UMY Raih Penghargaan pada Bawaslu Award

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta berhasil memperoleh penghargaan dari Bawaslu RI dalam kategori Mitra Kontribusi Strategis Bawaslu pada ajang Bawaslu Award di Jakarta, Jumat (25/10). Penghargaan ini diperoleh oleh UMY atas prestasinya dalam berkontribusi pada pengawasan pemilu 2019 lalu.

Selain itu, UMY juga memperoleh dua penghargaan lain yang diraih Bambang Eka Cahya Widodo selaku Dosen Ilmu Pemerintahan dengan kategori membangun organisasi Bawaslu RI dan sebagai inisiator Gerakan Anti Politik Uang melalui Program Desa Anti Politik Uang (APU).

Dilansir dari website UMY, Bambang memaparkan penghargaan ini sebagai bentuk edukasi pada masyarakat desa mengenai politik uang oleh calon legislatif atau presiden. “Kalau dari masyarakatnya sendiri sudah sadar akan hal itu, maka dapat dipastikan masyarakat sendiri yang akan menolak adanya praktik politik uang.”

Bambang melanjutkan perjuangan ini merupakan Amar Makruf Nahi munkar yang berintegritas. “Muhammadiyah adalah integritas UMY dan ini merupakan perjuangan dakwah kita dalam bidang politik,” tutupnya.

UMY Menambah Daftar Prodi Berakreditasi A

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mendapatkan 2 akreditasi A dari BAN-PT (Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Tinggi) dan 3 akreditasi A dari LAM-PTKEs (Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia). Lima prodi tersebut ialah, Program Studi (Prodi) Magister Ilmu Hubungan Internasional, Prodi Ilmu Hubungan Internasional, Prodi Pendidikan dan Profesi Dokter Gigi, Prodi Pendidikan dan Profesi Dokter, dan Prodi Pendidikan dan Profesi Keperawatan.

Dr.Suranto,M.Pol., Kepala Badan Penjaminan Mutu (BPM) UMY mengakui beberapa prodi mengalami kenaikan skor dan peningkatan dari akreditasi B menjadi akreditasi A. “Seperti pada Magister Ilmu Hubungan Internasional yang mendapat skor 366, Pendidikan Dokter dengan skor 364, dan Pendidikan Pendidikan Dokter Gigi yang meraih skor 367,” paparnya.

Suranto menambahkan untuk Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) hingga tahun 2022, UMY telah menargetkan 24 dari 41 prodi terakreditasi A. Mendapatkan amanah tersebut, BPM melakukan penyusunan strategi rancangan melalui pemetaan prodi, penyusunan daftar akreditasi prodi yang akan berakhir atau bertahan, dan pendampingan. Kampus pun  turut serta mendorong beberapa program demi terpenuhinya indikator dari BAN-PT.

Bioskop Keliling UMY Hadirkan Hiburan Edukasi di Masyarakat

Dalam rangka memeriahkan HUT RI dan penutupan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), bioskop keliling UMY hadir melakukan pemutaran film di tiga kabupaten, yaitu Dermojurang, Desa Seloharjo, Bantul (27/8), Gegerbajing, Kulonprogo (28/8) dan Desa Karangsuri, Wonosobo (29/8). Kru bioskop keliling ini berasal dari mahasiswa Ilmu Komunikasi dan Laboratorium Ilmu Komunikasi UMY. Film-film yang diputar merupakan film dari Pusbang Film Kemendikbud dan film karya mahasiswa Ilmu Komunikasi UMY.

Dr. Fajar Junaedi selaku dosen Ilmu Komunikasi UMY, mengatakan bioskop kampus UMY memang secara rutin menggelar pemutaran film untuk edukasi dan hiburan masyarakat. “Fungsi bioskop keliling juga sebagai media kampus dalam catur darma perguruan tinggi Perguruan Tinggi Muhammadiyah serta untuk praktikum mahasiswa dalam pengembangan kompetensi,” ujarnya menambahkan.

Sementara itu Koordinator Laboratorium Ilmu Komunikasi UMY, Budi Dwi Arifianto, M.Si, menjelaskan bahwa selama satu semester terakhir, bioskop keliling UMY telah mengadakan pemutaran di lebih dari 30 lokasi. Menurutnya bioskop keliling ini bisa menjadi wadah bagi mahasiswa untuk melakukan praktikum dan pengabdian kepada masyarakat.

