perguruan tinggi, sukses pula berkiprah di masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, anggota Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof. Dr. H. Sutrisno, M.Ag, mengatakan untuk mengembangkan STIT Muhammadiyah perlu bersinergi dengan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) Pendidikan, dan AUM lainnya. Menurutnya menghadapi era globalisasi harus disikapi dengan optimis dan langkah-langakh strategis sinergis antara satu dengan yang lainnya. “Semakin ditingkatkan sinerginya akan semakin tinggi tingkat keberhasilannya” ujar Sutrisno.

UM Sorong Studi Banding ke UMY

Senin (23/12), Rektor UM Sorong dan rombongan Pejabat Struktural berkunjung ke Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Rombongan UM Sorong diterima Langsung oleh Rektor UMY Dr. Ir. Gunawan Budiyanto, M.P. didampingi Wakil Rektor 4 Prof.Dr.Achmad Nurmandi, M.Sc., Sekretaris Universitas Ir .Navi Ananda Utama, MS, dan Kepala Bagian Perencanaan dan Pengembangan Slamet Riyadi, ST.,  MT.,Ph.D. di ruang Rapat Rektor UMY.

Rektor UM Sorong dalam sambutan awalnya berterima kasih telah diterima dengan sangat luar biasa dan menyatakan maksud kedatangan untuk meminta penjelasan pengalaman UMY mengembangkan sumber daya dan penjaminan mutu. Sementara Rektor UMY dalam penjelasannya menyampaikan kiat sukses mereka adalah membangun sistem. Sistem yang menjadi patron aktifitas untuk semua jenjang kepemimpinan. Rektor dan jajarannya harus kuat bekerja dengan sistem. “Membangun itu tidak mudah sangat butuh kerja keras, tidak usah peduli dengan suara sumbang di luar, niat baik akan memberikan hasil yang baik, karena jabatan itu amanah,” ujar Dr. Ir. Gunawan Budiyanto.

Kegiatan dilanjutkan dengan penjelasan secara bergiliran oleh Prof. Ahmad Nurmandi, Ir. Navi dan Dr.Slamet serta diskusi terkait kiat dan strategi pengembangan universitas. Ke depannya UM Sorong akan berusaha lebih baik lagi dengan mengejar target yang lebih tinggi.

Prodi BK UM Metro Terima Kunjungan Prodi BK UMPRI

Program Studi (Prodi) Bimbingan dan Konseling (BK) Universitas Muhammadiyah Metro menerima kunjungan dari Prodi BK Universitas Muhammadiyah Pringsewu (UMPRI), Kamis (26/12). Rombongan UMPRI terdiri dari Nurfaizal, S.Pd., M.Pd., selaku Wakil Dekan III FKIP, Drs. Yulianto, M.Pd., Ketua Prodi, Astoni Nurdin, S.Pd., M.Pd., Sekretaris Prodi, serta tiga dosen BK UMPRI Edy Irawan, S.Pd., M.Pd., Ainur Rosidah, S.Pd., M.Pd., dan Nita Fitria, S.Pd., M.Pd.

Diungkapkan bahwa kunjungan tersebut dalam rangka studi persiapan menuju akreditasi A Prodi BK UMPRI. “Kami melihat Prodi BK UM Metro ini sudah terakreditasi A, sehingga kami perlu belajar dan mengetahui hal apa saja yang perlu dipersiapkan supaya Prodi BK UMPRI juga bisa terakreditasi A,” ujar Yulianto.

Dalam kesempatan tersbeut rombongan BK UMPRI berkesempatan untuk mengunjugi Kantor Prodi BK UM Metro sambil berdiskusi mengenai berbagai dokumen (standar 9) yang diperlukan untuk mengisi borang akreditasi. Selain itu rombongan juga mendiskusikan publikasi hasil penelitian dosen dan mahasiswa yang berpengaruh terhadap isian borang akreditasi ketika memasuki Unit Publikasi Ilmiah (UPI).

