Prestasi Ridha Jusni Sondra, Mahasiswa UMSB

Prestasi Ridha Jusni Sondra, Mahasiswa UMSB

Di Trans Studio Mini Padang, Ridha Jusni Sondra menorehkan prestasi pada Ahad (28/8) lalu. Mahasiswa bertalenta kebanggaan Universitas Muhammadiyah (UM) Sumatera Barat ini meraih capaian di bidang Master of Ceremony semi formal Competition and Speakcation. UKKPK Universitas Negeri Padang (UNP) menjadi penyelenggara kegiatan.

Sebanyak 30 orang peserta dari berbagai kalangan mulai dari siswa, mahasiswa, dan umum mengikuti perlombaan ini. Ridha sendiri telah melewati banyak event serta beradu kepandaian dengan berbagai kompetitor hebat. Beberapa mentornya antara lain Rani Adelyo (Protokoler Tanah Data); Joni Saputra senior di FKIP UM Sumatera Barat yang kerap dia panggil mentor hidup; serta Alvin Nur Akbar sang kakak. Ketiganyalah yang membersamai karier Ridha sebagai MC muda seperti saat ini.

Kepada Humas UM Sumatera Barat Ridha, menceritakan perasaannya yang campur aduk saat mendengar namanya menjadi peraih juara pertama dalam kompetisi ini. “Senang, dan haru semuanya bercampur aduk,” kata Ridha dengan nada gembira saat menceritakan kemenangannya dalam situs resmi UMSB.

Kompetisi UNP Championship 2022 ini menghadirkan dewan juri Deni Pratama, S.Hum, MM. CPS, MC profesional Indonesia yang kerap menjadi MC kegiatan presiden serta kalangan artis. Kemudian, One Cantik penyiar radio sekaligus voice over talent Sumatera Barat, serta juri ketiga oleh Marsela MC internal UNP. “Yang penting dalam berproses bukan seberapa hebat kita di awal, tapi seberapa bisa kita lebih bagus ke depannya,” tutup Ridha.

Program Pertukaran Mahasiswa UMSB Perkokoh Identitas Minangkabau

Program Pertukaran Mahasiswa UMSB Perkokoh Identitas Minangkabau

Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB) meluncurkan program pertukaran mahasiswa internasional pada Rabu (6/7) lalu. Program ini mempunyai tujuan sebagai pencetak lulusan dengan daya saing internasional. Selain itu, tujuan lainnya adalah menjaga jati diri sebagai generasi Minangkabau agar tidak tercerabut dari akarnya. Rektor UMSB, Dr Riki Saputra MA, meresmikan secara langsung peluncuran program tersebut. Kegiatan ini bertempat di Convention Hall Prof Dr Yunahar Ilyas Lc MAg, Kampus III Bukittinggi. Program ini pada tahun pertamanya berlangsung secara virtual. Masing-masing mahasiswa dari kedua belah pihak adalah mahasiswa UMSB di Minangkabau dan mahasiswa keturunan Minangkabau di Amerika Serikat dan Australia.

Nama kegiatan ini adalah “VR2ISEP” (Virtual Ranah Rantau International Student Exchange Program). Sementara itu, tema dari kegiatan ini adalah “When Ranah Meets Rantau”. Ranah ‘tanah’ adalah sebutan bagi mahasiswa yang asalnya dari Minangkabau. Sementara itu, rantau adalah sebutan bagi seseorang yang memiliki darah Minangkabau tetapi merantau di negara orang. Program ini merupakan hasil kerja sama antara UM Sumatera Barat dengan organisasi Minang in America. Organisasi tersebut merupakan organisasi besar diaspora Minangkabau di Amerika Serikat. Kerja sama lainnya juga melibatkan komunitas Surau Sydney Australia (SSA).

Dr Riki Saputra mengucapkan selamat kepada 16 mahasiswa UMSB yang mengikuti kegiatan ini. “Ini sejalan dengan visi misi UMSB. Yakni mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi bersinergi, dengan nilai spiritualitas dan kearifan lokal,” ujarnya. Kemudian, Ketua Panitia VR2ISEP, Isral Naska MA, mengatakan bahwa sebanyak 6 mahasiswa Amerika Serikat dan 6 mahasiswa Australia turut mengikuti kegiatan ini.

