Mahasiswa UM Palopo Ikuti Formasita Goes to Senayan Season 3

Mahasiswa UM Palopo Ikuti Formasita Goes to Senayan Season 3

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palopo (UM Palopo) mengikuti acara seremonial Pelepasan Peserta Formasita Goes to Senayan Season 3 (FGTS 3) pada Senin (10/12) lalu. Kegiatan ini terlaksana di Auditorium Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin. Pemprov Sulawesi Selatan, Wakil Rektor III Unhas, Wakil Rektor III UNM Makassar, dan Wakil Rektor II UM Palopo hadir. Selain itu, pimpinan dari perguruan tinggi lainnya turut hadir.

Formasita (Forum Mahasiswa Beasiswa Aspirasi Tamsil Linrung) kali ini tidak hanya mengunjungi Jakarta saja. Melainkan juga akan melakukan “ekspedisi budaya” dengan mengunjungi kota-kota lain. Di antaranya adalah Bogor, Yogyakarta, dan Surabaya. Tema pada Formasita Season 3 kali ini adalah “Gapura Anak Bangsa”. Wakil Ketua II Bidang SDM Formasita, Muhammad Edwin Ilwas, menjelaskan hal tersebut dalam Terkini.id. “FGTS 3 ini menjadi program kerja terbesar di Klaster 3 Bidang Organisasi, Pendidikan, dan Pelatihan Formasita,” ujarnya.

Ratna, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris UM Palopo akan mengikuti FGTS 3 selama 24 hari. Dekan FKIP UM Palopo, Dr Imam Pribadi MPdI sangat mengapresiasi prestasi mahasiswi tersebut dan telah menyiapkan penghargaan kepada Ratna. “Program ini adalah merupakan wadah yang representatif bagi anak muda khususnya di Sulawesi Selatan untuk mengambil peran-peran strategis dalam dinamika kebangsaan. Kita berikan penghargaan kepada mahasiswa yang senantiasa memberikan sumbangsih positif dan mengharumkan nama baik kampus UM Palopo,” ucapnya dalam situs resmi UM Palopo.

UMKO Jalin Kerja Sama dengan PWI Lampura Tunjang Bidang Jurnalistik

UMKO Jalin Kerja Sama dengan PWI Lampura Tunjang Bidang Jurnalistik

Universitas Muhammadiyah Kotabumi (UMKO) melakukan kerja sama dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung Utara pada Rabu (12/1). Kerja sama tersebut terwujud dalam kunjungan UMKO ke kantor PWI Lampung Utara. Kepala Prodi Ilkom UMKO, Lovia Evanne SKM MIKom hadir dalam kunjungan bersama dengan Kepala Prodi Hukum, M Ruhly Kesuma Dinata SH MH. Selain itu, hadir pula bagian UPM, Ibrahim Fikma Edrsisy SH MH. Tujuan dari kerja sama tersebut adalah untuk menunjang bidang jurnalistik di kejuruan UMKO.

Lovia Evanne mengatakan bahwa kehadiran Prodi Ilmu Komunikasi ini bertujuan untuk pemenuhan kebutuhan informasi dan komunikasi di era digital. Oleh karena itu, Prodi Ilkom perlu bersinergi untuk memperluas jaringan, salah satunya dengan PWI Lampura. “Informasi di era digital tersebut berkembang pesat. Oleh karenanya, ke depan kita akan membuat nota kesepakatan antara Prodi Ilkom UMKO dengan PWI Lampura dibidang jurnalistik,” ujarnya.

Kemudian, Ketua PWI Lampura, Rozi Ardiansyah menyambut baik tujuan dari Prodi Ilkom UMKO ini. Menurutnya, hal tersebut sesuai dengan program kerja PWI. “Salah satu program kerja PWI adalah bidang pendidikan. Oleh karenanya, sinergitas ini akan kita jalin,” tegas Rozi. PWI Lampura dapat melibatkan mahasiswa Prodi Ilkom dalam kegiatan-kegiatan jurnalistik.

Ia juga mengatakan bahwa perkembangan teknologi menjadikan semua orang mudah membuat artikel dan membagikanya. “Hal ini membuat posisi jurnalis dan masyarakat setara. Tapi, dengan kode etik jurnalis, maka jurnalis profesional bisa menunjukkan diri mereka berbeda,” pungkasnya dalam Lensa Hukum News.