Dipandu oleh Hadi Pranoto, M.Pd., selaku Kepala Lab, rombongan BK UMPRI dituunjukan berbagai fasilitas seperti ruang konseling olah raga (Konseling Fitnes) yang merupakan satu-satunya tempat pembelajaran mata kuliah yang ada di Prodi BK UM Metro dan tidak dimiliki oleh Prodi BK pada perguruan tinggi lain.

Orientasi Kampus Sehat Wujudkan SDM PTMA Berkualitas

Orientasi Kampus Sehat bagi Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah (PTMA) oleh Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bekerja sama dengan Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah (PPM) dilaksanakan di Hotel Melia Purosari Yogyakarta, Kamis-Sabtu (19-21/12). Orientasi Kampus Sehat merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman Bersama dan Perjanjian Kerja Sama Program Kampus Sehat yang telah ditandatangani oleh Kemenkes dan Majelis Diktilitbang PPM pada 2 November 2019. Kegiatan ini dikuti oleh 84 orang perwakilan dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah-’Aisyiyah se-Indonesia.

“Ketika Majelis Dikti ikut me-launching maka bahwasanya seluruh PTMA itu berkomitmen dengan kegiatan ini dan mendeklarasikan untuk menerapkan apa yang disebut dengan Kampus Sehat. Tentunya yang lebih terorganisir, yang memiliki pedoman atau pun SOP,” ujar Prof. Edy Suandi Hamid, Wakil Ketua Majelis DIktilitbang PPM, dalam memberikan sambutan di kegiatan Orientasi Kampus Sehat.  Prof. Edy juga memaparkan jika PTMA sebenarnya telah menerapkan Kampus Sehat sebelum program ini diluncurkan meskipun belum terstruktur. Hal ini dapat dilihat dari beberapa PTMA yang sudah menerapkan Kampus Bebas Rokok, Green Campus, ataupun kampus ramah disabilitas. Menurutnya PTMA sebagai kampus Islam memang sudah seharusnya mengedepankan kesehatan dan kebersihan.

Sementara itu, dalam sambutannya Dr. dr. Fidiansjah, Sp.KJ., MPH selaku Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan NAPZA, Kemenkes RI menyatakan latar belakang program Kampus Sehat ialah adanya fenomena pergeseran transisi epidemiologi dalam kesehatan masyarakat Indonesia. Kini pola penyakit justru bergeser pada penyakit tidak menular atau berhubungan dengan perilaku manusia. Peningkatan ini telah terjadi secara signifikan. “Biaya penganggulangan penyakit tidak menular memberikan beban yang besar. Jumlah kerugian ekonomi akibat kematian dini dan sakit saat ini kurang lebih mencapai 1/3 GDP Nasional dan 70%-nya disebabkan oleh penyakit tidak menular itu sendiri,” ujar dr. Fidiansjah menambahkan.

Dipaparkan bawa pada tahun 2025-2035 Indonesia diprediksi akan mengalami bonus demografi karena jumlah kelompok usia produktif meningkat tajam dibandingkan kelompok usia lainnya. Hal ini diharapkan ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan mengantarkan Indonesia menjadi negara berpenghasilan semakin tinggi. Menurutnya bonus demografi dapat diperoleh jika tersedia SDM yang berkualitas dan berdaya saing yaitu SDM yang sehat, cerdas, adaptif, inovatif, terampil, dan berkarakter.

Lebih lanjut, dr Fidiansjah menjelaskan bahwa program kampus sehat merupakan upaya sistematis dan menyeluruh mewujudkan perguruan tinggi sebagai suatu lembaga yang mengintegrasikan kesehatan dalam budaya PT yang tercermin melalui kegiatan operasional sehari-hari. Kegiatan ini diharapkan menjadi kebijakan diseluruh perguruan tinggi lebih khusus PTMA dengan menerapkan kaidah-kaidah hidup sehat, seperti pengelolaan sampah limbah yang baik, sarana prasarana beserta keamanaan, serta lingkungan ramah disabilitas. “Terbentuknya kawasan tanpa rokok, deteksi dini PTM serta kesehatan jiwa juga sebagai satu kesatuan tidak terpisahkan dan tindak lanjut dari hasil tersebut,” pungkasnya.