Penandatanganan MoU UM Sumbar dan UM Tangerang

Penandatanganan MoU UM Sumbar dan UM Tangerang

Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB) melakukan penandatanganan MoU dan MoA pada Kamis (12/5) lalu. Penandatanganan tersebut melalui Fakultas Hukum UMSB. Pihak kedua dalam MoU dan MoA tersebut adalah Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT). Masing-masing Dekan Fakultas Hukum melakukan penandatanganan tersebut di ruangan Dekan Fakultas Hukum UMSB.

Dekan Fakultas Hukum UMT, Dwi Nur Fauziah Ahmad SH MH mengatakan bahwa penandatanganan ini akan berdampak baik. Sebab, ini dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan standar mutu kedua belah pihak. Ia mengatakan bahwa hal ini telah menjadi tuntutan bagi universitas, terutama PTMA. “Agak kita bisa meningkatkan standardisasi dosen dan mahasiswa,” ujarnya dalam situs resmi UMSB.

Hal senada disampaikan oleh Dekan Fakultas Hukum UM Sumatera Barat Dr. Wendra Yunaldi, SH., MH. Melalui Wakil Dekan Dr. Nurul Rahmayani, SH., MH, beliau mengatakan Fakultas Hukum UM Sumatera Barat terus menjalin kerja sama dengan lembaga di Indonesia.

Nurul menyampaikan hari ini kita dikunjungi langsung oleh pimpinan Fakultas Hukum UMT, yang terdiri dari Dekan, Ketua Program Studi Ilmu Hukum,beserta rombongan dalam rangka penandatanganan MoU dan MoA terkait pelaksanaan Catur Dharma Perguruan Tinggi, sekaligus melakukan studi banding.

Kami berharap, agar kerja sama ini segera di follow up dengan baik melalui berbagai kegiatan kerjasama di setiap semester, sehingga menjadi salah satu asbab terdongkraknya akreditasi Fakultas Hukum UM Sumatera Barat yang unggul di tahun 2025.

UMSB Bedah Buku Prof Haedar Nashir

UMSB Bedah Buku Prof Haedar Nashir

Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB) melaksanakan bedah buku berjudul Indonesia: Ideologi dan Martabat Pemimpin Bangsa pada Senin (23/5) lalu. Kegiatan ini merupakan kerja sama dengan Suara Muhammadiyah. Buku tersebut merupakan buku karya Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof Haedar Nashir. Kegiatan ini terselenggara di Kampus III Aur Kuning. Pada awal kegiatan, terlaksana pula penandatanganan MoU antara UMSB dengan Suara Muhammadiyah.

Dalam kegiatan ini hadir di antaranya Wakil Rektor III UMSB, Moch Abdi SE MM; Ketua PDM Bukittinggi, Ismail Novel; Direktur Suara Muhammadiyah, Deny Asy’ari; serta dekan dan dosen di lingkungan kampus UMSB. Rektor UMSB, Dr Riki Saputra MA melalui Wakil Rektor III UMSB mengungkapkan kebanggaannya. Sebab, kampus UMSB terpilih sebagai kampus pertama yang membedah buku karya Prof Haedar Nashir.

“Buah pemikiran Prof Haedar yang ada dalam buku ini perlu kita aplikasikan. Pengaplikasiannya tidak hanya Muhammadiyah saja, tetapi juga bangsa Indonesia,” ujar Abdi. Ia juga mengucapkan terima kasih atas nama Rektor UMSB karena UMSB dapat terpilih sebagai lokasi bedah buku.

Kemudian, Ketua PDM Bukittinggi, Ismail Novel, antusias dengan kegiatan bedah buku ini. Ia melanjutkan bahwa buku Haedar Nashir ini menjadi kebanggaan bagi warga Muhammadiyah. Peluncuran buku di BUkittinggi ini sendiri merupakan kegiatan kedua kalinya. Kegiatan pertama telah terlaksana di Makassar, Sulawesi Selatan. Bukittinggi sengaja menjadi pilihan karena sejarahnya melahirkan tokoh-tokoh bangsa.

MoU dengan Lembaga Hukum Buka Peluang Magang Mahasiswa UMSB

MoU dengan Lembaga Hukum Buka Peluang Magang Mahasiswa UMSB

Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB) menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan lembaga negara penegakan hukum pada Kamis (14/4) lalu. Pihak dari UMSB yang menandatangani MoU ini adalah Fakultas Hukum (FH) dan Fakultas Agama Islam (FAI). Sementara itu, lembaga penegakan hukum tersebut di antaranya Pengadikan Negeri dan Pengadilan Agama. Tidak lupa, turut serta kejaksanaan di sembilan wilayah hukum Kanwil Hukum dan HAM.

