UMY Segera Gelar Webinar Abdimas 4

UMY Segera Gelar Webinar Abdimas 4

Pandemi saat ini memberikan dampak yang luar biasa di berbagai hal. Tentu kita jangan hanya berdiam diri namun kita harus tetap berkarya dan tetap beradaptasi dengan cara melakukan inovasi melalui teknologi tepat guna. Begitu papar Dr. Adhianty Nurjanah, S.Sos, M.Si, dalam Peluncuran Webinar Abdimas-4/2021 yang diadakan LP3M UM Yogyakarta (UMY), Jumat (16/06). Webinar Abdimas 4 ini merupakan forum ilmiah UMY yang dilaksankan secara rutin setiap tahunnya untuk mendesiminasi hasil pengabdian masyarakat yang dilaksanakan dosen-dosen pengabdi UMY. “Selain itu juga ini merupakan bukti nyata bahwa meskipun pandemi covid 19 belum berakhir UMY Tetap berkarya melalui pengabdian masyarakat dengan inovasi teknologi tepat guna yang dihasilkan,” Lanjut Dr. Adhianty Ketua Panitia Abdimas 4.

Ketua LP3M UMY, Dr. Ir. Gatot Supangkat, S, M.P., IPM juga juga menegaskan bahwa pandemi Covid-19 ini tidak lantas membuat semangat UMY dalam berinovasi surut. “UMY terus berkarya dan berinovasi melalui kegiatan pengabdian masyarakatnya,“ imbuhnya.

Bertemakan Inovasi Teknologi Tepat Guna Dan Model Peningkatan Kapasitas Masyarakat Era Covid-19, Webinar ini juga dihadiri Menteri kesehatan RI Ir. Budi Gunadi Sadikin CHFC, CLU sebagai keynote speech, dengan 3 panel forum yaitu ketua komisi yudisial RI : Prof Dr Mukti Fajar ND, Ketua Umum Pimpinan Pusat Aisyiyah Dr Siti Noordjannah Djohantini M.Si, Dan Inventor GeNose Alat Deteksi Covid: Prof Dr Eng Kuwat Triyana M.Si.

Sementara Dr. Ir. Gunawan Budiyanto, M.P., IPM selaku membuka dan meresmikan acara mengungkapkan pengabdian adalah salah satu program yang ada di Kampus Merdeka. Dalam program Kampus Merdeka, pengabdian ini harus real bukan menjadi ajang pamer kecanggihan teknologi yang dihasilkan kampus, namun hal ini akan menjadi salah satu solusi real untuk permasalahan yang ada di masyarakat,” ujar Gunawan. [] Sumber Website UMY

Lomba Debat Hukum dalam Rangkaian Law Fair UNIMMALomba Debat Hukum dalam Rangkaian Law Fair UNIMMALomba Debat Hukum dalam Rangkaian Law Fair UNIMMA

Lomba Debat Hukum dalam Rangkaian Law Fair UNIMMA

Fakultas Hukum (FH) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) menyelenggarakan Law Fair pada Senin (21/06) lalu. Law Fair ini berisi dua agenda acara. Lomba debat hukum merupakan salah satu dalam rangkaian acara Law Fair 2021 tersebut. Dengan tema “Presepsi Generasi Milineal Terhadap Penyeleseian Problematika Hukum Indonesia di Era 5.0”, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FH UNIMMA menyelenggarakan kegiatan ini.

Dr Dyah Adriantini Sintha Dewi SH MHum, Dekan Fakultas Hukum UNIMMA, membuka kegiatan. Ia menyampaikan bahwa banyak metode pengembangan ilmu pengetahuan dan keahlian mahasiswa hukum demi mewujudkan mahasiswa yang siap bertarung dan bersaing. “Salah satunya adalah melalui debat hukum yang dapat meningkatkan kepekaan sosial serta mengembangkan pola pikir mahasiswa,” tutur Dyah.