Nini Aryani Resmi Pimpin STKIP 'Aisyiyah Riau

Nini Aryani Resmi Pimpin STKIP ‘Aisyiyah Riau

Berdirinya STKIP ‘Aisyiyah Riau harus mampu diterjemahkan dalam agenda perluasan dakwah Persyarikatan untuk umat, bangsa, dan kemanusiaan semesta. Kampus ini harus turut menjadikan nilai Muhammadiyah sebagai peraturan, perundang-undangan, dan ideologi yang dijadikan tumpuan juga pijakan. Demikian papar Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Siti Noordjannah Djohantini saat menghadiri secara daring pelantikan Nini Aryani sebagai Ketua STKIP ‘Aisyiyah Riau, Selasa (11/01).

Noordjannah berpesan agar perkembangan STKIP ke depannya dapat dilakukan dengan tradisi Persyarikatan Muhammadiyah dan bukan melalui jalan pintas atau meremehkan mutu yang sudah ada. “Kalau ini ada, maka kehidupan kampus akan mati. Menerabas dalam hal apa saja dan agama tidak boleh menerabas, pragmatis, cepat selesai dengan cara-cara yang tidak benar. Maka nilai-nilai kebenaran dan keutamaan itu akan sangat penting dan harus jadi landasan kita,” pesannya.

Jajaran BPH juga diminta untuk bersama-sama merawat kemajuan lembaga pendidikan dengan integritas dan kepemimpinan transformasional. Dosen juga perlu dibentuk dengan integritas tinggi dan memiliki karya ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan. “Karena ketika kita melanggar etika dan pragmatis, maka akan menjadi perbincangan banyak orang. Sekali perguruan ini menjadi perbincangan yang negatif, maka cara untuk mengembalikan pada hal yang positif tidaklah mudah. Karena itu jangan sekali-kali mempermudah untuk diperbincangkan pada hal-hal yang tidak baik,” pesannya melalui keterangan tertulis.

Sementara itu Ketua STKIP ‘Aisyiyah Riau, Nini Aryani bertekad untuk membawa lembaga yang dipimpinnya lebih maju dan berprestasi. “Menguatkan komitmen dan jalinan kebersamaan antara sivitas akademika untuk menjadikan kampus yang maju, terpercaya, berdaya saing dan Insyaallah dapat mengemban nilai-nilai ‘Aisyiyah dalam memajukan anak bangsa,” tuturnya.

Ketua BPH STKIP ‘Aisyiyah, Irwan Effendi turut menyampaikan apresiasi atas pelantikan Nini Aryani. Menurut Irwan, STKIP ‘Aisyiyah Riau kini mengalami kenaikan siswa baru sebanyak 400 persen dibandingkan dengan tahun lalu. Menyambung Irwan, Ketua LLDIKTI Wilayah X, Herri menilai kenaikan itu menjadi modal penting bagi pengembangan SKTIP ‘Aisyiyah Riau. [] muhammadiyah.id/Diktilitbang

Majelis Diktilitbang Akui Perkembangan UM Sumatera Barat Relatif Cepat

Majelis Diktilitbang Akui Perkembangan UM Sumatera Barat Relatif Cepat

Sebagai sebuah PTM yang baru beberapa tahun distimulus untuk bangkit, perkembangan UM Sumatera Ba relatif baik dan layak diapresiasi. Dari sisi SDM, dengan 43 doktor dari 198 dosennya, sudah menempatkan rasio doktor per dosen di atas rata-rata nasional. Jumlah mahasiswa yang sudah lebih 5000-an orang, juga menempatkannya sebagai PTMA level menengah di antara 166 PTMA di Indonesia. Demikian disampaikan Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PPM yang juga Koordinator Pendampingan Sumatera I Prof Edy Suandi Hamid menanggapi laporan Dr Riki Saputra, Rektor UM Sumatera Barat, pada acara pendampingan yang dilakukan di kampus UMSB, Rabu (12/1).