Peserta Summer Course on Law and Sharia Belajar tentang Muhammadiyah

Sebanyak 48 mahasiswa peserta Summer Course on Law and Sharia dari International Program for Law and Sharia (IPOLS) Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Yogyakarta mengunjungi kantor PP Muhammadiyah Cik Ditiro pada hari Sabtu (10/8). Tujuan dari kunjungan ini ialah untuk mempelajari kontribusi Muhammadiyah dalam dakwah Islam dan melayani ummat serta bangsa.

Acara dimulai dengan sambutan dari H Nasrullah, SH, SAg, MCL, selaku sekretaris prodi Ilmu Hukum IPOLS kemudian dilanjutkan dengan pemaparan mengenai Muhammadiyah oleh Mohammad Adam Jerusalem, ST, SH, MT, PhD selaku wakil bendahara Majelis Diktilitbang.

Dalam sambutannya, H Nasrullah, mengatakan bahwa malam ini akan menjadi malam terakhir bagi peserta Summer Course on Law and Sharia. ”Rasanya tidak lengkap jika para peserta ini tidak datang ke sini untuk mempelajari langsung tentang Muhammadiyah. Meskipun mereka sudah mendapat sedikit pengetahuan mengenai hal tersebut, namun kami ingin mereka mengetahui lebih dalam bagaimana kontribusi Muhammadiyah, apa filosofi di balik Muhamamdiyah, apa saja aktivitas-aktivitasnya, dan lain sebagainya,” ujar Nasrullah.

Keantusiasan terlihat dari para mahasiswa yang berasal dari Malaysia, Taiwan, dan Turki ini. Syaheera, salah satu mahasiswa International Islamic University Malaysia (IIUM) mengungkapkan kunjungan ini membuatnya jadi lebih mengerti tentang Muhammadiyah. “ Ini sangat mengagumkan mengetahui organisasi ini bisa berjalan lebih dari 100 tahun. Saya rasa komunitas-komunitas muslim lainnya seharusnya bisa mempelajari dan mengambil kemanfaatan dari organisasi ini,” pungkasnya.

UM Yogyakarta Gelar Pengambilan Sumpah Dokter Terbanyak Sejak Fakultas Didirikan

Program Studi Profesi Dokter Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan  (FKIK) Universitas Muhammadiyah (UM) Yogyakarta menggelar acara pelantikan dan pengambilan sumpah dokter di Sportorium UM Yogyakarta, (16/10/18). Tak tanggung-tanggung, ada 162 orang yang diambil sumpahnya dan merupakan yang terbanyak sepanjang fakultas tersebut berdiri..

“Pelakaanaan ini sekaligus mendorong akreditasi program studi Pendidikan Dokter dari B menjadi A. Untuk yang profesi kebetulan sudah A,” ujar Dr. Sukamta S.T., M.T. selaku wakil rektor akademik.

Pelantikan tersebut juga dihadiri oleh wakil dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dr. Joko Murdiyanto, SpAn, dan Dekan FKIK, Dr. Wiwik Kusumawati. Dari 162 orang yang diambil sumpah dokternya terdapat 4 orang di antaranya yang mendapat beasiswa penuh dari Muhammadiyah dan akan mengabdi di rumah sakit Pembina Kesejahteraan Umat (PKU) Muhammadiyah. (WR)

Perguruan Tinggi Muhammadiyah Ajak Kerjasama Instansi Taiwan Tingkatkan Mutu Pendidikan Kesehatan

Kesehatan merupakan salah satu fokus dari sekian banyak isu yang diperhatikan oleh Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang berkomitmen untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Untuk mendukung terwujudnya hal tersebut, UMY beserta 17 instansi baik dari dalam dan luar negeri membentuk sebuah aliansi untuk bekerja sama melakukan peningkatan pada mutu pendidikan kesehatan.

