Ilmuwan UMY dan UAD Top 2% Ilmuwan Paling Berpengaruh Dunia

Ilmuwan UMY dan UAD Top 2% Ilmuwan Paling Berpengaruh Dunia

Ilmuwan dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menjadi bagian dari total 58 ilmuwan Indonesia yang masuk ke dalam Top 2% World Ranking Scientist pada Rabu (20/10) lalu. Dilansir oleh Tempo, pemeringkatan Top 2% World Ranking Scientist merupakan nama-nama ilmuwan yang termasuk ke dalam daftar 2% ilmuwan paling berpengaruh di dunia. Data ini merupakan publikasi Stanford University dan Elsevier BV secara tahunan. Prof John Ionnidis, Jeroen Baas, dan Kevin Boyack merupakan peneliti yang melakukan pemeringkatan ini. Publikasi ilmiah tersebut berjudul Data for Updated Science-Wide Author Databases of Standardized Citation Indicators.

Secara keseluruhan, nama-nama ilmuwan di dunia yang termasuk ke dalam daftar yakni sebanyak 159.648 orang. Kesemua namanya terpilih dengan faktor jumlah nama yang paling banyak menjadi kutipan dalam jurnal-jurnal ilmiah di dunia. Oleh karena itu, masuknya mereka ke dalam daftar tersebut menjadikan mereka ilmuwan yang paling berpengaruh di dunia.

Pada tahun 2020 lalu, ilmuwan-ilmuwan Indonesia yang termasuk dalam Top 2% World Ranking Scientist sejumlah 40 orang. Oleh karena itu, bertambahnya angka menajdi sebanyak 58 orang merupakan sebuah kenaikan. Apalagi, di antara 58 orang tersebut, dua orang di antaranya merupakan ilmuwan dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah/’Aisyiyah (PTMA).

Pertama, Agus Setyo Muntohar yang merupakan dosen Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Kedua, Tole Sutikno yang merupakan seorang dosen Teknik Elektro Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Hal ini merupakan prestasi yang membanggakan bagi PTMA, terutama kedua ilmuwan UMY dan UAD tersebut.

Berikut ini adalah nama-nama keseluruh 58 orang ilmuwan Indonesia yang termasuk ke dalam Top 2% World Ranking Scientist. 

Ilmuwan UMY dan UAD Top 2% Ilmuwan Paling Berpengaruh Dunia
Ilmuwan UMY (27) dan UAD (45) masuk dalam Top 2% World Ranking Scientist.
Guru Besar Bidang Ilmu Teknik Mesin UMS Bertambah

Guru Besar Bidang Ilmu Teknik Mesin UMS Bertambah

Universitas Muhammadiyah Surakarta menambah jumlah Guru Besar di bidang Ilmu Teknik Mesin (dan Permesinan Lain) pada Senin (25/10) lalu. Momen ini ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 65067/MPK.A/KP.05.01/2021 tentang Kenaikan Jabatan Fungsional Akademik Dosen kepada Marwan Effendy ST MT PhD. Marwan Effendy ST MT PhD kini menjadi Guru Besar atau Profesor di bidang Ilmu Teknik Mesin (dan Permesinan Lain). Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI, Prof Dr Ir Muhammad Zainuri, DEA merupakan pihak perwakilan yang menyerahkan SK tersebut.

Sejumlah pejabat UMS dan sivitas akademika UMS turut hadir. Rektor UMS, Prof Dr Sofyan Anif MSi memberikan sambutan. Ia menyampaikan bahwa UMS memiliki komitmen tinggi untuk memberikan mutu pendidikan yang sesuai dengan visi UMS. “Pada tahun 2029, harapannya UMS menjadi Pusat Pendidikan dan Pengembangan IPTEKS yang Islami dan memberikan arah perubahan,” ujarnya. Tidak hanya Marwan Effendy saja, melainkan akan ada Guru Besar lainnya. Rencananya, UMS akan mengumumkan nama-nama tersebut pada 10 November mendatang.