Sementara itu, Wahyu Putra Satria, Ketua Panitia, mengatakan sistem debat dalam perlombaan yaitu Sistem Debat Parlemen Asia. “Sistem ini merupakan salah satu sistem yang sering ada dalam dunia perdebatan dan paling sederhana. Dalam debat, terdapat 2 tim yang saling berhadapan dalam satu pertandingan. Sistem ini terlaksana dengan sistem eliminasi, mulai dari babak penyisihan, kemudian babak final,” ujar Wahyu.

Yulia Kurniaty SH MH, salah satu dewan juri mengungkapkan menjadi seorang debater harus siap fisik dan mental intelektual. “Yang pertama dari segi fisik agar selama on stage tetap prima, dari segi intelektual harus banyak baca dan mempelajari mosi baik argumen pro atau kontra,” ujar Yulia.

Penilaian dalam debat mencakup isi, gaya penyampaian dan strategi pembelaan dan perlawanan dengan baik. Di akhir acara, akan ada tiga pemenang yaitu, juara 1 diperoleh Kelas A semester 2, juara 2 kelas B semester 4, dan juara 3 kelas B semester 6.

STIKES Muh Tegal Siap Berkolaborasi

STIKES Muh Tegal Siap Berkolaborasi

Tegal, (19/06) Wakil Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah M. Adam Jerusalem, MT, PhD, melantik dr. Arief Darmawan, MMR selaku Ketua STIKes Muhammadiyah Tegal melalui daring. Turut hadir Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah 6 Jawa Tengah Prof. DR. Ir. M. Zainuri DEA, Senat STIKES Muh Tegal, H. Arief Azman, SE dan Prof Dr H Masrukhi M.Pd selaku PWM Jawa Tengah Serta BPH STIKES Muh Tegal.

Dalam amanat Ketua STIKes Muhammadiyah Tegal dr Arief Darmawan, MMR menyampaikan yakin terhadap prodi S-1 Farmasi yang dapat berkembang di Kabupaten Tegal. “Kami yakin S-1 Farmasi dapat menjadi lokomotif baru bagi Muhammadiyah Kabupaten Tegal,” paparnya. Beberapa prioritas yang akan dikerjakan dalam empat tahun ke depan diantaranya Peningkatan Kerjasama dan Kolaborasi Persyarikatan Pembinaan dalam pengelolaan PT yakni Pembinaan dalam bentuk bantuan Sumber daya insani, dan Pembinaan dalam bentuk pembiayaan. Berikutnya yaitu terkait pembenahan Lokomotif yang sehat (Good Corporate Governance) yang diwujudkan dengan pengembangan tata Kelola perguruan tinggi yang transparan dan akuntabel dan pengembangan Sumber daya insasi (Dosen dan tenaga pendidik). “Berikutnya dapat diwujudkan dengan meningkatkan kepercayaan warga Muhammadiyah dan masyarakat Tegal melalui akreditasi dan publikasi ilmiah,” paparnya.

Usai dilantik, dr Arief melantik wakil Ketua 1 Yaitu Hendra Apriyadi.M.Pd, dan Wakil Ketua 2 Samsul Bahri, MM. Hendra Apriyadi menyampaikan kesadaran masyarakat Tegal akan pentingnya pendidikan mulai meningkat. “Meningkatnya kesadaran masyarakat Kabupaten Tegal dan sekitarnya akan pentingnya pendidikan ditangkap oleh Muhammadiyah Kabupaten Tegal, sebagai potensi untuk meningkatkan SDM umat islam,” imbuhnya. Potensi itu, jelas Hendra, tentu harus juga diimbangi dengan membangun perguruan tinggi bermutu dan mampu mencetak mahasiswa yang unggul dan berprestasi. “Sumber Daya Manusia yang dimaksud adalah kualifikasi yang memiliki keahlian dan skill bidang entrepreneurship dengan latar belakang pendidikan dari semua bidang ilmu yang berkompeten dan dari perguruan tinggi yang mempunyai kredibilitas di masyarakat,” ungkapnya.

