UNIMUDA English Center (UEC) Resmi Berdiri

Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong meresmikan UNIMUDA English Center (UEC) di kampus setempat, Selasa (15/06). Pendirian Lembaga Bahasa inggris ini bertujuan guna meningkatkan kualitas berbahasa Inggris bagi mahasiswa – mahasiswi UNIMUDA Sorong dan masyarakat tanah Papua pada umumnya.

Rektor Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong, Dr. Rustamadji M. Si., saat memberikan sambutan menyampaikan sedikitnya pekerja Indonesia yang bekerja diluar negeri dikarenakan kurangnya mengetahui dan memahami bahasa Inggris, sehingga pengiriman pekerja ini masih terbatas. Hadirnya UNIMUDA English Center dapat memberikan dampak positif bagi mahasiswa menjawab peluang guna bekerja diluar negeri.

Rustamadji melanjutkan, fenomena para pekerja Indonesia di luar negeri sering memiliki satu kekurangan yaitu penguasaan bahasa Inggris. “Jadi, hari ini kita mulai belajar berbahasa Inggris, nanti tidak menutup kemungkinan kalian mahasiswa juga akan menguasai dunia dengan bahasa Inggris ini, berangkat dari UEC, selesai program kalian disini harus berubah menjadi orang Indonesia yang pandai berbahasa Inggris” paparnya dilansir dari Website UNIMUDA.

Sementara itu Kepala LLDIKTI wilayah XIV, Dr. Suriel S Mofu., S Pd., M. Ed., TEFL., M. Phil. mengapresiasi peluncuran Lembaga ini sebagai pusat belajar bahasa Inggris, dimana aktivitas yang mendukung proses belajar bahasa Inggris baik formal maupun informal, interaksi dalam bahasa Inggris itu dimulai secara resmi di UNIMUDA Sorong.

“Lagi-lagi UNIMUDA Sorong membuat sejarah baru, karena saya tidak pernah dengar di perguruan tinggi lain kecuali UNIPA yang telah memiliki English Center sejak jaman dahulu kala, tapi kalau Perguruan tinggi swasta rasa – rasanya ini satu rintisan baru yang dibuat oleh UNIMUDA, oleh sebab itu saya ucapkan selamat kepada bapak Rektor, Wakil Rektor dan seluruh akademika Universitas Muhammadiyah Pendidikan Sorong yang telah mengambil satu langkah sangat maju untuk menghadirkan UNIMUDA English Center di kampus ini” kata Kepala LLDIKTI WIL XIV, Dr. Suriel S Mofu.

Prof Herry Suhardiyanto Resmi Jabat Rektor UM Bandung

Prof Herry Suhardiyanto Resmi Jabat Rektor UM Bandung

Prof. Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc., IPU resmi menjabat sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Bandung (UM Bandung) periode 2021-2025 setelah dilantik Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah di kampus setempat, Rabu (16/06).

Acara yang digelar secara hybrid ini turut dihadiri Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. H. Haedar Nashir (secara virtual), Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. H. Abdul Mu’ti, M.Ed., Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Prof. Dr. H. Muhadjir Effendy, M.A.P., Prof Lincolin Arsyad Ketua Majelis Diktilitbang PPM (secara virtual), Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat H. Suhada, Ketua Forum Rektor Indonesia (FRI) Prof. Dr. Arif Satria, SP., M.Si., dan tamu undangan lainnya.

Prof. Dr. H. Abdul Mu’ti, M.Ed, Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan rektor UM Bandung sebelumnya yang sudah membangun kampus kebanggaan warga persyarikatan Muhammadiyah Jawa Barat ini dengan penuh kerja keras. “Saya yakin Pak Herry, Rektor saat ini merupakan orang yang profesional dan pernah sukses memimpin IPB University sehingga akan memahami bagaimana tantangan dan permasalahan yang dihadapi oleh UM Bandung. Insya Allah beliau dapat melanjutkan dan memajukan usaha-usaha yang telah dirintis Pak Suyatno selama lima tahun kepemimpinan,” tambah Prof. Mu’ti.

