Pengucapan Janji Calon Perawat Mahasiswa Politeknik 'Aisyiyah Sumbar

Pengucapan Janji Calon Perawat Mahasiswa Politeknik ‘Aisyiyah Sumbar

Sebanyak 29 mahasiswa D-III Keperawatan Politeknik ‘Aisyiyah Sumatera Barat Tahun Akademik 2020/2021 menjalani prosesi pemasangan uniform dan pengucapan Janji Calon Perawat pada Rabu (9/6) lalu. Convention Hall, Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat, menjadi tempat penyelenggaraan kegiatan tersebut. Kegiatan ini menghadirkan Sekretaris Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X, Yandri A, SH MH. Ketua DPD Persatuan Persatuan Perawat Indonesia (PPNI) Kota Padang, Ns. Alfitri, SKep MKep, juga turut hadir.

Tidak hanya itu, jajaran pimpinan dari Universitas ‘Aisyiyah Sumatera Barat ikut menyaksikan prosesi tersebut. Mereka di antaranya adalah Ketua BPH Politeknik ‘Aisyiyah Sumatera Barat, Hj. Syarlinawati Akbar, SPd MM; Direktur Politeknik ‘Aisyiyah Sumatera Barat, Dr. Desi Asmaret, MAg. Ketua Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Sumatera Barat, Dra. Hj. Meiliarni Rusli pun turut serta. Kemudian, dosen dan tenaga kependidikan di Politeknik ‘Aisyiyah Sumatera Barat dan orang tua mahasiswa ikut memenuhi undangan kehadiran.

Selanjutnya, dengan berakhirnya pelaksanaan prosesi pemasangan uniform dan pengucapan Janji Calon Perawat, maka kegiatan ini memberi makna sesuatu. Makna tersebut adalah mahasiswa D-III Keperawatan Politeknik ‘Aisyiyah Sumatera Barat terlantik sudah siap untuk terjun ke lapangan. Selain itu, penerjunan itu dalam rangka mempersiapkan diri untuk menjadi tenaga kesehatan perawat nantinya. Tentu, sebagaimana ternyatakan dalam situs resmi Politeknik ‘Aisyiyah Sumatera Barat, pengabdian sebagai perawat tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Islam berkemajuan.

BMT UMY Bantu Masyarakat Keluar dari Hutang Riba

BMT UMY Bantu Masyarakat Keluar dari Hutang Riba

BMT Universitas Muhammadiyah Yogyakarta mengadakan acara penyerahan Kartu lunas Pembebasan Hutang Riba (PHR) di amphi teater gedung Pascasarjana UMY, Sabtu (05/06). Program ini merupakan program tahunan dari kantor layanan Lazizmu BMT UMY yang sudah berlangsung sejak 2017.

Selain penyerahan kartu lunas, acara ini juga bertujuan untuk menjalin silaturahmi komunitas anti riba yang bekerja sama  dalam mencari orang yang layak ditolong untuk terbebas dari hutang riba. Saat ini sudah ada 10 komunitas anti riba yang tergabung bersama dalam program Pembebasan Hutang Riba. “Komunitas anti riba membantu kami dalam merekomendasikan siapa saja orang yang perlu dibantu,” pungkas Misbahul Anwar, S.E., M.Si selaku ketua pengurus BMT UMY.

Program ini telah menggelontorkan biaya sebesar 107 juta rupiah. Anwar mengatakan, program ini menjadi wadah untuk edukasi gerakan anti riba juga sebagai bentuk konsen BMT UMY selaku lembaga keuangan yang fokus transaksinya dilakukan tanpa riba. “Banyak masyarakat bawah yang kesulitan keuangan karena terjerat hutang rentenir. Kami di BMT kan ada baitul malnya, nah itu yang kemudian yang kami terjemahkan. Dana-dana sosial itu kami manfaatkan untuk membantu kaum dhuafa yang terjerat hutang riba, rentenir dan sejenisnya,” tutur Misbahul Anwar.

Anwar juga menyampaikan program ini turut dibantu oleh banyak pihak yang bersedia menjadi donatur. Ia berharap para penerima bantuan yang dapat terbebas dari hutang riba dapat meningkatkan ekonominya pula. “Adanya program pemberdayaan ekonomi di BMT UMY juga semoga dapat membantu perekonomian para penerima bantuan nantinya,” paparnya.

