pendidikan profesi fisioterapi

Prodi Pendidikan Profesi Fisioterapi Unisa Lantik 225 Fisioterapis Baru

Prodi Pendidikan Profesi Fisioterapi Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKes) Universitas `Aisyiyah Yogyakarta (Unisa), mengadakan Pelantikan dan Sumpah Fisioterapis secara daring, Sabtu (27/3). Pelantikan dan sumpah yang diikuti 225 Fisioterapis dilakukan secara daring ini digelar di Hall Baroroh Baried lantai 4 kampus Unisa Yogya.

Adapun mahasiswa yang hadir secara offline hanya perwakilan dari masing-masing agama mahasiswa, beserta rohaniawan dan tamu undangan dari Dinas Kesehatan DIY dan Pimpinan Daerah Ikatan Fisioterapi Indonesia (PDIFI) Yogyakarta.

Ali Imron, M.Fis selaku Dekan FIKes Unisa Yogya dalam sambutanya mengatakan, seluruh mahasiswa yang disumpah dan dilantik kali ini sudah menjalani Ujian Kompetensi Nasional (UKOM), sebagai persyaratan untuk mendapatkan surat tanda registrasi sebelum menjalani praktek profesionalnya dengan tingkatr kelulusanya 81,3%.

“Dengan sumpah pada pagi hari ini, maka prodi profesi Fisioterapi Unisa telah meluluskan sebanyak 550 Fisioterapis yang Alhamdulillah telah bekerja baik menjadi ASN, Industri, Rumah Sakit Swasta, dan sebagian besar menjalankan praktik mandiri secara perorangan,” ucap Imron.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang kali ini diwakilkan oleh Sekretaris Dinkes DIY Dra. Siti Badriah juga menyampaikan bahwa Fisioterapis mempunyai peran yang sangat penting, baik dari segi promotif, preventif, dan pelayanan kesehatan dalam kondisi wabah Covid-19.

Rektor Unisa Yogya Warsiti, S.Kp., M.Kep., Sp.Mat memberikan pesan kepada para Fisioterapis untuk bisa menyesuaikan dengan kondisi pandemi yang dihadapi saat ini, serta perkembangan teknologi serta persaingan dan tantangan di dunia kerja.

“Saya percaya anda semua kelak akan terus menerus mengembangkan diri menjadi orang-orang yang solutif, menjadi teladan dan juga memberikan manfaat untuk orang banyak,” tutur Warsiti pada alumni Pendidikan Profesi Fisioterapi.

 

Sumber : Humas Unisa

Muktamar IPM, UMP Berikan 2,2 M Beasiswa untuk Kader

Muktamar IPM, UMP Berikan 2,2 M Beasiswa untuk Kader

Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Banyumas, Jawa Tengah menjadi tuan rumah pelaksanaan Muktamar ke 22  Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Kamis hingga Ahad (25-28/3).

Pembukaan di hadiri langsung oleh Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dahlan Rais, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banyumas Dr Ibnu Hasan, Rektor UMP Dr Jebul Suroso, Ketua Umum Pimpinan Pusat IPM Hafiz Syafaaturrahman, dan Ketua Umum Pimpinan Wilayah IPM Jawa Tengah Nurul Huda.

Dalam kesempatan itu Rektor UMP Dr Jebul Suroso memberikan beasiswa 2,2 Milyar untuk kader persyarikatan. “Kami fasilitasi para kader muda untuk bisa melanjutkan di UMP. 48 program studi dan 11 fakultas yang ada di UMP, mulai dari program D3, Sarjana, sampai Pascasarjana, kita siapkan beasiswa untuk anak-anak IPM. Kita siapkan 2,2 Miliar untuk mereka para kader calon penerus bangsa,” jelasnya.

Rektor menyeru agar seluruh kader persyarikatan yang ada di seluruh Indonesia untuk bisa melanjutkan kuliahnya di UMP. “Jangan sampai kader-kader kita yang potensial, tidak bisa melanjutkan pendidikan, itu akan menjadi kerugian bagi kita semua,” jelasnya. Sementara itu Ketua Umum Pimpinan Pusat IPM Hafiz Syafaaturrahman mengatakan, muktamar di UMP merupakan sejarah karena dilakukan secara daring mengingat kondisi pandemi Covid-19 yang belum mereda.

