milad ke-40 umy

Konser Amal Mahasiswa Jadi Puncak Perayaan Milad ke-40 UMY

Konser Amal Mahasiswa 2021 dengan mengusung tema ‘UMY Kangen’ di di Lantai Dasar Masjid KH. Ahmad Dahlan, Selasa (6/4) malam, menjadi puncak kemeriahan atas perayaan Milad ke-40 UM Yogyakarta (UMY). Mahasiswa dari berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) UMY menjadi pengisi acara, yang sekaligus sebagai ajang penggalangan dana.

Bekerja sama dengan Lazismu, UMY berinisiatif menggalang dana yang nantinya akan disumbangkan ke sejumlah wilayah di Indonesia yang terdampak bencana. “Terkait dengan Konser Amal ini, UMY ingin memberikan bantuan kepada korban terdampak bencana baik yang terjadi beberapa bulan lalu, maupun yang terjadi beberapa hari lalu. Semoga ini menjadi amal baik kita semua,” tegas Prof. Dr. Hilman Lathief Ph.D Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan AIK UMY.

Secara simbolis, UMY menyerahkan uang tunai sebesar Rp. 103.500.000 yang diserahkan kepada Lazismu untuk membantu saudara-saudara yang terdampak bencana. Namun begitu, penggalangan dana dalam rangka milad ke-40 UMY ini akan tetap dibuka hingga Senin 12 April 2021.

Sementara itu, pengumuman pemenang lomba yang sudah dilakukan sejak 01-27 Maret lalu, juga menjadi salah satu rangkaian acara di malam Konser Amal Mahasiswa UMY 2021. Menurut data panitia, antusiasme peserta yang sebagian besar dari mahasiswa sangat besar, seperti diantaranya lomba membuat video kreatif diikuti 46 peserta, dengan mendapat jumlah view sebanyak 127.642, lomba foto dan foto twibbon ada 92 foto dengan total like 26.923, lomba tiktok dengan jumlah 17 video, dan memiliki jumlah penonton 6.570.093, serta lomba menulis yang diikuti 298 tulisan yang telah dimuat di media online.

Menurut Hilman, kegiatan yang telah dilakukan memberikan dampak positif bagi perkembangan UMY, karena semakin banyak orang mengenal kampus Muda Mendunia ini. “Lomba-lomba tahun ini sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya, karena lebih banyak mengikutsertakan mahasiswa. Kreatifitas mahasiswa telah melahirkan banyaknya jumlah penonton video dari perlombaan yang ada, artinya UMY semakin banyak dikenal oleh masyarakat berkat kegiatan ini,” imbuhnya.(Hbb)

Sumber : Humas UMY

UMKM Expo UMY

UMKM EXPO UMY 2021, Bentuk Dukungan Kampus Pada Bisnis DIY

UMKM EXPO UMY 2021 jadi puncak kegiatan KKN yang dilaksanakan selama 4 hari mulai Sabtu (13/02) hingga Selasa (16/02). Acara yang diadakan secara virtual atau daring (dalam jaringan) ini melalui platform Zoom Meeting dan Live Streaming Youtube ini menghadirkan Dr. Gunawan Budiyanto, MP IPM., Rektor UMY, Drs. Teten Masduki, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, serta H. Herry Zudianto, SE., Akt., MM., Ketua Jaringan Saudagar Muhammadiyah, sebagai narasumber talkshow.