Pendampingan juga dikakukan oleh Prof Sjafri Sairin, Dr Budhi Akbar, dan Dr Sulaiman. “Dengan gambaran saat ini, potensi untuk berkembang lebih cepat untuk menjadikan UMSB sebagai PT yang maju, unggul, dan berdaya saing, sangatlah besar,” ujar Prof Edy. Namun perlu diingat, secara historis, UMSB adalah PTM tertua di Indonesia, yang relatif lama “terlelap” dan berjalan mengalir tanpa sentuhan manajemen yang akseleratif.

Padahal Sumbar adalah wilayah ideologis Muhammadiyah yang melahirkan banyak kader, dan secara kuantitas juga relatif unggul anggotanya dibanding banyak daerah lain. “Oleh karena itu, memang harus ada upaya yang ekstra keras untuk mendorong UM Sumatera Barat agar bisa leading, baik di wilayah Sumbar sendiri maupun secara nasional, utamanya lagi dibanding PTMA lainnya,” pungkas Prof Edy dalam forum yang diikuti pimpinan dan pengurus UMSB. Dalam kesempatan itu, Rektor Riki Saputra menyampaikan laporan 13 item pendampingan dan masalah yang dihadapi. “Perubahan standar akreditasi dan juga adanya LAM yang berbayar akan menjadi masalah bagi kami. Juga pembelajaran hybrid selama covid berpengaruh pada proses dan kualitas pembelajaran di UMSB,” ujar Rektor UMSB Riki Saputra. []RED/ Diktilitbang

UM Surabaya Berangkatkan Mahasiswa PGSD Mengajar di Tenda Darurat

UM Surabaya Berangkatkan Mahasiswa PGSD Mengajar di Tenda Darurat

Mahasiswa Tanggap Bencana (Matana) Universitas Muhammadiyah Surabaya memberi bantuan pendidikan pada lokasi terdampak bencana di Pronojiwo, Lumajang Senin (10/1) lalu. Kabupaten Lumajang, Jawa Timur menjadi lokasi terdampak bencana akibat awan panas dan guguran erupsi Gunung Semeru pada 4 Desember lalu. Di sana, satu sekolah rusak berat, lima sekolah rusak ringan, dan 19 lainnya terdampak debu. Oleh karena itu, UM Surabaya memberangkatkan Matana ke lokasi. Gelombang dua Matana tiba di sana sejak Selasa (4/1) lalu, dan akan menetap hingga Senin (17/1) mendatang.

Lailatun Ni’mah dan Kumala Sari, mahasiswa Program Studi Pendidikan Sekolah Dasar (PGSD) UM Surabaya, merupakan bagian dari Matana. Peran keduanya adalah mengajar 105 siswa di tenda darurat pendidikan milik Kemendikbudristek. “Saya senang saat menerima tawaran untuk mengajar di lokasi terdampak. Kami mengajar dan memberikan motivasi di SD 02 Sumpit Urang, Pronowijo Lumajang. Salah satu hal yang memotivasi saya semangat mengajar adalah siswa-siswi yang selalu semangat. Mereka meminta saya untuk mengajar setiap hari,” terang Lailatun dalam situs resmi UM Surabaya.

Kepala LPPM UM Surabaya Dede Nasrullah mengatakan bahwa kehadiran Lailatun Ni’mah dan Kumala Sari mengisi kebutuhan yang penting di lokasi terdampak bencana. Majelis Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana PWM Jawa Timur sendiri yang meminta kebutuhan tersebut. “Lailatun dan Kumala akan ditugaskan selama 1 bulan penuh, terhitung 10 Januari. Keduanya ada di pos pelayanan MDMC PWM Jawa Timur yang terletak di Pronowijo Lumajang. Selain berbagi ilmu, saya berharap keduanya dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Juga, dapat mengambil pelajaran di setiap kejadian di lokasi bencana,” tandas Dede.

MSPP Batch IV Lahirkan Kader Berskala Internasional

MSPP Batch IV Lahirkan Kader Berskala Internasional

Setelah berjalan selama tiga bulan, Muhammadiyah Scholarship Preparation Program (MSPP Batch IV) resmi ditutup bertempat di PPPPTK Seni Budaya Yogyakarta, Selasa (11/01). Total peserta MSPP tahun ini yaitu 46  peserta dengan masing-masing mengikuti program yang terbagi di UM Yogyakarta yaitu 24 peserta, sementara di UM Surakarta terdapat 22 peserta.