Marwan Effendy sendiri telah memiliki sebanyak 27 karya ilmiah yang terdokumentasi pada Scopus. Selanjutnya, 5 di antara 27 karya ilmiah tersebut memiliki kategori jurnal dengan faktor dampak (high-impact factor), yakni Applied Thermal Engineering (IF 5,29); International Journal of Heat and Fluid Flow (IF 2,79); Sustainability (IF 2,58); Case Studies in Thermal Engineering (IF 4,72); dan Journal of Materials Research and Technology (5,04).

Dilansir dalam situs resmi UMS, Marwan Effendy merupakan seorang doktor lulusan universitas di London dan telah aktif bergiat di penelitian, pengabdian, dan asosiasi ilmiah lainnya. Ia juga mendapatkan pengakuan sebagai reviewer dari penerbit terkemuka Elsevier pada 2018 lalu.

Sementara Kepala LLDIKTI Wilayah VI Prof. Dr. Ir. Muhammad Zainuri, DEA, berharap bahwa segala yang Rektor UMS jalankan dalam masa pandemi ini dapat mengantar kembali ke sistem perkuliahan yang ideal.

Tampilan situs Aikkochildcare

Aplikasi Aikkochildcare UM Surabaya Fokus Penanganan Stunting

Universitas Muhammadiyah Surabaya meluncurkan aplikasi Aikkochildcare dalam kegiatan Pojok Sehat Antrometri di Surabaya, Ahad (17/10) lalu. Aplikasi ini bertujuan untuk menangani stunting di Kota Surabaya.

Kepala Departemen Ilmu Anak Universitas Muhammadiyah Surabaya, dr Gina Noor Djalilah SpAMM mengatakan bahwa ilmu kesehatan harus terus berkembang dan mengikuti zaman. Oleh karena itu, dilansir dari situs resmi UM Surabaya, pihaknya membuat aplikasi digital untuk menangani stunting. Gina juga sekaligus menjadi Ketua Koordinator Percepatan Stunting. “Ada banyak informasi yang tersedia di dalam aplikasi itu. Aplikasi Aikko Childcare ini juga bertujuan untuk memudahkan pengguna untuk mengantisipasi apabila terdapat kondisi perkembangan anak yang tidak sesuai. Terutama, terkait gizinya,” ujarnya.

Para orang tua dapat memanfaatkan aplikasi ini sebagai pengganti datang ke rumah sakit atau kegiatan pemeriksaan kesehatan, terutama di masa pandemi. Gina juga menyampaikan bahwa bagi orang tua memutuskan untuk tidak memeriksakan anaknya dengan alasan khawatir dan takut, juga bisa memanfaatkan aplikasi ini. Sebab, pada intinya adalah target aplikasi ini adalah ibu hamil dan orang tua yang memantau perkembangan anaknya.

Pada saat yang bersamaan dengan kegiatan Pojok Sehat Antrometri, UM Surabaya juga menyelenggarakan Pengobatan Terbatas Anak Sakit (Poseant Seri 1). Kegiatan ini terselenggara di Puskesmas Kenjeran yang bertempat di Gedung Serbaguna Bulak. Kegiatan itu bertujuan untuk membantu orang tua memonitor perkembangan anak mereka yang berada dalam rentang usia 0 hingga 5 tahun.

Aplikasi Aikkochildcare ini dapat diakses secara online melalui situs web Aikkochildcare.com. Dalam keterangannya yang tertera pada situs tersebut, Aikko Childcare dalah sebuah aplikasi yang bertujuan untuk menekan angka stunting kepada kelompok sasaran berisiko tinggi. Di antaranya, ibu hamil, ibu menyusui dan ibu dengan balita. Aikko Childcare akan membantu semua ibu dengan memberikan informasi terkait pertumbuhan dan perkembangan anak setelah pengisian form yang tersedia pada aplikasi ini. Aplikasi ini dikembangkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya.

 Tampilan situs Aikkochildcare
Tampilan situs Aikkochildcare.
Seminar Nasional Kewirausahaan UMSU Serukan Resiliensi

Seminar Nasional Kewirausahaan UMSU Serukan Resiliensi

Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menyelenggarakan Seminar Nasional Kewirausahaan (SNK) yang kedua dengan tema “Resiliensi Usaha Kecil Menengah di Era Pandemi Covid-19” pada Sabtu (23/10) lalu. Pusat Kewirausahaan, Inovasi, dan Inubator Bisnis (PUSKIIBI) UMSU menjadi penyelenggara semiar daring tersebut, dengan pusatnya di studio mini Pascasarjana UMSU, Jalan Denai, Kota Medan.