Menurut Dr. Aris Slamet Widodo, SP., M.Sc., Kepala Divisi KKN, Lembaga Penelitian, Publikasi, dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) UMY, dalam acara pembukaan UMKM EXPO 2021, penyelenggaraan expo dengan tema Kreatifitas Lokal Menuju Pasar Global ini bertujuan untuk memberikan motivasi kepada para pelaku UMKM untuk meningkatkan kemampuan mulai dari pengemasan hingga pemasaran. “Harapan kami juga, dengan diadakannya expo ini dapat meningkatkan pemasaran karena dapat menjadi ajang promosi. Juga memperluas jaringan perdagangan karena diikuti oleh ratusan UMKM dari DIY dan Jawa Tengah. Expo ini merupakan tempat yang baik dan tepat untuk bersilaturahmi,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Rektor UMY, Dr. Gunawan Budiyanto, MP., IPM dalam sambutannya mengungkapkan bahwa para pelaku UMKM ini merupakan pejuang ekonomi bahkan pada kondisi terburuk seperti pada tahun 1998 lalu saat terjadi krisis moneter. “Tangan dingin para mahasiswa UMY yang terus bergerak untuk melakukan pengabdian di tengah pandemi, merupakan sebuah hal yang membanggakan. Dan, mari bersama-sama kita membuktikan kepada bangsa ini bahwa para pejuang UMKM dapat memberikan sesuatu yang membanggakan bagi bangsa,” imbuh Gunawan.

Sumber : Humas UMY

UMY Fasilitasi Guru SD Kembangkan Podcast Edukasi

UMY Fasilitasi Guru SD Kembangkan Podcast Edukasi

Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melakukan workshop produksi podcast untuk media ajar di Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah Al Mujahidin Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta, Kamis (4/2). 

“Workshop dilakukan dengan model training for trainer kepada para guru di SD Muhammadiyah Al Mujahidin Wonosari. Tujuannya, setelah mengikuti workshop para peserta bisa menularkan ilmunya kepada guru-guru yang lain, baik dari lingkungan internal sekolah maupun dari sekolah-sekolah yang lain di Gunungkidul,” jelas Fajar Junaedi, ketua tim pengabdian UMY.

Selain Fajar, tim UMY  terdiri dari Filosa Gita Sukmono, dosen Prodi Ilmu Komunikasi UMY, dan Agung Hermawan, mahasiswa Ilmu Komunikasi UMY.

Selama mengikuti workshop, para guru mendapatkan modul yang bisa digunakan untuk mengajari para guru yang lain baik di lingkungan internal sekolah, maupun sekolah. Fajar menambahkan bahwa keberadaan podcast bisa menambah aset digital sekolah yang akan bermanfaat baik dalam kondisi pandemi maupun kondisi normal. Dengan mengembangkan konsep ini, SD Muhammadiyah Al Mujahidin Wonosari bisa menjadi percontohan bagi sekolah-sekolah lain, bukan hanya di Gunungkidul, namun juga di Yogyakarta dan sekitarnta.

Workshop ini dipilih dengan latar belakang bahwa podcast bisa dikembangkan sebagai media pembelajaran di masa pandemi Covid-19. Karakter podcast yang auditif, menarik minat generasi muda, dan mudah diproduksi menjadi keunggulan. Namun sayangnya, belum banyak sekolah yang mengembangkan konsep ini sebagai media pembelajaran. 

Selama proses workshop, para peserta langsung diajak melakukan praktek pembuatan podcast materi pembelajaran. Para guru langsung memiliki akun yang akan terus dimanfaatkan untuk kegiatan pembelajaran di sekolah. Para guru antusias mengikuti workshop, terutama ketika mengenal manfaat dan proses produksi yang mudah. Bahkan tercetus ide agar dikembangkan sebagai salah satu kegiatan ekstra kurikuler. Belum ada sekolah yang memiliki ekstrakurikuler podcast. Jika SD Muhammadiyah Al Mujahidin Wonosari mengembangkan podcast sebagai ekstra kurikuler, maka bisa menjadi sekolah pertama yang mengembangkan podcast sebagai ekstra kurikuler.