“Kami tidak hanya belajar mengenai skor ielts, namun juga bagaimana menyusun riset penelitian dan mencari ilmu mengenai perkuliahan di luar negeri,” papar Ketua tim UMS, Alfalisyado. Gilang Rusadi, Ketua tim UMY menambahkan kegiatan lain juga turut diikuti oleh peserta seperti tahsin, hafalan Al-Quran, Kultum, Tahajud, Sharing Session, belajar mandiri, dan lainnya.

Ada dua konsep dari kegiatan ini yaitu pencapaian dan komitmen sebagai kader dari Muhammadiyah.“Kalian adalah bagian dari Muhammadiyah, jadi kalian perlu mengetahui apa itu Muhammadiyah, terutama mengenai nilai Muhammadiyah seperti Islam Wasathiyah dan nilai lainnya,” pesan  Dr H Ari Anshori MAg, Ketua MPK PP Muhammadiyah.

Prof Lincolin Arsyad memaparkan sangat bangga dengan adanya 46 peserta yang berhasil mengikuti program ini. “Sudah ada tiga peserta yang berhasil mendapatkan LoA baik di Inggris, UK, dan New Zealand serta akan menyusul peserta yang lainnya,” pungkas Ketua Majelis Diktilitbang PPM. Ia berpesan agar peserta dapat berjuang untuk melanjutkan sekolah ke luar negeri. Angkatan ke-4 MSPP perlu menyebar di seluruh dunia dan menunjukkan bahwa Muhammadiyah memiliki kader yang tinggi secara kualitas dan mentalnya.

Para pendiri Persyarikatan adalah orang-orang yang lingkaran belajarnya jauh. Sehingga dengan adanya kader Muhammadiyah yang mengikuti program MSPP ini dapat menjadi kader yang berdiaspora dan dibutuhkan untuk pengembangan Persyarikatan.“Salah satu adanya amanat muktamar adalah melanjutkan gerakan internasionalisasi Muhammadiyah. Sehingga adanya kader dari MSPP ini diharapkan dapat terus mengembangkan gerakan internasionalisasi tersebut,” pungkas dr. Agus Taufiqurahman, selaku Ketua PP Muhammadiyah sekaligus menutup acara. [] MSPP Batch IV/ Diktilitbang

UMM Tambah Lima GB Baru

UMM Tambah Lima GB Baru

Setiap Guru Besar di UM Malang (UMM) bukan saja harus melaksanakan tanggung jawab akademiknya, dengan melahirkan karya-karya ilmiah, namun juga diberi tugas juga untuk melahirkan GB baru, dengan cara menjadi bapak atau ibu angkat untuk membimbing para calon GB yang ada di UMM. Demikian dikemukakan Dr Fauzan pada acara penyerahan tiga Surat Keputusan GB dan 64 jabatan fungsional lainnya, di kampus UMM, Selasa (11/1). SK diserahkan Kepala L2DIKTI VII Prof Soeprapto, yang juga dihadiri Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PPM Prof Edy Suandi Hamid.

Langkah itu, menurut Dr Fauzan dimaksudkan agar ada percepatan dalam melahirkan GB di UMM. “Dalam waktu singkat, sudah lima Surat Keputusan GB diserahkan ke UMM. Sehingga saat ini total kami memiliki 24 GB,” ucap Rektor UM Malang. Sementara itu Prof Edy mengapresiasi berbagai langkah inovatif Rektor UMM untuk memperbanyak GB dan program UM Malang sebagai center of excellence. “Dalam era Revolusi Industri 4.0, inovasi dan kreativitas suatu keniscayaan,” ujar Prof Edy sembari mengingatkan para dosen yang belum GB untuk serius berusaha menyiapkan diri ke arah GB. Dikemukakan, setiap dosen harus mendesain dirinya untuk secara akademik untuk berpendidikan doktor, dan secara fungsional menjadi profesor. “Bukan bercita-cita menjadi rektor atau pejabat lainnya,” ujar Prof Edy. Ia juga mengingatkan agar GB baru juga tetap terus berkarya. “Jangan hanya menjadi menara gading atau memiliki GB sebagai simbol saja,” pungkasnya. []UM Malang/Diktilitbang

