Rayakan Kemerdekaan, Rektor UMMU Tingkatkan Kesejahteraan Dosen

Rayakan Kemerdekaan, Rektor UMMU Tingkatkan Kesejahteraan Dosen

Pada HUT RI ke-77, Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) turut memeriahkan semarak kemerdekaan dengan kabar bahagia yang diberikan Rektor, Prof. Dr. Saiful Deni. Bersama BPH, Para Wakil Rektor, dan pejabat struktural yang terkait Prof Saiful mengumumkan bahwa dosen UMMU akan menerima kenaikan gaji sebesar 25% dan ditambah dengan gaji 13. “UMMU memastikan merdeka dalam menunjang kesejahteraan bagi para dosen dan karyawan BPH,” paparnya bertempat di Ruang Senat Rektorat UMMU, Senin (15/08).

Presentase kenaikan yang luar biasa menjelang H-2 Kemerdekaan sebagai bentuk cara unik dalam menyambut hari istimewa bagi Negara Indonesia. Penjelasan ini disampaikan oleh Wakil Rektor II UMMU Dr. Ranita Rope, SP., M.Sc dalam presentasinya “InsyaaAllah kenaikan 25 % gaji pokok, ada keterpenuhan 18 % dosen sudah UMR, secara pasti step by step akan terpenuhi UMR secara menyeluruh dan bukan tidak mungkin suatu saat akan melampaui PNS,” tuturnya.

Tunjangan yang diberikan secara otomatis juga meningkatkan besaran tunjangan suami atau istri dan anak walaupun presentasenya masih sama. Prof Saiful dalam ketegasan pengarahan Rapat bersama BPH menyampaikan bahwa dalam tagline UMMU BERBENAH di usianya 21 Tahun sudah seharusnya meningkatkan kesejahteraan pegawai. Hal ini dilakukan dengan bermodalkan potensi pendapatan rill dan semangat komitmen, konsisten serta disiplin dalam mengimplementasikan regulasi dan tata Kelola PT. Lima langkah strategis yang dipaparkan diantaranya pertama, optimalisasi sumber-sumber pembiayaan non SPP dan sudah dilakukan dengan menerbitkan pengelolaan laboraturium, Praktek Mata Kuliah, PBL, PKL, Magang dan kelas extension. Kedua, ekstra penerbitan terhadap dosen dan karyawan non aktif, sehingga pengalihan gaji mereka sebagi saving tambahan sebagai alokasi tambahan kenaikan gaji. Ketiga, rumusan RAPB mengacu pada capaian indikator kinerja utama Universitas. Empat, desain aktivitas kreativits civitas akademika berbasis instrument reakreditasi. Terakhir, memastikan maksimalisasi pengelolaan unit-unit usaha produktif diantaranya UMMU Mart,UMMU RES, Kota Janji, Agrowisata dan pendampingan UKM berbasis Program Studi dan Fakultas. UMMU terus tumbuh dan berkembang dari masa ke masa, sehingga dengan pengalaman menertibkan tata kelola keuangan di periode kedua kepemimpinan Prof Saiful Deni kemampuan berbayar UM Maluku Utara untuk peningkatan kesejahteraan dapat dilakukan. []Diktilitbang/UM Maluku Utara

Delegasi IAIM Sinjai, Asriani Abbas, Ikuti Sertifikasi Pustakawan

Delegasi IAIM Sinjai, Asriani Abbas, Ikuti Sertifikasi Pustakawan

Institut Agama Islam Muhammadiyah (IAIM) Sinjai mengirim delegasi ke Jakarta Pusat pada Senin-Selasa (15-16/8) lalu. Delegasi Institut Agama Islam Muhammadiyah (IAIM) Sinjai yang berangkat yakni Asriani Abbas. Asriani Abbas merupakan seorang Kepala Perpustakaan Institut Agama Islam Muhammadiyah (IAIM) Sinjai. Ia mengikuti Asesmen Kompetensi dalam rangka Sertifikasi Pustakawan. Lembaga Sertifikasi Profesi Pustakawan menjadi penyelenggara kegiatan tersebut. Asesmen Kompetisi dalam rangka Sertifikasi Pustakawan tersebut terlaksana di Perpusnas RI. Alamat tepatnya yakni Gedung B Jalan Salemba, Jakarta Pusat.

