Lima Pimpinan PTM Sepakati Deklarasi Unimus

Lima Pimpinan PTM Sepakati Deklarasi Unimus

Lima Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) diantaranya UM Palangkaraya, UM Kalimantan Timur, UM Semarang (Unimus), UM Purwokerto, dan UM Surabaya menandatangani MoU kerja sama Deklarasi Unimus bertempat di gedung kuliah bersama (GKB) lantai 8 Unimus, Kamis (9/6).

Dalam pertemuan tersebut disepakati kerja sama dalam peningkatan rekognisi dosen khususnya PTM dan umum dalam bentuk kerja sama pembentukan webinar series nasional dan internasional sebagai wadah presensi hasil penelitian dan publikasi penelitian dosen serta mahasiswa khususnya pada PTM dan umum.

Selain itu, kerja sama juga dilakukan dalam bentuk pembentukan jurnal kolaborasi untuk mewadahi publikasi penelitian dan pengabdian dosen juga mahasiswa. Langkah kerja sama tersebut diawali dengan penyiapan lima jurnal dengan disiplin ilmu yang meliputi bidang Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi, Teknik serta Agama dan Sosial. Untuk kemudian kerja sama ini dilaksanakan oleh 5 perguruan tinggi penyelenggara sebagaimana penandatanganan Deklarasi Unimus. Sehingga selanjutnya akan dituangkan dalam bentuk MoU dan MoA yang diawali Lembaga Publikasi masing-masing perguruan tinggi. []Dikrilitbang/Unimus

UM Makassar dan Dinas Pendidikan Prov Sulsel Wacanakan MoU

UM Makassar dan Dinas Pendidikan Prov Sulsel Wacanakan MoU

UM Makassar dan Dinas Pendidikan Prov Sulsel mewacanakan penandatanganan MoU pada Selasa (14/6). Pihak dari UM Makassar yang hadir adalah Rektor UM Makassar diwakili Wakil Rektor I, Dr Abd Rakhim Nanda. Sementara itu, pihak Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel yang menyambut adalah Kepala Dinas Pendidikan, yakni Setiawan Aswad PhD. Selain Dr Abd, dalam Tim Unismuh Makassar hadir pula Dr Andi Sukri Syamsuri, Wakil Rektor II; Drs KH Mawardi Pewangi MPdI, Wakil Rektor IV; Dr Ihyani Malik, Dekan FISIP Unismuh; Dr Burhanuddin, Kepala Badan Penjaminan Mutu; dan Hadisaputra, Kabag Humas Unismuh.

Perundingan mengenai wacana MoU antara UM Makassar dan Dinas Pendidikan Prov Sulsel berlokasi di Kantor Dinas Pendidikan, Jl Perintis Kemerdekaan Makassar. Di pihak Dinas Pendidikan Provinsi sendiri hadir Kepala Bidang P2TK & FPD3 (Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan dan Fasilitasi PAUD, Dikdas, Dikti, dan Dikmas), Dr Muhlis MM.

Dalam pengantarnya, Wakil Rektor I Unismuh Dr Abd Rakhim Nanda mengungkapkan bahwa Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel merupakan salah satu mitra paling strategis Unismuh Makassar. Menurutnya, kedua institusi penting berkolaborasi untuk memajukan pendidikan di Sulsel. Oleh karena itu, Rakhim Nanda berharap Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel dapat bersinergi dalam berbagai program strategis.

Kemudian, merespons pernyataan Pimpinan Unismuh tersebut, Kadis Pendidikan Sulsel Setiawan Aswad PhD menyampaikan apresiasinya terhadap keinginan Unismuh berkolaborasi. “Insya Allah saya siap membantu mengembangkan Unismuh, termasuk dengan membangun Kerjasama internasional,” ujarnya.

Anies Baswedan Berikan Kuliah Umum di UM Metro

Anies Baswedan Berikan Kuliah Umum di UM Metro

Untuk memiliki daya saing unggul, mahasiswa di Indonesia harus memiliki bekal knowledge (pengetahuan), jaringan luar negeri, dan menguasai bahasa Internasional supaya mampu bersaing dengan para mahasiswa yang menuntut ilmu pada Perguruan Tinggi Mancanegara. Begitu papar Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan saat mengisi Kuliah Umum di Universitas Muhammadiyah (UM) Metro, Jumat (10/6).