Dilansir dari suaramuhammadiyah.id, Prof. Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc., IPU., mengungkapkan bahwa dalam masa kepemimpinannya, dia akan menyelesaikan pekerjaan yang telah dilakukan oleh rektor sebelumnya. Didasari semangat persyarikatan, kemudian dirinya akan mempelajari semua hal yang sudah ada di UM Bandung untuk dapat menemukan hal-hal penting yang bisa dikembangkan dan dilanjutkan ke depannya. “Selain itu, saya juga ingin mengajak seluruh sivitas akademika, tenaga kependidikan UM Bandung, untuk bergandengan tangan, bersama-sama menunaikan amanah persyarikatan untuk mewujudkan UM Bandung menjadi Universitas Muhammadiyah yang membanggakan, menjadi Islamic Technopreneur University,” lanjut Prof. Herry.

Pesantren Covid-19 Shelter MCCC UM Kudus Diresmikan

Pesantren Covid-19 Shelter MCCC UM Kudus Diresmikan

Bupati Kudus HM Hartopo meresmikan ‘Pesantren Covid-19 Shelter MCCC Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU)” pada Rabu (16/6). Shelter Covid-19 ini didirikan atas kerja sama antara Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kudus, UMKU, Rumah Sakit ‘Aisyiyah Kudus, Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC), Lazismu, dan Pemerintah Daerah Kabupaten Kudus.

Rusnoto selaku Rektor UMKU berharap dengan adanya shelter ini bisa membantu mengurangi penularan bagi warga yang terkonfirmasi positif dan harus diisolasi mandiri. Ia menegaskan bahwa UMKU akan bekerjasama dengan RS ‘Aisyiyah untuk melakukan screening. “Kita tidak langsung memasukkan mereka yang terkonfirmasi covid-19 ke dalam shelter, namun rekomendasi dari dokter maupun tim kesehatan dari RS ‘Aisyiyah lah yang akan menjadi acuan bagi kita untuk memasukan mereka yang terkonfirmasi positif Covid-19 ke dalam shelter.” ungkapnya. Tim shelter Covid-19 ini, imbuhnya, juga sudah berkomunikasi dengan para pemangku kepentingan di lingkungan sekitar, guna memastikan keamanan dan kenyamanan bersama.

HM Hartopo selaku Bupati Kudus dalam pidatonya menyampaikan program ini sangat membantu Pemda untuk upaya isolasi mandiri, mengingat banyaknya warga Kudus yang harus diisolasi mandiri di Asrama Haji Donohudan Boyolali karena keterbatasan ruang isolasi mandiri yang ada di Kudus. “Pendirian shelter ini sangat luar biasa, mudah-mudahan bisa dicontoh dan bisa diikuti oleh universitas-universitas yang lain, perusahaan atau pabrik-pabrik, maupun seluruh elemen masyarakat yang lainnya, khususnya di tingkat desa.” Ungkapnya. Ia berharap, mudah-mudahan ke depan, setiap universitas, pabrik, maupun desa yang ada di Kudus mampu menginisiasi pembuatan dan pengelolaan shelter untuk menampung warganya sendiri.

Pada kesempatan ini, HM Hartopo didampingi dengan Forkompimda Kudus, Rektor UMKU, Direktur RS ‘Aisyiyah, MCCC, dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kudus juga berkesempatan meninjau langsung lokasi dan melihat kondisi ruangan asrama Universitas Muhammadiyah Kudus yang akan dijadikan sebagai shelter Covid-19. Direktur Rumah Sakit ‘Aisyiyah (RSA) Kudus dr. Hilal Ariadi menjelaskan bahwa selama di Shelter, tim kesehatan dari RSA akan memantau perkembangan pasien melalui visit dokter setiap hari. “Jika ditemukan ada gejala yang berat, maka akan disediakan ambulance untuk mengantar ke IGD RS, untuk dilanjutkan pemeriksaan. Jika setelah diperiksa ternyata harus isolasi mandiri, maka pasien dikembalikan ke shelter, dan jika kondisinya gawat maka akan dirawat inapkan di RS.” terangnya. Adapun Pesantren Covid-19 Shelter MCCC UMKU ini akan siap beroperasi pada Kamis (17/6) mendatang. [] UM Kudus