Asriani Abbas, Kepala Perpustakaan Institut Agama Islam Muhammadiyah (IAIM) Sinjai menghadiri kegiatan bersama enam belas pustakawan lainnya. Keenam belas pustakawan tersebut berasal dari perguruan tinggi yang ada di Indonesia. Dua perguruan tinggi di antaranya adalah Institut Bio Scientia International Indonesia (Indonesia International Institute for Life Sciences) dan Singapore National Academy.

Pada kegiatan tersebut, Kepala Pusat Pembinaan Pustakawan membuka kegiatan. Dalam kegiatan tersebut juga hadir Lead Asesor Kompetensi. Asriani Abbas, Kepala Perpustakaan Institut Agama Islam Muhammadiyah (IAIM) Sinjai sebagai delegasi IAIM Sinjai menyampaikan harapannya bagi perpustakaan IAIM Sinjai. “Harapannya, semoga Perpustakaan Institut Agama Islam Muhammadiyah (IAIM) Sinjai terus dapat meningkatkan pelayanan. Selain itu, semoga kualitasnya juga meningkat. Kemudian, semoga pustakawan Institut Agama Islam Muhammadiyah (IAIM) Sinjai sendiri dapat memiliki sertifikasi dengan mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Pustakawan ini,” katanya.

UMS Gelar Upacara HUT RI, Ingatkan Kembali Kiprah Muhammadiyah dalam Pendidikan

UMS Gelar Upacara HUT RI, Ingatkan Kembali Kiprah Muhammadiyah dalam Pendidikan

Pabelan – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) untuk pertama kalinya setelah pandemi Covid-19, menyelenggarakan upacara pengibaran bendera dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia di lapangan Gedung Induk Siti Walidah UMS. Upacara pengibaran bendera yang dilaksanakan secara full luring ini dihadiri oleh dosen dan tendik UMS pada Rabu (17/8).

Rektor UMS Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si. dalam pidatonya menyampaikan bahwa perjuangan pendiri bangsa, sejalan dengan Muhammadiyah yang memiliki gagasan atau tujuan untuk menyebarkan Islam, memperbaharui pemikiran dan cara hidup umat Islam modern yang pada akhirnya berdampak pada kebangkitan semangat juang umat Islam di tanah air.

“Dalam bidang pendidikan contohnya, di antara sekian banyak amal yang diciptakan Muhammadiyah, bidang pendidikan berkembang pesat, karena sejak awal berdirinya Muhammadiyah telah menjadikan pendidikan sebagai jalan perjuangan bangsa. Salah satu faktor yang menyebabkan keberadaan badan amal ini di bidang pendidikan adalah ineffisiensi lembaga pendidikan di Indonesia saat itu,” terang Sofyan Anif.

Selain itu dengan adanya amal usaha di bidang pendidikan ini, diharapkan dapat membangun karakter generasi muda yang merupakan generasi penerus bangsa di masa depan, karena bagaimanapun pendidikan dianggap sangat penting bagi kehidupan masyarakat, terutama generasi muda, karena kehidupan yang semakin maju dan zaman yang semakin canggih menuntut setiap individu untuk senantiasa berkembang secara ilmiah.

Sekretaris Rektor Prof. Dr. Anam Sutopo, S.Pd., M.Hum juga menyampaikan harapan Universitas Muhammadiyah Surakarta ke depan menjadi the world class university dan semakin mewarnai di tingkat nasional di bidang pendidikan. Hal tersebut menjadi tantangan bagi kita semua tetapi yakin nuansa akademik berbau internasional akan terukir oleh sivitas akademika yang baik oleh dosen dan para mahasiswanya. []Diktilitbang/UMS

Berdayakan Masyarakat Adat, UMP Gandeng People’s Planet Project Belanda

Berdayakan Masyarakat Adat, UMP Gandeng People’s Planet Project Belanda

Kerja sama Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) Banyumas, Jawa Tengah terus menggeliat. Kerja sama kembali dilakukan antara Geografi UMP dengan People’s Planet Project, Belanda.