PTMA Tingkatkan Mutu Akreditasi Unggul

PTM merasa sangat beruntung memiliki Majelis Diktilitbang. Ini tidak dimiliki PTS lain. Ini sangat membantu, karena Majelis bukan hanya memotivasi, melainkan membimbing dan membina PTM-PTM yang ada.
“Oleh karena itu, keberadaan Majelis perlu dimanfaatkan seoptimal mungkin,” demikian dikemukakan WR 1 Unismuh Makassar Dr. Ir. H. Abdul Rahim Nanda, MT dalam sambutan pada forum ceramah diadakan di Pusdiklat Unismuh, Bollangi, Senin (12/11). Ceramah yang diikuti PTM se-Sulsel dan Pimpinan Unismuh menghadirkan Prof Edy Suandi Hamid sebagai pembicara.
Salah satu contoh yang dikemukakan Dr Rahim adalah tentang akreditasi, yang sangat mendapatkan perhatian dari Majelis. Berbagai pelatihan dan pendampingan dilakukan agar memperoleh akreditasi Unggul.
“Sekarang kami di Unismuh, bergerak cepat. Hari ini pengumuman terakreditasi B, besok team mulai kerja lagi untuk menyiapkan reakreditasi supaya A,” ungkap WR 1 Unismuh ini.
Dalam kaitan persiapan APT Menuju A bagi Unismuh dikatakan, saat ini sudah 9 APS yang A. “Kita menargetkan paling lambat 2022 kita sudah reakreditasi, dan memperoleh akreditasi Unggul,” pungkas Dr Rahim Nanda. []RED

Peningkatan Mutu Adalah Akuntabilitas pada Umat

“Kata kunci SPMI adalah mutu atau kualitas, ketika kita berbicara mutu yang pertama adalah disiplin, termasuk dalam pengajuan APT dan APS, jangan sampai kita terlambat,” papar Prof Edy Suandi Hamid memberikan sambutan pada penutupan Sosialisasi SPMI di Hotel Sahid Raya, Kamis (7/11).

Ia melanjutkan, sebagai simbol mutu, PTMA harus menerapkan kedisiplinan dan tepat waktu. Prinsipnya, PTMA harus dengan serius dalam menyiapkan APT dan APS. Untuk mendapatkan hasil yang paling baik tidak bekerja asal selesai tapi bekerja optimal sesuai dengan daya dukung yang dimiliki. “Kalau kita sudah berdarah darah dan semaksimal mungkin, tapi hasilnya C selanjutnya tawakal to Allah.”

Meningkatkan mutu merupakan bagian dari akuntabilitas PTMA pada umat, yaitu pada masyarakat yang menitipkan anak-anaknya bersekolah di PTMA. Ia berpesan, PTMA harus berjuang keras untuk dapat berikan yang terbaik dengan cara meningkatkan akreditasi. “Jantung kita adalah akreditasi institusi dan program studi. Itu artinya kita berpikir, so what care we do? Apa yang harus kita kerjakan. Semoga kedepannya kita dapat bergerak untuk menuju perguruan tinggi yang unggul,” tutupnya.

Selain sosialisasi SPMI, kegiatan ini juga memfasilitasi PTMA untuk menkonsultasikan LKPT & LED yang disusun telah sesuai dengan Panduan Penyusunan LKPT dan LED IAPT 3.0 di Klinik Pendampingan APT PTMA.