Menurutnya, pada masa yang akan datang persaingan dalam dunia kerja sangat sengit. Mengingat pemuda Indonesia saat ini juga dalam proses pendidikan di luar negeri dengan keilmuan yang lebih mumpuni. “Ke depan tantangannya akan lebih besar, karena anda akan bertemu dengan generasi baru yang pulang ke kampung halaman,” ujar Anies Baswedan.

Ia mengingatkan kepada dosen agar turut mempersiapkan materi perkuliahan berdasarkan kebutuhan masa depan mahasiswanya. Ini menjadi ikhtiar agar mahasiswa di seluruh Indonesia dapat lebih memanfaatkan media digital dan jejaring sebagai penunjang pembelajaran yang mereka dapatkan di ruang kelas. “Tantangan buat dosen, tantangan buat mahasiswa. Membuat materinya setaraf dengan mereka-mereka. Pengetahuan sudah ada semua di sini (handphone),” tuturnya.

Anies juga berpesan kepada mahasiswa untuk turut menambah pengalaman dan pengetahuan melalui jejaring dan program organisasi baik didalam maupun luar kampus. “Ketika unggul itu diwujudkan dengan ukuran yang konkrit, yang bisa dilaksanakan dan bisa dicapai. Pesannya untuk adek-adek selama kuliah dipakai dua-duanya, di dalam kelas dan di luar kelas. Insya Allah itu akan menjadi bekal buat kita semua,” tambah Anies.

Ia juga mengganggap Persyarikatan Muhammadiyah memiliki capaian pendidikan untuk mahasiswa yang luar biasa. Berdirinya 173 PTMA di seluruh Indonesia diharapkan dapat melahirkan anak didik yang dapat menjadi pejuang di masyarakat. Ia juga turut meyakini jebolan UM Metro dapat bersaing dalam dunia kerja di masa yang akan datang. Namun, dengan catatan mahasiswa dapat menguasai ketiga capaian yang disampaikannya. “Gunakan tiga ini, Insya Allah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Metro akan bisa menjadi pemenang di masa depan,” tukasnya.

Kuliah umum juga turut dihadiri Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof. H. Lincolin Arsyad, M.Sc., Ph.D. bersama Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. selaku Wakil Ketua dan Rektor UM Metro, Drs. H. Jazim Ahmad, M.Pd. Selain itu, hadir juga unsur pimpinan Muhammadiyah mulai dari Pimpinan Wilayah, Daerah, Cabang, hingga ranting, pimpinan dan pejabat di lingkungan UM Metro, unsur pemerintah Kota Metro, kepala sekolah di Kota Metro dan sekitarnya, mahasiswa, pelajar, dan juga masyarakat umum. []Diktilitbang/UM Metro

UM Surabaya dan UM Berau Jalin Kerja Sama Perkuat Sinergisitas

UM Surabaya dan UM Berau Jalin Kerja Sama Perkuat Sinergisitas

Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) dan Universitas Muhammadiyah Berau (UM Berau), Kalimantan Timur bertemu dalam sebuah kunjungan pada Rabu (8/6) lalu. Kunjungan tersebut dalam rangka optimalisasi peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penelitian, pengabdian masyarakat. Selain itu, kunjungan tersebut adalah untuk bertukar pengalaman terkait capaian prestasi  dan pelaksanaan aktivitas akademik.

Dalam kunjungan tersebut, terjadi penguatan kerja sama yang dapat antara UM Surabaya dan UM Berau. Wacana kerja sama tersebut tersampaikan dalam penuturan Rektor UM Berau, Syarifuddin. Ia mengatakan bahwa UM Berau memiliki visi untuk menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi Muhammadiyah di dalam negeri. “Melihat prestasi kemahasiswaan UM Surabaya, ini menjadi kebanggaan tersendiri bisa bersinergi dan berkolaborasi,” ujarnya. Melalui kerja sama ini dapat terjadi peningkatan hubungan kelembagaan melalui sinergi kewenangan dan pemanfaatan sumber daya. Tentu, pemanfaatan sumber daya tersebut akan berdasarkan asas saling membantu dan mendukung.