Kepala Program Studi Pendidikan Geografi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMP Dr.rer.nat Anang Widhi Nirwansyah, M.Sc menyatakan bahwa bersama dengan Bagas Widiyantoro selaku Mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi UMP dipercaya membuat video tutorial mapping untuk kader-kader muda suku anak rimba kelompok makekal bersama (KMB) oleh organisasi tersebut.

“Saya dan mahasiswa Geografi UMP ditunjuk menjadi ambasador GeoStory Camp khususnya untuk wilayah Asia Tenggara. Project selanjutnya di Papua Nugini. Sekarang sedang mengorganisir untuk pengajuan funding lanjutan Luar Negeri untuk pemberdayaan di suku orang rimba Jambi,” katanya, Kamis (18/8).

Dijelaskan, People’s Planet Project, Belanda merupakan lembaga yang bergerak dibidang pemberdayaan masyarakat adat dengan menggunakan peta dan film dokumenter. “Dalam rangka terus melakukan kerja sama baik dalam dan luar negeri, Pendidikan Geografi UMP melakukan kolaborasi dengan People’s Planet Project yang memiliki tujuan untuk memberdayakan masyarakat adat untuk melindungi hutan dan keanekaragaman hayatinya melalui film partisipatif dan data geospasial,” pungkasnya. []Diktilitbang/UMP

UMMU Sambut Mahasiswa Program Internasional Angkatan ke-3

UMMU Sambut Mahasiswa Program Internasional Angkatan ke-3

Rektor Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) Prof. Dr. Saiful Deni menyambut kembali kedatangan 10 mahasiswa UMMU yang telah melaksanakan KKN dan magang internasional di Thailand bertempat di lantai dua ruangan senat Rektorat UMMU. Penyambutan angkatan ke-3 mahasiswa program internasional ini turut dihadiri Wakil Rektor dan jajaran kampus mulai dari kepala lembaga, dekan, hingga ketua program studi. Acara dibuka dengan menampilkan video dokumentasi Mahasiswa KKN dan Magang Internasional selama perjalanan dari Ternate menuju Thailand hingga aktivitas selama proses kegiatan berlangsung. Rektor dalam sambutannya menyambut baik kedatangan mahasiswa yang telah melaksanakan kegiatan selama satu bulan di Thailand. “Luar biasa, UMMU termasuk kampus PTMA yang bergerak paling cepat dalam mengirimkan mahasiswa pasca pandemi,” tambahnya.

Ia melanjutkan memasuki era 5.0 ini banyak persaingan yang akan dilalui ke depannya. Beberapa kerja sama dengan luar negara seperti Korea terpaksa dihentikan karena adanya pandemi. “Semoga keadaan dapat segera membaik. Karena saat ini UMMU masuk pada kampus dengan network atau jaringan Kerja sama internasional terbanyak di Malut dan menjadi bentuk prestasi yang harus dibanggakan,” tambahnya.

Pada acara ini juga menampilkan presentasi mahasiswa KKN dan magang internasional selama kegiatan di sekolah penempatan, dikarenakan pembagian yang berbeda dan dari 10 mahasiswa berhasil di tempatkan pada delapan sekolah berbeda dengan beberapa diantaranya memiliki partner selama program berjalan.

Program internasional ini diadakan atas kerja sama antara UMMU dengan pihak Assosiation Of Education Cultural Internasional (AECI) Krabi, Thailand Selatan. “Alhamdulillah kita telah memasuki tahap akhir dari program ini dalam acara penerimaan, kemarin saya bersama mahasiswa berangkat dari Ternate menuju Jakarta pada 29 Juni dan tanggal 30 kami di undang ke kantor Kementrian PMK, untuk kunjungan dan juga diskusi,” tambah Faujia Umasigi selaku Kepala Kantor Urusan Internasional UMMU.