“Pikir kita adalah pendekatan yang melampaui zaman. Muktamar kali ini bukan hanya sejarah, bukan hanya historis, tetapi kita bisa syarkan dakwah Muhammadiyah secara keseluruha, bahwa pelajar yang berkemajuan adalah pelajar yang berkeadilan dan juga pelajar yang bisa memberikan contoh tauladan,” jelasnya. Hafiz juga mengajak kader seluruh Indonesia untuk berkontribusi memberikan ide terbaik sehingga ada sejarah baik yang kita buat dan tulis bersama. “Kalau fisik mungkin akan sirna oleh zaman, tetapi sejarah keilmuan dan pergerakan akan selalu dikenang. Mudah-mudahan kenangan indah itu muncul dari Universitas Muhammadiyah Purwokerto kedepan,” tutup Hafiz. (tgr)

dokter baru

10 Dokter Baru FK UMP Jalani Sumpah Dokter

10 dokter baru dari Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) dilantik dalam Sumpah Dokter Ke-5 FK UMP di Aula Gd. Fakultas Kedokteran, Selasa (23/3/2020). Mereka terdiri atas 5 dokter wanita dan 5 dokter pria, Dekan FK UMP dr. Muhammad Mansyur Romi, SU, PA (K) mengatakan sumpah dokter adalah bagian dari rangkaian pendidikan kedokteran untuk melangkah kejenjang berikutnya.

“Sumpah dokter bukan hanya seremonial saja tapi bagaimana seorang dokter mengawali profesinya dalam berkomitmen kepada ALLAH SWT, kepada dirinya, kepada masyarakat dan kepada teman sejawat dimana teman sejawatnya akan dianggap seperti saudara kandungnya sampai akhir hayatnya,” jelasnya.

Dijelaskan, sumpah dokter keempat ini akan diikuti oleh lulusan dokter baru Fakultas Kedokteran UMP dengan jumlah 10 dokter baru, dimana dokter baru ini telah melewati ujian kompetensi dokter umum secara nasional pada bulan Februari tahun 2021 dengan angka kelulusan 71,42 %.

“Rasa syukur dan bangga dengan lulusan dokter baru ini, walaupun terkendala dengan masa pandemi ini, tidak menutupi semangat pengambilan sumpah dokter ini tetap berjalan dengan segala keterbatasannya,” jelasnya.

Sementara itu, Rektor UMP Dr Jebul Suroso memberikan apresiasi kepada Fakultas Kedokteran UMP yang telah berhasil mengantarkan dokter baru, melewati masa studi yang panjang, dan sampailah kepada kesempatan hari ini disumpah menjadi dokter.

“Kami sampaikan selamat, pada saat ini kalian telah melampaui keberhasilan, dan siap menyambut dokter baru. Kalian sudah mengabdi menjadi dokter kemanusiaan. Jadilah anda dokter yang baik. Berpegang teguh dengan sumpah dokter. Anda menjadi dokter yang mengutamakan prikemanusiaan, dan bisa menjadi dokter yang mengemban amanah dakwah,” jelasnya.

Rektor berharap, para dokter lulusan UMP menjadi dokter yang berbeda dari biasanya. Memiliki akhlak mulia dan bermanfaat untuk semua manusia. “Jadilah dokter yang akhlak mulia, berakhlak yang baik terhadap orang tua, kepada masyarakat dan kerabat kerjanya. Ada harapan dari orang tua kalian semua, masa depan hidup anda lebih baik dari pada kedua orang tua Anda. Sehingga anda bisa membahagiakannya mereka,” pungkasnya.

Sumber : Suara Muhammadiyah

UMSB Dukung Usmar Ismail Sandang Gelar Pahlawan Nasional

UMSB Dukung Usmar Ismail Sandang Gelar Pahlawan Nasional

Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat kampus pertama di Sumbar yang merekomendasikan Usmar Ismail menjadi Pahlawan Nasional. Hal itu disampaikan Rektor UM Sumatera Barat Dr. Riki Saputra menilai beliau sangat layak menyandang gelar sebagai Pahlawan Nasional.

Ia melanjutkan, pengusulan ini bukan tanpa alasan. Ada beberapa pertimbangan salah satunya karena ia merupakan putra kelahiran kota Bukittinggi. “Dari segi intelektualnya, beliau punya banyak peran dalam memajukan Indonesia,” ungkap Riki, Senin (22/3).