UM Tangerang dan MK Sepakati MoU Sosialisasi Konstitusi

UM Tangerang dan MK Sepakati MoU Sosialisasi Konstitusi

Mahkamah Konstitusi (MK) dan UM Tangerang (UMT) menandatangani nota kesepahaman (MoU) terkait sosialisasi konstitusi di lingkungan perguruan tinggi, Jumat (4/6) lalu. Kesepakatan tersebut berupa penyelenggaraan kuliah umum dengan tema “Evaluasi terhadap Pelaksanaan Pilpres 2019 dan Pilkada Serentak 2020 dari Perspektif Mahkamah Konstitusi.” Penandatanganan tersebut berlangsung di Aula Jenderal Sudirman Kampus UMT.

Ketua MK, Anwar Usman, menyampaikan bahwa konstitusi perlu tersosialisasikan melalui perguruan tinggi, hingga sampai seluruh masyarakat. Dampaknya, masyarakat dapat menjadi melek dan memahami konsitusi. “Kerja sama dengan UMT ini langkah awal. Pak Sekjen dan Pak Rektor sudah menandatangani MoU untuk pelaksanaan kegiatan ke depannya. Salah satunya yaitu sosialisasi konstitusi di beberapa daerah. Termasuk daerah-daerah yang mungkin selama ini jauh dari kota, misalnya di wilayah Banten Barat, insya Allah nanti akan kami laksanakan bersama,” terangnya.

Rektor UMT Ahmad Amarullah menuturkan, pihaknya menyambut baik MoU dengan MK tersebut. Sebab, lembaga negara dan perguruan tinggi ini saling memanfaatkan fungsinya dalam rangka membangun kesadaran masyarakat untuk taat terhadap asas konstitusi. “Saya kira ini juga bagian dari tugas dalam implementasi Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah. Misalnya, menyangkut aspek pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pengembangan nilai-nilai Islam Kemuhammadiyahan. Itu menjadi ruang lingkup kerja sama dalam kegiatan nyata antara MK dengan UMT,” tuturnya.

Kemudian, Ahmad juga berterima kasih kepada MK yang bersedia bekerja sama. Ia berharap para mahasiswa UMT, khususnya dari Prodi Hukum, bisa memanfaatkan ilmunya. “Tentu mahasiswa lainnya juga akan terbuka kemungkinan untuk memanfaatkan kerja sama ini dalam membangun kesadaran hukum. Sebab, pada akhirnya, masyarakat awam juga harus dibangun pemahaman hukumnya,” pungkasnya.

UMP Kampus Petama Deklarasikan GJDJ di Indonesia

UMP Kampus Petama Deklarasikan GJDJ di Indonesia

Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) mendeklarasikan Gerakan Jamaah Dakwah Jamaah (GJDJ) pertama Indonesia. Acara yang dikemas dalam acara Apel Akbar, Senin (7/6/2021) itu dilakukan di kampus setempat dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat.

Turut hadir Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah Drs H Tafsir Mag, Rektor UMP Dr Jebul Suroso, Badan Pembina Harian (BPH) UMP, Para wakil Rektor, serta diikuti oleh seluruh dosen, dan karyawan di lingkungan UMP.

“Inilah gerakan atau GJDJ pertama yang dideklarasikan oleh kampus di Indonesia. Semoga kampus atau unit usaha yang lain di Muhammadiyah bisa mencontoh apa yang telah dilakukan oleh UMP. Dari Purwokerto, UMP untuk Muhammadiyah se Indonesia,” jelas Ketua PWM Jawa Tengah Drs H Tafsir Mag dalam sambutannya. Tafsir juga mengapresiasi deklarasi GJDJ yang dilakukan UMP. Menurutnya, GJDJ adalah konsep yang sudah lama di gagas oleh Muhammadiyah nampun belum sepenuhnya berjalan. Justru dengan dideklarasikan GJDJ oleh UMP ini mempelopori kampus dan amal usaha yang lain. “Ini bagian dari wujud kongkrit Muhammadiyah, sebagai gerakan masyarakat sipil. Semuanya bersifat komunitas terkecil dibangun kemudian naik menjadi kekuatan besar,” jelasnya.

Sementara itu Rektor UMP dalam sambutannya mengatakan GJDJ dilakukan di UMP untuk memupuk semangat istiqomah pendekatan diri kepada Allah. Melalui program inovasi sesuai dengan arahan Pimpinan Pusat Muhammadiyah yaitu Gerakan Jamaah Dakwah Jamaah. “Kami atas nama pimpinan UMP, hari ini akan kita tetapkan dan GJDJ menjadi satu program yang menjadi keniscayaan dan kita terapkan bersama-sama di UMP,” jelasnya.