Sumur Air Bersih dari UM Riau untuk Warga Sukaramai

Sumur Air Bersih dari UM Riau untuk Warga Sukaramai

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Riau membangun dua unit sumur air bersih pada Selasa (8/6) lalu. Pembangunan tersebut merupakan hasil kerja sama dengan PT Chevron Pacific Indonesia (PT CPI). Kedua unit sumur air berada di Masjid Raya Tapung Hulu dan Masjid Al-Mujahadah. Dengan ini, penantian puluhan tahun masyarakat Desa Sukaramai Kecamatan Tapung Hulu untuk mendapatkan akses air bersih, khususnya pada musim kemarau, telah terwujud.

Peresmian di halaman Masjid Raya Tapung Hulu menghadirkan Bupati Kampar, H Catur Sugeng SH; Kepala SKK Migas Perwakilan Sumbagut, Rikky Rahmat Firdaus; Rektor Universitas Muhamadiyah, Dr H Mubarak MSi; Manager Corporate Affairs Aset South, Wan Dedi Yudhistira; serta tokoh masyarakat. Pelaksanaan peresmian  menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Sudah bertahun-tahun masyarakat Tapung Hulu menantikan sumber air bersih untuk akses masyarakat banyak. Hari ini, melalui PT Chevron Pacific Indonesia dan Universitas Muhammadiyah Riau mimpi tersebut menjadi kenyataaan. Semoga masyarakat dapat menjaga dan merawatnya dengan baik,” ujar Catur. Penyediaan fasilitas air bersih bagi masyarakat di Desa Sukaramai Kecamatan Tapung Hulu Kabupaten Kampar terlaksana melalui Program Investasi Sosial CHERISH (Chevron untuk Riau Sehat Sejahtera). Program ini selaras dengan upaya pemerintah untuk memulihkan perekonomian dan mempromosikan perilaku hidup sehat kepada masyarakat di masa pandemi COVID-19, khususnya bagi masyarakat di Desa Sukaramai.

“Keberadaan fasilitas ini semoga dapat memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terhadap akses air bersih sehingga turut mendukung kesehatan masyarakat, terlebih saat pandemi. Kami meminta agar fasilitas ini tetap terawat agar bermanfaat dalam jangka panjang,” ungkap Wan Dedi Yudhistira saat memberikan sambutan.

Rektor UMRI menyampaikan bahwa pengadaan sumur air bersih di Desa Sukaramai Tapung Hulu ini merupakan lokasi ke-3 program tersebut. “Sebelumnya, program ini ada di Minas Barat dan Minas Timur,” paparnya. Ia berharap, program bersama PT CPI ini dapat membantu kebutuhan air bersih bagi masyarakat, khususnya pada kondisi yang mengharuskan masyarakat untuk menerapkan hidup bersih dan sehat.

UNIMUDA English Center (UEC) Resmi Berdiri

Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong meresmikan UNIMUDA English Center (UEC) di kampus setempat, Selasa (15/06). Pendirian Lembaga Bahasa inggris ini bertujuan guna meningkatkan kualitas berbahasa Inggris bagi mahasiswa – mahasiswi UNIMUDA Sorong dan masyarakat tanah Papua pada umumnya.

Rektor Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong, Dr. Rustamadji M. Si., saat memberikan sambutan menyampaikan sedikitnya pekerja Indonesia yang bekerja diluar negeri dikarenakan kurangnya mengetahui dan memahami bahasa Inggris, sehingga pengiriman pekerja ini masih terbatas. Hadirnya UNIMUDA English Center dapat memberikan dampak positif bagi mahasiswa menjawab peluang guna bekerja diluar negeri.

Rustamadji melanjutkan, fenomena para pekerja Indonesia di luar negeri sering memiliki satu kekurangan yaitu penguasaan bahasa Inggris. “Jadi, hari ini kita mulai belajar berbahasa Inggris, nanti tidak menutup kemungkinan kalian mahasiswa juga akan menguasai dunia dengan bahasa Inggris ini, berangkat dari UEC, selesai program kalian disini harus berubah menjadi orang Indonesia yang pandai berbahasa Inggris” paparnya dilansir dari Website UNIMUDA.