Kepala SD Muhammadiyah Al Mujahidin Wonosari, Joko Kiswanto, menyatakan bahwa workshop produksi media pembelajaran ini sangat bermanfaat bagi guru. “Di masa pandemi, sekolah harus segera beradaptasi dalam pemanfaatan media digital, salah satunya adalah para guru aktif memproduksi konten podcast untuk para siswa. Termasuk juga sekolah mengembangkan produksi media pembelajaran multimedia,” jelas Joko. [] Sumber : Dosen Ilmu Komunikasi UMY

Guru Besar UMY

Guru Besar UMY Ditunjuk Sebagai Ketua Komisi Yudisial RI Periode 2021-2023

Kamis (21/01)  tujuh nama anggota Komisi Yudisial (KY) Republik Indonesia Periode 2021-2023 dilantik oleh Presiden Joko widodo.  Prof. Dr. Mukti Fajar ND,SH.,M.Hum, Guru Besar Bidang Ilmu Hukum Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) terpilih menjadi Ketua Komisi Yudisial (KY) Republik Indonesia Periode 2021-2023 melalui hasil voting anggota Komisi Yudisial yang diadakan pada hari Senin 18 Januari 2021

Dihubungi oleh Humas UMY pada hari yang sama, Prof. Mukti menyampaikan motivasi dorongan untuk menjadi komisioner KY periode 2021-2023 ini adalah ingin terjun langsung ke dalam praktik dunia hukum dengan maksud untuk ikut memperbaiki, membenahi serta memberikan sumbangsih dalam sistem peradilan hukum yang ada di Indonesia.

“Ada beberapa motivasi, mengapa saya bersedia diamanahi sebagai Ketua Komisi Yudisial pada Periode 2021-2023 ini, pertama karena saya melihat adanya gap antara ilmu hukum yang saya ajarkan di kelas dengan praktik di lapangan, sehingga masih banyak hal yang belum memenuhi rasa keadilan masyarakat. Sehingga menyebabkan lembaga peradilan kurang mendapatkan kepercayaan publik,” papar Prof. Mukti yang juga menjabat sebagai Staf Ahli Rektor UMY.

Selain itu juga, Prof. Mukti menjelaskan bahwa pentingnya terjun langsung untuk melihat fakta-fakta empiris permasalahan dari beberapa fenomena persoalan sistem peradilan di Indonesia. Sekaligus mencoba berkontribusi ikut menyelesaikan problematika hukum yang terjadi di Indonesia. “Ini menjadi tugas moral seorang akademisi, selain mengajarkan teori-teori di kelas atau forum akademik, juga harus terlibat dalam memberikan solusi berbagai persoalan praktik hukum yang belum ideal”. Sebagai kader Muhammadiyah Prof Mukti menegaskan “Kerja nyata ini adalah bagian dari amar ma’ruf nahi mungkar khususnya di bidang hukum untuk berkontribusi dalam menyelesaikan persoalan Hukum di Indonesia,” tambahnya.

Terkait misi dalam satu periode ke depan pada Komisi Yudisial Republik Indonesia, Prof. Mukti menjelaskan bahwa tugas Ketua KY adalah menjalankan komitmen dari ke-7 komisioner Komisi Yudisial dalam dua hal yang bersifat internal dan juga eksternal.

Problem internal yang menjadi target para komisioner yang beliau pimpin adalah membenahi tatakelola organisasi melalui reformasi birokrasi agar Komisi Yudisial dapat secara optimal melayani masyarakat para pencari keadilan. Sedangkan di bidang eksternal mencoba untuk menjalin sinergi dengan Mahkamah Agung. “Kolaborasi tersebut sangat diperlukan untuk melakukan tugas pengawasan bersama, dimana Komisi Yudisial sebagai pengawas eksternal dan Mahkamah Agung pengawas internal Hakim,” demikian jelasnya. “Namun kerjasama dengan lembaga-lembaga lainnya seperti Kementrian dan DPR, khususnya Komisi III untuk berdiskusi dan membahas permasalahan hukum yang berkembang juga diperlukan, agar melahirkan ide-ide dan pencerahan sebagai strategi Komisi Yudisial dalam melaksanakan tugasnnya,” tambahnya.