Riki menambahkan, rekomendasi itu sudah diserahkan ke Pemerintah dan berharap hal ini bisa terealisasi. “Keluarga beliau juga meminta dukungan kita. Setelah ini, kita akan mengadakan berbagai kegiatan seperti workshop atau lokakarya untuk memperkokoh eksitensinya,” ungkap Rektor.

UM Sumatra Barat juga menggelar Seminar Nasional bertajuk Mengenang satu Abad Usmar Ismail dengan menghadirkan anak dari beliau, Wartawan Senior Hasril Chaniago, Sineas Arief Malin Mudo dan Asisten III Pemko Bukittinggi Melfi, (23/03).

Di akhir acara, berlangsung penandatangan petisi mendukung Usmar Ismail sebagai Pahlawan Nasional. Beliau merupakan tokoh film, sastrawan dan wartawan Indonesia kelahiran 20 Maret 1921. Tokoh hebat multi talenta, kelahiran Bukittinggi 20 Maret 1921, wafat di Jakarta 2 Januari 1971 (usia menjelang 50 tahun, masih muda).

Beliau memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dengan tiga jalan: fisik/senjata, pikiran dan karya. Beliau pernah jadi wartawan dan menjabat Ketua PWI Pusat (1947-1949).  Selanjutnya, menjadi perwira TNI berpangkat Mayor di usia 25 tahun, anggota DPR-RI, dan tentu saja diakui sebagai Bapak Perfilman Infonesia – namanya diabadikan sebagai Pusat Perfilman Nasional “H. Usmar Ismail” di Kuningan, Jakarta. UM Sumatera Barat merupakan perguruan tinggi pertama yang merekomendasikan Usmar Ismail sebagai Pahlawan Nasional. 

KUI UM Pontianak Ajak Sivitas Akademika Bersinergi Untuk Internasionalisasi Berbasis Prodi

KUI UM Pontianak Ajak Sivitas Akademika Bersinergi Untuk Internasionalisasi Berbasis Prodi

UM Pontianak melalui Kantor Urusan Internasional menggelar webinar dengan tema “Internasionalisasi Berbasis Prodi dan Kebijakan Kampus Merdeka melalui video conference zoom yang dihadiri oleh 229 peserta dari berbagai perguruan tinggi yang ada di Indonesia (17/03/2021). Kegiatan webinar menghadirkan dua narasumber yakni Firman Hidayat, Sub Koordinator Kerja Sama Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdikbud dan Yordan Gunawan yang merupakan Ketua Asosiasi Kantor Urusan Internasional PTMA Indonesia dan dipandu oleh Kepala Kantor Urusan Internasional, Ufi Ruhama sebagai moderator.

Dalam sambutannya di depan jajaran Pimpinan Universitas Dekanat, Kaprodi serta para peserta, Wakil Rektor Bidang Akademik UM Pontianak, Eko Dewantoro berharap seluruh sivitas akademika yang ada di lingkungan UM Pontianak dapat bersinergi untuk menjalankan program internasionalisasi berbasis prodi. Hal tersebut sesuai dengan visi dan misi pimpinan agar dapat menjadikan UM Pontianak menjadi kampus terkemuka dan dapat bersaing di tingkat nasional dan internasional. Mewakili institusi, beliau merasa senang karena selama ini sudah banyak peningkatan capaian kerja sama internasional yang sudah dicapai oleh Kantor Urusan Internasional. “Kedepannya akan menjadi lebih baik jika prodi dan masing-masing fakultas dapat berperan aktif untuk melaksanakan internasionalisasi berbasis prodi,” ujarnya.

Sementara itu, Bapak Firman Hidayat menyebutkan pentingnya internasionalisasi berbasis prodi yang terhubung langsung dengan kebijakan yang digagas oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Hal tersebut terlihat dari kesempatan yang diberikan kepada mahasiswa selama 3 semester untuk dapat menikmati pendidikan di luar prodi. “Selama 3 semester dalam kebijakan kampus merdeka ini, mahasiswa diberikan kebebasan untuk belajar di luar prodi, di luar fakultasnya, bahkan di universitas lain. Hal ini sejalan dengan tujuan untuk menumbuhkan kreativitas dan daya saing mahasiswa dengan kemajuan jaman yang selalu terus berkembang,” tuturnya. Firman menekankan ada 8 bentuk kegiatan yang dapat digagas dalam kerja sama internasional dan sesuai dengan kebijakan kampus merdeka. Mulai dari kegiatan pertukaran pelajar, magang, asistensi mengajar di satuan pendidikan, mengikuti kegiatan riset, proyek kemanusiaan, kegiatan wirausaha, proyek mandiri, dan kuliah kerja nyata tematik. Menurutnya, kebijakan kampus merdeka ini diselaraskan dengan tuntutan inovasi dan kreativitas yang harus dikuasai mahasiswa agar mampu bersaing dengan perkembangan jaman.