Kabar baiknya juga dalam magang kali ini ada karya yang di buat oleh mahasiswa yaitu berupa Modul “Sejarah dan Kebudayaan Indonesia Berbahasa Thailand” yang telah di sosialisasikan dan diserahkan ke sekolah masing-masing. Kemudian di launching secara resmi pada acara penarikan, sekaligus penyerahan pada pihak asosiasi. “Adapun laporan yang akan dibuat oleh peserta dan diserahkan ke LP3M dan nilai yang telah di konversikan sebagaimana di sampaikan bahwa melalui program ini mereka akan mendapatkan dua nilai sekaligus yaitu nilai KKN dan Magang,” tuturnya.  []Diktilitbang/UMMU

Umsida Tuan Rumah Rakornas Fakultas Kedokteran PTM Se-Indonesia

Umsida Tuan Rumah Rakornas Fakultas Kedokteran PTM Se-Indonesia

Universitas Muhammadiyah Sidoarjo  (Umsida) menjadi tempat pelaksanaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) pendirian Fakultas kedokteran Majelis Diktilitbang (PP) Muhammadiyah. Kegiatan dihelat di Aula Mas Mansyur Lantai 7 Kampus 1 kabupaten Sidoarjo, Senin (15/8).

Rektor Umsida Dr Hidayatulloh MSi menyambut kedatangan para peserta Rakornas dan berterima kasih atas dipilihnya Umsida menjadi host kegiatan. “Selamat datang di Umsida, Alhamdulillah pada pagi hari ini kita dapat hadir di aula  Mas Mansur untuk mengikuti rapat koordinasi pembukaan Fakultas kedokteran, Kedokteran Gigi dan Pendidikan Tinggi dokter spesialis yang diselenggarakan oleh Majelis diktilitbang PP Muhammadiyah, bertempat di umsida,” ujarnya saat memberikan sambutan dalam acara tersebut.

Ketua Majelis Diktilitbang PPM, Prof Dr Lincolin Arsyad M Sc membuka acara ini sekaligus menyampaikan agar para peserta Rakornas saling berdiskusi terkait dengan Koordinasi Pembukaan Prodi Kedokteran di  Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA).

Ia menyampaikan acara ini sebagai ajang kesempatan untuk saling berdiskusi antar perguruan tinggi yang ingin mendirikan Fakultas Kedokteran dan berpotensi untuk berkembang. “Ini saya sampaikan, yang kami undang di sini kira-kira yang sudah persiapan untuk membuka Fakultas Kedokteran, minimal separuh jalan,” tuturnya.

Lebih lanjut, Prof Lincolin Arsyad menegaskan untuk mendirikan Fakultas Kedokteran, tidak cukup hanya niat baik. “Mudah-mudahan persiapan bapak ibu di perguruan tinggi masing-masing bagus, sehingga kita bisa mendapatkan kesempatan dan peluang untuk membuka Fakultas Kedokteran. Saya ucapkan selamat berjuang, karena nanti bapak ibu akan mempresentasikan kesiapannya. Semoga bapak ibu minimal dari pertemuan ini mengetahui apa yang perlu dipersiapkan untuk membuka Fakultas Kedokteran ini, niat baik saja tidak cukup, tapi sekali lagi saya katakan dokter, rumah sakit, dan gedung,” tandasnya.