Prof. Mukti pun akan berkomitmen untuk bekerja secara profesional dan tidak untuk mencari sensasional. Ia tidak ingin terbawa arus dengan para pejabat yang gemar dengan asal memberikan pendapat melalui media sosial yang memancing kontroversial sehingga membingungkan masyarakat. ”Sejak awal saya telah berkomitmen untuk bekerja secara profesional sebagai bentuk tugas moral saya sebagai akademisi hingga akhir periode jabatan saya nanti,” ungkapnya.

Sumber : Humas UMY

Tiga Skema KKN UMY Berbasis IT

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melalui Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) menyelenggarakan seremonial penerjunan Kuliah Kerja Nyata (KKN) UMY 2021 Berbasis IT secara daring, Sabtu (16/01). Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mengatasi permasalahan ekonomi dan proses pembelajaran bagi sekolah yang mengalami keterbatasan jaringan.

Diikuti sebanyak 2.500 mahasiswa program ini akan terdiri dari 3 skema KKN diantaranya KKN Reguler IT, KKN Muhammadiyah Mengajar basis pemberdayaan radio komunitas dan KKN Persyarikatan Muhammadiyah Pemberdayaan Panti Asuhan yang akan dilaksanakan secara daring dan sesuai dengan protokol kesehatan.

Ahmad Syauqi Soeratno selaku Waket Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan PP Muhammadiyah menyampaikan tugas mahasiswa KKN adalah memastikan bahwa manfaat dari entrepreneurship akan terus berlangsung, terus membawa kemajuan bagi komunitas yang didampingi oleh mahasiswa KKN berbasis UMKM, juga memberi manfaat bagi masyarakat dan bangsa. “Jadi, sangat penting untuk mendorong masyarakat dalam semangat kewirausahaan,” jelasnya dikutip dalam website resmi UMY.

Dr Ir Gunawan Budiyanto MP IPM menyampaikan pandemi bukan menjadi alasan untuk menunda masa studi mahasiswa, oleh karena itu agar studi mahasiswa bisa selesai tepat waktu, KKN tetap dilaksanakan namun dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan. “Kita berharap dalam rangka untuk selalu mengedepankan kaidah teologi Surat Al-Maun yang selalu diajarkan KHA. Dahlan untuk selalu jadi penolong, pembaharu bagi masyarakat. Oleh karena itu KKN dilaksanakan dalam beberapa macam mulai dari KKN Muhammadiyah Mengajar, KKN Reguler IT, KKN Pemberdayaan Panti Asuhan,” pungkasnya.

UMY Raih Peringkat 137 Most Sustainable University

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta berhasil masuk dalam pemeringkatan UI Green Metric World University Rangking dengan meraih peringkat 137 dari 912 universitas di 85 negara.

Pemeringkatan tersebut fokus kepada penggunaan energi, penggunaan air, pengolahan limbah, transportasi, dan juga infrastruktur. Kriteria yang ada dalam penilaian Green Metric diantaranya Setting and Infrastructure, Energy and Climate Change, Waste Management, Water Management, Transportation, serta Education and Research.

Dilansir melalui website resmi UMY, Kepala Pusat Data dan Informasi Strategis, Badan Perencanaan dan Pengembangan UMY, Ir. Tony K Hariadi, M.T., IPM., mengungkapkan ada beberapa peningkatan yang diraih salah satunya pada infrastruktur yang telah berkonsep green building. “Tidak hanya itu, saat ini UMY sudah mengupgrade fasilitasnya dengan menggunakan fasilitas yang hemat energi,” jelasnya, Selasa (08/12).

Selain infrastuktur, pengolahan sampah dan limbah UMY juga menjadi pemicu naiknya peringkat. Sedangkan, dari sisi transportasi unggul pada penggunaan kendaraan bermotor di dalam area kampus serta jumlah emisi karbon yang ada. Sementara dari sisi edukasi, penelitian yang berhubungan sustainability sangat mendukung UMY, apalagi ada beberapa konferensi mengenai sustainability yang digelar di UMY.