Tujuan dari seminar ini adalah untuk memublikasikan hasil penelitian dan pengabdian masyarakat, baik dari kalangan dosen, mahasiswa, hingga praktisi. Wakil Rektor III, Assoc Prof Rudianto MSi; Ketua PUSKIIBI UMSU, Assoc Prof Hj Dewi Andriany, dan jajarannya hadir. Kemudian, para narasumber, yakni M Setiawan Kusmulyono MM dan Mohammad Arkham Chaidar Jantra, dan sebanyak 175 peserta mengisi ruang virtual Zoom Meeting dalam pelaksanaan seminar ini.

Rudanto mengatakan dalam sambutannya dilansir situs resmi UMSU. “Kampus ini mempunyai ruang untuk menjadi inkubator yang nyata dan menghasilkan entrepreneur dan pengusaha yang tangguh,” ujarnya. Mahasiswa UMSU memang terbukti tetap terlibat dalam kegiatan kewirausahaan sekalipun di tengah pandemi. Contohnya melalui Program Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (PKMI), Kredensial Mikro Mahasiswa Indonesia (KMMI), Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM), dan kurikulum-kurikulum entrepreneurship.

M Setiawan Kusmulyono mengatakan bahwa UKM harus memiliki resiliensi atau kemampuan dalam menghadapi ancaman eksternal. Salah satu langkahnya adalah business continuity planning (BCP), yaitu perencanaan untuk memastikan bahwa perusahaan tetap dapat berjalan sekalipun di saat kritis. Selanjutnya, Assoc Prof Hj Dewi Andriany menyampaikan harapan yang dapat muncul pascaseminar. “Semoga para peserta dapat memperoleh ilmu pengetahuan dan cara berkontribusi dalam pengembangan kewirausahaan Indonesia,” ujarnya.

UM Sumatera Barat dan PDHI Sepakati MoU Bangun Fakultas Kedokteran Hewan

UM Sumatera Barat dan PDHI Sepakati MoU Bangun Fakultas Kedokteran Hewan

Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat menandatangani nota kesepakatan dengan berbagai instansi. Salah satunya adalah Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) pada Kamis (21/10) lalu. Penandatanganan nota kesepakatan ini menghadrkan Ketua dan Sekretaris PDHI Sumatera Barat, Wakil Rektor III UM Sumatera Barat, dan Perwakilan Dinas Peternakan Kota Bukittinggi. Hadir pula Perwakilan Dinas Peternakan Kota Payokumbuah, Dekan dan Wakil Dekan, karyawan, dan mahasiswa.

Pihak universitas yang menandatangani nota kesepakatan adalah Rektor UM Sumatera Barat, Dr Riki Saputra MA. Sementara itu, pihak dari PDHI yang menandatanganinya adalah Ketua Umum Pengurus Besar PDHI, Dr drh Muhammad Munawaaroh MM. Kerja sama antara pihak universitas dengan PDHI adalah kesepakatan untuk mendirikan Fakultas Kedokteran Hewan di Kampus IV UM Sumatera Barat yang berada di Kota Payukumbuah.

Dalam sambutannya, Dr Riki Saputra mengucapkan terima kasih kepada PDHI atas dorongan, dukungan, semangat, dan motivasi dalam pendirian Fakultas Kedokteran Hewan. “Semoga apa yang kita usahakan dapat berjalan dengan baik, dan senantiasa mendapatkan kemudahan dari Allah Swt,” ucapnya.

Selanjutnya, Dr drh Muhammad Munawaroh dalam sambutannya mengapresiasi ide UM Sumatera Barat dalam pendirian Fakultas Kedokteran Hewan ini. Selain itu, ia mengatakan bahwa Indonesia membutuhkan sedikitnya 70.000 dokter hewan, padahal saat ini baru ada kurang-lebih 15.000 orang. Sementara itu, di Indonesia, baru ada sebelas universitas saja yang memiliki Fakultas Kedokteran Hewan. Sementara itu, baru sebanyak enam universitas yang bisa mencetak dokter hewan.