UNMUHA Jalin Kerja Sama dengan Tiga PTM

UNMUHA Jalin Kerja Sama dengan Tiga PTM

Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) menjalin kerja sama dengan tiga Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) yaitu dengan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UM Sumbar), Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Aceh (Stikes Muh Aceh) dan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Lhokseumawe (Stikes Muh Lhokseumawe).

Rektor Unmuha Dr H Aslam Nur MA menyampaikan adanya kerja sama ini dapat menjalin sinergi baik dan harus menghasilkan output yang saling menguntungkan kedua belah pihak dalam memajukan perguruan tinggi masing-masing. “Saya berharap untuk dekan dan ketua program studi agar memanfaatkan kerja sama ini untuk diimplementasikan diunit masing-masing, harap rektor,” paparnya.

Harapan semua pihak setelah penandatangann MoU ini ada flow up dari masing-masing PTM dan tidak hanya tinggal di kertas saja, namun dapat terlaksana dengan baik sehingga menghasilkan sinergitas yang baik antar pihak yang menandatangani MoU tersebut.

FEBI UM Kendari Luncurkan ATM Beras dan Telur

FEBI UM Kendari Luncurkan ATM Beras dan Telur

Dalam rangka mendukung layanan masjid bagi warga kurang mampu, Mahasiswa Prodi Bisnis Digital Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UM Kendari meluncurkan ATM Beras dan Telur di Masjid Jama Alfalah Lepo-lepo, Minggu (13/06).

Inovasi ini juga bertujuan dalam mendorong kemampuan kewirausahaan sosial mahasiswa. Mahasiswa FEBI UMK menginisiasi pembuatan ATM Beras dan Telur bekerja sama dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Kendari. Menurut Dekan FEBI UMK, Syamsul Anam, ATM Beras dan Telur ini merupakan salah satu bentuk layanan masjid kepada warga sebagai media yang mempertemukan warga mampu dan warga sekitar masjid yang kurang mampu. “Dengan ATM Beras dan Telur kita berharap masjid memiliki orientasi penuh kepada pelayanan dan tidak lagi sekadar berorientasi pada renovasi dan pembangunan fisik,” papar Syamsul dilansir dari media kendariinfo.com.

Dia menambahkan perlunya menopang pelayanan berbasis kebutuhan warga dan jamaah sekitar masjid. Agar nantinya masjid dapat kembali ke khitahnya untuk memberikan pelayanan kepada warga. “Saat ini kami tengah bersiap untuk memberikan tutorial pembuatan pangkalan data jemaah dan warga sekitar masjid yang selanjutnya dapat ditindaklanjuti dengan kegiatan pelayanan oleh masjid,” pungkasnya.

ATM Beras dan Telur ini dilengkapi dengan aplikasi database warga yang kurang mampu serta layanan infaq beras dan telur. Setiap penerima bantuan akan mendapat kartu Radio Frequency Identification (RFID) yg sudah di daftarkan di sistem Dewan Masjid kota Kendari sebagai penerima. Kartu RFID tersebut juga telah didaftarkan dalam sistem DMI Kota Kendari dan diatur oleh takmir masjid terkait berapa kuota beras dan telur yang akan diterima. “Salah satu inovasi baru dalam ATM Beras ini dibandingkan dengan yang sudah ada adalah ditambahkannya telur selain beras pada layanannya dan fitur pengecekan keadaan stok dan persediaan yang terhubung dengan aplikasi yang diinstalasi ke gawai milik pengelola atau takmir masjid,” jelasnya. [] FEBI UM Kendari