Pada kesempatan tersebut Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof Dr Edy Suandi Hamid MEC menyampaikan kebutuhan dokter di daerah terpencil sangat di butuhkan. Untuk itu, pendistribusian lulusan kedokteran ke luar Pulau Jawa perlu dilakukan. “Kita ini kelebihan dokter, masalah kita bukan kuantitasnya kuat, tapi lack of supply. Dengan menggunakan data, oh sudah cukup jumlah dokter di Indonesia yang memang ada masalah adalah distribusi. Distribusinya itu terkonsentrasi di Pulau Jawa. Bahkan ada data terakhir mengatakan yang lebih itu cuman Jakarta, lainnya itu masih lack of supply,” tegasnya. []Diktilitbang/Umsida

UMSIDA Perkuat Kolaborasi Kampus di Tengah Perkembangan IPTEK

UMSIDA Perkuat Kolaborasi Kampus di Tengah Perkembangan IPTEK

Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) menerima kunjungan kolaborasi Universitas Bangka Belitung pada Senin (15/8). Kunjungan tersebut bertempat di Ruang Rapat Kampus I Gedung Rektorat UMSIDA. Hadir menyambut UBB ada Wakil Rektor III UMSIDA, Wakil Dekan I Fakultas Ekonomi, Kepala Prodi Manajemen, Sekretaris Prodi Manajemen, Kepala Laboratorium Manajemen, Dosen Manajemen, dan Ketua IPM. Ada pula seluruh perwakilan Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Kegiatan kunjungan ini terselenggara dalam rangka menyukseskan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Wakil Rektor III UMSIDA, Eko Hardiansyah MPSi, menyambut baik kunjungan tersebut. “Kami mengucapkan selamat datang di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Alhamdulillah, kita bisa bersilaturahmi hari ini. Semoga pertemuan siang ini memberi manfaat bagi kedua belah pihak,” ujarnya. Kemudian, ia menambahkan bahwa kerja sama di era keterbukaan informasi antarinstitusi ini penting. Sebab, institusi tidak dapat berkembang tanpa kolaborasi dengan institusi lain.

Kemudian, Dr Nizwan Zukhri M M, Wakil Rektor 1 UBB mengucap syukur akhirnya bisa melakukan kunjungan kerja di Umsida. “Alhamdulillah akhirnya kami sampai jugadi Sidoarjo. Terima kasih kami sudah disambut baik. Mudah-mudahan kegiatan ini membawa manfaat untuk kedua belah pihak. Kami harus banyak belajar kepada UMSIDA, mengingat usia kami yang masih muda di banding UMSIDA, ” jelasnya. Ia menandaskan di zaman ini diperlukan kolaborasi untuk meningkatkan kinerja perguruan tinggi.

Kunjungan oleh UBB terlaksana sekaligus untuk menjajaki kerja sama dengan Umsida dalam hal Tri Dharma pendidikan; Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Pengembangan, serta Pengabdian kepada Masyarakat. Nantinya, melalui penjajakan kerja sama ini rencananya akan terumus dalam penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU). “Alhamdulillah kami banyak belajar dari UMSIDA,” pungkas Dr Nizwan Zukhri M M.

LRI UMS Terbitkan Skema Riset UMS 2022

LRI UMS Terbitkan Skema Riset UMS 2022

Lembaga Riset dan Inovasi (LRI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berfungsi untuk membantu Rektor UMS dalam menyelenggarakan kegiatan riset dan inovasi produk unggulan dalam rangka pengembangan ipteks yang islami. Untuk mendukung hal tersebut LRI meluncurkan enam Skema Riset tahun 2022 di Auditorium Moh. Djasman UMS pada Jumat (12/8).

Ketua LRI Ir. Sri Sunarjono, M.T., Ph.D. menjelaskan terdapat enam skema riset internal UMS yang bisa dipilih oleh para dosen. Tiga skema merupakan pengembangan dari skema yang telah ada, satu skema merupakan merger dari beberapa skema lama dan dua skema merupakan skema yang benar-benar baru. Skema-skema riset ini diharapkan dapat mendorong pelaksanaan riset yang melibatkan dosen dan mahasiswa, dalam rangka MBKM, multidisiplin ilmu, dan menghasilkan keluaran riset yang unggul sesuai dengan skemanya.

