STIKOM Resmi Jadi UM Papua

Stikom Muhammadiyah Papua resmi berubah bentuk menjadi Universitas Muhammadiyah Papua ditandai dengan Grand launching di Abepura, Jumat (23/10). Acara dilanjutkan dengan peletakan batu pertama sebagai tanda pembangunan lahan kampus UMP seluas 12 hektar di Holtekam Kota Jayapura.

Prof Partino, Ketua PW Muhammadiyah Papua memaparkan UM Papua merupakan aset berharga bagi kemajuan pendidikan di tanah Papua untuk Indonesia. “UM Papua siap berkontribusi untuk peningkatan SDM yang lebih baik,” Paparnya dilansir melalui wartaplus.com.

Dr Muh Nur Jaya, selaku Rektor menjelaskan ada beberapa hal yang menjadi pemikiran dan pertimbangan pendirian UM Papua. Pertama, besarnya animo masyarakat untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Kedua, tuntutan zaman dalam menyongsong era revolusi industri 4.0 mengharuskan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Ketiga tuntutan peningkatan kompetensi di bidang teknologi informasi dan komunikasi di era digital seperti saat ini. Keempat, adanya tuntutan keilmuwan yang lebih holistik, integratif, lebih kontekstual berjangka panjang dan responsif terhadap realitas sosial.

Dr Indah Sulistiani, selaku WR Bidang Akademik UMP juga menjelaskan kampus ini resmi beroperasi mulai semester genap 2021. “Kami sudah menyediakan ruang kuliah, fasilitas laboratorium komputer, bahasa, kimia, perpustakaan dan sebagainya,” papar Indah.

Lokakarya Kurikulum MBKM UMKO

Universitas Muhammadiyah Kotabumi melalui Program Studi (Prodi) PBSI, PBI dan PMTK Fakultas Keguruan dan Pendidikan menggelar Seminar Lokakarya yang bertujuan untuk mensosialisasikan Kurikulum MBKM, Kamis (22/20). Kegiatan ini sebagai langkah awal awal dalam penyusunan dan penerapan kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang digaungkan Menteri Pendidikan.

Dr. Purna Bayu Nugroho, M.Pd memaparkan kegiatan ini diselenggarakan oleh tiga Prodi dari FKIP UMKO yaitu Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris dan Prodi Pendidikan Matematika sebagai prodi yang lolos program bantuan kurikulum MBKM dari Kemendikbud. “Lokakarya dilaksanakan secara langsung dan tetap mengikuti protokol kesehatan Covid-19, dan diikuti oleh 32 peserta alumni dari berbagai profesi,” paparnya sebagai salah satu anggota tim penyusun kurikulum MBKM.

Turut hadir narasumber dari Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Utara, mitra dan stakeholder eksternal dari berbagai bidang.

UMM Gelar Wisuda Luring ke-97

UMM menyelenggarakan wisuda ke-97 Periode III tahun 2020 Program Diploma, Sarjana, dan Pascasarjana, Senin-Sabtu (19-24/10). Wisuda diadakan selama 6 gelombang di Hall Dome UMM. Sebanyak 1.793 mahasiswa akan diwisuda secara luring dengan menggunakan protokol kesehatan yang ketat.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P memberikan orasi ilmiah di wisuda sesi pertama, Senin (19/10). Dalam orasinya, Prof. Muhadjir mengajak para wisudawan segera mengambil kesempatan menjadi bagian dari angkatan kerja produktif. “Jangan menunggu dan menunda-nunda. Segeralah Anda tantang segala macam hambatan, rintangan, kesulitan di dunia kerja. Karena dengan Anda segera menantang segala kesulitan di dunia kerja itu, maka Anda lah yang akan menjadi juaranya,” tambahnya.

Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd dalam sambutannya memaparkan mengenai UMM yang telah mendapatkan pengakuan sebagai kampus terbaik dari Anugerah Kampus Unggul (AKU) selama 12 kali berturut-turut dari LLDikti Wilayah VI Jawa Timur. UMM juga telah banyak mendapat gelar pemeringkatan sebagai kampus terbaik di tingkat nasional. “Saat ini, UMM tengah mencanangkan program sebagai universitas yang bukan hanya diperhitungkan secara nasional bahkan juga menargetkan menjadi perguruan tinggi yang bisa diperhitungkan di kancah Internasional,” terang Dr. Fauzan.

Pelantikan Wadek FAI dan FEB UMJ

Rektor UMJ Prof. Syaiful Bakhri melantik Wakil Dekan (Wadek) Fakultas Agama Islam (FAI) dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) periode 2020-2024 di Aula FEB lantai 4, Sabtu (17/10). Dalam sambutannya, Prof Syaiful berpesan agar wakil dekan haru dapat bekerja sama dengan dekan. Menurutnya kemajuan fakultas tidak bisa hanya bertumpu pada ide dan gagasan dekan tapi juga wadek. “Tidak hanya apa adanya dalam membantu dekan. Harus ada inovasi dan terobosan demi kemajuan fakultas,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, anggota BPH UMJ Bidang AIK Drs. Ateng berpesan agar pimpinan di UMJ dapat menunaikan amanah sebaik-baiknya. Tak lupa Drs. Ateng mengingatkan salah satu visi UMJ. “Kampus Islami adalah kampus yang melaksanakan, bukan hanya memahami, nilai-nilai keislaman,” ujarnya.