Penandatanganan MoU terlaksana di Convention Hall Yunahar Ilyas, Kampus III UMSB, Bukittinggi. Sebelum pelaksanaan penandatanganan MoU, setiap peserta mengikuti silaturahmi dan acara buka bersama sivitas dari lembaga-lembaga terkait. Kerja sama ini sebagai wujud penempatan mahasiswa FH dan FAI sebagai peserta magang mandiri. Kegiatan magang rencananya akan terlaksana selama empat puluh hari. Magang akan terhitung mulai tanggal 15 Mei 2022 mendatang. Sebanyak 27 lembaga dapat menjadi opsi magang para mahasiswa.

Ketua Pengadilan Negeri Padang, Yuzaida mengatakan bahwa lembaganya mendukung kerja sama ini. Kerja sama itu sangat besar artinya untuk kemajuan sumber daya manusia di bidang hukum. “Kegiatan magang mandiri mahasiswa Fakultas Hukum dan FAI UM Sumatera Barat ini adalah sangat baik. Harapannya, nantinya mahasiswa mendapat ilmu dan pengetahuan tentang praktik pengadilan di PN dan PA. Kita berharap mahasiswa lulusan bidang hukum UM Sumatera Barat nantinya siap menghadapi tantangan dunia kerja,” ujar Yuzaida.

Dekan Fakultas Hukum UM Sumatera Barat Wendra Yunaldi dengan nada gembira mengungkapkan bahwa MoU dengan lembaga hukum jadi bukti kolaborasi dan sinergisitas antara Fakultas Hukum UM Sumatera Barat, dengan lembaga-lembaga dunia kerja. Wendra menjelaskan, selain penempatan mahasiswa magang kerja sama ini juga dilakukan dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian. “Dalam komitmennya, Fakultas Hukum dan Fakultas Agama Islam UM Sumatera Barat akan menunjuk narasumber dari PN, PA dan Kejaksaan Negeri untuk mengisi kuliah umum di kampus,” ujar Wendra.

Relawan Trauma Healing UMSB Kirim Tim ke Terdampak Banjir Pasaman

Relawan Trauma Healing UMSB Kirim Tim ke Terdampak Banjir Pasaman

Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB) melepas mahasiswa yang tergabung dalam Tim Relawan Trauma Healing pada Sabtu (12/3) lalu. Tim relawan tersebut akan berangkat ke Pasaman dan Pasaman Barat. Sejumlah 35 mahasiswa terbagi atas lima tim. Daerah-daerah yang menjadi lokasi penempatan para mahasiswa tersebut adalah Kajai, Malampah, dan Timbo Abu. Seluruh mahasiswa yang tergabung di dalam tim hadir dalam pelepasan dari Kampus III UM Sumatera Barat,

Dalam kegiatan ini, hadir Wakil Rektor III UM Sumbar; Dekan Fakultas Teknik; Koordinator UM Sumbar Peduli; dan sivitas akademika Kampus III UM Sumbar. Sebelum ini, mahasiswa relawan telah menerima bekal yang perlu mereka siapkan berupa training Psiko Sosial. Mereka akan menjalani penugasan mulai dari 12 Maret 2022 lalu, dan berakhir pada 16 Maret 2022 mendatang.

Wakil Rektor III UM Sumbar, Moch Abdi MM, mengatakan agar para mahasiswa tetap dapat menjaga kesehatan masing-masing. “Juga, jagalah perilaku selama kalian ada di lapangan. Jangan sampai kalian ke sana justru menambah beban pekerjaan dari masyarakat. Ini bisa teratasi selama kalian menjaga kesehatan,” demikian ia berujar yang termuat dalam situs resmi UM Sumbar.

Selanjutnya, Moch Abdi juga berharap agar kegiatan trauma healing yang terlaksana melalui Tim Relawan Mahasiswa UM Sumbar dapat berdampak positif bagi masyarakat. Sebab, tujuan dari Tim Relawan tersebut adalah untuk mengurangi, bahkan menghilangkan, trauma bagi masyarakat terdampak. “Semoga dapat tercapai dan berjalan dengan baik,” tutupnya.