“Terdapat enam skema riset yaitu: (1) Riset Kompetitif (Rikom) yang merupakan pengembangan dari perekom. Skema ini merupakan satu-satunya skema yang bisa diakses dosen yang statusnya masih tenaga pengajar. (2) Riset Kompetensi, yang terdiri dari dua, Riset Kompetensi Doktor (RKD) diperuntukkan bagi dosen yang telah lulus dari program doktoral, serta Riset Kompetensi Profesor (RKP) yang bisa diakses oleh pada Guru Besar. (3) Riset Pasca Sarjana, riset ini diturunkan dari skema riset yang ada di DRTPM, terdiri dari: Riset Tesis Magister (RTM) untuk membantu penyelesaian tesis mahasiswa program magister, pembimbing mahasiswa S-2 dapat mengakses skema ini dan Riset Disertasi doktor (RDD) yang bisa diakses oleh promotor mahasiswa S-3,” jelas Sri Sunarjono.

Lebih lanjut Sri Sunarjono menyampaikan “ Tiga skema lainnya adalah: (4). Riset Unggulan Prodi (RUProdi), skema ini merupakan pengembangan dari PUPS. Diperuntukkan bagi riset yang mendukung road map prodi. (5). RISPRO UMS, skema ini merupakan merger dari 3 skema lama, yaitu Pesatu, Pemitra, dan Pinpru, skema ini diperuntukkan untuk mewadahi riset-riset yang sudah siap untuk hilirisasi dan bisa menjadi embrio pengajuan RISPRO LPDP. (6) Skim Riset Kerja Sama Internasional (RKI) yang diharapkan dapat menambah join riset dengan luar negeri. ”Kegiatan launching skema riset yang diadakan LRI UMS dihadiri perwakilan dari seluruh fakultas dan Pusat Studi yang ada di UMS.

“Diharapkan dengan munculnya skema-skema riset ini dapat mendorong dosen-dosen untuk melakukan riset, sehingga budaya riset dapat tumbuh lebih subur di UMS. Skema riset yang diluncurkan memiliki jangka waktu 1 sampai 3 tahun dengan dana 15 hingga 100 juta rupiah” Jelas Dr. Ambarwati, MSi selaku Kepala Bidang Riset LRI.
Lebih lanjut Ambarwati menyampaikan “LRI mengucapkan terima kasih kepada periset UMS yang telah berkontribusi dalam penyusunan pedoman riset ini.”

Kepala Bidang Inovasi LRI UMS Prof. Kun Harismah, PhD. Di bidang inovasi telah dilakukan beberapa kegiatan di antaranya: pembuatan E-katalog produk unggulan, pengurusan kekayaan Intelektual dosen-dosen UMS, Pemetaan kompetensi dosen, mengundang ABGC (Academy, Business, Government and Community) dan pembentukan serta pengangkatan konsultan dalam inkubator bisnis. []Diktilitbang/UMS

Satu Dosen Satu Proposal: Perbaikan Tradisi Riset UM Surabaya

Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) buat kegiatan untuk perbaiki tradisi riset dosen pada Sabtu (13/8) dan Ahad (14/8). Camp tersebut adalah “Camp Riset Dosen Pascasarjana” dengan tagline “Satu Dosen Satu Proposal”. Kegiatan tersebut terselenggara Vila Argo Mulia Prigen Pasuruan Jawa Timur. Kira-kira sebanyak 20 dosen dari tiga prodi mengikuti kegiatan tersebut, yakni S-2 Pendidikan Islam; S-2 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI); dan S-2 Hukum Ekonomi Syariah (HES).

Kegiatan tersebut dimulai dengan pembukaan. Sekretaris Direktur Program Pascasarjana UM Surabaya, Dr Sholikul Huda MPhil memberikan sambutan. Kemudian, ia mengatakan, program ini berlatar belakang kesadaran dan kondisi objektif mengenai lemahnya tradisi riset di kalangan dosen Pascasarjana. “Harapannya, kegiatan ini bisa membangun kesadaran dan tradisi riset tersebut agar jadi semakin baik,” ujarnya.