Majelis Diktilitbang PPM Dukung Berdirinya UM Sampit

Majelis Diktilitbang PPM Dukung Berdirinya UM Sampit

Majelis Diktilitbang PPM turut mendukung pembentukan Universitas Muhammadiyah Sampit (UM Sampit) di Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah. Hal ini ditandai dengan kunjungan yang dilakukan Muh Samsudin selaku Wakil Sekretaris Majelis Diktilitbang PPM bersama Prof Harun Joko Prayitno selaku anggota, Sabtu (08/01). Silaturahmi dan konsolidasi PTM Kotawaringin Timur yang bertempat di Kampus AKBID Muh Kotawaringin Timur juga dihadiri Ketua PWM Kalteng, Prof Ahmad Syar’i bersama jajaran pengurus, Direktur AKBID Muh Kotawaringin Timur Hardianti Aprina, Ketua STKIP Muh Sampit Mahmu’ddin dan tokoh Muhammadiyah lainnya.

Berdirinya universitas pertama di Sampit ini merupakan merger atau penggabungan antara AKBID Muhammadiyah Kotim dan STKIP Muhammadiyah Sampit. Secara umum kesiapan yang dilakukan yaitu kesiapan legal formal berupa sarana dan prasarana yang memadai serta kesiapan kedua yaitu SDM. Nantinya kedua perguruan tinggi akan melakukan peningkatan maupun penambahan program studi. “Saat ini pemerintah sangat fokus untuk merger. Merger itu aspirasi dari bawah dan ada regulasi dari atas sehingga bertemu satu titik yakni menjadi Universitas Muh Sampit atau Universitas Muh Kotim,” pungkas Prof Harun melalui keterangan tertulis.

Mergernya kedua perguruan tinggi ini merupakan upaya agar amal usaha melalui bidang pendidikan ini berkembang lebih besar dan kemanfaatannya juga menjadi lebih besar. “Sudah banyak bukti penggabungan perguruan tinggi kita dan sekarang berkembang semakin besar. Mudah-mudahan penggabungan AKBID dan STKIP ini akan membuat perguruan tinggi semakin berkembang dan berkualitas,” harap Samsudin. Untuk mengoptimalkan persiapan telah dibentuk Tim Persiapan Pembentukan Universitas Muh Sampit. Tim ini akan berkoordinasi dengan semua pihak terkait hingga nantinya Universitas Muh Sampit. Prof Ahmad Syar’i memaparkan jika nanti Universitas Muh Sampit berdiri maka yang memanfaatkaannya bukan cuma warga Muhammadiyah, tetapi juga seluruh masyarakat sekitar. “Kami optimis dan akan berupaya keras mengawal agar cita-cita ini dapat terlaksana,” paparnya. [] UM Sampit/ Diktilitbang

Sebanyak 15 Mahasiswa Unisa Bandung Raih Beasiswa JFLS dan RMP

Sebanyak 15 Mahasiswa Unisa Bandung Raih Beasiswa JFLS dan RMP

Sebanyak 15 mahasiswa Universtas ‘Aisyiyah (Unisa) Bandung meraih beasiswa yang proses penyerahannya terlaksana Rabu (22/12) lalu. Beasiswa tersebut ialah Jabar Future Leaders Scholarship dan Beasiswa Rawan Melanjutkan Pendidikan (RMP). Penerima beasiswa tersebut adalah Plt Wakil Rektor I Unisa Bandung, Perla Yualita SPd MPd. Kepala Bagian Kemahasiswaan, Hendra Gunawan SPd MKM mendampingi kegiatan tersebut. Lokasi penyerahan beasiswa di Meeting Room Kampus I Unisa Bandung.

Perinciannya adalah tiga mahasiswa meraih Jabar Future Leaders Scholarship (JFLS) dan dua belas lainnya meraih Beasiswa RMP. Beasiswa JFLS merupakan beasiswa dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sementara itu, Beasiswa RMP merupakan beasiswa dari Pemerintah Kota Bandung. “Beasiswa JFLS besarannya yakni delapan juta per mahasiswa per tahun. Kemudian, beasiswa RMP besarannya adalah tiga juta lima ratus per mahasiswa per tahun,” ujar Hendra melalui pesan WhatsApp dalam situs resmi Unisa.