Rektor juga mengatakan GJDJ bukan hanya untuk menjaga kualitas SDM UMP di hadapan Allah SWT, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas sesama manusia. “Perjuangan Kita untuk membersarkan amal usaha persyarikatan telah kita lakukan dengan kerja keras, kerja cerdas dan saya kira semua yang hadir disini pasti ikhlas. Tinggal sekarang, marilah Kita warnai hari-hari Kita, pada setiap pengabdian Kita dengan penuh kedekatan kita kepada Allah SWT,” jelasnya.

Sebelumnya, Ketua Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam (LPPI) Dr Asep Daud Kosasih Mag melaporkan tentang program pembinaan pegawai UMP model Gerakan Jamaah, Dakwah Jamaah. “SDM atau Pegawai UMP memiliki peran sentral sebagai komponen utama dalam mencapai dan merealisasikan Visi, Misi dan tujuan Universita, bahkan tujuan persyarikatan Muhammadiyah,” jelasnya.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banyumas Dr Ibnu Hasan menambahkan GJDJ merupakan gerakan dakwah unit-unit jamaah. “Jadi kalau tidak dibuat unit maka akan repot. Siapapun pelaku unit jika tidak mengunakan jejaring maka tidak mampu. Maka dari itu GJDJ ini mampu memperkuat jejaring internal, maupun eksternal sehingga nanti efektifitasnya dapat kita raih,” pungkasnya. [] Humas UM Purwokerto

Prosesi Pelantikan Ketua Prodi IKesT Muhammadiyah Palembang

Prosesi Pelantikan Ketua Prodi IKesT Muhammadiyah Palembang

Institut Ilmu Kesehatan dan Teknologi Muhammadiyah Palembang (IKesT MP) menjadi lokasi prosesi pelantikan Ketua Program Studi S-1 Sistem Informasi, D-IV Teknologi Laboratorium Medis, dan D-III Fisioterapi. Berturut-turut, nama yang terlantik pada Senin (7/6) lalu tersebut ialah Ingge Anggi Angraini, MKeb; Bastian, MBiomed; dan Juliastuti, MBiomed. Dalam pelantikan tersebut BPH, Dekan, dan jajaran pimpinan IKesT MP menghadiri prosesi di tempat penyelenggaraannya, yakni Auditorium.

Dekan Fakultas Sains dan Teknologi, Zairinayati, MKes melantik Ingge dan Bastian. Selanjutnya, Maya Fadlillah, MKes melantik Juliastuti. Pada saat penandatanganan pelantikan dan berita acara, Rektor IKesT MP, Heri Shatriadi, CP MKesdatang menyaksikan. Bendahara BPH, Amidi, SE MSi pun turut hadir. Kemudian, Amidi SE Msi menyampaikan, “Pemimpin harus dapat membaca kebutuhan pasar.” Ia mencontohkan seperti mempromosikan produk atau lulusan IKesT MP agar dapat diserap oleh rumah sakit dan instansi yang lainnya. Pesan tersebut ia berikan saat Amidi mendapatkan kesempatan dan sesi tersendiri untuk menyampaikan pengarahan dalam prosesi pelantikan tersebut.

Heri memberikan Sambutan Rektor dalam proses pelantikan tersebut. Katanya, dalam situs resmi IKesT MP, “Kita perlu senantiasa mampu membangun kerja sama, kebersamaan, ketepatan, dan kecepatan dalam menjalankan program kerja di unit kerja masing-masing.” Tentunya, selain pesan yang ia sampaikan kepada masing-masing pihak terlantik, ia juga menyampaikan selamat kepada Ketua Prodi S1 Sistem Informasi, D-IV Teknologi Laboratorium Medis, dan D-III Fisioterapi. Ucapan tersebut terucap beserta harapan agar tugas-tugas dapat terlaksanakan dengan amanah.

Mahasiswa UM Metro Raih Medali Perak Pertandingan Taekwondo Internasional

Mahasiswa UM Metro Raih Medali Perak Pertandingan Taekwondo Internasional

Nabil Chaniago adalah seorang atlet taekwondo profesional kota Metro. Saat ini Nabil sedang menempuh pendidikan semester II di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro).

Menurut Nabil semenjak adanya pandemi Covid-19, tidak pernah ada lagi kejuaran atau perlombaan Taekwondo seperti biasanya. Namun ini tidak menyurutkan semangatnya untuk terus berlatih. “Saya tetap berlatih rutin seperti biasa walaupun tidak ada perlombaan, namun kemarin saya mencoba mengikuti lomba secara virtual untuk kategori poomsae (seni),” ujarnya.

Lomba yang diikuti Nabil adalah Online Indonesia International Biho Championship 2021, pada 12 April 2021 lalu. Lomba ini diikuti oleh beberapa negara dan hanya khusus untuk kategori Poomsae (seni). “Alhamdulillah saya meraih medali perak, sangat tidak menyangka karena basic saya adalah bertarung. Sebelum mengikuti lomba saya berlatih keras mempelajari poomsae, dan hasilnya tidak mengecewakan,” ungkap Nabil.