Sementara itu Kepala LLDIKTI wilayah XIV, Dr. Suriel S Mofu., S Pd., M. Ed., TEFL., M. Phil. mengapresiasi peluncuran Lembaga ini sebagai pusat belajar bahasa Inggris, dimana aktivitas yang mendukung proses belajar bahasa Inggris baik formal maupun informal, interaksi dalam bahasa Inggris itu dimulai secara resmi di UNIMUDA Sorong.

“Lagi-lagi UNIMUDA Sorong membuat sejarah baru, karena saya tidak pernah dengar di perguruan tinggi lain kecuali UNIPA yang telah memiliki English Center sejak jaman dahulu kala, tapi kalau Perguruan tinggi swasta rasa – rasanya ini satu rintisan baru yang dibuat oleh UNIMUDA, oleh sebab itu saya ucapkan selamat kepada bapak Rektor, Wakil Rektor dan seluruh akademika Universitas Muhammadiyah Pendidikan Sorong yang telah mengambil satu langkah sangat maju untuk menghadirkan UNIMUDA English Center di kampus ini” kata Kepala LLDIKTI WIL XIV, Dr. Suriel S Mofu.

Desa Sekoci Menjadi Lokasi Pengabdian UM Sumatera Utara

Desa Sekoci Menjadi Lokasi Pengabdian UMSU

Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara mengadakan program “Pelatihan Terpadu Pengembangan Agrosociopreneur” di Desa Sekoci, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat pada Rabu (16/6) lalu. Desa ini merupakan kawasan sentral penghasil jeruk siam. Jeruk tersebut telah dikembangkan oleh penerapan teknologi pertanian. Berkatnya, kemampuan bisnis dan marketing warga di kawasan itu meningkat.

Wakil Rektor III UMSU, Dr. Rudianto MSi hadir untuk menyerahkan berbagai macam fasilitas teknologi sekaligus pelatihan kepada warga. Harapannya, pertemuan tersebut mindset petani jeruk di sana untuk mampu mengolah jeruk siam yang dihasilkan menjadi produk minuman segar. Selain itu, nilai tambah pada buah jeruk siam dapat meningkatkan penghasilan petani jeruk di sana. Fasilitas tersebut berupa dua mesin sortir jeruk, dua mesin pemeras jeruk, tiga mesing filling kemasan botol, dan satu handphone untuk pengembangan mediasosial. Selain itu, UMSU juga mengimplementasikan empat program binaan dan pendampingan hibah internal UMSU.

Kemudian, Rudianto juga menyampaikan rasa gembiranya dapat bertemu dengan warga Sekoci yang sangat terbuka dengan perubahan dan berharap dengan penerapan teknologi pertanian dan pemahaman bisnis yang benar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sana. Selanjutnya, ia berharap desa ini dapat mengelola Bumdes (Badan Usaha Milik Desa) menjadi salah satu energi bagi warga di sana untuk bangkit dan sejahtera bersama.

Dalam pertemuan tersebut, turut hadir Kepala Desa Sekoci, Suwarisno SH; Ketua Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA UMSU), Dra. Yurisna Tanjung MAP; Ketua Program Studi Kesejahteraan Sosial, H. Mujahiddin MSP; dan Ketua PKK Desa Sekoci, Agustina AMKeb. Suwarisno merasa sangat senang atas kehadiran WR 3, tenaga dosen, dan mahasiswa dari Fakultas Pertanian dan Fakultas FISIP UMSU di desa ini untuk membimbing warga dalam mengubah metode pengolahan lahan dan proses hasil pertanian. Selain itu, Suwarisno berharap, pendampingan UMSU dapat mempercepat upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Prof Herry Suhardiyanto Resmi Jabat Rektor UM Bandung

Prof Herry Suhardiyanto Resmi Jabat Rektor UM Bandung

Prof. Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc., IPU resmi menjabat sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Bandung (UM Bandung) periode 2021-2025 setelah dilantik Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah di kampus setempat, Rabu (16/06).

Acara yang digelar secara hybrid ini turut dihadiri Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. H. Haedar Nashir (secara virtual), Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. H. Abdul Mu’ti, M.Ed., Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Prof. Dr. H. Muhadjir Effendy, M.A.P., Prof Lincolin Arsyad Ketua Majelis Diktilitbang PPM (secara virtual), Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat H. Suhada, Ketua Forum Rektor Indonesia (FRI) Prof. Dr. Arif Satria, SP., M.Si., dan tamu undangan lainnya.