“Artinya, kampus ini telah memandang jauh ke masa depan dan memperhitungkan apa-apa yang akan terjadi nantinya,” sahutnya. Kemudian, dilansir dalam situs resmi UM Sumatera Barat, ia melanjutkan bahwa dokter hewan memiliki peranan penting dalam kehidupan manusia. Ke depannya, PDHI sendiri akan terus memberikan dukungan kepada universitas yang akan mendirikan Fakultas Kedokteran.

Setelah penandatanganan nota kesepahaman, acara berlanjut dengan kuliah umum dari Dr drh Muhammad Munawaroh MM. Tema acara ini adalah Peranan Profesi Dokter Hewan dalam Mendukung Swasembada Pangan Asal Hewan di Indonesia.

Aliansi Mahasiswa UMSi Salurkan Bantuan pada Korban Bencana Luwu

Aliansi Mahasiswa UMSi Salurkan Bantuan pada Korban Bencana Luwu

Aliansi Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sinjai menyalurkan bantuan pada korban bencana di Luwu. Pihak-pihak lainnya yang menyalurkan bantuan antara lain adalah Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB) dan Search & Rescue (SAR) UMSi, dan Lembaga Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) UMSi. Penyaluran bantuan ini terlaksana pada Selasa (12/10) lalu. Ketua LPB dan SAR UMSi, Muhlis Hajar Adiputra SSos MSi.

Pada awal Oktober lalu, curah hujan yang tinggi mengakibatkan adanya bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Dilansir dalam iNews SulSel, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu mengatakan bahwa puluhan KK mengungsi. Totalnya BPBD Sulsel mencatat satu rumah tertimbun longsor, 100 kepala keluarga terisolasi di Desa Ilan Batu. Sementara di Desa Ilan Batu Uru terdapat 40 KK terisolasi, dan Desa Lempe 25 KK terisolasi. BPBD Sulsel mencatat satu rumah tertimbun longsor, 100 KK terisoluasi di Desa Ilan Batu, 40 KK terisolasi di Desa Ilan Batu Uru, dan 25 KK terisolasi di Desa Lempe.

Penyerahan bantuan tersebut menghadirkan BPH UMSi, Wakil Rektor I, Wakil Rektor III, dan sivitas akademika UMSi. Halaman kampus UMSi menjadi lokasi penyerahan bantuan tersebut. Dalam Aliansi Mahasiswa UMSi, pihak-pihak yang tergabung di antaranya adalah BEM UMsi, HIMILP, HUMANISTIK, HIMAGROTEK, KSR PMI UNIT 102 UMSi, dan Mahasiswa Rekayasa Perancangan Mekanik. Setelah mengumpulkan dana selama kurang lebih tiga hari, sebanyak Rp5.600.000,00 terkumpul.

Muhlis Hajar Adiputra menyampaikan bahwa mudah-mudahan bantuan yang tersalurkan dapat bermanfaat pada korban bencana, sesedikit apa pun itu. “Setelah nantinya tiba di lokasi, kami akan mencoba memberikan bantuan berupa upaya pemulihan. Setelah itu, bantuan akan kami setorkan kepada Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC),” tutupnya dalam situs resmi UMSi.

Mahasiswa UMRI Sulap Kulit Nanas Menjadi Paper Soap Antiseptik

Mahasiswa UMRI Sulap Kulit Nanas Menjadi Paper Soap Antiseptik

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) memanfaatkan limbah kulit nanas menjadi paper soap antiseptik untuk mencegah penularan Covid-19. Mahasiswa UMRI tersebut adalah Indah Sukma Adina, Citra Novita, dan Akmal Arshad Shidiq yang ketiganya merupakan mahasiswa Prodi Teknik Industri Fakultas Teknik. Dosen pendamping mereka adalah Denny Astrie Anggraini MT. Inovasi ini dapat berkembang melalui Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K).