Dalam acara yang diselenggarakan KUI UM Pontianak ini diikuti lebih dari 260-an peserta dari berbagai Perguruan tinggi di Indonasia itu, Yordan Gunawan, Ketua ASKUI dalam paparan materinya menjelaskan pentingnya roadmap pengembangan dari program internasionalisasi perguruan tinggi. Internasionalisasi berbasis prodi dapat diawali dengan mengundang dosen luar negeri untuk kegiatan visiting professor. Hal tersebut dilakukan jika institusi kekurangan SDM yang mumpuni untuk bisa langsung mengadakan kegiatan student exchange. Ia melanjutkan, untuk dapat menghasilkan kerja sama internasional dapat melalui beberapa tahapan seperti inisiasi kerja sama, penjajakan calon mitra, pembahasan substansi, penyusunan draf kerja sama, komunikasi dengan pihak mitra, hingga penanda tanganan MoU/MoA. “Tentu semua proses tersebut harus dilanjutkan dengan implementasi kerja sama dan harus ada monitoring serta evaluasi. Kalau misal belum bisa implementasi dalam komponen yang sulit seperti joint research, bisa diawali dengan kegiatan yang sesuai dengan kemampuan perguruan tinggi.”

Kedua narasumber menegaskan bahwa semua perguruan tinggi wajib menyadari pentingnya penguasaan bahasa internasional khususnya bahasa Inggris untuk meningkatkan kualitas kerja sama internasional institusi. Penguasaan bahasa Inggris ini dapat diinisiasi dengan penyelenggaraan pelatihan peningkatan kemampuan bahasa bagi dosen, staf, dan mahasiswa. Selain hal tersebut, tentu perlu dukungan dari pimpinan dan peningkatan kualitas iklim akademik yang serius, publikasi internasional dari para dosen, serta memiliki networking yang luas dari seluruh dunia. [] KUI UM Pontianak

Rektor UM Bone Pembicara Konferensi Internasional

Rektor UM Bone Pembicara Konferensi Internasional

MoU digelar dalam rangka peningkatan kualitas mutu insitutusi perguruan tinggi. Mulai dari kegiatan pembelajarannya, penelitian maupun dalam rangka pelaksanaan kegiatan Konferensi Internasional. Begitu papar Dr. H. Muhammad Jafar, S.Pd, MPd Rektor Universitas Muhammadiyah (UNIM) Bone saat menjadi pembicara dalam acara MoU Internasional Institution and University yang digelar Indonesian Education Share To Care Volunter. Pada acara tersebut, Rektor UNIM Bone menjadi pembicara mewakili 8 Perguruan Tinggi dari Luar Negeri dan 15 Perguruan Tinggi dalam negeri.

Lulusan Doktor Bidang Bahasa Inggris ini berbagi materi mengenai bagaimana mengembangkan kualitas perguruan tinggi melalui kegiatan penelitian pengabdian kepada masyarakat. “Makanya, melalui MoU ini, para perguruan tinggi baik dari luar negeri maupun dalam negeri akan bekerjasama dalam kegiatan penelitian dalam rangka menghasilkan artikel berkualitas untuk dipublik di Jurnal Internasional,” terangnya dilansir dari Radar Bone (Minggu, 21/03).

Delapan perguruan tinggi dari luar negeri yang terlihat dalam MoU tersebut diantaranya Christ College Aunonomous Irinjalakuda Kerala India, National Tectile University Pakistan, Leads Philipines, Institute Of Global Profesional Banglades, Medicap University India, Cafe Forum India, Al Hamd University Pakistan dan Future Leadership International Grup Egypt. Sementara perguruan tinggi dari dalam negeri diantaranya Universitas PGRI Ronggolawe Tuban, Unismuh Sidenreng, IAIN Madura, Universitas Al Asyariah Mandar Sulbar, IAIN Lhokseumawe, IAIN Surakarta, Univesitas Siliwangi, Universitas Fajar dan lain-lainnya.