Oleh karena itu, target dari kegiatan ini adalah berbasis output yaitu “Satu Dosen Satu Proposal”. Maksudnya dalam kegiatan ini semua dosen peserta wajib menghasilkan satu rancangan proposal hibah di akhir kegiatan. Jadi peserta ada 17 dosen maka akan ada 17 proposal Riset. “Dari 17 proposal tersebut akan kita bagikan untuk daftarkan pada program pendanaan riset Hibah Riset Kemenag RI dan Hibah Riset Muhammadiyah Tahun 2022. Semoga terwujud, amin,” ujarnya.

Kemudian, kegiatan berlanjut dengan materi terkait motivasi “Harapan Ikhtiar Tawakal Sukses Riset”. Materi tersebut merupakan materi Dr Sulthon Amin MM, Ketua BPH UM Surabaya dan Pengusaha Muslim Nasional. Dalam pemaparannya, Dr Sulthon menyampaikan untuk sukses mendapatkan pendanaan riset dari lembaga donor. Artinya, diperlukan semangat fastabiqul khoirot dan aksi nyata dengan berani mencoba terus-menerus.

[]UMSurabaya/Diktilitba

UMKLA Gandeng UiTM Malaysia Tingkatkan Kualitas Pembelajaran

UMKLA Gandeng UiTM Malaysia Tingkatkan Kualitas Pembelajaran

Program Studi D-III Farmasi Universitas Muhammadiyah Klaten (UMKLA) sepakat menjalin kerja sama dalam bentuk penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia. Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Truntum, Padang, Sumatera Barat pada 16 Juli lalu difasilitasi Asosiasi Pendidikan Diploma Farmasi Indonesia (APDFI). Dari kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan lulusan dari Program Studi DIII Farmasi UMKLA.

Ketua Program Studi DIII Farmasi, Apt.  Nurul Hudayati, S. Farm., M. Farm., mengatakan, kerja sama ini bertujuan untuk memperluas jejaring Program Studi DIII Farmasi pada khususnya dan UMKLA pada umumnya. Selain itu juga bertujuan mendukung program pemerintah yaitu Merdeka Belajar, Kampus Merdeka dimana diantara programnya adalah pertukaran mahasiswa dan studi lanjut ke jenjang yang lebih tinggi.

“Dalam naskah tersebut, kegiatan yang bisa dilakukan adalah pertukaran mahasiswa, pertukaran dosen, join research antara kampus kami dengan UiTM Malaysia. Dengan adanya penandatanganan ini, menambah jejaring kami dalam hal Kerjasama Internasional,” ujar Nurul Hidayati.

Tidak hanya dengan UiTM Malaysia, Program Studi DIII Farmasi Universitas Muhammadiyah Klaten (UMKLA) juga menjalin kerja sama dengan Taipei Medical University (TMU) Taiwan. Sejalan dengan UiTM Malaysia, tujuan dari kerja sama ini adalah memberikan suasana belajar yang baru serta memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk berkuliah di kampus beda Negara.

Nurul menambahkan, kolaborasi tersebut memiliki kesan yang mendalam, antara UiTM Malaysia dengan Universitas Muhammadiyah Klaten (UMKLA) memiliki program studi yang sama yaitu Farmasi. Selain itu, memiliki visi dan misi yang komitmen menghasilkan lulusan yang andal dan bermartabat serta mempunyai kualitas yang tinggi.

Dekan Fakulti Farmasi Profesor Madya Dr. Shariza dalam sambutannya mewakili Wakil Rektor UiTM mengatakan, munculnya program Farmasi global dan komprehensif oleh UiTM dan APDFI dapat membantu dalam pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas. Baik bagi mahasiswa dan stafnya sekaligus memenuhi pasar kerja yang seimbang.

“Kami ucapkan banyak terima kasih kepada pihak APDFI yang memfasilitasi terjalinnya kerja sama ini dengan 60an lebih dari 130 institusi yang bernaung dibawahnya. Harapannya dengan diawali kegiatan penandatanganan ini kedepan akan menjadi lompatan yang tinggi dan mengubah citra Apotek Indonesia Malaysia yang lebih berdaya saing,” jelasnya. []Diktilitbang/UMKLA