Semoga kegiatan trauma healing yang akan kita laksa

Rektor UM Palembang Lakukan Supervisi Lokasi KKN

UM Sumbar Resmikan Dua Bangunan Masjid

Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UM Sumbar) meresmikan dua bangunan masjid di wilayah kampus pada Rabu dan Kamis (2-3/2) lalu. Masjid tersebut di antaranya adalah Masjid Kampus IV Payakumbuh dan Masjid Kampus III Bukittinggi. Kedua masjid bernilai enam miliar rupiah melalui wakaf dari H Hendri dan Hj Asweti. Nama masjid tersebut yakni Al-Hidayah. Dalam peresmiannya hadir Wakil Walikota Bukittinggi, Marfendi juga Rektor UM Sumbar, Dr Riki Saputra MA.

Dr Riki mengucapkan terima kasih kepada pasangan yang telah mewakafkan harta tersebut dan mewakafkannya pada universitas. “Terima kasih kepada Bapak Hendri dan Ibu Asweti. Semoga Bapak Ibu senantiasa mendapatkan kesehatan agar dapat terus menebar kebaikan di tengah masyarakat,” ucapnya dalam situs resmi UM Sumbar.

Kemudian, Dr Riki berpesan bahwa penjagaan dan perawatan masjid menjadi tanggung jawab moril bagi seluruh sivitas akademika. “Kita jadikan masjid ini tidak hanya tempat beribadah, tetapi juga menjadi labor keagamaan menyelesaikan persoalan umat,” ujarnya.

Selanjutnya, Marfendi melakukan pemotongan pita tanda peresmian masjid tersebut. Sebelumnya, ia mengatakan bahwa masjid ini menjadi masjid ketujuh di sekitar Aua Kuniang. “Harapannya, UM Sumbar dapat mendirikan unit pengelola zakat di Masjid Al-Hidayah ini. Nantinya, pihak masjid akan mengelola dana umat secara produktif untuk kemaslahatan umat itu sendiri,” ucapnya.

Turut hadir dalam peresmian itu Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Barat, Prof. Dr.  Shofwan Karim, M.A dan tamu undangan lainnya.

Kunjungan UM Sumbar dan BPD HIPMI Buka Peluang Kerja Sama

Kunjungan UM Sumbar dan BPD HIPMI Buka Peluang Kerja Sama

Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UM Sumbar) melakukan kunjungan di Sekretariat Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Sumbar pada Selasa (14/12) lalu. Kegiatan ini terlaksana oleh Tim Lembaga Kerja sama dan Urusan Internasional (LKUI) UMSB. Lokasi kegiatan tersebut yakni di Hotel Basko Padang, Sumatera Barat. Pihak BPD HIPMI yang menyambut Tim LKUI UM Sumbar ialah Wakil Ketua BPD HIPMI Sumbar, Sekretaris Umum, dan Wakil Sekretaris Umum.

Kunjungan tersebut membawa bahasan mengenai keinginan kerja sama dan pengadaan workshop kewirausahaan/entrepreneurship. Gagasan mengenai workshop tersebut menjadi bentuk dukungan pada program kementrian, yakni menciptakan seratus ribu entrepreneur muda. Selain itu, Rektor UMSB sendiri juga sedang mempunyai program untuk membentuk UMSB sebagai entrepreneur university. BPD HIPMI menyambut hal ini dengan baik sebab sejakan dengan rencana kerja Ketua HIPMI Sumbar.

Tindak lanjutnya adalah penandatanganan MoU oleh kedua belah pihak. Dr Riki Saputra MA, Rektor UM Sumbar, menyatakan dukungannya terhadap gagasan kerja sama ini. “Hal ini menjadi salah satu bentuk realisasi nyata terbentuknya Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di UM Sumbar,” ujarnya. Sebelumnya, sebanyak lima perguruan tinggi di Sumatera Barat telah membentuk HIPMI di kampus masing-masing. Kerja sama yang nantinya akan terjalin menjadikan UM Sumbar mengikuti jejak perjalanan tersebut.

“Harapannya, kerja sama melalui kunjungan UM Sumbar ini akan membuka banyak lapangan kerja,” ujar Dr Riki Saputra selanjutnya dilansir situs resmi UM Sumbar.