Adapun wadek yang dilantik adalah Wadek I FAI Dr. Suharsiwi, Wadek II FAI Dra. Romlah, M.Pd., Wadek III FAI Nurhadi, S.Ag., M.A., Wadek I FEB Dr. Nuraeni, M.M., Wadek II FEB Hairul Triwarti, S.E.,Ak., M.M. dan Wadek III FEB Dr. Imam Muhtadin, M.M.

UMSB Jajaki Pendirian Kampus Baru

Jumat (16/10), Dr Riki Saputra MA, Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB) mengunjungi Rumbai, Nagari Muarotais, Pasaman. Kunjungan ini dalam rangka penjajakan pendirian kampus baru. Dalam mendukung berdirinya kampus baru UMSB, PCM Rumbai sudah menyiapkan tanah seluas 2 hektare sebagai syarat pendirian kampus kelas jauh.

Emdison, salah satu tokoh masyarakat Rumbai menyambut baik kedatangan Rektor UMSB. Menurutnya, masyarakat setempat sangat berharap akan kehadiran Perguruan Tinggi di Pasama, Khususnya Rumbai. “Kita berharao, Bapak Rektor bersedia membuka salah satu fakultas atau prodi kelas jauh di Rumbai,” ujarnya.

Sementara itu Ketua PDM Kabupaten Pasaman memaparkan kajian di hadapan Rektor UMSB sebagai bahan memperkuat pendirian PT di Rumbai “Secara Kajian akademis, geografi, SDM, dan transportasi Rumbai ini layak berdiri sebuah perguruan tinggi. Harapan kita sama dengan masyarakat, UMSB dapat mendirikan salah satu kampusnya di sini,” tambahnya.

Diungkapkan oleh Rektor UMSB, pihaknya perlu melakukan sejumlah kajian dan analisa terlebih dahulu. Ia juga mengapresiasi niat baik dan ketulusan masyarakat rela menghibahkan tanahnya untuk pendirian kampus UMSB. “Kami sangat terharu dengan ketulusan dan keikhlasan masyarakat Rumbai. Ini pertanda masyarakat ingin mengembangkan dunia pendidikan. Dalam waktu dekat, ini akan segera kami telaah, kami bahas. Semoga niat baik ini bisa kita segerakan,” jelasnya.

Rektor UMSU Raih Penghargaan Dharma Karya Kencana

Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Dr Agussani, MAP meraih   penghargaan Dharma Karya Kencana dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat atas kepeduliannya terhadap program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) atau yang dikenal sekarang dengan  Bangga Kencana.  

Penghargaan kepada Rektor UMSU diserahkan Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sumatera Utara, Drs Temazaro Zega, M Kes disela acara Apresiasi Duta Genre  Sumut Tahun 2020 di Medan, Sabtu (17/10). 

Salah satu bentuk dukungan yang di berikan oleh Rektor UMSU yaitu dengan memberikan fasilitas seperti: kantor, peralatan pendukung serta memberikan pendanaan kepada PIK M SYAHADAH UMSU dalam menjalankan program KKBPK Dan sudah banyak duta-duta yang terlahir dari UMSU.

Dr Agussani menyebutkan persoalan keluarga berencana bukanlah hal yang baru karena sejak lama ia telah aktif dalam program Keluarga Sejahtera Muhammadiyah. “”Sebagai bentuk komitmen pimpinan UMSU, maka selain memberikan dukungan fasilitas, dukungan berupa anggaran juga nantinya akan ditingkatkan,” katanya.

Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sumatera Utara, Drs Temazaro Zega, MKes mengatakan, Rektor UMSU  adalah figur pimpinan yang mendorong dan  peduli dengan kegiatan mahasiswa terkait persoalan kependudukan dan keluarga berencana.

Masta Kolosal UMSU 2020

3.917 mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara ikuti masa ta’aruf kolosal angkatan 2020 yang digelar Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah secara daring, (14-15/09). Rektor UMSU, Dr Agussani, MAP dalam sambutannya mengatakan, Masta merupakan agenda pra pengkaderan IMM yang ditujukan untuk pengenalan terhadap Gerakan Mahasiswa Muhammadiyah serta Gerakan Muhammadiyah kepada Mahasiswa baru, serta pintu gerbang untuk bergabung bersama organisasi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah. “Karena itu, Masta adalah kegiatan yang wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa baru UMSU,” katanya.