Tiga Prodi UM Jember Raih Akreditasi A

Universitas Muhammadiyah (UM) Jember berhasil meraih Akreditasi A oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi di tiga program studi secara berurutan. Hal ini tertuang dalam SK BAN-PT No.3285/SK/BAN-PT/Akred/S/X/2019 tanggal 03- September-2019 menyatakan Status Terakreditasi Program Studi Manajemen mendapat Peringkat A, menurut SK No. 3856/SK/BAN-PT/Akred/S/X/2019 tanggal 15-Oktober-2019 menyatakan Status Terakreditasi A Program studi Agribisnis, dan SK No. 3932/SK/BAN-PT/Akred/S/X/2019 tanggal 16-Oktober-2019 menyatakan Status Terakreditasi Program Studi Agroteknologi mendapat Peringkat A.

Ketua lembaga penjaminan mutu UM Jember, Iin Ervina, S.Psi., M.Si, menyatakan akreditasi diperlukan untuk menjamin mutu dari suatu lembaga pendidikan. “Jaminan ini tak hanya diperoleh pada proses pembelajaran, tapi juga pada proses rekruitmen dan penyerapan alumni di dunia kerja,” lanjutnya.

Perolehan Akreditasi A ini menunjukkan komiten seluruh sivitas akademika UM Jember dalam meningkatkan dan mengedepankan kualitas setiap proses catur Dharma Perguruan Tinggi sehingga bisa menghasilkan lulusan yang berdaya saing. Selain itu hal ini tentu bisa meningkatkan animo masyarakat untuk memilih prodi tersebut. Program studi berakreditasi A juga berkesempatan untuk mendapatkan berbagai hibah dan fasilitas dari pemerintah, serta berpeluang membuka S-2 bahkan S-3.

ITB Ahmad Dahlan Juarai Kontes Robot Nusantara 2019

Mengusung proyek bertajuk Cleanerbot, tim robotik Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan (ITB-AD) meraih juara ketiga pada kategori Creative Open Robot di Kontes Robot Nusantara (KRON) 2019 pada Selasa, (22/10). Tim robotik ini terdiri dari mahasiswa S-1 Sistem Informasi dan S-1 Teknologi Informasi, yaitu Abyan Taqy Boynge, Anggita Larassati, Dendi Raihan, Dicky Novrianto, dan Oman Rohman.

Ungkapan bangga disampaikan oleh Rektor ITB-AD, Mukhaer Pakkanna, atas pencapaian mahasiswanya. “Kami akan terus mendukung upaya-upaya peningkatan prestasi mahasiswa,” tegas Mukhaer.

Hal senada diungkapkan oleh Wakil Rektor 1 ITB-AD Bidang Akademik, Sutia Budi. Menurutnya saat ini kampus tengah fokus pada pengembangan socio technopreneur dan pengembangan teknologi masa depan. Oleh karenanya, sejak awal mahasiswa sudah diarahkan untuk ikut aktif dalam berinovasi.

Setelah menjuarai KRON 2019, tim robotik ITB-AD melaju ke kompetensi tahap selanjutnya yang dilaksanakan di Thailand.

UM Pontianak Terima Mahasiswa Filipina Program SEA TVET Batch 4

Dua mahasiswa asal Filipina menjalani program magang di UM Pontianak dan academic exchange pada Fakultas Ilmu Kesehatan selama satu bulan, dari 20 September hingga 20 Oktober 2019. Kegiatan ini merupakan bagian dari skema program Southeast Asian Technical and Vocational Education and Training (SEA TVET).

Selain magang di UM Pontianak, mereka juga magang di Bank Kalimantan Barat, yakni Debbie De Chaves dan Tricia Mae. Hal ini bertujuan untuk membentuk harmonisasi dan internasionalisasi dalam bidang pendidikan di Asia Tenggara melalui kerja sama dengan berbagai institusi di Asia Tenggara.

UM Pontianak bergabung dengan SEA TVET pada tahun 2018. Diharapkan kegiatan ini dapat mempromosikan kurikulum, atmosfer akademik, dan industri untuk pengembangan UM Pontianak di kalangan internasional.