Prof. Dr. H. Abdul Mu’ti, M.Ed, Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan rektor UM Bandung sebelumnya yang sudah membangun kampus kebanggaan warga persyarikatan Muhammadiyah Jawa Barat ini dengan penuh kerja keras. “Saya yakin Pak Herry, Rektor saat ini merupakan orang yang profesional dan pernah sukses memimpin IPB University sehingga akan memahami bagaimana tantangan dan permasalahan yang dihadapi oleh UM Bandung. Insya Allah beliau dapat melanjutkan dan memajukan usaha-usaha yang telah dirintis Pak Suyatno selama lima tahun kepemimpinan,” tambah Prof. Mu’ti.

Dilansir dari suaramuhammadiyah.id, Prof. Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc., IPU., mengungkapkan bahwa dalam masa kepemimpinannya, dia akan menyelesaikan pekerjaan yang telah dilakukan oleh rektor sebelumnya. Didasari semangat persyarikatan, kemudian dirinya akan mempelajari semua hal yang sudah ada di UM Bandung untuk dapat menemukan hal-hal penting yang bisa dikembangkan dan dilanjutkan ke depannya. “Selain itu, saya juga ingin mengajak seluruh sivitas akademika, tenaga kependidikan UM Bandung, untuk bergandengan tangan, bersama-sama menunaikan amanah persyarikatan untuk mewujudkan UM Bandung menjadi Universitas Muhammadiyah yang membanggakan, menjadi Islamic Technopreneur University,” lanjut Prof. Herry.

Pesantren Covid-19 Shelter MCCC UM Kudus Diresmikan

Pesantren Covid-19 Shelter MCCC UM Kudus Diresmikan

Bupati Kudus HM Hartopo meresmikan ‘Pesantren Covid-19 Shelter MCCC Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU)” pada Rabu (16/6). Shelter Covid-19 ini didirikan atas kerja sama antara Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kudus, UMKU, Rumah Sakit ‘Aisyiyah Kudus, Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC), Lazismu, dan Pemerintah Daerah Kabupaten Kudus.

Rusnoto selaku Rektor UMKU berharap dengan adanya shelter ini bisa membantu mengurangi penularan bagi warga yang terkonfirmasi positif dan harus diisolasi mandiri. Ia menegaskan bahwa UMKU akan bekerjasama dengan RS ‘Aisyiyah untuk melakukan screening. “Kita tidak langsung memasukkan mereka yang terkonfirmasi covid-19 ke dalam shelter, namun rekomendasi dari dokter maupun tim kesehatan dari RS ‘Aisyiyah lah yang akan menjadi acuan bagi kita untuk memasukan mereka yang terkonfirmasi positif Covid-19 ke dalam shelter.” ungkapnya. Tim shelter Covid-19 ini, imbuhnya, juga sudah berkomunikasi dengan para pemangku kepentingan di lingkungan sekitar, guna memastikan keamanan dan kenyamanan bersama.

HM Hartopo selaku Bupati Kudus dalam pidatonya menyampaikan program ini sangat membantu Pemda untuk upaya isolasi mandiri, mengingat banyaknya warga Kudus yang harus diisolasi mandiri di Asrama Haji Donohudan Boyolali karena keterbatasan ruang isolasi mandiri yang ada di Kudus. “Pendirian shelter ini sangat luar biasa, mudah-mudahan bisa dicontoh dan bisa diikuti oleh universitas-universitas yang lain, perusahaan atau pabrik-pabrik, maupun seluruh elemen masyarakat yang lainnya, khususnya di tingkat desa.” Ungkapnya. Ia berharap, mudah-mudahan ke depan, setiap universitas, pabrik, maupun desa yang ada di Kudus mampu menginisiasi pembuatan dan pengelolaan shelter untuk menampung warganya sendiri.