Kemudian, Rektor UM Surabaya, Sukadiono, menanggapi positif penandatanganan kerja sama tersebut. Kegiatan itu berlangsung di Gedung At-Tauhid Tower. “Kolaborasi dapat mempercepat dan meningkatkan kualitas perguruan tinggi. Harapannya, kolaborasi dengan UM Berau dapat berdampak besar bagi persyarikatan,” jelasnya. Kemudian, Sukadiono menjelaskan bahwa ada beberapa ruang lingkup pekerjaan kerja sama. Di antaranya adalah pengembangan akreditasi; penguatan manajemen pengelolaan perguruan tinggi; penyelenggaraan pertukaran mahasiswa; peningkatan kompetensi dosen studi lanjut; penyelenggaraan kegiatan, di antaranya joint seminarworkshop, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat; publikasi ilmiah, dan lainnya.

Jajaran Pimpinan UM Luwuk Banggai Ikuti Leadership Training

Jajaran Pimpinan UM Luwuk Banggai Ikuti Leadership Training

Majelis Diktilitbang PPM mengadakan Leadership Training di Universitas Muhammadiyah Luwuk Banggai (UMLB), Jumat-Senin (10-13/06). Kegiatan yang diikuti unsur pimpinan ini bertempat di Hotel Santika Luwuk dan menghadiri Prof Dr Abdul Mu’ti PhD secara daring sebagai Keynote Speaker.

Prof Abdul Mu’ti turut mengapresiasi UMLB karena mendorong semua unsur pimpinan di kampus tersebut untuk mengikuti Leadership Training. “Saya senang bisa bersilaturahmi walaupun melalui virtual,” tutur Sekretaris Umum DPP Muhammadiyah tersebut. Ia turut mengapresiasi Luwuk sebagai sebuah daerah kabupaten yang memiliki perguruan tinggi yang dinamikanya sangat luar biasa. “Kabupaten yang punya perguruan tinggi yang saya ikuti dinamikanya sangat luar biasa. Ini adalah salah bukti, Muhammadiyah senantiasa berkomitmen mencerdaskan umat dan mencerdaskan bangsa,” paparnya melalui keterangan tertulis.

Sutrisno K Djawa, Rektor UMLB dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kegiatan Leadership Training yang digelar di UMLB. Ia turut mengingatkan jajaran pimpinan UMLB untuk siap menghadapi era digitalisasi dan kompetisi global. “Mari kita manfaatkan kegiatan ini dengan sebaik-baiknya, agar kita dapat bertransformasi di era digital dan teknologi, agar kita tidak tertinggal dan tergilas oleh sejarah,” ujar Rektor UMLB dihadapan 60 peserta.

Beberapa kegiatan yang diagendakan Leadership Training, diantaranya diskusi kelompok sekaligus identifikasi masalah dan strategi penyelesaian masalah dengan menggunakan analisis SWOT. Turut hadir sebagai narasumber diantaranya Ahmad Muttaqin. Ph.D, Dr. Muhammad Samsudin, dan Punang Amari Puja M.IT, dari Majelis DIKTI PP Muhammadiyah.

Dalam arahannya, Muhammad Sayuti, Sekretaris Majelis Diktilitbang PPM menyebutkan LT yang diadakan UM Luwuk Banggai dilandasi oleh semangat untuk berubah menuju pengelolaan kampus yang lebih baik. Menurutnya Leadership menjadi instrumen dalam mengubah cara bekerja, cara berpikir, tata kelola, manajemen dan bahkan karakter setiap orang. “Leadership itu tidak berarti BPH, Rektor, Dekan. Leadership itu pada diri kita, leadership adalah soft skill yang harus ada di setiap diri kita,” tandasnya. Muhammad Sayuti berharap semua peserta mengikuti Leadership Training dengan penuh rasa syukur, karena berkesempatan mengikuti kegiatan itu. “Karakter kepimpinan itu sangat penting dan perlu dimiliki oleh siapa pun,” tegasnya. []Diktilitbang/UM Luwuk Banggai