STIKES Muh Gombong Adakan Pembekalan PKK Dasar

STIKES Muh Gombong Adakan Pembekalan PKK Dasar

STIKES Muh Gombong mengadakan pembekalan Praktek Klinik Keperawatan Dasar (PKK Dasar) untuk mahasiswa keperawatan program diploma, Jumat (11/06). PKK Dasar tersebar di enam rumah sakit yang ada di Kabupaten Kebumen, diantaranya RS PKU Muhammadiyah Gombong, RS PKU Muhammadiyah Sruweng, RSDS Kebumen, RS Permata Medika Kebumen, RS Purwaganda, dan RS Purbowangi.

Nurlaila, M.Kep selaku Ketua Program Studi Keperawatan Program Diploma memberikan sambutan dan pengarahan dalam acara pembekalan PLL Dasar bagi mahasiswa tingkat 1 semester 2. “Dalam melakukan kesiapan praktek di rumah sakit harus mematuhi tata tertib yang ada contohnya yaitu jam praktek. Ada pembimbing yang akan membimbing kalian selama di rumah sakit,” paparnya. Selain itu, mahasiswa diharapkan aktif ketika mau tindakan karena untuk pengalaman kalian, juga tak lupa mahasiswa dihimbau untuk selalu menjaga prokes, persiapan APD gown, face shield, masker dan hand sanitizer jangan lupa selalu dibawa ketika sdg praktek di rumah sakit. “Semoga setelah praktek ini mahasiswa mampu menyerap ilmu yang di dapat dalam praktek. Selamat berpraktek dan jangan lupa jaga kesehatan untuk mahasiswa program studi keperawatan program diploma,” paparnya.

Hendri Tamara Yuda, M.Kep selaku PJ praktek selaku narasumber memaparkan di musim pandemi memang berbeda ketika praktek di rumah sakit. APD perlu disiapkan antaranya, face shield, masker bedah, dan gown. APD ini wajib digunakan/dipakai saat praktek di rumah sakit. Selain APD, mahasiswa juga harus mencapai target penilaian yang sudah tercantum dalam buku panduan.

UM Surakarta Peringat Tiga Besar PTS di Indonesia Versi QS WUR

UM Surakarta Peringkat Tiga Besar PTS di Indonesia Versi QS WUR

UM Surakarta (UMS) kembali mengukir prestasi. Tahun ini UMS masuk tiga besar perguruan tinggi swasta terbaik di Indonesia versi QS World University Rangkings (QS WUR). Sedangkan dalam pemeringkatan universitas negeri dan swasta, UMS masuk pada peringkat 16 besar. UMS bersaing di antara perguruan tinggi terkemuka di Indonesia tersebut dengan menempati urutan ke-14, dirilis Selasa (8/6).

QS World University Rankings adalah publikasi tahunan peringkat universitas yang dilakukan oleh Quacquarelli Symonds (QS). QS World University Ranking merupakan lembaga pemeringkatan resmi yang juga dijadikan salah satu acuan dalam mengukur kualitas kelembagaan Perguruan Tinggi di Indonesia menuju World Class University atau Universitas Bertaraf Dunia.

Berikut tiga daftar universitas swasta terbaik dari QS WUR 2022:

1. Bina Nusantara University (Binus)
Binus menempati urutan pertama universitas swasta terbaik versi QS WUR 2022 di Indonesia. Lalu masuk ke dalam universitas terbaik di Indonesia urutan ke-8. Selain itu di peringkat dunia, Binus masuk ke urutan 1001-1200.

2. Telkom University
Telkom University menempati urutan kedua universitas swasta terbaik versi QS WUR 2022 di Indonesia. Lalu masuk ke dalam universitas terbaik di Indonesia urutan ke 10. Selain itu di peringkat dunia, Telkom University masuk ke urutan 1001-1200.

3. Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS)
UMS menempati urutan ketiga universitas swasta terbaik di Indonesia. Lalu masuk ke dalam universitas terbaik di Indonesia urutan ke-14. Selain itu di peringkat dunia, UMS masuk ke urutan 1200+. (sumber jateng.suara.com)

Adapun 16 perguruan tinggi terbaik di Indonesia versi QS World University Rangkins:

1. Univesitas Gadjah Mada (UGM)
2. Universitas Indonesia (UI)
3. Institut Teknologi Bandung (ITB)
4. Universitas Airlangga
5. IPB University
6. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS Surabaya)
7. Universitas Padjadjaran
8. Bina Nusantara University (BINUS)
9. Universitas Diponegoro
10. Telkom University
11. Universitas Brawijaya
12. Universitas Hasanuddin
13. Universitas Andalas
14. Universitas Muhammadiyah Surakarta
15. Universitas Sebelas Maret
16. Universitas Sumatera Utara

UM Surabaya Siapkan Beasiswa Rp 2,5 M untuk Mahasiswa Baru

UM Surabaya Siapkan Beasiswa Rp 2,5 M untuk Mahasiswa Baru

Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) menyiapkan dana beasiswa sebesar Rp 2,5 milyar untuk calon mahasiswa baru. Beasiswa dan program khusus tersebut diberikan sebagai upaya kampus merespon masa pandemi Covid-19 yang belum berakhir.

Wakil Rektor bidang kemahasiswaan, inovasi dan SDM memaparkan alokasi dana beasiswa tersebut merupakan kesempatan yang diberikan kepada masyarakat untuk dapat terus melanjutkan ke jenjang pendidikan sarjana atau diploma. “Pandemi ini adalah masa yang sulit bagi sebagian orang, akan tetapi kesempatan untuk tetap belajar harus tetap terbuka,” pungkasnya dilansir dari website resmi UM Surabaya, Kamis (10/06).

Ma’ruf melanjutkan dana Rp 2,5 M tersebut akan dibagi dalam 12 beasiswa dan program unggulan. Hal tersebut dilakukan agar program-program tersebut bisa diakses oleh semua lapisan masyarakat. Dari masyarakat dengan ekonomi rendah, anak berkebutuhan khusus sampai anak dengan skill dan bakat tertentu.

Beasiswa dan program unggulan terdiri dari program beasiswa KIP-K/Bidik Misi (alokasi dari pemerintah atau dari internal kampus), beasiswa Tahfidz, Influencer, Atlit, Difabel, Alumni SMK IT, warga sekitar, Dhuafa, Undangan, Putra/i Perawat/Bidan, Program Ma`had Umar Bin Al Khattab dan program Kuliah Berani Kerja (KBK). “Tentunya semua program di atas harus memenuhi syarat yang telah ditetapkan dan melalui seleksi internal kampus,” papar Radius Setiyawan, Kepala Lembaga Informasi dan Penerimaan Mahasiswa Baru (LIPMB). Ia melanjutkan penerima beasiswa dan program tersebut kedepannya juga akan mendapatkan pembinaan khusus dari Biro Kemahasiswaan, Alumni dan Inovasi. Dengan begitu prestasi calon mahasiswa yang pernah ditorehkan semasa SMA/SMK/MA harapannya tetap dijaga dan ditingkatkan.

Beasiswa dan program tersebut telah dibuka. Pada tanggal 17 Juni 2021 akan dilakukan seleksi tahap pertama dan pada awal Agustus seleksi tahap kedua akan dilakukan. Tentunya beasiswa dan program di atas sewaktu-waktu bisa ditutup jika kuota dan syarat yang ditetapkan telah terpenuhi. Keterangan lebih lanjut bisa melihat dalam website : http://pmb.um-surabaya.ac.id/ dan kontak official Wa melalui : +62 858-5244-6337.