Universitas, perguruan serta sekolah tinggi di Indonesia dan Taiwan tersebut tergabung dalam Taiwan-Indonesia Healthcare Education (TIHE). Pembentukan aliansi itu pun ditandai dengan penandatanganan MoU (Memorandum of understanding) yang ditandatangani oleh instansi terkait di Ruang Konferensi Pascasarjana, Gedung Kasman Singodimedjo Lantai 4 pada hari Senin (11/9) di kampus terpadu UMY.

Hilman Latief, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan menyampaikan bahwa aliansi ini akan menjadi batu loncatan untuk meningkatkan mutu pendidikan kesehatan di masing-masing instansi.

“Sebagai sebuah organisasi masyarakat, kesehatan merupakan sebuah isu yang penting bagi Muhammadiyah. Dengan anggota sebanyak lebih dari 40 juta, Muhammadiyah memiliki banyak sekali universitas, perguruan dan sekolah tinggi serta rumah sakit Pembina Kesejahteraan Umat (PKU) yang bertujuan untuk mendidik dan memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” ucap Hilman.

Karena itu, kebutuhan untuk mengembangkan ilmu kesehatan menjadi penting demi meningkatkan mutu kehidupan. Itulah yang menjadi tujuan dari pembentukan aliansi ini.

Selain itu, Nan-Chen Hsieh dari National Taipei University of Nursing and Health Science (NTUNHS) menyatakan bahwa aliansi tersebut akan menjadi sebuah terobosan penting bagi pengembangan ilmu kesehatan.

“Saya yakin aliansi ini akan menjadi sebuah kemajuan penting untuk era kita, baik untuk meningkatkan masing-masing instansi maupun dalam menghasilkan generasi yang mampu memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas untuk masyarakat,” ujar Nan-Chen yang juga merupakan Presiden NTUNHS.

Dalam presentasi yang dilakukan oleh NTUNHS, aliansi TIHE tersebut akan menjadi sebuah platform untuk para anggotanya dalam mengembangkan berbagai kerjasama antar instansi. Kemudian kerjasama yang ditawarkan pun kedepannya tidak hanya terbatas dalam isu-isu kesehatan namun juga dalam bidang lainnya seperti agrikultur dan lainnya.

Secara total ada 18 instansi yang tergabung dalam aliansi ini, yaitu National Taipei University of Nursing and Health Sciences; Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Lhokseumawe, Aceh; Hsin Sheng Junior College of Medical Care and Management; Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak, Kalimantan Barat; Cardinal Tien Junior College of Healthcare and Management; Universitas ‘Aisyiah Yogyakarta, D.I. Yogyakarta; Vanung University; Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Jawa Tengah; Fooyin University; STIKES Sari Mulia Banjarmasin, Kalimantan Selatan; Hungkuang University; Universitas Muhammadiyah Yogyakarta; Central Taiwan University of Science and Technology; Universitas Ahmad Dahlan, D.I. Yogyakarta; Yuanpei University of Medical Technology; Universitas Muhammadiyah Bengkulu; Universitas Sebelas Maret; dan Taiwan Center-Indonesia. (BHP UMY)

Rektor UMY Gunawan Budiyanto Melantik Lima Wakil Rektor UM Yogyakarta

Bertempat di gedung AR Fachruddin UMY dilaksanakan pelantikan lima Wakil Rektor 2017 – 2021 oleh Dr Gunawan Budiyanto Rektor UMY masing-masing Dr Sukamta,  Dr Nano Prawoto,  Dr Suryo Pratolo,  Helman Latief Ph.D dan Dr Achmad Nurmandi. Dalam sambutannya Rektor berpesan  “untuk dapat bekerjasama membesarkan UMY menuju akreditasi internasional”.

Sementara itu Prof Edy Suandi Hamid sebagai Wakil Ketua  Majelis Diktilitbang mengucapkan selamat atas dilantiknya para Wakil Rektor dan selamat bekerja. “Namun tugas Saudara sangat berat, karena bukan saja harus menjaga kinerja baik UMY selama ini, tetapi harus meningkatkannya,” ujar Prof Edy yang menyampaikan ia ikut mengajar pada masa awal berdirinya UMY tahun 1990an.

Dikemukakannya, team work yang baru ini sudah sangat baik dari sisi kompetensi, namun sebagai unsur pimpinan juga harus memberikan keteladanan, dan memberikan komitmen yang lebih tinggi untuk menjalankan amanah yang diberikan.