Tim Pengabdian Masyarakat UNMUHA Edukasi Bahaya Merokok

Tim Pengabdian Masyarakat UNMUHA Edukasi Bahaya Merokok

Tim dari Universitas Muhammadiyah Aceh (UNMUHA) melaksanakan pengabdian kepada masyarakat pada Rabu (1/6). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berlangsung di Gampong Ceurih, Kecamatan Ulee Kareng, Banda Aceh. Tema yang terpilih yakni “Edukasi Rumah Sehat Tanpa Asap Rokok”. Narasumber yang hadir di antaranya ada Tahara Dila Santi, M Biomed; Vera Nazhira, MPH; dan empat mahasiswa FKM. Para narasumber memberikan pemaparan mengenai bahaya merokok di dalam rumah.

“Meroko di dalam rumah bisa mempengaruhi kesehatan karena mengandung zat beracun yang bersifat karsinogenik,” ujar Tahara Dila Santi. Zat-zat beracun tersebut dapat tertinggal di perabot, rumah, karpet, dan di dinding rumah. Hal tersebut mendapatkan dukungan Vera Nazhira yang mengatakan bahwa asap rokok bisa menempel 4-6 jam. Ini dapat membahayakan anak bayi, balita, atau anggota keluarga lain. Misalnya, penyakit bronchopneumonia pada balita.

Kemudian, Vera mengatakan bahwa terdapat alasan lain selain kesehatan. Yakni adalah alasan psikologis, terutama bagi orang tua yang merokok di hadapan anak-anaknya. “Para remaja memiliki rasa ingin tahu terhadap sesuatu yang tinggi. Ini menjadi contoh yang tidak baik bagi anak-anak,” demikian ujar Vera dalam situs resmi UNMUHA.

Kegiatan tidak hanya berhenti pada pemaparan narasumber saja. Selanjutnya, Tim Pengabdian Masyarakat oleh Fakultas Kedokteran ini juga menyediakan door prizeDoor prize akan dibagikan kepada masyarakat yang aktif dalam mengikuti kegiatan.

Komitmen Pimpinan dan Penguatan untuk UM Lampung

Komitmen Pimpinan dan Penguatan untuk UM Lampung

Universitas Muhammadiyah Lampung (UML) mengadakan pembinaan untuk dosen dan karyawan yang diberikan langsung oleh Prof Lincolin Arsyad dan Prof Edy Suandi Hamid selaku Ketua dan Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PPM. Kegiatan ini bertemakan “Komitmen Pimpinan dan Penguatan Universitas Muhammadiyah Lampung” dan diselenggarakan di Ruang Pertemuan Lantai II UML, Kamis (09/06).

Prof Lincolin dalam sambutannya menyampaikan dibutuhkan upaya dan kerja sama dalam mewujudkan kemajuan UML. Dengan begitu, jika ada kelemahan atau masalah baik pada struktural maupun non-struktural dapat diselesaikan dengan cara bahu membahu satu sama lain. “Dalam menyelesaikan pekerjaan perlu mementingkan kerja sama tim supaya kerjaan cepat selesai dengan hasil maksimal,” paparnya. Ia menambahkan ada hasil penelitian yang menyebutkan, beberapa pegawai yang bekerja sendiri akan mengalami tanda-tanda kelelahan saat bekerja dan tidak dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan baik. Sementara pegawai yang bekerja dalam kelompok menunjukkan hasil pekerjaan yang lebih memuaskan.

Prof Edy dalam materinya yang berjudul “Membangun Karier Profesional dan Islami” memaparkan bahwa profesi dosen, ahli hukum, laboran, administrator, driver dan lainnya merupakan profesi yang dikerjakan untuk kemaslahatan masyarakat banyak. Baginya, jika profesi diterima dan dikerjakan dengan sungguh-sungguh maka insyaAllah akan dilimpahkan rezeki yang halal dan pahala atas ibadah pekerjaan yang dilakukan. Pimpinan PTMA harus mengetahui dan paham unsur-unsur profesionalisme diantaranya harus memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam bidangnya, menjadikan pekerjaan yang sesuai dengan profesinya, mengupayakan perwujudan hasil kinerja yang optimal dan terbaik, mempunyai tanggung jawab atas tugasnya kepada masyarakat, disiplin dan memegang komitmen waktu, bersikap jujur dan memiliki kepekaan sosial juga memilki etos kerja yang tinggi serta memperhatikan semua kepentingan stakeholders-nya.