Sementara, Ketua Umum DPP IMM, Najih Prasetyo, SHI, MH mengatakan, apresiasi terhadap pelaksanaan masta kolosal yang diikuti ribuan mahasiswa baru UMSU. Antusiasme ini menunjukkan potensi yang besar bagi pengembangan kader. “UMSU merupakan salah satu yang terbesar dalam segi jumlah komisariat dan kader,” katanya.

Setelah Masta nantinya  masih ada program kegiatan lanjutan yang wajib diikuti seluruh mahasiswa UMSU, yaitu Kajian Intensif Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.

Menuju Guru Milenial yang Inovatif

Menyambut perkuliahan Tahun Akademik 2020/2021 sekaligus Masa Ta’aruf (Masta) bagi mahasiswa baru, FKIP Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB) menyelenggarakan kuliah umum, Senin (14/10). Bertemakan “Menuju Guru Milenial yang Inovatif” kegiatan ini dibuka secara virtual oleh Rektor UMSB, Dr. Riki Saputra dan diikuti oleh sivitas akademika FKIP, khususnya mahasiswa dari tiga prodi yaitu Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, dan Pendidikan Matematika.

Prof. dr. Fasli Jalal selaku narasumber menyatakan dalam Sustainable Development Goals (SGDs) dimuat 17 tujuan pembangunan yang terdiri dari empat pillar yaitu: Sosial, Ekonomi, Hukum dan Lingkungan. Dalam konteks pillar sosial, peningkatan kualitas pendidikan menjadi issu yang sangat strategis. Hal ini menunjukkan bahwa upaya peningkatan kualitas Pendidikan menjadi program prioritas pemerintah pada masa kini dan nanti. “Banyak orang berasumsi bahwa kesuksesan seseorang ditentukan oleh IQ, sekolah favorit dan nilai kelulusan, padahal dalam 10 faktor kesuksesan manusia lebih ditentukan oleh kejujuran, kedisiplinan, good interpersonal skill, kepemimpinan, kepribadian kompetitif serta kemampuan menjual gagasan,” ujar Prof. Fasli.

Selanjutnya, Rektor Universitas Yarsi Jakarta tersebut juga menyatakan mendidik Generasi Milenial membutuhkan kompetensi guru professional dengan pengkhususan pada aspek kehidupan generasi milenial. “Setidaknya dibutuhkan empat kompetensi guru dalam mendidik Generasi Milenial yaitu: Kompetensi Pedagogik, Kompetensi Kepribadian, Kompetensi Profesional dan Kompetensi Sosial,” ujarnya.

The 4th ICoSI 2020 UMY Raih Rekor MURI

Selasa (13/10), Rektor UMY Dr. Gunawan Budiyanto, MP.,IPM menerima penghargaan Rekor Muri di Opening Ceremony The 4th ICoSI (International Conference on Sustainable Innovation) di Gedung AR. Fachruddin B UMY. Kali ini UMY meraih Rekor Muri melalui kegiatan webinar internasional  dengan disiplin ilmu terbanyak sejumlah 14 disiplin ilmu dalam acara the 4th ICoSI 2020. Sebanyak 1.373 peserta dari 8 negara mengikuti acara yang terselenggara 13-14 Oktober 2020

Ketua panitia pelaksana the 4th ICoSI 2020, Dr.Yeni Rosilawati,S.IP.,S.E.,M.M., menyampaikan terdapat 14 fokus konferensi dari berbagai bidang disiplin ilmu yang diselenggarakan secara serentak secara daring. Dijelaskan karena kondisi pandemi Covid-19 yang belum usai, tahun ini konferensi diadakan pertama kali dengan memanfaatkan platform digital.

Pada prosesi penyerahan penghargaan MURI, Sri Widayati, Senior Manajer MURI mengapresiasi UMY.  ”Kami dari MURI sangat mengapresiasi kegiatan ini. Harapan kami dengan tercatatnya prestasi webinar internasional kali ini tentunya mampu mendorong dosen-dosen, khususnya dari UMY untuk terus menunjukkan karsa dan karya terbaik di bidangnya masing-masing,” jelasnya. Sebagai tambahan, hingga saat ini UMY sudah mencatat 10 rekor dalam penghargaan MURI.

Mahasiswa PBA IAIM Sinjai Latih Kaligrafi Santri Ponpes

Minggu (4/10), Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) IAIM Sinjai melatih santri Ponpes Darul Hikmah Lenggo-lenggo untuk memiliki keahlian kaligrafi. Kegiatan ini dalam rangka merealisasikan MoA antara Prodi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) IAIM Sinjai Dengan Ponpes Darul Hikmah Lenggo-lenggo yang telah ditandatangani pada 7 September 2020.

Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab (Himdiba), Zulfikar, menuturkan adanya kegiatan ini untuk mengembangkan keterampilan dan kreativitas santri melalui kaligrafi. “Setidaknya para santri Ponpes Lenggo-lenggo bisa menguasai kaligrafi dengan memahami salah satu khot,” tambahnya.

Zulfikar berharap ke depannya skill santri dapat terus terasah dengan pelatihan yang rutin diberikan.