Hal ini penting karena posisi UMY sudah masuk kluster perguruan tinggi utama di Indonesia. Ini bukan sekedar dipertahankan, tetapi harus ditingkatkan.

“Akreditasi, misalnya, UMY harus sudah mulai dikareditasi pada level internasional. Kalau hanya dapat A lagi akreditasi institusi itu sudah dicapai UMY. Jadi bukan hal yang istimewa,”ujar Prof Edy Suandi Hamid.

Ditambahkannya, sekarang ini UMY sudah cukup lumayan peringkatnya dalam QS, Webometrics, dan 4ICU. “Bahkan mendapat lima bintang dari QS untuk aspek fasilitas, tanggung jawab sosial dan inklusivisme,” ujarnya.

Buat Video Edukasi, Tim Keperawatan UM Yogyakarta Raih Juara Lomba Nursing Scientific Festival 2016

Pada ajang bergensi Nursing Scientific Festival (NSF) 2016, tiga mahasiswa angkatan 2013 dari program studi Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) berhasil meraih juara I dan juara favorit dalam kompetisi video edukasi. Ketiga mahasiswa tersebut yaitu Nur Huda Surya Pratama selaku ketua tim, Ghulam Najiih Naadir, serta Rizky Shodiqurahman, berhasil menyabet juara NSF yang ditujukan bagi mahasiswa keperawatan di seluruh Indonesia. Ajang kompetisi yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang tersebut diadakan selama 3 hari yaitu 21 hingga 23 Oktober 2016.

Huda selaku ketua tim saat ditemui di Biro Humas dan Protokol UMY, Selasa (25/10) mengatakan bahwa kompetisi NSF 2016 pada tahun ini mengangkat tema “Nursing Care In Emergency Road Traffic Accident. “Sesuai tema yang ditetapkan pada tahun ini, kami mengambil judul untuk video edukasi yaitu Improvisasi Penanganan Fraktur Pada Kecelakaan Lalu Lintas. Video yang kami buat mendiskripsikan terkait penanganan pertama pada kejadian kecelakaan, dengan mengambil contoh kecelakaan dengan korban yang masih sadarkan diri namun telah mengalami patah tulang pada bagian kaki korban. Pertolongan yang kami lakukan sesuai dengan prosedur penanganan pada kecelakaan,” jelas Huda.

Huda melanjutkan, video yang dibuat bersama timnya tersebut disesuaikan dengan kondisi masyarakat yang masih awam terkait penanganan pada kecelakaan yang aman. “Ide yang kami buat melalui video edukasi ini kami menggunakan metode suara, gerak, dan menghindari Bahasa medis yang terkadang masyarakat awam belum banyak yang mengetahui. Langkah yang kami lakukan yaitu pertama melalui call for help atau menelpon ambulan gawat darurat, setelah itu melihat jalan napas, perkembangan dada, dan peredaran darahnya, lalu melakukan initial assestmen atau pengkajian awal pada korban terkait dengan pendarahan,” lanjutnya.

Dalam menutup semua pendarahan dan melakukan evakuasi korban patah tulang, Huda menambahkan bahwa perlunya edukasi kepada masyarakat dalam melakukan evakuasi tersebut tanpa harus menambah cedera baru. “Dengan mengambil judul terkait penangan fraktur (patah tulang, red), dapat menyadarkan kepada masyarakat terkait banyaknya alat yang bisa digunakan di lapangan dalam melakukan perawatan yang aman bagi penolong, korban, maupun aman bagi lingkungan. Alat-alat di sekitar kita yang bisa dijadikan penanganan pertama pada korban patah tulang itu seperti kayu atau lainnya,” tambahnya. Dalam ajang perlombaan ini, selain UMY yang keluar menjadi juara pertama, tim UGM keluar sebagai peringkat ke-2, dan Universitas Udayana Bali di posisi ke-3.