Toni menyadari, konsep Green Campus belum masuk ke seluruh lini kehidupan UMY. Namun ia berharap konsep ini dapat mulai diterapkan dari hal-hal yang kecil. “Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk menerapkan konsep Green Campus, seperti mengurangi penggunaan energi-energi yang tidak diperlukan dan juga meminimalisir penggunaan energi yang tidak terbaharukan,” pungkasnya.

MM UMY Raih Akreditasi A

Program Magister Manajemen (MM) UMY meraih akreditasi A dari BAN-PT, Selasa (24/11). Keputusan ini didapat berdasarkan BAN-PT No. 7662/SK/BAN-PT/Akred/M/XI/2020 dengan nilai 367. Asesmen lapangan dilakukan via Zoom Meeting oleh Asesor Prof. Dr. Muhammad Ali, M.S dan Prof. Wiwiek Rabiatul Adawiyah, M.Sc. PhD selama dua hari, Rabu-Kamis (11-12/11).

Surwanti. MSi selaku Ketua Program Studi MM UMY menyampaikan rasa syukur dan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kegiatan asesmen lapangan Prodi MM UMY. “Hasil akreditasi ini adalah buah dari ikhtiar kita bersama. Saat penyusunan dokumen Borang dan Asesmen Lapagan, semua tim terlibat dan di dalamnya ada unsur kerja sama dari semua stakeholder baik dari internal dan eksternal,” ungkap Dr. Arni.

Sementara itu, Dr. Nuryakin, SE., MM., Sekretaris Program Magister Manajemen menjelaskan akreditasi A yang diraih ini sebagai upaya yang telah dilakukan oleh prodi dalam mencapai visi yaitu “Berwawasan Global Unggul dalam Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang berlandaskan Nilai-Nilai Islam”. “Kami dari Program MM ingin meningkatkan apa yang telah dipercayakan oleh para semua stakeholder. Ke depannya kami akan meningkatkan serta mengevaluasi kurikulum yang sedang kami gunakan saat ini yang berkaitan dengan kebijakan Kampus Merdeka,” tutupnya

3 PTMA Masuk Universitas Terbaik Se-Asia

Tiga Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) berhasil masuk dalam kategori Universitas Terbaik versi QS World University Rangkings: Asia 2021. Menurut data, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta menempati peringkat ke-451 Universitas terbaik se-Asia, disusul UMS dan UAD pada urutan 600-an. Menjadi pemeringkatan kampus Asia terbesar, QS WUR menampilkan 30 kampus Indonesia baik Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS).

Melansir laman Muhammadiyah.or.id mengenai prestasi yang diraih UMY, Evi Rahmawati Kepala Bidang Pengembangan Organisasi Badan Perencanaan dan Pengembangan (BPP) UMY mengungkapkan prestasi ini merupakan kali pertama diraih UMY. “Alhamdulillah target sudah tercapai, yaitu masuk dalam kategori 500 Universitas Terbaik se-Asia Versi QS World University Rankings: Asia 2021. Prestasi ini merupakan hasil kerja keras sivitas akademika yang sudah mencapai target universitas,” jelasnya.

Evi melanjutkan, dalam mempersiapkan pemeringkatan UMY telah mempersiapkan beberapa indikator meliputi rasio jumlah dosen terlebih lulusan S-3, publikasi ilmiah internasional atau Scopus, dan proporsi jumlah mahasiswa internasional. “Kemudian hal yang kami tempuh untuk mencapai indikator lainnya adalah terkait jumlah proporsi pertukaran mahasiswa baik bersifat inbound maupun outbound,” tambahnya.