UM Sumatera Barat dan PDHI Sepakati MoU Bangun Fakultas Kedokteran Hewan

UM Sumatera Barat dan PDHI Sepakati MoU Bangun Fakultas Kedokteran Hewan

Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat menandatangani nota kesepakatan dengan berbagai instansi. Salah satunya adalah Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) pada Kamis (21/10) lalu. Penandatanganan nota kesepakatan ini menghadrkan Ketua dan Sekretaris PDHI Sumatera Barat, Wakil Rektor III UM Sumatera Barat, dan Perwakilan Dinas Peternakan Kota Bukittinggi. Hadir pula Perwakilan Dinas Peternakan Kota Payokumbuah, Dekan dan Wakil Dekan, karyawan, dan mahasiswa.

Pihak universitas yang menandatangani nota kesepakatan adalah Rektor UM Sumatera Barat, Dr Riki Saputra MA. Sementara itu, pihak dari PDHI yang menandatanganinya adalah Ketua Umum Pengurus Besar PDHI, Dr drh Muhammad Munawaaroh MM. Kerja sama antara pihak universitas dengan PDHI adalah kesepakatan untuk mendirikan Fakultas Kedokteran Hewan di Kampus IV UM Sumatera Barat yang berada di Kota Payukumbuah.

Dalam sambutannya, Dr Riki Saputra mengucapkan terima kasih kepada PDHI atas dorongan, dukungan, semangat, dan motivasi dalam pendirian Fakultas Kedokteran Hewan. “Semoga apa yang kita usahakan dapat berjalan dengan baik, dan senantiasa mendapatkan kemudahan dari Allah Swt,” ucapnya.

Selanjutnya, Dr drh Muhammad Munawaroh dalam sambutannya mengapresiasi ide UM Sumatera Barat dalam pendirian Fakultas Kedokteran Hewan ini. Selain itu, ia mengatakan bahwa Indonesia membutuhkan sedikitnya 70.000 dokter hewan, padahal saat ini baru ada kurang-lebih 15.000 orang. Sementara itu, di Indonesia, baru ada sebelas universitas saja yang memiliki Fakultas Kedokteran Hewan. Sementara itu, baru sebanyak enam universitas yang bisa mencetak dokter hewan.

“Artinya, kampus ini telah memandang jauh ke masa depan dan memperhitungkan apa-apa yang akan terjadi nantinya,” sahutnya. Kemudian, dilansir dalam situs resmi UM Sumatera Barat, ia melanjutkan bahwa dokter hewan memiliki peranan penting dalam kehidupan manusia. Ke depannya, PDHI sendiri akan terus memberikan dukungan kepada universitas yang akan mendirikan Fakultas Kedokteran.

Setelah penandatanganan nota kesepahaman, acara berlanjut dengan kuliah umum dari Dr drh Muhammad Munawaroh MM. Tema acara ini adalah Peranan Profesi Dokter Hewan dalam Mendukung Swasembada Pangan Asal Hewan di Indonesia.

Sambut Maba, UMSB Tingkatkan Pelayanan

Dalam rangka menyambut kehadiran mahasiswa baru TA 2020/2021, Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB) melakukan rekrutmen dosen dan karyawan untuk meningkatkan pelayanan kepada mahasiswa. Dijelaskan oleh Rektor UMSB Dr Riki Saputra, MA, jumlah formasi yang tersedia sebanyak 33 orang. “Sepuluh orang dosen dan 13 orang karyawan. Status dosen yang direkrut adalah Dosen Tetap UMSB, sedangkan karyawan berstatus kontrak,” paparnya.

Lebih lanjut, Dr Riki mengungkapkan persiapan lainnya berupa pendirian Pusat Pengembangan Bahasa. Nantinya, Pusat Bahasa ini dapat melayani sertifikasi kompetensi berbahasa seperti TOEFL dan TOAFL bagi mahasiswa UMSB. “Selain itu, Pusat Bahasa akan menyelenggarakan berbagai kursus dan latihan berbahasa seperti bahasa Inggris, bahasa Arab, dan bahasa lainnya,” ujar Rektor UMSB.

Kepala UPT Humas, Jasman Nazar, SH, MH, menyatakan per 5 September 2020, jumlah calon mahasiswa yang sudah mendaftar untuk TA 2020/2021 UMSB sebanyak 2.604.