Ketika melalui proses wawancara oleh situs resmi UMRI, Denny Astrie menjelaskan mengenai produk ini. Produk ini berupa lembaran kertas yang berguna sebagai sabun pencuci tangan. Produk ini tergolong ergonomis karena praktis dan mudah menjadi barang bawaan ke mana-mana. “Dari potensi nanas berlimpah untuk produk olahan makanan di daerah Kualu. Sebab, sayang sekali apabila kulit nanas hanya menjadi limbah yang tidak bermanfaat,” ujarnya pada Kamis (14/10) lalu.

Latar belakang dari inovasi ini, salah satunya, adalah hasil survei yang mengatakan bahwa 8 dari 10 orang lebih memilih menggunakan hand sanitizer daripada sabun cair aintiseptik. Padahal, telah muncul referensi bahwa mencuci tangan dengan sabun lebih baik dibandingkan hand sanitizer. Oleh karena itulah produk ini hadir. Sebab, kulit nanas memiliki enzim bromelin yang berfungsi sebagai antiseptik. “Di sisi lain, sabun cair cukup tidak efisien seperti lebih mudah tumpah dan sulit menjadi barang bahwaan. Sementara itu, inovasi ini berupa lembaran kertas yang ringan,” terangnya.

Produk ini memiliki nama Paper Soap Kulna. Harapannya produk ini dapat membantu masyarakat untuk hidup bersih di masa pandemi. Produk ini juga menjadi salah satu PKM-K mahasiswa UMRI yang lolos ke PIMNAS ke-34 di Medan, Sumatera Utara.

79 Mahasiswa Unimuda Sorong Dikukuhkan sebagai Sarjana Pendidikan

79 Mahasiswa Unimuda Sorong Dikukuhkan sebagai Sarjana Pendidikan

Universitas Muhammadiyah Pendidikan (Unimuda) Sorong menyelenggarakan Yudisium Gelombang Pertama pada Rabu (14/10) lalu. Sebanyak 79 mahasiswa dari berbagai prodi di bawah naungan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan menjalani pengukuhan sebagai Sarjana Pendidikan. Kegiatan ini terselenggara di Meeting Room, Gedung Mas Mansyur. Rektor Unimuda Sorong, Dr Rustamadji MSi, turut hadir dalam penyelenggaraan Yudisium Gelombang Pertama tersebut. Kegiatan ini terlaksana dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Mula-mula, Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Nursalim MPd, membuka kegiatan.

Dr Rustamadji MSi menyampaikan sambutan dengan ucapan syukur dan apresiasi terhadap berbagai pihak yang berkontribusi dalam pengukuhan para mahasiswanya. “Saya yakin bahwa Saudara adalah lulusan yang terbaik dan mampu mengimplementasikan ilmu yang ada ke dalam dunia kerja,” ujarnya.

Selanjutnya, Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Nursalim MPd, juga menyampaikan sambutan. Ia berharap agar 79 mahasiswa yang telah resmi menyandang gelar sebagai sarjana pendidikan dapat menjadi orang yang kreatif dan inovatif. “Harapannya, tidak hanya bersaing di dunia kerja saja, tetapi juga dapat menjadi penyedia lapangan pekerjaan,” ujarnya.

Selama ini, berdasarkan tuturan Nursalim dalam situs resmi Unimuda Sorong, hampir semua lulusannya tidak ada yang menganggur setelah lulus. Bahkan, sebelum lulus pun kebanyakan di antara mereka telah terserap atau masuk oleh dunia kerja. “Tidak hanya terpatok menjadi seorang pendidik saja, namun lulusan dari fakultas ini bisa bekerja di perusahaan atau industri lainnya,” tegas Nursalim.

Pembekalan Lulusan bagi Calon Wisudawan UMPO

Pembekalan Lulusan bagi Calon Wisudawan UMPO

Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO) menyelenggarakan Pembekalan Lulusan kepada para calon wisudawan pada Jumat (15/10) lalu. Kegiatan ini terselenggara dengan tujuan untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan kerja agar sesuai dengan bidang, peminatan, dan keahlian masing-masing. Metode pelaksanaannya adalah daring dengan bekerja sama kepada perusahaan-perusahaan konsultasi ternama. Perusahaan tersebut bergelut di bidang pengembangan pembelajaran dan manajemen, di antaranya PT Magenta Permata Jaya dan PT Sobat Kerja Indonesia.