Tentu ini bukan prestasi pertama bagi penyandang sabung hitam dan II Kukkiwon ini. Ia juga sering menjuarai lomba-lomba di tingkat provinsi dan nasional. Pada tahun 2017 Nabil pernah juara 1 pada kejuaraan nasional open di Palembang. Nabil mengaku mulai aktif berlatih taekwondo sejak kelas 2 SD.

Selain itu, mahasiswa kelahiran Metro, 25 Februari 2002 ini juga aktif menjadi pelatih taekwondo di dojang Gedta Taekwondo. Hal yang membanggakan, ia juga sudah sering membimbing junior-juniornya untu mengikuti perlombaan tingkat nasional. [] Humas UM Metro

Arak-Arakan Piala API Kampung Sarugo, Desa Binaan UM Sumbar

Kampung Sarugo, desa binaan UM Sumatera Barat, memperoleh piala kemenangan dalam Ajang Pesona Indonesia 2020 kategori Kampung Adat Terpopuler. Warga mengarak piala kemenangan di kantor Bupati Limapuluh Kota menuju Kampung Sarugo pada Selasa (01/06) lalu. Kemenangan ini merupakan buah kerja sama dan kesungguhan antara Pemkab, UM Sumbar, dan masyarakat dalam menjadikan kampung ini menjadi objek wisata.

Sejak 2019, UM Sumbar telah mengupayakan terwujudnya Kampung Sarugo sebagai objek wisata di Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunuang Omeh, Kabupaten Limapuluh Kota. Kampung ini merupakan desa binaan dari UM Sumbar yang memiliki nilai wisata yang cukup kuat. Terutama, Rumah Bagonjong, yang sudah berusia tua, tetapi warga masih berupaya melestarikan dan menjaga keasliannya.

Rektor UM Sumbar, Dr Riki Saputra MA, hadir dalam penyerahan piala dari bupati ke warga Kampung Sarugo. “Hasil ini merupakan sebuah hasil prestisius dengan semua perjuangan yang telah kami lalui,” ujarnya. Ia menjanjikan UM Sumbar akan selalu melakukan hal terbaik demi perkembangan kampung ini ke depan. Sebab, salah satu tridharma perguruan tinggi universitas adalah pengupayaan agar pengabdian kepada masyarakat benar-benar terwujud dengan baik.

Bupati Limapuluh Kota, Safaruddin, berkomitmen untuk memperbaiki akses menuju kampung ini agar mudah dikunjungi wisatawan. “Agar dapat terwujud sebagai objek wisata unggulan, fasilitas-fasilitas di kampung adat ini juga akan kami benahi,” pungkasnya. Acara seremonial ini berlanjut dengan makan bajamba dan pelatikan pengurus Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) se-Kecamatan Gunuang Omeh. [] RAS

UM Metro Dirikan PT. Metro Surya Inovasi

UM Metro Dirikan PT. Metro Surya Inovasi

Universitas Muhammdiyah (UM) Metro resmi mendirikan PT baru dengan nama PT. Metro Surya Inovasi disingkat Mesva yang disahkan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Kamis, (27/05). Wakil Rektor 2 Suyanto, menerangkan pendirian PT ini merupakan langkah awal pengembangan lembaga. “Dengan terus berkembangnya perguruan tinggi khususnya Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, maka UM Metro perlu melebarkan sayap salah satunya dengan mendirikan badan usaha,” ucap Suyanto.

Senada dengan Suyanto, Rektor UM Metro Drs. Jazim Ahmad, M.Pd. menuturkan mayoritas perguruan tinggi yang maju adalah mereka yang memiliki badan usaha. “Jika melihat PTMA yang maju mereka pada umumnya sudah memiliki PT dengan berbagai unit usaha seperti hotel, restoran, SPBU dan lain-lain, UM Metro juga harus segera menyusul,” ucap Jazim.

Lebih lanjut, Jazim berharap keberadaan PT Metro Surya Inovasi tersebut dapat bermanfaat bagi umat. “Semoga dengan mendapatkan legalitas dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Rekpublik Indonesia, dan sedang dalam proses pengajuan rekomendasi dari Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah PT. Mesva ini bisa terus mengembangkan unit-unit usaha, dan dapat memberikan manfaat bagi warga UM Metro khususnya dan masyarakat luas umumnya,” tambahnya.