Pada kesempatan ini, HM Hartopo didampingi dengan Forkompimda Kudus, Rektor UMKU, Direktur RS ‘Aisyiyah, MCCC, dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kudus juga berkesempatan meninjau langsung lokasi dan melihat kondisi ruangan asrama Universitas Muhammadiyah Kudus yang akan dijadikan sebagai shelter Covid-19. Direktur Rumah Sakit ‘Aisyiyah (RSA) Kudus dr. Hilal Ariadi menjelaskan bahwa selama di Shelter, tim kesehatan dari RSA akan memantau perkembangan pasien melalui visit dokter setiap hari. “Jika ditemukan ada gejala yang berat, maka akan disediakan ambulance untuk mengantar ke IGD RS, untuk dilanjutkan pemeriksaan. Jika setelah diperiksa ternyata harus isolasi mandiri, maka pasien dikembalikan ke shelter, dan jika kondisinya gawat maka akan dirawat inapkan di RS.” terangnya. Adapun Pesantren Covid-19 Shelter MCCC UMKU ini akan siap beroperasi pada Kamis (17/6) mendatang. [] UM Kudus

UMSU Sepakat Berdayakan Koperasi dan UMKM

UMSB Sepakat Berdayakan Koperasi dan UMKM

Ikatan Saudagar Muslim se-Indonesia (ISMI) melakukan penandatanganan MoU dengan UM Sumatera Barat pada Rabu (16/9) lalu. Hotel Heres, Kota Banda Aceh, menjadi lokasi acara tersebut. MoU tertandatangani dalam rangka Silaturahmi Bisnis ISMI 12 yang berlangsung sejak 15 Juni hingga 19 Juni. Selain Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat, lima universitas lain juga turut serta. Kelima lainnya adalah Universitas Muhammadiyah Aceh, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, dan ITB Ahmad Dahlan.

Tujuan dari kegiatan ini adalah bagaimana perguruan tinggi dapat menjadi inkubator bagi koperasi dan UMKM. Di sisi lain, terdapat harapan kepada PT untuk dapat memberikan bimbingan, perawatan, dan pengembangan koperasi dan UMKM. Inkubator ini diharapkan dapat mempercepat transformasi teknologi bagi UMKM dan koperasi. ISMI sendiri memiliki kecenderungan fokus pada UMKM, sehingga perlu melakukan  pengembangan melalui iptek. Sementara itu, perguruan tinggi merupakan pihak akademis yang akan memberikan perawatan terhadap koperasi dan UMKM.

Menteri Koperasi dan UKM RI, Teten Masduki, membuka kegiatan ini. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa sektor Koperasi dan UMKM perlu melakukan pergerakan transformasi teknologi agar dapat bersaing dengan usaha-usaha yang ada. UM Sumatera Barat merupakan satu-satunya Perguruan Tinggi yang dipilih oleh Majelis Pengurus Pusat ISMI dengan Ketua Umum Dr. Ilham Akbar Habibie untuk menjadi inkubator di daerah Sumatera Barat. Maka, ini merupakan sebuah kehormatan dan sekaligus tantangan bagi UM Sumatera Barat untuk berikan peran dalam mengembangkan Koperasi dan UMKM di Sumatera Barat.

UNMUHA Jalin Kerja Sama dengan Tiga PTM

UNMUHA Jalin Kerja Sama dengan Tiga PTM

Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) menjalin kerja sama dengan tiga Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) yaitu dengan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UM Sumbar), Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Aceh (Stikes Muh Aceh) dan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Lhokseumawe (Stikes Muh Lhokseumawe).

Rektor Unmuha Dr H Aslam Nur MA menyampaikan adanya kerja sama ini dapat menjalin sinergi baik dan harus menghasilkan output yang saling menguntungkan kedua belah pihak dalam memajukan perguruan tinggi masing-masing. “Saya berharap untuk dekan dan ketua program studi agar memanfaatkan kerja sama ini untuk diimplementasikan diunit masing-masing, harap rektor,” paparnya.

Harapan semua pihak setelah penandatangann MoU ini ada flow up dari masing-masing PTM dan tidak hanya tinggal di kertas saja, namun dapat terlaksana dengan baik sehingga menghasilkan sinergitas yang baik antar pihak yang menandatangani MoU tersebut.