Pada kesempatan ini, Hendra juga menyampaikan harapannya agar beasiswa tersebut tidak hanya dapat membantu biaya kuliah sebanyak 15 mahasiswa saja. Melainkan, juga dapat memotivasi mahasiswa untuk meningkatkan Prestasi dan dapat berkontribusi bagi pembangunan bangsa dan megara.

Sementara itu, salah satu mahasiswa Unisa Bandung penerima Beasiswa JFLS, Fikri Nurul Padhli mengaku bahwa program beasiswa ini sangat membantunya untuk berkuliah. “Saya harap program ini terus ada setiap tahunnya guna membantu masyarakat jabar tetap berkarya dan semangat meraih cita-citanya,” ucap Fikri.

UMY Digandeng PT INKA Membuat Kereta Hybrid

UMY Digandeng PT INKA Membuat Kereta Hybrid

Tim dosen Program Studi Teknik Elektro (TE) UM Yogyakarta berhasil mendapatkan Pendanaan Riset Inovatif Produktif (RISPRO) Invitasi dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan berkolaborasi dengan PT Industri Kereta Api (PT INKA) Persero. Rispro Invitasi merupakan program pendanaan riset yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan daya saing bangsa melalui komersialisasi produk/teknologi atau implementasi kebijakan/tata kelola atau publikasi dengan melalui mekanisme undangan.

Ketua tim penelitian, Dr. Ir. Ramadoni Syahputra, S.T., memaparkan sangat senang dan bersyukur saat pertama kali dihubungi LPDP. “Pertama kali saya mendapatkan kabar melalui WA langsung dari tim LPDP saya senang sekaligus saya merasa punya rasa tanggung jawab besar karena riset LPDP ini sangat bergengsi di kalangan akademisi,” jelasnya.

Doni memaparkan, ia bersama timnya yaitu Kunnu Purwanto, ST., M.Eng. dan Muhamad Yusvin Mustar, ST., M.Eng. menggandeng mitra yaitu PT Industri Kereta Api (INKA) Persero, sehingga riset ini memang berfokus pada pembuatan produk kereta api. Sebelum dinyatakan lolos mendapatkan pendanaan riset, UMY telah mendapatkan undangan dari sosialisasi dari PT INKA juga dari Tim LPDP. “Tak hanya itu kami juga dimintai pendapatnya terkait perkereta apian dengan tema besar kendaraan listrik setelah itu baru kami bersama menganalisa apa yang dibutuhkan PT INKA, kemudian diminta mengajukan proposal ke PT INKA,” lanjutnya.

UMY menjadi satu satunya perguruan tinggi swasta yang mendapatkan kesempatan dalam mengerjakan projek ini. ” Hal ini membuktikan bahwa kita di UMY mempunyai kualitas yang setara dengan perguruan tinggi negeri lainnya yang memang sudah memiliki reputasi yang diperhitungkan,” terang Doni. PT INKA Persero berencana ingin mengembangkan kereta hybrid yaitu kereta yang beroperasi menggunakan tenaga gabungan diesel dan listrik. Ia memandang ini adalah inovasi yang bagus, karena saat ini kereta listrik hanya digunakan untuk perjalanan jarak pendek sedangkan untuk perjalanan jarak jauh menggunakan kereta bertenaga diesel. Lebih lanjut ia juga menilai solar sebagai bahan bakar kereta bertenaga diesel bis habis jika dipakai terus menerus dan hasil pembakaran solar juga bisa mencemari udara sehingga inilah mengapa penelitian ini menjadi penting adanya.

UMY diminta untuk menciptakan sebuah alat charger baterai untuk kereta. “Jadi saat presentasi proposal riset, kami benar benar dikuliti habis, pengujinya juga orang orang yang sangat berkompeten di bidang ini, setelah berdiskusi panjang akhirnya diambil keputusan bahwa kami diminta untuk membuat charger baterai, yang mana hal ini digunakan untuk pengeparsian system control dan alat kelistrikkan yang ada di kereta,” imbuhnya. [] UMY/ Diktilitbang