Sementara ketua Badan Pembina Harian UM Metro Prof. Dr. Enizar, M.Ag. mengaku bangga atas kehadiran PT tersebut di UM Metro. “baru tadi pagi saya ditanya, gimana perkembangan PT di UM Metro dan saya menjawab masih dalam proses. Namun saya cukup kaget, pagi ini ternyata malah diundang untuk menyerahkan legalitas PT tersebut,” tukasnya. [] Humas UM Metro

IMM Sukabumi: PEMDA Harus Gerak Cepat

IMM Sukabumi: PEMDA Harus Gerak Cepat

Data satuan tugas penanganan Covid-19 Kabupaten Sukabumi menyatakan total kasus Covid-19 kabupaten sukabumi saat ini berjumlah 5.171, dengan rincian 68 pasien masih isolasi mandiri, 111 masih isolasi di rumah sakit, 153 meninggal dunia, dan 4.839 lainnya dinyatakan sembuh. Dampak Covid-19 tidak hanya pada sektor kesehatan namun juga sektor ekonomi.

Meningkatnya jumlah Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang terjadi kemungkinan besar mendorong peningkatan angka kemiskinan di Sukabumi. Muhammad Agung Bilal, Ketua bidang sosial pemberdayaan masyarakat IMM, mengatakan dalam menghadapi bonus demografi, Pemerintah Kabupaten Sukabumi perlu melihat potensi generasi muda. “Perlunya sikap tanggap dalam ekonomi dikarenakan sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo yang menekankan Kesehatan Pulih, Ekonomi Bangkit,” pungkasnya.

Menilik juga, Kabupaten Sukabumi memiliki kekayaan seperti halnya lautan yang luas, tempat wisata, serta sektor pertanian yang merupakan penyumbang perkembangan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja. Sehingga hal itu merupakan sebuah potensi dalam mendorong UMKM Kabupaten Sukabumi, yang dimana melalui satgas pemulihan ekonomi menjadi jembatan dalam pengelolaan dan pemasaran di daerah maupun ke luar daerah guna dapat memulihkan perekonomian masyarakat.

“Besar Harapan IMM, pemerintah kabupaten Sukabumi bisa segera menggagas Satgas pemulihan ekonomi di Kabupaten Sukabumi dengan melibatkan para pemuda sebagai mitra pemantau dalam pendistribusian bantuan-batuan dari pemerintah pusat ataupun pemerintah daerah kepada masyarakat untuk membantu pemulihan ekonomi,” paparnya dilansir dari website UMMI.

Pelatihan Tajwid dari IAIM Sinjai

Pelatihan Tajwid dari IAIM Sinjai

Departemen Religiusitas English Students Association (ESA) IAI Muhammadiyah Sinjai sukses melaksanakan pelatihan tajwid perdananya. TPQ Kampung Quran Lappa Anni Desa Massaile, Kecamatan Tellulimpoe menjadi lokasi kegiatan ini. Kegiatan ini terselenggara dengan sambutan pembina TPQ, Ustadz Munir. Sejumlah pengurus harian ESA menghadiri kegiatan Rabu (02/06) lalu.

ESA IAIM juga memberikan bantuan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) IAIM Sinjai. Donasi tersebut berupa donasi Al-Quran kepada pengurus LP2M yang diserahkan langsung oleh Ketua Departemen Religiusitas ESA, Ulfatushaliha. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, yakni hari Selasa dan Rabu, tanggal 1-2 Juni 2021. Selama berada di lokasi TPQ, dua pengurus ESA, Zulkiram dan Ulfatushaliha memberikan pelatihan tajwid pada anak-anak TPQ usia 6-15 tahun dalam dua kelompok.

“Selama hampir setahun di kepengurusan ini, ESA, himpunan mahasiswa dari Prodi Tadris Bahasa Inggris IAI Muhammadiyah Sinjai, telah menapaki pengabdian masyarakat di tiga Desa, yakni Desa Massaile, Saotengah, dan Tongke-Tongke,” kata Ketua ESA, Andi Muammar K. Desa Massaile merupakan desa paling baru yang menjadi lokasi pengabdian dari ESA IAIMS.

Ketua Prodi Tadris Bahasa IAI Muhammadiyah Sinjai, Ibu Harmilawati, S.S., S.Pd, M.Pd. menjadi penanggung jawab kegiatan ini. “Kami percaya bahwa memulai dengan sedikit demi sedikit adalah sebuah pencapaian. Selain itu, mahasiswa perlu menyalurkan ilmu program studinya yang diperoleh selama kuliah. Hal itu akan memberi manfaat bagi tempat pengabdian baru dan lama,” tutup Kaprodi TBI IAIM Sinjai. (Humas IAIM Sinjai)