Dalam kegiatan ini, pihak-pihak yang hadir adalah Direktur Utama, Indriya Trisnika; Head of Human Resource and General Affair, Heidi Warsito; dan Generalist and Become Recruitment and Assesment Specialist, R. Resya Sujana. Kemudian, ketiganya memberikan materi tentang persiapan-persiapan dalam memasuki dunia kerja. Mulai dari persiapan mental, skill, dan teknologi-teknologi yang harus dikuasai. Harapannya, melalui kegiatan ini para lulusan UMPO dapat menjadi seseorang yang kreatif, inovatif, dan imajinatif dalam berkarier.

Selanjutnya, pada sesi tanya-jawab, para peserta banyak menunjukkan antusiasmenya dengan pertanyaan-pertanyaan yang mereka ajukan. Kemudian, di akhir acara Pembekalan Lulusan ini, dilansir oleh situs resmi UMPO, PT Magenta Permata Jaya dan PT Sobat Kerja Indonesia memberikan doorprize dan pendampingan bagi lulusan UMPO nantinya.

Nantinya, para calon wisudawan UMPO akan mengikuti pengarahan wisuda, sebab wisuda akan terlaksana secara daring dan luring (hybrid). Wisuda ini nantinya akan menjadi wisuda ke-51 UMPO. Rencananya, wisuda akan terselenggara pada 26 Oktober s.d. 27 Oktober 2021.

Penghargaan LLDIKTI 9 Awards 2021 Diraih Unismuh Makassar

Penghargaan LLDIKTI 9 Awards 2021 Diraih Unismuh Makassar

Universitas Muhammadiyah Makassar meraih penghargaan LLDIKTI 9 Awards 2021 pada Kamis (15/10) lalu. Penyerahan sertifikasi penghargaan tersebut terselenggarakan di Hotel Claro Makassar pada acara Malam Apresiasi Kinerja Perguruan Tinggi Swasta LLDIKTI Wilayah IX Sultan Batara 2021. Unismuh Makassar meraih sebanyak empat pengahragaan, di antaranya sebagai berikut.

  1. Perguruan Tinggi Akademik Penerima Dana Penelitian Terbesar Hibah Kompetisi Nasional SIBLIBTABMAS Klaster Utama.
  2. Perguruan Tinggi dengan Perolehan Profesor Terbanyak Periode Tahun 2019-2021.
  3. Nominasi Perguruan Tinggi Akademik dengan Alumni Pekerja Migran Terbanyak.
  4. Nominasi Perguruan Tinggi Akademik dengan Implementasi Kerja sama Terbaik.

Kepala LLDIKTI IX, Prof Dr Jasruddin MSi, menjadi pihak yang menyerahkan sertifikat-sertifikat untuk Unismuh Makassar. Sementara itu, pihak yang menerima sertifikat Implementasi Kerja sama Terbaik dan Perguruan Tinggi Akademik Penerima Dana Penelitian Terbesar Hibah Kompetensi Nasional SIBLIBTAMNAS Klaster Utama adalah Wakil Rektor I Unismuh Makassar, Dr Ir H Rakhim Nanda ST MT IPM. Kemudian, penerima sertifikat Alumni Pekerja Migran Terbanyak adalah Wakil Rektor III Unismuh Makassar, Dr Muhammad Tahir MSi. Terakhir, penerima sertifikat Perolehan Profesor Terbanyak ialah profesor dari Dosen FKIP Unismuh Makassar, Prof Dr Eliza Meiyani MSi.

Total penghargaan dalam LLDIKTI 9 Awards adalah 34 penghargaan. Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Ketua APTISI Pusat, Dr Ir H M Budi Djatmiko MSi MEI. Selain itu, ada pula pimpinan-pimpinan perguruan tinggi yang menyebar dari Sulsel, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara. Dirjen Dikti Kemendikbudristek, Prof Dr Ir Nizam MSc PhD ASEAN Eng, hadir memberikan sambutan.