STIKES Muh Klaten Berikan Bantuan Full Face Respirator Masks

STIKES Muh Klaten Berikan Bantuan Full Face Respirator Masks

STIKES Muh Klaten memberikan bantuan berupa Full Face Respirator Masks untuk Tim Pemulasaraan dan Tim Kubur Cepat (TKC) Gugus Tugas Penanggunlangan Covid-19 Kabupaten Klaten, Januari lalu.

Bantuan yang diserahkan berupa 10 buah Full Face Respirator Masks dengan model menutup wajah secara penuh dan bisa digunakan untuk staff pekerja diruangan yang mengandung zat kimia yang berbahaya. Diharapkan masker ini dapat menjadi alat pelindung bagi tim dari paparan Covid-19. Bantuan diberikan secara langsung oleh humas STIKES Muh Klaten kepada Bapak Sasongko Agung W selaku Wakil Komandan SAR Kab. Klaten di Markas Komando Search and Rescue (SAR).

Selain memberikan bantuan berupa Full Face Respirator Masks, beberapa karyawan dari STIKES Muh Klaten juga tergabung dalam Tim Pemulasaraan dan Tim Kubur Cepat gugus Tugas Kabupaten Klaten. Kegiatan tersebut sebagai bentuk pengabdian STIKES Muh Klaten kepada Masyarakat Kabupaten Klaten pada khususnya dalam proses percepatan penanggunalangan Pandemi Covid-19.

Humas STIKES Muh Klaten mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh tim kamboja -sebutan dari tim pemulasaraan dan tim kubur cepat gugus tugas kabupaten Klaten atas kerja keras seluruh rekan-rekan relawan kabupaten Klaten yang tidak lelah dalam penanggulangan pandemi Covid-19. “Semoga seluruh tim pemulasaraan dan tim kubur cepat gugus tugas kabupaten Klaten selalu diberikan kesehatan, pandemi segera berakhir dan semoga Lelah rekan Semuanya menjadi Lillah,” pungkasnya. []Majelis Diktilitbang PPM

Muhammadiyah Open University (MOU) Resmi Jalani Evaluasi Lapangan

Muhammadiyah Open University (MOU) resmi jalani evaluasi lapangan secara virtual oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kemendikbud RI bertempat di Kampus MOU Jalan Hos Cokroaminoto Wirobrajan, Kamis, (18/03). MOU yang digagas oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini sebelumnya telah dilaunching pada Milad Muhammadiyah tahun 2019 oleh Mendikbud Nadiem Anwar Makarim.

Turut hadir di Kampus MOU Prof Lincolin Arsyad Ketua Majelis Diktilitbang PPM, Prof Dr Chairil Anwar Ketua Badan Pembina Harian (BPH) MOU, Dr Bambang Riyanta Direktur MOU, dan Muhammad Sayuti PhD Sekretaris Majelis Diktilitbang PPM, kemudian hadir secara virtual Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ) dari UM Kendari dan STKIP Muh Kuningan.

Evaluasi lapangan yang dilakukan secara daring oleh Prof Dr Paulina Pannen, Gatot Fatwanto Ph.D, Dr Hari Wibawanto, dan M Rizky Aldilla. Dr Hari Wibawanto memaparkan dalam visitasi ini perlu mempersiapkan semua bukti fisik khususnya Learning Management System (LMS). “Dalam Muhammadiyah Open University keberadaan Learning Management System (LMS) menjadi vital,” pungkasnya. Sementara Dr Bambang Riyanta menyanggupi untuk melengkapi dokumen. “InsyaAllah sudah kami siapkan segala hal yang dibutuhkan dan 165 PTMA insyaAllah dapat menjadi resourches guna mendukung perkembangan MOU,” paparnya. Prof Chairil Anwar sebagai Ketua BPH berharap dengan adanya MOU dapat memperluas jangkauan dakwah Muhammadiyah dalam bidang Pendidikan Tinggi khususnya bagi wilayah 3 T (terluar, tertinggal, terdepan).  “Mudah-mudahan MOU ini dapat segera terbit, khususnya izin dari Kemendikbud,” paparnya. 

Informasi mengenai MOU dapat diakses melalui website resmi MOU yaitu mou.ac.id. Adapun prodi yang tersedia diantaranya Akuntansi, Hukum, Manajemen, Administrasi Kesehatan, Informatika, dan Sistem Informasi.