Gelar Juara dalam Pekan Ilmiah Diraih Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Gelar Juara dalam Pekan Ilmiah Diraih Universitas ‘Aisyiyah Surakarta

Mahasiswa Universitas ‘Aisyiyah Surakarta berhasil meraih dua gelar juara sekaligus dalam ajang lomba “Pekan Ilmiah Mahasiswa Fisioterapi Tahun 2021”. Situs resmi Universitas ‘Aisyiyah Surakarta menyampaikan kabar baik tersebut pada Rabu (9/6) lalu. Penyabet gelar juara yang pertama yakni Tim Lomba Call for Paper oleh Andika Nur Chayaningsih, Abdullah Alba Nur Ihza, dan Zulanda Indah Widyastuti. Ketiganya merupakan mahasiswa Program Studi D-IV Fisioterapi. Selanjutnya, penyabet gelar juara yang kedua yakni Lusi Febrianti, Ria Nurdiana Sugita, dan Tyan Antika Sukma.

Ikatan Mahasiswa Fisioterapi Indonesia (IMFI) yang berkolaborasi dengan Himpunan Mahasiswa Fisioterapi Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta (Himafi) menyelenggarakan perlombaan ini. Perlombaan tersebut berlangsung secara daring, baik pada saat melakukan registrasi hingga tahap penilaian. Dengan kata lain, peserta lomba mendaftar dan mengirimkan karya melalui tautan yang telah panitia kegiatan sediakan.

Pada saat itu, raihan skor juga terlaporkan. Tim Lomba Call for Paper meraih Juara 2 dengan raihan skor sebesar 78,65. Jumlah skor tersebut lebih unggul dibandingkan kandidat-kandidat unggulan seperti tim dari Universitas Hasanuddin Makassar atau Universitas Airlangga Surabaya. Selanjutnya, Tim Lomba Poster Ilmiah juga meraih Juara 2 dengan skor 193. Jumlah skor ini juga mengungguli jumlah skor yang diraih Universitas Airlangga. Gelar juara ini membuktikan bahwasanya Universitas ‘Aisyiyah Surakarta mampu bersaing memberikan hasil terbaik dan mengharumkan nama almamater.

FIKKES Unimus Gelar Capping Day

FIKKES Unimus Gelar Capping Day

Fakultas Keperawatan dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Semarang (FIKKES Unimus) menggelar kegiatan ucap janji atau capping day secara Daring. Rabu (09/05). Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan bekal pada calon tenaga kesehatan. Ucap janji merupakan tahap awal yang harus dilalui mahasiswa Kesehatan terutama program studi Keperawatan dan Kebidanan sebelum memasuki dunia profesi untuk melakukan praktek klinik Rumah Sakit dan Layanan Kesehatan.

Bertemakan “Pelaksanaan Pembelajaran Praktek Klinik dalam masa pandemic covid-19” kegiatan ini diikuti 251 orang yang terdiri dari 63 dari prodi D3 keperawatan, 16 dari Kebidanan dan 172 dari S1 Keperawaratan. Turut hadir, Dekan (Dr. Ali Rosidi, M.Si.), Wakil Dekan I dan II serta para Kepala Program Studi di lingkungan FIKKES Unimus. Dekan Fikkes menyampaikan dalam sambutannya bahwa dengan adanya ucap janji tersebut diharapkan bisa membekali mahasiswa calon tenaga Kesehatan yang akan terjun ke lapangan menerapkan bagaimana etika yang baik dalam menjalankan tugas pokok yang diberikan. “Diharapkan pula mahasiswa dapat mengamalkan janji yang sudah di ucapkan, menjaga kerahasiaan pasien dan ketentuan lain yang berhubungan dengan tenaga Kesehatan,” pungkasnya.

Kegiatan capping day ini dilanjutkan dengan kuliah umum dengan mengangkat topik “Etika profesi tenaga Kesehatan dalam pelaksanaan praktek klinik dan kebijakan pemerintah terkait pelaksanaan praktek klinik mahasiswa ditengah pandemic covid – 19. Dengan menggangdengn narasumber “Istirochah, S.SiT., BD. M.Kes” dan “dr. Mochamad Abdul Hakam, SP.PD.”