Pada kesempatan yang sama Shodiq memaparkan bahwa ide yang disampaikan dalam video edukasi tersebut belum diketahui oleh banyak orang. Sehingga ide yang dibawakan tersebut mendapat nilai lebih dari para juri, hingga mengantarkan mereka menjadi juara. “Hal yang menjadi penilaian dari para juri yaitu keunikan ide. Video yang kami buat berbeda dengan yang lainnya, karena tim lawan banyak yang membuat ide video edukasi dalam penanganannya menggunakan alat-alat yang masih ada di rumah sakit. Selain itu kami mampu menjawab seluruh pertanyaan dari para juri dengan baik, dengan menggunakan teori dan pengalaman yang ada,” papar Shodiq.

Huda bersama timnya berharap, kompetisi Nasional yang baru diikuti oleh mahasiswa keperawatan UMY dan berhasil meraih juara tersebut dapat memberikan motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya. “Alhamdulillah meskipun hanya satu tim dari UMY, kami bisa membuktikan bahwa kami bisa. Harapan kedepan kami bisa membuka jalan bagi mahasiswa lainnya untuk dapat meregenerasi dan menunjukkan skill dalam berbagai hal. Video dalam proses pembuatan selama satu minggu ini semoga bermanfaat bagi masyarakat terkait penanganan kecelakaan bagi korban patah tulang,” harap mereka.

Sumber : www.umy.ac.id

UM Yogyakarta Wisuda 1.316 Mahasiswa

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali mengadakan wisuda Program Vokasi, Sarjana, dan Pascasarjana periode I di Sportorium Kampus Terpadu UMY, Sabtu (22/10). Pada periode pertama ini,  UMY meluluskan mahasiswanya sebanyak total 1.316 Wisudawan/Wisudawati yang terdiri dari Program Vokasi sebanyak 39 Wisudawan/Wisudawati, Program Sarjana sebanyak 1.198 wisudawan dan Program Pascasarjana sebanyak 79 Wisudawan/Wisudawati.

Wisudawan terbaik untuk jenjang S1 kali ini diraih oleh Hanif Nafiah, S.P dari program studi Agribisnis  dengan IPK 3,97. Sedangkan untuk jenjang S2, wisudawan terbaik diraih olehMaria Putri Sari Utami, M.Kep dari program studi Magister Keperawatan dengan IPK 3,96. Pada pelaksanaan wisuda kali ini terbagi menjadi dua waktu yaitu pagi dan siang untuk mengantisipasi massa yang menumpuk di Sportorium.

Rektor UMY, Prof. Bambang Cipto MA dalam sambutannya menyatakan kebanggaannya terhadap mahasiswa UMY. Beliau berpesan kepada para mahasiswa untuk bersiap menghadapi dunia yang sesungguhnya. “Saya sangat senang melihat mahasiswa yang kurang lebih empat tahun menempuh di UMY ini. Hari ini UMY akan segera ditinggalkan oleh kalian, Kami berharap pembelajaran yang telah didapat, khususnya Al-Islam dan Kemuhammadiyahan harus tetap diterapkan dan diamalkan karena menjadi modal dalam menghadapi tantangan yang lebih besar yang menanti didepan,” ungkapnya.

Beliau juga berpesan dua hal kepada lulusan UMY agar bersemangat dalam menciptakan inovasi. “Jadilah insan yang inovatif yang senantiasa menciptakan hal-hal baru. Dan juga jadilah orang yang mempunyai jiwa entrepeneurship. Dua hal tersebut,dapat membuat kita bisa mandiri. Kita harus menjaga semangat itu karena dapat memberi kemudahan pada orang lain,” tuturnya.

Sementara itu Asep Suryana, S.IP, dalam sambutannya mewakili wisudawan priode kali ini, menyatakan rasa bangganya dengan UMY. “Menempuh pendidikan di UMY merupakan suatu kebanggaan karena UMY termasuk salah satu perguruan tinggi yang terkreditasi A di Indonesia. Selain itu,UMY juga memgang teguh nilai-nilai islami dan pengembangan ilmu pengeahuan,”ujar Finalis Mahasiswa Berprestasi Nasional 2016 ini.

Ia juga menyerukan kepada wiisudawan/wisudawati lainnya untuk melanjutkan perjuangan masing-masing . “Untuk teman-teman wisudawan/wisudawati, perjuangan kita masih panjang dan tidak berakhir di wisuda kali ini. Hari ini justru merupakan awal perjuangan yang sesungguhnya. Semoga kita bertemu lagi saat sukses nanti,” harapnya.