UMM

Kolaborasi UMM dan Shopee Dorong Mahasiswa Bisnis Digital

Direktorat Pendidikan Vokasi dan Pelatihan UM Malang (UMM) menggandeng Shopee untuk menyelenggarakan program bisnis digital “Muda Berdaya”. Agenda kolaborasi umm ini dilangsungkan secara daring pada Rabu (10/3) itu menghadirkan beberapa pemateri dari Shopee untuk memberikan pelatihan pada para mahasiswa.

Mengawali pelatihan tersebut, Dr. Fauzan, M.Pd. selaku Rektor UMM menegaskan bahwa tanggung jawab perguruan tinggi tidak hanya terbatas pada kegiatan transfer knowledge. Namun juga membekali mahasiswa agar mampu menghadapi tantangan yang ditemui usai menyelesaikan studinya. “Salah satunya dengan membekali kemampuan berwirausaha, khususnya dalam pemasaran digital,” lanjutnya.

Fauzan juga menjelaskan bahwa UMM terus berusaha membentuk suasana entrepreneurship yang kuat. Jika sudah terbentuk suasana wirausaha yang kuat, maka akan muncul dinamika yang mampu menjawab permasalahan-permasalahan yang ada. “Skill ini bisa jadi modal hidup yang bermanfaat. Tidak terbatas pada teknis menjual dan mendapat penghasilan, namun labih kepada membentuk jiwa-jiwa entrepreneurship,” harap Fauzan.

Dalam kesempatan yang sama, Monika Viany selaku perwakilan Shopee menjelaskan bahwa banyak program yang sudah disiapkan, utamanya di masa pandemi. Adapun program Muda Berdaya berawal dari agenda yang dilaksanakan pada 2019 lalu. Pada saat itu Shopee menyasar para siswa yang duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA). “Melihat potensi anak muda yang menjajikan, pada tahun ini kami menjalankan program bagi para mahasiswa,” ungkap Monika.

Ia juga berharap agar agenda ini bisa memacu motivasi mahasiswa dalam berwirausaha. Mampu merintis bisnis di usia muda dan berakhir sukses. Hingga pada tahapan selanjutnya bisa membantu mengembalikan perekonomian negara menjadi lebih baik.  Agenda ini didasari  fakta bahwa Indonesia menjadi negara dengan tingkat penggunaan e-commerce tertinggi di dunia. Mengutip data Global Web Index, pada 2019 hampir 90 persen pengguna internet yang berusia 16 hingga 64 tahun pernah melakukan pembelian secara online.

Sumber : Humas UMM

Wisudawan PPG UMM Luncurkan 22 Buku

Wisudawan PPG UMM Luncurkan 22 Buku

Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) UM Malang mahasiswa PPG UMM yang diambil sumpah.

Arina Restian S.Pd., M.Pd., selaku penanggung jawab menjelaskan program ini dilaksanakan dengan tujuan untuk melengkapi kemampuan para wisudawan, utamanya dalam hal menulis. Ia merasa sudah seyogyanya setiap pengajar profesional dapat menulis dengan baik hingga mampu mencetuskan sebuah karya. “Tidak banyak pendidik yang memiliki skill ini. Padahal menulis merupakan hal yang penting bagi mereka,” terangnya lebih lanjut.

Arina mengaku program tersebut berawal dari idenya dalam mengajak dan mendorong seluruh elemen pengajar profesional agar mampu menulis dan menjadi contoh bagi anak-anak didiknya. 22 buku dari PPG UMM memiliki berbagai tema yang sudah ditentukan. Ada yang berisi tentang pengembangan media pembelejaran. Adapula yang membahas terkait penguatan karakter serta pendidikan karakter di Indonesia. Meski begitu, ia akui komitmen menulis menjadi kendala dalam penyusunan buku-buku tersebut.

“Tentu saja semua agenda menemui kendala. Begitupun dengan penyusunan karya-karya ini. Namun jika kita memiliki komitmen yang kuat, kendala-kendala yang ada akan lebih mudah dihadapi,” akunya saat ditemui. Sementara itu dilansir dari website UMM, salah satu penulis Nanang Fauzi menyampaikan program ini bisa menjadi nilai positif, khususnya bagi para wisudawan. Ia juga menemui berbagai kendala saat mulai menulis buku. Salah satunya adalah masalah referensi. “Saat itu karya yang saya tulis membutuhkan satu referensi penting. Namun sangat susah untuk mendapatkannya.  Selain agar tulisan saya selesai, juga untuk menghindari rasa malas yang sering mampir,” pungkasnya.