“Mengukir prestasi kerja, memperoleh rezeki yang berkah serta mendoakan kemajuan lembaga InsyaAllah menjadikan kehidupan kita akan lebih baik lagi. Kita seyogyanya menjadikan UML sebagai rumah tempat bekerja yang menyenangkan, sesuai dengan ayat an Nahl ayat 80 yaitu Allah menjadikan untuk kamu rumah-rumah kamu sebagai tempat ketenangan,” paparnya.

Dr. Mardiana, Rektor UML menyampaikan sampai saat ini UML terus berupaya untuk menjadi wadah pembelajaran dan pengembangan ipteks bagi anak bangsa diseluruh tanah air. “UML menyatukan kita semua ke dalam sebuah misi yang sangat penting dan mulia, yakni mengembangkan dan menyebarluaskan ipteks untuk kemajuan bangsa Indonesia, dan untuk kemaslahatan umat manusia,” paparnya. Ia juga mengucapkan terima kasih atas dukungan dan dorongan yang diberikan oleh Majelis Diktilitbang kepada UML. “Saya ucapkan selamat datang dan terima kasih kepada Ketua dan Wakil Ketua yang berkenan hadir pada acara ini. Semoga niat baik ini dapat menjadi amal ibadah disisi Allah,” tutupnya. []Diktilitbang/UML

UNIMMA Gandeng Perusahaan Digital Menuju Kampus Kolaboratif

UNIMMA Gandeng Perusahaan Digital Menuju Kampus Kolaboratif

Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) menandatangani MoU dengan gandeng perusahaan digital pada Kamis (9/6) lalu. Perusahaan tersebut ialah Digital Global Group (DGG) yang beroperasi di Kanada, Filipina, Dubai, dan Indonesia. DGG berfokus pada pengembangan Blockchain, BigData, dan Artificial Intelligence. Penandatanganan MoU berlangsung di Aula Fikes Kampus 2, UNIMMA. Rektor UNIMMA, Dr Lilik Andriyani SE MSi menandatangani MoU tersebut. Sebagai pihak kedua, CEO DGG, John Zachary, turut menandatangani.

Dalam MoU tertuang bahwa kerja sama yang akan terjalin antara kedua terdiri atas beberapa hal. Pertama, kedua belah pihak memberi dukungan atas penyelenggaraan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Kedua, terdapat kesepakatan pembangunan teaching factory di antara kedua belah pihak. Ketiga, pembangunan kampus start-up yang juga menyertakan kolaborasi industri dan pendidikan. Keempat, penyelenggaraan kegiatan berupa riset, pengabdian, dan pembelajaran. Kelima, kegiatan pendukung lainnya, yang menguntungkan bagi keduanya.

Kemudian, Rektor UNIMMA menyambut baik bahwa UNIMMA akan terus berkolaborasi dan menantikan implementasi kolaborasi tersebut. “UNIMMA sebagai universitas terkemuka di Indonesia menyambut baik semua kolaborasi mulai dari pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, kampus start-up hingga teaching factory,” tutur Rektor. Penandatanganan MoU tidak hanya selesai setelah itu saja. Selanjutnya, kegiatan MoU antara UNIMMA yang gandeng DGG ini dilanjutkan dengan pemaparan General Lecture dari CEO DGG dengan topik “Blockchain, BigData, AI for New Era of Technology”. Mahasiswa Fakultas Teknik (FT) UNIMMA menghadiri kegiatan tersebut.