Rektor UMY, Dr Ir Gunawan Budiyanto juga mengatakan apresiasi ini menjadi modal UMY untuk melangkah pada tahap berikutnya. “Dengan capaian ini, semakin menegaskan bahwa UMY sudah berhasil masuk dalam jajaran Top Universities tingkat dunia. Ke depannya, kami juga akan terus meningkatkan kolaborasi bersama partner-partner UMY baik di dalam maupun luar negeri, meningkatkan jumlah publikasi scopus, dan sitasi,” tutup Gunawan.

UMY Terjunkan KKN Kembali

Lembaga Penelitian, Publikasi, dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) UMY melakukan seremonial penarikan KKN Relawan Covid-19 batch 1 sekaligus penerjunan KKN Relawan Covid-19 batch 2 dan KKN Pemberdayaan Panti Asuhan Muhammadiyah Yogyakart via aplikasi Zoom, Jumat (20/11). Terdapat 164 mahasiswa yang diterjunkan untuk KKN Covid-19 batch 2 dan 18 mahasiswa untuk KKN Pemberdayaan Panti Asuhan Muhammadiyah Yogyakarta.

Skema KKN Pemberdayaan Panti Asuhan Muhammadiyah Yogyakarta merupakan skema terbaru KKN UMY bekerja sama dengn Majelis Pemberdayaan Sosial Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (MPS PWM DIY). Kepala LP3M UMY, Dr. Ir. Gatot Supangkat,MP., menyatakan KKN merupakan salah satu bentuk UMY mengabdi kepada masyarakat terlebih pada kondisi Covid-19 seperti saat ini. “Melalui KKN Relawan Covid-19 ini paling tidak menjaga lingkungan sekitar kita sendiri dari virus, membangun community development, institution development, dan personality development.”

Sementara itu Kepala Divisi Pengabdian Mahasiswa, LP3M UMY, Dr. Aris Slamet Widodo, S.P. M.Sc., memaparkan 164 mahasiswa disebar di 27 titik tempat. Sedangkan 18 Mahasiswa yang diterjunkan ke KKN Pemberdayaan Panti Asuhan Muhammadiyah merupakan mahasiswa FKIK. “Harapannya dengan penerjunan KKN UMY kali ini dapat meningkatkan semangat untuk mengabdi kepada masyarakat dan persyarikatan Muhammadiyah,” jelas Dr. Aris.

The 4th ICoSI 2020 UMY Raih Rekor MURI

Selasa (13/10), Rektor UMY Dr. Gunawan Budiyanto, MP.,IPM menerima penghargaan Rekor Muri di Opening Ceremony The 4th ICoSI (International Conference on Sustainable Innovation) di Gedung AR. Fachruddin B UMY. Kali ini UMY meraih Rekor Muri melalui kegiatan webinar internasional  dengan disiplin ilmu terbanyak sejumlah 14 disiplin ilmu dalam acara the 4th ICoSI 2020. Sebanyak 1.373 peserta dari 8 negara mengikuti acara yang terselenggara 13-14 Oktober 2020

Ketua panitia pelaksana the 4th ICoSI 2020, Dr.Yeni Rosilawati,S.IP.,S.E.,M.M., menyampaikan terdapat 14 fokus konferensi dari berbagai bidang disiplin ilmu yang diselenggarakan secara serentak secara daring. Dijelaskan karena kondisi pandemi Covid-19 yang belum usai, tahun ini konferensi diadakan pertama kali dengan memanfaatkan platform digital.

Pada prosesi penyerahan penghargaan MURI, Sri Widayati, Senior Manajer MURI mengapresiasi UMY.  ”Kami dari MURI sangat mengapresiasi kegiatan ini. Harapan kami dengan tercatatnya prestasi webinar internasional kali ini tentunya mampu mendorong dosen-dosen, khususnya dari UMY untuk terus menunjukkan karsa dan karya terbaik di bidangnya masing-masing,” jelasnya. Sebagai tambahan, hingga saat ini UMY sudah mencatat 10 rekor dalam penghargaan MURI.