Sumber : www.umy.ac.id

Calon Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Telah Terpilih

Anggota Senat Universitas Muhammadiyah Yogyakarta pada Kamis (20/10) telah memilih Bakal Calon Rektor UMY untuk periode 2016 – 2020. Bertempat di Ruang Sidang Komisi Gedung AR Fachruddin A Lantai 5 Kampus Terpadu UMY, sebanyak 52 orang anggota senat menghadiri “Rapat Senat UMY Pemilihan Calon Rektor Defenitif” yang dipimpin langsung oleh Ketua Senat UMY, Prof. dr. H. Moh. Anwar, M.Med., Sc., Sp.OG (K).

Dari empat nama yang terjaring, terpilih calon rektor definitif yakni nama Dr. Achmad Nurmandi, M.Sc., Dr. Ir. Gunawan Budiyanto, M.P., dan Dr. Mukti Fajar, ND., M.Hum. Para calon rektor tersebut dipilih oleh 52 anggota senat UMY, yang tiap individu diberikan hak untuk memilih tiga dari total empat calon rektor UMY. Hasil pemilihan rektor tersebut kemudian akan disampaikan ke Majelis Pendidikan Tinggi, Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk kemudian dipilih sosok yang akan memimpin Universitas Muhammadiyah Yogyakarta selama 4 tahun mendatang.

Sebelum pemilihan, setiap para calon rektor menyampaikan program-program yang akan mereka lakukan ketika terpilih menjadi rektor. Keempat calon semuanya memiliki program yang hampir sama, berkaitan dengan peningkatan standar UMY sebagai World Class University. Salah satu program yang sama tersebut adalah peningkatan mutu pendidikan dan kualitas dosen UMY.

Prof. Bambang Cipto menyampaikan beberapa strategi kedepan antara lain pembaharuan tata organisasi, fokus pengembangan SDM, meningkatkan kerjasama internasional, meningkatkan kemampuan dosen, meningkatkan jumlah profesional, dan meningkatkan kajian Al Islam dan Kemuhammadiyahan. “Selain itu sudah saatnya bagi UMY untuk meningkatkan enterpreneur mahasiswa. Karena universitas standar QS seperti Stanford dan National University of Singapore (NUS) yang memiliki ranking tinggi, memiliki kualitas mahasiswa yang bagus dalam bidang enterpreneurship,” jelas Bambang.

Dr. Achmad Nurmandi ingin meningkatkan perolehan ranking UMY di kancah Internasional dengan meningkatkan mutu SDM di UMY, ” Kinerja setiap prodi atau fakultas meningkat, ditunjukkan dengan akreditasi tiap fakultas banyak yang naik. Berarti meski fakultas meningkat, secara keseluruhan di tingkat universitas menurun. Oleh karenanya harus meningkatkan Sumber Daya Manusia salah satunya para Doktor di UMY harus menjadi motor perubahan yang tidak hanya memikirkan prodi tetapi juga universitas secara menyeluruh.”

Dr. Gunawan Budiyanto menyampaikan beberapa programnya salah satunya adalah percepatan strategi peningkatan skor AIPT-2017 agar UMY tetap berpredikat A dan percepatan peningkatan jumlah lektor kepala dan guru besar. “Program selanjutnya yaitu percepatan pencapaian jumlah doktor di UMY, dimana 30% dari semua dosen harus bisa bergelar doktor. Juga peningkatan fasilitas pembelajaran terutama seperti laboratorium eksak maupun sosial,” ujar Gunawan.

Sedangkan Dr. Mukti Fajar, dalam bidang akademik ia mentargetkan setiap dosen memiliki minimal satu publikasi per tahunnya. “Dalam bidang SDM, semua dosen nanti harus ada peningkatan. Program profesorisasi harus dikelola sebagai sebuah sistem dan bukan dilakukan oleh pribadi masing-masing saja. Dan jika UMY mentargetkan 4 tahun lagi ingin menjadi Perguruan Tinggi level Asia, maka harus ada percepatan kerja,” ujar Mukti.

Sumber  : www.umy.ac.id