Kemah Bakti Sosial UM Mataram Berakhir

Kemah Bakti Sosial UM Mataram Berakhir

Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menggelar Kemah Bakti Sosial (KBS) pada minggu terakhir bulan Mei (24/5 s.d. 29/5). Kegiatan ini terselenggara di desa binaan di Dusun Lenggam Sari, Desa Sambik Elen, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. Penyelenggara dari kegiatan tersebut adalah mahasiswa pencinta alam (Mapala) UMMAT. Ketua Dewan Pengurus (DP) Mapala, Dende Dina Safitri, mengatakan bahwa kegiatan ini akan diisi berbagai aktivitas. “Di antaranya adalah aktivitas sosial kemasyarakatan, edukasi, keagamaan, dan lomba,” ujarnya.

Dende Dina menyebutkan program-program dalam rencana, yakni kegiatan pelatihan keterampilan sistem pertanian hidroponik; penyadaran pelestarian alam sejak dini; belajar menulis, membaca, menghitung; bermain; serta mengaji dan berdoa bersama anak-anak. Akan ada pula pemasangan plang petunjuk arah menuju wisata Air Terjun Kalianjah; ngopi bareng masyarakat; lomba mewarnai bagi anak; donasi, seperti donasi kemanusiaan dan donasi pelengkap untuk masjid; juga kegiatan ekstra lain.

“Tujuannya untuk Mapala UMMAT sendiri selain merealisasikan program kerja DP yakni untuk melatih kreativitas anggota secara pikir dan praktis di kehidupan sosial sebenarnya,” jelasnya. Harapannya, KBS ini dapat memberi inspirasi kepada masyarakat agar lebih mandiri dan mampu beradaptasi.

Ketua Mapala UMMAT mengataan, dukungan kampus dan respons masyarakat begitu baik dalam Kemah Bakti Sosial ini. “Kami berharap kegiatan kami ini, mendapat berkah dan ridho dari Tuhan sehingga berdampak baik untuk semua pihak dari aspek duniawi serta rohani,” ujarnya.

UMY Kembali Jadi Pelopor di Masa Endemi

UMY Kembali Jadi Pelopor di Masa Endemi

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali menjadi pelopor dalam pelaksanaan wisuda offline dalam suasana endemi. Prosesi wisuda yang diadakan secara hybrid (luring dan daring) kembali mengundang orang tua dan wali untuk hadir secara luring dengan syarat menerapkan protokol kesehatan dan vaksin minimal dosis kedua.

Dalam sambutannya pada sesi kedua upacara wisuda Vokasi, Sarjana, dan Pascasarjana Periode IV Tahun Ajaran 2021/2022, Rektor UMY, Prof. Dr. Ir. Gunawan Budiyanto, M.P., IPM., menyatakan kegiatan perkuliahan di UMY ke depannya akan dilaksanakan full secara luring. “Endemi di sini berarti kita telah berdamai dengan sumber penyakit dan hidup berdampingan dengannya namun dengan tetap menjaga protokol kesehatan secara ketat,” paparnya melalui website UMY.

Ia juga melaporkan dalam waktu empat bulan terakhir, UMY tidak memperoleh laporan khusus infeksi Covid-19 baik pada mahasiswa, dosen, dan tendik. Ia turut berterima kasih kepada 108 mahasiswa relawan Covid-19 yang bekerja keras selama pandemi. “Menjadi relawan ini adalah pekerjaan yang berat, namun para relawan ini pantang menyerah dan terus melaksanakn tugasnya hingga akhir. Mulai dari menjaga gerbang kampus hingga membantu memberikan logistik kepada teman-teman yang sedang melakukan isolasi mandiri. Hanya Allah SWT lah yang dapat memberikan balasan setimpal atas amal jariyah yang telah kalian lakukan selama ini,” ujarnya, Rabu (08/06).

Diakhir, Guru Besar Ilmu Pertanahan ini berpesan agar wisudawan dan wisudawati dapat menjadi tenaga muda yang memiliki kualitas dan skill. “Alhamdulillah pada hari ini kalian telah menapaki satu persiapan dengan kualitas yang tentunya lebih baik. Pendidikan sarjana dan pascasarjana bukanlah akhir dari segalanya, selama nyawa masih ada di dalam tubuh, kita wajib terus belajar untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas diri,” pungkasnya. [] Diktilitbang/UMY